Bukti Klopp Lebih Hebat dari Ferguson, Wenger, dan Guardiola

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juergen Klopp kian digdaya atas Jose Mourinho. Ungkapan ini bisa menggambarkan skor 3-1 Liverpool atas Tottenham Hotspur, Jumat (29/1/2021).

Kemenangan ini membuat Juergen Klopp membuktikan bahwa dia punya catatan apik kala menghadapi pelatih asal Portugal itu. Hasil di stadion Tottenham dinihari tadi membuatnya kini telah menang lima kali atas koleganya di Premier League

Dengan kata lain, jumlah kemenangan setara dengan tiga pelatih hebat lainnya seperti Sir Alex Ferguson, Arsene Wenger dan Pep Guardiola. Jika digabungkan, kemenangan tiga pelatih tersebut atas Jose Mourinho sama-sama lima kali.

Sebagai informasi, pelatih legendaris Manchester United hanya mampu menang sekali atas The Special One di kancah Premier League. Catatan serupa dibuat Arsene Wenger. Adapun Guardiola sejauh ini baru menang tiga kali.

Tidak pernah mudah memang mengalahkan seorang Jose Mourinho. Terbukti, pelatih yang punya pengalaman segudang dan meraih banyak trofi seperti Ferguson, Wenger, dan Pep Guardiola masih keteteran melawannya.

Akan tetapi, Juergen Klopp punya peruntungan lain. Bahkan ini jadi kemenangan ketiga beruntunnya atas nakhoda asli Portugal.

Padahal Liverpool sedang dalam tren buruk. Mereka gagal menang dalam lima pertandingan terakhir Premier League. Dan bermodalkan statistik gemilang kala bersua Jose Mourinho, pelatih berkacamata itu sukses membangkitkan klub untuk meraih kemenangan meyakinkan 3-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gol Tottenham Dianulir Jadi Faktor Kemenangan Liverpool

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Liverpool sukses mengalahkan Tottenham Hotspur 3-1, Jumat (29/1/2021) dinihari WIB. Menurut Trent Alexander-Arnold, kemenangan ini pantas diraih timnya.

Liverpool sejatinya sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Son Heung-min pada babak pertama. Tapi gol Tottenham itu dianulir wasit setelah tayangan VAR menunjukkan sang bomber telah offside lebih dulu.

Setelah itu The Reds berbalik unggul hingga akhirnya menang 3-1. Bagi Trent Alexander-Arnold, dianulirnya gol Son Heung-min mengubah permainan hingga timnya mampu meraih tiga angka.

tottenham vs liverpool-independent
independent.co.uk

“Kami membutuhkan hasil ini dan kami pantas mendapatkannya. Kami mendominasi sebagian besar pertandingan, gol mereka dianulir mengubah permainan. Kami datang dengan permainan yang sempurna dan kami pantas mendapatkan tiga angka,” kata Alexander-Arnold kepada BT Sport, Jumat (29/1/2021).

“Gol dalam pertandingan seperti ini mengubah cara lawan bermain. Mereka harus menyerang lebih banyak di babak kedua. kami bisa membuka ruang lebih mudah dan kami punya peluang dan memanfaatkannya,” ia menambahkan.

Menang perdana pada 2021, sang bek kanan menilai tidak ada yang berubah dalam permainan Liverpool. Ia justru menyoroti mentalitas tim yang kembali terbentuk usai periode buruk.

“Tidak ada yang benar-benar berubah. Kami tim yang sama seperti sebelumnya. kami punya mentalitas yang kuat saat memasuki lapangan dan punya ekspektasi pada diri sendiri bahwa kami harus menang hari ini,” tutup Trent Alexander-Arnold.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Main Tenang, Kunci Kemenangan Liverpool atas Tottenham

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Liverpool akhirnya meraih kemenangan perdana pada 2021. Tandang ke Tottenham Hotspur, Jumat (29/1/2021) dinihari WIB anak asuh Juergen Klopp menang 3-1.

Unggul lebih dulu lewat Roberto Firmino, skor sempat seimbang kala Pierre-Emile Hojbjerg menyamakan kedudukan. Tapi setelah itu Trent Alexander-Arnold dan Sadio Mane memastikan kemenangan Liverpool.

Usai pertandingan, Juergen Klopp memuji penampilan anak asuhnya. Menurutnya para pemain tampil tenang sepanjang laga. Dia juga menyebut kepercayaan diri Thiago Alcantara dkk telah kembali.

Juergen Klopp menyukai persaingan ketat di Liga Inggris pada musim ini.
sundayworld

“Hari ini adalah campuran dari sikap dan ketenangan para pemain dalam laga yang sangat sibuk. Kami sangat sabar bermain melawan tim yang punya serangan balik berbahaya,” kata Klopp seperti dikutip Football5star dari Sky Sports, Jumat (29/1/2021).

“Kami memainkan sepak bola yang tepat. Perbedaan utamanya adalah kami mencetak gol, yang membantu tidak hanya hasil tapi juga momentum dalam permainan. Kami telah mendapatkan kepercayaan diri yang sempat hilang melawa Burnley,” ia menambahkan.

Skor 3-1 bukan hanya jadi kemenangan perdana sepanjang 2021. Tapi pada laga di stadion Tottenham Hotspur pertama kalinya pula The Reds mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir Premier League.

Kemenangan ini juga mengangkat posisi Mohamed Salah dkk ke peringkat keempat dengan 37 poin. Sementara Tottenham yang baru memainkan 19 pertandingan tak beranjak dari posisi keenam dengan mengoleksi 33 angka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Prediksi: Tottenham Hotspur vs Liverpool

Prediksi Tottenham Hotspur vs Liverpool

Stadion Tottenham Hotspur, Minggu (12/1/2020) Pukul 00.30 Dinihari WIB (Streaming)

Football5Star.com, Indonesia – Tottenham Hotspur kembali mendapat cobaan berat akhir pekan ini. Mereka akan menghadapi sang pemuncak klasemen, Liverpool, dalam lanjutan Premier League.

Menghadapi Liverpool, Tottenham wajib waspada. Pasalnya, sejak dilatih Jose Mourinho, mereka tak pernah menang melawan tim-tim besar.

Spurs kalah kala melawan Manchester United, Chelsea, dan Manchester City. Kondisi ini tentu jadi PR besar untuk sang pelatih mengingat The Reds masih belum terkalahkan di liga.

Sementara itu, pasukan Juergen Klopp datang ke London dengan percaya diri tinggi. Kemenangan 1-0 atas Everton di Piala FA jadi modal penting mereka menyambut laga ini.

Apalagi stamina para pemain utama masih terjaga. Seperti yang diketahui, Juergen Klopp menurunrkan para pemain mudanya dan mengistirahatkan banyak bintang seperti Virgil van Dijk, Alisson, Mohamed Salah, dan Sadio Mane.

REKOR PERTEMUAN

Rekor Pertemuan Tottenham Hotspur vs Liverpool

TREN PERFORMA

Tren Performa Tottenham Hotspur vs Liverpool

STATISTIK MENARIK
     
  • Rekor kandang Tottenham musim ini: 8 menang, 2 imbang, 3 kalah.
  • Tottenham hanya kalah sekali dari 8 laga kandang terakhir.
  • Gawang Tottenham selalu kebobolan di 7 laga terakhir.
  • Rekor tandang Liverpool musim ini: 12 menang, 1 imbang, 2 kalah.
  • Liverpool catatkan cleansheet di 5 laga terakhir.
  • The Reds selalu menang atas The Lilywhites di 4 pertemuan terakhir.
  • Ini pertama kalinya The Reds bertanding di stadion baru Spurs.
  • Terakhir kali anak asuh Juergen Klopp gagal cetak gol di markas Spurs terjadi pada musim 2015-2016.
  • The Reds tak terkalahkan di 8 lawatan terakhir ke klub yang berasal dari London.
PELATIH
     
  • Jose Mourinho dan Juergen Klopp sudah 10 kali bertemu.
  • Mourinho hanya kalah sekali dari Klopp dalam 5 pertemuan terakhir.
  • Dari 7 laga terakhir, Mourinho hanya mampu menang sekali atas Liverpool.
  • Klopp selalu menang di 4 laga terakhir melawan Tottenham.
WASIT
     
  • Laga Tottenham Hotspur vs Liverpool akan dipimpin oleh Martin Atkinson.
  • Statistik Martin Atkinson di Premier League musim ini: 6 tim tuan rumah menang, 6 imbang, 6 kalah.
  • Sepanjang kariernya, Atkinson paling sering memimpin pertandingan Liverpool (64 kali).
  • The Reds tak terkalahkan di 15 laga terakhir yang dipimpin Atkinson.
  • Spurs tak pernah menang di 4 laga terakhir yang dipimpin Atkinson.
  • Atkinson baru 2 kali pimpin laga Tottenham Hotspur vs Liverpool. Kedua tim saling mengalahkan.
PEMAIN KUNCI

TOTTENHAM:

Top Scorer: Harry Kane (11 gol)

Top Assist: Son Heung-Min (@7 assist)

Top Rating: Harry Kane (7,3)

LIVERPOOL:

Top Scorer: Sadio Mane (11 gol)

Top Assist: Trent Alexander Arnold (8 assist)

Top Rating: Sadio Mane (7,62)

BERITA KEDUA TIM
     
  • Tottenham dipastikan tidak diperkuat Harry Kane karena cedera
  • Jose Mourinho juga tidak bisa menurunkan Tanguy Ndombele dan Moussa Sissoko karena cedera.
  • Kondisi Harry Winks dan Danny Rose mulai membaik. Tapi mereka masih diragukan tampil.
  • Lucas Moura dan Erik Lamela akan bahu-membahu di posisi sayap.
  • Adapun Son Heung-Min akan dijadikan target man oleh Mourinho.
  • Liverpool masih belum bisa memainkan James Milner, Fabinho, dan Naby Keita yang mengalami cedera otot.
  • Alex Oxlade Chamberlain akan diduetkan dengan Jordan Henderson dan Giorginio Wijnaldum di lini tengah.
  • Takumi Minamino kemungkinan besar akan mengawali laga dari bangku cadangan.
PRAKIRAAN FORMASI

Prakiraan Formasi Tottenham Hotspur vs Liverpool

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Tottenham 0-2 Liverpool
ScorePredictor
Tottenham 1-3 Liverpool
Predictz
Tottenham 2-3 Liverpool
FOOTBALL5STAR
Tottenham 0-2 Liverpool

 

 

Romantisnya Alisson saat Merayakan Gelar Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kiper Liverpool, Alisson Becker, jadi orang yang paling bahagia atas keberhasilan timnya meraih gelar Liga Champions, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB. Bagaimana tidak ini adalah musim debutnya berseragam The Reds.

Pada pertandingan di Stadion Wanda Metropolitano tersebut Alisson tampil gemilang. Ia melakukan delapan penyelamatan krusial hingga membuat gawangnya tetap aman dari kebobolan. Alhasil Liverpool pun menang meyakinkan 2-0.

Walau begitu ada satu hal yang membuat kesenangan sang kiper kurang sempurna. Ketika pemain lainnya didampingi sang kekasih maupun istri mereka, Ia jsutru datang ke Spanyol tanpa kehadiran sang istri. Natalia Lowe Becker, istrinya, saat ini berada di Brasil karena sedang hamil tua.

Jarak yang sangat jauh ternyata tidak membuat kiper asal Brasil itu kehilangan akal untuk merayakan juara bersama. Sesaat setelah perayaan gelar ia langsung menghubungi Natalia melalui video call. Wanita yang berprofesi sebagai dokter itu pun tampak tersenyum bersama sang putri seperti yang terlihat di gawai sang penjaga gawang.

“Istri saya tidak ada di sini malam ini karena dia hamil dan akan melahirkan dalam beberapa hari ke depan untuk Matteo. Ya, kami memberinya nama Italia untuknya,” katanya kepada Sky Sport Italia, Minggu (2/6/2019).

Terkait kesuksesannya membawa Liverpool juara Liga Champions, mantan pemain AS Roma itu mengaku tidak menyangka. “Ada begitu banyak hal yang melintas di pikirsan saya. Saya berasa dari kota kecil di selatan Brasil. Trofi ini benar-benar luar biasa,” tutupnya.

Liverpool Juara Liga Champions Terburuk Sepanjang Masa

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Liverpool memastikan gelar Liga Champions musim ini setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di final yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB. Tapi keberhasilan ini justru disambut jelek oleh legenda AC Milan, Alessandro Costacurta.

Pada laga yang berlangsung di markas Atletico Madrid ini Liverpool berhasil unggul cepat melalui penalti Mohamed Salah di menit kedua. Baru jelang laga berakhir mereka menggandakan keunggulan lewat Divock Origi.

Bagi Costacurta, gol telat Origi itu tercipta tak lepas dari permainan buruk klub besutan Juergen Klopp sepanjang pertandingan. Bahkan menurutnya The Reds adalah juara Liga Champions terburuk yang pernah ia lihat.

Costacurta
tuttomercatoweb.com

“Saya belum pernah melihat permainan tim favorit seburuk ini di final Liga Champions. Tidak pernah. Tidak ada kecepatan, tidak ada kualitas yang ditunjukkan, tidak ada Liverpool di dalamnya. Mereka seperti juara terburuk sejauh ini jika dilihat dari permainannya,” kata Costacurta kepada Sky Sport Italia, Minggu (2/6/2019).

Apa yang dikatakan pria Italia ini memang tidak sepenuhnya salah. Setelah berhasil mencetak gol cepat anak asuh Juergen Klopp justru tampil tertekan. Tidak jarang pula mereka kehilangan bola dan gagal mengalirkan bola ke depan.

Dalam penguasaan bola pun The Reds kalah jauh. Mereka hanya mampu menguasai bola sebanyak 39 persen, berbanding dengan Tottenham yang mampu mencatatkan 61 persen. Jordan Henderson dkk pun wajib berterima kasih pada sang kiper, Alisson Becker, yang tampil gemilang dengan membuat delapan penyelamatan krusial.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Torres Bangga Liverpool Juara Liga Champions di Kandang Atletico

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Liverpool menyudahi penantian 14 tahun juara Liga Champions ketika mengalahkan Tottenham Hotspur di final yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB. Kesuksesan ini pun membuat mantan pemainnya, Fernando Torres, bangga.

Pada final yang berlangsung di markas Atletico Madrid itu Liverpool menang 2-0. Dua gol kemenangan anak asuh Juergen Klopp dicetak oleh Mohamed Salah dan Diivock Origi di masing-masing babak.

Sebagai mantan pemain, Torres jelas bangga dengan capaian klub Inggris tersebut. Kebahagiaannya pun makin berlipat karena The Reds menjadi juara di stadion yang juga pernah membesarkan namanya itu.

“Mahkota raja Eropa enam kali di rumah saya Wanda Metropolitano. Sangat senang untuk semua orang yang ada di klub, staf, pemain, dan suporter. Selamat kepada Liverpool. Kalian pantas mendapatkannya,” tulis Torres di Twitter, Minggu ( 2/6/2019).

Torehan Liga Champions ini sekaligus jadi yang keenam bagi Liverpool. Praktis mereka kini hanya kalah dari Real Madrid yang sudah juara 12 kali dan AC Milan yang meraihnya sebanyak tujuh kali.

Terkait Torres, namanya memang melekat di telinga fan klub berjuluk The Reds maupun Atletico Madrid. Lewat gol-golnya ja menjadi pujaan publik Anfield selama tiga musim. Sedangkan bersama Los Rojiblancos, dia adalah produk akademi klub ibu kota Spanyol tersebut.

Bahkan ketika gagal bersinar di Chelsea dan AC Milan, pemain berjuluk El Nino itu pulang ke Atletico dan berhasil menemukan kembali performa terbaiknya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Susunan Pemain Final Liga Champions: Kane dan Firmino Kembali

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Duel Tottenham Hotspur vs Liverpool tersaji pada final Liga Champions 2018-2019, Minggu (2/6/2019). Dalam susunan pemain, ujung tombak dari masing-masing tim, Harry Kane dan Roberto Firmino, kembali menjadi starter.

Kane memang tak tampil saat Tottenham mengalahkan Ajax pada babak semifinal akibat cedera. Namun, jelang final kondisi Kane membaik. Alhasil, Manajer Mauricio Pochettino memercayakan posisi nomor 9 kepada sang bomber pada laga Tottenham Hotspur vs Liverpool .

Pada duel final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool ini, Pochettino pun bisa menurunkan komposisi terbaik. Selain Harry Kane, hadir juga Christian Eriksen, Dele Alli, Son Heung-min, hingga kiper sekaligus kapten Hugo Lloris.

Roberto Firmino - Liverpool - Klopp - Football5star

Di kubu Liverpool, Juergen Klopp pun bisa memainkan starting XI terbaik pada final, termasuk Firmino. Penyerang asal Brasil itu absen saat Liverpool mempecundangi Barcelona pada babak semifinal.

Beruntung bagi Manajer Juergen Klopp karena Firmino sudah fit lagi untuk partai Tottenham Hotspur vs Liverpool . Firmino akan menemani dua koleganya di lini depan, Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Di lini belakang, Klopp memercayakan Joel Matip sebagai pendmping Virgil van Dijk. Sementara di tengah, trisula Georginio Wijnaldum, Jordan Henderson, dan Fabinho, akan menjadi jangkar.

Kehadiran Trent Alexander-Arnold di lini belakang pun menghadirkan fakta menarik. Dia menjadi pemain pertama di bawah usia 21 tahun yang tampil dalam dua final Liga Champions beruntun. Saat ini, Alexander-Arnold berusia 20 tahun dan 237 hari.

Lalu, susunan pemain mana yang akan tampil lebih mengilap pada final Liga Champions kali ini? Tim mana yang akan menang dan berjaya di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol?

Simak juga prediksi PO si hamster peramal

SUSUNAN PEMAIN FINAL LIGA CHAMPIONS 2018-2019, TOTTENHAM vs LIVERPOOL:

TOTTENHAM HOTSPUR (4-2-3-1): 1-Hugo Lloris; Kieran Trippier, Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, Danny Rose; Harry Winks, Moussa Sissoko; 10-Christian Eriksen, 20-Dele Alli, 7-Son Heung-Min; 9-Harry Kane
Manajer: Mauricio Pochettino

LIVERPOOL (4-3-3): 13-Alisson Becker; 66-Trent Alexander-Arnold, 32-Joel Matip, 4-Virgil van Dijk, 26-Andy Robertson; 14-Jordan Henderson, 3-Fabinho, 5-Georginio Wijnaldum; 11-Mohamed Salah, 9-Roberto Firmino, 10-Sadio Mane
Manajer: Juergen Klopp

Prediksi Kocak Pebalap Moto GP untuk Final Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Final Liga Champions musim ini antara Tottenham Hotspur vs Liverpool mengundang atensi besar dari banyak kalangan. Salah satunya adalah para pebalap Moto GP yang tidak ingin ketinggalan momen besar di kompetisi antarklub Eropa itu.

Seperti yang diketahui final Liga Champions musim ini mempertemukan dua klub Inggris. Hal ini pun dilihat pihak Moto GP sebagai kesempatan bagus untuk membuat prediksi para pebalapnya yang juga berasal dari Inggris.

Walau begitu dari beberapa nama pebalap dari Inggris mungkin hanya Carl Crutchlow yang punya nama tenar. Sedangkan pebalap lainnya praktis berasal dari kelas Moto 2 hingga Moto 3. Mereka adalah John McPhee, Jake Dixon, Sam Lowes, adan Tom Booth-Amos.

Tapi kebanyak dari mereka sepertinya tidak terlalu mengerti sepak bola. Kendati Liverpool dan Tottenham berasal dari Inggris mereka cenderung tidak tahu dan hampir tidak pernah menyaksikan pertandingan sepak bola.

Alhasil prediksi yang mereka buat pun cenderung asal-asalan. Bisa dikatakan hanya Carl Crutchlow saja yang tampak serius memprediksi jalannya pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano dinihari nanti.

Ia memprediksi pertandingan kedua tim akan berakhir imbang 2-2 hingga 120 menit. Tapi pada akhirnya pebalap dari tim Aprilia ini memilih Liverpool yang menang di adu penalti.

Prediksi yang sedikit kocak dilakukan John McPhee. Pebalap Moto 2 ini seolah kehabisan ide ketika ditanya berapa skor di akhir laga nanti. Tidak ingin pusing terlalu lama, ia pun memilih skor 7-1 untuk kemenangan The Reds. Skor tersebut mengacu pada nomornya dalam belapan.

Penderitaan Fan Liverpool dalam Perjalanan Menuju Madrid

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Loyalitas menjadi sesuatu yang wajib dimiliki penggemar sepak bola seluruh dunia. Begitu pula yang ditunjukkan fan Liverpool demi bisa menyaksikan pertandingan klub kesayangan mereka melawan Tottenham Hotspur di final Liga Champions, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB.

Akan tetapi apa yang menimpa puluhan fan Liverpool sepertinya tidak pernah terpikirkan oleh mereka. Datang langsung dari Merseyside menggunakan bus dan menghabiskan waktu selama 30 jam, kenyamanan mereka justru terganggu dengan keadaan bus tersebut.

Saluran toilet di bus yang mereka tumpangi sampai kota Madrid, Spanyol itu bocor hingga berakibat fatal. Semua kotoran yang ada di dalamnya menyebar ke seluruh ruangan yang ada hingga mengeluarkan bau busuk di dalam.

liverpool fan
dailymail.co.uk

Tidak sampai di situ, ketika mereka tiba dan menurunkan barang bawaannya dari bagasi, para fan ini mendapati bahwa koper dan barang bawaan yang lain sudah tercemar dengan air seni yang bocor dari saluran toilet bus tersebut.

“Hampir 80 persen dari koper dan barang yang kami bawa basah kuyup karena ada kebocoran di toilet bus dan mengharuskan kami menutupnya dengan kantong plastik,” kata Jamie, salah satu fan yang berada di dalam bus seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (1/6/2019).

Bukan tanpa alasan memang puluhan fan ini mengorbankan waktu 30 jam lamanya dalam perjalanan. Niat mereka yang sebelumnya ingin naik pesawat harus sirna karena ludesnya tiket pesawat dari Liverpool menuju Madrid.

Jelang Final Liga Champions, Robertson Tidak Bisa Tidur

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Final Liga Champions musim ini ternyata menjadi beban berat untuk pemain andalan Liverpool, Andy Robertson. Ia mengaku tidak bisa tidur menantikan pertandingan melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019).

Memori kelam final Liga Champions musim lalu ternyata berperan besar pada kekhawatirannya tersebut. Ia mengaku masih sulit melupakan kegagalan di Kiev itu saat dikalahkan Real Madrid 1-3.

 “Kejadian musim lalu membuat saya masih sulit tidur sampai sekarang. Itu jadi pukulan telak buat saya. Saya hanya bisa menenangkan diri dengan anak saya dan bermain dengannya karena saya tidak mau berbicara pada siapa pun,” ujar Robertson kepada Sportsmail, Jumat (31/5/2019).

AndyRobertsonRealMadridvLiverpoolUEFAqAqlr56Hewtl
zimbio.com

“Sekarang kami mencoba untuk melupakan itu semua dan memulai final ini dengan semangat baru. Tapi itu masih sulit dan satu-satunya cara untuk menghilangkan itu adalah memenangkan pertandingan besok dan juara,” sambung kapten timnas Skotlandia tersebut.

Satu hal yang membuat pemain yang didatangkan dari Hull City musim lalu itu lebih percaya diri musim ini adalah kesuksesan Liverpool mengalahkan Barcelona di semifinal. Baginya kemenangan 4-0 di Anfield punya peran besar dalam mengembalikan kepercayaan diri pemain di final nanti.

“Kami bekerja keras dan kami percaya apa yang kami lakukan. Pelatih membuat kami semua percaya diri lagi. Ia mendatangkan pemain yang tepat, selalu menumbuhkan semangat tambahan untuk pemain dan itu terjadi saat kami mengalahkan Barcelona. Itu benar-benar di luar dugaan semua orang,” kata Robertson.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Prediksi: Tottenham Hotspur vs Liverpool

Tottenham vs Liverpool main
Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) Pukul 02.00 WIB

Football5Star.com, Indonesia – Perebutan gelar Liga Champions akan ditentukan lewat pertandingan yang mempertemukan Tottenham Hotspur vs Liverpool. Satu dari dua tim asal Inggris tersebut akan saling berebut status raja Eropa.

Tottenham Hotspur merupakan tim yang tengah mengincar status yang belum pernah mereka sandang sepanjang sejarah. Sementara itu, Liverpool berpeluang memenangi gelar keenam di kompetisi kasta tertinggi Benua Eropa.

Tim berjulukan Spurs lolos ke final setelah menghentikan kejutan Ajax Amsterdam di semifinal. Skuat asuhan Mauricio Pochettino sampai di final berkat keunggulan agresivitas gol tandang meski agregat berakhir dengan skor 3-3.

Sementara itu, Liverpool melenggang ke partai puncak dengan cara sensasional. Tim beralias The Reds mengandaskan Barcelona dengan agregat akhir 4-3.

Sadio Mane dkk bahkan lebih dahulu kalah 0-3 saat bermain di markas Barcelona, Stadiona Camp Nou. Namun, di luar perkiraan Liverpool mampu membalikkan keadaan karena mampu menang 4-0 di Stadion Anfield.

REKOR PERTEMUAN
Tottenham vs Liverpool head to head
TREN PERFORMA
Tottenham vs Liverpool lima laga terakhir
STATISTIK MENARIK
  • Liverpool merupakan tim yang mampu menang di 13 dari 14 laga terakhir di semua kompetisi.
  • Tottenham Hostpur mengalami 13 kekalahan di Liga Inggris musim ini. Pada musim 2010-11, Birmingham mengalami 15 kekalahan dan harus terdegradasi.
  • Kedua tim sama-sama mampu mencetak gol di tujuh dari delapan pertemuan antara Tottenham Hotspur vs Liverpool
  • The Reds merupakan tim asal Inggris yang paling sering bermain di final Piala Eropa/Liga Champions. Yakni, sebanyak sembilan kali dan memenangi lima kesempatan di antaranya. Namun, mereka mengalami kekalahan pada dua kesempatan final terakhir pada 2007 dan 2018.
  • Pertandingan ini merupakan final kedua dalam sejarah yang mempertemukan dua wakil Inggris. Sebelumnya, pernah mempertemukan Manchester United melawan Chelsea pada final Liga Champions 2008.
  • Sadio Mane bisa mencetak gol pada final Liga Champions 2018. Ia pun berpeluang jadi pemain pertama yang bisa mencetak gol di final secara beruntun. Sebelumnya, catatan tersebut terjadi pada 1975 dan 1976 oleh pemain Bayern Munich, Franz Roth.
  • Lucas Moura mampu mencetak hat-trick di semifinal. Jumlah tersebut bahkan lebih banyak dari 16 penampilan sebelumnya di kompetisi ini (2 gol).
PELATIH
  • Laga Tottenham Hotspur vs Liverpool kali ini akan menjadi pertemuan ke-10 antara Mauricio Pochettino dan Juergen Klopp.
  • Dalam sembilan pertemuan kedua pelatih sebelumnya, Klopp unggul telak atas Pochettino.
  • Dengan rincian Klopp 4 kali menang, Pochettino hanya sekali menang, dan empat laga pertemuan lainnya berakhir dengan skor imbang.
  • Rekor Pochettino vs Liverpool: 3 menang, 4 seri, 7 kalah.
  • Rekor Klopp vs Spurs: 4 menang, 4 seri, 1 kalah.
WASIT
  • Damir Skomina akan memimpin jalannya laga Tottenham Hotspur vs Liverpool.
  • Musim ini Skomina sudah mewasiti lima pertandingan Liga Champions musim ini dan mengeluarkan 17 kartu kuning.
  • Selama menjadi wasit di Liga Champions, Skomina baru sekali memimpin pertandingan yang dimainkan Spurs. Yakni, saat Spurs mengalami kekalahan 3-4 melawan Inter Milan pada musim 2010-11.
  • Sementara itu, sejauh ini Skomina pernah tiga kali mengawasi laga yang dimainkan The Reds. Dengan rincian mereka sekali menang dan dua kali kalah..
PEMAIN KUNCI

TOTTENHAM HOTSPUR:

Top Scorer: Harry Kane, Lucas Moura (5 gol)
Top Assist: Christian Eriksen (4 assist)
Top Rating: Harry Kane (7,60)

LIVERPOOL:

Top Scorer: Sadio Mane, Mohamed Salah, Roberto Firmino (4 gol)
Top Assist:  Trent Alexander-Arnold  (3 assist)
Top Rating: Trent Alexander-Arnold (7,24)

Statistik di Liga Champions musim ini menurut WhoScored

BERITA KEDUA TIM
  • Spurs mendapat suntikan kekuatan karena Harry Kane telah pulih dari cedera pergelangan kaki. Ia berpotensi tampil sebagai ujung tombak bersama salah satau antara Son Heung-Min atau Lucas Moura.
  • Harry Winks dan Davinson Sanchez juga telah kembali berlatih seusai pulih dari cedera.
  • Victor Wanyama masih diragukan untuk dapat bermain di laga Tottenham vs Liverpool.
  • Jan Vertonghen seharusnya tidak lagi memiliki kendala dan siap memperkuat benteng pertahanan Spurs bersama Toby Alderweireld.
  • Ben Davies dipastikan absen lantaran belum pulih dari masalah pangkal paha.
  • Naby Keita menjadi satu-satu pemain yang absen karena cedera pangkal paha.
PRAKIRAAN FORMASI
Tottenham vs Liverpool line up
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Tottenham 1-2 Liverpool
ScorePredictor
Tottenham 2-1 Liverpool
Predictz
Tottenham 1-2 Liverpool
FOOTBALL5STAR
Tottenham 0-1 Liverpool

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

5 Pertandingan Final Liga Champions Satu Negara

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan final Liga Champions musim ini akan mempertemukan dua klub Inggris, Tottenham Hotspur melawan Liverpool. Rencananya, laga berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/5) pagi WIB.

Jika menilik dari sejarahnya, laga final Liga Champions satu negara bukan pertama kali terjadi. Tercatat sebelumnya sudah ada lima partai puncak kompetisi antaklub paling elit di Eropa tersebut yang mempertemukan tim satu negara.

Berikut 5 Final Satu Negara di Liga Champions.

Real Madrid 3-0 Valencia (2000)
Vicente del Bosque langsung mempersembahkan trofi Liga Champions pada musim perdananya menangani Real Madrid. Tidak tanggung-tanggung, Los Blancos menggasak Valencia tiga gol tanpa balas. Padahal, saat itu Valencia diperkuat kiper utama timnas Spanyol, Santiago Canizares.

Real Madrid vs Valencia - Football5star - goal

Tiga gol Real Madrid saat itu hasil dari kreasi Raul Gonzalez, Steve McManaman, dan Fernando Morientes. Sama seperti Del Bosque, McManaman juga sukses mempersembahkan trofi di musim perdananya bersama tim ibu kota. 

Juventus 0-0 Milan (2-3 pen)  (2003)
AC Milan sukses menggagalkan impian Juventus mengawinkan trofi Liga Champions pada akhir musim 2002/03. Justru Rossoneri yang sukses meraih trofi Si Kuping Besar dan Coppa Italia pada musim tersebut.

Juventus vs Milan - Football5star - goal

Andriy Shevchenko memastikan kemenangan Milan setelah sepakan penaltinya gagal ditepis kiper Juve, Gianluigi Buffon. Keberhasilan itu menjadi gelar keenam Milan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Lliga Champions.

Manchester United 1-1 Chelsea (6-5 pen) (2008)
Para pendukung Manchester United harus berterima kasih kepada John Terry karena telah gagal mengeksekusi penalti saat final di Moskow. Pertandingan berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal dan dilanjutkan dengan adu penalti.

Dari tujuh penendang Manchester United, hanya Cristiano Ronaldo yang gagal menjaringkan bola ke gawang The Blues. Sementara Chelsea, gagal memaksimalkan peliuang lewat Terry dan Nicolas Anelka yang tendangannya ditepis Edwin van der Sar.

Borussia Dortmund 1-2 Bayern Munich (2013)
Borussia Dortmund tampil sebagai salah satu tim kuda hitam sepanjang turnamen. Pada babak semifinal, Die Borussen bahkan secara dramatis menyingkirkan Real Madrid dengan agregat tipis 4-3. Pada leg pertama, Dortmund menang di Signal Iduna Park dengan skor 4-1.

Bayern vs Dortmund - Football5star
gettyimages

Robert Lewandowski mencuri perhatian dengan memborong keempat gol Dortmund. Kekalahan 0-2 di Santiago Bernabeu pada leg kedua tidak terlalu berarti banyak. Namun, perjalanan anak asuh Juergen Klopp harus berakhir antiklimaks ketika kalah dari Bayern Munich di final.

Real Madrid 4-1 Atletico Madrid (2014)
Real Madrid berhasil sajikan pertandingan dramatis ketika menghadapi Atletico Madrid di Wembley pada 2014 lalu. Hingga menit ke-90, Rojiblancos masih unggul 1-0, sebelum Sergio Ramos mencetak gol penyama kedudukan tiga menit tambahan waktu babak kedua.

Real Madrid vs Atletico Madrid
iriefm.net

Los Blancos berhasil memanfaatkan kegoyahan mental para pemain Atletico selama babak tambahan. Tiga gol disarangkan Madrid atas nama Gareth Bale, Marcelo dan Cristiano Ronaldo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Tottenham vs Liverpool: Pembuktian Pochettino dan Klopp

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool menjadi ajang pembuktian bagi pelatih muda dari kedua tim, Mauricio Pochettino dan Juergen Klopp. Jika berbicara soal pengalaman tentu pelatih Liverpool patut jemawa.

Kendati kedua klub dan kedua pelatih sudah kerap bertemu di Premier League, ini jadi pertemuan pertama mereka di kompetisi Eropa. Catatan ini makin spesial karena keduanya akan bersua di partai penentuan siapa peraih Si Kuping Besar musim ini.

Pengalaman dan Kutukan Juergen Klopp

juergen klopp-liga champions (theguardian)
theguardian.com

Bicara soal pengalaman, Klopp tentu lebih mentereng dari pelatih asal Argentina tersebut. Khusus di kancah Liga Champions saja ini akan menjadi final ketiga baginya. Dua final sebelumnya ia raih bersama Borussia Dortmund 2013 lalu dan Liverpool musim lalu.

Walau begitu dua pengalaman tersebut bisa dibilang tidak dikehendaki pelatih kelahiran Stuttgart ini. Ya, di dua kesempatan itu ia selalu menuai kekalahan. Lebih buruk lagi klub yang ia tukangi kebobolan lima gol di partai puncak kompetisi antarklub Eropa itu.

Pengalaman laga final bukan hanya dirasakan di Liga Champions saja. Ketika masih bersama Dortmund ia tiga kali membawa klubnya itu ke babak final DFB Pokal. Sementara bersama The Reds ia dua kali berada di final Carabao Cup dan Liga Europa.

Tapi lagi-lagi pengalaman segudang itu berakhir antiklimaks. Praktis dari lima final itu ia hanya mampu juara satu kali. Itu pun pada final pertamanya di ajang DFB Pokal saat mengalahkan Bayern Munich 4-2 pada musim 2011-2012.

Kegagalan demi kegagalan di atas tak ayal membuat pelatih berusia 51 tahun ini dicap sebagai spesialis runner up. Catatan minor ini sekaligus membawa dampak negatif pada keyakinan fan Liverpool. Tidak sedikit dari mereka yang khawatir hasil serupa akan kembali terulang di Wanda Metropolitano nanti.

Semangat Debutan dalam Diri Pochettino

Mauricio Pochettino - Tottenham Hotspur - Liga Champions - uefa. com
uefa.com

Jika Juergen Klopp akrab dengan kegagalan, catatan berbeda justru dimiliki Mauricio Pochettino. Baginya ini adalah final LIga Champions pertama. Bahkan ketika kariernya masih berkibar menjadi pemain pun ia belum pernah menginjakkan kakinya di final kompetisi antarklub Eropa tersebut.

Sebelum musim ini capaian terbaik mantan pelatih Espanyol hanya mampu mencapai babak 16 besar musim lalu. Ya, catatan ini memang tak lepas dari perjalanan karier Pochettino yang sebelumnya hanya melatih klub-klub semenjana seperti Espanyol dan Southampton.

Baru ketika melatih Spurs levelnya meningkat sebagai salah satu pelatih elit di Eropa. Jika ditotal dengan kompetisi lain pun pelatih kelahiran Santa Fe, Argentina, baru merasakan satu final, yaitu Carabao Cup musim 2014-2015. Setelah itu praktis ia tidak bisa membawa klubnya melaju lebih jauh.

Tapi musim ini semua harapan pendukung Spurs berada di pundak Pochettino. Tampil di final Liga Champions tanpa satu pun pembelian pemain di bursa transfer tentu tidak sembarang pelatih yang bisa melakukannya.

Kendati perjalanan mereka menuju final tidak terlalu mulus dengan catatkan empat kekalahan, fan patut yakin sang pelatih bisa mewujudkan mimpi mereka. Gelar Liga Champions juga bukan cuma untuk kepentingan The Lilywhites saja tapi juga untuk menyempurnakan CV sang pelatih di masa depan.

Ya, bukan tidak mungkin keberhasilannya nanti akan membuat pelatih 47 tahun itu dikejar klub-klub top Eropa seperti Juventus, Manchester United, atau bahkan Barcelona.

Dewi Fortuna Lebih Berpihak pada Klopp

Liverpool dan Tottenham Hotspur mewujudkan football is coming home di Liga Champions.
dailyworthing.com

Dengan catatan-catatan di atas dari kedua pelatih, sulit menebak siapa yang nantinya akan lebih berjaya. Tapi jika kita melihat statistik pertemuan keduanya, mungkin Juergen Klopp akan lebih unggul dari Mauricio Pochettino.

Pelatih Liverpool itu hanya kalah sekali dari sembilan pertemuan dengan manajer Spurs tersebut. Satu-satunya kekalahan tersebut terjadi musim lalu di Stadion Wembley. Laga yang berlangsung di ajang Premier League memaksa mereka kalah 1-4.

Tapi setelah itu Merseyside Merah tampil digdaya, termasuk dua kemenangan dari dua pertandingan terakhirnya. Untuk perolehan gol pun pelatih yang mengawali kariernya di Mainz 05 itu juga patut berbangga. Dari sembilan laga klub asuhannya hanya sekali gagal membobol jala Hugo Lloris.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Jelang Final Liga Champions, Alisson Ogah Tiru Kelakukan Karius

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kiper Liverpool, Alisson Becker mengatakan bahwa dirinya tak mau aksi blunder Loris Karius di final Liga Champions musim lalu menjadi beban untuknya.

Menurut kiper asal Brasil itu, ia sudah siap untuk melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, (2/6/2019) mendantang.

“Saya tahu bagaiaman perasaan melakukan kesalahan dalam kompetisi besar seperti final Liga Champions. Itu bisa menjadi sesuatu yang melekat pada sisa karier Anda,” kata Alisson seperti dikutip www.old.football5star.com dari mirror, Jumat (31/5/2019).

Akan tetapi bagi Alisson, hal tersebut tak mau menjadikannya beban yang akan membuatnya bermain tidak bagus melawan Tottenham.

kahn-alisson lebih hebat daripada neuer

“Saya mencoba untuk tetap sadar akan segalanya. Ketika saya melakukan sesuaut dan salah, saya tidak mau itu terus ada di kepala saya,” ucap Alisson.

Pada final Liga Champions musim lalu antara Real Madrid vs Liverpool, Karius jadi bulan-bulanan publik sepak bola dunia. Aksi blundernya membuat Real Madrid dengan mudahnya taklukkan Liverpool.

Di partai final musim ini, fans Liverpool boleh sedikit percaya diri. Mistar gawang sudah tak lagi dijaga oleh Karius melainkan Alisson. Sepanjang musim ini, Alisson merupakan salah satu kiper terbaik di Liga Inggris.

Selain mencatat persentase penyelamatan tertinggi di antara kiper-kiper Liga Inggris lain, Alisson juga mencatat rekor milestone atau tengara yakni 10 cleansheet pertama di Liga Inggris yang didapatnya dari 16 pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

5 Fakta Damir Skomina, Wasit Final Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Komite wasit federasi sepak bola Eropa, UEFA pada 16 Mei 2019 lalu sudah mengumumkan wasit yang memimpinl final Liga Champions. Dia adalah Damir Skomina.

Wasit asal Slovenia ini bakal jadi pengadil untuk pertandingan antara Tottenham vs Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, 2 Juni 2019 mendatang. Bagaimana sepak terjang Skomina selama memimpin pertandingan sepakbola? Berikut ulasannya untuk pembaca setia www.old.football5star.com

Pertama memimpin final Liga Champions

Memimpin final Liga Champions merupakan kali pertama untuk Wasit berusia 42 tahun ini. Pada musim ini di Liga Champions, Skomina memimpin 5 pertandingan.

Salah satunya ialah laga leg kedua babak 16 besar yang mempertemukan Manchester United vs PSG. Red Devils saat itu menang 3-1. Meski baru pertama memimpin final Liga Champions.

Damir Skomina, Wasit Final Liga Champions, Tipikal Wasit Tak Tegas?
uefa.com

Skomina tercatat menjadi pengadil di pertandingan final Liga Europa 2017 yang mempertemukan Ajax vs Manchester United dan Piala Super Eropa 2012 antara Chelsea vs Atletico Madrid.

Menjadi wasit di usia muda

Skomina memulai karier sebagai wasit di usia yang sangat muda. Ia menjadi wasit di usia 16 tahun. Pria yang lahir di Koper, Yugoslavia ini pertama kali memimpin pertandingan antar tim lokal di Yugoslavia.

Saat Slovenia jadi negara sendiri, ia kemudian menjadi wasit di Liga Slovenia. Pada musim 2009/10, wasit yang gemar olahraga futsal ini masuk dalam jajaran elit wasit Eropa.

Setahun sebelumnya, ia menjadi wasit di cabor olahraga sepak bola Olimpiade Beijing pada Agustus 2008. Pada perhelatan Piala Dunia 2010, ia masuk dalam daftar sementara 54 wasit Piala Dunia Afrika Selatan tersebut.

Doyan obral penalti

Salah satu fakta menarik tentang Skomina ialah, sepanjang kariernya jadi pangadil di lapangan hijau. Ia total telah memberikan 32 penalti, dengan perincian 19 untuk tim tuan rumah dan 13 untuk tim tamu.

Catatan ini tentu sangat menguntungkan untuk pasukan Jurgen Klopp. Sepanjang perhelatan Liga Champions 2018/19, Liverpool total mendapat 3 kali penalti. Sedangkan sang lawan, Tottenham Hotspur sama sekali tak pernah mendapat hadiah penalti.

Dikritik publik Jerman

Skomina pada perhelatan Euro 2008 lalu juga jadi sorotan. Hal itu dikarenakan Skomina saat pertandingan Jerman vs Austria tak bisa mengatur kedua pelatih, Joachim Low dan Hickersberger.

Damir Skomina, Wasit Final Liga Champions, Tipikal Wasit Tak Tegas?

Skomina malah meminta tolong kepada salah satu wasit utama, Mejuto Gonzalez agar memberi nasihat kepada dua pelatih tersebut. Saat itu, Skomina berstatus wasit keempat.

Akibat tindaknnya tersebut, ketegasan dari seorang Skomina dianggap sebagian publik sepak bola Jerman sangat diragukan.

Miliki otak bisnis

Selain menjadi seorang wasit UEFA, Skomina juga memiliki otak bisnis. Ia diketahui memiliki agen perjalanan wista dan juga bergerakn di bidang properti, real estate.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

PO Si Hamster Moncer Prediksi Final Liga Europa, Final Liga Champions?

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – PO Si Hamster moncer karena bisa memprediksi dengan tepat partai final Liga Europa antara Chelsea vs Arsenal. Lalu, apakah prediksinya juga bisa akurat pada laga final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool?

Sebelum laga Chelsea vs Arsenal bergulir di Stadion Olympic, Baku, Kamis (30/5/2019), PO Si Hamster membuat prediksinya. Dalam video yang buat tim Football5star.com, PO terlihat sempat hampir memilih Arsenal. Namun, PO mengubah keputusannya dan memperkirakan Chelsea yang keluar sebagai juara.

Entah sebuah kebetulan atau tidak, faktanya PO telah membuat sebuah prediksi tepat. Ya, Chelsea keluar sebagai juara Liga Europa 2018-19.

Skuat asuhan Maurizio Sarri menuai kemenangan 4-1 atas Arsenal. Eden Hazard mencetak dua gol dan dua gol lain diciptakan Olivier Giroud dan Pedro Rodriguez.

Hasil tersebut pun mengubur asa terakhir Arsenal untuk bisa berlaga di Liga Champions musim depan. Ya, sebelumnya tim besutan Unai Emery gagal finis di posisi empat besar klasemen akhir Liga Inggris.

Bagaimana dengan Final Liga Champions?

PO Si Hamster juga telah membuat prediksinya terkait klub yang akan menjadi juara Liga Champions musim ini. Final Liga Champions musim 2018-19 akan mempertemukan Tottenham Hotspur vs Liverpool.

Partai tersebut akan berlangsung, Sabtu (1/6/2019) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB, di Stadion Wanda Metropolitano. Di atas kertas Liverpool lebih diunggulkan secara komposisi pemain dan pengalaman sebagai finalis musim lalu.

Namun, PO memiliki prediksi berbeda di laga ini. Ya, PO memprediksi Tottenham yang akan keluar sebagai juara Liga Champions musim ini.

Andai benar, kesuksesan tersebut akan menjadi sejarah baru bagi tim berjulukan Spurs, pun sejarah Liga Champions. Tim yang saat ini dilatih Mauricio Pochettino akan memenangi gelar pertama mereka di Liga Champions.

Sementara itu, jika menjadi kampiun Liga Champions musim ini berarti akan mengakhiri puasa gelar Liverpool selama 14 tahun. Ya, skuat beralias The Reds sudah lima kali berstatus juara Liga Champions dan kali terakhir menjadi kampiun terjadi pada musim 2004-2005.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

5 WAGs dari Final Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Laga final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool akan berlangsung pada hari Minggu (2/6/2019) di Stadion Wanda Metropolitano. Pertandingan bertajuk all-English final karena mempertemukan sesama wakil Inggris dipastikan akan berjalan menarik.

Liverpool berhasil lolos ke final Liga Champions setelah melewati hadangan Barcelona di babak semifinal melalui comeback sensasional. Sedangkan, Tottenham Hotspur mengalahkan wakil Belanda, Ajax Amsterdam, untuk pertama kalinya lolos ke babak final juga dengan cara sensasional.

Spurs kalah terlebih dahulu di leg pertama dengan skor 1-0, lalu saat leg kedua bermain di kandang AFC Ajax, Jan Vertonghen cs mampu unggul dengan skor 3-2. Menang agregat gol tandang memastikan langkah skuat asuhan Mauricio Pochettino ke babak final. 

Jadi, duel sesama wakil Inggris ini sangat pantas untuk disaksikan. Selain itu, tentunya kedua tim memiliki suporter terbaik atau WAGs yang selalu setia mendukung baik saat menang maupun kalah.

Football5star.com mencoba merangkum 5 WAGs yang selalu memberikan dukungan bagi kedua tim ketika pasangannya berlaga.

Shani van Mieghem

https://www.instagram.com/p/BxmBaUZBbVH/

Toby Alderweireld menikah dengan kekasih masa kecilnya, Shani van Mieghem. Shani, selain memiliki wajah cantik dan ia memiliki rambut berwarma coklat.

Pasangan itu mengikatkan ikatan pada Juni 2014 di kota Ekeren, dekat Antwerp. Toby berbagi foto pada hari besar mereka ke akun Instagram-nya yang menunjukkan dia dan istri duduk di sebuah katedral.

Setelah pernikahan mewah mereka, keduanya dikabarkan menikmati bulan madu di Bali, Indonesia di mana mereka menikmati makan malam romantis.

Larissa Saad

https://www.instagram.com/p/BxZ5PkinnI5/

Larissa dan Lucas Moura mengikat janji pernikahan pada 23 Desember 2016 dalam sebuah upacara di Brasil. Pada 13 November 2018, Larissa melahirkan putra mereka bernama Miguel.

Menurut pers Brasil, Larissa adalah wanita yang berasal dari keluarga yang sangat kaya di Sao Paulo. Selain itu, Larissa yang memiliki darah Lebanon memegang gelar bisnis.

Marine Lloris

https://www.instagram.com/p/Br2WBy6lXBg/

Suporter nomor satu dibalik kesuksesan penjagang gawang Spurs, Hugo Lloris ialah sang istri, Marine Lloris. Hugo bertemu Marine saat masih mengenyam bangku sekolah. Pada tahun 2012, pasangan ini menikah di sebuah gereja di Nice, Prancis. Atas pernikahan mereka, pasangan bahagia ini sudah dikaruniai dua anak perempuan cantik.

Marine sedikit berbeda dengan WAGs lainnya. Lulusan sarjana hukum ini bukan dari kalangan model. Ia adalah pebisnis yang cukup sukses dengan meiliki lini fashion Menege en Sucre. Pakaian khusus anak-anak ini merupakan fashion high end untuk balita hingga usia 12 tahun.

Natalia Lowe Becker

Natalia Lowe Becker merupakan istri dari penjaga gawang Liverpool, Allison Becker. Pasangan ini telah melangsungkan janji suci. Allison bertemu dengan Natalia yang berprofesi sebagai dokter ketika Alisson masih bermain di Internacional.

https://www.instagram.com/p/BxZzAc2lGV8/

“Istriku Natalia meninggalkan Brasil setelah lima bulan lulus menjadi dokter. Ini sangat berarti buatku. Aku menikmati dukungan dia saat dia masih menempuh kuliah,” ujar Allison mengenang salah satu momen romantis yang pernah diberikan istrinya.

Rebecca Burnett

Jordan Henderson berhasil menjaga hubungan dengan istrinya Rebecca Burnett yang relatif sederhana. Kehidupan mereka jauh dari kesan mewah dan jarang terekspos publik.

jordan henderson rebecca burnett wags fubolife.info
futbolife.info

Henderson sangat menjaga kehidupan keluarganya dari publikasi media. Akan tetapi, ketika Henderson berjuang bersama timnas Inggris di Piala Dunia 2018 yang diselenggrakan di Rusia, pasangan ini terlihat berjalan-jalan menikmati waktu istirahat jeda pertandingan bersama dua anak mereka.

Pasangan ini bertemu ketika mereka masih remaja, dan berpacaran selama beberapa tahun sebelum memutuskan menikah pada tahun 2014. Pasangan ini telah memiliki dua anak perempuan, Alexa berusia empat tahun, dan Alba berusia dua setengah tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Trofi Piala Dunia dan Liga Champions Sama Berharganya buat Lloris

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Memenangi trofi Piala Dunia dan Liga Champions merupakan pencapaian tertinggi buat pesepak bola. Menurut Hugo Lloris kedua titel tersebut adalah pencapaian yang sama berharganya.

Musim ini, Hugo Lloris berpeluang melengkapi kesuksesan dalam perjalanan karier sebagai pesepak bola. Ya, kiper Tottenham Hotspur ini akan berstatus juara Liga Champions apabila sanggup memenangi laga final melawan Liverpool.

Sebelumnya, Lloris merupakan pemain yang sudah sukses menjadi juara Piala Dunia 2018 bersama timnas Prancis. Kini, ia pun punya kans untuk menyempurnakan pencapaian tertinggi dalam karier.

Lloris juga menolak untuk memilih salah satu gelar paling berharga dalam karier. Antara status juara Piala Dunia atau juara Liga Champions.

Hugo Lloris menilai Ajax bukanlah tim kejutan pada Liga Champions musim ini.
FootballLondon.com

“Trofi Piala Dunia dan Liga Champions sama pentingnya. Saya pun ingin memenangi keduanya,” ucap Lloris seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Hanya ada dua trofi terbesar yang bisa dimenangi dalam sepak bola. Kedua trofi itulah yang menjadi alasan Anda bekerja keras setiap hari,” ucapnya.

Pertandingan Tottenham Hotspur vs Liverpool akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada 1 Juni 2019. Berlaga di final Liga Champions merupakan kesempatan pertama Tottenham, sedangkan Liverpool adalah tim berstatus finalis musim lalu.

Spurs bisa lolos ke final dengan menyingkirkan Ajax di semifinal. Meski agregat berakhir dengan skor 3-3, skuat asuhan Mauricio Pochettino lolos berkat agresivitas gol tandang.

Sementara itu, Liverpool menghentikan Barcelona setelah menuai kemenangan sensasional. Ya, setelah mengalami kekalahan 0-3 di Stadion Camp No, anak asuh Juergen Klopp mampu membalikkan keadaan. Tim beralias The Reds sukses menuai kemenangan 4-0 saat bermain di Stadion Anfield.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Laga Tottenham Hotspur vs Liverpool Akan Jadi Pertarungan Besar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Hugo Lloris menilai laga final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool akan menjadi pertarungan besar. Terlebih, kedua tim sudah cukup saling mengenal kekuatan dan kelemahan masing-masing.

Pertandingan Tottenham Hotspur vs Liverpool akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada 1 Juni 2019. Berlaga di final Liga Champions merupakan kesempatan pertama Tottenham, sedangkan Liverpool adalah tim berstatus finalis musim lalu.

“Liverpool adalah klub besar, memiliki sejarah luar biasa, dan musim yang fantastis. Mereka mendapatkan leg kedua yang fantastis di semifinal melawan Barcelona,” ucap Hugo Lloris dilansir Football5star.com dari Sky Sports.

Hugo Lloris menilai trofi juara adalah hak bagi Tottenham atas permainan indah yang ditunjukkan.
Standard.co.uk

“Sungguh, laga ini akan menjadi pertarungan besar. Kedua tim tentu saling mengenal kekuatan dan kelemahan masing-masing, tetapi konteksnya sangat berbeda dengan Premier League,” ujarnya.

Bagi Lloris, keberhasilan timnya lolos ke final Liga Champions musim ini merupakan sesuatu yang istimewa. Ia pun berharap tim berjulukan Spurs dapat membuat sejarah baru dengan menjadi juara.

Spurs bisa lolos ke final dengan menyingkirkan Ajax di semifinal. Meski agregat berakhir dengan skor 3-3, skuat asuhan Mauricio Pochettino lolos berkat agresivitas gol tandang.

Sementara itu, Liverpool menghentikan Barcelona setelah menuai kemenangan sensasional. Ya, setelah mengalami kekalahan 0-3 di Stadion Camp No, anak asuh Juergen Klopp mampu membalikkan keadaan. Tim beralias The Reds sukses menuai kemenangan 4-0 saat bermain di Stadion Anfield.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Lloris Ingin Buat Sejarah di Laga Tottenham Hotspur vs Liverpool

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Hugo Lloris menyatakan bahwa Tottenham Hotspur berharap sanggup membuat torehan sejarah di Liga Champions. Tentunya, dengan memenangi laga final antara Tottenham Hotspur vs Liverpool.

Pertandingan Tottenham Hotspur vs Liverpool akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada 1 Juni 2019. Berlaga di final Liga Champions merupakan kesempatan pertama Tottenham, sedangkan Liverpool adalah tim berstatus finalis musim lalu.

Bagi Lloris, keberhasilan timnya lolos ke final Liga Champions musim ini merupakan sesuatu yang istimewa. Ia pun berharap tim berjulukan Spurs dapat membuat sejarah baru dengan menjadi juara.

Menurut Pochettino, Hugo Lloris cedera saat Tottenham lawan Man. United karena stres. (www.old.football5star.com / bt.com)
BTSport.com

“Sungguh, ini adalah momen besar. Setiap musim semua orang menantikan final Liga Champions,” kata Hugo Lloris seperti dilansir Football5star.com dari Sky Sports.

“Bisa terlibat di final Liga Champions merupakan sesuatu yang sangat istimewa. Sebuah kesempatan besar buat kami dan sangat berharap bisa membuat torehan sejarah di Liga Champions,” ujarnya.

Spurs bisa lolos ke final dengan menyingkirkan Ajax di semifinal. Meski agregat berakhir dengan skor 3-3, skuat asuhan Mauricio Pochettino lolos berkat agresivitas gol tandang.

Sementara itu, Liverpool menghentikan Barcelona setelah menuai kemenangan sensasional. Ya, setelah mengalami kekalahan 0-3 di Stadion Camp No, anak asuh Juergen Klopp mampu membalikkan keadaan. Tim beralias The Reds sukses menuai kemenangan 4-0 saat bermain di Stadion Anfield.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Tottenham Sudah Siapkan Rencana Perayaan Juara Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Tottenham Hotspur mengonfirmasi bahwa telah menyiapkan pesta perayaan sebagai juara Liga Champions musim ini. Termasuk mempersiapkan rute arak-arakan bus skuat dan ofisial tim berjulukan Spurs.

Tottenham Hotspur sukses membuat kejutan besar musim ini di Liga Champions. Skuat asuhan Mauricio Pochettino di luar dugaan sanggup melangkah hingga final.

Di partai puncak, Spurs akan berhadapan dengan finalis musim lalu, Liverpool. Laga puncak Liga Champions akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada 1 Juni 2019.

Belum ada pasti menjadi juara, Tottenham rupanya sudah mempersiapkan perayaan pesta keberhasilan menjadi juara. Namun, semua persiapan tentu akan sia-sia apabila mengalami kekalahan melawan Liverpool di final.

Ajax Tottenham Liga Champions Son Heung min Football5star 1 1
Standard.co.uk

“Klub dapat mengonfirmasi rencana parade kemenangan menggunakan bus atap terbuka pada Minggu (2/6/2019). Terutama jika kami sukses pada malam sebelumnya di final Liga Champions melawan Liverpool di Madrid,” tulis pernyataan laman resmi Tottenham seperti dilansir Football5star.com.

“Bus akan berangkat dari Northumberland Park. Dengan rute melewati Willoughby Lane, Lansdowne Road, dan Tottenham High Road.”

Tottenham lolos ke final Liga Champions musim ini dengan menghentikan kejutan Ajax. Spurs lolos dengan keunggulan agresivitas gol tandang meski agregat berakhir imbang 3-3.

Sementara itu, Liverpool melenggang ke partai puncak setelah menuai kemenangan sensasional, yakni 4-0 atas Barcelona di Stadion Anfield. Padahal, di pertemuan pertama skuat beralias The Reds mengalami kekalahan 0-3.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Wijnaldum: Sangat Menyedihkan Jika Liverpool Gagal Menangi Gelar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Georginio Wijnaldum berharap Liverpool dapat melengkapi impresifnya musim ini dengan memenangi gelar Liga Champions.

Liverpool akhirnya gagal memenangi gelar Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 29 tahun terakhir. Selisih satu poin membuat Manchester City keluar sebagai kampiun musim ini dengan raihan 98 poin.

Namun, tim besutan Juergen Klopp masih berpeluang memenangi trofi Liga Champions musim ini. Sekarang, Georginio Wijnaldum cs sudah mencapai final dan akan meladeni Tottenham Hotspur.

Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano pada 1 Juni mendatang. Buat Wijnaldum, jika tidak berhasil memenangi Liga Champions, akan sangat menyedihkan untuk Liverpool.

Georginio Wijnaldum: Belum Saatnya Liverpool Pikirkan Juara
Twitter/@LFC

“Secara keseluruhan, saya pikir kami mendapatkan musim bagus dan sekarang tantangannya adalah finis dengan memenangi gelar. Guna melengkapi apiknya musim kami,” kata Wijnaldum dikutip Football5star.com dari situs resmi Liverpool.

“Akan sangat menyedihkan jika kami mengakhiri musim tanpa gelar. Khususnya karena saya pikir kami cukup konsisten dan tampil sangat bagus.

Berbeda dengan persaingan gelar di Liga Inggris yang bergantung dari hasil pertandingan lain. Agar bisa menjadi kampiun di Liga Champions, hasilnya ditentukan oleh penampilan di lapangan.

“Namun, sekarang kami akan melakoni laga yang bisa kami kendalikan. Jadi, kami harus menampilkan performa bagus agar bisa mendapatkan akhir bagus,” ucapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Van Dijk Bertekad Bayar Kekecewaan dengan Menjuarai Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Virgil van Dijk berharap Liverpool bisa membayar kekecewaan karena gagal memenangi gelar Liga Inggris. Caranya dengan memenangi laga final dan menjadi juara di Liga Champions musim ini.

Kemenangan 2-0 Liverpool atas Wolverhampton Wanderers pada pekan terakhir Liga Inggris tidak cukup untuk dapat finis di puncak klasemen akhir. Hasil positif di Stadion Anfield, Minggu (12/5/2019) malam WIB, membuat tim berjulukan The Reds memiliki kemasan 97 poin maksimal.

Raihan tersebut tidak bisa membuat Virgil van Dijk dkk menjadi kampiun di Premier League musim ini. Pasalnya, Manchester City juga berhasil memenangi laga pamungkas melawan Brighton & Hove Albion. Alhasil, skuat asuhan Pep Guardiola mengemas 98 poin akhir dan sukses mempertahankan titel yang mereka menangi pada musim 2017-18.

Kendati demikian, Liverpool masih berpeluang memenangi perebutan gelar bergengsi terakhir di Liga Champions. Keberhasilan mereka mengandaskan Barcelona di semifinal membuat tim besutan Juergen Klopp cs sampai di final Liga Champions musim ini.

Virgil van Dijk tak punya rekor bagus saat melawan Barcelona dan Real Madrid di Liga Champions.
Reuters.com

Di partai puncak The Reds akan berhadapan kontra Tottenham Hotspur. Partai tersebut akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano pada 1 Juni 2019.

“Kami harus melihat sisi positif dan ingat bahwa kami juga masih akan bermain di Madrid. Semoga bisa mengakhiri musim dengan tinggi. Hal itulah yang sedang kami upayakan dan lakukan,” kata Van Dijk seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Fantastis bisa mencapai final Liga Champions dua kali beruntun. Semoga kami bisa sedikit lebih baik kali ini,” ucapnya.

Meski Liverpool gagal menjadi juara, Virgil van Dijk berhasil memenangi penghargaan di level individu. Ia sukses mengalahkan dua pesaingnya asal Manchester City, Raheem Sterling dan Bernardo Silva sebagai pemain terbaik Liga Inggris musim ini.

Terpilihnya bek sekaligus kapten timnas Belanda ini memang tak lepas dari performa apiknya sepanjang musim. Ia tidak pernah absen dalam 37 pertandingan Premier League musim ini. Selain konsisten dalam menjaga pertahanan, ia juga lihai dalam urusan cetak gol. Total empat gol serta dua assist lahir dari kaki dan kepalanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pochettino Yakin Dele Alli Tak Akan Absen di Final Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, yakin Dele Alli tidak dalam kondisi terancam absen di final Liga Champions. Padahal, gelandang berusia 23 tahun ini tampak mengalami masalah kebugaran saat bermain pada pekan terakhir Liga Inggris musim ini melawan Everton.

Tottenham Hotspur berhasil mengamankan posisi empat besar klasemen akhir Liga Inggris 2018-19. Ya, hasil imbang 2-2 melawan Everton pada pekan ke-38 cukup buat skuat asuhan Mauricio Pochettino finis di urutan keempat klasemen dengan raihan 71 poin.

Skor imbang tersebut terjadi di Stadion Tottenham Hotspur, Minggu (12/5/2019) malam WIB. Dua gol tim berjulukan Spurs dicetak Eric Dier pada menit ke-3 dan Christian Eriksen (75′). Dua gol balasan Everton diciptakan Theo Walcott (69′) dan Cenk Tosun (72′).

Akan tetapi, di laga ini Dele Alli hanya bermain separuh babak. Ia digantikan dengan Victor Wanyama di paruh kedua.

Pochettino pun mengungkapkan alasan menarik keluar Alli di laga tersebut. Menurutnya, Alli mengalami kelelahan otot sehingga tidak bisa tampil maksimal.

Dele Alli - Tottenham Hotspur - Mauricio Pochettino - @HotspurRelated
Twitter/@HotspurRelated

Pergantian itu juga ditujukan sebagai upaya pencegahan. Mengingat Tottenham butuh kontribusi dan performa terbaik Alli menghadapi final Liga Champions melawan Liverpool.

“Ia tidak melakukan pemanasan karena merasa ada yang aneh. Kemudian performanya sangat buruk di babak pertama karena tidak bisa mengatasi situasi yang dialaminya,” kata Pochettino seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Sebagai pencegahan, ia ditarik keluar. Saya pikir ini bukan masalah serius. Kami akan menilai kondisinya, saya pikir ia kelelahan,” ujarnya.

“Menurut saya dalam kondisi normal ia seharusnya tidak bermain. Namun, kami memainkannya dan sebelum terjadi sesuatu, kami melakukan perubahan saat jeda babak pertama,” kata Pochettino.

Tottenham melenggang ke final Liga Champions dengan menyingkirkan Ajax di semifinal. Spurs melaju berkat keunggulan agresivitas gol tandang meski agregat imbang 3-3.

Sementara itu, Liverpool secara mampu membalikkan keadaan melawan Barcelona. Skuat asuhan Juergen Klopp sampai di final dengan keunggulan agregat 4-3.

Partai final Liga Champions musim ini akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada 1 Juni 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kegembiraan Ganda Harry Kane, Menang dan Akhiri Tren Negatif

Football5Sta.com, Indonesia – Harry Kane mendapatkan kegembiraan ganda. Dia mengantarkan Tottenham Hotspur menang dan bisa mengakhiri paceklik golnya di Stadion Wembley pada laga Premier League.

Harry Kane tampil gemilang ketika Tottenham Hotspur menang 4-1 atas Liverpool. Dia mencetak dua gol dan menjadi kreator gol bagi Son Heung-min.

Satu gol Tottenham lainnya dicetak Dele Alli. Adapun Liverpool, sempat membalas melalui Mohamed Salah.

Khusus gol pertama Tottenham, itu adalah usaha ke-29 Kane untuk mencetak gol di Wembley. Sebelum itu, dia belum pernah mencetak gol sama sekali di Wembley.

Gol itu juga bermakna negatif bagi Liverpool. The Reds menjadi tim keenam di Premier League yang kemasukan 1.000 gol!

“Cara yang luar biasa untuk mengakhiri pekan menakjubkan ini,” kata Kane lewat akun Twitter pribadinya.

Hal itu merujuk pada hasil imbang di kandang Real Madrid pada pertandingan Liga Champions. Tengah pekan lalu, Kane dkk sukses menahan imbang Real Madrid di Santiago Bernabeu.

“Ini merupakan performa luar biasa dari seluruh tim. Kami harus bisa menjaganya,” tutur pemain berusia 24 tahun itu.

Seusai pertandingan, kegembiraan lain menyapa Kane dan rekan-rekannya. Legenda basket dunia, Kobe Bryant, menyambangi kamar ganti pemain tuan rumah.

“Ada perasaan luar biasa bertemu legenda NBA Kobe Bryant,” kicau Kane.

 

“Kami sempat berbincang-bincang sebentar. Dia mengaku telah memilih pertandingan yang tepat untuk ditonton,” ucapnya lagi.

Kemenangan atas Liverpool membuat Kane dkk mantap di posisi tiga besar di bawah Manchester City dan Manchester United. Dengan koleksi 20 poin, Tottenham hanya kalah selisih gol dari Setan Merah.

Jordan Henderson Bela Dejan Lovren

Football5Star.com, Indonesia – Jordan Henderson melakukan pembelaan terhadap kritik yang menerpa rekan satu timnya, Dejan Lovren. Bek asal Balkan itu dianggap sebagai biang kekalahan Liverpool dari Tottenham Hotspur, Minggu (22/10/17).

Dejan Lovren dianggap sebagai biang kesalahan dua gol Tottenham pada pertandingan di Stadion Wembley itu. The Spurs unggul cepat dua gol lewat Harry Kane pada menit ke-4 dan Son Heung-min pada menit ke-12.

Nasib Dejan Lovren pada laga tersebut hanya bertahan 30 menit. Pelatih Jurgen Klopp lantas menarik keluar dia dan digantikan oleh Alex Oxlade-Chamberlain.

Sejumlah pencinta sepak bola langsung menghujat Lovren. Dia dianggap tampil buruk pada awal pertandingan sehingga Liverpool kalah telak 1-4.

Sadar rekan satu timnya jadi sasaran kritik, Jordan Henderson lakukan pembelaan. Kapten Liverpool itu pun menilai timnya secara keseluruhan memang tampil buruk, bukan cuma Lovren.

“Saya lihat Lovren tidak dalam performa terbaiknya. Namun, semua pemain pernah mengalaminya dan bisa saja melakukan kesalahan,” kata Henderson kepada BBC.

“Kami sempat mengatasi ketertinggalan, tetapi kemudian kembali kebobolan karena kecerobohan kami sendiri. Hari ini sangat mengecewakan dan membuat frustrasi,” tuturnya.

Liverpool kalah 1-4 karena brace Harry Kane dan masing-masing sebiji gol dari Son HM dan Dele Alli. The Reds hanya bisa membalas lewat Mohamed Salah.

The Reds saat ini terjerumus ke posisi ke-9 dengan 13 poin. Adapun The Spurs berada di pos ketiga dengan koleksi 20 angka, cuma kalah selisih gol dari Manchester United.

Prediksi: Tottenham Vs Liverpool

1 10

Stadion Wembley, Minggu (22/10/2017) Pukul 22.00 WIB (beIN Sports 1) 

Football5Star.com, Indonesia – Tottenham Hotspur akan mencoba mengakhiri tren negatif saat menghadapi Liverpool. Maklum, dalam sembilan perjumpaan terakhir, tak sekali pun The Spurs menang atas The Reds.

Tottenham vs Liverpool ini juga akan menjadi ujian bagi Mauricio Pochettino. Sejak melatih Tottenham, pelatih asal Argentina itu tak pernah bisa mengalahkan Liverpool.

Dari kubu tim tamu, mencoba mengakhiri tren tak pernah menang dalam dua laga terakhir Premier League. Mereka bermain imbang dua kali beruntun melawan Newcastle United dan Manchester United.

Duel ambisi akan tersaji, apalagi kedua tim sama-sama punya modal bagus dari Liga Champions. Tottenham menahan imbang Real Madrid di kandangnya, sedangkan Liverpool menang 7-0 di markas Maribor.

REKOR PERTEMUAN

2 18

TREN PERFORMA

3 16

REKOR KANDANG TOTTENHAM
  • Sejak kalah dari chelsea pada pertandingan pekan kedua Premier League, Tottenham tak pernah kalah dari lima pertandingan di Stadion Wembley di berbagai ajang.
  • Dari jumlah lima pertandingan itu, tiga di antaranya dilalui dengan kemenangan. Namun, dua hasil imbang diraih melawan tim medioker yaitu Burnley dan Swansea.
  • Tottenham sudah 74 kali menjamu Liverpool di kandang sendiri. Mereka menang 35 kali dan hanya kalah 22 kali dari The Reds.
REKOR TANDANG LIVERPOOL
  • The Reds tak pernah kalah dalam empat laga tandang terakhir di berbagai ajang, dua kali menang dan dua kali seri. Kekalahan terakhir terjadi di markas Leicester City pada Piala Liga.
  • Liverpool sudah empat kali bermain tandang di Premier League musim ini. Masing-masing sekali menang dan kalah, serta dua kali imbang. Kekalahan dialami dari Manchester City.
  • Kemenangan terakhir Liverpool di markas Tottenham terjadi pada pekan ketiga musim 2014-15. Mereka menang 3-0 pada laga itu. Setelah itu, mereka dua kali bermain imbang.
STATISTIK MENARIK
  • Totteham tak pernah menang atas Liverpool dalam sembilan pertandingan terakhir, enam di antaranya kalah. Gawang mereka juga jebol 22 kali.
  • Harry Kane masih belum bisa mencetak gol di kandang sendiri. Dari 28 tembakan, cuma 10 yang tepat sasaran. Enam gol Kane terjadi di kandang lawan.
  • Sejak dipegang Juergen Klopp, Liverpool tak pernah gagal mencetak gol dalam dua laga beruntun di Premier League. Andai kejadian 0-0, ini merupakan kali pertama bagi mereka.
  • Dalam lima pertandingan terakhir, Philippe Coutinho mencetak empat gol. Seluruh gol itu tercipta pada laga tandang.
PELATIH
  • Setelah menang dalam dua pertemuan pertama dengan Liverpool, Pochettino gagal dalam tujuh laga selanjutnya. Tim asuhan dia cuma seri tiga kali dan empat laga lainnya seri.
  • Rekor Pochettino menghadapi Juergen Klopp juga buruk. Dari lima pertandingan, tim asuhannya kalah dua kali dan hanya tiga kali bermain imbang.
  • Tim asuhan Klopp tak pernah kalah dalam lima perjumpaan dengan Tottenham. Mereka menang dua kali dan tiga kali seri.
WASIT
  • Andre Marriner merupakan wasit pada pertandingan pekan pertama ketika Tottenham menang atas Newcastle United.
  • Dari enam laga yang dipimpin Marriner pada Premier League musim ini, empat di antaranya dimenangi tuan rumah dan dua lainnya tim tamu jadi pemenang.
  • Wasit 46 tahun itu sudah 35 kali memimpin pertandingan yang melibatkan Tottenham. Dari jumlah itu, Tottenham menang 17 kali serta seri dan kalah 9 kali.
  • Liverpool merupakan salah satu tim yang paling sering dipimpin Marriner. Dari 38 pertandingan, The Reds menang 17 kali dan hanya kalah 8 kali.
PEMAIN KUNCI*

TOTTENHAM:
Top Scorer: Harry Kane (6 gol)
Top Assist: Kieran Trippier (3 assist)
Top Rating: Harry Kane (7,83)

LIVERPOOL:
Top Scorer: Mohamed Salah (4 gol)
Top Assist: Roberto Firmino, Emre Can (2 assist)
Top Rating: Philippe Coutinho (7,98)

* Statistik di Premier League  musim ini menurut WhoScored

BERITA TOTTENHAM
  • Dele Alli kembali bisa diandalkan Pochettino pada pertandingan Tottenham vs Liverpool. Dia dalam keadaan bugar setelah absen saat menghadapi Real Madrid.
  • Ben Davies sudah fit. Dia kemungkinan menjadi pilihan utama untuk pertandingan Liverpool vs Tottenham sehingga Danny Rose kembali ke bangku cadangan.
  • Victor Wanyama, Erik Lamela, dan Mousa Dembele tak mungkin dimainkan karena masih cedera.
BERITA LIVERPOOL
  • Adam Lallana, Nathaniel Clyne, dan Sadio Mane dipastikan tak tampil pada pertandingan Tottenham vs Liverpool karena cedera.
  • Trent Alexander-Arnold, Lloris Karius, dan James Milner memang tampil apik pada laga versus Maribor. Namun, mereka kemungkinan akan kembali menjadi pemain cadangan pada laga Tottenham vs Liverpool.
  • Jordan Henderson akan kembali menjadi kapten Liverpool setelah tak tampil pada pertandingan Liga Champions.
PRAKIRAAN FORMASI

4 14

PREDIKSI HASIL
Bursa Taruhan
BWin
WillHill
Ladbrokes
1(2,15) X(3,50) 2(3,30)
1(2,10) X(3,20) 2(3,20)
1(2,15) X(3,50) 2(3,20)
Prediksi Skor
WhoScored Tottenham 1-1 Liverpool
Prediksi Football5Star
Tottenham 1-1 Liverpool

Berita Bola: Gol Danny Rose Buah Perjudian Meninggalkan Sadio Mane

Bek kiri Tottenham Hotspur, Danny Rose, berduel langsung dengan penyerang sayap Liverpool, Sadio Mane, saat kedua tim bertemu kemarin malam (27/8). Dari duel tersebut, Rose menyimpulkan satu hal: kecepatan Mane mengerikan. Gol Rose pun lahir berkat perjudiannya saat jauh meninggalkan Mane.

Dalam laga tersebut, Rose memang dibuat berjibaku ketika menghadapi Mane. Meski Mane dibuat gagal mencetak gol, Rose mengaku acap kelabakan saat beradu kecepatan dengan Mane.

Bahkan, Rose terpaksa beberapa kali melakukan pelanggaran demi menghentikan laju winger Senegal tersebut. Namun, dalam sebuah perjudian kala memutuskan maju jauh hingga ke depan gawang Liverpool, Rose justru bisa mencetak gol.

“Saya bertaruh untuk maju jauh pada gol tersebut. Pasalnya, saya tak bisa sering-sering ke depan karena kecepatan Mane sangat mengerikan,” ujarnya kepada Express.

Dalam laga tersebut, kedua tim memang cenderung cukup imbang. Meski begitu, keberuntungan memihak Tottenham karena bisa mencetak gol penyeimbang lewat sepakan Rose. Selain itu, performa kiper Michel Vorm juga tengah apik.

“Pada babak pertama Michel Vorm menjadi pemain terbaik kami. Dia membuat beberapa penyelamatan penting. Beruntung kami bermain lebih baik pada babak kedua. Imbang adalah hasil yang adil untuk kedua tim,” tambah dia.

Hasil ini tak baik untuk Liverpool karena secara keseluruhan, mereka yang harusnya bisa memenangi laga. Ada beberapa momen yang kurang baik untuk The Reds seperti gol yang dianulir, putusan penalti yang tak digubris wasit dan lainnya.

Liverpool FC: Juergen Klopp Puas dengan Performa James Milner di Posisi Bek Kiri

Ada satu hal postif yang dipetik Manajer Liverpool Juergen Klopp dari hasil imbang 1-1 di kandang Tottenham Hotspur. Hal yang dimaksud adalah performa apik James Milner di posisi bek kiri.

Milner memang tampil lebih daru memuaskan saat menempati pos yang biasa diisi Alberto Moreno tersebut. Klopp semakin yakin timnya tak butuh bek kiri baru.

“Pada akhirnya kami berhasil membuktikan Milner bisa bermain sebagai bek kiri dan itu alasan kami tak melakukan transfer di posisi ini. Saya tak kaget dia tampil baik di sana,” jelasnya pada konferensi pers.

“Milner memang masih beradaptasi dan belajar karena pada akhirnya dia tak bermain sampai 500 laga di posisi ini. Tapi, kami semua akan membantunya,” tambah dia.

Tak berhenti di sana, Klopp juga mengomentari momen saat Joel Matip dijatuhkan di dalam area penalti sebelum tendangan sudut.

“Saat itu wasit menghentikan laga sesaat dan itu 100 persen penalti. Tanya padanya seperti apa aturan. Pada saat melawan Burnley hal tersebut penalti dan sekarang tidak. Saya tak mengerti apa yang terjadi,” tuturnya.

“Hasil ini rasanya jauh lebih buruk dari musim lalu di White Hart Lane. Saat itu, Simon Mignolet menyelamatkan kami, sekarang Michel Vorm tampil luar biasa dan menyelamatkan Tottenham,” pungkasnya.