Toni Kroos: Saya Belum Tahu Kapan Bisa Bermain

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Real Madrid, Toni Kroos, mengungkapkan soal kekhawatirannya terhadap cederanya. Kroos menyebut bahwa dia belum tahu kapan dia pulih.

Kroos masih belum menjalani debutnya di musim 2021-22 bersama Real Madrid karena menderita cedera musim panas ini setelah Euro 2020. Dia mengungkapkan bahwa ada perkembangan dengan pemulihan cederanya, tapi sedikit.

Toni Kroos Saya Belum Tahu Kapan Bisa Bermain
Managing Madrid

“Seperti yang selalu saya katakan, akan ada update sehubungan dengan cedera saya di sini, jadi ini sedikit. Selama tiga minggu saya absen karena cedera pangkal paha. Cedera ini tidak sembuh dalam seminggu,” ucap Kroos seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitternya.

Dia melanjutkan, “Saya telah membuat sedikit kemajuan, tetapi masih relatif kecil. Masih sulit untuk mengetahui kapan saya akan kembali ke lapangan. Dalam video, Anda dapat melihat latihan yang saya lakukan dan saya berharap dapat meningkatkan sedikit demi sedikit”

Toni Kroos Cedera, Carlo Ancelotti Andalkan Fede Valverde

Carlo Ancelotti Siap Jadikan David Alaba Pemain Kunci di Real Madrid
Marca

Pelatih Ancelotti mengandalkan Fede Valverde untuk menggantikan Toni Kroos di lini tengah dan pemain timnas Uruguay itu bermain apik di dua laga pertama.

Luka Modric yang bermain di laga pertama lawan Alaves juga mengalami cedera ringan dan Isco menggantikannya di laga kedua melawan Levante.

Toni Kroos sendiri diyakini baru akan pulih setelah jeda internasional yang diadakan pada awal sampai pertengahan September jika pemulihannya berjalan dengan lancar.

Toni Kroos: Mungkin Ada Pemain PSG yang akan Datang ke Real Madrid

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Real Madrid, Toni Kroos, nampaknya menambah bumbu perdebatan soal Kylian Mbappe yang dirumorkan akan bergabung ke Madrid. Kroos mengatakan bahwa ada pemain Paris Saint-Germain yang mungkin akan bergabung bersamanya,

Seperti yang diketahui, rumor Mbappe yang akan keluar dari PSG dan akan pindah ke Real Madrid sudah beredar sejak lama. Ada yang melaporkan Mbappe berusaha pindah musim panas ini, dan laporan lainnya menyebut bahwa dia baru akan keluar tahun depan setelah kontraknya habis.

Toni Kroos Mungkin Ada Pemain PSG yang akan Datang ke Real Madrid
Archysport

Kroos berbicara dengan saudara laki-lakinya di podcast yang mereka buat, Einfach mal Luppen. Awalnya Kroos berbicara soal Lionel Messi yang bergabung ke PSG, namun dia juga sedikit memberi kode bahwa ada pemain PSG yang akan datang ke Madrid.

“Kami akan melihat bagaimana semuanya berjalan (mengenai kedatangan Messi ke PSG). Langkah ini mungkin bagus untuk kami karena rival terbesar kami (Barcelona) telah kehilangan pemain terbaik mereka,” ucap Kroos di podcastnya seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Toni Kroos Tak Heran Jika Real Madrid Rekrut Mbappe

Dia melanjutkan, “Dan sesuatu yang lebih baik mungkin muncul sebagai konsekuensinya. Mungkin seorang pemain dari Paris akan bergabung dengan kami… Saya tidak tahu.”

Masih belum diketahui apakah Mbappe benar akan pindah ke Real Madrid musim panas ini atau tahun depan, atau mungkin itu tak akan pernah terjadi. Tapi yang pasti Mbappe belum memperpanjang kontraknya bersama PSG sampai saat ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Toni Kroos Tak Kaget Jika Real Madrid Rekrut Mbappe

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Toni Kroos, gelandang Real Madrid mengaku tak kaget atau heran jika klubnya akan merekrut Kylian Mbappe dari PSG. Real Madrid belakangan dirumorkan akan mendatangkan Mbappe dari Paris.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Senin (9/8/2021), Toni Kroos menyebut bahwa sebagai klub, Real Madrid memang selalu menginginkan mendapatkan pemain terbaik di dunia.

Alasan Toni Kroos Ingin Akhir Karier di Real Madrid

“Saya lebih suka berbicara tentang penandatangan yang sudah selesai. Tapi karena Real Madrid selalu menginginkan yang terbaik, saya tidak akan terkejut,” ucap Kroos.

Pemain asal Jerman itu juga menyinggung soal rumor Erling Haaland yang pernah dikaitkan dengan Real Madrid. Menurut mantan penggawa timnas Jerman itu, Haaland ialah pemain yang paling menarik di bursa transfer saat ini.

“Di sebelahnya, Haaland jelas merupakan pemain yang paling menarik di pasar dan karena itu tidak akan murah. Kami tidak boleh lupa bahwa kami berada di periode tidak ada aliran uang. Pada saat yang sama, kami juga ada urusan renovasi stasdion yang tidak gratis,” papar Kroos.

Skema Messi ke PSG, Haaland ke Madrid

Rumor Mbappe ke Real Madrid tak lepas dari masa depan Messi yang dikaitkan dengan PSG. Salah satu media yang berbasis di Catalan, Spanyol, RAC 1 menyebut kemungkinan Lionel Messi untuk bermain bersama Neymar di PSG.

Gini Wijnaldum Minta Kylian Mbappe Bertahan di PSG

Yang menarik kemudian, untuk bisa mendapatkan Messi yang saat ini berstatu bebas transfer tersebut, kubu PSG disebut RAC 1 akan menjual Kylian Mbappe. Bintang muda Prancis itu kemudian dikaitkan dengan Real Madrid.

“PSG tidak diragukan lagi adalah pihak yang diuntungkan karena situasi ini. PSG adalah satu-satunya tim yang mampu menopang gaji sang pemain,” tulis RAC 1.

“Tapi klub Prancis itu akan terpaksa menyingkirkan Kylian Mbappe. Pemain Prancis itu akan semakin dekat dengan Real Madrid,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Gagal Bersaing dan Rasakan Stres, Adik Toni Kroos Gantung Sepatu

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Karier Toni Kroos tetap melesat bersama Real Madrid. Dan sejauh ini ia sukses mempersembahkan gelar, baik bersama Madrid, Bayern Munich, serta timnas Jerman.

Apa yang diraih Toni Kroos rupanya tak sekali pun dirasakan Felix Kroos, adik sang gelandang. Sama-sama jebolan akademi Hansa Rostock, karier perjalanan Felix tidak sementereng Toni.

Setelah menjalani awal menjanjikan bersama Hansa Rostock, ia pindah ke Werder Bremen dan bertahan selama enam musim. Toni dan Felix juga sempat saling berhadapan di Bundesliga saat sang kakak masih berseragam Bayern Munich.

felix kroos sportwetten
sportwetten.de

Setelah itu pemain 30 tahun mengenyam jersey Union Berlin dengan catatan 116 penampilan. Namanya juga turut serta membawa Union Berlin promosi ke Bundesliga untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

Akan tetapi berbagai cedera membuat ia tersingkir dari tim utama hingga dilego ke Eintracht Braunschweig tahun lalu. Di sana Felix Kroos rupanya tak mampu bangkit dan hanya jadi penghangat bangku cadangan.

Tak kunjung mendapat tempat, adik Toni Kroos ini akhirnya memutuskan pensiun dini. Ia mengaku tidak mampu bermain di level tertinggi dan mengalami stres hebat dalam beberapa bulan terakhir.

“Selama 13 tahun saya habiskan karier sebagai pesepak bola profesional telah meninggalkan jejak di sebuah tempat. Tidak hanya secara fisik tapi juga mental. Saya selama ini berjuang melawan tekanan dan ini membuat stres,” kata Felix Kroos seperti dilansir Sport1, Selasa (20/7/2021).

“Saya sudah tidak yakin lagi bisa jadi pilihan utama di klub mana pun, pergi ke tempat baru, membiasakan diri dan bermain untuk klub yang saya sendiri tidak yakin,” sambung mantan penggawa timnas U-21 Jerman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lothar Matthaeus Belum Puas Serang Toni Kroos

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lothar Matthaeus, eks kapten timnas Jerman tidak puas dengan kritikan pertamanya kepada pemain Real Madrid, Toni Kroos. Beberapa pekan lalu, Lothar Matthaeus sempat menyampaikan kritik pedas kepada penampilan Kroos di EURO 2020.

Di kritik pertamanya pada awal Juli ini, Lothar Matthaeus menyebut Toni Kross bukan pemain yang bisa memimpin tim di lapangan. Eks pemain Bayern Munich itu juga mengatakan bahwa Kross tidak memiliki gairah saat bela Jerman di EURO 2020.

Toni Kroos Sudah Tak Punya Tempat di Sepak Bola

Tak puas dengan kritikan pertamanya, Matthaeus kembali sampaikan kritik pedas kepada Kroos. Matthaeus menyebut bahwa pemain Real Madrid itu bukan lagi kelas internasional.

“Secara pribadi, saya tidak memiliki permasalahan dengan Kroos tetapi saya tidak suka dengan gaya permainannya,” kata Matthaeus seperti dikutip Football5star.com dari Kicker, Selasa (20/7/2021).

“Kita bisa lihat di EURO 2020 bahwa ini bukan hanya tentang kecepatan bermain tetapi juga bagaimana mengontrol bola. Dia melakukannya dengan cukup baik dengan satu atau dua kontak, tetapi ketika dia mengoper bola, dia kehilangan kecepatan”

“Toni Kross bukan lagi pemain kelas internasional,” tegas Lothar Matthaeus.

Semenjak gagal membawa Jerman meraih gelar EURO 2020 dan memutuskan pensiun di level timnas, kritik pedas selalu diterima Kross dari mantan pemain. Selain Matthaeus, Kroos juga mendapat kritik dari Uli Hoeness.

Menurut Hoeness, gaya main Toni Kroos sudah ketinggalan zaman. “Saya sangat menyukai Kroos, dia menampilkan beberapa penampilan kelas dunia dan hebat saat di Bayern, tetapi gaya permainannnya sudah ketinggalan zaman,” kata Hoenes

“Harus dikatakan bahwa Toni Kroos sudah tidak cocok dalam permainan modern dengan umpan horizontalnya,” tambah Hoeness. “Permainan sekarang dimainkan secara vertikal. Pemain mengambil bola dan membawanya ke depan dengan kecepatanya,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Permainannya Dikritik Uli Hoeness, Ini Balasan Toni Kroos

gamespool
Permainannya Dikritik Uli Hoeness, Ini Balasan Toni Kroos 22

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, membalas pernyataan eks Presiden Bayern Munich, Uli Hoeness, yang mengklaim permainan Kroos sudah selesai. Kroos menyindir pernyataan legenda Jerman itu.

Hoeness sebelumnya menyalahkan Kroos yang menurutnya menjadi biang kerok kegagalan Jerman di Euro 2020. Dia menyebut cara bermain Kroos sudah tak layak di dunia sepak bola.

“Saya suka Kroos, dia menunjukkan penampilan kelas dunia di masa lalu. Dia hebat untuk Bayern, tapi cara bermainnya sudah selesai. Dia tidak lagi cocok dengan sepak bola saat ini,” kata Hoeness seperti dikutip Football5Star.com dari saluran TV Jerman, RTL.

Toni Kroos - Timnsa Jerman - Euro 2020 - @imiasanmia
twitter.com/imiasanmia

Dia melanjutkan, “Kami tertinggal 1-0 melawan Inggris di seperempat jam terakhir, Kroos tidak lagi melewati garis tengah. Dia bermain menyamping, lalu menyamping lagi, sampai pertahanan lawan mengorganisir diri. Toni Kroos tidak lagi cocok dengan sepakbola ini dengan permainan menyampingnya. Sepak bola kami dimainkan secara vertikal. Bola dimainkan ke depan sepanjang waktu.”

Kroos membalas peryataan itu lewat Twitternya. Mantan pemain Bayern Munich itu menyindiri Hoeness bahwa analisisnya tidak layak masuk ke RTL.

“Uli Hoeness adalah seorang pria dengan pengetahuan sepak bola yang hebat, bahkan jika analisisnya tidak cukup baik untuk RTL. Dia memiliki sedikit minat dalam permusuhan dan benar-benar berdamai dengan dirinya sendiri,” kicau Kroos.

Toni Kroos sendiri mengumumkan bahwa dirinya pensiun dari sepak bola internasional setelah Jerman tersingkir dari Euro 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Toni Kroos Sudah Tak Punya Tempat di Sepak Bola

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Toni Kroos menurut mantan pemain Bayern Munich, Uli Hoeness sudah tak memiliki tempat di sepak bola hari ini. Menurut Uli Hoeness, gaya main Toni Kroos sudah ketinggalan zaman.

“Saya sangat menyukai Kroos, dia menampilkan beberapa penampilan kelas dunia dan hebat saat di Bayern, tetapi gaya permainannnya sudah ketinggalan zaman,” kata Hoeness seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Senin (12/7/2021).

toni kroos-dfb

“Harus dikatakan bahwa Toni Kroos sudah tidak cocok dalam permainan modern dengan umpan horizontalnya,” tambah Hoeness. “Permainan sekarang dimainkan secara vertikal. Pemain mengambil bola dan membawanya ke depan dengan kecepatanya,”

Uli Hoeness pun menyoroti gaya main Toni Kroos saat pertandingan babak 16 besar EURO 2020 antara Inggris vs Jerman. Menurutnya, Kroos beberapa kali menampilkan gaya permainan yang mudah terbaca pemain Inggris.

“Kami tertinggal 0-1 di seperempat jam terakhir dan Kroos berhenti melewati garis lorong. Cara bermainnya benar-benar selesai. Dia bermain melebar dan terus melebar lagi dan kemudian pertahanan lawan mampu membacanya,” papar Hoeness.

Pria yang pernah melatih timnas Jerman Barat itu pun menegaskan bahwa seharusnya Kroos tidak masuk dalam skuat Joachim Loew di EURO 2020.

“Dua game pertama cukup bagus dengan empat pemain di belakang. Kemudian di game ketiga kami memulai dengan tiga pemain. Mengapa? Karena Loew ingin memainkan Kroos. Ia sudah tak memiliki tempat di sepak bola hari ini,”

“Jika kami bermain dengan pertahanan empat orang dengan Goretzka, Kimmich dan Mueller ditambah Sane, Gnabry dan Havertz, kami sekarang akan berada di posisi yang berbeda. Jermain memainkan sepak bola yang buruk,” tutup Uli Hoeness.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lothar Matthaeus Serang Toni Kroos: Dia Tak Punya Gairah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Footbaal5star.com, Indonesia – Lothar Matthaeus kecewa dengan capaian Jerman di Euro 2020. Dan satu pemain yang jadi sasaran sang legenda adalah Toni Kroos.

Toni Kroos jadi salah satu pemain senior yang masih dipertahankan Joachim Loew. Namun, walau unggul pengalaman, performanya mengecewakan. Bagi Lothar Matthaeus, sang gelandang sudah kehilangan gairah.

“Penampilannya di Euro sangat mengecewakan. Dia tidak bisa memimpin tim. Tidak ada lagi gairah, api, dan umpan vertikal yang jadi keunggulannya. Semua kontaknya dengan bola tidak membantu,” tulis legenda Jerman di Bild, Rabu (7/7/2021).

Lothar Matthaeus terlihat bugar dan tanpa uban meskipun sudah berumur 60 tahun.
fcbinside

“Menyenangkan memang melihat dia, tapi tidak efektif. Umpan pendek dan panjangnya seperti gaya rambutnya. Indah dan bersih. Tapi itu butuk waktu dan semangat dari permainan terlalu banyak umpan horizontal dalam permaian tiga bek, itu tidak masuk akal,” ia menambahkan.

Gagal membawa Jerman melaju lebih jauh di Euro, Toni Kroos memutuskan pensiun dari timnas. Kendati koda perpisahannya kurang menyenangkan, kontribusi gelandang Real Madrid untuk Der Panzer selama ini tetap dihargai Lothar Mathhaeus.

“Saya mengucapkan selamat kepadanya untuk semua yang telah dia capai di Real Madrid dan timnas. Angkat topi untuk kariernya dan penampilannya secara keseluruhan,” sambungnya.

“Toni adalah seorang pemain hebat dan elegan. Dia punya kontribusi besar untuk kesuksesan Jerman era sekarang,” tutup Lothar Matthaeus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Alasan Toni Kroos Ingin Akhiri Karier di Real Madrid

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Toni Kroos beberapa waktu lalu memutuskan untuk pensiun dari timnas Jerman. Keputusan berat ini diambil Toni Kroos setelah mempertimbangkan banyak hal. Setelah resmi pensiun dari timnas Jerman, gelandang 31 tahun itu juga sudah menyatakan ingin akhiri karier di Real Madrid.

Toni Kroos pun menyebut bahwa perkiraan waktu ia akan pensiun sebagai pemain sepak bola ialah saat usianya menginjak 33 tahun. “Saya percaya bahwa tahun 2023 tepat, saya juga akan berusia 33 tahun,” ucap Toni Kroos seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Minggu (4/6/2021).

toni kroos-dfb

“Saya akan memutuskan apakah saya akan memperbarui kontrak di Real Madrid untuk satu atau dua musim. Itu masih terbuka untuk didiskusikan. Tetapi saya benar-benar yakin bahwa saya akan pensiun di Real Madrid,” tambahnya.

Menariknya, Kroos menyebut soal alasan mengapa dirinya lebih ingin pensiun di negeri orang dibanding kembali ke Jerman dan bermain di salah satu klub Bundesliga.

Kroos menyebut bahwa dirinya merasa tidak semua orang Jerman memberikan penghargaan dan pengakuan kepada dirinya yang telah bermain selama 106 pertandingan internasional bersama tim Panser.

“Saya tidak ingin menuduh semua orang di Jerman, karena ada banyak penggemar yang menghargai saya. Tetapi kadang-kadang saya merasa ada yang tidak menghargai apa yang saya lakukan selama 11 tahun,”

“Ini berbeda di Spanyol. Semua orang berterima kasih kepada saya sejak pertandingan pertama saya tujuh tahun lalu,” tambah Kroos.

Soal keputusannya untuk pensiun dari timans Jerman, ia menegaskan bahwa saat ini waktu yang tepat untuk dirinya beristirahat setelah 11 tahun lamanya bermain di level internasional.

“Saya membutuhkan periode istirahat yang belum bisa saya miliki sebagai pemain internasional selama 11 tahun berkarier,” tutup pemain kelahiran Greifswald, Jerman tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Toni Kroos Putuskan Pensiun dari Timnas Jerman

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Selesai sudah karier panjang Toni Kroos bersama timnas Jerman. Sang gelandang baru saja memutuskan pensiun dari tugas negara.

Toni Kroos mengaku berat mengambil keputusan ini. Sebab masih ada beberapa target yang belum berhasil dia capai bersama jerman.

“Saya sudah bermain untuk Jerman 106 kali. Tidak akan ada waktu lain. Saya sangat berharap dan saya memberikan segalanya lagi bahwa akan ada 109 pertandingan internasional dan mengakhirinya dengan satu gelar besar, Euro 2020,” demikian pernyataan sang gelandang, Jumat (2/7/2021).

“Saya telah membuat keputusan berhenti setelah turnamen ini pada waktu yang lama. Sudah jelas bahwa saya tidak akan tersedia untuk Piala Dunia 2022 di Qatar,” ia menambahkan.

Selama 11 tahun Kroos membela Der Panzer. Dengan waktu sepanjang itu dia mampu mencatatkan 106 laga dan menghasilkan 17 gol.

Prestasi tertinggi dibuat pemain 31 tahun di Piala Dunia 2014 lalu. Kala itu dia sukses membawa Jerman juara Piala Dunia untuk keempat kalinya.

Selanjutnya mantan bintang Bayern Munich ingin lebih fokus bersama Real Madrid. Dia juga ingin memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga.

“Saya ingin fokus sepenuhnya pada target saya bersama Real Madrid untuk beberapa tahun ke depan. Selain itu mulai sekarang saya akan memiliki waktu untuk istirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga yang belum saya rasakan selama menjadi pemain tim nasional,” tutup Toni Kroos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Toni Kroos Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Prancis

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jerman harus mengakui keunggulan Prancis. Tampil di Allianz Arena pada laga pertama Euro 2020 Grup F, Rabu (16/6/2021) dinihari WIB Toni Kroos dkk takluk 0-1.

Kekalahan Der Panzer kali ini terasa menyakitkan. Sebab gol dibuat oleh pemain mereka sendiri. Ya, Mats Hummels membuat gol bunuh diri pada babak pertama.

Hal ini pun membuat Toni Kroos kecewa. Gol yang tak seharusnya terjadi ditambah dengan gagalnya mereka memanfaatkan peluang disebut jadi penyebab kekalahan Der Panzer.

jerman - toni kroos
@EURO2020

“Sebuah gol yang tidak seharusnya jadi penentu pertandingan. Kami menguasai sebagian besar pertandingan tapi tidak bisa mencetak gol,” ungkap gelandang Real Madrid di laman resmi DFB, Rabu (16/6/2021).

“Kami mampu menerapkan banyak rencana permainan jadi kami harus perlu melihat ke depan untuk pertandingan berikutnya,” sambung Kroos.

Kekalahan ini membuat pasukan Joachim Loew tertahan di urutan ketiga Grup F. Mereka terpaut tiga angka dari Portugal dan Prancis yang sama-sama meraih kemenangan pada laga pertama.

Peluang untuk lolos ke perempat final memang masih terbuka. Tapi upaya tersebut akan terasa berat karena mereka dituntut untuk menang pada dua laga berikutnya.

Di sisi lain, gol Mats Hummels dinihari tadi juga menyisakan satu rekor buruk. Untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaannya di Euro, Der Panzer kebobolan oleh gol bunuh diri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jelang Prancis vs Jerman, Absennya Marco Reus Jadi Sorotan Lagi

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Jerman akan memulai kiprah di EURO 2020 dengan menghadapi timnas Prancis, Rabu (16/6/2021) dini hari WIB. Jelang laga itu, ketidakhadiran Marco Reus di skuat asuhan Joachim Loew kembali jadi sorotan. Pelatih baru 1.FC Koeln, Steffen Baumgart, terang-terangan mengkritik putusan pemain Borussia Dortmund itu.

Reus secara mengejutkan menolak ikut berpartisipasi di EURO 2020. Dia lebih memilih memulihkan kondisi tubuhnya ketimbang membela timnas Jerman. Padahal, performanya bersama Dortmund sangat baik pada akhir musim lalu di Bundesliga dan DFB Pokal.

Keengganan Marco Reus membela timnas Jerman dikritik oleh Steffen Baumgart.
kicker.de

Baumgart sungguh tak mengerti putusan Reus tersebut. “Anak itu tengah dalam performa bagus. Piala Eropa kali ini sangat mungkin jadi kesempatan terakhirnya meraih gelar besar, tapi dia lebih memilih untuk pergi berlibur,” kata Steffen Baumgart kepada Westfallen-Blatt seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Sepanjang kariernya, Marco Reus terbilang nahas. Hingga saat ini, dia baru berkiprah di dua turnamen besar bersama timnas Jerman. Pertama, Piala Eropa 2012. Saat itu, dia hanya turun dalam 2 pertandingan dan mencetak 1 gol. Kedua, dia jadi bagian timnas Jerman yang hancur lebur di Piala Dunia 2018. Turun dalam 3 laga, dia juga mencetak 1 gol.

Baumgart Bandingkan Marco Reus dengan Kroos

Sikap Marco Reus yang seolah tak punya ambisi mengharumkan nama Jerman sangat disayangkan dan disesalkan Steffen Baumgart. Secara pribadi, dia akan melakukan apa pun demi membela timnas Jerman di ajang internasional. Namun, kesempatan itu tak pernah ada.

“Bagi saya, itu adalah hal istimewa. Saya bahkan mau datang ke turnamen meskipun dengan kursi roda sekalipun. Saya akan sangat bersemangat, Namun, sayangnya, kualitas saya sebagai pemain tidak cukup baik untuk membela timnas,” ujar Baumgart.

Komitmen Toni Kroos untuk membela timnas Jerman di UERO 2020 dipuji Steffen Baumgart.
lequipe.fr

Lebih lanjut, Baumgart membandingkan Marco Reus dengan Toni Kroos. Dia menunjukkan perbedaan mencolok di antara kedua pemain itu. “Anak itu (Kroos) sudah meraih segalanya. Namun, dia tetap berjuang keras untuk sehat pada waktunya setelah terpapar korona,” ucap dia.

Marco Reus hingga saat ini sudah 44 tampil bagi timnas Jerman dan mencetak 13 gol. Jumlah itu terbilang sedikit karena kapten Dortmund tersebut menjalani debutnya pada 7 Oktober 2011 atau satu dekade silam. Andai tetap bermain bagus, kans terbesar baginya adalah tampil di Piala Dunia 2022.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Toni Kroos: Sergio Ramos Kapten Terbaik yang Saya Miliki

gamespool
Toni Kroos: Sergio Ramos Kapten Terbaik yang Saya Miliki 44

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, berharap Sergio Ramos tak meninggalkan Real Madrid dan menyebut dia sebagai kapten terbaik yang pernah dia miliki. Kroos juga berbicara soal Karim Benzema yang kembali dipanggil oleh timnas Prancis.

Ramos akan menjadi free agent jika tidak memperpanjang kontraknya sebelum 30 Juni mendatang. Kroos berharap hal itu tidak terjadi karena dia adalah kapten terbaik yang pernah dia miliki sepanjang kariernya.

Toni Kroos - Jerman - Real Madrid - Euro 2020 - @imiasanmia
@iMiaSanMia

“Saya tidak tahu bagaimana keadaan dengan klub, tetapi sepertinya dia memiliki 20 hari tersisa di kontraknya. Dia rekan setim yang hebat, saya sangat menikmati tahun-tahun saya bermain dengannya. Saya berharap akan lebih banyak lagi, tetapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Dia rekan setim yang hebat dan kapten terbaik yang pernah saya miliki dalam karier saya,” ucap Kroos seperti dilansir Football5Star.com dari AS.

Toni Kroos yang bermain bersama timnas Jerman akan berhadapan dengan Prancis, Rabu (16/6/21). Les Bleus sendiri akhirnya memanggil kembali Karim Benzema setelah lima tahun tak bermain.

“Saya tahu bahwa keluarnya dia dari skuat Prancis bukan karena alasan olahraga, karena dia terlalu bagus untuk tidak dipanggil sebelumnya. Sangat menyenangkan berada di lapangan bersamanya, sekarang kami akan menjadi rival, tapi saya percaya pertahanan kami. Kami harus menghentikannya sebagai sebuah tim,” ujar Kroos.

Toni Kroos melanjutkan, “Ada saat-saat sulit setelah Piala Dunia 2018, tetapi itu sudah tiga tahun dan saya percaya pada skuat ini. Ada banyak pemain yang menjadi sorotan kolektif dan itulah yang, menurut saya, sangat penting dalam turnamen sebesar ini.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Toni Kroos: Wasit di Laga Lawan Sevilla Mengintervensi Perebutan Gelar

gamespool
Toni Kroos: Wasit di Laga Lawan Sevilla Mengintervensi Perebutan Gelar 49

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Real Madrid, Toni Kroos, masih menyimpan dendam dengan wasit Juan Martinez Munuera yang memimpin laga Sevilla vs Real Madrid. Kroos menyebut bahwa Munuera mengintervensi perebutan gelar La Liga.

Laga Sevilla vs Real Madrid pada 10 Mei lalu berakhir dengan skor 2-2. Namun Madrid bisa saja menang di laga itu jika wasit Munuera tidak memberi penalti ke Sevilla setelah Eder Militao diklaim melakukan handball di kotak terlarang. Pelatih Madrid, Zinedine Zidane juga sudah memprotes hal itu.

Toni Kroos Lapangan Buruk Tak Jadi Alasan Performa Buruk Madrid
@realmadriden

Padahal, jika Madrid menang di laga itu, Los Blancos bisa berada di puncak klasemen sebelum laga terakhir akhir pekan nanti. Kini mereka dua poin di bawah Atletico Madrid.

“Saya bukan seseorang yang suka mengeluh, tapi, dalam hal ini, saya sangat kesal. Zidane tidak pernah benar-benar mengatakan apa-apa tentang keputusan dan dia selalu melindungi wasit. Jadi, fakta bahwa dia pergi ke wasit setelah pertandingan adalah tanda bahwa dia juga merasa sedikit dibohongi, seperti halnya saya,” ucap Kroos seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Kroos melanjutkan, “Wasit mencoba untuk membenarkan dirinya sendiri, tapi itu keputusan yang salah sangat jelas menurut saya. Pendapat saya sangat jelas dan sangat jarang saya tidak setuju sama sekali dengan wasit. Saya lakukan pada hari itu. Jika Anda merasa dirugikan, itu adalah satu hal di mana saya mengatakan ‘tidak aktif’.”

Pandangan Kroos terhadap Handball Militao

Ronald Koeman Buka Suara Soal Insiden Penalti di Laga Madrid vs Sevilla
Explica.co

Insiden itu terjadi pada menit ke-76 saat skor masih 1-1. Eder Militao diklaim melakukan handball, tapi wasit tetap melanjutkan pertandingan, Madrid melakukan serangan balik dan berakhir dengan Karim Benzema dilanggar oleh Bono di kotak penalti. Wasit memutuskan penalti untuk Madrid, namun setelah mengecek VAR, wasit mengubah keputusannya dan memberi penalti kepada Sevilla.

“(Militao) membelakangi bola dan bahkan tidak melihat bola, sementara dalam gerakan lambat Anda dapat melihat bahwa bola mula-mula menuju ke bahunya dan kemudian ke lengannya. Kami diberitahu bahwa jika bola memantul dari bagian tubuh yang lain, maka itu bukan handball,” ujar Kroos.

Toni Kroos melanjutkan, “Untuk melihatnya lagi dan merevisinya, karena dia tidak membunyikannya secara langsung, merupakan intervensi serius dalam perebutan gelar. Jika, pada akhirnya, kami tidak memiliki cukup poin (untuk memenangkan gelar) menurut saya ini adalah situasi yang juga berkontribusi padanya. Bagi saya ini jelas merupakan situasi yang berpengaruh.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Toni Kroos: Saya akan Pulih Sebelum Euro 2020

gamespool
Toni Kroos: Saya akan Pulih Sebelum Euro 2020 52

Football5star.com, Indonesia – Penggawa Real Madrid, Toni Kroos, merasa optimistis dengan peluang membela timnas Jerman di ajang Euro 2020 bulan depan. Kroos yakin ia bakal pulih dari Covid-19 beberapa saat sebelum turnamen tersebut digelar.

Kroos dipastikan tak bisa membela Real Madrid di partai pamungkas Liga Spanyol karena dinyatakan positif Covid-19. Pemain berusia 31 tahun itu sudah menjalani isolasi mandiri semenjak Senin (17/5) lalu.

Meski baru saja dinyatakan positif mengidap Covid-19, Kroos tetap masuk ke dalam skuat Joachim Loew untuk Euro 2020. Kroos akan bersaing dengan Ilkay Guendogan, Joshua Kimmich dan Leon Goretzka demi mendapat tempat di starting XI timnas Jerman.

“Jika semuanya berjalan sesuai rencana, saya akan bisa bergabung dengan timnas Jerman sebelum Euro 2020 digelar. Mungkin, saya akan bergabung satu atau dua hari setelah mereka menjalani pemusatan latihan,” tutur Toni Kroos dikutip football5star dari Marca.

“Satu hal yang bisa saya katakan kepada publik Jerman saat ini adalah, saya akan siap bermain di Euro 2020,” kata Kroos menambahkan.

Lebih lanjut, Kroos juga membeberkan kondisinya saat ini. Ia mengaku sudah merasa lebih baik setelah sempat mengalami demam selama beberapa hari.

“Saya sudah merasa baikan. Demam saya juga sudah mulai reda. Saya cukup heran karena ada seseorang yang bekerja di rumah kami yang positif Covid-19. Padahal, kami sudah menjalani protokol kesehatan dengan ketat,” tutur Kroos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Real Madrid Jalani Laga Akhir Musim Tanpa Toni Kroos

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Real Madrid dipastikan menjalani laga jornada terakhir Liga Spanyol tanpa Toni Kroos. Gelandang asal Jerman itu harus melupakan lapangan hijau setelah dinyatakan positif COVID-19. Dia saat ini tengah menjalani karantina mandiri dan tak dapat memperkuat tim asuhan Zinedine Zidane saat melawan Villarreal, Sabtu (22/5/2021).

“Real Madrid mengumumkan bahwa pemain kami, Toni Kroos, positif COVID-19 setelah menjalani tes pada hari ini,” urai pernyataan resmi Los Blancos seperti dikutip Football5Star.com dari laman resminya.

Lebih lanjut, dalam pernyataan itu diungkapkan penyebab Kroos tak tampil saat Madrid menghadapi Athletic Bilbao. Di sana disebutkan, “Kroos sudah menjalani isolasi sejak Jumat, 14 Mei, setelah melakukan kontak langsung dengan seseorang yang positif COVID-19.”

Berdasarkan keterangan resmi Madrid tersebut, Kroos kemungkinan baru dapat kembali beraktivitas normal pada 28 Mei mendatang. Itu pun dengan catatan dirinya sudah dinyatakan negatif COVID-19. Andai masih positif, mungkin saja dia harus melupakan Piala Eropa 2020 yang akan dimulai 11 Juni nanti.

Kepastian Kroos terpapar COVID-19 menambah panjang deretan pemain yang tak dapat memperkuat Madrid pada jornada terakhir. Sebelumnya, Lucas Vazquez, Sergio Ramos, Ferland Mendy, Raphael Varane, dan Dani Carvajal dipastikan absen karena belum pulih dari cedera.

Tanpa Kroos Tak Masalah

Toni Kroos telah absen dalam 9 laga musim ini dan Real Madrid tak pernah mengalami kekalahan.
Getty Images

Kepastian Toni Kroos absen memang cukup merugikan bagi Real Madrid. Pasalnya, dialah pemberi assist terbanyak di skuat asuhan Zinedine Zidane. Sepanjang musim ini, dia telah membuat 12 assist yang 10 di antaranya pada pentas Liga Spanyol.

Meskipun demikian, Madrid tak lantas krisis. Kekuatan mereka di lini tengah tak akan menurun drastis. Ketiadaan Kroos masih dapat ditutupi oleh pemain lain. Dalam dua laga terakhir, Zidane selalu memasang trio Federico Valverde, Casemiro, dan Luka Modric di lini tengah. Hasilnya, mereka menang atas Granada dan Bilbao.

Ketiadaan Toni Kroos juga tak berpengaruh buruk pada hasil akhir yang dituai Real Madrid. Sepanjang musim ini, Los Blancos tak kalah dalam 9 laga tanpa eks pemain Bayern Munich itu. Bahkan, Los Blancos mampu meraup 7 kemenangan dalam 9 laga tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Real Madrid vs Sevilla: Toni Kroos Selamatkan Wajah Los Blancos

gamespool
Real Madrid vs Sevilla: Toni Kroos Selamatkan Wajah Los Blancos 59

Football5star.com, Indonesia – Toni Kroos menjadi penyelamat Real Madrid setelah memaksa Diego Carlos mencetak gol bunuh diri pada partai melawan Sevilla, Senin (10/5) dinihari WIB. Partai Liga Spanyol antara Real Madrid vs Sevilla berakhir dengan skor 2-2.

Real Madrid tak butuh waktu lama untuk mencetak gol pertamanya. Pada menit ke-12, Karim Benzema berhasil mencetak gol setelah menanduk umpan silang Alvaro Odriozola. Namun, gol ini dianulir karena Odriozila berada dalam posisi off-side sebelum melepas umpan silang.

Pada menit ke-22, Sevilla mampu mencuri keunggulan. Memanfaatkan kesalahan para pemain belakang Real Madrid, Fernando berhasil menjebol gawang Thibaut Courtois tanpa kesuitan berarti.

Gol Fernando membuat Real Madrid langsung bangkit dan mulai mengurung lini belakang Sevilla. Pada menit ke-31, Benzema nyaris membawa Real Madrid menyamakan kedudukan. Namun, sepakannya bisa ditahan dengan baik oleh Yassine Bounou dan skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Toni Kroos - Real Madrid vs Sevilla - Liga Spanyol - realmadrid. com
realmadrid.com

Di babak kedua, Real Madrid kembali menekan lini belakang Sevilla. Demi menambah daya gedor anak asuhnya, Zinedine Zidane memasukkan Marco Asensio pada menit ke-66.

Semenit setelah dimasukkan, Asensio langsung bisa memberi dampak berarti. Pemain berusia 25 tahun itu berhasil membawa Real Madrid menyamakan kedudukan setelah menerima umpan kiriman Toni Kroos.

Pada menit ke-78, Sevilla mendapat hadiah penalti setelah Eder Militao menyentuh bola dengan tangannya di area terlarang. Ivan Rakitic yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa Sevilla kembali unggul.

Di penghujung pertandingan, Real Madrid kembali berhasil menyamakan kedudukan. Kali ini, gawang Yassine Bounou bobol setelah Diego Carlos mencetak gol bunuh diri.

Skor 2-2 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Tambahan satu poin membuat Real Madrid gagal menggusur Atletico dari puncak klasemen Liga Spanyol. Kedua tim masih dipisahkan oleh dua poin.

SUSUNAN PEMAIN REAL MADRID VS SEVILLA:

Real Madrid: 1-Thibaut Courtois; 19-Alvaro Odriozola, 3-Eder Militao, 6-Nacho Fernandez, 12-Marcelo (35-Miguel Gutierrez 66′); 10-Luka Modric (11-Marco Asensio 66′), 14-Casemiro, 8-Toni Kroos; 15-Fede Valverde, 9-Karim Benzema, 20-Vinicius Junior (7-Eden Hazard 79′)

Pelatih: Zinedine Zidane

Sevilla: 13-Yassine Bounou; 16-Jesus Navas, 12-Jules Kounde, 20-Diego Carlos, 19-Marcos Acuna; 10-Ivan Rakitic (21-Oliver Torres 88′), 25-Fernando, 8-Joan Jordan (6-Nemanja Gudelj 84′); 7-Suso (14-Oscar Rodriguez 83′), 5-Lucas Ocampos (9-Luuk de Jong 88′), 24-Papu Gomez (15-Youssef En-Nesyri 56′)

Pelatih: Julen Lopetegui

Kartu Kuning: Casemiro 21′ – Suso 56′, Gudelj 85′

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Toni Kroos: Kami Harus Buat Lebih Banyak Peluang Lawan Chelsea

gamespool
Toni Kroos: Kami Harus Buat Lebih Banyak Peluang Lawan Chelsea 63

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Real Madrid, Toni Kroos, berbicara seputar laga semifinal leg kedua Liga Champions melawan Chelsea, Kamis (6/5/21). Kroos juga berbicara soal masa depan pelatihnya, Zinedine Zidane.

Madrid hanya bisa bermain imbang 1-1 pada leg pertama di stadion Alfredo Di Stefano. Los Blancos memang berhasil mencetak gol, namun gol dari Karim Benzema itu merupakan satu-satunya tembakan ke arah gawang Chelsea. Kroos meminta timnya harus membuat peluang yang lebih banyak di Stamford Bridge nanti.

“Kami kuat dalam pertahanan dan itu penting ketika harus melewati pertandingan seperti ini dan melawan lawan seperti Chelsea. Kami ingin menciptakan lebih banyak peluang daripada leg pertama. Kami mampu melaju dan kami akan mempersiapkan pertandingan dengan baik, tetapi kami harus menciptakan lebih banyak daripada yang kami lakukan di leg pertama,” ucap Kroos seperti dikutip Football5Star.com dari Bein Sports.

Toni Kroos Lapangan Buruk Tak Jadi Alasan Performa Buruk Madrid
@realmadriden

Eden Hazard akan siap bermain di laga melawan mantan timnya itu. Walaupun sering menderita cedera, Kroos menyebut bahwa Hazard sudah banyak berkembang.

“Kami tahu betapa bagusnya dia, Eden. Sayang sekali dia tidak tersedia dalam beberapa bulan terakhir karena cedera. Namun, dia sekarang melakukan lebih baik, yang sangat penting baginya untuk menjadi yang terbaik. Dia pemain yang harus banyak membantu kami,” kata Kroos.

Pemain timnas Jerman itu melanjutkan, “Saya tidak tahu persis bagaimana dia melakukannya karena dia hanya starter di satu pertandingan tetapi dia selalu menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Tidak peduli seberapa banyak dia akan bermain, itu tidak tergantung pada saya, saya hanya berharap dia dapat membantu kami.”

Kroos juga mengomentari soal masa depan pelatihnya, Zidane, yang kontraknya akan habis pada akhir musim depan.

“Saya pikir dia akan tetap menjadi pelatih kami musim depan. Dia punya kontrak,” ujar Toni Kroos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Steven Gerrard Ungkap Upaya Liverpool Rekrut Toni Kroos

gamespool
Steven Gerrard Ungkap Upaya Liverpool Rekrut Toni Kroos 67

Football5star.com, Indonesia – Mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard mengaku sempat diminta oleh manajemen The Reds untuk membantu merekrut pemain asal Jerman, Toni Kroos.

Dalam buku otobiografinya berjudul, My Story, pada 2014 saat Kroos masih di Bayern Munich, Gerrard diminta untuk membujuk Kroos untuk bisa gabung ke Anfield.

Toni Kroos Lapangan Buruk Tak Jadi Alasan Performa Buruk Madrid

Saat itu, Kroos juga sempat dikaitkan dengan Manchester United. Rumor ini yang kemudian mendorong manajemen Liverpool meminta Gerrard membujuk Toni Kroos.

“Saat itu saya memiliki peran tidak resmi di klub, mencoba membujuk beberapa pemain hebat untuk bergabung ke Liverpool,” tulis Gerrard di buku otobiografinya tersebut, Senin (5/4/2021).

“Itu adalah ritual yang selalu terjadi di setiap musim panas. Klub akan memberi tahu saya target mana yang akan mereka rekrut dan kemudian meminta saya untuk menghubunginya,” tambah pelatih Rangers FC tersebut.

“Target kami di tahun 2014 sangat optimis. Brendan meminta saya untuk mecoba berbicara dengan Toni Kroos agar bergabung bersama Liverpool,” ungkap Steven Gerrard.

“Saya tahu Real Madrid bersiap untuk mengajukan tawaran ke Bayern Munich. Jadi, saya merasa agak canggung ketika mengirim SMS ke Kroos,”

“Orang Jerman itu sedang dalam perjalanan untuk memenangkan Piala Dunia dengan negaranya dan Real ada juara Eropa. Beberapa pesepak bola terbaik di dunia juga bisa menjadi pria terhormat. Kroos tidak membuatku merasa seperti orang bodoh,” tutup Gerrard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Toni Kroos Murka Qatar Perlakukan Pekerja Seperti Budak

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Di balik gemerlapnya stadion-stadion Piala Dunia di Qatar tahun depan terselip fakta memilukan. Para pekerja tidak diperlakukan secara layak.

Yang paling menyedihkan dialami pekerja migran yang mencapai ribuan orang. Mereka bekerja tiada henti di bawah terik matahari. Penanganan buruk ini bahkan sampai memakan korban jiwa.

Menurut laporan The Guardian, setidaknya 12 pekerja migran meninggal dunia selama persiapan Piala Dunia Qatar. Berita ini pun membuat Toni Kroos murka. Dia menyebut apa yang dilakukan pemerintah setempat tidak bisa diterima.

Toni Kroos - Timnsa Jerman - Euro 2020 - @imiasanmia
twitter.com/imiasanmia

“Pekerja imigran mengalami hari-hari tanpa istirahat dengan suhu 50 derajat di bawahnya. Mereka menderita, gizinya tidak tercukupi, mereka bekerja tanpa air minum di suhu yang gila,” ujar penggawa timnas Jerman kepada Cadena Cope, Rabu (31/3/2021).

“Semua ini benar-benar tidak bisa diterima,” ia menambahkan. Dalam sepekan terakhir, kualifikasi Piala Dunia 2022 diwarnai aksi simpatik para pemain terhadap para pekerja di sana.

Mulai dari timnas Jerman hingga Norwegia mengirim pesan perlawanan terhadap perlakuan pemerintah Qatar terhadap pekerja. Di sisi lain, mulai terdengar wacana untuk memboikot Piala Dunia 2022.

Untuk hal ini, Toni Kroos tidak setuju. Menurutnya, boikot bukanlah jawaban yang tepat. “Apakah boikot akan memperbaiki kondisi pekerja? Saya pikir tidak. Sepak bola selalu membangkitkan perhatian secara ekstrim, baik sebelum atau selama turnamen,” tutupnya.

Joachim Loew Tekankan Posisi Toni Kroos di Timnas Jerman Aman

gamespool
Joachim Loew Tekankan Posisi Toni Kroos di Timnas Jerman Aman 74

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Jerman, Joachim Loew, mengatakan bahwa posisi Toni Kroos di timnya masih aman. Loew mengatakan Jerman masih membutuhkan gelandang Real Madrid itu.

Kroos mengalami cedera sebelum laga melawan Islandia, (26/3/21) dan harus kembali ke Madrid. Namun tanpa Kroos, lini tengah Jerman tampil sangat apik dengan Joshua Kimmich, Leon Goretzka, Ilkay Guendogan dan Kai Havertz. Die Mannschaft menang dengan skor 3-0.

Toni Kroos - Jerman - UEFA - FIFA - Diario AS
Diario AS

Kimmich, Goretzka dan Guendogan juga saat ini bermain sangat baik bersama klub-klubnya masing-masing. Tapi, Loew menjamin bahwa Kross tetap akan dipanggil ke Euro 2020 musim panas nanti terlepas banyaknya persaingan di lini tengah.

“Mengapa dia harus takut akan tempatnya? Dia adalah pemain kelas dunia dan sangat penting bagi tim ini. Kami tahu bahwa kami mungkin kehilangan pemain karena cedera, tapi saya yakin kami akan memiliki semua orang yang tersedia pada Mei karena kami akan membutuhkan lebih dari 11 pemain pilihan pertama untuk Euro,” kata Loew seperti dilansir Football5Star.com dari Marca.

Kroos memulai debutnya di Jerman pada Januari 2010 dan langsung dipanggil ke Piala Dunia 2010. Kroos merupakan satu dari sedikit pemain alumni juara Piala Dunia 2014 yang masih dipanggil Loew sampai saat ini.

Toni Kroos sudah mendapatkan 101 caps dan berhasil mencetak 17 gol untuk Die Mannschaft.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gara-Gara Kritik Mesut Oezil, Toni Kroos Sering Dicap Nazi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Cerita pensiun Mesut Oezil dari timnas Jerman usai Piala Dunia 2018 lalu masih membekas dalam diri Toni Kroos. Dia yang mengkritik keputusan tersebut jadi dimusuhi oleh banyak pihak.

Seperti diketahui, Mesut Oezil pensiun dari timnas Jerman dengan membawa cerita kurang mengenakkan. Ia merasa menjadi tumbal utama atas kegagalan Der Panzer di Rusia.

Bahkan dalam surat terbuka yang dibuat tiga tahun lalu itu, pemain yang kini berseragam Fenerbahce menyinggung isu rasial di timnas Jerman. Hal inilah yang tidak disukai Toni Kroos hingga membuatnya mengkritik sang rekan.

Real Madrid vs Valencia Toni Kroos Gemilang, Los Blancos Menang
@iF2is

Akibat kritik tersebut, bintang Real Madrid mulai dicap sebagai Nazi oleh beberapa pihak. “Setelah Piala Dunia 2018 saya mengatakan bahwa saya tidak suka pensiunnya Oezil dan cara dia melakukannya,” ia menegaskan kepada Marca, Sabtu (6/3/2021).

“Setelah kritik itu saya langsung dianggap sebagai Nazi oleh banyak orang. Apalagi saya pirang, bermata biru, semuanya cocok untuk dikatakan,” sambung eks bintang Bayern Munich.

Terkait anggapan Nazi, Kroos mengaku tidak mau ambil pusing dengan itu. terbukti dia mampu mengatasinya dan tidak pernah mempermasalahkan hal-hal semacam itu.

“Saya berhasil mengatasinya. Itu bukan masalah yang harus dipikirkan. Tidak ada yang bisa bersembunyi di balik profil palsu dan kemudian menghina orang lain tanpa adanya masalah,” tutup Toni Kroos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Toni Kroos Berharap Gasperini Kesulitan Baca Taktik Madrid

gamespool
Toni Kroos Berharap Gasperini Kesulitan Baca Taktik Madrid 81

Football5star.com, Indonesia – Laga leg pertama babak 16 besar antara Atalanta vs Real Madrid di Atleti Azzurri d’Italia, Kamis (25/2/2021) diprediksi bakal berjalan cukup seru. Atalanta di atas kertas tentu tidak diunggulkan dibanding El Real. Namun bukan berarti penggawa Madrid tak waspada dengan permainan La Dea.

Salah satu penggawa Madrid, Toni Kroos bahkan berharap pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini kesulitan untuk membaca taktik yang diterapkan timnya.

Gian Piero Gasperini - Zinedine Zidane - Real Madrid - Atalanta - The Sun
Europa Press

“Saya harap pelatih Atalanta akan sulit untuk membaca bagaimana kami bermain. Dalam pertandingan nanti, semua posisi sangat penting. Jika kami mampu mengontrol lapangan tengah itu bagus, tapi sepak bola tidak hanya dari lapangan tengah,” ucap Kroos seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Rabu (24/2).

Menurut Kroos, pemain Madrid harus bisa bermain secara tim untuk menaklukkan Atalanta. Kemenangan di leg pertama akan sangat penting bagi Madrid menurut Kroos.

“Kami telah mendominasi selama bertahun-tahun dan kami ingin terus melanjutkan hal itu,”

“Idenya adalah saya menjadi gelandang tengah terbaik untuk membantu para penyerang dan pemain bertahan. Kami bermain untuk kesuksesan tim, bukan untuk dikatakan bahwa kami bermain bagus secara individu,” tambah pemain asal Jerman tersebut.

Kroos pun mengaku cukup kesal dengan kondisi internal Real Madrid karena banyak pemain yang menepi karena cedera.

“Sangat menjengkelkan memiliki begitu banyak cedera, tentu saja. Tapi kami terus tetap bisa fokus. Tugas saya tidak banyak berubah karena cedera, saya selalu memberikan segalanya untuk tim di dalam atau di luar lapangan,” tutup Toni Kroos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Toni Kroos: David Alaba Cocok Main di Real Madrid

gamespool
Toni Kroos: David Alaba Cocok Main di Real Madrid 85

Football5star.com, Indonesia – Bintang timnas Jerman, Toni Kroos, akan merasa sangat senang apabila David Alaba memilih pindah ke Real Madrid pada bursa transfer mendatang. Menurut Kroos, Alaba akan cocok bermain di Los Blancos musim depan.

Alaba dipastikan akan meninggalkan Bayern Munich ketika kontraknya berakhir pada musim panas 2021 nanti. Real Madrid disebut-sebut menjadi klub yang bakal dibela Alaba musim depan.

“Saat ini, David Alaba merupakan pemain andalan dan terus menjadi starter di Bayern Munich. Jadi, saya yakin dia memiliki kualitas yang pantas untuk bermain di sini,” ujar Toni Kroos dikutip football5star dari Marca.

David Alaba - Toni Kroos - Real Madrid - beIN Sports
beIN Sports

Lebih lanjut, Kroos mengaku belum dihubungi Alaba. Ia pun masih belum tahu klub mana yang akan dibela Alaba pada musim 2021-22 mendatang.

“Masalahnya, saya sudah tujuh tahun tak bermain bersama Alaba. Jadi, saya tak tahu apa yang ada di pikirannya. Termasuk klub mana yang akan ia bela musim depan,” tutur Kroos.

Real Madrid bukanlah satu-satunya klub peminat jasa Alaba. Pria berpaspor Austria itu dilaporkan masuk ke dalam radar Paris Saint-Germain (PSG) serta Chelsea.

Jika merapat ke Santiago Bernabeu, Alaba kemungkinan besar akan menjadi suksesor Sergio Ramos. Kontrak Ramos bersama Los Blancos akan habis pada musim panas 2021 mendatang.

Hingga saat ini, proses negosiasi antara Ramos dengan manajemen Real Madrid masih berjalan alot. Hal itu membuat Ramos disebut-sebut siap membela klub lain musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Toni Kroos: Target Saya adalah Juara Liga Champions Lagi

gamespool
Toni Kroos: Target Saya adalah Juara Liga Champions Lagi 89

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Real Madrid, Toni Kroos, mengungkapkan bahwa dirinya masih ingin memenangkan Liga Champions, walaupun sudah mendapatkannya 4 kali. Kroos menyebut dirinya ingin memenangkan gelar sebanyak mungkin selama masih aktif bermain.

Kroos yang saat ini berusia 31 tahun sudah memenangkan hampir segalanya sepanjang kariernya. Dia sudah memenangkan gelar liga, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub bersama Bayern Munich dan Real Madrid. Tak lupa juga Piala Dunia bersama Jerman. Tapi Kroos masih ingin mendapatkan lebih.

“Ketika Anda telah merasakan bagaimana rasanya memenangkan Liga Champions, Anda ingin merasakannya lagi dan lagi. Anda mungkin tidak dapat melakukannya selama beberapa tahun, karena orang lain juga ingin melihat seperti apa rasanya, tetapi keinginan untuk menghidupkan kembali pengalaman itu tidak hilang,” ucap Kroos seperti dikutip Football5Star.com dari AS.

Toni Kroos Lapangan Buruk Tak Jadi Alasan Performa Buruk Madrid
@realmadriden

Kroos melanjutkan, “Meski saya sudah empat kali memenangkannya, saya terus mengejar target juara Liga Champions untuk kelima kalinya. Ini akan sulit dan jika pada akhirnya tidak berhasil, mereka juga tidak akan menembak saya. Tentu saja, selagi saya masih aktif, saya ingin memanfaatkan waktu yang tersisa.”

Pemain timnas Jerman itu pernah mengatakan bahwa dirinya akan pensiun setelah kontraknya bersama Madrid akan habis pada 2023.

“Suatu hari nanti saya akan bisa duduk dengan tenang dan memikirkan apa yang telah saya capai dan apa yang membuat saya bangga. Dalam sepakbola, hanya ada sedikit waktu untuk menikmati apa yang telah dicapai. Bahkan jika Anda memenangkan satu gelar, Anda selalu dapat memenangkan gelar berikutnya,” kata Kroos.

Toni Kroos melanjutkan, “Dan jika Anda kalah di pertandingan berikutnya, semuanya akan kembali menjadi buruk lagi. Saya pikir suatu hari nanti setelah gantung sepatu, momen-momen itu akan dikenang, tetapi tidak pernah dengan emosi yang sama seperti saat kemenangan yang tepat. Untuk alasan ini, saya pikir tidak buruk memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati hal-hal tertentu. “

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pemecatan Julen Lopetegui Membuat Toni Kroos Sakit Hati

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Julen Lopetegui memang gagal total saat menukangi Real Madrid 2018 lalu. Walau begitu dia sangat dicintai para pemain. Salah satunya Toni Kroos.

Melatih Real Madrid bisa dibilang sebagai masa kelam Julen Lopetegui sebagai pelatih. Bagaimana tidak, dia hanya bertahan selama tiga bulan di sana.

Ia kemudian dipecat Oktober 2018 usai Madrid kalah 1-5 dari Barcelona. Bagi Toni Kroos, pemecatan tersebut menyakiti hatinya karena baginya, sang pelatih merupakan sosok yang hebat.

Toni Kroos Lapangan Buruk Tak Jadi Alasan Performa Buruk Madrid
@realmadriden

“Pemecatan Lopetegui adalah hal yang paling menyakiti saya secara pribadi karena dia adalah pelatih hebat. Dia mengalami momen buruk menjadi pelatih kami. Dia datang tepat setahun setelah tiga gelar Liga Champions dan kepergian Ronaldo. Itu membuatnya tidak mudah,” kata Kroos kepada Marca, Kamis (21/1/2021).

“Saya sangat menyesal. Itu adalah pemecatan yang paling saya rasakan karena saya merasakan kemampuannya sebagai pelatih dan sebagai pribadi. Pemecatan itu meninggalkan rasa pahit. Itu adalah cerita yang sangat membekas dalam diri saya,” ia menambahkan.

Dipecat Real Madrid, Julen Lopetegui menemukan kebahagian baru di Sevilla. Musim lal8u diaa berhasil membawa Jesus Navas dkk juara Liga Europa.

Capaian itu rupanya membuat gelandang Jerman senang. Baginya, sang mantan pelatih pantas juara. “Saya sangat senang ketika dia memenangkan Liga Europa bersama Sevilla. Dia pantas mendapatkannya,” Tutup Toni Kroos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Toni Kroos: Lapangan Buruk Tak Jadi Alasan Performa Buruk Madrid

gamespool
Toni Kroos: Lapangan Buruk Tak Jadi Alasan Performa Buruk Madrid 96

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Real Madrid, Toni Kroos, menyesali performa timnya pada laga melawan Osasuna yang berakhir dengan skor 0-0 (10/1/21). Kroos merasa Madrid kurang memiliki kualitas terlepas dari kondisi lapangan yang buruk.

Madrid gagal menyalip Atletico Madrid dari puncak klasemen karena gagal menang melawan Osasuna. Kondisi lapangan sangat buruk karena terus menerus di terpa salju. Namun menurut Kroos itu tak bisa dijadikan alasan.

“Kami menciptakan sangat sedikit peluang. Dengan kualitas kami, kami harus menciptakan lebih banyak peluang, meskipun lapangannya sulit. Kami tahu mereka akan bertahan seperti ini. Lapangan bukanlah alasan, karena kedua tim bermain di atasnya,” ucap Toni Kroos seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Zinedine Zidane heran LaLiga tetap menggelar laga Osasuna vs Real Madrid meskipun lapangan sangat buruk.
as.com

Kroos melanjutkan, “Perubahan berusaha untuk membawa kekurangan kami. Tapi kali ini, mereka tidak banyak berubah. Kami tidak bisa senang dengan hasil ini. Kami harus berjuang untuk menjadi yang pertama, dan hasil imbang tidak akan membantu.”

Pelatih Zinedine Zidane sendiri merasa laga melawan Osasuna ini harusnya ditunda karena cuaca buruk.

“Itu bukan pertandingan sepak bola dan itu adalah perasaan yang kami miliki setelah apa yang terjadi. Itu bukan pertandingan sepak bola dan seharusnya ini ditunda. Saya akan mengeluh tentang pertandingan yang akan berlangsung karena kondisinya tidak baik,” kata Zidane.

Toni Kroos cs masih tertahan di peringkat kedua klasemen dengan raihan 37 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Toni Kroos: Lionel Messi Sudah Tak Pantas Masuk 3 Besar Best FIFA

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Masuknya nama Lionel Messi di tiga besar Best FIFA 2020 menuai tanda tanya. Salah satu yang mempertanyakan itu adalah bintang Real Madrid, Toni Kroos.

Lionel Messi memang tidak menang. Ia kalah bersaing dengan Cristiano Ronaldo di peringkat kedua dan Robert Lewandowski yang terpilih sebagai best FIFA tahun ini.

Namun, dengan performanya yang menurun, ditambah kegagalan Barcelona meraih trofi, Toni Kroos menilai La Pulga tak layak masuk tiga besar.

Barcelona vs Juventus Liga Champions Lionel Messi - uefacom
uefa

“Robert Lewandowski pantas mendapatkan Best FIFA tahun ini. Jelas hanya dia yang layak meraihnya. Tapi bagi saya, Messi tidak pantas masuk tiga besar. Saya tidak berpikir dia melakukan pekerjaannya tahun ini dengan baik,” kata Kroos seperti dilansir Sportbible, Kamis (24/12/2020).

Apa yang dikatakan gelandang asal Jerman cukup beralasan. Musim lalu kapten Barcelona itu tampil mengecewakan, terutama di Liga Champions. Ia tidak berkutik kala Bayern Munich menghancurkan El Barca 8-2.

Pada musim ini, apa yang dia capai juga tidak lebih baik. Jika musim lalu Lionel Messi masih menjadi top skorer LaLiga, musim ini produktivitasnya di lini depan mulai berkurang.

Bagaimana tidak, dia baru mencetak tujuh gol dari 14 pertandingan Liga Spanyol. Produktivitas yang menurun pun berimbas pada capaian klubnya. Hingga jornada ke-14 El Barca masih tertahan di peringkat kelima.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Toni Kroos Ogah Mengikuti Jejak Zinedine Zidane

gamespool
Toni Kroos Ogah Mengikuti Jejak Zinedine Zidane 103

Football5star.com, Indonesia – Toni Kroos mengaku tak mau mengikuti jejak Zinedine Zidane yang menjadi pelatih Real Madrid ketika sudah tak lagi aktif bermain. Kroos mengaku lebih ingin menjadi komentator atau pelatih tim-tim kecil.

Zinedine Zidane memang tak langsung menjadi pelatih Real Madrid ketika sudah tak lagi aktif bermain. Pria berpaspor Prancis itu sempat menghabiskan beberapa tahun sebagai pelatih tim muda Los Blancos dan sempat menjadi asisten Carlo Ancelotti.

“Ketika sudah pensiun nanti, saya ingin duduk di sebelah komentator kenamaan dan memberi komentar mengenai momen-momen tertentu,” ujar Toni Kroos dikutip www.old.football5star.com dari laman Marca.

Toni Kroos - Real Madrid - Zinedine Zidane - ksta. de
ksta.de

“Hal itu tentu sesuatu yang berbeda ketimbang apa yang dilakukan para ahli sepak bola saat ini. Yaitu membicarakan hal-hal baik dan buruk selepas pertandingan.”

“Saya juga tak ingin merasakan stres akibat berpergian terus menerus dan menghabiskan setengah waktu saya di hotel, jauh dari keluarga. Saya sudah melewati kehidupan tersebut dan lebih memilih melatih tim-tim kecil,” sambung Kroos.

Kroos merasa sangat yakin takkan menyesali pilihan tersebut. Pemain berpaspor Jerman itu lebih ingin menghabiskan waktu bersama anak-anaknya di rumah ketimbang kembali bekerja mencari uang dan mengorbankan keluarganya.

“Bagi saya, itu bukanlah pilihan yang bodoh. Karena, saya akan berada di rumah setiap pagi ketika anak-anak bangun. Hal itu menjadi alasan utama saya siap melangkah pergi dari kehidupan glamor di dunia sepak bola,” pungkas Kroos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Toni Kroos Yakin Real Madrid Bisa Lolos dari Lubang Jarum

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Hasil buruk dituai Real Madrid pada matchday V Liga Champions, Rabu (2/12/2020) dini hari WIB. Tim asuhan Zinedine Zidane takluk 0-2 di kandang Shakhtar Donetsk. Hasil itu pun membuat Toni Kroos cs. disalip klub Ukraina tersebut.

Hasil matchday V membuat Madrid dan Shakhtar sama-sama mengoleksi 7 poin. Mereka terpaut 1 angka dari Borussia Moenchengladbach yang berada di puncak klasemen Grup B. Namun, karena kalah head to head dari Shakhtar, Kroos cs. berada di posisi ke-3.

Meskipun demikian, Kroos tetap optimistis Real Madrid akan lolos ke babak 16-besar Liga Champions. Dia menilai nasib Los Blancos masih berada di tangan sendiri, tak bergantung pada klub-klub lain di Grup B.

Real Madrid kini disalip Shakhtar Donetsk dari posisi runner-up Grup B Liga Champions.
Getty Images

“Saat menang, Anda akan memiliki kepercayaan diri lebih dibanding saat kalah. Itu normal. Sebagai tim, Anda merasa lebih baik ketika menang dan kami harus kembali ke jalur kemenangan,” kata Toni Kroos selepas laga Shakhtar vs Madrid seperti dikutip Football5Star.com dari Diario Sport.

Lebih lanjut, gelandang asal Jerman itu menambahkan, “Kami akan melihat situasi di grup. Kami hanya perlu memenangi laga terakhir dan itulah satu-satunya yang dapat kami lakukan.”

Madrid Jalani “Final” Lawan Gladbach

Tentu saja memenangi laga terakhir pada matchday VI bukanlah hal mudah bagi Real Madrid. Kroos cs. harus berhadapan dengan Borussia Moenchengladbach yang terbilang luar biasa pada pentas Liga Champions musim ini. Tim asuhan Marco Rose adalah salah satu yang terproduktif.

Borussia Moenchengladbach punya rekor tandang apik di ajang antarklub Eropa sejak musim lalu.
Getty Images

Gladbach pun punya kepentingan memetik poin pada laga nanti. Hal itu jadi harga mati setelah mereka dikalahkan Inter Milan di kandang sendiri dengan skor 2-3. Padahal, andai menang, Die Fohlen dipastikan melenggang ke babak 16-besar.

Pada matchday VI nanti, Real Madrid memang akan bertindak sebagai tuan rumah. Itu tentu saja jadi keuntungan tersendiri. Namun, bukan berarti kemenangan pasti jadi milik Toni Kroos cs.

Patut dicatat, Gladbach punya rekor tandang apik pada pentas Liga Champions musim ini. Lars Stindl cs. mampu menang 6-0 atas Shakhtar Donetsk dan imbang 2-2 di kandang Inter Milan. Musim lalu pun, pada ajang Liga Europa, mereka tak kalah dalam 3 laga lawatan ke kandang lawan. Itu jadi modal tersendiri dalam lawatan ke markas Real Madrid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]