Cetak Hat-trick, Gareth Bale Catatkan Rekor untuk Wales

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain timnas Wales, Gareth Bale, berhasil mencetak hat-trick di laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Belarus, (5/9/21). Hat-trick itu membuat Bale mencatatkan rekor tim dan pribadi.

Bale sebelumnya sudah puasa gol sejak 2019, tepatnya 16 laga, itu termasuk tiga kali gagal mengeksekusi penalti. Namun di laga melawan Belarus, dia menjadi pahlawan.

Cetak Hat-trick, Gareth Bale Catatkan Rekor untuk Wales (@intchampionscup)
@intchampionscup

Pemain Real Madrid itu berhasil mencetak dua penalti, namun skor imbang 2-2 sampai menit ke-90. Tapi Bale berhasil mencetak gol dramatis pada menit ke-90+3′, merubah skor menjadi 3-2 dan menjaga peluang mereka lolos ke Piala Dunia 2022 tetap terjaga.

Hat-trick itu merupakan hat-trick keduanya bersama Wales, pertama di kompetisi resmi setelah sebelumnya dia lakukan di laga uji coba melawan China pada 2018.

Bale juga menjadi pemain pertama dalam sejarah yang bisa mencetak hat-trick lebih dari satu kali bersama timnas Wales.

Total ada 14 pemain Wales lain selain Bale yang bisa mencetak tiga gol, beberapa nama seperti Robert Earnshaw dan Ian Rush, namun tak ada yang pernah bisa melakukannya lebih dari sekali.

Gareth Bale Masih Trauma Gagal Penalti di Euro 2020

Gareth Bale - Kualifikasi Piala Dunia 2022 - The Telegraph
The Telegraph

Bale berhasil mencetak dua penalti di laga itu setelah sebelumnya selalu gagal di tiga penalti terakhir, termasuk di Euro 2020 saat melawan Turki. Mantan pemain Tottenham itu mengakui dia masih memikirkan hal itu.

“Di benak saya, saya masih memikirkan tentang penalti yang gagal di Euro, tetapi sangat bagus untuk mencetak dua gol (penalti) malam ini, karena itu adalah gol penting,” ucap Bale seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

“(Gol) Pemenangnya, itu adalah upaya terakhir, saya mencoba untuk memasukkan bola dan saya sangat gembira karena saya tahu itu tepat di beberapa detik terakhir.

“Semuanya tidak berjalan baik untuk kami dalam hal perjalanan atau lapangan, tetapi begitulah adanya, untungnya kami mendapat tiga poin dan kami bisa.”

Kualifikasi Piala Dunia 2022: Dua Pemain Cetak Hat-Trick!

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gareth Bale dan Adam Buksa menjadi dua pemain dengan performa paling impresif di pekan kelima babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa. Keduanya berhasil mencuri perhatian berkat tiga gol yang dicetak ke gawang lawannya masing-masing.

Gareth Bale berhasil mencetak hat-trick ke gawang Belarus pada Minggu (5/9) malam WIB. Bale mencetak gol pada menit ke-5′, 69′, dan 90+3′. Hat-trick Bale membuat Wales berhak membawa pulang poin penuh berkat kemenangan 3-2.

Gareth Bale - Kualifikasi Piala Dunia 2022 - The Telegraph
The Telegraph

Sementara itu, Buksa mencetak hat-trick ke gawang San Marino pada Senin (6/9) dinihari WIB. Tiga gol sumbangan Buksa membuat Polandia sukses mengalahkan San Marino dengan skor telak, 7-1.

Polandia bukanlah satu-satunya tim yang berpesta gol di pekan kelima babak kualifikasi. Tim-tim unggulan lain seperti Belgia, Inggris, Belanda, Jerman dan Spanyol juga berhasil meraih kemenangan telak.

Italia dan Prancis menjadi dua tim unggulan yang gagal mengalahkan lawannya di pekan kelima. Prancis hanya mampu bermain 1-1 di markas Ukraina pada Minggu (5/9) dinihari WIB dan Italia tertahan 0-0 ketika menyambangi markas Swiss sehari berselang.

Gareth Bale - Kualifikasi Piala Dunia 2022
twitter.com/Azzurri_En
HASIL PEKAN KELIMA KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2022 ZONA EROPA:

Sabtu (4/9):

  • Finlandia 1-0 Kazakhstan (Joel Pohjanpalo 60′)
  • Rep. Irlandia 1-1 Azerbaijan (Shane Duffy 87′ – Emin Mahmudov 45+1′)
  • Latvia 0-2 Norwegia (Erling Haaland 20′ [p], Mohamed Elyounoussi 66′)
  • Serbia 4-1 Luksemburg (Aleksandar Mitrovic 22′, 35′, Maxine Chanot 81′ [bd], Nikola Milenkovic 90+6′ – Olivier Thill 77′)
  • Siprus 0-2 Rusia (Aleksandr Yerokhin 6′, Rifat Zhemaletdinov 55′)
  • Slovenia 1-0 Malta (Sandi Lovric 44′ [p])

Minggu (5/9):

  • Belanda 4-0 Montenegro (Memphis Depay 38′ [p], 62′, Georginio Wijnaldum 70′, Cody Gakpo 76′)
  • Kep. Faroe 0-1 Denmark (Jonas Wind 85′)
  • Gibraltar 0-3 Turki (Halil Dervisoglu 54′, Hakan Calhanoglu 65′, Kenan Karaman 83′)
  • Ukraina 1-1 Prancis (Mykola Shaparenko 44′ – Anthony Martial 50′)
  • Israel 5-2 Austria (Manor Solomon 5′, Munas Dabbur 20′, Eran Zahavi 33′, 90′, Shon Weismann 58′ – Christoph Baumgartner 42′, Maro Arnautovic 55′)
  • Slowakia 0-1 Kroasia (Marcelo Brozovic 86′)
  • Skotlandia 1-0 Moldova (Lyndon Dykes 14′)
  • Belarus 2-3 Wales (Vitali Lisakovich 29′ [p], Pavel Sedko 30′ – Gareth Bale 5′ [p], 69′ [p], 90+3′)
  • Islandia 2-2 Makedonia Utara (Brynjar Bjarnason 78′, Andri Gudjohnsen 84′ – Darko Velkovski 11′, Ezgjan Alioski 54′)
  • Albania 1-0 Hungaria (Armando Broja 87′)
  • Inggris 4-0 Andorra (Jesse Lingard 18′, 78′, Harry Kane 72′ [p], Bukayo Saka 85′)
  • Bulgaria 1-0 Lithuania (Ivaylo Chochev 82′)

Senin (6/9):

  • Spanyol 4-0 Georgia (Jose Gaya 14′, Carlos Soler 25′, Ferran Torres 41′, Pablo Sarabia 63′)
  • Jerman 6-0 Armenia (Serge Gnabry 6′, 15′, Marco Reus 35′, Timo Werner 45′, Jonas Hofmann 52′, Karim Adeyemi 90+1′)
  • Swiss 0-0 Italia
  • San Marino 1-7 Polandia (Nicola Nanni 48′ – Robert Lewandowski 4′, 21′, Karol Swiderski 16′, Karol Linetty 44′, Adam Buksa 67′, 90+2′, 90+4′)
  • Belgia 3-0 Rep. Cheska (Romelu Lukaku 8′, Eden Hazard 41′, Alexis Saelemaekers 65′)
  • Rumania 2-0 Liechtenstein (Alin Tosca 11′, Cristian Manea 18′)
  • Kosovo 1-1 Yunani (Vedat Muriqi 90+2′ – Anastasios Douvikas 45+1′)

Gareth Bale Belum Mau Pensiun dari Timnas Wales

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Wales, Rob Page, senang Gareth Bale masih “lapar dan punya keinginan” untuk bermain bersama bersama Wales. Page juga senang melihat Bale bisa kembali bermain secara reguler di klub.

Gareth Bale yang sudah berusia 32 tahun dikabarkan akan pensiun dari timnas Wales setelah Euro 2020. Namun, pelatih Page mengkonfirmasi bahwa dia masuk ke dalam skuat Wales untuk jeda internasional September mendatang.

ethan ampadu-gareth bale-wales-iF2is
@IF2is

“Tidak sama sekali (Bale pensiun). Dia memiliki rasa lapar untuk bermain minggu demi minggu untuk klubnya dan dia memiliki rasa lapar dan keinginan mutlak untuk bermain untuk Wales, dan selama saya bisa melihat itu dalam penampilannya maka tidak akan ada masalah apa pun,” ucap Page seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

Dia melanjutkan, ““Untuk mendapatkan pemain Anda bermain minggu demi minggu adalah bonus, tetapi ketika Anda memiliki Gareth bermain sekarang dan menemukan dia mendapatkan performanya kembali, yang saya lihat dalam beberapa penampilannya untuk Tottenham di bagian akhir musim lalu, adalah berita bagus bagi kami.”

Gareth Bale Kembali Dapat Kepercayaan di Real Madrid

Gareth Bale yang Masih "Nyaman" Tidak Cetak Gol untuk Real Madrid
marca

Setelah dipinjamkan ke Tottenham, Bale dikabarkan tak memiliki masa depan di Real Madrid, apalagi kontraknya juga akan berakhir tahun depan.

Namun dengan kembalinya pelatih Carlo Ancelotti, dia mendapatkan kepercayaannya kembali. Terbukti dia menjadi starter di dua laga pertama Madrid, melawan Alaves dan Levente.

Bale bahkan berhasil mencetak gol di laga lawan Levante. Tapi nampaknya ini akan menjadi musim terakhir Bale bersama Los Blancos, karena pihak klub sejauh ini tak tertarik untuk memberinya kontrak baru.

Wales vs Denmark: Eks Ajax Pimpin Pesta Gol Tim Dinamit di Amsterdam

gamespool
Wales vs Denmark: Eks Ajax Pimpin Pesta Gol Tim Dinamit di Amsterdam 15

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji di babak 16 besar Euro 2020 yang mempertemukan Wales vs Denmark. Tim Dinamit berhasil menang dengan skor telak 4-0.

Peluang pertama datang untuk The Dragons. Pada menit ke-9, Gareth Bale berhasil melakukan cut inside dan melepaskan tembakan dengan kaki kirinya, tapi tipis melebar dari gawang Kasper Schmeichel.

Danish Dynamite mencetak gol pada menit ke-26. Joakim Maehle memberi umpan ke Kasper Dolberg. Mantan penyerang Ajax itu melepaskan tembakan dan berhasil memasukkan bola ke gawang stadion Johan Cruyff Arena.

Denmark punya peluang di penghujung babak pertama. Styger Larsen memberi umpan lambung cantik ke Joakim Maehle. Pemain Atalanta itu melepaskan tembakan dari sudut sempit, tapi bisa ditepis oleh Danny Ward.

Babak pertama Wales vs Denmark berakhir dengan skor 1-0.

Kasper Dolberg onfire. Pada menit ke-48, Martin Braiithwaite memberi umpan yang bisa disapu oleh Neco Williams, tapi bola mengarah ke Dolberg yang langsung mencetak gol keduanya.

Tertinggal 2-0, Wales terus mencoba membongkar pertahanan Simon Kjaer cs. Namun mereka benar-benar kesulitan bahkan untuk memberi tekanan kepada kiper Kasper Schmeichel.

Denmark hampir membuat skor menjadi 3-0 pada menit ke-85. Sundulan Andreas Cornelius bisa ditepis oleh Ward, bola liar didapatkan oleh Martin Braithwaite dan membentur tiang gawang. Lalu bola mengarah ke Joachim Andersen yang tendangannya melebar.

Gol ketiga akhirnya datang pada menit ke-88. Mathias Jensen memberi umpan ke Maehle yang sama sekali tidak dijaga. Dia dengan mudah melepaskan tembakan dengan kaki kirinya ke gawang Ward.

Kefrustasian Wales memuncak pada menit ke-90. Maehle ditekel oleh Harry Wilson yang terlihat sama sekali tidak mengincar bola. Wasit langsung memberinya kartu merah.

Martin Braithwaite mencetak gol pada penghujung laga, gol dianulir karena pemain Barcelona itu berada pada posisi offside. Tapi VAR mengesahkan gol itu.

Laga Wales vs Denmark berakhir dengan skor 4-0. Denmark lolos ke babak perempat final dan akan menunggu pemenang antara Belanda dan Republik Cheska.

Susunan Pemain Wales vs Denmark:

Wales (4-2-3-1): 12-Danny Ward; 14-Connor Roberts (3-Neco Williams), 22-Chris Mephan, 6-Joe Rodon, 4-Ben Davies; 16-Joe Morrell (8-Harry Wilson), 7-Joe Allen; 20-Dan James (19-David Brooks), 10-Aaron Ramsey, 11-Gareth Bale, 13-Kieffer Moore (9-Tyler Roberts).

Pelatih: Rob Page.

Denmark (3-4-3): 1-Kasper Schmeichel; 6-Andreas Christensen, 4-Simon Kjaer (Joachim Andersen), 3-Jannik Vestergaard; 17-Jens Styger Larsen (26-Nicolai Boilesen), 23-Pierre-Emile Hoejbjerg, 8-Thomas Delaney (24-Mathias Jensen), 5-Joakim Maehle; 9-Martin Braithwaite, 12-Kasper Dolberg (21-Andreas Cornelius), 14-Mikkel Damsgaard (15-Christian Noergaard).

Pelatih: Kasper Hjulmand.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pernah Dikalahkan Denmark di Nations League, Bale Tekankan Ini Wales yang Berbeda

gamespool
Pernah Dikalahkan Denmark di Nations League, Bale Tekankan Ini Wales yang Berbeda 19

Football5Star.com, Indonesia – Bintang timnas Wales, Gareth Bale, menekankan bahwa ini adalah Wales yang berbeda dengan tiga tahun lalu saat Denmark mengalahkannya. Menurut Bale, saat itu The Dragons diisi oleh pemain muda.

Pada kompetisi Nations League 2018, Denmark berhasil mengalahkan Wales baik kandang maupun tandang. Kini mereka akan bertemu kembali di babak 16 besar Euro 2020, (26/6/21). Bale menyebut saat ini Wales sudah jauh berkembang dari tiga tahun lalu.

“Terakhir kali kami melawan mereka, kami mungkin berada dalam transisi di mana pemain muda masuk. Saya pikir pemain kami kini punya banyak pemain. Kami menjadi lebih baik seiring waktu dan meningkat sebagai tim dan lebih nyaman satu sama lain,” ucap Bale seperti dikutip Football5Star.com dari Mirror.

Gareth Bale Lega Wales Tetap Lolos Walaupun Kalah Lawan Italia
@FootballItalia

Bale melanjutkan, “Saya merasa itulah perbedaannya dan semoga kami dapat membuktikan bahwa di lapangan kami adalah tim yang jauh lebih baik. Saya pikir kita semua tahu apa yang bisa mereka lakukan sebagai pemain jika tidak, mereka tidak akan berada di tim. Mereka telah menangani situasi dan kesempatan dengan sangat baik. Kami ingin mencoba dan melakukan yang terbaik yang kami bisa.”

Pada Euro 2016, Wales secara luar biasa berhasil menembus babak semifinal. Namun Gareth Bale tak mau memikirkan itu dan hanya fokus di laga melawan Denmark.

“Saya menantikannya, jika kami tidak bersemangat untuk pertandingan ini, kami mungkin tidak seharusnya berada di sini. Ini adalah tantangan besar lainnya, kami tahu Denmark adalah tim besar dan terorganisir dengan baik. Mereka tidak akan diremehkan oleh kami dan kami ingin menampilkan performa bagus lainnya,” kata pemain Tottenham itu.

Gareth Bale melanjutkan, “Kami tidak perlu bermimpi tentang apa pun selain bermain di laga ini. Kami hanya menantikan pertandingan dan tidak perlu melihat apa pun setelah itu. Saya yakin kami akan siap. Kami harus memastikan kami tampil sebagai pemain dan kami telah melakukan itu.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gareth Bale Lega Wales Tetap Lolos Walaupun Kalah Lawan Italia

gamespool
Gareth Bale Lega Wales Tetap Lolos Walaupun Kalah Lawan Italia 23

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Wales, Gareth Bale, lega timnya bisa lolos ke babak 16 besar Euro 2020 walaupun kalah 1-0 melawan Italia, (20/6/21). Bale bangga akan pencapaian para rekan timnya.

Wales kalah 1-0 di laga terakhir melawan Italia lewat gol Matteo Pessina. The Dragons bermain dengan 10 orang di babak kedua setelah Ethan Ampadu terkena kartu merah. Namun mereka tetap lolos karena Swiss yang menang melawan Turki 3-1 tidak bisa melampaui selisih gol Wales. Gareth Bale mengatakan bahwa Wales sudah berusaha untuk menang lawan Azzurri.

“Kami tahu itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit sejak awal, Ada banyak pertahanan, banyak berlari dan banyak tubuh lelah di luar sana. Saya bangga dengan para pemain. Kami ingin mencoba dan mendapatkan hasil, tapi saya rasa tidak ada bedanya (karena) kami finis kedua,” ucap Bale seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

ethan ampadu-gareth bale-wales-iF2is
@iF2is

Gareth Bale melanjutkan, “Itu (kartu merah Ampadu) sangat disayangkan tetapi kami harus menggali lebih dalam. Kami harus memastikan kami tidak kebobolan sebanyak mungkin, tetapi selisih lima gol ada di sana. Kami akan sedikit istirahat sekarang, mengistirahatkan semua orang, dan melanjutkan lagi.”

Pelatih Wales, Robert Page, juga lega dan sangat senang. Page menyebut bahwa Wales pantas untuk lolos ke babak 16 besar.

“Saya tidak bisa berbicara cukup banyak tentang anak-anak itu. Mereka harus menggali lebih dalam dan mereka telah menyelesaikan pekerjaan. Saya tahu Swiss menang 2-0 di babak pertama, tetapi fokus penuh saya adalah menjaga para pemain tetap fokus dan termotivasi,” kata Page.

Dia melanjutkan, “Ada beberapa momen besar di laga itu dan para pemain benar-benar pantas mendapatkan semua pujian karena mendapat tempat kedua.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gareth Bale: Wales akan Akhiri Tren Gemilang Italia

gamespool
Gareth Bale: Wales akan Akhiri Tren Gemilang Italia 27

Football5star.com, Indonesia – Penggawa timnas Wales, Gareth Bale, merasa sangat optimistis jelang laga pamungkas grup A Euro 2020 melawan Italia malam nanti. Bale mengatakan Cymru bakal berusaha keras mengakhiri tren gemilang Italia dan melaju ke babak 16 besar sebagai juara grup A.

Wales saat ini duduk di posisi kedua grup A dengan perolehan empat poin, terpaut dua angka dari Italia. Skuat besutan Robert Page bakal finis sebagai juara grup A andai berhasil mengalahkan Gli Azzurri malam nanti.

“Kami ingin mencoba mengalahkan Italia dan menjadi juara grup A. Menurut saya, itu merupakan pendekatan terbaik untuk pertandingan melawan Italia. Kami akan berusha keras demi mencapai target tersebut,” ujar Gareth Bale dikutip football5star dari Football Italia.

Gareth Bale - Wales - London Evening Standard
London Evening Standard

“Italia adalah tim terhebat di grup kami. Tentu saja kami akan mendapat tekanan besar dari para pendukung mereka di Sradio Olimpico. Tapi, kami hanya akan menganggap laga ini seperti pertandingan-pertandingan normal lainnya,” sambung Bale.

Di atas kertas, Wales memang tidak memiliki skuat bertabur bintang seperti Italia, Swiss maupun Turki. Namun, catatan tersebut tak membuat mereka minder. Cymru bahkan berhasil mengimbangi Swiss dan mengalahkan Turki dalam dua partai Euro 2020.

Bale menjelaskan penyebab penampilan gemilang Cymru di Euro 2020. Ia mengatakan Cymru bisa tampil apik karena memiliki mentalitas hebat serta determinasi tinggi.

“Jika tidak bisa meraih energi tambahan dari turnamen ini, mungkin kami lebih baik tidak bermain. Kami selalu memiliki mentalitas hebat serta determinasi tinggi di setiap pertandingan. Kami akan kembali menunjukkan kedua hal tersebut di pertandingan nanti,” tandas Bale.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gareth Bale Lega Kegagalannya Tak Hasilkan Bencana

gamespool
Gareth Bale Lega Kegagalannya Tak Hasilkan Bencana 31

Football5star.com, Indonesia – Kapten Wales, Gareth Bale merasa sangat senang karena kegagalannya mengeksekusi penalti pada laga melawan Turki tidak berbuah fatal. Ia malah merasa senang karena mampu bangkit dan mencetak assist kepada Connor Roberts di penghujung laga.

Bale menjadi bintang kemenangan Wales pada partai melawan Turki di Stadion Olimpiade Baku, Kamis (17/6) diinihari WIB. Meski gagal mengeksekusi penalti, Bale berhasil mencetak dua assist dan membawa timnya mengalahkan Turki dengan skor 2-0.

“Saya memang gagal mengesekusi penalti. Tapi, saya senang karena bisa menunjukkan karakter kuat dan terus bekerja keras hingga pertandingan berakhir. Gol kedua merupakan buah kerja keras kami sepanjang pertandingan,” tutur Gareth Bale dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Gareth Bale - Wales - Bleacer Report
Bleacher Report

Bagi Bale, kemenangan atas Turki merupakan pencapaian yang sangat spesial bagi Wales. Kemenangan tersebut membuat Cymru berpeluang menemani Italia ke babak 16 besar Euro 2020.

“Ini adalah kemenangan yang sangat penting. Mungkin, banyak orang yang mengira empat poin sudah cukup bagi kami untuk melaju ke babak selanjutnya. Tapi, kami masih harus menunggu apa yang akan terjadi di pertandingan terakhir.”

“Sejujurnya, kami sedikit kaget karena bisa meraih empat poin di Euro 2020. Kami tentu tidak akan percaya jika ada orang yang mengatakan kami bakal meraih empat poin di turnamen ini,” tandas Bale.

Di laga pamungkas, Bale dan kolega akan menghadapi tim tangguh, Italia. Laga tersebut akan digelar di Stadio Olimpico pada Minggu (20/6) malam WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Turki vs Wales: Semakin Terbenam di Dasar Klasemen

gamespool
Turki vs Wales: Semakin Terbenam di Dasar Klasemen 35

Football5star.com, Indonesia – Turki semakin terbenam di dasar klasemen grup A setelah menelan kekalahan atas Wales di Stadion Olimpiade Baku, Kamis (17/6) dinihari WIB. Partai Euro 2020 antara Turki vs Wales berakhir dengan skor 0-2.

Wales yang tampil sebagai tim kuda hitam berhasil mengejutkan Turki di menit-menit awal. Pada menit ke-6, Aaron Ramsey nyaris membuka keunggulan Wales. Namun, sepakannya dari jarak dekat bisa digagalkan oleh Ugurkan Cakir.

Pada menit ke-17, Wales kembali mendapat peluang melalui Kieffer Moore. Namun, upaya Moore digagalkan oleh Caglar Soyuncu di muka gawang Turki. Tujuh menit berselang, Ramsey kembali mendapat peluang emas. Namun, kali ini sepakan Ramsey yang hanya tinggak menaklukkan Cakir malah melambung di atas gawang.

Usaha keras Ramsey akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-42. Memanfaatkan umpan lambung kiriman Gareth Bale, Ramsey berhasil menjebol gawang Turki tanpa kesulitan berarti. Skor 0-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Turki vs Wales - Euro 2020 - uefa. com
uefa.com

Tertinggal satu gol, Turki langsung mengambil inisiatif serangan di babak kedua. Pada menit ke-54, Burak Yilmaz mendapat peluang emas. Namun, sepakan voli Yilmaz yang memanfaatkan sundulan Kaan Ayhan gagal menemui sasaran.

Asyik menyerang, Turki malah hampr kebobolan. Pada menit ke-60, Wales mendapat hadiah penalti setelah Bale dilanggar Zeki Celik. Beruntung bagi Turki, Bale gagal memperlebar keunggulan Wales karena sepakan penaltinya melambung jauh di atas gawang Cakir.

Kegagalan penalti Bale membuat Turki kembali mengurung lini pertahanan Wales. Pada menit ke-87, Merih Demiral nyaris mencetak gol pertama Turki. Namun, sundulannya digagalkan Danny Ward. Tiga menit berselang, Yilmaz kembali mendapat peluang emas. Tapi, upaya Yilmaz kali ini digagalkan Joe Rodon di garis gawang Wales.

Beberapa saat jelang laga usai, Wales berhasil menggandakan keunggulan. Kali ini, giliran Connor Roberts yang menjebol gawang Turki setelah menerima umpan silang kiriman Bale. Skor 0-2 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan.

Kekalahan ini membuat Turki semakin terbenam di dasar klasemen grup A. Sementara itu, Wales kini memiliki koleksi empat poin hasil dari satu menang dan sekali imbang.

SUSUNAN PEMAIN TURKI VS WALES:

Turki: 23-Ugurcan Cakır; 2–Zeki Celik, 22-Kaan Ayhan, 4-Caglar Soyuncu, 13-Umut Meras (25-Mert Muldur 73′); 5-Okay Yokuslu (3-Merih Demiral 46′); 9-Kenan Karaman (26-Helil Dervisoglu 75′), 10-Hakan Calhanoglu, 6-Ozan Tufan (11-Yusuf Yazici 46′), 7-Cengiz Under (21-Irfan Kahveci 83′); 17-Burak Yilmaz

Pelatih: Senol Gunes

Wales: 12-Danny Ward; 14-Connor Roberts, 22-Chris Mepham, 6-Joe Rodon, 4-Ben Davies; 7-Joe Allen (15-Ethan Ampadu 73′); 11-Gareth Bale, 16-Joe Morrell, 10-Aaron Ramsey (8-Harry Wilson 85′), 20-Daniel James (3-Neco Williams 90′); 13-Kieffer Moore

Pelatih: Rob Page

Kartu Kuning: Yilmaz 90′, Calhanoglu 90′ – Mepham 90′, Davies 90′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gagalkan Kemenangan Swiss, Begini Kata Kieffer Moore

gamespool
Gagalkan Kemenangan Swiss, Begini Kata Kieffer Moore 39

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Wales, Kieffer Moore, merasa senang karena golnya berhasil mengagalkan kemenangan Swiss. Moore juga tak mau mengeluh meski timnya cuma mampu memetik satu angka.

Satu gol Moore membuat laga Wales vs Swiss berakhir dengan skor 1-1. Sebelum gol Moore, Siwss sempat unggul terlebih dahulu melalui tandukan Breel Embolo yang memaksimalkan umpan silang kiriman Xherdan Shaqiri.

“Secara pribadi, tentu saya merasa senang karena berhasil mencetak satu gol. Tapi, kami sebenarnya akan lebih senang jika berhasil mengalahkan Swiss,” tutur Kieffer Moore dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Kieffer Moore - Swiss - uefa. com 2
uefa.com

“Tapi, satu poin dari pertandingan ini juga hasil yang cukup menguntungkan. Karena, kami bisa berada di posisi yang baik. Kami memang sempat kesal ketika mereka berhasil unggul. Tapi, kami berhasil meraih hasil positif setelah mampu menyamakan kedudukan,” sambung Moore.

Satu gol yang dicetak Moore juga membuat kapten Wales, Gareth Bale, merasa senang. Menurutnya, gol Moore tercipta berkat kerja keras seluruh penggawa Wales yang terus berjuang hingga menit terakhir.

“Kami bekerja dengan sangat keras di laga ini. Cuaca yang panas seperti ini membuat kami kesulitan menunjukkan performa terbaik di atas lapangan. Tapi, saya sangat bangga atas hasil kerja keras kami semua,” tutur Bale.

“Kami harus menggunakan satu poin dari pertandingan ini sebagai dasar agar bisa meraih hasil yang lebih membanggakan di laga selanjutnya. Sekarang, kami harus beristirahat dan memulihkan kondisi agar bisa tampil maksimal di pertandingan melawan Turki,” tandas pemain berusia 31 tahun itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Wales vs Swiss: Tanpa Pemenang karena VAR

gamespool
Wales vs Swiss: Tanpa Pemenang karena VAR 43

Football5star.com, Indonesia – Dianulirnya gol Mario Gavranovic oleh VAR membuat Swiss gagal mengalahkan Wales pada partai grup A Euro 2020 di Baku, Sabtu (12/6) malam WIB. Partai Wales vs Swiss berakhir dengan skor sama kuat, 1-1.

Tampil sebagai tim unggulan, Swiss langsung menguji ketangguhan lini belakang Wales. Namun, Wales tak tinggal diam dan juga mampu beberapa kali mengancam gawang Swiss yang dikawal Yann Sommer.

Pada menit ke-16, Wales nyaris membuka keunggulan melalui Kieffer Moore. Namun, sundulan Moore yang memanfaatkan umpan Daniel James hanya membentur tiang gawang Swiss.

Selepas peluang Moore, giliran Swiss yang balik menyerang. Skuat besutan Vladimir Petkovic mendapat sejumlah peluang melalui Haris Seferovic dan Breel Embolo. Namun, Swiss gagal menjebol gawang kawalan Danny Ward dan skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Wales vs Swiss - euro 2020 - uefa. com
uefa.com

Di babak kedua, Swiss kembali mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, mereka berhasil membuka keunggulan melalui sundulan Embolo yang memaksimalkan umpan silang kiriman Xherdan Shaqiri.

Selepas gol Embolo, Swiss terus menggempur lini belakang Wales. Tingginya tekanan dari Swiss membuat Wales hanya mampu sesekali mengancam gawang Sommer.

Meski terus ditekan, Wales berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-74. Berawal dari umpan silang kiriman Joe Morrell, Moore berhasil lepas dari pengawalan pemain belakang Swiss dan sundulannya gagal diamankan Sommer.

Menjelang akhir pertandingan, Swiss berhasil mencetak gol kedua lewat sepakan jarak dekat Mario Gavranovic yang baru masuk lapangan. Akan tetapi, Swiss harus gigit jari karena VAR menganulir gol Gavranovic. Pemain berusia 31 tahun itu berada dalam posisi offside sebelum menjebol gawang Ward.

Selepas insiden tersebut, kedua tim kembali saling jual beli serangan. Namun, tak ada gol tambahan yang tercipta dan skor 1-1 bertahan hingga wasit membubarkan pertandingan.

SUSUNAN PEMAIN WALES VS SWISS:

Wales: 12-Dany Ward; 14-Connor Roberts, 22-Chris Mepham, 6-Joe Rodon, 4-Ben Davies; 16-Joe Morrell, 7-Joe Allen, 10-Aaron Ramsey (15-Ethan Ampadu 90′); 11-Gareth Bale, 13-Kieffer Moore, 20-Daniel James (19-David Brooks 75′)

Pelatih: Robert Page

Swiss: 1-Yann Sommer; 4-Nico Elvedi, 22-Fabian Schaer, 5-Manuel Akanji; 2-Kevin Mbabu, 10-Granit Xhaka, 8-Remo Freuler, 13-Ricardo Rodriguez; 23-Xherdan Shaqiri (6-Denis Zakaria 66′); 7-Breel Embolo, 9-Haris Seferovic (19-Mario Gavranovic 84′)

Pelatih: Vladimir Petkovic

Kartu Kuning: Moore 47′ – Schaer 30′, Mbabu 63′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sebelas Laga Beruntun Tak Cetak Gol Untuk Wales, Bale Tak Khawatir

gamespool
Sebelas Laga Beruntun Tak Cetak Gol Untuk Wales, Bale Tak Khawatir 47

Football5Star.com, Indonesia – Bintang Wales, Gareth Bale, tak khawatir dirinya sudah lama tak mencetak gol untuk The Dragons jelang Euro 2020. Bale juga berbicara soal peluang mereka lolos dari Grup A.

Bale sudah 11 pertandingan beruntun tidak mencetak gol untuk Wales. Dia mengakui bahwa dia ingin mencetak gol, tapi selama dia bisa memberi peluang kepada rekan timnya, itu tidak masalah.

“Kami telah bermain dengan cara yang berbeda selama kualifikasi dan Nations League. Kami harus memainkan permainan kami dan tidak mengkhawatirkan orang lain. Saya ingin mencetak gol, tentu saja, tetapi saya sudah membuat enam atau tujuh assist,” ucap Bale seperti dilansir Football5Star.com dari AS.

Gareth Bale - Real Madrid - Pensiun - The Sun
The Sun

Gareth Bale melanjutkan, “Saya tidak khawatir bahwa saya belum mencetak gol. Jika saya memberi assist dan menciptakan peluang, saya tidak khawatir. Saya merasa baik, segar, saya mencetak gol di akhir musim di Premier League dan saya menjadi lebih baik setiap pertandingan.”

Pada Euro 2016, Wales secara luar biasa berhasil lolos sampai ke semifinal sebelum dikalahkan oleh Portugal. Kini mereka tergabung di Grup A yang diisi oleh Italia, Swiss dan Turki. Mereka pertama akan melawan Swiss, Sabtu (12/6/21).

“Kami sangat bersemangat memainkan game pertama kami, kami telah mempersiapkan diri dengan baik. Kami tahu kami memiliki grup yang sulit tetapi kami memiliki mentalitas yang sama seperti biasanya. Kekuatan kami adalah kami selalu bermain bagus melawan tim-tim tangguh,” kata Bale.

Gareth Bale melanjutkan, “Kami tahu kami memiliki beberapa lawan yang sangat sulit. Swiss berada di 10 besar peringkat FIFA, Turki semakin kuat dan Italia selalu menjadi tim teratas karena sejarah mereka.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Wales vs Swiss

Prediksi: Wales vs Swiss
Prediksi: Wales vs Swiss 55
Banner Gamespool Baru Football5Star

PREDIKSI HASIL
Forebet
Wales 1-1 Swiss
101 Great Goals
Wales 0-1 Swiss
Whoscored
Wales 0-1 Swiss
FOOTBALL5STAR
Wales 0-2 Swiss
Baku Olympic Stadium, Sabtu (12/6/2021) 20:00 WIB (RCTI)

Football5Star.com, Indonesia Partai seru akan membuka Grup A EURO 2020 antara Wales vs Swiss di Baku Olympic Stadium, Sabtu (12/6/2021). Secara rekor pertemuan, Swiss diunggulkan tapi segalanya bisa terjadi dalam partai pembuka.

Wales memang tak diunggulkan di Grup A EURO 2020. Namun justru itulah senjata bagi tim berjuluk The Dragons Y Dreigiau itu untuk bisa menyengat. Mereka jelas harus diwaspadai mengingat 2016 lalu sukses memukul balik semua prediksi miring dengan menembus babak semifinal.

Swiss sendiri di atas kertas unggul atas Wales. Mereka memenangi empat dari lima pertemuan melawan Wales. Cuma sekali kalah di babak kualifikasi, pasukan Vladimir Petkovic itu pastinya ingin menjaga momentum positifnya pada laga pembuka.

REKOR PERTEMUAN
Prediksi: Wales vs Swiss
Prediksi: Wales vs Swiss 56
TREN PERFORMA
Prediksi: Wales vs Swiss
Prediksi: Wales vs Swiss 57
Banner Gamespool Baru Football5Star

STATISTIK MENARIK
  • Satu-satunya kemenangan Wales atas Swiss terjadi pada 2011 saat menang 2-0 berkat gol Aaron Ramsey dan Gareth Bale.
  • Partai Wales vs Swiss sepertinya berpihak kepada anak asuh Vladimir Petkovic karena dalam performa impresif. Mereka selalu menang dalam enam pertandingan resmi FIFA terakhir.
  • Wales tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir pada ajang EURO.
  • Swiss selalu meraih kemenangan dalam tiga partai terakhir di EURO.
  • Wales lolos ke EURO 2020 usai menjadi runner-up Grup E dengan meraih empat kemenangan, 2 imbang, dan 2 kalah.
 PELATIH
  • Pelatih Wales, Robert Page, belum pernah sekalipun berjumpa Swiss pada level senior.
  • Page pernah dua kali menghadapi Swiss pada level U-21. Hal itu saat dia membawa Wales U-21 meraih dua kemenangan, yakni 3-0 dan 3-1 atas Swiss U-21 pada 2017 serta 2018 lalu.
  • Parai Wales vs Swiss akan jadi pertemuan perdana Page dengan nakhoda Swiss, Vladimir Petkovic.
  • Petkovic belum pernah melawan Swiss sebelumnya.

Wasit
  • Partai Wales vs Swiss akan dipimpin oleh Clement Turpin, didampingi Nicolas Danos dan Cyril Gringore dari Prancis.
  • Turpin baru sekali memimpin laga Wales. Hal itu saat Wales menang 4-1 atas Irlandia, 2018.
  • Turpin sudah dua kali memimpin laga Swiss dan memberikan empat kartu kuning.
  • Rekor Swiss saat diwasiti Swiss: satu imbang dan satu kalah.
PEMAIN KUNCI

Wales

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

Swiss

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

BERITA KEDUA TIM
  • Wales: Gareth Bale dan Ramsey kembali bisa diandalkan setelah masing-masing cetak dua gol pada babak kualifikasi.
  • Swiss: Cedric Itten yang jadi top skorer di babak kualifikasi harus absen karena cedera. Breel Embolo diprediksi ajkan jadi starter laga ini.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Wales vs Swiss
Prediksi: Wales vs Swiss 58

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Prancis vs Wales: Benzema Gagal Penalti, Les Bleus Tetap Menang

gamespool
Prancis vs Wales: Benzema Gagal Penalti, Les Bleus Tetap Menang 61

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada laga uji coba jelang Euro 2020 yang mempertemukan Prancis vs Wales. Les Bleus menang dengan skor 3-0. Wales bermain dengan 10 orang sejak menit ke-25.

Empat menit, Karim Benzema langsung dapat peluang. Umpan lambung dari Paul Pogba berhasil disundul dengan sempurna olehnya, tapi Danny Ward bisa menepisnya.

Semenit kemudian, Wales yang dapat peluang. Dan James berhasil mengeluarkan kecepatannya mengalahkan Raphael Varane dan Benjamin Pavard. Tapi tendangannya ditepis oleh Hugo Lloris.

Paul Pogba punya peluang emas pada menit ke-22 setelah mendapat umpan lambung dari Antoine Griezmann. Tapi, sundulannya bisa ditepis Ward. Tapi setelah peluang itu, tendangan Benzema mengenai tangan Neco Williams.

Wasit mengecek VAR dan memberi bukan hanya penalti, tapi juga kartu merah untuk Williams karena menilai bola akan masuk ke gawang jika tidak mengenai tangannya. Namun, Benzema yang menjadi eksekutor gagal mengeksekusi penalti setelah tendangannya terbaca oleh Ward.

Les Bleus berhasil mencetak gol pada menit ke-34. Ward berhasil menyelamatkan tendangan Adrien Rabiot dengan kakinya, tapi bola liar berhasil disambar oleh Kylian Mbappe masuk ke gawang.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Prancis langsung mencetak gol kedua pada menit ke-48. Kylian Mbappe memberi umpan ke Griezmann yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti masuk ke gawang Ward.

Pada menit ke-57, Paul Pogba melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tapi Ward berhasil menepis bola.

Bermain dengan 10 orang, Wales tetap punya peluang. Pada menit ke-65, Aaron Ramsey berhasil memberi umpan ke James, tapi Lloris kembali menyelamatkan tendangan pemain Manchester United itu.

Les Bleus berhasil mencetak gol ketiga pada menit ke-78. Tendangan keras Benzema membentur tiang gawang, tapi bola liar jatuh ke kaki Ousmane Dembele yang hanya tinggal memasukkan bola ke gawang yang kosong.

Laga Prancis vs Wales berakhir dengan skor 3-0.

Susunan Pemain Prancis vs Wales

Prancis (4-1-2-3): 1-Hugo Lloris; 2-Benjamin Pavard (Jules Kounde), 4-Raphael Varane, 3-Presnel Kimpembe, 21-Lucas Hernandez (Lucas Digne); 12-Corentin Tolisso (Moussa Sissoko); 6-Paul Pogba (Kingsley Coman), 14-Adrien Rabiot; 7-Antoine Griezmann )Wissam Ben Yedder), 19-Karim Benzema, 10-Kylian Mbappe (Ousmane Dembele).

Pelatih: Didies Deschamps.

Wales (4-4-2): 12-Danny Ward; 2-Chris Gunter, 6-Joe Rodon, 22-Chris Mepham (Ben Davies), 14-Connor Roberts; 8-Harry Wilson (Aaron Ramsey), 7-Joe Allen (Dylan Levitt), 3-Neco Williams, 16-Joe Morrell (Rubin Colwill); 20-Dan James (David Brooks), 11-Gareth Bale (Kieffer Moore).

Pelatih: Robert Page.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Peta Persaingan di Grup A EURO 2020 sepertinya tinggal menyisakan satu slot saja untuk ke babak selanjutnya. Sebab, Timnas Italia di atas kertas diunggulkan untuk bisa merajai grup ini dan melangkah ke fase selanjutnya.

Italia memang saat ini sedang dalam performa yang istimewa. Bersama Roberto Mancini, Gli Azzurri, sangat perkasa sejak babak kualifikasi. Bahkan, dalam sepuluh partai di Grup J bersama Finlandia, Yunani, Bosnia dan Herzegovina, Armenia, serta Liectenstein, Timnas Italia sukses menyapu bersih dengan kemenangan.

Tak cuma itu, Italia juga total mencatatkan 37 gol dalam sepuluh laga dan cuma kejebolan empat gol saja. Diprediksi, dalam partai Grup A bersama Turki, Swiss, dan Wales, Italia akan melaju dengan mulus. Lawan yang mungkin akan menyandung Italia ialah Swiss. Tim asuhan Vladimir Petkovic itu melaju ke EURO 2020 juga dengan status juara Grup, yakni D. Mereka sukses mengumpulkan 17 poin, hasil lima menang, dua imbang, dan cuma sekali kalah.

Secara rekor pertemuan lawan Italia, cuma Swiss yang lumayan baik. Dalam 20 laga melawan Timnas Italia, mereka sukses meraih tiga kemenangan. Terlebih dalam tiga pertemuan terakhir lawan Swiss, Italia cuma main imbang meski terakhir kali kedua tim bersua pada 2010 silam.

Turki dan Wales sendiri tak punya rekor bagus ketika berhadapan dengan Gli Azzurri. Wales baru sekali menang dan itu pun diraih 2002, sedang Turki bahkan belum pernah sekalipun menang atas Italia.

Peluang Turki

Turki dan Swiss sepertinya bakal saling sikut untuk menemani Italia lolos dari Grup A EURO 2020. Selain tengah dalam performa impresif, kedua tim itu memang punya rekor yang sangat sengit ketika bersua

Swiss sendiri cuma dua kali menang dalam sembilan kali bersua Turki. Sedang Turki meraih lima kemenangan, dan dua lainnya imbang. Pada fase kualifikasi, perjalanan Turki juga mengesankan. Anak asuh Senol Gunes itu bahkan cuma sekali kalah saat segrup dengan Prancis, Islandia, Albania, Andorra, dan Moldova di Grup H.

Malahan, Prancis yang jadi unggulan di grup itu tak mampu meraih kemenangan atas Turki. Justru Turki sukses menang 2-0 atas prancis di Buyusehir Stadium, 8 Juni 2019. Turki juga punya rekor yang tak buruk ketika jumpa Wales.

Mereka sudah enam kali bersua Wales, menelan tiga kekalahan, dua menang, dan sekali imbang. Namun, pertemuan terakhir kedua kesebelasan sudah sangat lama terjadi, yakni 21 Agustus 1997 silam.

Wales memang tak diunggulkan di Grup A EURO 2020. Namun justru itulah senjata anak asuh Ryan Giggs untuk bisa menyengat, seperti 2016 lalu ketika sukses menembus babak semifinal.

PREDIKSI AKHIR
PosisiTimMenangSeriKalahNilai
1Italia3009
2Turki2016
3Swiss1114
4Wales0121
PROFIL PESERTA

ITALIA

Timnas Italia
Getty Images

Timnas Italia terbilang sangat mantap menatap EURO 2020 bersama Roberto Mancini. Selain sukses bawa Italia raih hasil sempurna pada babak kualifikasi, Mancini juga baru mendapat apresiasi berupa perpanjangan kontrak sampai 2026 dari FIGC. Ini jadi saat yang tepat Italia bersama Mancini mengulang sukses 1996.

“Saat ini, ada cukup banyak pemain muda yang menjadi bagian skuat kami. Tentu saja kami berharap bisa segera memetik hasil dari kerja keras selama tiga tahun terakhir,” kata Roberto Mancini seperti dikutip Football Italia.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Federazione Italiana Giuoco Calcio (FIGC)
Julukan Timnas: Gli Azzurri
Pelatih: Roberto Mancini
Kapten: Leonardo Bonucci
Pemain Kunci: Gianluigi Donnarumma, Leonardo Bonucci, Marco Verratti, Andrea Belotti, Federico Chiesa
Prestasi Terbaik di EURO: Juara (1968)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Juara Grup J (10 menang, 0 seri, 0 kalah)


TURKI

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?
Getty Images

Turki memang bukan unggulan di Grup A. Namun, tim berjuluk The Crescent-Stars itu punya daya kejut berbahaya. Bersama Senol Gunes, Turki bahkan menjelma jadi tim yang sukar ditembus. Faktanya, mereka jadi tim paling sedikit kejebolan di fase kualifikasi, yakni cuma tiga gol bersama Belgia.

“Saat kami bermain bagus sebagai tim, penampilan individu harus bisa dimatikan. Tiga pesaing kami di grup lebih kuat dari kami. Mereka jauh di depan kami dalam peringkat FIFA. Namu, kami tahu kami bisa melawan mereka,” kata Senol Gunes dikutip dari CNNTurk.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Turkiye Futbol Federasyonu (TFF)
Julukan Timnas: Crescent-Stars
Pelatih: Senol Gunes
Kapten: Burak Yilmaz
Pemain Kunci: Burak Yilmaz, Ozan Kabak, Caglar Soyuncu, Hakan Calhanoglu
Prestasi Terbaik di EURO: Semifinal (EURO 2008)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Runner-up Grup H (7 menang, 2 imbang, 1 kalah)


WALES

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?
Getty Images

Seperti 2016 lalu, Wales datang ke EURO 2020 dengan status kurang diunggulkan. Saat itu Wales yang segrup dengan Inggris, Slovakia, dan Rusia, justru bisa lolos sebagai juara grup. Tak diunggulkan justru bikin mereka bisa tampil tanpa beban dan sangat berbahaya buat para lawannya. Meski, mereka akan bertarung di EURO 2020 tanpa Ryan Giggs dan digantikan asistennya, Robert Page.

“Kami, saya dan Ryan Giggs akan melakukan yang terbaik buat negara. Saya akan tetap berkomunikasi dengannya agar Wales bisa tampil memberi yang terbaik di EURO 2020,” kata Rob Page dikutip dari BBC.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Football Association of Wales (FAW)
Julukan Timnas: The Dragons Y Dreigiau
Pelatih: Ryan Giggs, Rob Page (karteker)
Kapten: Gareth Bale
Pemain Kunci: Gareth Bale, Harry Wilson, Ethan Ampadu, Chris Gunter, Aaron Ramsey.
Prestasi Terbaik di EURO: Semifinal (EURO 2016)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Runner-up Grup E (4 menang, 2 imbang, 2 kalah)


SWISS

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?
eu-football-info.tumblr.com

EURO 2020 menjadi kans terbesar buat Timnas Swiss untuk menunjukkan tajinya. Cuma sekali kalah di babak kualifikasi, pasukan Vladimir Petkovic juga memiliki segudang senjata. Mereka akan mentas di gelaran kali ini dengan nama-nama tenar, mulai dari Xherdan Shaqiri, Manuel Akanji, Granit Xhaka, hingga Breel Embolo yang diharapkan bisa jadi tumpuan.

“Lebih dari sekadar objektif, akan mengecewakan jika kami tidak lolos dari grup ini. Bukan karena kami tidak menghargai lawan, yang semuanya sangat kuat, tetapi karena kami percaya pada diri kami sendiri. Kami ingin menjalani pertandingan demi pertandingan dengan optimistis,” ujar Vladimir Petkovic dikutip dari RSI.ch.

Data & Fakta

Nama Asosiasi: Swiss Football Association (SFA)
Julukan Timnas: Rossocrociati
Pelatih: Vladimir Petkovic
Kapten: Granit Xhaka
Pemain Kunci: Yann Sommer, Manuel Akanji, Granit Xhaka, Denis Zakaria, Xherdan Shaqiri, Fabian Schar
Prestasi Terbaik di EURO: Babak 16 Besar (EURO 2016)
Hasil Kualifikasi EURO 2020: Juara Grup D (5 menang, 2 imbang, 1 kalah)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gareth Bale: Wales Tak Pasang Target Tinggi di Euro 2020

gamespool
Gareth Bale: Wales Tak Pasang Target Tinggi di Euro 2020 71

Football5star.com, Indonesia – Penggawa timnas Wales, Gareth Bale tak mau memasang target yang terlalu tinggi di ajang Euro 2020. Menurutnya, The Dragons harus realistis menentukan targetnya.

Bale merupakan salah satu motor timnas Wales di ajang Euro 2016 lalu. Ketika itu, Bale berhasil membawa The Dragons tampil di atas ekspektasi dan melaju hingga ke babak semifinal.

“Kami tentu ingin mengulangi prestasi seperti di Euro 2016. Tapi, kami tentu harus realistis,” ujar Gareth Bale dikutiip football5star dari laman Sportsmole.

Gareth Bale - Wales - Euro 2020 - globalcirculate. com
globalcirculate.com

“Kami akan bermain dengan skuat yang berbeda. Saya yakin kami akan menjalani turnamen yang sulit karena bakal menghadapi tim-tim tangguh. Tapi, kami merasa sangat percaya diri akan kekuatan sendiri. Setelah itu, kami akan berusaha meraih kesuksesan,” sambung Bale.

Wales sudah mengumumkan skuatnya untuk Euro 2020. Robert Page memilih untuk memasukkan sejumlah pemain muda seperti Ethan Ampadu, Daniel James, Neco Williams, Ben Cabango dan Rubin Colwill.

Bale merasa cukup percaya diri dengan kekuatan para pemain muda Wales. Ia yakin para penggawa senior The Dragons akan bisa menjadi mentor bagi para pemain muda.

“Kami bisa memberi nasihat atau menjadi mentor bagi para pemain muda. Tapi, tentu tahapan di turnamen ketika para pengalaman para pemain senior menjadi faktor penting. Ketika momen tersebut tiba, kami akan siap memaksimalkan kesempatan,” tandas Bale.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sikut Ondrej Kudela, Gareth Bale Banjir Sanjungan dari Warganet

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah insiden menarik terjadi saat timnas Wales menang 1-0 atas Rep. Cheska pada matchday III Kualifikasi Piala Dunia 2022. Dalam sebuah duel udara, sikut Gareth Bale dengan telak mendarat di wajah Ondrej Kudela.

Menariknya, insiden tersebut tak lantas membuat Bale dihujat. Winger Wales itu justru malah dibanjiri sanjungan dan dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap rasialisme. Pasalnya, Kudela sebelumnya dituding Glenn Kamara, pemain Rangers FC, melontarkan hinaan rasial pada laga Liga Europa.

Beberapa warganet terang-terangan berterima kasih kepada Bale. Salah satunya Robbie Logan, seorang fan fanatik Rangers. “Harus mengatakan terima kasih banyak kepada Gareth Bale karena telah menyikut si rasis kotor Andrij (Ondrej) Kudela,” cuit dia di akun Twitter-nya.

Logan menambahkan, “Tak ada orang yang lebih pantas disikut mukanya ketimbang binatang menjijikkan itu. Entah disengaja atau tidak, terima kasih banyak dari keluarga Rangers atas hal itu.”

Tak sedikit pula warganet yang menganggap Bale sebagai pahlawan. Ya, tentu saja pahlawan dalam memerangi rasialisme dan para rasialis di muka bumi. Sikutan di wajah Kudela adalah simbol kepahlawanan pemain yang kini membela Tottenham Hotspur tersebut.

“Gareth Bale bukanlah pahlawan yang pantas kami dapatkan. Namun, dialah pahlawan yang kami butuhkan,” cuit Ian Leslie dalam quote tweet terhadap cuitan Ranger55pares yang menampilkan video sikutan sang winger ke wajah Kudela.

Bale cs. Kampanye Antirasialisme

Sanjungan kepada Gareth Bale dan sikutannya ke wajah Ondrej Duda juga tak lepas dari kampanye yang dilakukan timnas Wales. Saat memasuki stadion, para pemain Wales mengenakan kaus merah dengan tulisan mengutuk rasialisme.

Pada bagian depan kaus yang dikenakan Bale cs. tertera tulisan “SHOW RACISM THE RED CARD”. Adapun pada bagian belakang ada kutipan terkenal dari Angela Davis yang berbunyi, “Pada masyarakat rasialis, tidak cukup untuk nonrasialis. Kita harus jadi antirasialis.”

Insiden Gareth Bale dengan Ondrej Kudela kemudian dipandang sebagian warganet sebagai wujud nyata dari kampanye antirasialisme itu. Kudela yang melontarkan hinaan rasial kepada Glenn Kamara dianggap sebagai simbol dari rasialisme yang belakangan begitu merebak dan sangat meresahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gareth Bale Masih Penasaran Atmosfer Partai Piala Dunia

gamespool
Gareth Bale Masih Penasaran Atmosfer Partai Piala Dunia 77

Football5star.com, Indonesia – Bintang Tottenham Hotspur, Gareth Bale, mengaku bakal berusaha mati-matian agar bisa membawa Wales berlaga di Piala Dunia 2022. Merasakan atmosfer pertandingan Piala Dunia merupakan mimpi terbesar Bale yang belum menjadi kenyataan.

Wales sudah absen di ajang Piala Dunia semenjak 1958 silam. Kini, mereka memiliki peluang besar berlaga di Qatar pada 2022 karena masih diperkuat nama-nama beken seperti Bale, Aaron Ramsey, Daniel James dan Harry Wilson.

“Rasanya akan luar biasa apabila kami bisa membawa Wales berlaga di Piala Dunia 2022. Itu merupakan mimpi terbesar saya,” ujar Gareth Bale dikutip football5star dari laman London Evening Standard.

Gareth Bale - Wales - Piala Dunia 2022 - Lenex Web
Lenex Web

Lebih lanjut, Bale juga memiliki motivasi ekstra bersama timnas Wales. Menurutnya, ini merupakan kesempatan terakhir bagi para penggawa generasi emas The Dragons untuk berlaga di Piala Dunia.

“Mungkin, ini adalah kesempatan terakhir bagi generasi kami untuk bisa mencicipi atmosfer pertandingan Piala Dunia. Kami tentu ingin berusaha memanfaatkan kesempatan besar ini untuk melaju ke putaran final,” tandas Bale.

Wales tergabung di grup E Kualilfikasi Piala Dunia 2022. Mereka akan bersaing dengan tim tangguh, Belgia, serta sejumlah kuda hitam seperti Republik Cheska, Estonia dan Belarus.

Dinihari nanti, Bale cs akan menjalani partai kualifikasi pertamanya. Mereka dijadwalkan bakal menyambangi markas Belgia. Setelahnya, mereka akan menjamu Republik Cheska pada 31 Maret mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Belgia vs Wales

cover Belgia vs Wales
Prediksi: Belgia vs Wales 85
GamesPools GIF
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Belgia 2-0 Wales
Predictz
 Belgia 3-0 Wales
Football Predictions
Belgia 3-0 Wales
FOOTBALL5STAR
Belgia 2-0 Wales

 

Den Dreef, Kamis (25/3/2021) Pukul 02.45 WIB (Mola TV)

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik akan tersaji pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona UEFA Grup E yang mempertemukan Belgia vs Wales. The Red Devils tentu saja sangat diunggulkan pada laga ini, namun rekor mereka melawan Wales tak begitu bagus.

Pelatih Roberto Martinez bisa bernapas lega setelah penyerang andalannya Romelu Lukaku diizinkan bermain di jeda internasional setelah sebelumnya sempat dilarang karena adanya “serangan” Covid-19 di Inter Milan. Selain itu, Dries Mertens dan Kevin De Bruyne juga sedang dalam performa yang sangat baik. Namun, Martinez harus kehilangan Axel Witsel dan tentu saja Eden Hazard karena cedera.

Sedangkan untuk Wales, mereka lagi-lagi harus ditinggal Aaron Ramsey yang menderita cedera. Namun, Rob Page bisa mengandalkan Gareth Bale yang kembali menemukan performa terbaiknya di Tottenham, dan juga Dan James yang lumayan sering bermain bersama Manchester United akhir-akhir ini.

Di atas kertas, Belgia jelas diunggulkan, namun mereka tak pernah menang di 4 laga terakhir pertemuan, termasuk kekalahan mengejutkan 3-1 di perempat final Euro 2016.

REKOR PERTEMUAN
head to head Belgia vs Wales
Prediksi: Belgia vs Wales 86
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Belgia vs Wales
Prediksi: Belgia vs Wales 87
GamesPools GIF
STATISTIK MENARIK
  • Belgia menang di 10 dari 11 laga terakhirnya di Piala Dunia.
  • Belgia paling tidak mencetak 2 gol di 9 dari 11 laga terakhirnya di Piala Dunia.
  • Belgia tak terkalahkan di babak Kualifikasi Piala Dunia sejak 2009.
  • Belgia tak terkalahkan di kandang sejak 2016 di semua kompetisi.
  • Wales tak terkalahkan melawan Belgia di 4 pertemuan terakhir.
PELATIH
  • Kedua pelatih, Roberto Martinez dan Rob Page belum pernah bertemu sebelumnya.
  • Page merupakan pelatih caretaker, menggantikan Ryan Giggs yang saat ini terjerat masalah hukum.
  • Laga ini juga merupakan pertemuan pertama masing-masing pelatih bertemu lawannya.
  • Martinez pernah melatih klub asal Wales, Swansea, pada 2007-2009.
WASIT
  • Laga Belgia vs Wales akan dipimpin salah satu wasit kontroversial asal Turki, Cuneyt Cakir.
  • Cakir sebelumnya pernah memimpin 9 laga Kualifikasi Piala Dunia zona UEFA sebelumnya dengan catatan 30 kartu kuning dan 3 kartu merah.
  • Belgia pernah sekali diwasiti Cakir, pada 2016 melawan Irlandia, mereka menang 3-0.
  • Wales pernah sekali diwasiti Cakir, pada 2016 melawan Austria, laga berakhir imbang 2-2.
PEMAIN KUNCI

Belgia

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

Wales

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

*Ini adalah pekan pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022

BERITA KEDUA TIM

Belgia: Eden Hazard, Axel Witsel cedera.
Wales: Aaron Ramsey, Ben Davies, Tom Lockyer cedera. Wayne Hennessey tidak fit.

PRAKIRAAN FORMASI
line up Belgia vs Wales

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Wales dan Austria Promosi ke UEFA Nations League A

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Akhir fase grup bukan hanya memastikan empat tim yang akan memperebutkan trofi juara. Akhir fase grup juga memastikan tim-tim yang promosi dan degradasi. Dua dari empat tim yang dipastikan meramaikan UEFA Nations League A 2022-23 adalah timnas Wales dan Austria.

Wales yang diperkuat Gareth Bale memastikan promosi ke UEFA Nations League A setelah menjalani “final” melawan Finlandia pada matchday VI Grup 4 UEFA Nations League B. Kemenangan 3-1 membuat mereka unggul 4 poin dari sang pesaing terdekat.

Hal serupa dialami Austria. Bahkan, David Alaba cs. lolos secara dramatis. Menghadapi Norwegia yang sama-sama berpeluang promosi, tim asuhan Franco Foda tertinggal 0-1 pada menit ke-61. Beruntunglah, mereka mampu menyamakan kedudukan jadi 1-1 pada injury time lewat gol Adrian Grbic.

Hasil imbang itu membuat Austria promosi ke UEFA Nations League A dengan keunggulan 3 poin atas Norwegia. Mereka menuai 13 poin, sementara sang seteru hanya 10 poin.

Selain Wales dan Austria, dua tim lain yang promosi ke UEFA Nations League A adalah Rep. Cheska dan Hungaria. Rep. Cheska meraih tiket promosi pelupuk mata Skotlandia. Vladimir Darida cs. menang 3-1 atas Slowakia, sedangkan Skotlandia imbang 1-1 dengan Israel.

Tiga Tim kembali ke UEFA Nations League B?

Kepastian meraih tiket promosi membuat Wales, Austria, Rep. Cheska, dan Hungaria menggeser empat tim lain di UEFA Nations League A. Saat ini, tiga tim sudah dinyatakan terdegradasi ke UEFA Nations B. Mereka adalah Bosnia & Herzegovina, Islandia, dan Swedia yang finis sebagai juru kunci di grup masing-masing.

Ukraina akan terdegradasi ke UEFA Nations League B andai dinyatakan kalah WO dari Swiss.
Getty Images

Satu tim lain yang terdegradasi akan ditentukan melalui sidang Komite Etik UEFA. Mereka akan menentukan nasib laga Swiss vs Ukraina yang batal digelar karena tim asuhan Andriy Shevchenko dihantam badai COVID-19.

Saat ini, Swiss berada di posisi juru kunci dengan 3 poin, sedangkan Ukraina di posisi ke-3 dengan 6 poin. Namun, andai dinyatakan kalah WO dengan skor 0-3, Ruslan Malinoskyi cs. yang akan terdegradasi ke UEFA Nations League B. Pasalnya, mereka hanya menang 2-1 pada pertemuan pertama.

Andai terdegradasi, Ukraina bersama Bosnia & Herzegovina dan Swedia harus kembali ke UEFA Nations League B. Pada 2018-19, ketiga tim itu berhasil promosi setelah memuncaki grup masing-masing.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Saat Mark Hughes Mainkan Dua Laga Dalam Sehari

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Saat Mark Hughes Mainkan Dua Laga Dalam Sehari 95

Football5Star.com, Indonesia – Pada hari ini, 11 November, 33 tahun yang lalu, suatu kejadian unik terjadi di mana Mark Hughes bisa bermain di dua pertandingan dalam satu hari. Lebih hebatnya, Hughes bermain di dua negara yang berbeda! Bagaimana itu bisa terjadi?

Hughes saat itu merupakan pemain Barcelona yang sedang dipinjamkan ke Bayern Munich. Saat itu Hughes baru melakukan debutnya bersama Bayern dengan mencetak 1 gol melawan Uerdingen. Dia ingin mencoba kembali tampil baik di laga keduanya, yakni saat Bayern bermain di laga replay DFB-Pokal melawan Borussia Moenchengladbach.

Tapi ada satu masalah, di hari yang sama, timnas Wales harus berhadapan melawan Cekoslowakia di laga hidup mati kualifikasi Euro 1988. Pada saat itu, tidak ada yang namanya jeda internasional seperti saat ini. Wales sangat membutuhkan Hughes karena mereka harus menang jika ingin lolos ke Euro 1988.

Nostalgia Hari Ini Saat Mark Hughes Mainkan Dua Laga Dalam Sehari
The Guardian

Alih-alih membiarkan Hughes memilih siapa yang harus dia bela, general manajer Bayern, Uli Hoeness mengeluarkan ide gila yang membuat Hughes bisa bermain di kedua laga. Laga Wales kick off pada jam 1 waktu setempat, sedangkan Bayern kick off pada jam 7 waktu setempat.

Benar saja, Hoeness menyiapkan sebuah mobil di Praha yang akan mengantarnya ke jet pribadi di bandara dan terbang langsung ke Munich. Di sana dia akan dijemput oleh Porsche milik Hoeness langsung ke Olympiastadion.

Tampil di babak kedua

Sayang bagi Hughes, Wales gagal lolos ke Euro 1988 karena kalah 2-0, tapi dia tak boleh meratapi kegagalan negaranya karena dia harus segera terbang ke Jerman. Skenario yang diterapkan Hoeness berjalan sempurna. Hughes datang ke Olympiastadion saat pergantian babak. Sungguh luar biasa mengingat Hughes bermain untuk Wales di Praha 2 jam sebelumnya.

“Tak ada yang percaya. Saya seharusnya berada ratusan kilo meter di Praha. Itu mustahil. Dan semua pemain Borussia sangat terkejut,” kata Hughes.

Nostalgia Hari Ini Saat Mark Hughes Mainkan Dua Laga Dalam Sehari
BBC

Dia akhirnya melakukan pemanasan dan masuk menjadi pemain pengganti tepat setelah Bayern tertinggal 1-0 lewat gol Gunter Thiele. Setelah itu, Lothar Matthaus berhasil menyamakan kedudukan dan Hughes hampir mencetak gol lewat tendangan voli. Laga dilanjutkan pada babak tambahan dan Bayern berhasil menang 3-2 lewat tambahan dua gol dari Michael Rummenigge.

Karier Mark Hughes di Bayern Munich dan Barcelona tak bertahan lama. Dia kembali ke klub yang membesarkannya, Manchester United, dan menjadi salah satu pemain kunci di era dominasi United pada masa awal Premier League.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Tingkah Gareth Bale Dianggap Kekanak-kanakan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Tingkah Gareth Bale saat memperkuat timnas Wales memunculkan kontroversi. Bahkan, mantan presiden Real Madrid, Ramon Calderon, menganggap ulahnya itu kekanak-kanakan.

Timnas Wales memenangi laga pamungkas Grup E kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Hungaria. Bermain di Stadion Cardiff, anak asuh Ryan Giggs menuai kemenangan 2-0.

Dua gol kemenangan Wales diborong Aaron Ramsey. Satu di antaranya tercipta berkat umpan Gareth Bale.

Kemenangan tersebut membuat Wales memastikan lolos ke putaran final Piala Eropa 2020. Mereka finis sebagai runner-up, di bawah Kroasia yang sudah lebih dahulu memastikan lolos.

Zinedine Zidane dikabarkan tak akan memperpanjang masalah selebrasi kontroversial Gareth Bale bersama timnas Wales.
Beinsports.com

Namun, dalam laga tersebut terjadi insiden yang mengundang kontroversi saat melakukan selebrasi. Gareth Bale dan rekan-rekannya berpose dan tertawa lebar sambil memegangi banner bertuliskan “Wales. Golf. Madrid. In that order (sesuai urutan)”.

Banner tersebut seolah menggambarkan prioritas Bale. Ia diketahui juga memiliki hobi lain, yakni bermain golf.

Perilaku tersebut pun memunculkan beragam respons di media sosial. Bahkan, membuat Ramon Calderon ikut angkat bicara terkait kejadian itu.

“Situasi akan menjadi sulit buat Bale sekarang karena tingkah kekanak-kanakannya berpose dengan banner seperti itu. Fan tentu sangat marah karena mereka tidak menyukainya. Terutama karena tidak bermain untuk tim tetapi tetap memperkuat dan tampil di dua laga bersama Wales,” kata Calderon dikutip Football5star.com dari The Athletic.

“Situasi ini sulit buat Zidane dan ia tentu tidak senang Bale berpose dengan banner itu. Bale memperkeruh suasana. Sulit buat Zidane memasukkannya dalam starting line-up dan juga bangku cadangan,” ujarnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dimitar Berbatov: Gareth Bale Sudah Lakukan Hal Bodoh

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Selebrasi nyeleneh yang dilakukan Gareth Bale bersama rekan-rekannya di timnas Wales mendapat kecaman keras dari Dimitar Berbatov. Eks penyerang Tottenham Hotspur dan Manchester United tersebut menilai winger Real Madrid telah melakukan hal bodoh.

Saat merayakan kelolosan timnas Wales ke Piala Eropa 2020, Gareth Bale dan rekan-rekannya membentangkan bendera dengan tulisan nyeleneh. Di sana tertulis, “Wales, golf, Madrid. Begitulah urutannya.” Tulisan tersebut menyedot perhatian banyak pihak, tak terkecuali Dimitar Berbatov.

Di mata eks pemain timnas Bulgaria tersebut, Gareth Bale boleh-boleh saja kesal terhadap perlakuan pelatih Zinedine Zidane di Real Madrid. Namun, langkah melakukan selebrasi provokatif dinilai terlalu berlebihan.

Selebrasi provokatif Gareth Bale bersama timnas Wales dinilai bodoh oleh Dimitar Berbatov.
newsgroove.co.uk

“Sangat jelas ada ketegangan antara Gareth Bale dan Madrid,” kata Dimitar Berbatov kepada Betfair seperti dikutip Football5Star.com dari Marca. “Tentu saja, sebagai orang Wales, dia akan memprioritaskan negaranya di urutan pertama. Namun, saya tak tahu mengapa dia merayakan dengan bendera itu. Saya tahu, ini adalah lelucon, tapi mengundang perhatian yang tak perlu.”

Lebih lanjut, pria yang juga sempat bermain untuk Bayer Leverkusen itu mengungkapkan, “Dia tak perlu melakukan hal tersebut. Itu memang putusannya dan mungkin dia merasa ingin memperlihatkan sesuatu. Namun, bagi saya, itu sesuatu yang tak perlu dilakukan.”

Dimitar Berbatov lantas menyindir balik Gareth Bale. Menurut dia, jika merasa tak diperlakukan adil di Real Madrid, seharusnya sang winger hijrah ke klub lain.

“Dia pemain berkualitas. Dia tidak diperlakukan dengan benar di Spanyol. Namun, jika merasa seperti itu, mengapa di masih ada di sana? Jika Anda cukup bagus, setiap tim akan menginginkan Anda dan Anda akan kembali bermain lagi,” urai Dimitar Berbatov lagi.

Sepanjang musim ini, Gareth Bale baru turun dalam tujuh pertandingan Real Madrid. Pertandingan terakhirnya adalah saat Los Blancos menang 4-2 atas Granada pada 5 Oktober 2019. Namun, selama “diasingkan” Zidane, dia selalu jadi starter di timnas Wales dalam empat laga pada Oktober dan November 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Sindiran Gareth Bale Berbuah Kecaman dari Para Suporter

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Sindiran Gareth Bale kepada Real Madrid ketika ia membela timnas Wales pada Rabu (20/11) lalu berbuah kecaman dari para suporter. Sekelompok suporter Real Madrid merasa telah dikhianati oleh Bale.

Selepas partai Wales vs Hungaria pada Rabu (20/11) lalu, Bale memang membentangkan sebuah spanduk yang berisi sindiran kepada Los Blancos. Spanduk bergambar bendera Wales itu bertuliskan “Wales, golf, Madrid. Urutannya sepert itu.”

“Kami selalu membelamu, Gareth Bale. Kami telah bersabar dengan cedera yang kau alami. Kami juga selalu merayakan setiap gol dan assist yang kau cetak,” ujar perwakilan kelompok suporter Real Madrid melalui laman Madrid Sports.

Gareth Bale - Wales - Real Madrid - talkSPORT
talkSPORT

“Kami juga telah membela hobimu bermain golf dan minimnya kemampuan berbahasa Spanyol milikmu Tapi, kami sudah cukup muak. Seperti yang tertulis di bendera yang kau pamerkan, kau hanya tertawa di Madrid.”

Sindiran yang tertulis di bendera Wales tersebut bukanlah aksi pertama dari Bale yang mencuri perhatian publik dalam sepekan terakhir. Beberapa waktu lalu, ia mengaku lebih menikmati masa-masa membela timnas Wales ketimbang bermain di Real Madrid.

“Bersama Wales, saya berbicara bahasa negara sendiri dan merasa lebih nyaman. Saya jelas lebih bersemangat bermain bersama Wales. Saya sudah bersama sebagian besar pemain. Terutama yang berusia lebih tua sejak kami masih di tim U-17. Sungguh, ini seperti bermain bersama teman Anda di taman setiap pekan,” katanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Sindiran Keras! Bale Lebih Utamakan Golf Ketimbang Real Madrid

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Usai membawa Wales ke Piala Eropa 2020, Gareth Bale tampaknya sangat larut dalam euforia. Entah disengaja atau tidak, dia menyindir Real Madrid dengan mengutamakan bermain golf.

Timnas Wales sukses memastikan diri melaju ke putara final Piala Eropa 2020. Hal itu usai mereka menang 2-0 atas Hongaria di Cardiff City Stadium, Rabu (20/11) dini hari WIB tadi.

Kemenangan itu membuat Wales mengunci peringkat kedua Grup E dengan 14 poin. Mereka mendampingi Kroasia yang jadi juara grup ke putaran final Piala Eropa yang rencananya akan dihelat pada 12 Juni 2020 mendatang.

Akan tetapi, yang menarik usai laga itu adalah aksi Bale yang membawa bendera Wales. Dalam bendera itu terdapat tulisan yang seakan-akan menyindir Madrid.

https://www.youtube.com/watch?v=7erjLFo-gWE

“Wales, golf, Madrid. Urutannya sepert itu,” tulis bendera tersebut dikutip dari Diario AS.

Beberapa kali, Bale memang menyindir Madrid secara terang-terangan. Hal itu karena banyaknya kritikan yang diarahkan kepadanya selama ini.

Beberapa hari lalu, eks pemain Tottenham Hotspur itu juga secara gamblang menyatakan lebih nyaman bermain di Wales ketimbang Real Madrid. Seluruh orang di Timnas Wales menurutnya sangat menghargainya.

“Kami telah bermain bersama di Wales sejak U-17. Kami bisa berbincang santai dan nyaman. Juur, saya lebih tertarik ketika bermain untuk Wales (ketimbang dengan Madrid),” bilang Bale.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Inilah 20 Tim yang Lolos ke Putaran Final Piala Eropa 2020

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Perhelatan Kualifikasi Piala Eropa 2020 sudah berakhir. Sebanyak 20 tiket untuk berlaga di putaran final Piala Eropa 2020 sudah terdistribusikan. Timnas Wales menjadi tim terakhir yang menyabet tiket tersebut. Adapun empat tiket sisa akan diperebutkan dalam babak play-off.

Kemenangan 2-0 atas Hungaria pada matchady terakhir, Rabu (20/11/2019) dini hari WIB, memastikan timnas Wales menjadi tim ke-20 yang lolos ke Piala Eropa 2020. Hasil tersebut membuat mereka finis sebagai runner-up Grup E di bawah Kroasia. Gareth Bale cs. unggul satu poin atas Slowakia yang berada di posisi ketiga.

Timnas Belgia menyamai timnas Italia yang meraup hasil sempurna pada babak Kualifikasi Piala Eropa 2020.
uefa.com

Di antara 20 tim yang lolos ke putaran final EURO 2020, 17 di antaranya adalah peserta pada perhelatan sebelumnya di Prancis pada 2016. Tiga tim yang tak berpartisipasi pada perhelatan tersebut adalah Denmark, Belanda, dan Finlandia. Nama terakhir adalah satu-satunya debutan pada perhelatan empat tahunan tersebut.

Sebanyak lima tim mengakhiri Kualifikasi Piala Eropa 2020 tanpa terkalahkan. Kelima tim tersebut adalah Ukraina, Denmark, Spanyol, Belgia, dan Italia. Di antara kelima tim tersebut, satu-satunya yang lolos sebagai runner-up adalah Denmark yang mengemas 4 kemenangan dan 4 hasil imbang.

Catatan spesial ditorehkan timnas Italia dan timnas Belgia. Kedua tim tersebut sama-sama meraih 10 kemenangan dari 10 pertandingan yang dilakoni sepanjang Kualifikasi Piala Eropa 2020.

20 Tim yang Lolos ke Putaran Final Piala Eropa 2020

  • Belgia
  • Italia
  • Rusia
  • Polandia
  • Ukraina
  • Spanyol
  • Prancis
  • Turki
  • Inggris
  • Rep. Cheska
  • Finlandia
  • Swedia
  • Kroasia
  • Austria
  • Belanda
  • Jerman
  • Portugal
  • Swiss
  • Denmark
  • Wales

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gareth Bale Bermain dengan Kemarahan di Madrid

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gareth Bale mengaku bermain dengan kemarahan terutama saat masa depannya di Real Madrid mengalami ketidakpastian. Di samping itu, pelatih timnas Wales, Ryan Giggs, juga yakin Bale akan tetap menjadi aset berharga buat klub berjulukan Los Blancos.

Pada bursa transfer musim panas lalu, Gareth Bale sempat diyakini menjadi salah satu pemain yang akan hengkang dari Real Madrid. Bahkan, pelatih Zinedine Zidane sempat membebaskan pemain berusia 30 tahun jika ingin pergi dari Santiago Bernabeu.

Namun, faktanya Bale justru dipastikan tetap bertahan di Madrid. Bahkan, kariernya bersama klub raksasa Liga Spanyol itu seolah dapat terselamatkan setelah tampil gemilang sejauh musim ini.

Gareth Bale
Gettyimages.com

Ya, sejauh musim ini Bale telah mencetak dua gol dan dua assist di La Liga. Ia pun mengaku situasi soal masa depannya membuatnya bermain dengan kemarahan.

“Anda bermain dengan begitu banyak emosi. Termasuk kemarahan, namun saya tidak punya apa-apa untuk bisa menjernihkan pikiran,” kata Gareth Bale dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Saya hanya bisa berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Wales dan Real Madrid. Saya juga akan terus melakukannya,” ucapnya.

Bale saat ini tengah fokus bersama timnas Wales untuk menghadapi pertandingan di pentas kualifikasi Piala Eropa 2020. Ia akan kembali diandalkan menghadapi partai melawan Slovakia dan Kroasia.

Ryan Giggs - Gareth Bale - Wales - Propaganda
Propaganda.com

Sebagai pelatih, Ryan Giggs mengaku tidak terkejut dengan perubahan drastis yang terjadi dalam karier Bale di Madrid. Ia bahkan, yakin anak asuhnya mampu mempertahankan performa impresif dan tetap menjadi aset besar buat Los Blancos.

“Dalam sepak bola segala sesuatu dapat berubah dengan cepat. Sekarang ia bermain, dicintai, senang, dan semoga dapat mempertahankan apa yang dilakukannya di Madrid,” kata Giggs.

“Jika Gareth bisa berlatih dengan baik serta mendapatkan kesempatan bermain, ia selalu bisa membuat Anda tertarik. Karena ia bisa membalikkan keadaan, mencetak gol, dan ia adalah aset berharga,” ucapnya.

https://www.instagram.com/p/B3cGCuvAfAd/

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pelatih Timnas Wales Enggan Komentari Masa Depan Gareth Bale

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Masih simpang siurnya masa depan Gareth Bale di Real Madrid ternyata tak membuat pelatih timnas Wales, Ryan Giggs, kelimpungan. Satu-satunya perhatian Ryan Giggs adalah, kondisi fisik Gareth Bale jelang laga internasional bulan Juni nanti.

Zinedine Zidane sudah mengatakan bahwa Los Blancos akan berusaha untuk melepas Bale pada bursa transfer musim panas mendatang. Namun, hingga kini, belum ada klub yang berminat untuk mendaratkan pemain 29 tahun itu.

“Gareth bermain untuk tim yang sangat hebat. Saya tak ingin melibatkan diri terhadap segala urusan yang terjadi di level klub. Satu-satunya perhatian saya adalah, kondisi fisiknya jelang laga kualifikasi Piala Eropa 2020,” ujar Ryan Giggs dikutip dari laman Sky Sports.

Ryan Giggs - Gareth Bale - Wales - Propaganda
Propaganda

“Dunia tahu kalau Gareth merupakan pemain kelas dunia. Dia telah menunjukkan kualitasnya di Spanyol dan di tempat lain. Fokus saya adalah, mempersiapkannya jelang dua laga berat pekan depan,” imbuhnya menambahkan.

Gareth Bale diharapkan bisa menjadi tumpuan Wales ketika menghadapi Kroasia dan Hungaria bulan depan. Menurut Ryan Giggs, Wales berada di grup yang cukup kompetitif dan sangat berat.

“Kami akan melakoni dua laga penting menghadapi dua tim yang sangat kuat. Hungaria berhasil mengalahkan Kroasia dan sedikit kurang beruntung ketika melawan Slowakia. Kami berada di dalam grup yang sangat kompetitif,” tandasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Ryan Giggs Berencana Beri Gareth Bale Tekanan

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Wales, Ryan Giggs, ingin memberikan tekanan kepada Gareth Bale jelang kiprah di kualifikasi Piala Eropa 2020.

Gareth Bale masih menjadi pemain yang paling diandalkan timnas Wales meski usianya sudah hampir 30 tahun. Termasuk jelang pembukaan babak kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Slovakia.

Bale merupakan pemain dengan status pencetak gol terbanyak dalam sejarah Wales. Dengan torehan 31 gol dari 74 penampilan sejauh ini.

Christian Eriksen menyebut hanya ada satu nama yang bisa menyamai level Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Nama itu adalah Gareth Bale.
AS.com

Besarnya kontribusi Gareth Bale memunculkan kecenderungan ada ketergantungan kepada pemain bintang Real Madrid ini. Giggs pun tak ingin label tersebut terus-menerus lekat dengan timnya sehingga berpotensi memberikan dampak buruk.

Terutama ketika Bale tidak bisa memperkuat timnas berjulukan The Dragons. Namun, Giggs tidak mengungkapkan secara langsung rencananya memberikan tekanan kepada Bale.

“Kita semua tahu seperti apa talentanya. Jika bermain, ia akan mencetak gol,” kata Giggs dilansir Football5star.com dari FourFourTwo.

“Namun, di saat bersamaan saya juga ingin memberikan tekanan kepadanya. Jadi, jika ia tidak bisa bermain, kami tidak hanya mengandalkan satu pemain,” ucapnya.

Performa Wales tengah mengalami penurunan terutama dalam lima pertandingan terakhir. Dari jumlah tersebut, mereka hanya mampu menuai satu kemenangan dan empat laga lainnya berujung kekalahan.

Wales akan melakoni laga kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup E melawan Slovakia di Cardiff Stadium, Minggu (24/3/2019). Namun, sebelum itu mereka akan meladeni Trinidad-Tobago di Racecourse Ground, Rabu (20/3/2019) waktu setempat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Penampilan Spanyol Bikin Enrique Terkesima

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Spanyol menunjukkan penampilan impresif saat menghadapi Wales dalam laga uji tanding di Stadion Millennium Cardiff, Jumat (12/10/2018). Pelatih La Furia Roja, Luis Enrique mengaku terkesima dengan performa anak asuhnya pada pertandingan tersebut.

Meski bermain di kandang lawan, Spanyol tetap mendominasi jalannya laga dengan persentase penguasaan bola sebesar 69 persen. Catatan apik tersebut dibarengi dengan kemenangan telak La Furia Roja atas Wales.

David de Gea dkk sukses menggulung tim besutan Ryan Giggs tersebut dengan skor telak 4-1. Paco Alcacer menyumbangkan dua gol pada menit kedelapan dan 29. Sedangkan dua gol lainnya dicetak oleh Sergio Ramos (19’) dan Marc Bartra (74’).

Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Spanyol dicetak oleh Penyerang Wales yang memperkuat Burnley, Sam Vokes jelang pertandingan usai.

“Kami telah melakukan banyak hal yang kami bicarakan. Tim kami lebih unggul dari menit pertama dan sikap para pemain pada pertandingan tersebut hampir sempurna,” puji Luis Enrique seperti dikutip Football5star dari AS.com, Jumat (12/10/2018).

“Ini adalah permainan yang intens di mana saya begitu mencintai tim saya. Sikap mereka selama 90 menit, kami pergi ke pertandingan, untuk menghasilkan situasi yang baik. Lalu menyebabkan pressing tinggi dan mencegah merekamencetak gol dan itu sudah berjalan dengan sangat baik,” sambungnya.

Sejauh ini Luis Enrique telah melakoni tiga pertandingan saat menangani Spanyol. Dari tiga laga tersebut La Furia Roja selalu menang bahkan dengan total mencetak 12 gol dengan dua kali kebobolan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]