UEFA Euro 2016: Terim Kecam Aksi Fans yang Mencemoh Arda Turan

Arda Turan tampil buruk saat Turki dibekap Spanyol yang membuatnya dicemooh fans sendiri. Aksi fans ini pun membuat kesal sang pelatih Fatih Terim.

Turan sebelumnya memang sudah mendapat kritik karena dia tak tampil maksimal saat menghadapi Kroasia di pertandingan pertama Grup D Piala Eropa 2016.

Pemain yang bermain untuk Barcelona itu bahkan digantikan di menit ke-65 oleh Burak Yilmaz. Situs statistik Whoscored mencatat Turan sama sekali tak bikin attempts dan hanya punya 82,9 persen akurasi umpan.

Performa buruk Turan berlanjut saat Turki menghadapi Spanyol di partai kedua yang dihelat di Stade De Nice, Sabtu (18/6/2016) dini hari WIB tadi. Padahal Turki diharapkan untuk menang demi memperbesar peluang lolos ke fase berikutnya.

Namun yang terjadi Turki dihajar tiga gol tanpa balas, sementara Turan yang berduet dengan Hakan Cahalnoglu tak bisa berbuat apa-apa. Hanya dua attempts dibuatnya tanpa satu pun mengarah ke gawang.

Makin ironis ketika fans Turki yang memadati stadion mencemooh serta menyoraki Turan di babak kedua ketika dia sedang memegang bola.

“Tidak enak rasanya melihat Arda dicemooh. Tidak ada satu pun pelatih yang ingin melihat hal seperti itu,” ujar pelatih Turki, Fatih Terim, seperti dikutip Soccerway.

“Dia adalah salah satu pemain penting kami. Ekspektasinya memang sangat tinggi, tapi hal seperti ini tidak seharusnya terjadi. Tidak ada yang pantas mendapatkannya,” sambungnya.

“Kami harus menikmati permainan kami sendiri. Jelas cara mereka memperlakukan Arda itu berpengaruh ke pertandingan. Saya tidak tahu mengapa mereka melakukan itu.”

“Saya mengkritik diri saya sendiri atas performa buruk para pemain. Saya yang memanggil mereka. Tentu saja beberapa dari mereka tidak tampil dalam permainan terbaiknya. Tapi sayalah yang harusnya dikritik. Saya yang memasukkan mereka dalam tim,” tutupnya.

Berita Euro 2016: Turki Masih Simpan Harapan Lolos Ke Babak 16-Besar

Tim nasional Turki saat ini ada di ujung tanduk. Meski dalam posisi terjepit, mereka masih menyimpan harapan untuk bisa lolos ke babak 16-besar Piala Eropa 2016.

Turki menelan kekalahan dalam dua pertandingan di Piala Eropa. Mereka kalah dari Kroasia di pertandingan pertama. Sementara di laga kedua mereka kalah dari Spanyol dengan skor akhir 0-3.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Allianz Riviera, Nice, Sabtu (18/6), gawang Turki dibobol dua kali oleh Alvaro Morata, dan satu lainnya dicetak oleh Nolito.

Turki saat ini ada di posisi paling bawah Grup D karena belum bisa merngumpulkan poin. Meski demikian, mereka masih bisa lolos ke babak 16 besar dengan jalur peringkat tiga terbaik.

Oleh karena itu, penggawa Turki, Nuri Sahin, belum mau menyerah untuk terus berusaha.

“Kami memulai pertandingan dengan tidak buruk. Pada 20-25 menit awal, kami menetralisir pertandingan tapi kemudian mereka mendominasi dan kami malah kebobolan karena kesalahan kami sendiri,” kata Sahin seperti dikutip situs resmi UEFA.

“Sulit untuk mengubah skor kalau menghadapi Spanyol karena mereka terus menguasai bola sepanjang waktu. Kami merasa sangat buruk karenanya.”

“Jelas kami tidak puas dengan hasil ini. Ya, ini akan menyulitkan langkah kami. Kami masih menyimpan peluang untuk finis di urutan ketiga. Akan sulit tapi kami akan mencoba sebaik mungkin. Kalau kami mempunyai peluang, kami akan mengambilnya,” imbuhnya.

UEFA Euro 2016: Tekuk Turki 3-0, Spanyol Pastikan Tempat Di 16-Besar

Spanyol memastikan satu tempat di babak 16-besar Piala Eropa 2016 usai memetik kemenangan telak 3-0 atas Turki di Stadion Allianz Riviera, Sabtu (18/6) dini hari.

Turun dengan susunan pemain yang sama seperti saat menghadapi Republik Ceko, Spanyol langsung tancap gas sejak menit awal. Laga baru berjalan lima menit, Spanyol langsung melakukan percobaan melalui tembakan Alvaro Morata dari luar kotak penalti yang masih bisa dimentahkan oleh kiper Volkan Babacan.

Gempuran bertubi-tubi yang dilancarkan Spanyol akhirnya membuahkan hasil saat babak pertama memasuki menit ke-34. Sebuah umpan matang yang diberikan Nolito ke kotak penalti disambut dengan tandukan keras Morata ke arah kanan gawang. Skor 1-0 bagi Spanyol.

Tiga menit berselang, Spanyol berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Blunder yang dilakukan Mehmet Topal membuat Nolito dengan leluasa melepaskan tembakan mendatar.

Usai turun minum, La Furia Roja kembali menambah gol. Berawal dari kejelian Anders Iniesta mengirimkan umpan terobosan ke sisi kanan pertahanan Turki, Jordi Alba memberikan bola sodoran kepada Morata yang langsung mengonversinya menjadi gol.

Kendati Spanyol terus memberikan tekanan hingga menit akhir, kedudukan 3-0 tetap tak berubah.

Berkat dua kemenangan beruntun ini, Spanyol menjadi pemuncak klasemen sementara grup D. Di sisi lain, Turki membutuhkan kemenangan di laga terakhir fase grup guna menjada kans untuk lolos ke 16-besar.

Susunan Pemain

Spanyol: De Gea; Sergio Ramos, Juanfran, Pique, Alba (Azpilicueta 81’), Fabregas (Koke 71’), Iniesta, David Silva (Bruno 64’), Busquets, Nolito, Morata.

Turki: Babacan; Balta, Erkin, Gonul, Turan, Topal, Inan (Malli 70’), Ozyakup (Sahan 62’), Tufan, Yilmaz, Calhanoglu (Sahin 46’).

Berita Euro 2016: “Timnas Turki Takkan Cuma Menunggu Di Belakang”

Spanyol akan berhadapan dengan Turki di laga kedua Piala Eropa 2016. Turki diyakini tak akan cuma bertahan menumpuk pemain di lini belakang.

Pertandingan antara Turki melawan Spanyol akan berlangsung di Stade de Nice, Sabtu (18/6) dini hari WIB. Dengan status juara bertahan Piala Eropa dan skuat yang mereka miliki, Spanyol jelas menjadi tim unggulan.

Spanyol mempunyai pemain seperti Andres Iniesta, David De Gea, Sergio Ramos, dan Alvaro Morata. Mereka juga sudah membuktikan diri bisa memetik kemenangan di pertandingan pertama.

Pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, pernah berkiprah di Liga Turki sebelum menjadi pelatih Spanyol. Dia menangani Galatasaray.

Dengan fakta itu, Del Bosque jelas mengenal sepak bola Turki dengan amat baik. Dia pun bilang bahwa Turki bakal bermain terbuka agar bisa mendapatkan hasil bagus.

“Saya tak berpikir bahwa mereka akan menjadi tim yang menunggu di belakang dan tak mengambil inisiatif, mereka akan mengejar penguasaan bola, mereka mempunyai pemain tangguh, mereka mempunyai pemain yang berani,” kata Del Bosque di situs resmi UEFA.

“Saya tahu bagaimana gaya bermain Turki dengan sangat baik, saya pikir mereka takkan menyerah dengan mudah. Saya yakin mereka tak akan membuat pertandingan menjadi mudah untuk kami,” imbuhnya.

Turki memang butuh kemenangan untuk menjaga kans lolos ke babak selanjutnya. Mereka menelan kekalahan tipis 0-1 saat berduel melawan Kroasia di pertandingan pertama. Gawang mereka dibobol oleh Luka Modric.

Berita Euro 2016: Terim Hanya Incar Hasil Imbang Saat Hadapi Spanyol

Pelatih timnas Turki, Fatih Terim, hanya mengincar hasil imbang saat menghadapi Spanyol pada laga kedua fase grup D Piala Eropa 2016 yang akan berlangsung Sabtu (18/6) dini hari nanti.

Terim tampaknya lebih memilih untuk realistis untuk laga kontra Spanyol. Pasalnya, Turki baru saja menelan kekalahan 0-1 dari Kroasia pada laga pembuka lalu.

“Ya, tentu saja. Dalam ajang seperti ini yang terpenting adalah terus bertahan di turnamen dan jika kami meraih hasil imbang maka kami masih punya kans untuk lolos ke fase knockout. Imbang akan menjadi hasil yang bagus bagi kami,” ujar Terim, dilansir Football Espana.

“Kami sebenarnya tak ingin untuk terus bertahan tetapi terkadang Spanyol memaksa Anda untuk bermain seperti itu. Itulah fakta yang ada dan Anda harus menerimanya karena mereka adalah salah satu tim terbaik di dunia,” sambung Terim.

Untuk menghadapi skuat La Furia Roja, Terim tampaknya akan mengisyaratkan akan melakukan sejumlah perubahan dalam susunan starting eleven. Terim sendiri terus mendapatkan kritik lantaran gagal membawa Turki menang pada laga kontra Kroasia lalu.

“Saya tidak mengatakan akan ada perubahan masif tetapi mungkin saya akan melakukan beberapa perubahan. Di negara kami, orang-orang membicarakan hal yang kurang mengenakkan terhadap kami, tetapi ketika Anda kalah maka segalanya akan didramatisasi dan mereka akan membuat cerita-cerita palsu,” ujar Terim.

UEFA Euro 2016: Juanfran: Turki Bukan Cuma Turan

Bek kanan timnas Spanyol, Juanfran, sudah tak sabar menanti laga kontra Turki yang akan digelar Sabtu (18/6) dini hari nanti. Dia mengaku rindu dengan mantan rekan setimnya di Atletico Madrid, Arda Turan. Dia bahkan akan memeluk Turan sebelum laga dimulai.

Dalam laga kedua fase grup ini, Spanyol berpeluang besar untuk mengamankan satu tiket ke babak 16-besar lewat kemenangan atas Turki. Sementara itu, sebaliknya Turki tengah berupaya keras untuk bisa setidaknya meraih poin setelah menelan kekalahan 0-1 dari Kroasia pada laga pembuka lalu.

Meski tensi laga ini diyakini akan berlangsung panas, Juanfran menjamin dirinya akan bersikap sportif saat menghadapi mantan rekan setimnya tersebut.

“Saya tidak berpikir ini akan menjadi pertandingan yang mengutamakan fisik. Mereka punya permain berkualitas yang ingin bermain sepak bola, ingin menang. Mereka sangat bergairah dan saya akan berharap untuk bermain satu lawan satu,” ujar Juanfran, dilansir Football Espana.

“Saya mengenal Arda dengan baik. Ia dikritik untuk laga pertamanya dan pemain besar memang menjadi sasaran kritik di tim nasional jika hasilnya tidak bagus. Ini bukan pertama kalinya ia dikritik dan kembali tampil dengan sangat baik.”

“Saya belum bertemunya lagi, tapi saya bicara dengannya setelah final Liga Champions. Saya berharap bisa bertemu dengannya dan memberinya sebuah pelukan,” lanjut bek Atletico Madrid itu.

UEFA Euro 2016: Turan Bakal Tampil Habis-habisan Melawan Spanyol

Gelandang andalan timnas Turki, Arda Turan, menjanjikan performa yang berbeda pada laga kedua fase grup D Piala Eropa 2016 yang akan berlangsung Sabtu (18/6) dini hari nanti.

Turki kini berada dalam posisi sulit setelah menelan kekalahan 0-1 dari Kroasia pada laga perdana lalu. Mereka kini membutuhkan setidaknya satu poin saat menghadapi Spanyol untuk bisa menjaga peluang lolos ke babak 16-besar.

Turan yakin, rekan-rekan setimnya akan tampil dengan motivasi berlipat saat menghadapi skuat La Furia Roja.

“Kami akan memberikan segalanya dalam pertandingan tersebut, dan kami akan tampil habis-habisan. Spanyol adalah tim yang sangat tangguh. Tapi, seperti kami, mereka akan bermain dengan 11 pemain. Jadi, kami akan berjuang hingga akhir pertandingan,” sebut Turan, dilansir Football Espana.

Seperti diketahui, pada Piala Eropa kali ini, posisi ketiga di setiap grup masih memiliki peluang untuk lolos ke 16-besar apabila memiliki jumlah poin yang tinggi serta selisih gol yang besar. Hal inilah yang membuat Turan masih optimistis dengan kans timnya saat menghadapi Spanyol.

“Jika kami bisa meraih sesuatu, maka kami punya peluang bagus untuk lolos ke babak knockout. Saya sendiri tidak bermain bagus di pertandingan pertama, dan tidak bermain efektif. Saya akan memberikan penampilan terbaik saat melawan Spanyol. Saya mengakui, saat melawan Kroasia saya bermain buruk,” sambung Turan.

UEFA Euro 2016: Busquets: Hat-trick Bukan Fokus Utama Spanyol

Gelandang andalan timnas Spanyol, Sergio Busquets, menegaskan bahwa torehan hat-trick Piala Eropa bukanlah fokus utama skuat La Furia Roja saat ini. Diakui Busquets, terpenting adalah tampil dengan sekuat tenaga dan meraih hasil yang maksimal.

Spanyol datang ke Prancis dengan status sebagai juara bertahan Piala Eropa dua tahun berturut-turut, yakni pada 2008 dan 2012. Hal inilah yang membuat Spanyol masih sangat difavoritkan untuk kembali melaju ke final dan meraih gelar juara.

Busquets tampaknya tak terlalu menyukai embel-embel tim unggulan yang disematkan kepada Spanyol. Pasalnya, pada Piala Dunia 2014 lalu, mereka juga datang ke Brasil dengan status tim favorit. Namun pada kenyataannya, Spanyol justru gagal lolos dari fase grup.

“Tak menjuarai Piala Eropa bukan sebuah kegagalan. Hanya ada satu tim yang bisa mengangkat trofi ini dan banyak sekali tim favorit pada gelaran kali ini,” terang Busquets, dilansir Football Espana.

“Namun, trofi bukanlah target utama kami. Menyelesaikan pekerjaan dengan antusiasme dan determinasi tinggi demi meraih hasil terbaik, itu targetnya. Kami tak mau apa yang terjadi di Brasil terulang,” lanjutnya.

Pada laga perdana lalu, Spanyol berhasil memetik kemenangan 1-0 atas Republik Ceko. Kini, mereka berpeluang untuk mengamankan tiket ke babak 16-besar apabila berhasil mengalahkan Turki pada Sabtu (18/6) dini hari nanti di Stadion Allianz Riviera.

Berita Euro 2016: Juanfran Nantikan Duel dengan Arda Turan

Spanyol akan menghadapi Turki di laga kedua mereka di Piala Eropa 2016. Laga yang dinanti-nanti oleh bek ‘Tim Matador’, Juanfran, yang akan bertemu mantan rekannya di Atletico Madrid Arda Turan.

Spanyol dan Turki menghadapi laga di Stade De Nice, Nice, Sabtu (18/6/2016) dinihari WIB besok, dalam kondisi berbeda. Spanyol sukses memenangi laga perdananya kontra Republik Ceko dengan skor 1-0 meski harus bersusah payah.

Sementara, Turki tampil biasa-biasa saja dan harus menelan kekalahan 0-1 dari Kroasia. Jelas saja Spanyol diunggulkan dalam kondisi seperti ini, apalagi mereka juga punya kualitas pemain selevel di atas Turki.

Duel Spanyol dan Turki ini pun sangat dinantikan oleh Juanfran Torres, pemain Atletico yang mengisi pos bek kanan di laga pertama kemarin.

Pasalnya dia akan berhadapan dengan mantan rekannya di klub, Arda Turan, yang biasa beroperasi dari sisi kiri penyerangan Turki. Keduanya memang merupakan sahabat semasa memperkuat Atletico.

Keduanya berhasil membawa Atletico meraih gelar La Liga, Liga Europa, dan jadi finalis Liga Champions, sebelum berpisah musim panas lalu karena Turan diboyong oleh Barcelona.

“Saya rasa ini tidak akan jadi duel fisik. Mereka adalah pemain berkualitas yang ingin bermain sepakbola, ingin menang. Mereka sangat bergairah dan saya pikir mereka ingin bermain satu lawan satu,” ujar Juanfran seperti dikutip Football Espana.

“Saya mengenal Arda dengan baik. Dia memang dikritik karena performanya di laga pertama dan para pemain bintang ketika memperkuat tim nasional selalu dikritik jika hasilnya tidak bagus. Ini bukan pertama kalinya dia dikritik dan lantas bangkit,” sambungnya.

“Saya tidak bertemu dengannya belakangan ini, tapi saya bicara dengannya usai final Liga Champions. Saya berharap berjumpa dengannya dan akan memeluknya.”

UEFA Euro 2016: Turki Bergantung Kepada Turan & Calhanoglu

Pelatih Turki, Fatih Terim, meminta Arda Turan dan Hakan Calhanoglu menunjukkan performa yang lebih baik dibanding saat melawan Kroasia. Pasalnya, Terim mengakui bahwa Turki sangat bergantung dengan kemampuan dua gelandangnya tersebut.

Turki mengawali petualangannya dengan melawan Kroasia dalam putaran final Euro 2016 di Parc des Princes, Minggu (12/6). Mereka terpaksa mengakui keunggulan lawan yang keluar sebagai pemenang berkat gol semata wayang Luka Modric jelang turun minum.

Setelah sempat digeser dari sayap kiri ke kanan, Turan yang didapuk sebagai kapten Turki akhirnya digantikan oleh Burak Yilmaz pada menit ke-65. Meski tampil hingga akhir laga, Calhanoglu gagal membantu Turki terhindar dari kekalahan.

Kans Turki untuk lolos ke babak 16-Besar terancam. Pasalnya, mereka masih harus menghadapi dua laga berat, masing-masing melawan Spanyol dan Republik Cheska.

Akan tetapi, Terim tidak kehilangan harapan begitu saja. Dia berharap, Turan dan Calhanoglu bisa tampil lebih baik dalam dua laga tersisa di fase grup.

“Mereka (Turan dan Calhanoglu) adalah para pemain yang penting,” ujar Terim, seperti dikutip dari FourFourTwo.

“Kami bergantung dengan performa mereka, tetapi seperti yang Anda katakan, mereka tidak tampil cukup baik. Kami akan membutuhkan mereka, tetapi hal seperti ini bisa terjadi,” sambung pelatih berusia ? tahun tersebut.

“(Selcuk) Inan dan (Ozan) Taufan juga harus tampil lebih baik. Saya memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap mereka. Jika mereka tampil cukup baik. kami akan meraih sejumlah hasil bagus,” kata Terim.

UEFA Euro 2016: Lawan Turki, Kroasia Usung Misi Balas Dendam 2008

Kroasia akan membuka kiprah mereka di Piala Eropa 2016 dengan menghadapi Turki. Laga itu seakan membuka kembali luka Kroasia delapan tahun lalu.

Kroasia yang tergabung di Grup D Piala Eropa 2016 harus lebih dulu menghadapi Turki pada laga perdana yang dihelat di Parc des Princes, Minggu (12/6/2016) malam WIB nanti. Kemenangan tentu jadi incaran tim asuhan Ante Cacic itu mengingat itu penting demi memuluskan langkah ke perempatfinal. Apalagi laga kontra Turki jadi momentum yang pas untuk Kroasia membalaskan dendam mereka delapan tahun lalu di turnamen yang sama.

Kedua tim bertemu pada babak perempatfinal Piala Eropa 2008 pada tanggal 20 Juni di Ernst-Happel Stadium, Wina, Austria. Saat itu Kroasia lebih diunggulkan ketimbang Turki. Pasalnya Kroasia punya rekor sempurna di fase grup dengan memenangi tiga laganya termasuk mengalahkan Jerman dengan skor 2-1.

Meski demikian, Kroasia yang kala itu dilatih Slaven Bilic kerepotan menghadapi Turki yang bermain sangat alot. Lawan lebih banyak menunggu dan melakukan serangan balik ketika Kroasia keasyikan menyerang.

Pada akhirnya laga harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah bermain imbang 0-0 di waktu normal. Tiket semifinal sepertinya sudah di tangan ketika gol Ivan Klasnic di menit ke-119 memecah kebuntuan.

Tapi, hanya selang semenit kemudian, Semih Senturk membungkam Kroasia lewat golnya. Pertandingan berlanjut ke adu penalti dan dewi fortuna pun tak berpihak pada Kroasia.

Empat penendang Kroasia gagal menunaikan tugasnya, sementara hanya dua yang gagal dari kubu Turki sehingga mereka kalah dengan skor 1-3.

Kapten Kroasia, Dario Srna, yang jadi bagian skuat di 2008 itu tentu ingat bagaimana pahitnya kekalahan itu. Maka dari itu, Srna memastikan hasil itu tidak akan terulang lagi malam nanti.

“Itu adalah memori yang menyakitkan buat para pemain dan suporter kami. Pertandingan kala itu begitu sulit dan kekalahannya menyakitkan,” tutur Srna seperti dikutip Soccerway.

“Turki sudah menunjukkan bahwa kita semua harus bermain sampai detik terakhir, dan juga menunjukkan betapa kuatnya mentalitas mereka. Mereka adalah para petarung, dan kami harus bisa menghadapi itu,” sambungnya.

UEFA Euro 2016: Arda Turan Tetap Jadi Andalan Turki

Musim perdana Arda Turan bersama Barcelona memang berjalan tidak menyenangkan. Meski demikian, Turan bakal tetap jadi andalan timnas Turki di Piala Eropa 2016 ini.

Pemain 29 tahun itu didatangkan dari Atletico Madrid musim panas lalu dengan banderol sekitar 30-35 juta euro. Sayangnya, Turan tidak bisa main di enam bulan pertama karena sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada Barca terkait larangan transfer.

Selama rentang enam bulan itu, Turan hanya berlatih sendiri dan melakukan laga simulasi. Meski begitu, Turan nyatanya tetap dipanggil oleh skuat Turki asuhan Fatih Terim dan berperan besar mengantarkan negaranya lolos ke Piala Eropa.

Ketika Turan sudah diizinkan bermain, kondisinya tidak lebih baik dan dia lebih sering jadi penghangat bangku cadangan. Total hanya 25 kali bermain di seluruh kompetisi dengan torehan dua gol dan empat assist.

Waktu bermainnya pun hanya 1.170 dan lebih banyak dilibatkan sebagai pemain pengganti. Tak cuma itu, Turan juga kerap dijadikan sasaran kritik ketika Barca sedang bermain buruk.

Wajar saja banyak yang meragukan Turan bakal siap 100 persen untuk tampil di Piala Eropa ini. Tapi tidak dengan Terim dengan selalu percaya penuh pada performa kaptennya tersebut.

“Arda, memang tidak banyak mendapat kesempatan bermain di klubnya tapi di paruh pertama musim, dia diskorsing dan saya selalu memainkannya di setiap pertandingan,” ujar Terim di Soccerway.

“Di paruh kedua musim, dia beberapa kali bermain. Jika dia lebih sering bermain maka itu akan sangat ideal untuk kami,” sambungnya.

“Media Spanyol selalu mengkritiknya jika timnya kalah. Dia adalah pemain penting untuk kami, tidak peduli apakah dia main atau tidak di Barcelona.”

“Itu adalah keputusan kolega saya Luis Enrique, saya menghormati keputusannya. Arda, tak peduli dia bermain atau tidak di timnya, dia adalah pemain kunci kami.”

“Saya yakin kami akan melihat lagi pembuktiannya bahwa dia adalah pemain bintang kami,” tutupnya.

UEFA Euro 2016: Modric Bikin Gol, Kroasia Kalahkan Turki 1-0

Kroasia membuka kiprahnya di Piala Eropa 2016 dengan kemenangan 1-0 atas Turki. Pahlawan kemenangan Kroasia adalah gelandang andalannya, Luka Modric.

Pada laga Grup D yang dihelat di Parc des Princes, Paris, Minggu (12/6/2016) malam WIB, Kroasia tampil full team dengan menurunkan para pemain tengah terbaiknya seperti Modric, Ivan Rakitic, Ivan Perisic, dan Marcelo Brozovic, untuk menopang Mario Mandzukic sebagai striker tunggal.

Sementara Turki memainkan duet gelandang serangnya Arda Turan dan Hakan Calhanoglu, untuk memberi suplai pada Cenk Tosun di lini depan.

Kroasia tampil lebih agresif sedari menit awal. Soccernet mencatat Kroasia bikin 19 attempts sepanjang 90 menit dengan enam on goal. Sementara Turki punya sembilan attempts dengan dua on goal.

Belum genap dua menit laga berjalan, Kroasia sudah mengancam. Umpan silang Darijo Srna menemui Rakitic di kotak penalti tapi sepakannya masih melebar.

Setelah peluang itu relatif pertandingan berjalan ketat dengan kedua tim saling bertarung di lini tengah.

Turki mendapat peluang bersih pertamanya di menit ke-27. Crossing Gokhan Gonul dari sisi kanan menemui Ozan Tufan di depan gawang. Sundulannya nyaris berbuah gol sebelum Daniel Subasic tepat menyelamatkan bola di garis gawang.

Empat menit jelang turun minum, kebuntuan akhirnya pecah dan Kroasia yang memimpin 1-0. Bola liar di depan kotak penalti Turki disambar sepakan voli Modric yang menembus jala Turki tanpa bisa dihalau Volkan Babacan.

Masuk di babak kedua, Kroasia makin intens menambah serangan ke gawang Turki. Di menit ke-51 sepakan bebas Srna di depan kotak penalti Turki masih menghantam mistar gawang.

Kroasia terus menekan lewat dan mendapat beberapa peluang lewat Perisic dan Brozovic, tapi tak satu pun jadi gol. Sementara pelatih Turki Fatih Terim coba memasukkan Burak Yilmaz dan Emre Mor untuk menambah daya serang timnya tapi hasilnya nihil.

Pada akhirnya laga tetap berakhir untuk kemenangan Kroasia dengan skor 1-0.

Susunan Pemain

Turki: Babacan; Gonul, Topal, Baita, Erkin; Calhanoglu, Tufan, Inan, Ozyakup (Sen 45′), Turan (Yilmaz 65′); Tosun (Mor 69′).

Kroasia: Subasic; Srna, Corluka, Vida, Strinic; Modric, Badelj; Brozovic, Rakitic (Schildenfeld 89′), Perisic (Kramaric 87′); Mandzukic (Pjaca 93′).

Berita Terkini: Rusia Ditahan Imbang 1-1, Denisov Jadi Tumbal

Turki memetik kemenangan tipis 1-0 atas Slovenia dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Stozice, Senin (6/6) dini hari.

Gol semata wayang Turki dicetak oleh striker Galatasary, Burak Yilmaz, saat laga baru berjalan lima menit. Berawal dari eksekusi tendangan bebas Hakan Calhanoglu, Yilmaz sukses mengoyak jala Slovenia dengan sebuah tandukan keras.

Di babak kedua, Turki terus menggempur lini pertahanan Slovenia. Akan tetapi, sejumlah peluang yang didapat gagal dikonversi menjadi gol. Skor 1-0 untuk keunggulan Turki bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini tentunya menjadi modal penting bagi Turki sebelum tampil di Piala Eropa 2016 nanti. Turki akan berada di grup D bersama dengan Republik Ceko, Kroasia, dan Spanyol.

Sementara itu, Rusia ditahan imbang 1-1 oleh Serbia dalam laga persahabatan yang berlangsung di Stade Louis II, Monaco.

Tempo permainan berjalan sedikit alot. Rusia baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-85 lewat aksi Artem Dzyuba.

Akan tetapi, tiga menit berselang Serbia mampu menyamakan skor menjadi 1-1 lewat gol Aleksandar Mitrovic.

Apesnya, hasil imbang ini harus dibayar mahal dengan cedera yang dialami Igor Denisov pada awal babak kedua. Denisov mengalami cedera hamstring dan digantikan oleh Denis Glushakov pada menit ke-55.

Pelatih Rusia, Leonid Slutskiy, pun memberi isyarat bahwa Denisov akan dicoret dari daftar skuat dan akan digantikan oleh Artur Yusupov.

Vardy-Kane Kembali Moncer, Inggris Atasi Turki 2-1

Inggris meraih hasil positif dalam laga persahabatan kontra Turki, Minggu (22/5) malam lalu. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Etihad tersebut, Inggris berhasil memetik kemenangan 2-1.

Salah satu hal positif yang diraih Inggris dari laga ini adalah moncernya duet topskorer Liga Inggris musim ini, Jamie Vardy dan Harry Kane. Keduanya sukses menyumbangkan gol kemenangan The Three Lions atas Turki.

Tuan rumah unggul cepat lewat gol cantik Kane saat laga baru berjalan tiga menit. Striker Tottenham Hotspur itu berhasil meneruskan umpan Dele Alli dengan tendangan mendatar dari dalam kotak penalti.

Gol indah Kane tersebut tak menyurutkan motivasi anak asuh Fatih Terim. Turki pun mampu memberikan kejutan dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-13.

Berawal dari aksi Volkan Sen yang berhasil menembus sisi kiri kotak penalti Inggris. Joe Hart yang telanjur keluar dari sarangnya untuk menghentikan pergerakan Sen, namun bola lebih dulu dikrimkan ke arah Hakan Calhanoglu.

Calhanoglu yang berdiri bebas pun dengan tenang melesakkan tembakan mendatar ke gawang yang telah ditinggalkan Hart.

Meski sempat berusaha diblok pemain bertahan Inggris, namun bola tetap menerobos masuk ke gawang tuan rumah.

Kane dkk mencoba untuk menambah keunggulan mereka di sepanjang babak pertama, namun pertahanan disiplin yang dipertontonkan anak-anak Turki berhasil meredam dominasi tuan rumah. Skor imbang 1-1 pun bertahan hingga turun minum.

Inggris mendapatkan peluang emas pada menit ke-71 setelah Vardy dilanggar Mehmet Topal di kotak penalti. Namun, Kane yang maju sebagai eksekutor gagal memanfaatkan momen tersebut setelah tembakannya menghantam tiang gawang.

Inggris akhirnya memastikan kemenangan lewat Vardy pada menit ke-83. Striker Leicester City itu sukses menyambar bola muntah dari sundulan Cahill yang tidak mampu diantispasi sempurna Babacan.

Turki kembali berpeluang menyamakan kedudukan di pengujung laga. Sayang, tendangan pemain depan Turki masih mampu dimentahkan Joe Hart dengan gemilang.

Kemenangan tuan rumah dengan skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang tanda berakhirnya laga dibunyikan wasit asal Jerman Deniz Aytekin.

Susunan Pemain:

Inggris: Joe Hart, Kyle Walker, Gary Cahill, John Stones, Danny Rose, Eric Dier, Jack Wilshere (Jordan Henderson 66′), Dele Alli, Raheem Sterling (Danny Drinkwater 73′), Jamie Vardy, Harry Kane

Turki: Volkan Babacan, Gokhan Gonul, Mehmet Topal, Hakan Balta, Caner Erkin (Ismail Koybasi 70′), Selcuk Inan, Ozan Tufan, Oguzhan Ozkayup, Hakan Calhanoglu, Volkan Sen, Cenk Tosun

Kane: Start Positif Untuk Inggris

Inggris memulai persiapan menjelang final Piala Eropa dengan amat bagus. Striker The Three Lions, Harry Kane, menyebutnya sebagai start yang positif.

Saat melakoni pertandingan di Wembley, Senin (23/5) dini hari WIB, Inggris memetik kemenangan dengan skor akhir 2-1 saat berduel melawan Turki. Kemenangan itu didapat dengan tak mudah.

Kane membawa Inggris unggul lebih dulu berkat gol yang dicetak di menit ketiga. Hakan Calhanoglu membalas 10 menit kemudian yang bertahan hingga lebih dari satu jam kemudian.

Inggris akhirnya memastikan kemenangan setelah Jamie Vardy membukukan gol di menit ke-83. Inggris pun menang dengan skor akhir 2-1.

Di pertandingan itu, Inggris dicatat oleh Soccernet mampu melakukan 51 persen penguasaan bola. Tim besutan Roy Hodgson itu juga mampu mencatatkan 15 kali percobaan, empat di antaranya menemui bidang.

Sementara itu, Turki bisa melakukan satu percobaan lebih sedikit, empat sepakan tepat sasaran. Dengan catatan statistik itu, jalannya pertandingan antara Inggris dan Turki boleh dikatakan seimbang.

“Kemenangan bagus dari seluruh pengawa tim hari ini! Masih banyak pekerjaan yang harus dibenahi, tapi ini merupakan start yang positif. Sekarang saatnya pemulihan untuk pertandingan di hari Jumat (27/5),” kata Kane di account Twitter pribadinya.

Inggris masih akan melakoni dua pertandingan uji coba lagi sebelum Piala Eropa 2016. Mereka akan menghadapi Australia dan Portugal sebagai pemanasa untuk berlaga di turnamen sesungguhnya Juni nanti.

Inggris Harus Bertahan Lebih Baik

Tim nasional Inggris memang memetik kemenangan atas Turki di laga persahabatan menatap Piala Eropa. Tapi, The Three Lions masih diminta untuk bertahan lebih baik lagi.

Saat melakoni pertandingan di Wembley, Senin (23/5) dini hari WIB, Inggris memetik kemenangan dengan skor akhir 2-1. Gol Inggris dicetak oleh Harry Kane dan Jamie Vardy. Sementara gol balasan dari Turki dikemas oleh Hakan Calhanoglu.

Gol Kane dicetak di menit ketiga meneruskan umpan dari Dele Alli. Kane sempat gagal melakukan eksekusi penalti  dengan baik di menit ke-71, setelah mengirim bolanya menyamping jauh dari gawang. Sementara itu, gol Vardy dicetak dari jarak dekat, menyusul satu kemelut di muka gawang Turki akibat satu situasi sepak pojok.

Koordinasi buruk yang dilakukan barisan belakang Inggris, membuat mereka kebobolan. Kiper Inggris, Joe Hart meninggalkan gawang untuk menutup kans salah seorang pemain Turki. Calhanoglu akhirnya dengan bebas memasukkan bola ke gawang yang tinggal dijaga bek Inggris.

Soal pertahanan Inggris, Danny Rose bilang bahwa Hodgson memang ingin ada peningkatan performa. Bek asal Tottenham Hotspur itu optimistis bisa memenuhi permintaan itu.

“Kami pasti optimistis, tapi pesan dari manajer adalah kami harus bertahan dengan baik jika kami berlaga di manapun di ajang kejuaraan Eropa,” kata Rose di Soccerway.

“Kami akan memberikan diri kami sebuah dasar yang bagus untuk berlaga di Piala Eropa,” tambahnya.

Rusia Melarang Klubnya Menggaet Pemain Turki

Ketegangan hubungan antara Rusia dan Turki ternyata berdampak ke sepak bola. Rusia memutuskan melarang klub-klubnya untuk menggaet pemain asal Turki.

Kabar itu disampaikan oleh Menteri Olahraga Rusia, Vitaly Mutko. Dia menyebut pihaknya akan menghalangi pemain Turki untuk bermain di Rusia.

“Saya kira jika ada yang menginginkannya pada jendela transfer tengah musim nanti, hal itu tidak akan mungkin terjadi. Kami tidak mau berbicara terlalu jauh, tapi saya rasa semua sudah mengerti pesannya,” kata Mutko.

Ketika ditanya apakah itu berarti pemain Turki sama sekali tidak boleh masuk ke Rusia, Mutko yang juga ketua federasi sepak bola negerinya itu membenarnya. “Tentu saja, hal itu dipastikan,” ujar Mutko.

Meski begitu, Mutko tidak akan mengusir para pemain Turki yang sudah lebih dulu bermain di Liga Rusia. Dia akan membiarkannya sampai kontrak si pemain bersama klub berakhir. Hal yang dilarangnya adalah kehadiran pemain baru asal Turki.

Sikap serupa diberlakukan bagi kontraktor pembangunan stadion asal Turki. Saat ini di Rusia terdapat sejumlah pekerja pembangunan stadion yang dipersiapkan untuk Piala Dunia 2018 yang berasal dari Turki. Mutko membiarkan mereka meneruskan pekerjaannya. Namun, dia akan melarang mereka untuk masuk lagi ke Rusia pada masa depan.

Klub-klub Rusia dilaporkan akan menuruti titah Mutko. Lokomotiv Moscow, Spartak Moscow, FC Krasnodar, dan Kuban Krasnodar menyatakan tidak akan membeli pemain asal Turki.

Ketegangan Rusia dan urki muncul karena sebuah pesawat tempur Rusia ditembak jatuh oleh Turki di dekat perbatasan dengan Suriah. Hal itu membuat hubungan kedua negara memburuk. Rusia menerapkan sanksi ekonomi dan mengancam akan melakukan “hukuman” kepada Turki.

Terim Marah Fans Turki Mencemooh Lagu Kebangsaan Yunani

Tindakan kurang terpuji dilakukan suporter Turki ketika sesi mengheningkan cipta saat melawan Yunani, Rabu 18 November. Sejumlah suporter Turki mengeluarkan suara gaduh dan bersiul saat mengheningkan cipta untuk mengenang 129 korban aksi teroris di Kota Paris, Prancis, Jumat 13 November.

Pelatih Turki, Fatih Terim mengkritik tindakan para suporter. Ia menilai suporter yang melakukan hal itu tidak menunjukkan respek.

“Kenapa kalian melakukannya? Kenapa Anda tak bisa menunjukkan rasa respek walau hanya semenit,” ujar Terim.

Situasi makin tidak kondusif karena suporter Turki juga membuat kegaduhan ketika lagu kebangsaan Yunani dinyanyikan. Terim mengaku malu dengan tindakan suporter Turki. Menurut Terim, suporter harusnya malu karena pertandingan tersebut disaksikan oleh Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu dan Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras.

Bagi Terim, kehadiran kedua sosok penting itu menjadi pertanda bagus dalam usaha rekonsiliasi Turki dengan Yunani. Namun hubungan kedua negara bukan tidak mungkin malah memburuk gara-gara tindakan kurang sportif yang dilakukan suporter.

“Mencemooh lagu kebangsaan negara lain bukanlah perbuatan yang patut dibenarkan. Rakyat Turki harusnya lebih baik dari ini. Kami juga pasti bakal marah andai negara lain berbuat yang sama saat lagu kebangsaan Turki dinyanyikan,” tegas Terim.

Turki dan Yunani sudah tidak bertemu dalam pertandingan sepak bola dalam delapan tahun terakhir. Keduanya terakhir bersua pada 17 Oktober 2007. Ketika itu, Yunani menang dengan skor 1-0.