Menyesalnya Bagas Adi Saat Diusir Keluar di Final Piala AFF

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pemain Arema FC, Bagas Adi Nugroho, baru-baru ini bercerita soal perasaannya dikartumerah oleh wasit pada final Piala AFF U-22 2019 lalu. Dia mengaku sangat menyesal kala itu dan masih kepikiran sampai saat ini.

Saat laga melawan Thailand di Stadion Olimpic, Phnom Penh, Februari 2019 lalu Bagas dipercaya mengawal jantung pertahanan tim bersama Asnawi Mangkualam, Nurhidayat, dan Firza Andhika.

Akan tetapi, menit ke-88 Bagas harus mandi lebih cepat karena melakukan tekel keras ke pemain Thailand. Beruntung, Indonesia tetap bisa mempertahankan keunggulan 2-1 atas Thailand hingga berhasil merengkuh gelar juara.

Menyesalnya Bagas Adi Saat Diusir Keluar di Final Piala AFF
PSSI

“Waduh.. Yang pertama saya rasain kaget terus nyesel mas. Saya ada di dalam pintu masuk lapangan sama Coach Nur (pelatih fisik) & Bang Ali (Kitman). Yang bikin paling nyesel lagi saya enggak boleh keluar sampai penyerahan medali,” kata Bagas Adi dalam tanya-jawab di akun resmi PSSI.

Bagas sendiri sebelumnya sempat meminta maaf karena kartu merahnya itu. Dia sadar kartu merah tersebut sempat membuat timnas dan suporter khawatir dikejar Thailand.

“Saya juga sangat meminta maaf atas kejadian tadi (kartu merah), soalnya saya terlalu bersemangat. Insya Allah ke depannya saya akan lebih baik lagi. Pasti sempat khawatir. Apalagi pada menit-menit akhir saya tidak langsung masuk ke dalam ruang ganti, saya tunggu di pinggir lapangan tonton sampai selesai,” papar Bagas Adi saat itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nadeo Argawinata Incar Tempat Utama di Skuat Timnas U-22

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang Borneo FC, Nadeo Argawinata, mengaku senang menjadi salah satu pemain yang masuk ke dalam skuat timnas U-22 Indonesia. Ia pun mengaku akan berusaha keras untuk bisa menjadi penjaga gawang utama di ajang SEA Games 2019 nanti.

Semenjak ditinggal oleh Muhammad Ridho, Nadeo memang menjadi penjaga gawang utama Borneo FC musim ini. Pria 22 tahun itu pun berhasil tampil gemilang dan membawa Pesut Etam duduk di papan atas klasemen sementara Liga 1.

” Tentu sangat senang kalau memang masuk dalam skuat inti. Apalagi nanti jadi satu-satunya wakil dari Borneo FC. Saya sangat tertantang menjadi yang terbaik,” ungkap Nadeo Argawinata dikutip dari laman resmi Liga 1.

Nadeo Argawinata - Borneo FC - SEA Games - @nadeowinataa
instagram.com/nadeowinataa

Keberhasilan tersebut tentu menjadi buah keras Nadeo selama ini. Menurut penuturan pelatih kiper Borneo FC, Luizinhi Passos, Nadeo memang selalu bekerja keras di setiap pertandingan dan sesi latihan. Termasuk laga melawan Persija Jakarta, Jumat (27/9) lalu.

“Ada beberapa peluang penting dari Persija yang berhasil diselamatkan Nadeo. Capaian ini sangat bagus untuk menambah mentalnya. Jujur ini buah dari kerja keras Nadeo secara personal. Dia mau belajar sehingga terus berkembang ” ucap Luizinho Passos.

Untuk mendapatkan tempat utama sebagai penjaga gawang di ajang SEA Games mendatang, Nadeo harus bersaing dengan beberapa nama beken. Diantaranya adalah Awan Setho, Muhammad Ridho, dan Muhammad Riyandi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

26 Pemain Timnas Indonesia yang Disiapkan untuk SEA Games 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Timnas U-23 Indonesia segera melakukan pemusatan latihan jelang SEA Games 2019. Mereka menggelar TC di Yogyakarta mulai 25 Agustus hingga 10 September mendatang.

Sebanyak 26 pemain dipanggil pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri. Selama di Yogyakarta, Timnas U-23 akan melakukan latihan di Yogyakarta International School.

Beberapa muka lama yang kenal dengan taktik Indra Sjafri masuk ke dalam skuad. Sebut saja, Satria Tama, Samuel Christianson, Firza Andika, Feby Eka Putra, hingga Kadek Raditya.

Todd
Istimewa

Menariknya, dalam daftar ini Todd Rivaldo kembali dipanggil ke Timnas Indonesia besutan Indra Sjafri. Beberrapa muka baru di Timnas U-23 jua muncul, yakni duo PSS, Irkham Zahrul serta Sidik Saimina.

Selama di Yogyakarta, Timnas U-23 akan berlaga dalam Trofeo yang diikuti PSIM Yogyakarta, dan Bali United. Rencananya trofeo itu akan dihelat 1-11 September mendatang.

Berikut 26 pemain seleksi Timnas U-23:

  1. Satria Tama, Madura United
  2. Rizky Dwi, Kalteng Putra
  3. Rendy Oscario, Semen Padang
  4. Mochamad Dicky, Bali United
  5. Rony Sugeng, Tira Persikabo
  6. Tegar Infantrie, PSIS
  7. Samuel Christianson,
  8. Firza Andika, PSM
  9. Irkham Zahrul, PSS
  10. Mohammad Sidik, PSS
  11. Alekvan Djin, Persik
  12. Rifal Lastori, Borneo FC
  13. Todd Rivaldo, Persipura
  14. David Kevin, Persipura
  15. Teuku Muhammad, Bhayangkara FC
  16. Kadek Raditya, Madura United
  17. Kadek Agung, Bali United
  18. Arapenta Lingka, Bali United
  19. Muhammad Hamdan, Aceh Babel United
  20. Natanael Siringoringo, PSMS
  21. Krismon Gustap, Persewar
  22. Gunansar Mandowen, Persipura
  23. Feby Eka, Persija
  24. Dalmiansyah, Badak Lampung
  25. Ulul Azmi, Borneo FC
  26. Ilham Fathoni, PSMS

Timnas U-22 Indonesia Bakal Jajal Tiga Negara Kuat Jelang SEA Games

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Timnas U-22 Indonesia bakal menjajal tiga negara kuat Asia jelang SEA Games 2019. Mereka adalah Tiongkok, Arab Saudi, dan Jordania dalam turnamen segitiga 7-15 Oktober mendatang.

Seperti diketahui, Garuda Muda memang dalam persiapan menatap ajang multievent Asia Tenggara tersebut. Mereka bakal menggelar pemusatan latihan di Jogjakarta dalam waktu dekat.

Akan tetapi, sebelum menatap ke Tiongkok, Timnas U-22 Indonesia akan ikut turnamen di Jogjakarta. Turnamen tersebut akan menjadi bahan evaluasi Indra Sjafri. Sebab dari 40 nama nantinya akan terpilih 20 pemain saja.

indonesia juara (@gsdewabroto)
@gsdewabroto

“Tanggal 25-31 Agustus itu masa seleksi. Tanggal 1-11 September pemain terbaik kumpul, karena itu FIFA matchday dan kompetisi libur kita panggil semuanya. Sekalian tanggal 1 itu kita umumkan 40 nama yang kita daftarkan ke SEA Games,” ungjap Indra Sjafri.

Dalam periode masa seleksi, Indra menyebut kalau tak ada uji coba. Hanya pertandingan internal saja. Baru tanggal 1-11 September itu ada trofeo di Jogjakarta.

“Ada tiga tim yang ikut (PSIM, Bali United, dan Timnas U-23. Oktober kami turnamen di Tiongkok, dan November lawan Iran di Papua pada 13 November di Papua dan 16 November di Stadion Utama Gelora Bung Karno,” tutup dia.

Indra Sjafri jua saat ini masih memantau para pemain senior yang mungkin masuk dalam skuad. Beberapa di antaranya terdapat Osas Saha yang masuk dalam kandidat.

Soal Pemanggilan Osas Saha ke Skuat SEA Games, Ini Jawaban Indra Sjafri

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, buka suara soal kabar bakal memanggil Osas Saha untuk SEA Games 2019. Indra mengaku saat ini memang masih memantau pemain senior di Liga 1 2019.

Seperti diketahui, Osas Saha memang tampil istimewa bersama Tira-Persikabo. Dia sukses melesakkan enam gol dan tiga assist dalam 13 penampilan di Liga 1 2019. Aksi impresifnya itu jua menarik hati Simon McMenemy.

Osas akhirnya dipanggil Timnas Indonesia dalam persiapan menatap Kualifikasi Piala Dunia 2022. Nah ada kabar kalau Indra Sjafri jua tertarik memakai jasa pemain naturalisasi itu untuk Timnas U-22 di SEA Games 2019.

Indra Sjafri - Timnas U-23 Indonesia - @BolaBanget
@BolaBanget

“Ditunggu saja. Kami memang sedang memantau terus Liga 1. Kami mencari pemain senior yang mungkin nanti akan didaftarkan tanggal 2 (September),” ungkap Indra Sjafri kepada wartawan.

Indra menyebut kalau skuadnya membutuhkan dua striker dan dua gelandang dalam skuad. Saat ini, dia sedang memantau 10 pemain untuk didaftarkan dalam skuad.

“Kami juga akan melakukan pemusatan latihan tanggal 25 (Agustus) di Jogjakarta. Kalau di Jakarta sedang ada persiapan Timnas senior ke Piala Dunia. Jadi kami ke Jogja,” pungkas dia.

Timnas U-22 Indonesia sendiri kemungkinan akan ikut Trofeo di Jogjakarta. Sebab, saat ini mereka masih menjalani seleksi dan akan dilihat dalam trofeo itu.

Beto: Saya Hanya Ingin Bantu Timnas Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Striker Madura United, Alberto Goncalves, bicara soal peluang membela Timnas U-22 Indonesia di SEA Games 2019. Dia akan selalu siap karena tujuan utama dinaturalisasi ingin membantu sepak bola Indonesia.

Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, beberapa waktu lalu memantau langsung latihan tim senior. Beto, diprediksi bakal jadi salah satu pemain yang bisa dipanggil untuk memperkuat Indonesia pada ajang multievent tersebut.

Dalam regulasi cabang sepak bola SEA Games 2019, memperbolehkan tiap negara membawa dua pemain senior dalam 22 daftar nama yang didaftarkan. Sebagai informasi, gelaran SEA Games cabor sepak bola ini hanya boleh diperkuat oleh pemain berusia maksimal 22 tahun.

Beto Goncalves - timnas - f5s
Football5star

“Saya datang ke sini, hanya ingin bantu Timnas Indonesia, negara kita. Jadi untuk Sea Games maupun di Piala Dunia saya siap sekali. Jika pelatih butuh saya, ya saya selalu siap,” ungkap Beto kepada wartawan.

Beto mengaku saat ini kondisi fisiknya masih belum optimal. Jadwal kompetisi yang padat membuatnya harus berpikir ekstra keras untuk menjaga kondisi.

“Kamu lihat saja (Aleksandar) Rakic terkenda cedera bagian paha, termasuk Andik. Kenapa? jadwal ini sangat padat. Hari ini main tiga hari kemudian main lagi jadi susah. Saya juga khawatir, tapi karena saya bisa jaga diri dan istrahat cukup jadi bisa fit,” papar dia.

Rencananya, gelaran multievent tersebut bakal segera dihelat November mendatang. Khusus sepak bola, pertandingan akan dimulai dari 26 November hingga 10 Desember. Akan ada 11 negara yang bakal bersaing di Filipina, sebagai tuan rumah.

Drawing grup sendiri belum dilaksanakan. Timnas U-22 Indonesia masuk ke dalam pot dua bersama Malaysia. Sedang pot satu ditempati Filipina sebagai tuan rumah dan Thailand yang menjadi juara bertahan.

Indra Sjafri Pantau Pemain Timnas Senior untuk SEA Games 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, memantau para pemain senior yang bisa dibawa memperkuat SEA Games 2019. Dia bahkan sudah berbincang dengan pelatih Simon McMenemy mengenai kemungkinan siapa-siapa saja yang bisa masuk ke dalam skuadnya.

Dalam regulasi cabang sepak bola SEA Games 2019, memperbolehkan tiap negara membawa dua pemain senior dalam 22 daftar nama yang didaftarkan. Sebagai informasi, gelaran SEA Games cabor sepak bola ini hanya boleh diperkuat oleh pemain berusia maksimal 22 tahun.

Indra sendiri sudah memantau langsung latihan Timnas Indonesia di bawah Simon McMenemy. Dia jua sempat berbincang dengan Simon mengenai peluang pemain yang bakal dibawanya ke Filipina nanti.

timnas indonesia tertahan di piala aff u-22
PSSI.org

“Kami mendiskusikan, kira-kira supaya waktunya tidak bentrok antara saya dengan McMenemy. Karena nanti kan McMenemy juga punya agenda Kualifikasi Piala Dunia 2022, saya juga punya kepentingan untuk mengambil pemain di timnas senior,” ungkap Indra kepada wartawan.

Timnas Indonesia sendiri pada September mendatang akan bermain dalam Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022. “Saya tidak mau nantinya ada waktu yang tidak pas. Jadi, kami diskusikan dan oke-oke saja,” sambung dia.

Bahkan, Indra menjamin kalau dirinya mau melepas pemain Timnas U-22 bila dibutuhkan Simon. “Kan memang Timnas Indonesia U-22 untuk mendukung timnas senior. Enak sekali kan seperti ini, antara Timnas Indonesia U-15, U-18, U-22, dan senior komunikasi berjalan lancar. Tak ada masalah,” tutup dia.

Terpukau dengan Egy, Presiden Lechia Cari Pemain Indonesia Lain

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Presiden Lechia Gdansk, Adam Mandziara, tampaknya kepincut dengan talenta pemain dari Indonesia. Setelah Egy Maulana Vikri cukup memuaskan di sana, dia kabarnya tengah mencari pemain muda Indonesia lainnya.

Perlahan tapi pasti, Egy bisa beradaptasi dengan cuaca dan iklim Eropa. Setelah musim lalu cuma bermain di Lechia Gdansk II, kini dia mulai rutin masuk ke dalam daftar susunan pemain tim senior.

Bahkan, Egy sempat melakoni debut starter di Liga Ekstraklasa kala Lechia Gdansk menjamu Wisla Krakow di Stadion Energa, Minggu (29/7/2019). Adam Mandzira sendiri saat ini sedang berkunjung ke Indonesia dan melihat peluang mendatangkan pemain lain.

https://www.instagram.com/p/B0xtMeIDiBD/

“Ya mungkin ya. Mungkin saja. Dalam waktu dekat. Tadi saya mendampingi presiden Lechia melihat SUGBKK dan bertemu dengan beberapa pemilik juga,” ungkap Indra Sjafri kepada wartawan.

Indra tak menampik kalau Adam selalu memperhatikan perkembangan sepak bola Indonesia. Dalam waktu dekat, Adam bisa saja kembali memboyong pemain Indonesia lagi ke Polandia.

“Bisa jadi dan juga akan ada kerjasama kayanya dengan klub. Mungkin konteks akademi, kontek pembinaan usia muda, banyaklah. Ya kan kita perlu juga di antara tim liga kita dengan liga luar kerja sama,” papar dia.

Indra jua menyebut, salah satu hal yang dibicarakan dari kedatangan Adam adalah soal Egy. Dia bilang kalau Egy mendapatkan lampu hijau memperkuat Indonesia pada SEA Games 2019.

Egy Maulana Diizinkan Lechia Bela Indonesia di SEA Games 2019

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Kabar bahagia datang buat Timnas U-22 Indonesia jelang mentas pada SEA Games 2019. Mereka dipastikan bakal dibela oleh Egy Maulana Vikri yang mendapatkan restu dari klubnya, Lechia Gdansk.

Rencananya, gelaran multievent tersebut bakal segera dihelat November mendatang. Khusus sepak bola, pertandingan akan dimulai dari 26 November hingga 10 Desember. Akan ada 11 negara yang bakal bersaing di Filipina, sebagai tuan rumah.

Drawing grup sendiri belum dilaksanakan. Timnas U-22 Indonesia masuk ke dalam pot dua bersama Malaysia. Sedang pot satu ditempati Filipina sebagai tuan rumah dan Thailand yang menjadi juara bertahan.

Egy Maulana - Ezra Walian - timnas Indonesia U-22 - breakingnews.co.id
Breakingnews.co.id

Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, sudah memantau sejumlah nama untuk dipanggil dalam pemusatan latihan. Nama Egy Maulana Vikri akan menjadi proyeksi dalam skuad Indra nantinya.

“(Egy sudah diizinkan Lechia) berkat hubungan baik PSSI dengan Lechia Gdansk. Dia sudah mendapatkan lampu hijau untuk bermain di SEA Games,” bilang Indra Sjafri.

Selain Egy, Indra Sjafri berharap Saddil Ramdani juga diperbolehkan bergabung ke dalam skuad Timnas U-22. Saddil sendiri saat ini memperkuat klub Malaysia, Pahang FA.

“Saddil harus. Pasti Malaysia juga kasih izin pemainnya kan. Saya pertama, memastikan Egy ya. Nanti diperkuat lagi tanggal 7 (Agustus) mau bertemu dengan sekjen (Ratu Tisha) juga supaya lebih kuat dan formal. Nanti sekjen akan bertemu dengan presiden Lechia,” tutup Indra.

Timnas U-22 Indonesia rencananya akan menggelar pemusatan latihan di Yogyakarta mulai 25 Agustus mendatang. Dari hasil pemusatan latihan itu, Indra baru akan mengetahui gambaran skuad yang akan diboyong ke Filipina.

Saddil dan Indra Sjafri Tak Kompak Soal Kebugaran

Football5star.com, Indonesia – Pelatih tim nasional U-22 Indonesia, Indra Sjafri, memimpin latihan anak asuhnya di Lapangan Madya, Senin (11/3) sore. Dalam latihan tersebut, tampak pemain Pahang FA, Saddil Ramdani.

Pemain yang kini berusia 20 tahun tersebut tiba di Jakarta pada Minggu (10/3) malam. Namun, ia mengaku tidak ada kendala yang terbilang mengganggu kondisinya setibanya di tanah air.

“Penyesuaian mungkin hanya soal cuaca karena di Malaysia, tidak sepanas di sini. Jadi, agak sedikit sesak di nafas. Tapi, selebihnya tidak ada masalah. Pelatih di Malaysia juga mengizinkan saya bergabung,” kata Saddil ketika ditemui usai latihan.

Saddil - Indra Sjafri - Football5star
f5s

Mengomentari pernyataan Saddil, Indra Syafri menilai apa yang dikatakan anak asuhnya sedikit berlebihan. Sepanjang pantauannya, tidak ada masalah serius yang saat ini menimpa timnya. Meski ia mengakui ada sejumlah evaluasi yang harus dilakukan untuk membenahi kesiapan tim.

“Kalau Saddil bilang agak sedikit sesak itu hanya alasan dia saja. Menurut saya tidak ada masalah dari latihan hari ini. Kalau soal evaluasi jelas ada, tetapi saya kan tidak harus berbicara sekarang. Intinya, kami masih akan melakukan pembenahan,” kata Indra.

Timnas U-22 Indonesia akan menghadapi kualifikasi Piala Asia U-23 2020, di Vietnam pada 22 hingga 26 Maret mendatang. Garuda Muda akan menghadapi lawan yang mayoritas sama seperti Piala AFF U-22 2019 beberapa waktu lalu yakni Thailand dan Vietnam. Sisanya, hanya Brunei Darussalam yang bisa jadi penjegal langkah menuju putaran final.

Timnas U-22 Indonesia Diguyur Puluhan Jam Tangan Mewah

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan timnas U-22 Indonesia meraih juara di Piala AFF U-22 2019 kembali mendapat apresiasi. Baru-baru ini, merk jam mewa, Tissot, membagikan secara gratis jam tangan kepada seluruh anggota skuat.

Pemberian jam tangan ini diunggah langsung lewat akun pribadi Irwan Mussry, selaku CEO Time Internasional. Perlu diketahui, lisensi merk Tissot di Indonesia dipegang oleh Time pimpinan Irwan.

Dalam unggahan tersebut, ia mengaku bangga dan mengapresiasi setinggi langit kepada Witan Sulaiman dkk. Suami Maia Estianty tersebut juga mendoakan agar karier para pemain bisa gemilang di masa depan.

https://www.instagram.com/p/BuvlRQxgF9n/

“Tidak ada kebagahiaan yang lebih nyata dibandingkan melihat para putra terbaik bangsa mengharumkan nama negaranya. Semoga Anda semua mendapatkan karier yang cerah di masa mendatang,” tulisnya.

“Sebagai bentuk apresiasi, Tissot sebagai keluarga terbaru dari Time Internasional, mempersembahkan jam tangan untuk pelatih dan seluruh pemain,” sambungnya. “Ini adalah sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tertinggi di ajang Piala AFF U-22 2019,” tulis akun resmi Time Internasional.

Pelatih timnaa U-22 Indonesia, Indra Sjafri, mengucapkan terima kasih kepada Tissot, dan Irwan khususnya atas hadiah ini. Dalam unggahan di Twitter, Indra menulis pesan singkat dengan tanda pagar penyemangat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Juara Piala AFF U-22, Dua Pemain Timnas Naik Pangkat

Football5starcom, Indonesia – Dua pemain Timnas U-22 Indonesia, Sani Rizky Fauzi dan Awan Setho mendapatkan durian runtuh. Mereka berdua mendapatkan kenaikan pangkat dari Kepolisian.

Kenaikan pangkat kedua pemain ini adalah hasil dari Timnas U-22 Indonesia menjadi juara Piala AFF U-22 2019. Gelar itu diraih setelah Timnas Indonesia mengalahkan timnas U-22 Thailand dengan skor 2-1.

“Ya (naik pangkat), jadi Briptu. Sekarang mereka absen latihan, besok sudah latihan lagi. Makanya saya dan coach Indra (Sjafri) diundang untuk menghadiri kenaikan pangkat mereka di ruang kerja Pak Kapolri (Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito Karnavian) pada pagi ini,” ujar Sumardji, Manajer Timnas U-22 Indonesia dikutip Football5star dari CNN.

awan setho-timnas indonesia
Twitter @PSSI

Sani Rizki mengakui adanya penghargaan dari Kapolri. “Alhamdulilah juga akan dapat penghargaan dari Bapak Kapolri. Saya dapat kenaikan pangkat jadi Briptu. Di Sukabumi hanya sehari, besok harus kembali ke Jakarta karena diundang oleh Bapak Kapolri,” kata Sani, dikutip dari Detik.

Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kapolri yang telah memberikan penghargaan khusus. Ucapan itu ia tulis lewat akun Twitter pribadi miliknya, @indra_sjafri.

“Terima Kasih KAPOLRI Yang sdh Menaikan Pangkat Luar Biasa Kepada Pemain Timnas Awan Seto dan Sani Rizki.”

Awan Setho dan Sani Rizki adalah salah dua pemain yang berprofesi sebagai polisi. Nama lain adalah Hansamu Yama dan Muchlis Hadi Ning Syaifuloh.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Indra Sjafri Panggil 30 Pemain untuk TC Timnas U-22

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-22 Indonesia tak ingin terlena. Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri langsung mengumpulkan 30 pemain untuk kualifikasi Piala Asia U-23 2020 yang akan digelar pada 22-26 Maret 2019 di Vietnam.

Coach Indra memutuskan untuk menambah tujuh pemain baru untuk melakoni pemusatan latihan menjelang kualifikasi Piala Asia U-22 2020. Tiga dari tujuh pemain adalah mereka yang bermain di luar negeri. Mereka adalah Ezra Walian yang bermain di RKC Waalwijk, Egy Maulana Vikri di Lechia Gdansk, dan Saddil Ramdani di Pahang FA.

“Ya kami memulai TC Timnas U-22 per hari ini Senin (/4/3) untuk persiapan Kualifikasi Piala AFC U-23 akhir bulan nanti di Vietnam. Kami panggil 30 pemain yang komposisinya 23 pemain dari Piala AFF U-22, empat pemain baru dan trio pemain yang pernah kita panggil namun belum bisa bergabung,” kata Indra Sjafri dikutip Football5star dari laman resmi PSSI.

presiden joko widodo bangga timnas u-22 indonesia juara
@AFFPresse

Untuk melakoni Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, Timnas U-22 Indonesia hanya akan membawa 23 pemain. Artinya, dari 30 pemain nanti akan ada tujuh pemain yang dicoret. Maka dari itu, Indra Sjafri ingin anak asuhnya menunjukkan penampilan yang terbaik saat pemusatan latihan berlangsung.

“Pemain yang kami panggil, kami harap menunjukkan kualitas mereka. Karena kami nantinya hanya membawa 23 pemain terbaik ke Vietnam. Jadi, baik pemain lama atau baru mempunyai peluang yang sama untuk bersaing meraih posisi terbaik.

“Jadi tidak ada garansi pemain yang sudah membawa juara Piala AFF U-22 akan masuk lagi di tim untuk persiapan Kualifikasi Piala AFC U-23. Semua punya peluang yang sama,” tegas Coach Indra.

Daftar Pemain Timnas U-22 2019 di TC Kualifikasi Piala Asia U-23

Kiper
Awan Setho, Bhayangkara FC
Satria Tama, Madura United
M Riyandi, Barito Putera

Bek
Asnawi Mangkualam, PSM
Fredyan Wahyu, PSMS
Rachmat Irianto, Persebaya
Nurhidayat, Bhayangakara FC
Andy Setyo, PS Tira Persikabo
Bagas Adi, Bhayangkara FC
Firza Andika, AFC Tubize
Samuel Christianson, Sriwijaya FC
Kadek Raditya, Madura United

Gelandang
Kadek Agung, Bali United
M Luthfi Kamal, Mitra Kukar
Hanif Sjahbandi, Arema FC
Rafi Syaharil, Barito Putera
Gian Zola, Persela Lamongan
Sani Riski Fauzi, Bhayangkara FC
Witan Sulaiman, SKO Ragunan
Billy Keraf, Borneo FC
Todd Rivaldo, Persipura
Osvaldo Haay, Persebaya
Egy Maulana Vikri Lechia Gdańsk
Saddil Ramdani Pahang FA
Teuku Ichsan, Bhayangkara FC
Feby Eka Putra, Bali United

Penyerang
Marinus Wanewar, Persipura
Dimas Drajad, PS Tira Persikabo
Ezra Walian, RKC Waalwijk
Mahir Radja Djamaoeddin, Bhayangkara FC

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Marinus Wanewar Sindir Jokowi Soal Perbaikan Jalan di Kabupaten Sarmi

Football5star.com, Indonesia – Penyerang timnas U-22 Indonesia, Marinus Wanewar, menyindir Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) terkait perbaikan transportasi dan jalan di Kabupaten Sarmi, Papua Utara. Jokowi pun merespons hal tersebut dengan positif.

Marinus Wanewar bersama rombongan timnas U-22 Indonesia telah kembali ke Tanah Air, Rabu (27/2/2019), setelah berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menjadi juara Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Skuat asuhan Indra Sjafri keluar sebagai kampiun seusai mengalahkan Thailand di final dengan kemenangan 2-1.

Sani Rizki Fauzi dan Osvaldo Haay merupakan dua pemain yang mencetak gol kemenangan Indonesia atas Thailand. Sementara itu, Marinus Wanewar merupakan pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak di Piala AFF U-22 2019 dengan torehan tiga golnya,

Setelah kembali ke Tanah Air, didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, rombongan timnas U-22 menyambangi Istana Merdeka, Jakarta, untuk bertemu Jokowi, Kamis (28/2/2019).

Timnas u 22 indonesia setkab go id
Setkab.go.id

Dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo sempat bertanya asal Marinus dan ia menjawab dari Papua. Jokowi melanjutkan pertanyaannya, dari Wamena, Jayapura, Merauke, atau Manokwari?

“Saya dari Sarmi. Di sana transportasinya masih kurang dan jalannya juga masih jelek,” kata Marinus seperti dikutip Football5star.com dari Setkab.go.id.

Menanggapi ucapan Marinus, Jokowi mengatakan, “Jalannya masih jelak, ok.”

Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, juga mengucapkan terima kasih karena telah diundang bertemu Presiden Joko Widodo di istana. Padahal, saat mengantarkan timnas U-19 menjadi juara di Piala AFF pada 2013 lalu, ia dan skuatnya tidak dipanggil ke istana.

Piala AFF U-22 2019 merupakan ajang persiapan skuat besutan Indra Sjafri menghadapi dua ajang lebih besar, yakni Piala AFC dan Sea Games. Di Piala AFC merupakan kompetisi yang menentukan untuk tampil di kualifikasi Olimpiade.

Di samping itu, sejak 1991, Indonesia juga belum pernah mendapatkan medali emas di Sea Games. Indra Sjafri pun berharap timnya bisa melanjutkan sukses di Piala AFF U-22 di kedua ajang tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Rincian Bonus Dari Menpora Untuk Timnas U-22 Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Sesuai janjinya, Menpora Imam Nahrawi langsung menyerahkan bonus sebesar Rp 2,1 miliar kepada seluruh penggawa Timnas U-22 Indonesia yang menjadi juara Piala AFF 2019.

Bonus uang tunas Rp 2,1 miliar itu diserahkan Menpora Imam Nahrawi secara simbolis kepada kapten Timnas U-22 Indonesia Bagas Adi Nugroho yang didampingi pelatih Indra Sjafri, setibanya Timnas U-22 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/2) malam.

Mengenai rincian jumlah bonusnya, Kemenpora memberikan kepada pelatih kepala dengan nominal Rp 100 juta, Asisten Pelatih sebanyak 4 orang masing-masing menerima Rp 62,5 juta, Ofisial tim sebanyak 8 orang masing-masing akan mendapatkan Rp 32 juta. Sedangkan untuk Pemain dengan jumlah 23 pemain, masing-masing akan menerima Rp 65 juta.

“Untuk masalah rewards, perlu saya tegaskan bahwa pemerintah pasti akan memberikan perhatian terhadap prestasi ini. Seperti penyaluran bonus sebelumnya, semua bonus akan diserahkan langsung ke rekening pemain, pelatih, asisten pelatih, ofisial dan yang lainnya,” kata Menpora di setkab.go.id.

timnas indonesia tertahan di piala aff u-22

Menpora berharap apresiasi yang diberikan pemerintah ini tidak dilihat besar dan kecilnya. Menurutnya bonus tersebut hanya pemacu semangat bagi tim untuk berprestasi di ajang berikutnya.

“Kita tahu bahwa setelah juara Piala AFF U 22 ini, mereka akan masuk pelatnas untuk persiapan Piala AFC yang akan digelar bulan Maret mendatang. Selain itu mereka juga akan disiapkan untuk SEA Games 2019 nanti,” ujar Menpora.

Sementara pelatih Indra Sjafri mengucapkan terima kasih kepada Menpora dan PSSI yang selama ini sudah mendukung perjuangan Timnas U-22 Indonesia . “Saya bukan sosok penting, sosok penting adalah para pemain yang berjuang di lapangan. Saya hanyalah sosok orang yang mengumpulkan mereka,” kata Indra Sjafri.

Rincian Kemenpora untuk Timnas U-22 Indonesia

Pelatih : 1 x 100.000.000,- = Rp 100.000.000,00.

Pemain : 23 x 65.000.000,- = Rp 1.495.000.000,00.

Asisten Pelatih : 4 x 62.500.000,- = Rp 250.000.000,00.

Ofisial Tim : 8x 32.000.000,- = Rp 256.000.000,00.

Total = Rp 2.101.000.000,00.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bertemu Jokowi, Osvaldo Haay Minta Bonus Jadi PNS

Football5star.com, Indonesia – Penggawa timnas U-22 Indonesia, Osvaldo Haay memanfaatkan kesempatan bertemu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2/2019). Dalam kesempatan tersebut Osvaldo mengungkapkan keinginannya untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Osvaldo Haay bersama rombongan timnas U-22 Indonesia telah kembali ke Tanah Air, Rabu (27/2/2019), setelah berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menjadi juara Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Skuat asuhan Indra Sjafri keluar sebagai kampiun seusai mengalahkan Thailand di final dengan kemenangan 2-1.

Sani Rizki Fauzi dan Osvaldo merupakan dua pemain yang mencetak gol kemenangan Indonesia atas Thailand. Setelah kembali ke Tanah Air, didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, rombongan timnas U-22 menyambangi istana negara hari ini untuk bertemu Jokowi.

indonesia juara (@AFFPresse

“Jadi, kami ingin meminta rekomendasi kepada bapak presiden. Rekomendasi karena sudah lama meninggalkan kuliah. Mungkin kalau bisa menjadi PNS,” kata Osvaldo Haay seperti dikutip Football5star.com dari Setkab.go.id.

Keinginan serupa juga disampaikan kapten timnas U-22 Indonesia, Bagas Adi Nugroho. Mewakili rekan-rekannya yang juga memiliki keinginan menjadi PNS, polisi, atau TNI.

Merespons keinginan mereka, Presiden Jokowi berjanji akan memprosesnya. Terutama dengan lembaga-lembaga negara yang berkaitan.

Perjalanan pasukan Garuda Muda menjadi kampiun di Piala AFF U-22 terbilang cukup berwarna. Mulai dari persiapan yang kurang menjanjikan, nyaris tersingkir di fase grup, hingga tidak pernah terkalahkan sepanjang berlangsungnya kompetisi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jokowi Guyur Timnas U-22 Indonesia dengan Bonus Besar

Football5star.com, Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pemain dan official Timnas U-22 Indonesia yang baru saja menjadi juara Piala AFF 2019, di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2) pagi.

Pada kesempatan itu, Jokowi sempat menanyakan besaran bonus yang diterima masing-masing punggawa Timnas U-22 yang sudah diserahkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2) malam.

Saat disebutkan total bonus dari Menpora sebesar Rp 2,1 miliar, dan masing-masing pemain mendapatkan Rp 65 juta, official R p62 juta, Presiden Jokowi langsung menukas, “Rp65 juta masing-masing pemain? Ya, dari saya masing-masing Rp 200 juta.”

Para pemain Timnas U-22 Indonesia secara spontak serentak langsung menjawab, “Alhamdulillah.”

Presiden menegaskan, bukan hanya pemain yang akan mendapatkan tambahan bonus Rp 200 juta, tapi juga pelatih, asisten pelatih, bahkan dokter tim juga dapat. “Dapet, dapet, dapat semua, bukan hanya pemain,” tegasnya

Sebelumnya dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, bahwa dirinya dan seluruh rakyat Indonesia merasa bangga atas prestasi Timnas U-22 Indonesia. Presiden berharap prestasi Timnas U-22 menjadi titik kebangkitan sepakbola Indonesia.

“AFF sudah, kita harapkan nanti yang AFC juga dapat. Nanti lagi di akhir tahun di SEA Games juga saya kira arahnya ke sana,” kata Presiden Jokowi di setkab.go.id.

jokowi (instagram @jokowi)

“Jangan sampai redup Pak Indra Sjafri. Sehingga prestasi ini betul-betul menjadi sebuah arah baru, generasi baru, kebangkitan sepakbola Indonesia,” ucap Presiden.

Setelah memberikan sambutan, Presiden Jokowi melakukan dialog dengan para punggawa Timnas U-22. Lalu, diakhiri dengan berfoto bersama dengan para pemain dan official juga trofi juara.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menpora Imam Nahrawi, dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Radovic Harap Semakin Banyak Pemain Persib Masuk Timnas

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Persib Bandung, Miljan Radovic, mengucapkan selamat kepada timnas U-22 Indonesia usai menjuarai Piala AFF U-22 2019. Pria asal Serbia tersebut berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi para pemain lain di tanah air untuk meraih pencapaian tertinggi.

Timnas U-22 Indonesia yang diturunkan di PIala AFF U-22 2019 punya dua pemain Persib Bandung yakni Gian Zola dan Billy Keraf. Radovic pun berharap di masa depan semakin banyak pemain Pangeran Biru yang membela tim nasional usia muda.

“Saya senang kalau Timnas menang. Saya berikan selamat untuk pelatih dan semua pemain di sana. Tidak hanya selamat untuk Zola dan Billy, saya senang kalau Indonesia menang. Itu bagus untuk sepakbola Indonesia. Tapi masih ada tantangan lain yang menanti,” katanya seperti dikutip dari situs resmi klub.

“Saya berharap ada pemain Timnas dari sini (PERSIB). Tapi kita akan lihat, saya pikir ada beberapa pemain kita yang bisa bermain di sana,” katanya melanjutkan.

Persib Bandung memang memiliki stok pemain muda masa depan melimpah. Dua tim junior mereka yakni U-16 dan U-19 berhasil menyabet gelar juara Liga 1 di masing-masing kategori musim lalu.

Ada beberapa pemain muda yang mencuri penampilan sepanjang musim lalu. Beberapa di antaranya adalah Beckham Putra Nugraha,  Ilham Qolba, Aria Nugraha, dan Rizki Hidayat.

PSSI Tak Akan Gelar Uji Coba Internasional Untuk Timnas U-22 Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, memastikan tidak akan ada uji coba internasional untuk timnas U-22 Indonesia.  Firza Andhika dkk saat ini sedang mempersiapkan diri menyambut kualifikasi Piala Asia U-23 2020, yang akan berlangsung pada pertengahan Maret mendatang.

Dalam sesi penyambutan timnas U-22 Indonesia di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (27/2) malam, Tisha membeberkan alasan tidak ada uji coba. Meski demikian, ia tetap meminta para pemain untuk fokus ke kualifikasi.

“Kalau untuk uji coba internasional, tidak ada rencana ke sana karena memang waktu persiapan yang mepet. Selain itu, saya suda berkomunikasi dengan Coach Indra Sjafri bahwa pengalaman para pemain di turnamen kemarin sudah cukup,” papar Tisha.

Timnas U-22 Indonesia - PSSI - Football5star - Andy Setyo
f5s

“Jadi, untuk uji coba internasioal yang agak mewah sepertinya tidak akan ada.  Justru saat ini kami sedang mengupayakan melakukan uji coba melawan klub-klub lokal peserta Liga 1,” katanya melanjutkan.

Timnas U-22 Indonesia berhasil keluar sebagai juara dalam ajang Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Pada laga final di Kamboja, anak asuh Indra Sjafri berhasil mengejar ketertinggalan 0-1, untuk bangkit 2-1 melawan Thailand.

Ini merupakan gelar pertama bagi timnas U-22 di ajang Piala AFF. Sementara bagi Indra Sjafri, ini adalah kedua kalinya ia membawa tim nasional kelompok umur Indonesia berjaya di AFF. Sebelumnya, ia pernah melakukan hal serupa bersama Evan Dimas dkk, 2013 silam.

Sani Rizky Langsung Fokus Tatap Kualifikasi Piala Asia U-23

Football5star.com, Indonesia – Salah satu pemain timnas U-22 Indonesia, Sani Rizky, langsung fokus mempersiapkan diri untuk kualifikasi Piala Asia U-23 2020 mendatang. Oleh karena itu, pemain Bhayangkara FC tersebut tidak ingin terlalu lama larut dalam euphoria juara Piala AFF U-22 2019.

Sani merupakan salah satu pencetak gol ke gawang Thailand pada partai final yang berlangsung Selasa (26/2) kemarin. Golnya berhasil membuat kedudukan imbang 1-1 dan menjadi penyemangat Garuda Muda mencetak satu gol tambahan untuk pastikan gelar.

Ditemui pada sesi jumpa pers di Terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta, Sani mengaku siap mengemban tugas membela nama negara. Menurutnya, tidak ada jalan lain selain memberikan kemampuan maksimal untuk Indonesia lolos Piala Asia U-23 tahun depan.

Sani Rizky - Timnas U22 Indonesia - Football5star
kapanlagi.com

“Setelah ini kami langsung fokus mempersiapkan diri untuk kualifikasi Piala AFC 2019. Minta doanya semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Pelatih sudah bilang bahwa kami harus tetap berjuang demi nama baik negara,” ujar Sani.

Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, mengatakan tidak akan membubarkan tim yang sudah ada. Justru, ia berniat langsung melakukan latihan pada 2 Maret mendatang kepada Sani dkk.

“Selesai pertandingan kemarin, saya bicara dengan kapten bahwa tim ini langsung latihan. Jadi tidak akan menemui keluarga dahulu,” demikian keterangan dari pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri.

Indra Sjafri Tatap Olimpiade 2020 di Tokyo

Football5star.com, Indonesia – Pelatih tim nasional U-22 Indonesia, Indra Sjafri tidak ingin larut dalam euforia usai menjuarai Piala AFF U-22 2019. Ia menegaskan masih ada sejumlah target besar yang harus dipenuhi Firza Andhika dkk beberapa bulan mendatang, termasuk lolos Olimpiade.

Setelah ini, timnas U-22 Indonesia akan langsung dipersiapkan untuk kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Mulai 2 Maret 2019, pemain akan kembali berlatih untuk turun di  kualifikasi pada 22 hingga 26 Maret mendatang.

“AFF bukan target utama, tapi lolos kualifikasi AFC dan medali emas SEA Games. Oleh sebab itu kita jadikan ini motivasi untuk berjuang di kualifikasi yang lawannya sama seperti AFF ini. Kalau lolos dan tembus empat besar, kita akan ikut Olimpiade untuk pertama kalinya,” katanya pada jumpa pers di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (28/2) malam.

Timnas U-22 Indonesia - PSSI - Football5star - Andy Setyo
yohanes/f5s

Ini adalah kali kedua Indra Sjafri membawa tim nasional junior Indonesia berprestasi di ajang Piala AFF. Pada 2013, silam ia berhasil membimbing Evan Dimas dkk untuk jadi yang terbaik pada turnamen yang berlangsung di Sidoarjo. Olimpiade patut masuk daftar target selanjutnya karena sepanjang sejarah, Indonesia belum pernah ambil bagian di cabang sepak bola.

Meski demikian, ia tidak ingin dianggap sebagai sosok yang paling penting dalam keberhasilan ini. Menurutnya, kemampuannya melatih akan sia-sia jika tidak ada kerja keras dari para pemain selama latihan dan pertandingan .

“Saya bukan sosok penting di sini, yang penting adalah para pemain ini. Merekalah yang berjuang di lapangan, saya hanya bertanggung jawab mengumpulkan mereka. Untuk para supporter juga terima kasih, tetap jaga perdamaian,” kata Indra Sjafri melanjutkan.

Kembali Bawa Timnas Juara, Indra Sjafri Teringat Era 2013

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, mengaku teringat momen ketika membawa timnas U-19 juara Piala AFF 2013. Menurutnya, ada sejumlah kemiripan yang terjadi seperti ketika Evan Dimas dkk juara pada 2013 silam.

“Ini persis ketika 2013 kami juara Piala AFF. Ketika itu, kami baru juara dan tak lama setelahnya, ada kualifikasi. Tahun ini juga demikian, dalam waktu dekat akan ada kualifikasi serupa,” kata Indra Sjafri pada jumpa pers di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta.

“Pada saat itu, kami lolos ke putaran final Piala Asia U-23. Tahun ini, saya yakin akan terulang kembali. SEA Games masih lama, soal bagaimana teknis di pemusatan latihan nanti akan kami komunikasikan lagi,” katanya menambahkan.

Timnas U-22 Indonesia - PSSI - Football5star - Andy Setyo
yohanes/f5s

Kala itu, Evan Dimas dkk memang berhasil memastikan diri lolos ke putaran final usai mengalahkan Korea Selatan. Namun, selama putara final, timnas tak mampu berbuat banyak dan gagal lolos ke partai selanjutnya.

Soal pemanggilan pemain untuk pemusatan latihan, Indra mengatakan akan menambah tujuh orang untuk diseleksi. Beberapa pemain yang tengah berlaga di luar negeri juga kemungkinan akan dipanggil.

“Semua anak di Indonesia punya hak untuk membela tim nasional. Selaih itu juga ada kewajiban memenuhi panggilan negara. Kalau pemain dipanggil tidak datang, tentu saya tidak pakai. Nanti akan ada tujuh pemain baru supaya ada atmosfer kompetisi di dalam tim,” kata Indra Sjafri menutup wawancara.

Kapten Timnas U-22 Indonesia Tegaskan Timnya Tidak Besar Kepala

Football5star.com, Indonesia – Kapten timnas U-22 Indonesia, Andy Setyo Nugroho, menegaskan timnya akan tetap membumi usai menjuarai Piala AFF U-22 2019. Penegasan tersebut ia sampaikan pada jumpa pers di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (28/2) sore.

Andy mengatakan, ia bersyukur bisa mengukir prestasi bersejarah bersama tim nasional Indonesia. Menurutnya, masih banyak pekerjaan yang harus dibenahi oleh ia dan rekan-rekannya dalam sejumlah turnamen ke depan.

Ini merupakan pertama kalinya timnas Indonesia berpartisipasi dalam Piala AFF U-22 2019. Hebatnya, Garuda Muda langsung keluar sebagai juara usai mengalahkan Thailand di partai puncak.

indonesia juara (@AFFPresse
@AFFPresse

“Saya bersyukur akhirnya kami keluar sebagai juara. Tim ini semakin kompak, semakin mengenal sifat satu sama lain. Tapi, kami tidak boleh terlalu lama bahagia karena masih banyak yang harus diselesaikan,” katanya.

“Target kami ke depannya masih ada beberapa turnamen penting seperti kualifikasi Piala Asia U-23, hingga SEA Games di akhir tahun. Jadi, kebahagiaan ini jangan dibiarkan terlalu lama,” kata pemain PS Tira Persikabo tersebut melanjutkan.

Timnas U-22 Indonesia akan melakoni kualifikasi Piala Asia U-23 2020 pada 22 hingga 26 Maret mendatang. Setelah ini, tim akan langsung dikumpulkan untuk kembali melakukan pemusatan latihan.

“Selesai pertandingan kemarin, saya bicara dengan kapten bahwa tim ini langsung latihan. Jadi tidak akan menemui keluarga dahulu,” demikian keterangan dari pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri.

Pada kualifikasi nanti, Andy Setyo dkk akan kembali menghadapi mayoritas lawan yang sama seperti Piala AFF U-22. Dari tiga tim, hanya Brunei Darussalam yang akan jadi lawan baru timnas. Sementara sisanya ada Vietnam dan Thailand yang menjadi dua lawan terakhir di Piaal AFF U-22 2019.

Suporter Harap Timnas Tidak Besar Kepala

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan timnas U-22 Indonesia menjadi juara di ajang Piala AFF U-22 2019 tentu jadi kebanggaan nasional. Tidak terkecuali para suporter timnas yang ikut berdatangan dari berbagai penjuru untuk menjemput Witan Sulaiman dkk. di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (27/2/2019).

Salah satu suporter yang hadi ke bandara adalah Reza Ali yang tergabung ke dalam komunitas La Grande Indonesia. Ia sengaja datang ke bandara untuk menyambut langsung pahlawan olahraga nasional pulang dari medan laga.

Reza menganggap sudah banyak perubahan yang dilakukan oleh tim nasional dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu pemain yang paling menonjol menurutnya adalah penyerang asal Papua, Marinus Wanewar.

timnas indonesia u 22 2
PSSI

“Dalam beberapa tahun belakangan, dia sudah bisa mengontrol emosinya kalau dibandingkan sebelumnya. Memang itu bagus supaya bisa lebih fokus di lapangan untuk membantu permainan,” katanya ketika ditemui Rabu (27/2) sore.

Pemuda asal Tangerang Selatan tersebut berharap para pemain timnas U-22 Indonesia bisa tetap fokus mengejar prestasi lain. Ia juga menambahkan, ke depannya para pemain tidak berpuas diri.

“Semoga mereka jangan cepat sombong karena masih banyak prestasi yang belum diraih. Pokoknya selamat untuk tim nasional, terima kasih juga sudah berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia,” tutup Reza.

Timnas U-22 Indonesia memastikan diri sebagai juara di Piala AFF U-22. Pada partai final, Selasa (26/2/2019), anak-anak asuh Indra Sjafri menang 2-1 atas Thailand.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Menpora: Kesuksesan Timnas U-22 Indonesia Tonggak Kebangkitan Sepak Bola Nasional

Football5star.com, Indonesia – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menganggap kesuksesan timnas U-22 Indonesia juara di Piala AFF U-22 2019 adalah sejarah. Pada laga final, Witan Sulaiman dkk berhasil membalikkan ketertinggalan 0-1 menjadi 2-1 atas Thailand.

Dua gol timnas U-22 Indonesia dicetak oleh Sani Rizky dan Osvaldo Haay. Ini juga merupakan pertama kalinya tim nasional generasi mereka berhasil menjuarai Piala AFF. Kali terakhir Indonesia berjaya di kelompok junior adalah ketika Rendy Juliansyah dkk menjadi juara pada Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo.

Imam Nahrawi menganggap, keberhasilan ini menjadi tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia. Ia berharap hasil ini memunculkan harapan bahwa sepak bola nasional bisa kembali berjaya di kancah internasional.

Timnas U-22 Indonesia - PSSI - Football5star - Imam Nahrowi
abdillaaaah/f5s

“Ini adalah pertanda bahwa sepak bola kita sudah betul-betul bangkit dan memberikan sejarah untuk bangsa kita. Hari ini kita sambut mereka di bandara, malam ini kita kasih kesempatan untuk beristirahat,” kata Imam Nahrawi ketika ditemui di Terimal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (27/2) sore.

“Besok (Kamis),konvoi bisa kita mulai dari GBK, kemudian ke Jalan Sudirman, dan berlanjut ke Istana (Negara). Soal ke istana sebenaranya saya belum konfirmasi lagi karena saya juga baru sampai dan belum sempat pegang handphone,” katanya melanjutkan.

Bagi Indra Sjafri, ini adalah gelar kedua dalam turnamen Piala AFF. Sebelumnya, ia sukses mengantarkan tim nasional U-19 angkatan Evan Dimas, menjadi yang terbaik pada 2013 setelah mengalahkan Vietnam di partai final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

.

Menpora Apresiasi Perjuangan Timnas U-22 Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengapresiasi kerja keras skuat timnas U-22 Indonesia. Ia berharap, prestasi ini menjadi pelecut semangat jenjang tim nasional yang lain, termasuk senior.

Ditemui di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Imam Nahrawi memaparkan beberapa hal. Intinya, ia berterima kasih kepada Witan Sulaiman dkk. yang sudah menorehkan prestasi tertinggi di luar negeri.

“Saya mengapresiasi perjuangan teman-teman di timnas U-22 untuk mengharumkan nama bangsa. Seharursnya prestasi ini menjadi motivasi untuk timnas senior agar bisa lebih berprestasi lagi,” katanya.

“Saya salut para pemain timnas U-22 tidak terpengaruh isu yang saat ini sedang ramai di sepak bola dalam negeri. Justru, mereka menjadikan ini sebagai motivasi untuk meraih prestasi terbaik,” kata Imam Nahrawi lagi.

presiden joko widodo bangga timnas u-22 indonesia juara
AFFPresse

Turnamen AFF U-22 ini merupakan kesempatan pertama yang diikuti Indonesia. Hebatnya, anak-anak asuh Indra Sjafri langsung menjawabnya dengan prestasi. Mereka mengalahkan tim kuat Thailand pada partai final yang berkesudahan dengan kedudukan 2-1.

“Ini adalah kesempatan perdana mereka ikut turnamen ini dan lansung bisa juara. Saya berterima kasih kepada para pemain sudah berjuang sungguh-sungguh membongkar pertahanan Thailand di babak final,” jelas Imam Nahrawi.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi menjanjikan bonus bagi Witan cs. sebagai bentuk apresiasi nyata atas keberhasilan mereka. Kesuksesan juara di Kamboja adalah keberhasilan kedua timnas junior Indonesia di ajang Piala AFF dalam enam tahun terakhir. Sebelumnya, Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks JKT48 Gembira Timnas U-22 Jadi Juara Piala AFF U-22

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-22 Indonesia sukses menjadi juara Piala AFF U-22 2019. Keberhasilan tersebut disambut gembira oleh banyak pihak. Salah satunya oleh Dwi Putri Bonita, eks JKT48 yang gembira Timnas U-22 menjadi juara Piala AFF U-22 2019.

“Sebagai orang yang mengikuti Timnas tiap bermain, pasti senang. Baru kali ini lihat susunan pemain Timnas U-22 – yang isinya campuran dari Timnas U-19 dan U-23, saya kira bakalan beda dan sulit untuk menyatu, ternyata malah makin bagus,” ujar wanita yang kerap dipanggil Uty ketika dihubungi oleh Football5star, Rabu (27/2).

Permainan Timnas U-22 Indonesia memang telat panas. Anak asuh Indra Sjafri baru memetik kemenangan di pertandingan ketiga babak grup, yakni saat mengalahkan Kamboja. Menurut Uty, kondisi telat panas pasukan Garuda Muda itu adalah hal biasa dan ia sama sekali tidak khawatir.

indonesia juara (@AFFPresse
Twitter @AFFPress

“Cemas sih enggak. Biasa saja, mungkin karena mereka masih mempelajari cara bermain. Juga karena kondisi lapangan yang kurang bagus, jadi mereka masih perlu adaptasi,” beber wanita kelahiran Palembang 17 November 1997 ini.

Kegagalan meraih poin penuh di dua pertandingan awal membuat banyak publik yang ragu dengan penampilan Garuda Muda. Keberhasilan Timnas U-22 Indonesia menjadi juara menjadi bukti bahwa mereka bisa menunjukkan permainan yang terbaik.

“Bangga banget. Karena, kan banyak yang ngomong negatif tentang Timnas, tapi mereka bisa menunjukkan yang terbaik dan menjadi juara. Meskipun, pertandingan ini tak masuk kalender FIFA, tapi mereka masih tetap memberikan yang terbaik.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Presiden Joko Widodo Bangga Timnas U-22 Indonesia Juara

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan Timnas U-22 Indonesia merengkuh gelar juara Piala AFF U-22 membuat presiden Joko Widodo ikut bangga. Ia pun menyelamati kesuksesan anak asuh Indra Sjafri melalui Twitter pribadinya.

Kepastian Timnas U-22 Indonesia mengunci gelar Piala AFF U-22 diraih usai mengalahkan Thailand 2-1 di final. Adapun dua gol Indonesia dicetak oleh Sani Rizki dan Osvaldo Haay di babak kedua.

Presiden Joko Widodo pun ikut senang dengan kerja keras para pemain di lapangan. Apalagi kemenangan ini didapat dengan cara yang tidak mudah.

“Indonesia meraih gelar juara Piala AFF U-22 2019 setelah menaklukkan sang juara bertahan, Thailand, dengan skor 2-1 dalam laga final yang ketat di Phnom Penh, Kamboja, malam ini. Luar biasa,” tulisnya di Twitter, Selasa (26/2/2019).

“Dari tanah air saya menyampaikan selamat kepada Timnas U-22 Indonesia,” sambung orang nomor satu Indonesia ini.

Presiden yang akrab disapa Jokowi ini bukan satu-satunya pejabat tinggi negara yang menyelamati Garuda Muda. Sebelumnya Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora), Imam Nahrawi, juga mengutarakan kebanggaannya atas keberhasilan Gian Zola dkk.

Selain itu ada pula KH Ma’ruf Amin, yang notabene pasangan Jokowi dalam Pemilihan Presiden April nanti juga turut senang dengan kesuksesan ini. Bahkan dia juga menyempatkan diri mengadakan Nonton Bareng (Nobar) di kediamannya guna mendukung tim Merah Putih.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Catatan Menarik Di Balik Sukses Timnas U-22 Indonesia Juara AFF

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-22 Indonesia sukses menorehkan sejarah dengan menjadi juara pada Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Dibalik keberhasilan tersebut juga dibarengi oleh sejumlah catatan-catatan menarik dari upaya pasukan Garuda Muda menuju puncak tangga juara.

Timnas U-22 2019 keluar sebagai kampiun di Piala AFF U-22 2019 setelah sukses mengalahkan Thailand di partai final. Skuat asuhan Indra Sjafri menang dengan skor 2-1 di Stadion Olympic, Phnom Penh, Selasa (26/2/2019).

Di pertandingan tersebut Timnas U-22 Indonesia tertinggal lebih dulu lewat gol yang dicetak pemain Thailand, Saringkan Promsupa di babak kedua. Akan tetapi, pasukan Merah Putih mampu membalas sekaligus membalikkan keadaan berkat gol Sani Rizki Fauzi dan Osvaldo Haay.

Football5star.com coba merangkum kisah sukses perjalanan timnas U-22 Indonesia. Berikut 5 hal menarik dibalik kesuksesan pasukan Garuda Muda:

osvaldo haay bangga jadi penentu juara indonesia

1. Persiapan tidak meyakinkan

Sebelum berangkat ke Kamboja, Marinus Wanewar tidak memiliki persiapan meyakinkan. Khususnya ketika melakukan tiga laga uji coba melawan tim-tim Liga 1.

Skuat asuhan Indra Sjafri melakoni tiga pertandingan uji coba melawan Bhayangkara FC, Arema FC, dan Madura United. Namun, ketiga laga tersebut dijalani dalam waktu kurang dari sebulan sebelum terbang ke Kamboja.

Bahkan, dari ketiga partai tersebut, mereka tidak sekali pun mampu menuai kemenangan. Tiga-tiga berakhir dengan skor imbang 1-1, 2-2, dan 1-1.

timnas indonesia u 22 2
PSSI
2. Nyaris kandas di fase grup

Kesan pesimistis juga kembali ditunjukkan Osvaldo Haay dkk saat tampil di babak penyisihan Grup B. Tim Merah Putih tidak sanggup menang di dua pertandingan pertama melawan Myanmar dan Malaysia.

Ya, setelah imbang 1-1 kontra Myanmar, timnas U-22 Indonesia ditahan imbang Malaysia 2-2. Alhasil, karena baru mengemas dua poin, Indonesia terancam gagal lolos ke semifinal.

Terlebih, lawan terakhir yang dihadapi adalah tuan rumah dan sudah memastikan lolos karena dua kali menuai kemenangan. Akan tetapi, tangan dingin Indra Sjafri berhasil memacu semangat anak asuhnya untuk bisa bangkit, menang, dan lolos dari lubang jarum.

Marinus Manewar tampil sebagai pahlawan berkat dua golnya yang membuat pasukan Merah Putih menang 2-0 atas Kamboja di laga pamungkas Grup B. Indonesia pun memastikan langkah ke semifinal Piala AFF U-22 sebagai runner-up dengan torehan 5 poin.

Kepercayaan diri tim Garuda Muda pun semakin meningkat saat tampil melawan Vietnam di semifinal. Gol tunggal Muhammad Luthfi Kamal lewat situasi bola mati mengantarkan Indonesia ke final Piala AFF U-22 tahun ini dan bersua Thailand.

3. Sani Rizki sang pemecah tabu

Sejak babak penyisihan grup hingga semifinal tidak ada satu tim pun yang mampu mencetak gol ke gawang Thailand. Pertahanan tim besutan Alexandre Gama seolah menjadi tembok kokoh yang mustahil dibongkar.

Namun, Sani Rizki Fauzi menjadi sosok yang mampu memecahkan tabu tersebut. Uniknya, keperawanan gawang pasukan Negeri Gajah Putih dibobol dengan cara tidak terlalu spesial oleh Sani Rizki.

Bahkan, tidak memperlihatkan kekokohan pertahanan Thailand. Ya, tembakan Sani Rizki dari sebenarnya membentur bek Thailand, tetapi bola justru berbelok arah sehingga mengecoh pergerakan kiper Korraphat Nareechan. Gol itu terjadi hanya berselang dua menit setelah Thailand membuka keunggulan 1-0 pada menit ke-57.

indonesia juara (@gsdewabroto)
4. Mentalitas juara

Anak-anak asuh Indra Sjafri benar-benar memperlihatkan mentalitas juara, terutama di pertandingan final melawan Thailand. Tergolong sangat jarang timnas Indonesia mampu bangkit bahkan membalikkan keadaan di level internasional.

Ya, Marinus Wanewar tampil penuh percaya diri dan mental kuat melawan Thailand. Mereka sama sekali tidak menurunkan daya juang bahkan saat kondisi kebobolan lebih dulu.

Setelah Saringkan Promsupa lebih dulu membobol gawang Awan Setho, tim Garuda Muda justru semakin memperlihatkan semangat pantang menyerah. Alhasil, hanya butuh waktu kurang dari dua menit buat timnas U-22 Indonesia kembali menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Sani Rizki Fauzi.

Titik klimaks mengilapnya penampilan pasukan Merah Putih terlihat saat tandukan Osvaldo Haay menjadi pemasti kemenangan Indonesia atas Thailand.

5. Sejarah

Keberhasilan timnas U-22 Indonesia menjadi juara Piala AFF U-22 2019 tentu saja menjadi sebuah sejarah baru buat persepakbolaan Tanah Air. Betapa tidak, sukses tersebut bahkan belum pernah ditorehkan timnas senior Indonesia.

Pencapaian terbesar timnas senior Indonesia hanya menjadi finalis setelah 12 kali berpartisipasi di kompetisi tingkat Asia Tenggara. Mereka sempat lima kali sampai di final pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016, tetapi selalu gagal menjadi kampiun.

Sementara itu, pasukan Garuda Muda hanya butuh satu kesempatan berpartisipasi di Piala AFF U-22 guna bisa langsung menjadi juara. Ya, ajang tahun ini merupakan kali pertama bagi Indonesia berpartisipasi di Piala AFF U-22.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Menpora Siapkan Bonus Besar untuk Timnas U-22 Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-22 Indonesia sudah ditunggu bonus besar. Kepastian ini diungkapkan langsung oleh Menpora, Imam Nahrawi, usai menyaksikan Indonesia juara Piala AFF U-22.

Seperti yang diketahui, Timnas U-22 Indonesia memastikan gelar setelah menang 2-1 atas Thailand. Torehan ini sekaligus menjadi yang pertama kali diraih.

Bangga dengan perjuangan anak asuh Indra Sjafri tersebut, Menpora pun langsung menyiapkan bonus senilai 2,1 milyar. Tapi ia mengaku para pemain dan staf pelatih belum mengetahui rencananya itu. Tidak hanya bonus, para pemain nantinya juga akan diarak keliling ibu kota untuk menggelar pesta juara.

Menpora - Imam Nahrawi - Football5star
www.old.football5star.com

“Nanti aka nada arak-arakan, setelah itu kami sudah menyiapkan bonus kepada mereka. Sudah kami hitung nilainya mencapai 2,1 milyar. Tapi pemain belum ada yang tahu, justru wartawan yang tahu duluan,” kata Imam Nahrawi seperti dikutip Football5star.com dari Goal, Selasa (26/2/2019).

“Terima kasih dan syukur harus kita sampaikan kepada PSSI, timnas, dan para atlet yang hebat-hebat ini. Kami akan menyambut mereka sebagai pahlawan sepak bola dengan sambutan gegap gempita,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Imam Nahrawi mengharapkan agar pelatih Indra Sjafri diberi kebebasan dalam menentukan pemain demi terciptanya tim yang solid.

“Pelatih harus diberi kepercayaan penuh untuk mengelola timnya. Ia harus diberi otoritas untuk merekrut pemain, taktik, dan strategi di lapangan seperti apa. Ini penting untuk keutuhan timnas,” imbuhnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]