Belanda vs Turki: Memphis Depay Samai Rekor Johan Cruyff

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Belanda vs Turki di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 menjadi panggung untuk Memphis Depay. Pada laga yang berlangsung di Amsterdam ArenA, Rabu (8/9/2021), Depay cetak hat-trick pertamanya untuk tim Orange.

Belanda langsung unggul cepat di babak pertama. Laga baru bergulir kurang dua menit, Belanda unggul 1-0 lewat gol yang dicetak Davy Klaassen setelah bekerja sama dengan Depay.

Belanda vs Turki

Duet dua pemain ini di lini depan kembali membawa Belanda unggul pada menit ke-16. Di gol kedua kali ini, giliran Klassen yang mengrim umpan untuk dikonversi menjadi gol oleh Depay. 2-0 Belanda unggul atas Turki di pertengahan babak pertama.

Sudah unggul 2-0, anak asuh Louis van Gaal tak mau mengendurkan serangan. Lini belakang Turki beberapa kali dibuat repot oleh permainan cepat Belanda.

Agresifitas Belanda membuat pemain belakang Turki, Caglar Soyunc melakukan kesalahan di area terlarang dengan mengganjal Klaassen. Wasti memberi hadiah penalti. 10 menit kemudian, Caglar Soyunuc mendapat kartu merah dari wasit.

Belanda vs Turki

Memphis Depay yang jadi algojo sukses untuk menaklukkan gawang Turki yang dikawal Ugurcan Cakir.Skor 3-0 menjadi hasil babak pertama laga Belanda dan Turki.

Belanda vs Turki di babak kedua

Pada babak kedua, Belanda terus menggempur lini belakang Turki. Hasilnya pada menit ke-54, Depay mencetak gol ketiganya pada laga ini.

Gol Depay ini menempatkan pemain Barcelona itu menyamai rekor milik Johan Cruyff dan Abe Lenstra sebagai pencetak gol terbanyak ke-8 bersama timnas Belanda.

Belanda vs Turki

Tak puas dengan empat gol, Belanda terus mengupayakan gol tambahan. Hasilnya pada menit ke-80, Guus Til mencetak gol kelima tim Orange. Laga Belanda vs Turki pun ditutup dengan skor telak 6-1. Dua gol lainnya tercipta di menit akhir pertandingan.

Susunan Pemain Belanda vs Turki:

Belanda (4-3-3): Justin Bijlow; Denzel Dumfries, Stefan de Vrij, Virgil van Dijk, Daley Blind; Georginio Wijnaldum, Frenkie de Jong, Davy Klaassen; Steven Berghuis, Memphis Depay, Steven Bergwijn.

Pelatih: Louis van Gaal

Turki (4-4-1-1): Ugurcan Cakir; Kaan Ayhan, Merih Demiral, Caglar Soyuncu, Mert Muldur; Cengiz Under, Orkun Kokcu, Okay Yokuslu, Kenan Karaman; Hakan Calhanoglu; Burak Yilmaz.

Kartu merah: Caglar Soyuncu

Pelatih: Senol Gunes

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bogem Mario Balotelli untuk Rekan Satu Tim

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mario Balotelli tak bisa dilepaskan dari sisi kontroversial. Striker 31 tahun yang saat ini berkarier di Liga Turki bersama Adana Demirpsor bikin ulah dengan memukul rekan satu timnya.

Ulah Mario Balotelli itu terjadi saat dirinya digantikan pelatih Adana, Samet Aybaba di pertandingan melawan Konyaspor, Sabtu (28/8/2021). Pada laga itu seperti dikutip Football5star.com dari data Soccerway, Minggu (29/8), Super Mario diganti pada awal babak kedua.

Bogem Mario Balotelli untuk Rekan Satu Tim

Pelatih Samet Aybaba mengganti Balotelli dengan Francis Ezeh pada menit ke-57. Balotelli tak terima dengan keputusan sang pelatih. Di bangku cadangan, eks pemain Liverpool itu terus menggerutu dan seorang rekannya yang disinyalir, Samet Akaydin jadi korban.

https://twitter.com/FootballlForAll/status/1431674678461050883?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1431674678461050883%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.dailymail.co.uk%2Fsport%2Ffootball%2Farticle-9937449%2FMario-Balotelli-punches-team-mate-frustration-substituted-Adana-Demirpsor.html

Setelah terus mengoceh kepada staf tim dan memukul tanah, Balotelli lantas langsung memukul rekan setimnya itu dengan cukup keras. Untung bagi Balottelli, rekan satu timnya itu tak membalasnya dengan bogem mentah.

Mario Balotelli yang Suka Bikin Ricuh

Bogem Mario Balotelli untuk Rekan Satu Tim_

Sosok Mario Balotelli memang sudah dikenal publik sepak bola sebagai pemain yang lekat dengan sisi kontroversial. Sebelum berulah di Liga Turki, Balotelli juga acapkali membuat rekan satu timnya menjadi tak nyaman.

Seperti pada saat Manchester City misalnya di 2011. Ia berselisiih paham dengan Alexander Kolarov. Pada musim yang sama, ia juga terlibat dalam insiden dengan Jerome Boateng.

Bogem Mario Balotelli untuk Rekan Satu Tim_

Belum cukup, ia juga berselisih dengan Micah Richards. Pemain belakang City itu sampai harus dipegangi beramai-ramai oleh pemain lain setelah emosinya memuncak karena kata-kata yang dilontarkan Balotelli.

Balotelli juga membuat Roberto Mancini begitu naik pitam dengan ulahnya saat sesi latihan bersama Manchester City.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Klub Turki Ini Terang-Terangan Tertarik Rekrut Pemain Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Salah satu klub divisi teratas Turki, Alanyaspor, terang-terangan mengaku tertarik merekrut salah satu pemain Indonesia, Muhammad Yoan Saputra. Hal itu setelah Yoan secara resmi diundang untuk lakukan latihan di sana.

Seperti diketahui, Yoan Saputra bersama dua rekannya dikirim oleh Vamos Indonesia untuk berguru di Turki. mereka pun sempat berkompetisi di liga junior Turki bersama Antalya Halspor hingga Mei. Nah, Yoan ternyata salah satu pemain yang tampil cukup apik di sana.

Hingga ahirnya, Muhammad Yoan Saputra diundang untuk latihan bersama Alanyaspor. Dia disebut-sebut masuk pantauan klub Super Lig Turki itu berkat aksinya saat membela tim muda Antalya Halspor. Sang pemain pun mengungkapkan kegembiraannya bisa diundang latihan Alanyaspor.

“Alhamdulillah bisa mengikuti latihan bersama salah satu tim superlig yaitu Alanyaspor. Ini tentu jadi pengalaman yang luar biasa,” ungkap Muhammad Yoan Saputra dalam Instagram pribadinya.

“Salah satu usaha untuk mewujudkan mimpi mungkin dengan menikmati prosesnya, semoga ini jadi langkah awal untuk kedepan yang lebih baik,” sambung dia.

Tentu, diharapkan Yoan bisa tampil memukau di klub tersebut. Sebab, bukan tak mungkin dia bisa mendapatkan kontrak di sana.

Alanyaspor sendiri merupakan salah satu klub yang cukup diperhitungkan di Super Lig. Mereka musim lalu sukses finis di urutan ketujuh dengan 60 poin dari 40 laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Rekor Pemain-pemain Turki di Inter, Banyak yang Gagal

gamespool
Rekor Pemain-pemain Turki di Inter, Banyak yang Gagal 19

Football5Star.com, Indonesia – Inter Milan resmi mendatangkan pemain AC Milan dan timnas Turki, Hakan Calhanoglu. Nerazzurri sendiri lumayan sering mendatangkan beberapa pemain Turki sebelumnya, namun jarang ada yang sukses.

Calhanoglu didatangkan secara gratis dari AC Milan dengan gaji sekitar 5 juta euro dan kontrak sampai 2024. Pada masa lalu, Inter beberapa kali merekrut pemain Turki terutama ketika Turki berjaya di awal abad ini. Berikut daftarnya:

Umit Davala

Sama seperti Calhanoglu, Davala didatangkan oleh Inter dari AC Milan. Dia adalah bagian transfer pertukaran pemain dengan Dario Simic pada 2002. Tak banyak yang ingat Davala pernah bermain di Inter. Hal itu wajar karena dia sama sekali tak mencatatkan satu pun penampilan resmi.

Setelah direkrut, Davala langsung dipinjamkan ke klub lamanya, Galatasaray selama semusim. Lalu di musim selanjutnya, dia dipinjamkan ke Werder Bremen dan membantu klub Jerman itu meraih double winners. Bremen akhirnya memutuskan untuk mempermanenkan Davala setelah itu.

Caner Erkin

Rekor Pemain-pemain Turki di Inter, Banyak yang Flop
Calciomercato

Caner Erkin memiliki karier yang sama dengan Umit Davala di Inter, alias tak pernah mencatatkan satu pun penampilan resmi. Inter mendatangkannya secara gratis pada Juni 2016. Dia bermain di 7 laga pre-season.

Tapi saat itu, Nerazzurri terkena sanksi Financial Fair Play yang membuat mereka hanya bisa mendaftarkan 22 pemain ke Liga Europa musim 2016-17, dan Erkin menjadi pemain yang dikorbankan. Akibatnya, dia dipinjamkan ke Besiktas pada Agustus 2016 sebelum dipermanenkan pada musim depannya.

Hakan Sukur

Rekor Pemain-pemain Turki di Inter, Banyak yang Flop
ronaldo.com

Penyerang terbaik sepanjang sejarah Turki, Hakan Sukur, direkrut oleh Inter pada tahun 2000 dari Galatasaray setelah membawa mereka menjadi juara UEFA Cup. Tapi kariernya di Giuseppe Meazza hanya bertahan satu setengah musim.

Sukur hanya mencetak 6 gol dari 35 laga di semua kompetisi pada musim 2000-01. Sangat jauh jika dibandingkan dengan rekan timnya, Christian Vieri yang mencetak 19 gol dan Alvaro Recoba, 14 gol. Sukur akhirnya dijual ke Parma pada Januari 2002 setelah kalah saing dengan Mohamed Kallon dan Nicola Ventola.

Okan Buruk

Rekor Pemain-pemain Turki di Inter, Banyak yang Flop
inter.it

Sama seperti Sukur, Okan Buruk merupakan salah satu pemain dari generasi emas Galatasaray yang menjadi juara UEFA Cup pada tahun 2000 dan juara ketiga Piala Dunia bersama timnas Turki. Dia direkrut pada 2001.

Namun, Buruk sulit untuk menembus tim utama. Dia hanya mencatatkan 38 pertandingan dan mencetak 2 gol dalam 3 musimnya bersama Inter. Dia akhirnya dijual ke Besiktas pada 2004.

Emre Belozoglu

Emre Belozoglu, Inter Milan
inter-news.it

Mungkin satu-satunya pemain Turki yang cukup sukses bersama Inter. Emre direkut bersamaan dengan Okan Buruk dari Galatasaray pada 2001, tapi kariernya bersama Nerazzurri jauh lebih baik daripada Buruk.

Pada musim pertamanya, Emre selalu tampil menjadi pemain pengganti di Serie A. Tapi pada musim keduanya, dia mendapatkan kepercayaan dari pelatih Hector Cuper dan menjadi pemain inti. Pada musim ketiganya, Emre masih menjadi pilihan utama di bawah asuhan pelatih baru Alberto Zaccheroni.

Tapi cedera mulai menghambatnya pada musim 2004-05 saat dilatih oleh Roberto Mancini. Emre akhirnya dijual ke Newcastle pada 2005. Total, Emre mencatatkan 114 penampilan bersama Nerazzurri dan meraih satu gelar Coppa Italia di musim terakhirnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Swiss vs Turki: Menang, Nasib Shaqiri dkk Masih Menggantung

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Swiss sukses menembus 16 besar Euro 2020. Menghadapi Turki di stadion Olimpic Baku, Minggu (20/6/2021) Xherdan Shaqiri dkk menang meyakinkan 3-1.

Swiss tak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Laga berjalan enam menit tendangan kaki kiri Haris Seferovic telah menembus jala Ugurcan Cakir.

Permainan Turki sejatinya tidak terlalu buruk. Beberapa kali mereka membangun serangan. Tapi kurangnya ketenangan membuat upaya tersebut sia-sia.

Hal ini pun membuat Swiss tampil lebih nyaman. Dan hasilnya 20 menit berselang Xherdan Shaqiri menggandakan keunggulan.

Memanfaatkan umpan matang Steven Zuber, sontekan kaki kanan bintang Liverpool menembus jala Turki. Skor 2-0 menutup babak pertama.

Pada babak kedua anak asuh Senol Gunes mencoba bangkit. Upaya tersebut terlihat pada menit ke-61. Tendangan terukur Irfan Kahveci dari luar kotak penalti memperkecil ketinggalan.

Keberhasilan ini membuat moral para pemain meningkat. Tapi lagi-lagi Shaqiri menghukum Hakan Calhanoglu dkk lewat golnya yang kembali menerima assist dari Steven Zuber.

Gol kedua Xherdan Shaqiri sekaligus jadi gol penutup pada laga ini. Menang 3-1 nasib Swiss belum bisa ditentukan. Mereka masih harus menunggu pertandingan lain untuk menentukan peringkat ketiga terbaik.

Susunan Pemain:

Swiss (3-4-1-2): 1-Yann Sommer; 13-Ricardo Rodriguez, 5-Manuel Akanji, 4-NIco Elvedi; 3-Silvan Widmer (Kevin Mbabu 90’), 8-Remo Freuler, 10-Granit Xhaka, 14-Steven Zuber (Loris Benito 85’); 23-Xherdan Shaqiri (Ruben Vargas 75’); 7-Breel Embolo (Admir Mehmedi 86’), 9-Haris Seferovic (Mario Gavranovic 75’)

Pelatih: Vladimir Petkovic

Turki (4-1-4-1): 23-Ugurcan Cakir; 2-Mehmet Zeki Celik, 3-Merih Demiral, 4-Caglar Soyuncu, 26-Mert Muldur; 22-Kaan Ayhan (Okay Yokuslu 64’); 7-Cengiz Under (Kenan Karaman 80’), 6-Ozan Tufan (Yusuf Yazici 64’), 21-Irfan Kahveci (Orkun Kokcu 80’), 10-Hakan Calhanoglu (Dorukhan Tokoz 86’); 17-Burak Yilmaz

Pelatih: Senol Gunes

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lakoni Partai Hidup Mati, Pelatih Swiss Tulis Surat Terbuka

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Swiss akan jalani partai hidup mati di match terakhir grup A EURO 2020. Anak asuh Vladimir Petkovic tersebut akan ladeni Turki di Olympic Stadium, Baku, Minggu (20/6/2021). Jelang kick off kedua tim, pelatih Swiss, Vladimir Petkovic menuliskan surat terbuka.

Dalam surat terbukanya, pelatih Swiss itu meminta dukungan dari masyarakat Swiss. Petkovic meminta publik Swiss bisa menjadi penyemangat untuk Breel Embolo dkk.

swiss-yscpl

“Kami ingin memberi Anda malam yang ajaib, membuat Anda bangga dengan kami. Setelah banyak kesulitan selama periode panjang pandemi, kami ingin mmebuat Anda bahagia dengan kemenangan melawan Italia, namun tadk terjadi,” tulis Petkovic di surat kabar Swiss, Schweiz am Wochenende.

“Kami telah merencanakan begitu banyak untuk itu, mungkin terlalu banyak. Dan pada akhirnya, tidak ada yang lain selain kekecewaan. Untuk Anda, bagi kami, dan 4000 orang Swiss yang berpergian ke Roma. Kami sangat menyesal,”

“Melawan Turki, kami memiliki kesempatan lain untuk lolos ke babak 16 besar dan kami harus membawa semua nilai dan kebijakan kami ke lapangan. Di samping rencanan taktis, solidaritas, kegembiraan dan rasa hormat, kami akan melakukannya,” tambah pelatih Swiss tersebut.

“Kami tidak selalu melakukan apa yang Anda harapkan dari kami. Kami adalah pemain yang berusaha untuk memenuhi tuntutan itu, tapi sayangnya kami belum berhasil,”

“Dan itulah mengapa kami membutuhkan dukungan Anda semua sebelum pertandingan penting ini. Solidaritas Anda, energi positif Anda. Kami akan melakukan segala cara yang kami bisa untuk memastikan kita semua bahagia di Minggu malam,” tutup pelatih Swiss.

Jika bisa mengalahkan Turki di match terakhir dan Wales kalah dari Italia, Swiss berpeluang lolos dari fase grup A, meski dengan status sebagai peringkat ketiga terbaik.

Namun Swiss harus berharap tim lain seperti Kroasia dan Spanyol yang kini unggul di rangking sementara peringkat ketiga terbaik EURO 2020 menelan pil pahit di pertandingan terakhir.

Dari 6 tim di rangking sementara peringkat ketiga terbaik EURO 2020, Swiss berada di urutan paling buncit dengan raihan satu poin, sama dengan Kroasia di tempat kelima. Selisih satu poin dari Spanyol di posisi keempat.

Dari 6 tim tersebut, hanya 4 tim yang akan lolos ke babak 16 besar. Swiss bisa lolos andai saja Spanyol di partai terakhir grup E kalah dari Slovakia. Pun Swiss berharap Kroasia tak bisa mengalahkan Skotlandia di match terakhir grup D.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Permintaan Maaf Bek Turki Selepas Kekalahan dari Wales

gamespool
Permintaan Maaf Bek Turki Selepas Kekalahan dari Wales 29

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan atas Wales membuat bek Turki, Umut Meras, merasa tak enak hati kepada para suporter yang hadir di Stadion Olimpiade Baku. Ia pun megucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya karena gagal mempersembahkan kemenangan.

Partai Turki vs Wales pada Kamis (17/6) dinihari WIB berakhir dengan skor 2-0 berkat gol Aaron Ramsey dan Connor Roberts. Kekalahan ini semakin membenamkan Turki di dasar klasemen grup A.

“Saya ingin mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada para suporter. Kami sangat ingin memetik kemenangan di pertandingan ini. Sayangnya, usaha kami gagal membuahkan hasil,” tutur Umut Meras dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Turki - Wales - uefa. com 2
uefa.com

Kekalahan ini memang membuat Turki terancam tak bisa melaju ke babak 16 besar Euro 2020. Pasalnya, mereka dipastikan tak bisa mengejar perolehan poin Italia dan Wales yang duduk di dua teratas grup A.

Mereka harus bisa memetik kemenangan atas Swiss di laga pamungkas grup A demi menjaga asa lolos ke babak 16 besar. Andai sukses mengalahkan Swiss, skuat besutan Senol Gunes bisa melaju ke babak 16 besar sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik.

“Kami masih memiliki satu pertandingan tersisa. Kami tentu akan berusaha keras agar bisa memetik kemenangan ketika menghadapi Swiss,” tutur Meras.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Turki vs Wales: Semakin Terbenam di Dasar Klasemen

gamespool
Turki vs Wales: Semakin Terbenam di Dasar Klasemen 33

Football5star.com, Indonesia – Turki semakin terbenam di dasar klasemen grup A setelah menelan kekalahan atas Wales di Stadion Olimpiade Baku, Kamis (17/6) dinihari WIB. Partai Euro 2020 antara Turki vs Wales berakhir dengan skor 0-2.

Wales yang tampil sebagai tim kuda hitam berhasil mengejutkan Turki di menit-menit awal. Pada menit ke-6, Aaron Ramsey nyaris membuka keunggulan Wales. Namun, sepakannya dari jarak dekat bisa digagalkan oleh Ugurkan Cakir.

Pada menit ke-17, Wales kembali mendapat peluang melalui Kieffer Moore. Namun, upaya Moore digagalkan oleh Caglar Soyuncu di muka gawang Turki. Tujuh menit berselang, Ramsey kembali mendapat peluang emas. Namun, kali ini sepakan Ramsey yang hanya tinggak menaklukkan Cakir malah melambung di atas gawang.

Usaha keras Ramsey akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-42. Memanfaatkan umpan lambung kiriman Gareth Bale, Ramsey berhasil menjebol gawang Turki tanpa kesulitan berarti. Skor 0-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Turki vs Wales - Euro 2020 - uefa. com
uefa.com

Tertinggal satu gol, Turki langsung mengambil inisiatif serangan di babak kedua. Pada menit ke-54, Burak Yilmaz mendapat peluang emas. Namun, sepakan voli Yilmaz yang memanfaatkan sundulan Kaan Ayhan gagal menemui sasaran.

Asyik menyerang, Turki malah hampr kebobolan. Pada menit ke-60, Wales mendapat hadiah penalti setelah Bale dilanggar Zeki Celik. Beruntung bagi Turki, Bale gagal memperlebar keunggulan Wales karena sepakan penaltinya melambung jauh di atas gawang Cakir.

Kegagalan penalti Bale membuat Turki kembali mengurung lini pertahanan Wales. Pada menit ke-87, Merih Demiral nyaris mencetak gol pertama Turki. Namun, sundulannya digagalkan Danny Ward. Tiga menit berselang, Yilmaz kembali mendapat peluang emas. Tapi, upaya Yilmaz kali ini digagalkan Joe Rodon di garis gawang Wales.

Beberapa saat jelang laga usai, Wales berhasil menggandakan keunggulan. Kali ini, giliran Connor Roberts yang menjebol gawang Turki setelah menerima umpan silang kiriman Bale. Skor 0-2 tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan.

Kekalahan ini membuat Turki semakin terbenam di dasar klasemen grup A. Sementara itu, Wales kini memiliki koleksi empat poin hasil dari satu menang dan sekali imbang.

SUSUNAN PEMAIN TURKI VS WALES:

Turki: 23-Ugurcan Cakır; 2–Zeki Celik, 22-Kaan Ayhan, 4-Caglar Soyuncu, 13-Umut Meras (25-Mert Muldur 73′); 5-Okay Yokuslu (3-Merih Demiral 46′); 9-Kenan Karaman (26-Helil Dervisoglu 75′), 10-Hakan Calhanoglu, 6-Ozan Tufan (11-Yusuf Yazici 46′), 7-Cengiz Under (21-Irfan Kahveci 83′); 17-Burak Yilmaz

Pelatih: Senol Gunes

Wales: 12-Danny Ward; 14-Connor Roberts, 22-Chris Mepham, 6-Joe Rodon, 4-Ben Davies; 7-Joe Allen (15-Ethan Ampadu 73′); 11-Gareth Bale, 16-Joe Morrell, 10-Aaron Ramsey (8-Harry Wilson 85′), 20-Daniel James (3-Neco Williams 90′); 13-Kieffer Moore

Pelatih: Rob Page

Kartu Kuning: Yilmaz 90′, Calhanoglu 90′ – Mepham 90′, Davies 90′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gareth Bale Tak Takut dengan Intimidasi Suporter Turki

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jelang pertandingan kedua grup A EURO 2020 antara Turki vs Wales di Olympic Baku pada 16 Juni 2021, Gareth Bale mengaku tak gentar dengan intimidasi yang bisa diterimanya dari suporter lawan.

Rencananya pada laga Turki vs Wales, ribuan penonton akan datang ke Olympic Baku, termasuk presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Gareth Bale mengaku hal itu sangat positif untuk para pemain.

Gareth Bale - Wales - Euro 2020 - Eurosport

“Saya pikir itu bagus untuk bermain di depan banyak orang,” ungkap Bale seperti dikutip Football5star.com dari AFP, Rabu (16/6/2021).

“Akan menyenangkan memiliki atmosfer di stadion dan semuanya kembali normal. Jika ada yang mendukung kami untuk menjadi lebih sedikit kejam di lapangan, itu akan sangat bagus,” tambah Gareth Bale.

Bale pun merasa tak takut dengan intimidasi dari suporter Turki. “Mudah-mudahan kami bisa membuat mereka terdiam,” ucap pemain Real Madrid tersebut.

“Setiap kali saya bermain di sana, atmosfernya memang luar biasa. Kami akan merasa seperti tim tamu di stadion tandang dan Anda tahu Anda akan mendapatkan banyak cibiran,”

“Tapi semua pesepak bola pernah mengalami hal seperti itu dan itu normal dan tentu saja Anda akan menikmatinya. Tentu saja para suporter lawan tidak akan memuji kamu. Tapi kurasa Anda akan berusaha untuk mereka terdiam,”

“Ini memberi Anda sedikit lebih banyak motivasi disaat Anda membutuhkannya. Ini adalah atmosfer yang paling kami nikmati dan itulah yang membuat sepak bola begitu bagus,” tutup Gareth Bale.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Turki vs Wales

cover Turki vs Wales

Gamespool new banner

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Turki 1-1 Wales
ScorePredictor
Turki 0-2 Wales
Predictz
Turki 2-1 Wales
FOOTBALL5STAR
Turki 2-0 Wales
Stadion Baku Olimpic, Rabu (16/6/2021) Pukul 23.00 WIB (Mola TV/RCTI)

Football5Star.com, Indonesia – Euro 2020 sudah memasuki pertandingan kedua. Dan pada laga kedua Grup A Turki akan menghadapi Wales di Baku, Azerbaijan.

Turki wajib menang melawan Wales. Sebab di laga sebelumnya mereka takluk 0-3 dari Italia. Jika masih ingin lolos ke perempat final, hanya tiga poin yang harus didapat.

Senol Gunes masih akan menurunkan para skuat terbaiknya. Dan kali ini kemungkinan besar dia akan menurunkan Cengiz Under sejak menit pertama.

Nasib Wales sedikit lebih baik karena pada laga pertama mereka bermain imbang 1-1 dengan Swiss. Namun, bukan berarti Gareth Bale dkk tidak menginginkan kemenangan.

Posisi mereka masih belum aman di Grup A. Sama-sama mengincar kemenangan pertama, laga Turki vs Wales diprediksi akan berlangsung sengit.

REKOR PERTEMUAN

head to head Turki vs Wales

TREN PERFORMA

Lima Laga Terakhir Turki vs Wales

Gamespool new banner

STATISTIK MENARIK
  • Satu-satunya kekalahan yang dialami Turki sepanjang 2021 didapat di Euro 2020 saat melawan Italia.
  • Sepanjang tahun 2021 Turki hanya 2 kali gagal cetak gol.
  • Wales hanya menang 2 kali sepanjang tahun ini.
  • Wales hanya mampu mencetak 1 gol dalam 3 pertandingan terakhir.
  • Terakhir kali Wales menghadapi Turki terjadi 1997 silam.
  • 4 laga terakhir melawan Turki, Wales hanya kalah sekali.
  • Dari total 6 pertemuan menghadapi Wales, Turki hanya mampu mencetak gol di 2 laga.
PELATIH
  • Ini pertama kalinya Senol Gunes berhadapan dengan Robert Page.
  • Senol Gunes belum pernah melawan Wales.
  • Robert Page juga tak pernah menghadapi Turki sebelumnya,
WASIT
  • Laga Turki vs Wales akan dipimpin wasit asal Portugal, Artur Dias.
  • Turki selalu kalah selama laga dipimpin Artur Dias.
  • Ini pertama kalinya Dias pimpin pertandingan Wales.
PEMAIN KUNCI

TURKI:

Top Scorer:

Top Assist:

Top Rating: Okay Yokuslu (7,13)

WALES:

Top Scorer: Kieffer Moore (1 gol)

Top Assist: Joe Morrel (1 assist)

Top Rating: Kieffer Moore (7,42)

BERITA KEDUA TIM
  • Cengiz Under akan menggantikan peran Yusus Yazici di sayap kanan.
  • Irfan Can Kahveci dan Kaan Ayhan akan tampil sebagai starter.
  • Kendati cetak gol bunuh diri melawan Italia, Merih Demiral tetap dipercaya di jantung pertahanan.
  • Robert Page akan mengandalkan Daniel James dan Gareth Bale di posisi sayap.
  • Ethan Ampadu kemungkinan besar akan menggantikan peran Joe Allen di lini tengah.
  • Danny Ward kembali dipercaya sebagai kiper utama oleh Robert Page.
PRAKIRAAN FORMASI

line up Turki vs Wales

Euro 2020: Senol Gunes Sesumbar Turki akan Tumbangkan Italia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Senol Gunes menatap laga pembuka Euro 2020 dengan percaya diri. Tanpa ragu dia menyebut Turki bisa mengalahkan tuan rumah Italia, Sabtu (12/6/2021) dinihari WIB.

Senol Gunes punya alasan kuat kenapa dia berani sesumbar. Salah satu faktor utamanya adalah keberadaan beberapa pemainnya yang berkarier di Serie A.

“Kami tahu kekuatan Italia, tapi juga tahu kelemahan mereka. Kami sangat menyadari prestise dan tradisi mereka, lolos ke hampir semua kompetisi. Tapi itu akan sulit diperjuangkan dalam hal teknis, taktis, dan fisik. Saya ingin melihat kualitas pemain saya ditampilkan,” kata Gunes, Jumat (11/6/2021).

senol gunes hakan calhanoglu footballitalia
football-italia.net

“Bagus juga kami memiliki pemain yang berkarier di Serie A saat ini karena mereka tahu bagaimana segala sesuatunya bekerja di sana dan pendekatan yang diambil. Ini adalah pertandingan dua tim kuat dan saya yakin Turki bisa menang,” ia menambahkan.

Di Euro 2020 ini Turki membawa semangat Piala Dunia 2002 silam. Di mana ketika itu mereka berhasil menembus semifinal dan meraih peringkat ketiga.

Dan kebetulan pelatih saat itu adalah Senol Gunes. “Kami bukan favorit untuk memuncaki grup ini, tapi saya ingin mencapai final dan memainkannya melawan Italia,” ungkapnya.

“Perjalanan kami di sepak bola internasional benar-benar dimulai dengan semifinal Piala Dunia 2002 dan semua orang ingin menang. Tapi saya yakin kami terus belajar dari turnamen ini,” tutup nakhoda 69 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hakan Calhanoglu: Lawan Italia Terasa Sangat Spesial

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Turki akan jadi tim pertama yang bertanding di Euro 2020. Hakan Calhanoglu dkk akan menghadapi Italia di stadion Olimpico, Sabtu (12/6/2021) dinihari WIB.

Menghadapi Italia bisa jadi keuntungan untuk Turki. Sebab empat pemain mereka saat ini berkarier di Serie A.

Dan salah satunya Hakan Calhanoglu yang dalam tiga musim terakhir jadi tumpuan di lini tengah AC Milan. Faktor tersebut membuatnya menilai laga melawan Gli Azzurri nanti akan terasa spesial.

Hakan Calhanoglu AC Milan Lebih Bagus Bersama Stefano Pioli
@ACMReports

“Ini akan menjadi pertandingan yang spesial bagi saya. Saya bermain di Italia dan akan menjadi kenangan untuk bermain di kota di sini bagi rekan satu tim lain yang bermain di Serie A,” kata Calhanoglu kepada Sky Sport Italia, Jumat (11/6/2021).

Gelandang timnas Turki memang cukup dekat dengan beberapa pemain Gli Azzurri. Terutama dengan rekannya di AC Milan seperti Gianluigi Donnarumma.

Dan dia ternyata masih berteman baik dengan penggawa Juventus, Leonardo Bonucci. Keduanya sempat sama-sama berseragam Milan 2017 lalu. Tapi mereka harus berpisah setelah Bonucci memutuskan kembali ke Juventus semusim kemudian.

Kendati demikian, Calhanoglu masih saling berkomunikasi. Bahkan sehari sebelum laga pembuka Euro 2020 dirinya menghubungi sang bek.

“Saya bahkan berbicara dengan Leonardo di telepon, itu adalah percakapan yang lucu. Mereka mengenal kami dengan baik, mereka mengenal para pemain kami dan sang menghormati kami,” tutup Hakan Calhanoglu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Euro 2020: Surat Terbuka Roberto Mancini Jelang Turki vs Italia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Laga Italia vs Turki akan membuka Euro 2020. Laga di Grup A ini akan tersaji di stadion Olimpico, Sabtu (12/6/2021) dinihari WIB.

Jadi tim pertama yang akan bertanding tentu tidak mudah. Ini pula yang diungkapkan Roberto Mancini dalam surat terbukanya.

Akan tetapi ia percaya Italia akan mengawali Euro 2020 dengan hasil maksimal. Apalagi di stadion Olimpico nanti akan dihadiri 16 ribu tifosi.

Emerson Palmieri Roberto Mancini Minta Saya untuk Keluar dari Chelsea
footballitalia.net

“Sekarang kami berharap melihat cahaya dari lorong pemain, kami ingin membuat semua orang senang dan menghibur mereka setidaknya selama 90 menit. Setiap turnamen besar akan selalu jadi perhatian, bahkan mereka yang tidak benar-benar mengikuti sepak bola. Jadi pertandingan besok akan jadi fokus semua orang,” tulis sang allenatore di situs resminya, Jumat (11/6/2021).

“Pertandingan pertama selalu yang paling sulit. Kita harus menghilangkan ketegangan dan tidak memikirkan hal lain, hanya fokus melakukan pekerjaan kita dan apa yang perlu kita selesaikan,” ia menambahkan.

Terkait lawan yang dihadapi, eks nakhoda Inter Milan mengaku Turki sebagai tim yang tangguh. Apalagi mereka dihuni para pemain jempolan seperti Hakan Calhanoglu, Burak Yilmaz, hingga Caglar Soyuncu.

“Akan ada sedikit lebih banyak tekanan apalagi ini jadi pertandingan pembuka Euro dan Turki dipenuhi bakat-bakat hebat. Kami harus fokus pada itu,” tutup Roberto Mancini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Turki vs Italia

cover Turki vs Italia

Gamespool new banner

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Turki 1-2 Italia
ScorePredictor
Turki 1-1 Italia
Predictz
Turki 1-1 Turki
FOOTBALL5STAR
Turki 1-2 Italia
Stadion Olimpico, Sabtu (12/6/2021) Pukul 2.00 Dinihari WIB (Mola TV)

Football5Star.com, Indonesia – Euro 2020 akan dibuka oleh laga sengit antara Turki vs Italia. Pertandingan di Grup A diprediksi akan berlangsung panas.

Italia datang ke Euro 2020 bermodalkan hasil sempurna. Di babak kualifikasi mereka berhasil menyapu bersih semua laga dengan kemenangan.

Kondisi skuat juga cukup prima. Kendati baru ditinggal Lorenzo Pellegrini karena cedera, Roberto Mancini langsung mendapatkan pengganti dalam diri Gaetano Castrovili.

Adapun Turki datang ke Olimpico dengan percaya diri tinggi. Performa Hakan Calhanoglu dkk juga cukup oke. Dan yang perlu diingat adalah empat penggawa mereka saat ini berkarier di Serie A.

Faktor ini bisa menguntungkan Senol Gunes dalam meramu taktik. Dia bisa mengorek informasi tentang permainan Gli Azzurri dari empat penggawanya itu.

REKOR PERTEMUAN

head to head Turki vs Italia

TREN PERFORMA

Lima Laga Terakhir Turki vs Italia

Gamespool new banner

STATISTIK MENARIK
  • Turki tak pernah kalah sepanjang tahun 2021.
  • Dalam 6 pertandingan terakhir hanya sekali anak asuh Senol Gunes gagal cetak gol.
  • Italia selalu menang pada 8 pertandingan terakhir.
  • Sejak November 2020 lalu Gli Azzurri tak pernah kebobolan.
  • 2 laga terakhir Turki vs Italia selalu berakhir imbang 1-1.
  • Sepanjang sejarah pertemuan kedua negara, Gli Azzurri tak pernah kalah.
  • Dalam 5 laga terakhir melawan Italia, Turki selalu mencetak 1 gol.
PELATIH
  • Ini pertama kalinya Senol Gunes dan Roberto Mancini bertemu.
  • Senol Gunes baru sekali menghadapi Italia dan dia meraih hasil imbang.
  • Mancini belum pernah bertemu Turki sebelumnya.
WASIT
  • Laga Turki vs Italia akan dipimpin wasit asal Belanda, Danny Makkelie.
  • Italia tak pernah kalah selama laga dipimpin Makkelie.
  • Turki baru sekali dipimpin Makkelie dan mereka menang.
PEMAIN KUNCI

TURKI:

Top Scorer:

Top Assist:

Top Rating:

ITALIA:

Top Scorer:

Top Assist:

Top Rating:

BERITA KEDUA TIM
  • Senol Gunes akan mempercayakan Burak Yilmaz sebagai striker tunggal pada laga ini.
  • Duet lini pertahanan akan dipercayakan pada Caglar Soyuncu dan Merih Demiral.
  • Hakan Calhanoglu dipercaya sebagai motor serangan Turki pada laga ini.
  • Roberto Mancini akan menerapkan skema 4-3-3 pada laga pembuka Euro 2020.
  • Ciro Immobile dipercaya sebagai striker utama dan akan ditemani Domenico Berardi dan Lorenzo Insigne.
  • Pada laga pembuka ini Leonardo Bonucci dipercaya sebagai pilihan utama di jantung pertahanan.
PRAKIRAAN FORMASI

line up Turki vs Italia

Semangat Muda Turki di EURO 2020 Bisa Bikin Repot Italia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Partai pertama EURO 2020 akan berlangsung pada 11 Juni 2021 di Stadion Olimpico antara Italia vs Turki. Di atas kertas, anak asuh Roberto Mancini mungkin lebih diunggulkan. Namun Italia wajib ekstra waspada dengan Turki yang menyandang sebagai tim termuda di EURO 2020.

Dikutip Football5star.com dari laman resmi UEFA, Rabu (9/6/2021), pemain tertua yang dibawa Senol Gunes ke EURO 2020 ialah Burak Yilmaz. Striker Lille ini berusia 35 tahun. Yilmaz sendiri menjadi salah satu tumpuan Turki di lini depan.

Peta Persaingan Grup A EURO 2020: Siapa Temani Italia?
Getty Images

Yilmaz menjadi pemain kedua dengan catatan gol terbanyak untuk Turki sepanjang masa. Yilmaz akan jadi pemain berpengalaman di antara skuat muda Turki. Tim berjuluk The Crescent-Stars tersebut rataan pemainnya berumur 25.0, lebih muda dari Inggris dengan rataan umur pemainnya, 25.3 tahun.

Turki di EURO 2020 diprediksi akan menggunakan formasi 4-2-3-1 yang bermetamorfosis menjadi 4-4-2 klasik di saat bertahan. Pelatih Senol Gunes juga beberapa kali di laga uji coba memainkan formasi 3-4-3 untuk memperkuat lini belakangnya.

Di 26 pemain Turki yang akan bertanding di EURO 2020 terdapat dua pemain yang merumput di Serie A Italia, Merih Demiral di Juventus dan Hakan Çalhanoğlu bersama AC Milan. Untuk nama terakhir, menurut jurnalis Görkem Kırgız bisa menjadi kartu AS saat melawan Italia di Olimpico.

Hakan Çalhanoğlu bersama AC Milan di musim ini torehkan 4 gol dan 10 assist yang membuatnya jadi salah satu pemain andalan Stefano Pioli.

“Dengan teknik yang hebat, kemampuan menembak dari jarak jauh dan keahlian knuckleball, pemain 27 tahun ini bisa jadi playmaker yang berbahaya untuk lini belakang Italia,”

Skuat Turki di EURO 2020:

Kiper: Altay Bayındır (Fenerbahçe), Mert Günok (İstanbul Başakşehir), Uğurcan Çakır (Trabzonspor)

Pemain bertahan: Mehmet Zeki Çelik (LOSC), Çağlar Söyüncü (Leicester City), Kaan Ayhan (Sassuolo), Merih Demiral (Juventus), Mert Müldür (Sassuolo), Ozan Muhammed Kabak (Schalke), Rıdvan Yılmaz (Beşiktaş), Cengiz Umut Meraş (Le Havre)

Pemain tengah: Yusuf Yazıcı (LOSC), Dorukhan Toköz (Beşiktaş), İrfan Can Kahveci (Fenerbahçe), Okay Yokuşlu (Celta Vigo), Orkun Kökçü (Feyenoord), Ozan Tufan (Fenerbahçe), Taylan Antalyalı (Galatasaray), Hakan Çalhanoğlu (AC Milan)

Pemain depan: Burak Yılmaz (LOSC), Cengiz Ünder (Roma), Enes Ünal (Getafe), Abdülkadir Ömür (Trabzonspor), Muhammed Kerem Aktürkoğlu (Galatasaray), Halil İbrahim Dervişoğlu (Brentford), Kenan Karaman (Fortuna Düsseldorf)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sisi Kelam Kota Roma, Tempat Laga Pertama EURO 2020

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Roma didaulat menjadi tempat match pertama EURO 2020 dari grup A antar Italia vs Turki yang berlangsung pada 11 Juni 2021. Roma memiliki sejarah panjang sebagai sebuah kota. Ada sejarah penuh darah dibalik berdirinya kota ini.

Dari sejumlah literasi sejarah, jauh sebelum Roma menjadi tempat yang dihuni manusia. Antara tahun 800 dan 400 sebelum masehi, wilayah Italia sudah ditempati oleh manusia. Sekelompok manusia ini dikenal dengan sebutan Etruscan.

Roma, Kota Bermandikan Darah yang Jadi Tempat Match Pertama EURO 2020
worldhistory.org

Pada 753 sebelum masehi kota Roma berdiri. Pendirinya adalah Romulus dan Remus yang konon kabarnya dibesarkan oleh serigala. Dua manusia yang dibesarkan oleh serigala ini menjadi logo kebesaran klub AS Roma.

Dari literasi sejarah, Romulus dan Remus sebenarnya adalah cucu dari Numitor memerintah di Latium. Saudara dari Numitor, Amulius lalu membantai seluruh keluarga Numitor. Dua cucu Numitor berhasil diselamatkan.

Dikutip Football5star.com dari Roman History, Rabu (9/6/2021), kota ini di awal berdirinya penuh dengan tragedi berdarah, perebutan kekuasaan. Di tahun 550 SM, Roma menjelma jadi kota besar yang dipimpin oleh raja dari Etruscan. Namun terjadi pemberontakan berdarah dan membuat rajanya diusir dan Roma menjadi republik.

Sayangnya perubahan menjadi republik tak serta merta membuat penghuni kota ini merasakan keadilan. Golongan rakyat jelata dari masyarakat Roma ini merasa tak adil dan ingin mendapatkan hak yang lebih sebagai sesama penghuni Republik Roma. Karenanya, para rakyat jelata berjuang untuk mendapatkan kekuasaan.

Salah satu peninggalan dari kota Roma yang dikenal sampai saat ini tentu saja arena Gladiator, Colosseum. Konon di tempat ini ribuan nyawa orang melayang di pertarungan manusia melawan manusia hingga manusia melawan hewan buas.

Stadion Olimpico yang Kelam

Pertandingan Italia vs Turki di grup A Euro 2020 akan berlangsung di stadion ikonik yang jadi markas AS Roma dan Lazio, Stadion Olimpico. Bagi publik Italia, stadion berkapasitas 72 ribu tempat duduk ini merupakan simbol dan saksi bisu kejayaan sepakbola Italia.

Seperti saat Italia untuk pertama kalinya meraih trofi Piala Euro 1968. Stadion Olimpico pada tahun itu menjadi saksi saat Azzurri melibas Yugoslavia di partai final dengan skor meyakinkan 2-0.

Stadion ini juga menjadi tempat saat salah satu raksasa Serie A, Juventus berhasil meraih gelar Liga Champions pada musim 1996 setelah di partai final mengalahkan wakil Belanda, Ajax Amsterdam lewat drama adu penalti.

Roma, Kota Bermandikan Darah yang Jadi Tempat Match Pertama EURO 2020_

Namun tak sedikit juga stadion ini menjadi sanksi kenangan pahit sejumlah negara dan klub lain, tak terkecuali AS Roma, tim yang bermarkas di stadion ini. AS Roma harus merasakan malu di depan para pendukungnya saat kalah dari Liverpool di drama adu penalti di laga final Piala UEFA 1984.

Juventus juga merasakan kenangan pahit di stadion ini setelah di laga final Piala Dunia Antarklub 1973, mereka menyerah 0-1 dari wakil Argentina, Independiente.

Di level negara, stadion ini mungkin jadi tempat paling buruk untuk dikenang oleh Diego Maradona cs di skuat Argentina Piala Dunia 1990. Pasalnya di stadion ini, tim Tango menyerah di partai final dari Jerman Barat lewat gol tunggal Andreas Brehme pada menit ke-85.

Namun kenangan pahit itu belum seberapa jika merasakan suasana hati para korban kekejaman fasis pemerintah Italia saat masih dipimpin oleh Benito Mussolini. Bagi para korban fasis pemerintahan Mussolini, Stadion Olimpico bisa membangkitkan memori buruk mereka.

Bagi para korban, stadion ini memiliki banyak ikon fasis yang begitu menyayat hati mereka. Di sejumlah sudut stadion ini misalnya masih ditemui patung-patung marmer setinggi lima belas kaki yang menggambarkan atlet Italia dengan penggambaran sempurna.

Bagi para korban, ini bukan sekedar patung semata. Di masa pemerintahan Mussolini, penggambaran orang Italia yang sempurna seperti di patung tersebut menimbulkan banyak korban tewas akibat pola pikir fasis tersebut.

Patung dan obelisk yang masih berdiri kokoh di sejumlah sudut Stadion Olimpico dianggap sebagai ‘Mussolini Dux’, sebuah tiang pancang yang menyimbolkan kekuasaan dari seorang Mussolini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Momen Bersejarah EURO: Gol Miroslav Klose Hilang dari Layar Kaca

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sial benar Miroslav Klose. Saat timnas Jerman vs Turki pada semifinal EURO 2008, golnya tak tampil di layar kaca pemirsa di hampir seluruh dunia. Gara-garanya, terjadi gangguan satelit yang membuat transmisi audio dan video sempat blackout beberapa menit.

Laga antara Jerman vs Turki berlangsung di Stadion St. Jakob-Park pada 25 Juni 2008. Pada laga yang dipimpin oleh wasit asal Swiss, Massimo Busacca, penonton siaran televisi tak bisa menyaksikan selama kurang lebih 10 menit. Menurut Alexandre Fourtoy dari UEFA, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab. Salah satunya adalah cuaca buruk.

Hari itu, badai aneh menerjang Vienna. Petir, hujan sangat deras, dan angin dengan kecepatan 87 meter per detik membuat suplai listrik sempat terputus tiga kali. “Ini murni masalah teknis yang sangat kami sesalkan karena perpaduan berbagai hal termasuk cuaca ini lumayan langka,” ujar Fourtoy seperti dikutip Football5Star.com dari BBC.

Gol kedua Jerman saat melawan Turki yang dicetak Miroslav Klose pada semifinal EURO 2008 tak muncul di layar kaca banyak pemirsa.
Getty Images

“Kami mengalami gangguan pada babak kedua Jerman vs Turki berupa tiga kali putus cepat, yakni berlangsung kurang dari satu milidetik. Namun, milidetik ini sudah cukup untuk membuat ruang kontrol utama kami mati total dan perlu beberapa menit untuk pulih kembali. Itu sebabnya sinyal pun terganggu,” urai Fourtoy lagi.

Gangguan itu hampir merata. Menurut Swiss Info, hanya dua stasiun penyiaran yang tak terdampak. Mereka adalah SCB yang berkedudukan di Zurich dan Al-Jazeera. Jadi, hanya penonton yang menyasiksan siaran dari merekalah yang mampu melihat dua gol, yakni gol Miroslav Klose pada menit ke-79 dan Smih Senturk hanya 4 menit jelang pertandingan usai.

Para penonton Euro 2008 di Inggris saat itu menurut laporan BBC terpaksa beralih ke Radio 5 Live yang juga menyiarkan jalannya pertandingan Jerman vs Turki. Gary Lineker yang memandu jalannya pertandingan juga harus meminta maaf karena gangguan tersebut.

“Seluruh dunia kehilangan gambar. Sudah cukup buruk di Inggris, tapi bayangkan para penggemar Turki dan Jerman” kata Lineker saat itu.

Saat itu, menurut Kepala Bagian Pemasaran dan Komunikasi BBC, Louisa Fyans, ada 9 juta orang yang menyaksikan tayangan dari stasiun televisi yang berbasis di Inggris tersebut. Namun, kekecewaan terhadap kendala teknis yang terjadi tidaklah besar. “Kami hanya menerima 168 keluhan. Orang-orang mengerti apa yang terjadi dan tahu hal tersebut di luar kuasa kami,” kata dia.

UEFA Nyaris Digugat

Dampak lebih besar dirasakan stasiun televisi Jerman, ZDF. Maklum saja, kendala terjadi justru saat pertandingan seru yang melibatkan timnas Jerman. “Rating kami hancur. Banyak penonton kecewa. Kami harus berbicara soal itu dengan UEFA,” ujar Pemimpin Redaksi ZDF, Nikolaus Brender dalam pernyataan resminya. Mereka bahkan mengancam akan mencari penyedia layanan lain.

Wacana gugatan hukum terhadap UEFA juga sempat mengemuka. Beberapa pihak sempat mempertimbangkan hal tersebut. ZDF jelas salah satunya. Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Olahraga Dieter Gruschwitz. Namun, dia tak mau membahasnya lebih jauh.

ZDF dibuat kelabakan oleh kejadian yang tak terduga saat Jerman vs Turki itu. Memang hanya 6 menit tayangan hilang, tapi itu sangat menyesakkan. Bahkan, ketika mengambil tayangan dari SBC, gol Miroslav Klose sudah terdengar sebelum videonya muncul.

Akan tetapi, pada akhirnya, meskipun tak sedikit yang kecewa dan merasa dirugikan, tak ada aduan resmi yang diajukan ke meja hijau. Itu tak terlepas dari sikap legawa juga dari beberapa pihak lain. ESPN bahkan sejak awal tak mau bicara soal kemungkinan meminta ganti rugi material kepada UEFA. Terepas dari hal tersebut, insiden gol Miroslav Klose tak tayang di layar kaca tetaplah aib bagi UEFA.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

4 Bintang Serie A Jadi Tumpuan Turki di Euro 2020

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Timnas Turki telah merilis 26 pemain yang akan bertarung di Euro 2020. Dari ke-26 itu pelatih Senol Gunes menyertakan empat pemain yang berlaga di Serie A.

Keempat pemain Serie A yang dibawa adalah palang pintu Juventus, Merih Demiral, duo Sassuolo Mert Muldur serta Kaan Ayhan, dan Hakan Calhanoglu yang jadi motor serangan AC Milan.

Di luar Super Lig Turki, Serie A jadi kompetisi yang paling banyak menyumbang pemain untuk skuat Senol Gunes. Adapun Premier League menyumbang tiga pemain dalam diri Caglar Soyuncu, Cengiz Under, serta Ozan Kabak.

senol gunes hakan calhanoglu footballitalia
football-italia.net

Pemanggilan empat pemain dari Liga Italia akan jadi keuntungan tersendiri untuk tim berjuluk Ay-Yildizlilar. Sebab mereka tergabung di Grup A yang dihuni Italia.

Keempat pemain tersebut tentu sudah mengenal karakter para pemain Gli Azzurri. Terlebih Merih Demiral yang akan menghadapi tiga rekannya di Juventus, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Federico Bernardeschi, dan Federico Chiesa.

Adapun Kaan Ayhan dan mert Muldur akan bertarung melawan Giacomo Raspadori, Domenico Berardi, dan Manuel Locatelli yang sama-sama berasal dari Sassuolo. Sedangkan Hakan Calhanoglu akan mencoba membobol jala Italia kawalan rekannya di AC Milan, Gianluigi Donnarumma.

Kiper: Altay Bayindir (Fenerbahçe), Fehmi Mert Gunok (Medipol Basaksehir), Ugurcan Cakir (Trabzonspor)

Bek: Mehmet Zeki Celik (Lille), Caglar Söyüncü (Leicester), Kaan Ayhan (Sassuolo), Merih Demiral (Juventus), Mert Muldur (Sassuolo), Ozan Muhammed Kabak (Liverpool), Rıdvan Yılmaz (Besiktas), Cengiz Umut Meraş (Le Havre)

Tengah: Yusuf Yazici (Lille), Dorukhan Toköz (Besiktas), İrfan Can Kahveci (Fenerbahce), Okay Yokuşlu (WBA), Orkun Kökçü (Feyenoord), Ozan Tufan (Fenerbahce), Taylan Antalya (Galatasaray), Hakan Calhanoglu (Milan)

Depan: Burak Yilmaz (Lille), Cengiz Ünder (Leicester), Enes Unal (Getafe), Efecan Karaca (Alanyaspor), Abdulkadir Omur (Trabzonspor), Muhammed Kerem Aktürkoğlu (Galatasaray), Halil İbrahim Dervisoglu (Galatasaray), Kenan Karaman (Fortuna Dusseldorf)

Senol Gunes Minta Pemain Turki Tetap Injak Bumi

gamespool
Senol Gunes Minta Pemain Turki Tetap Injak Bumi 76

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Turki, Senol Gunes mengaku bahwa dua kemenangan beruntun timnya tak lepas dari startegi yang ia terapkan. Menurut Gunes, dua kemenangan beruntun tersebut baru permulaan dan Turki belum puas hingga bs meraih tikel ke final Piala Dunia 2022.

“Ini baru permulaan. Setiap hari Anda memulai awal yang baru dengan harapan baru. Kami baru saja mulai. Merupakan hal yang baik untuk mendapatkan 6 poin. Kami bermain dengan sangat antusias,” kata Gunes seperti dikutip Football5star.com dari Ntvspor, Minggu (28/3/2021).

Senol Gunes Minta Pemain Turki Tetap Injak Bumi2
Ntvspor

“Kami bermain dan menang saat melawan Norwegia yang merupakan tim kuat. Kami senang. Kami menang dan melakukann segalanya dengan benar,”

“Saya mengucapkan selamat kepada semua pemain saya. 3 gol yang cantik. Para pemain bertahan melakukan penjagaan untuk dua striker Norwegia dengan rencana yang baik,”

“Saya senang, tim senang, seluruh orang Turki senang. Sekarang kami akan fokus pada pertandingan melawan Latvia. Kami tidak akan pernah lemah lembuh dalam laga berikutnya. Kami tak akan berhenti menyerang,” papar Gunes.

Ditambahkan Senol Gunes, para pemainnya tidak akan besar kepala dengan dua kemenangan yang sudah diraih. Ia meminta para pemainnya untuk tetap menginjak bumi dan tetap fokus pada pertandingan berikutnya.

“Kami akan memainkan pertandingan yang berbeda dan sulit. Itu bagus untuk hari ini, tapi kami akan lihat apa yang terjadi besok. Semuanya benar, saat kami menang, salah saat kami salah. Jika kami kalah, kami siap mendapat kritik,”

Sementara itu, pemain Ozan Tufan yang mencetak dua gol ke gawang Norwegia mengaku bahwa hasil itu adalah buah kerja kerasnya bersama pemain lain.

“Saya terus berlatih tendangan, saya mempersiapkan diri. Saya sekarang menerima hasilnya. Saya sangat senang. Saya suka bermain dua arah. Saya memaksakan diri untuk bisa bermain bagus,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lebih Hebat dari Erling Haaland, Ozan Tufan Dipuji Mesut Oezil

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Erling Haaland adalah salah satu penyerang paling ditakuti di Eropa saat ini. Namun, saat timnas Norwegia menjamu Turki, Minggu (28/3/2021) dini hari WIB, ketajamannya tak terlihat. Dia bahkan kalah hebat dari Ozan Tufan yang mencetak 2 gol. Gelandang Turki itu sampai-sampai dipuji Mesut Oezil.

Tufan jadi bintang Turki pada matchday II Kualifikasi Piala Dunia 2022. Bertandang ke markas Norwegia, dia mencetak 2 gol dalam kemenangan 3-0 yang dibukukan tim asuhan Senol Gunes. Satu gol lain dibuat bek Caglar Soyuncu.

Penampilan prima dan lebih tajam dari Haaland membuat Tufan dipuji Oezil. Pujian itu disampaikan eks pemain Arsenal tersebut lewat instastory di akun Instagram-nya. Setelah sang gelandang mencetak gol kedua, dia kurang lebih berujar, “Akulah gurunya. Kerja bagus!”

Mesut Oezil menyampaikan selamat kepada Ozan Tufan yang mencetak gol spektakuler saat timnas Turki menang 3-0 atas Norwegia.
hurriyet.com.tr

Kedekatan Tufan dengan Oezil tak terlepas dari status rekan seklub. Saat ini, kedua pemain tersebut sama-sama membela klub teras Liga Turki, Fenerbahce. Oezil ternyata rajin mengikuti kiprah timnas Turki dan rekan-rekan sklubnya.

Bagi Tufan, mencetak gol sebetulnya bukan hal yang lazim. Bersama timnas Turki, dia baru mengemas 9 gol dalam 57 penampilan. Melawan Norwegia, dia membukukan brace pertamanya bagi Ay-Yildizlilar. Sebelumnya, dalam 7 kesempatan, dia tak pernah mencetak lebih dari 1 gol.

Tufan Ungkap Latihan di Klub

Dari dua gol Ozan Tufan di gawang Norwegia, gol keduanya yang menuai pujian. Pasalnya, gelandang berumur 26 tahun itu melepaskan tendangan melengkung dari jarak jauh. Gol itulah yang membuat Mesut Oezil bangga dan senang tak kepalang.

Selepas pertandingan, Tufan secara tak langsung mengakui peran Oezil pada gol keduanya itu. Dia menyebut gol itu adalah buah latihan yang dilakukan di Fenerbahce yang kini jadi pelabuhan baru karier sang eks playmaker timnas Jerman.

Ozan Tufan dan Mesut Oezil sama-sama memperkuat Fenerbahce di Liga Turki.
haberarisi.com.tr

“Di klub, kami sering berlatih melakukan tendangan seperti itu. Kami memetik buahnya pada pertandingan-pertandingan seperti ini. Aku sangat senang dalam mencetak gol seperti itu,” ujar Ozan Tufan seperti dikutip Football5Star.com dari Hurriyet.

Sebagai pemain tengah, Ozan Tufan mengaku tugasnya adalah menyerang dan bertahan dengan baik. “Aku menikmati peranku, baik saat menyerang maupun bertahan. Jika kemudian ada gol yang kubuat, itu tentu saja jadi kebahagiaan tambahan bagiku,” ujar dia.

Kemenangan 3-0 atas Norwegia membuat timnas Turki memuncaki klasemen Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa. Ozan Tufan dkk. unggul selisih gol dari Montenegro yang juga mengemas kemenangan dalam dua matchday awal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Wijnaldum: Belanda Kalah dari Turki karena 2 Faktor

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Giorginio Wijnaldum tidak bisa menutupi kekecewaan saat Belanda takluk 2-4 dari Turki pada kualifikasi Piala Dunia 2022, Kamis (25/3/2021) dinihari WIB. Ia mengaku ada dua faktor yang menyebabkan timnya kalah.

Faktor yang pertama adalah permainan Belanda. Menurutnya tim terlalu lemah, terutama ketika kehilangan bola.

Yang kedua adalah faktor wasit. Pemain Liverpool tidak terima dengan kepemimpinan wasit yang memberikan hadiah penalti pada Turki. Ia mengatakan keputusan itu tidak seharusnya dibuat.

giorginio wijnaldum GWijnaldum
@GWijnaldum

“Kami terlalu lemah saat kehilangan bola. Kami terlalu sibuk dengan handball dan kami membuat serangan balik. Saya juga jengkel dengan wasit yang membuat kesalahan,” ujar Wijnaldum kepada NOS, Kamis (25/3/2021).

“Dan bagaimana kami memulai babak kedua juga tidak ada hubungannya dengan wasit. Kami harus menanggapi pertandingan ini. Selanjutnya kami memiliki dua pertandingan lagi dan itu harus kami menangkan,” ia menambahkan.

Tampil di stadion Attaturk, Belanda tidak berkutik. Babak pertama mereka sudah dibobol dua kali oleh Burak Yilmaz.

Awal babak kedua juga tidak lebih baik kala Hakan Calhanoglu memperbesar keunggulan Turki. Sempat memperkecil ketinggalan lewat Davy Klaassen dan Luuk de Jong, anak asuh Frank de Boer harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-4.

Gol terakhir pada laga ini kembali dicetak Burak Yilmaz yang mencetak hat-trick. Kekalahan ini membuat Belanda menempati peringkat kelima. Sementara Turki ada di urutan kedua Grup G.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Frank de Boer Usai Belanda Dikalahkan Turki: Ini Mengerikan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Belanda mengawali kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan hasil memalukan. Tandang ke Turki, Kamis (25/3/2021) dinihari WIB anak asuh Frank de Boer takluk 2-4.

Bermain di stadion Ataturk, Belanda tampil mengecewakan. Mereka sudah tertinggal 0-3 lewat brace Burak Yilmaz dan gol Hakan Calhanoglu.

Sempat memperkecil kedudukan melalui Davi Klaassen dan Luuk de Jong, De Oranje harus mengakui keunggulan Turki saat Burak Yilmaz melengkapi hat-tricknya. Kekalahan ini membuat Frank de Boer kecewa berat. Bahkan menurutnya hasil ini sangat mengerikan.

Turki vs Belanda Pra-Piala Dunia 2022 - Twitter @LOSC_fs
@LOSC_fs

“Ini hasil yang sangat mengecewakan. Anda tahu bahwa Turki mengintai kami. Gol pertama adalah contoh dari permainan mereka,” kata De Boer seperti dikutip Football5star dari NOS, Kamis (25/3/2021).

“Kami pikir ini mengerikan, tapi kami tidka harus berdiri di sini dengan air mata. Kami harus meluruskan punggung kami sekarang. Ini laga pertama dari 10 pertandingan dan penting untuk tidak menyia-nyiakan poin lagi,” ia menambahkan.

Sang pelatih tidak ingin meratapi kekalahan ini lebih lama. Ia meminta para pemain langsung fokus pada laga selanjutnya melawan Latvia dan Gibraltar. Dua laga tersebut bisa jadi kesempatan mereka untuk meraih kemenangan.

“Tentu saja ini pukulan telak. Tapi kita semua tahu seberapa cepat hal-hal bisa berjalan di sepak bola. Kita bisa membalikkan keadaan ini. Caranya mulai akhir pekan melawan Latvia dan Gibraltar,” tutup Frank de Boer.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Turki vs Belanda

Prediksi Turki vs Belanda
Prediksi: Turki vs Belanda 94
GamesPools GIF
Prediksi: Turki vs Belanda 95
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Turki 1-2 Belanda
Predictz
Turki 1-2 Belanda
Forebet
Turki 1-1 Belanda
FOOTBALL5STAR
TURKI 1-2 BELANDA
Stadion Ataturk Olimpiyat, Kamis (25/3/2021) Pukul 00.00 WIB

Football5Star.com, Indonesia – Sekilas, laga Turki vs Belanda pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 ini tak terlalu menarik. Namun, bila melihat sejumlah catatan, pertandingan nanti menjanjikan pertarungan sengit. Dari rekor pertemuan di kandang Ay-Yildizlilar saja, kedua tim seimbang dengan sama-sama meraih 2 kemenangan.

Hal lain yang bisa membuat laga nanti menarik, kedua tim sulit sekali clean sheet. Turki selalu kebobolan dalam 6 laga terakhir, sementara Belanda tak pernah clean sheet dalam 4 laga beruntun. Artinya, kedua tim sama-sama berpeluang mencetak gol pada laga di Stadion Ataturk Olimpiyat nanti.

Akan tetapi, menilik tren performa, kans menang ada di kubu Oranje. Bukan apa-apa, Memphis Depay cs. memenangi 2 laga terakhir. Lalu, meskipun tak clean sheet, mereka tak pernah kebobolan lebih dari 1 gol. Jika ditotal, hal itu bahkan sudah berlangsung dalam 13 laga secara beruntun.

REKOR PERTEMUAN
Rekor Pertemuan Turki vs Belanda
Prediksi: Turki vs Belanda 96
TREN PERFORMA
Tren Performa Ay-Yildizlilar vs Oranje
Prediksi: Turki vs Belanda 97
GamesPools GIF
Prediksi: Turki vs Belanda 98
STATISTIK MENARIK
  • Tak terjadi hasil 0-0 dalam 5 pertemuan terakhir Turki vs Belanda.
  • Ay-Yildizlilar tak kalah dalam 2 laga terakhir menghadapi Oranje (1 menang, 1 seri).
  • Di kandang sendiri, Ay-Yildizlilar membukukan 2 kemenangan dari 5 kesempatan menjamu Oranje (1 seri, 2 kalah).
  • Selalu ada tim yang clean sheet dalam 3 kesempatan terakhir Ay-Yildizlilar menjamu Oranje.
  • Tim asuhan Senol Gunes hanya meraih 1 kemenangan sejak 2020 (5 seri, 2 kalah).
  • Turki tak clean sheet dalam 6 laga terakhir. Mereka bahkan selalu kebobolan setidaknya 2 gol dalam 3 laga terakhir.
  • Di kandang sendiri, Ay-Yildizlilar tak kalah dalam 3 laga terakhir (1 menang, 2 seri).
  • Oranje membukukan kemenangan pada 2 laga terakhir. Sebelumnya, mereka tak menang dalam 5 laga beruntun (3 seri, 2 kalah).
  • Tim asuhan Frank de Boer tak kalah dalam 3 laga tandang terakhir (1 menang, 2 seri).
  • Memphis Depay dan Georginio Wijnaldum selalu mencetak gol dalam 2 laga terakhir Oranje.
  • Oranje gaga clean sheet dalam 4 laga terakhir.
PELATIH
  • Pertandingan Turki vs Belanda ini akan jadi pertemuan pertama Senol Gunes dengan Frank de Boer.
  • Sebelum ini, Gunes pernah sekali menghadapi Oranje, yaitu saat imbang dalam laga persahabatan pada 2001 di Amsterdam.
  • Bagi De Boer, ini merupakan kesempatan pertama menghadapi Ay-Yildizlilar.
WASIT
  • Partai Turki vs Belanda pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa ini akan diwasiti Michael Oliver dari Inggris.
  • Oliver baru kali ini memimpin laga Turki vs Belanda.
  • Rekor Oliver musim ini: 10 kali tuan rumah menang, 5 kali seri, 19 kali tamu menang.
  • Pada ajang antarnegara, tak ada tuan rumah yang menang dalam 3 laga yang dipimpin Oliver sepanjang musim ini.
  • Ay-Yildizlilar baru sekali diwasiti Oliver, yaitu saat menang 1-0 di kandang Kazakhstan pada 2015.
  • Oranje menang 3-1 di kandang Belarus pada satu-satunya laga yang dipimpin wasit ini.
PEMAIN KUNCI

TURKI

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

BELANDA

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

*Statistik di Pra-Piala Dunia 2022.

BERITA KEDUA TIM
  • Turki: Seiring ketiadaan Merih Demiral yang cedera, Ozan Kabak kemungkinan berduet di jantung pertahanan dengan Caglar Soyuncu.
  • Belanda: Seiring banyaknya bek utama yang cedera, Daley Blind kemungkinan akan jadi rekan duet Matthijs de Ligt meskipun ada debutan Jeremiah St. Juste.
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Turki vs Belanda
Prediksi: Turki vs Belanda 99

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mengerikan, Kaki Pemain Turki Ini Hantam Wajah Lawannya

gamespool
Mengerikan, Kaki Pemain Turki Ini Hantam Wajah Lawannya 102

Football5star.com, Indonesia- Ingat dengan pelanggaran mengerikan yang dilakukkan Nigel de Jong kepada Xabi Alonso di Piala Dunai 2010? Kaki de Jong mendarat mulus ke bagian dada pemain Spanyol itu. Mungkin bisa dibilang aksi de Jong itu paling mengerikan di dunia sepak bola.

Namun itu boleh dibilang belum seberapa jika membandingkan dengan aksi pemain Turki bernama Özer Özdemir. Bek yang membela klub Denizlispor ini lakukan pelanggaran lebih berbahaya dan mengerika kepada lawannya.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Rabu (17/3/2021), kaki Ozdemir mendarat telak ke wajah pemain asal Brasil, Junior Morais. Aksi mengerikan Ozdemir itu terjadi saat laga Denizlispor vs Gaziantep.

Aksi mengerikan dari Ozdemir itu langsung membuat wasit memberikannya kartu merah. Ozdemir memang layak untuk mendapat kartu merah dari wasit, hal ini lantaran aksinya memang sangat disengaja.

Ozdemir dari tayangan ulang tampak sangat memaksakan diri untuk merebut bola. Padahal posisi Junior Morais lebih dekat dengan posisi bola. Alhasil, kaki pemain Turki itu mendarat telak ke wajah Morais.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Junior Morais harus menjalani tujuh jahitan di wajahnya akibat pelanggaran tersebut. Aksi Ozdemir menurut Sport Bible bisa disamkakan dengan aksi brutal eks pemain Wycombe Wanderers, Jason Cousins.

“Ia memiliki reputasi sepak bola yang tidak masuk akal. Ia melakukan segala cara untuk menang dalam perebutan bola. Ia dijuluki ‘psycho’ oleh rekan satu timnya saat membela Wycomne.”

Pada 1993, Cousins lakukan pelanggaran sangat mengerikan saat melawan Doncaster Rovers. Aksi Cousins bahkan membuat pelatih Wycombe saat itu, Martin O’Neil sangat kesal dan mencabut ban kapten darinya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Final Liga Champions Musim Ini Kemungkinan Bisa Dihadiri Penonton

gamespool
Final Liga Champions Musim Ini Kemungkinan Bisa Dihadiri Penonton 106

Football5star.com, Indonesia – Final Liga Champions musim ini direncanakan akan berlangsung di Stadion Ataturk, Turki. Rencananya pertandingan final Liga Champions 2020-21 akan dihelat pada 29 Mei 2021.

Menariknya pada laga final Liga Champions musim ini, besar kemungkinan akan bisa dihadiri penonton. Dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Kamis (18/2/2021), otoritas Turki kabarnya bersedia untuk mengizinkan pertandingan ditonton sekitar 30 hingga 50 persen dari kapasitas tempat duduk.

Final Liga Champions Musim Ini Kemungkinan Bisa Dihadiri Penonton
getty images

Pihak pemerintah Turki kabarnya bersedia memberikan izin masuk sekitar 22.500 sampai 37.500 penonton untuk hadir di laga final. Soal distribusi pembelian tiket, pihak Turki masih membicarakan hal ini secara lebih mendetail.

“Jika tiket hanya dijual kepada penduduk lokal, jumlah yang diizinkan untuk menonton pertandingan kemungkinan mendekati 50 persen dari kapasitas tempat duduk,” tulis media Inggris tersebut.

Per Desember tahun lalu, Turki menjadi negara Eropa yang dianggap sukses menekan angka penderita virus Corona.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Anadolu Agency. 2,17 juta orang di negara itu didiagnosis terinfeksi Covid-19 dari hampir 24 juta tes yang dilakukan sejak 11 Maret. Tingkat infeksi di negara itu mencapai 9 persen.

Seperti diketahui semenjak pandemi virus Corona, sejumlah pertandingan di sepak bola harus dihelat tanpa kehadiran penonton. Namun pada perhelatan Piala Dunia Antarklub 2020 di Qatar, pihak FIFA sudah mengizinkan para penonton datang langsung ke stadion. Namun tetap harus mematuhi protokoler kesehatan.

Tidak hanya final Liga Champions. Otoritas Liga Inggris pada awal pekan ini membicarakan kemungkinan untuk menghelat laga final Carabao Cup dan Piala FA dengan dihadiri penonton.

Selain itu, otoritas Liga Inggris juga akan berencana mengizinkan para penonton datang ke Stadion Wembley pada play off EFL musim ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Ditawari Gaji Kecil, Diego Costa Tolak Tawaran dari Klub Turki

gamespool
Ditawari Gaji Kecil, Diego Costa Tolak Tawaran dari Klub Turki 110

Football5star.com, Indonesia – Diego Costa sampai saat ini masih berstatus tanpa klub. Setelah kontraknya diputus oleh Atletico Madrid, pemain berdarah Brasil ini belum mendapatkan klub baru. Terbaru, Diego Costa bahkan menolak tawaran dari klub Turki, Trabzonspor.

Dikutip Football5star.com dari Diario AS, Jumat (22/1/2021), Costa menolak proposal yang diajukan Trabzonspor kepada dirinya. Tak main-main, eks pemain Chelsea itu mengacuhkan tawaran gaji sebesar 2,5 juta euro untuk kontrak tiga tahun.

Ditawari Gaji Kecil, Diego Costa Tolak Tawaran dari Klub Turki
Marca

Media Spanyol itu melaporkan bahwa pihak Costa menolak tawaran dari Trabzonspor karena gaji yang diharapkan tidak sesuai. Saat masih di Atletico Madrid, Costa kabarnya mendapat gaji sebesar 7 juta euro.

Tidak hanya Trabzonspor yang berkeinginan untuk bisa mendapatkan Costa. Kabar terbaru menyebutkan bahwa sejumlah klub Liga Qatar juga berminat untuk mendapatkan servis striker 32 tahun tersebut.

Sebenarnya kontrak Costa bersama Atletico baru akan berakhir pada Juni 2021. Namun pada akhir Desember 2020, manajemen klub terpaksa mendepak Costa.

Pihak klub merasa bahwa kelakuan Diego Costa sudah diluar batas. Sebelum kontraknya diputus, ia juga sempat mangkir dari sesi latihan klub.

Sejumlah media di Spanyol memprediksi awal sikap buruk Costa muncul akibat kedatangan Luis Suarez. Costa merasa kecewa karena sudah tidak lagi menjadi pilihan utama Diego Simone sejak kedatangan Suarez.

“Atletico Madrid dan Diego Costa telah mencapai kesepakatan untuk pemutusan kontrak yang akan berakhir pada 30 Juni 2021,” bunyi pernyataan Atletico saat itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Bermain di Bawah Hujan Salju, Pemain Klub Turki Dianggap “Casper”

gamespool
Bermain di Bawah Hujan Salju, Pemain Klub Turki Dianggap "Casper" 113

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan lanjutan Liga Turki antara Istanbul Basaksehir vs Sivasspor di Stadion Fatih Terim, Minggu (17/1/2021) jadi sorotan dari banyak pihak. Bagaimana tidak, kedua tim bermain di tengah guyuran hujan salju yang cukup lebat.

Lapangan stadion Fatih Terim bahkan sampai tak terlihat lagi berwarna hijau karena sudah tertutup salju. Yang menarik kemudian, tim tamu datang dengan jersey berwarna putih. Tak hanya jersey bagian atas, pemain Sivasspor juga mengenakan celana serta kaos kaki berwarna putih.

https://twitter.com/ScotsIrishCelt/status/1350511851113754625

Tak pelak penampilan dari pemain Sivasspor ini jadi bahan guyonan sejumlah media di Inggris. Daily Mail misalnya menganggap para pemain ini berkamuflase menjadi hantu casper agar tak dikenali oleh pemain Basaksehir.

“Jersey serba putih mereka dari kaus kaki hingga kaos atas membuat mereka berkamuflase dengan lapangan pertandingan dan itu menjadi sangat sulit dikenali selama pertandingan,” tulis media Inggris tersebut.

Laga kedua tim sendiri berakhir dengan skor sama kuat 1-1. Istanbul Basaksehir sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Danijel Aleksic pada menit ke-38, beberapa menit kemudian, Hakan Arslan membuat tim tamu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Sekedar informasi, selama beberapa hari terakhir, negara Turki memang dilanda hujan salju yang cukup lebat. Di sejumlah kota di Turki cuaca dingin menyerang masyarakatnya. Cuaca juga semakin dingin di wilayah Anatolia Timur.

Dari data terbaru, per hari ini, Minggu, 17 Januari 2021, Turki masih dilanda hujan salju namun dengan intensitas ringan. Suhu di sejumlah wilayah Turki sudah mencapai angkat 1 derajat celcius.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Paksa Wasit Lihat Telepon Genggam, Pemain Ini Dkartu Merah

gamespool
Paksa Wasit Lihat Telepon Genggam, Pemain Ini Dkartu Merah 116

Football5star.com, Indonesia – Sial betul nasih pemain asal Turki, Hakan Arslan. Kapten tim Sivasspor harus mendapat kartu merah akibat memaksa wasit melihat telepon genggam saat laga melawan Besiktas di lanjutan Liga Turki.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Selasa (29/12/2020), pada jeda babak pertama, wasit yang memimpin pertandingan harus mengeluarkan kartu merah karena Arslan memaksanya melihat video dari telepon genggam.

Kejadian ini bermula saat peluit babak pertama selesai. Wasit Arda Kardesler dianggap pemain Sivasspor memimpin dengan berat sebelah. Para pemain Sivasspor pun melakukan protes kepada wasit Kardesler.

Hakan Arslan rupanya memaksa wasit melihat telepon genggam tersebut karena ingin sang wasit melihat video tayangan ulang pada satu momen di babak pertama. Tak terima dengan sikap Arslan, wasit Arda Kardesler pun memberikan peringatan.

Namun Arslan terus memakas sang wasit untuk melihat telepon genggam. Sang wasit lalu mengeluarkan kartu kuning. Karena protesnya juga dilakukan terus-menerus dengan emosi, kartu kuning kedua pun diacungkan buat dirinya. Kekesalan Hakan Arslan pun kian menjadi. Ia terlihat membanting HP itu seraya masuk ke lorong stadion.

Pertandingan Besiktas vs Sivasspor pun berakhir dengan kekalahan tim tamu tiga gol tanpa balas. Dua gol mampu diciptakan oleh Besiktas pada babak kedua atau setelah Sivasspor bermain dengan 10 orang.

Pihak klub Sivasspor belum mengeluarkan pernyataan terkait insiden ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Lengkap Laga Persahabatan: Ayam Jantan dan Azzurri Pesta Gol

gamespool
Hasil Lengkap Laga Persahabatan: Ayam Jantan dan Azzurri Pesta Gol 120

Football5star.com, Indonesia – Sejumlah laga persahabatan di gelar negara-negara Eropa. Sejumlah tim sukses meraih kemenangan dengan skor mencolok. Diantaranya Ayam Jantan Prancis dan Italia yang pesta gol ke gawang lawan mereka, Kamis (8/10/2020).

Anak asuh Didier Deschamps, Prancis sukses meraih kemenangan telak 7-1 atas Ukraina. Bermain di Stade de France, tujuh gol kemenangan Prancis dicetak oleh dua gol Olivier Giroud, gol debut Eduardo Camavinga, Corentin Tolisso, Kylian Mbappe, Antoine Griezmann dan gol bunuh diri bek Ukraina, Vitalli Mykolenko.

Italia vs Moldova

Pesta gol juga diukir tim Azzurri. Anak asuh Roberto Mancini tersebut menang 6-0 atas Moldova. Eks pemain Roma, Stephan El Shaarawy mencetak dua gol pada laga tersebut. Sisanya dicetak oleh Bryan Cristante, gol debut Caputo, Domenico Berrardi dan gol bunuh diri Veaceslav Posmac.

Sementara itu, Jerman harus puas dengan hasil imbang 3-3 melawan Turki. Jerman sebenarnya hampir meraih kemenangan. Sayang di masa injury time babak kedua, gol dari Kenan Karaman buyarkan keunggulan Der Panzer.

Hasil kurang mengenakkan juga dialami oleh Frank de Boer. Pelatih anyar Belanda itu telan pil pahit setelah anak asuhnya menyerah 0-1 dari Meksiko. Gol tunggal Meksiko dicetak oleh Raul Jimenez lewat titik putih.

Hasil lengkap laga persahabatan:

Denmark 4-0 Kep Faroe
Siprus 1-2 Rep Ceko
Austria 2-1 Yunani
Polandia 5-1 Finlandia
Slovenia 4-0 San Marino
Italia 6-0 Moldova
Swiss 1-2 Kroasia
Jerman 3-3 Turki
Belanda 0-1 Meksiko
Portugal 0-0 Spanyol
Prancis 7-1 Ukraina

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jerman vs Turki: Der Panzer Gagal Raih Kemenangan

gamespool
Jerman vs Turki: Der Panzer Gagal Raih Kemenangan 123

Football5star.com, Indonesia – Laga persahabatan Jerman vs Turki yang berlangsung di Stadion RheinEnergie, Kamis (8/10/2020) berlangsung cukup sengit. Enam gol tercipta pada laga ini dan berkesudahan 3-3.

Jerman cukup kesulitan untuk bisa membongkar pertahanan Turki di awal babak pertama. Sejumlah peluang yang diciptakan tak mampu untuk membongkar lini belakang Turki. Jerman baru bisa mencetak gol di masa injury time babak pertama.

https://twitter.com/goalsensor_tv/status/1313930790271676416

Mendapat assist dari Kai Havertz, Julian Draxler sukses menaklukkan kiper Turki, Mert Gunok. Skor 1-0 bertahan di babak pertama. Di babak kedua, Turki berusaha menekan lini belakang Der Panzer. Hasilnya di menit ke-49 Turki bisa menyamakan kedudukan. B

Berawal dari umpan Kaan Ayhan, Ozan Tufan sukses memperdaya Bernd Leno dan membuat skor kembali imbang. Jerman yang tak mau meraih hasil imbang terus menekan lini belakng Turki. Menit ke-58, striker Gladbach, Florian Neuhaus membuat Jerman kembali unggul 2-1 memanfaatkan asssit kedua Kai Havertz.

Laga semakin seru. Turki terus mengurung pertahanan Jerman. Di menit ke-67, Efecan Karaca berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. 10 menit laga tersisa, penyerang Benfica, Luca Waldscmidt mampu membuat Gunok memungut bola dari gawangnya sendiri.

Sayangnya kemenangan di depan mata Jerman setelah Kenan Karaman di menit ke-90+4 berhasil mengelabui Bernd Leno setelah mendapat asisst dari Abdulkadir Omur. Skor 3-3 bertahan hingga akhir babak kedua.

Susunan pemain kedua tim:

Jerman: Bernd Leno, Schulz, Rudiger, Henrischs, Koch, Emre Can, Julian Draxler, Julian Brandt, Neuhaus, Kai Havertz, Luca Waldschmidt

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Joachim Loew

Turki: Gunok, Kaldirim, Ayhan, Sangare, Demiral, Efecan Karaca, Yokuslu, Kilincm Tufan, Yazici, Emre Unal

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Senol Gunes

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]