Man City akan Resmikan Patung Kompany dan David Silva

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City akan meresmikan patung dua legendanya, Vincent Kompany dan David Silva pada akhir pekan ini. Chairman klub mengatakan bahwa keduanya merupakan ikon klub.

Dua patung itu akan diresmikan jelang laga melawan Arsenal, Sabtu (28/8/21). Pihak klub mengatakan patung-patung itu dibuat oleh Andy Scott, pematung yang mendapatkan banyak penghargaan.

Man City akan Resmikan Patung Vincent Kompany dan David Silva
Irish Mirror

“Pada akhirnya, Vincent dan David tidak membutuhkan patung untuk mengabadikan prestasi mereka di Manchester City selama satu dekade terakhir. Mereka sudah dihormati sebagai ikon generasi mereka,” kata Chairman klub Khaldoon Al-Mubarak seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi klub.

Dia melanjutkan, “Tapi apa yang diberikan karya seni ini kepada kita, dan generasi yang akan datang, adalah kesempatan untuk diingatkan, dan dinikmati, momen-momen ajaib yang diciptakan oleh kedua orang itu.”

Pencapaian Vincent Kompany dan David Silva

Man City akan Resmikan Patung Vincent Kompany dan David Silva
Goal

Kompany dibeli dari Hamburg pada Agustus 2008, bulan yang sama dimana Abu Dabi United Group mengakuisisi City dari Thaksin Shinawattra. Dia lalu menjadi kapten pada 2011 dan mengantarkan City ke masa kejayaan.

Total Kompany mencatatkan 360 penampilan dan 20 gol di semua kompetisi untuk The Cityzens. Dia berhasil mendapatkan 4 gelar Premier League, 2 FA Cup, 4 Piala Liga dan 2 Community Shield.

Dia lalu pindah ke Anderlecht pada 2019 untuk menjadi player-manager. Dia pensiun sebagai pemain pada 2020 dan kini menjadi pelatih utama Anderlecht.

Sedangkan David Silva, dia direkrut dari Valencia pada 2010. Total Silva mencatatkan 436 penampilan dan mencetak 77 gol. Pemain asal Spanyol itu juga berhasil meraih 4 gelar Premier League, 2 FA Cup, 5 Piala Liga dan 3 Community Shield.

Silva dilepas pada 2020 ke Real Sociedad dan masih bermain di sana sampai saat ini.

Bukan hanya Kompany dan Silva, Manchester City juga mengkonfirmasi bahwa Sergio Aguero juga akan dibuatkan patung yang baru akan selesai tahun depan.

Andil Legenda Man City dalam Transfer Albert Sambi Lokonga

gamespool
Andil Legenda Man City dalam Transfer Albert Sambi Lokonga 8

Football5star.com, Indonesia – Mikel Arteta sangat senang dengan keberhasilan Arsenal mendatangkan Albert Sambi Lokonga dari Anderlecht. Arteta mengatakan bahwa Sambi Lokonga merapat ke London Utara berkat rekomendasi legenda Manchester City, Vincent Kompany.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kompany memang menjadi salah satu staf pelatih Anderlecht. Di bawah komando Kompany, Sambi Lokonga berhasil membuktikan kualitasnya sebagai salah satu gelandang muda terbaik Belgia.

“Albert Sambi Lokonga sempat dilatih Vincent Kompany di Anderlecht. Saya sangat mengenal Kompany dan dia selalu membicarakan Sambi Lokonga antusiasme tinggi,” ujar Mikel Arteta dikutip Football5star dari laman resmi Arsenal.

Albert Sambi Lokonga - Arsenal - Then24
Then24

“Kompany juga banyak menceritakan mengenai dampak positif yang diberikan Sambi Lokonga di Anderlecht musim lalu,” kata manajer berusia 39 tahun itu.

Lebih lanjut, Arteta mengatakan bahwa Sambi Lokonga bakal bisa memberi dampak besar di Arsenal musim depan. Arteta cukup yakin Sambi Lokonga tak butuh waktu lama untuk menunjukkan performa terbaiknya.

“Kami sangat yakin Sambi Lokonga sudah siap menunjukkan performa terbaiknya bersama kami musim depan. Saya sudah tak sabar ingin menyambutnya sebagai anggota skuat baru kami,” tuntas Artetea.

Sambi Lokonga merupakan pemain kedua yang merapat ke Stadion Emirates tahun ini. Beberapa pekan lalu, The Gunners sudah resmi mengumumkan kedatangan pemain muda Portugal, Nuno Tavares. Pria 21 tahun itu ditebus dengan mahar delapan juta Euro dari Benfica.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ruben Dias Tak Mau Dibandingkan dengan Vincent Kompany

gamespool
Ruben Dias Tak Mau Dibandingkan dengan Vincent Kompany 12

Football5Star.com, Indonesia – Bek Manchester City, Ruben Dias meminta kepada para orang-orang untuk tidak menyamakannya dengan legenda klub Vincent Kompany. Walaupun Dias mengakui bahwa dia belajar cara menjadi bek dari menonton para bek-bek hebat Premier League, salah satunya Kompany.

Dias menjadi kunci lini pertahanan City setelah dia direkrut dari Benfica dengan harga 65 juta pounds pada musim panas lalu. The Cityzens saat ini berada di puncak klasemen dengan baru kebobolan 17 gol dari 27 laga. Saat berbicara dengan Rio Ferdinand di BT Sport, Dias mengatakan bahwa dirinya belajar dari para bek-bek Premier League terdahulu.

vincent kompany - manchester city - standard
standard.co.uk

“Ketika saya masih kecil, menonton Premier League adalah akhir pekan impian saya. Saya telah menonton banyak pertandingan dengan Anda (Ferdinand), Vidic, Kompany, John Terry, dan lainnya,” ucap Dias seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

Dias melanjutkan, “Dari sana Anda mulai belajar dan saya belajar banyak dari apa yang saya dengar dan apa yang saya lihat dan hanya dengan menonton saya mulai memahami liga dan cara Anda bermain. Hal yang membuat perbedaan besar adalah seberapa kompetitifnya. Di sini Anda mendapatkan tantangan di setiap pertandingan dan saya pikir itulah yang membuat liga berbeda dan jika Anda berhasil, itu karena Anda bisa menyelesaikannya berkali-kali.”

Kehebatan Dias musim ini dengan City langsung dibandingkan dengan Kompany, yang meraih banyak gelar bersama The Cityzens. Tapi pemain timnas Portugal itu tak mau dibandingkan.

“Orang-orang membandingkan saya dengan Vincent dan saya mengerti mengapa orang melakukannya, tetapi jujur bagi saya Anda tidak dapat menggantikan Kompany karena semua yang telah dia lakukan. Saya punya banyak ambisi, saya ingin menang,” kata Ruben Dias.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Permainan John Stones Buktikan Ramalan Vincent Kompany

gamespool
Permainan John Stones Buktikan Ramalan Vincent Kompany 16

Football5star.com, Indonesia – Penampilan John Stones bersama Manchester City pada musim ini terbilang sangat bagus. Bersama Ruben Dias, Stones jadi duet lini belakang terbaik di Liga Inggris musim ini.

Capain dari Stones ini membuktikan ramalan mantan kapten City, Vincent Kompany. Beberapa waktu lalu, bek asal Belgia itu pernah menyebut bahwa Stones bakal menjadi pemain belakang terbaik yang dimiliki City.

skysports - vincent kompany - manchester-city

“Saya pikir Stoney akan menjadi salah satu bek terbaik dunia. Saya tidak meragukannya,” kata Kompany pada 2017 seperti dikutip Football5star.com dari Manchester Evening News, Selasa (19/1/2021).

“Sangat sulit untuk menjadi bek teratas dalam tim yang memainkan tekanan tinggi, dan pada saat yang sama memenangkan tekanan di area pertahanan. Ini adalah kombinasi yang sulit ditemukan dalam diri seorang pemain.” tambah Kompany.

Menurut Kompany saat itu, yang menjadi pekerjaan rumah dari Stones ialah mampu memenangkan duel dengan striker yang memiliki postur tubuh lebih besar darinya. Namun di luar itu, Stones menurut Kompany adalah bek yang sulit untuk ditaklukkan.

Perfomance apik lini belakang City tak lepas dari duet dua bek tengah, John Stones dan Ruben Dias. Keduanya jadi pilihan utama Pep Guardiola di jantung pertahanan Manchester City. Stones mengakui bahwa ia memang cukup nyaman duet di lini belakang City bersama Ruben Dias.

“Kami selalu memiliki hal-hal yang harus ditingkatkan tetapi itu menyenangkan untuk bermain dengannya, seberapa baik dia datang ke klub dengan langsung memainakn begitu permainan dengan begitu baik,” kata John Stones

Manchester City hingga pekan ke-17 baru kebobolan 13 gol, lebih baik dibanding Manchester United di peringkat pertama yang telah kebobolan 24 gol. City menjadi tim paling sedikit kebobolan pada musm ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Virgil van Dijk Belum Setara dengan Vincent Kompany dan Rio Ferdinand

gamespool
Virgil van Dijk Belum Setara dengan Vincent Kompany dan Rio Ferdinand 20

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Aston Villa, Gabriel Agbonlahor, mengkritik keras penampilan Virgil van Dijk di laga Liverpool vs Leeds (12/9/20). Agbonlahor mengungkapkan bahwa kualitas van Dijk belum setara dengan dua legenda Manchester, Rio Ferdinand dan Vincent Kompany.

Liverpool berhasil menang dengan susah payah dengan skor 4-3. Van Dijk sebenarnya berhasil mencetak gol kedua Liverpool lewat sundulan, tapi beberapa menit setelah itu dia melakukan blunder setelah sapuan flick-nya berhasil direbut oleh Patrick Bamford yang langsung menembak bola ke gawang Alisson.

Juergen Klopp Blunder Virgil van Dijk Tak akan Sering Terjadi
@Squawka

“Semua orang tahu Virgil van Dijk adalah bek luar biasa. Tapi saya rasa performa kemarin dari dia, sombong. Sapuannya yang dia buat itu memberikan gol, itu terasa seperti ‘kami bermain melawan Leeds United, ini akan menjadi laga mudah dan saya tak bisa menurunkan standar saya’. Dan di laga itu, dia melakukannya (menurunkan standarnya),” ucap Agbonlahor seperti dilansir Football5Star.com dari TalkSPORT.

Agbonlahor langsung membandingkan van Dijk dengan Rio Ferdinand dan Vincent Kompany. Mantan pemain timnas Inggris itu merasa van Dijk belum setara dengan mereka.

“Van Dijk adalah bek hebat, dan dia akan menjadi salah satu bek terbaik yang pernah bermain, tapi saat orang-orang membandingkannya dengan Vincent Kompany dan Rio Ferdinand… Saya pikir orang-orang lupa bagusnya beberapa pemain saat waktu berjalan,” kata Agbonlahor.

Dia melanjutkan, “Orang-orang lupa seberapa bagusnya Rio Ferdinand di masa prime-nya. Itu juga sama dengan Kompany, dan John Terry juga, Anda tak mau ingin melawan mereka di lapangan, tak ada kesempatan. Virgil van Dijk adalah bek luar biasa, tapi Anda tak bisa menyamakannya dengan Rio Ferdinand dan Vincent Kompany saat ini.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Lionel Messi Bisa Bantu Manchester City Juara Liga Champions

gamespool
Lionel Messi Bisa Bantu Manchester City Juara Liga Champions 24

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Anderlect sekaligus Legenda Manchester City, Vincent Kompany, berharap Lionel Messi bisa bergabung mantan klubnya. Kompany yakin Messi bisa membawa The Citizens juara Liga Champions untuk pertama kalinya.

Messi dikabarkan sudah meminta manajemen Barcelona untuk memutus kontraknya. Manchester City menjadi salah satu klub yang menginginkannya. Faktor Pep Guardiola juga bisa membawa Messi datang ke Manchester dan Kompany senang akan hal itu.

“Itu akan menjadi luar biasa untuk klub memiliki pemain sepertinya. Dia bisa membantu mereka untuk mengambil langkah selanjutnya dengan memenangkan Liga Champions. Saya tahu cara Guardiola berpikir, jadi saya bisa membayangkan mereka berdua masih memiliki hubungan,” ucap Kompany seperti dilansir Football5Star.com dari The Sun.

Menotti akan senang hati melihat Lionel Messi kembali berkolaborasi dengan Pep Guardiola.
as.com

Mantan pemain timnas Belgia itu melanjutkan, “jika Messi memutuskan untuk pergi dari Barcelona, lalu saya hanya bisa menghormati keputusannya. Biar saya perjelas, sebagai fans City, saya harap Messi bergabung ke mereka (City). Saya bisa membayangkan Pep dan Messi masih memiliki nomor telepon masing-masing. Jadi mereka bisa saling menelepon.”

Kompany hanya menjadi satu dari sekian banyak orang yang menginginkan Messi datang ke Premier League khususnya ke Manchester City. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta bahkan sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak masalah Messi pindah ke City.

“Dia telah dihubungkan dengan banyak klub, tapi bahkan jika dia datang ke salah satu rival Premier League kami, itu akan bagus untuk sepak bola,” ucap Arteta.

Menurut Diario Sport, Manchester City menawarkan uang 100 juta euro ditambah Bernardo Silva, Gabriel Jesus, dan Eric Garcia untuk mendapatkan Lionel Messi jika dia gagal memutus kontraknya dengan Barcelona.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Vincent Kompany Pensiun, Kini Jadi Pelatih Penuh Anderlecht

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Vincent Kompany akhirnya resmi memutuskan pensiun sebagai pemain. Keputusan ini sekaligus membuat statusnya kini sebagai pelatih penuh raksasa Belgia, Anderlecht.

Sejak musim lalu Vincent Kompany menjalani dua status di Anderlecht, yakni sebagai pemain merangkap pelatih. Sebagai pemain ia diturunkan sebanyak 18 kali di semua ajang.

Sedangkan sebagai pelatih capaiannya masih jauh dari kata memuaskan. Anderlecht hanya mampu menempati peringkat kedelapan Liga Belgia.

Salah satu faktor melorotnya prestasi raksasa Belgia itu ditengarai karena tugas ganda yang diemban Vincent kompany. Ia dianggap tidak fokus dalam menjalankan dua tugas sekaligus.

Dan kini setelah menyatakan pensiun sebagai pemain mantan bek Manchester City diharapkan mampu membawa klub masa kecilnya itu bangkit musim depan.

Di sisi lain, nama Vincent Kompany merupakan simbol kesuksesan Manchester City. Bagaimana tidak, 10 dari total 12 trofi yang diraih dia buat bersama The Cityzens.

Pria 34 tahun juga tercatat sebagai kapten tersukses kedua dalam sejarah Premier League. Ya, dia telah memenangkan empat trofi Premier League, hanya kalah dari John Terry yang berstatus sebagai kapten tersukses dengan memenangkan lima gelar.

Selama 20 tahun menjalani karier sebagai pesepak bola, pemilik 89 caps bersama timnas Belgia mencatatkan 532 penampilan. Sebagai bek ia tergolong produktif dengan mengoleksi 31 gol serta 21 assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Manchester City Juga Punya Vincent Kompany

dinasti
Manchester City Juga Punya Vincent Kompany 31

Football5star.com, Indonesia – Diangkatnya Andrea Pirlo jadi pelatih Juventus gantikan Maurizzio Sarri menambah daftar pemain yang jadi arsitek untuk mantan klubnya beberapa tahun terakhir ini.

Nama-nama pemain yang beken di era 80-an dan 90-an sebagai pemain kini sudah menjelma jadi pelatih muda berbakat. Sejak era Pep Guardiola diangkat jadi pelatih oleh Barcelona diterukan Luis Enrique, sejumlah klub besar Eropa ramai-ramai menunjuk mantan pemain mereka untuk jadi pelatih anyar.

Chelsea dengan Frank Lampard, Arsenal ada Mikel Arteta, Bayern Munich punya Hansi Flick, Manchester United miliki Ole Gunnar Solskjaer, Atletico Madrid bersama Diego Simeone dan terakhir tentu saja Zinédine Zidane dengan Real Madrid. Ada juga Steven Gerrad yang meski tak melatih Liverpool.

Andrea Pirlo dinilai Alessandro Del Piero akan dapat melebihi kehebatan Zinedine Zidane sebagai pelatih.

Optimisme pengangkatan Pirlo sebagai pelatih anyar Juventus muncul ke permukaan. Mantan pemain seperti Del Piero bahkan menyebut Pirlo bisa saja lebih sukses dari Zidane.

“Sebetulnya tidak tepat membandingkan mereka. Zizou terlebih dahulu melatih tim B dan sempat menjadi asisten Carlo Ancelotti. Namun, Pirlo punya kemampuan untuk melakukan hal-hal yang lebih besar dari Zidane,” ucap Del Piero seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Minggu (9/8/2020).

Tak salah dengan rasa optimisme Del Piero. Toh Lampard yang juga memiliki karier kepelatihan minim bisa dibilang cukup sukses bersama Chelsea di musim ini. Sokongan dana besar dan pemain berkualitas tentu jadi salah satu faktor penunjang pelatih muda ini torehkan prestasi di lapangan hijau.

Manchester City punya siapa?

Pertayaan yang kemudian muncul di sosial media pasca pengangkatan Pirlo oleh Juventus adalah siapa pemain Manchester City yang layak untuk jadi pelatih muda berbakat?

Sejak dibangun oleh mantan perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, City sudah menjelma klub besar Eropa. Sejumlah pemain hilir mudik bermain di Etihad Stadium. Sudah 14 gelar berhasil di raih City sejak berstatus klub besar Eropa.

Artinya dengan raihan gelar tersebut, City juga memiliki mantan pemain dengan status bintang. Mulai dari Stephen Ireland, Shaun Wright-Phillips, Robinho, hingga mantan kapten mereka Vincent Kompany.

Nama terakhir harusnya bisa mewakilikan City jadi klub yang menyumbang mantan pemainnya jadi pelatih muda berbakat. Meski Kompany bukan didikan asli Manchester City, namanya besar saat main di Etihad. Toh nama-nama seperti Pirlo, Solskjaer dan Lampard juga bukan hasil didikan klub mereka saat ini.

vincent kompany larang manchester city pecat guardiola

Sayang karier Kompany sebagai pelatih di Anderlecht tak berjalan mulus. Pada Agustus 2019, ia resmi melepas jabatannya sebagai pelatih dan digantikan oleh Frank Vercauteren. Kompany saat itu beralasan dirinya ingin fokus menjadi pemain dan kapten Anderlecht.

Sebelumnya manajemen Anderlecht memang mengangkat Kompany sebagai pelatih dan pemian seperti layaknya Gianluca Vialli saat di Chelsea. Naas, ekspektasi manajemen klub tak mampu dibayar lunas oleh Kompany. Saat melatih Kompany gagal memberikan kemenangan di empat laga pembuka Liga Belgia musim ini.

Anderlecht sendiri di musim 2019-20 harus puas bertengger di posisi ke-8 Liga Belgia dan Kompany harus masuk ruang operasi karena mengalami cedera di bagian selangkangan.

Jika Kompany masih butuh waktu lama untuk muncul ke permukaan layaknya Pirlo di Juventus atau Lampard di Chelesa, lantas Manchester City punya siapa lagi? Masih ada satu nama yakni Uwe Rosler yang saat ini melatih tim yang terdegradasi dari Bundesliga, Fortuna Düsseldorf.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Sergio Aguero: Joey Barton seperti Seorang Pembunuh

dinasti
Sergio Aguero: Joey Barton seperti Seorang Pembunuh 34

Football5star.com, Indoesia – Stiker Manchester City, Sergio Aguero tak pernah lupa salah satu momen bersejarah dalam kariernya di Inggris yakni saat menjadi penentu gelar juara City di musim 2012.

Gol Aguero di menit injury time membuat City menang dramatis 3-2 atas QPR. Kemenangan ini membuat City memiliki 89 poin, sama dengan Manchester United, yang di laga lainnya mengalahkan Sunderland 1-0, namun unggul selisih gol.

Namun bagi Aguero, di laga melawan QPR itu yang juga paling diingat ialah insiden kartu merah Joey Barton. Di menit 55, Barton dikeluarkan dari permainan setelah menendang Aguero dilakukannya tendangan sudut. QPR kini bermain dengan 10 orang.

“Lihat wajahnya, dia seperti orang gila. Dia menendang saya dengan keras. Dia terlihat seperti seorang pembunuh. Tetapi Kompany, Samir Nasri kemudian membantu saya,” kenang Aguero seperti dikutip Football5star.cm dari Daily Mail, Kamis (4/6/2020).

“Saya bisa melihatnya berteriak kepada saya, tetapi saya tidak mengerti sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Pada saat itu bahasa Inggris saya memang buruk,”

Aguero yang melihat kembali tayangan video insiden dengan Joey Barton lalu fokus kepada rekannya Gael Clichy. Sambil bercanda, Aguero mengatakan bahwa Clichy tidak membantunya meski berdiri dekat dengan tempat kejadian.

“Tapi, hei lihat Clichy. Kenapa dia tak membantuku. Clincy lakukan sesuautu. Lihatlah Barton, gila sekali. Saya tahu bahwa saat akan dibela oleh Dzeko, Kompany dan Nigel De Jong,” ucapnya lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Vincent Kompany Tolak Tawaran untuk Dampingi Pep Guardiola

Football5star.com, Indonesia – Pengalaman Vincent Kompany sebagai mantan kapten Manchester City ternyata tidak membuat dia tertarik untuk kembali dalam waktu dekat. Dia dilaporkan telah menolak tawaran untuk menjadi asisten Pep Guardiola di sana.

Sky Sport melaporkan penolakan ini dilakukan Vincent Kompany karena ia masih terikat kontrak dengan Anderlecht hingga 2022 mendatang. Ya, dia sekarang menjadi pemain sekaligus pelatih di klub raksasa Belgia tersebut.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Guardiola sedang mencari pengganti Mikel Arteta sebagai asisten. Ia telah menghubungi  Company sebanyak tiga kali. Namun, tawarannya selalu ditolak sang mantan anak asuh.

Vincent Kompany jadi pemain merangkap pelatih di Anderlecht meskipun tak berlisensi.
lesoir.be

Kendati demikian, pelatih asal Spanyol diyakini tidak akan menyerah. Ia akan mendekati sang bek lagi saat memasuki musim baru nanti.

Kengototan mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich bisa dimaklumi. Ia hanya ingin diasisteni oleh orang yang sudah mengenal dirinya dan juga mengenal Manchester City dengan sangat baik. Tentu saja kriteria tersebut ada pada diri Vincent Kompany.

Sejatinya posisi yang ditinggal Mikel Arteta sudah diisi oleh Brian Kidd. Namun, kehadirannya hanya untuk sementara waktu saja.

Seperti fiketahui, kesuksesan The Cityzens selama ini memang tak bisa dipisahkan dari sosok Vincent Kompany. Dia adalah pemain pertama yang mengawali era baru Manchester Biru pada 2008 silam. Selama mengabdi di stadion Etihad, pemain 34 tahun telah memenangkan 12 gelar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Virgil van Dijk, Bek Klasik dengan Sentuhan Modern

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester City, Vincent Kompany, mengaku kagum dengan Virgil van Dijk. Di mata, bek Liverpool itu punya kemampuan sempurna di lini belakang.

Van Dijk dibeli Liverpool di pertengahan musim 2017/2018 silam dari Southampton seharga 75 juta pounds, yang memecahkan rekor bek termahal di dunia kala itu. Ia langsung menjadi jenderal di lini belakang tim, membawa ‘Si Merah’ bertarung untuk gelar juara di dua musim berikutnya.

Musim lalu Liverpool cuma kalah satu poin dari Man City dalam perebutan titel, sementara musim ini dalam posisi lebih baik. Anak-anak Merseyside cuma butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar Premier League pertama, dengan keunggulan 25 poin dari Man City di posisi dua.

Meski masih harus menunggu titel Liga Inggris, Van Dijk setidaknya sudah mengantarkan Liverpool jadi juara Liga Champions musim lalu. Pengaruh besar Van Dijk di Liverpool sampai bikin Kompany menyebutnya sebagai yang terbaik dalam sejarah Premier League.

Virgil van Dijk kecewa Liverpool tumbang di tangan Chelsea pada babak 16-besar Piala FA.

“Liverpool adalah tim hebat sebelum Virgil van Dijk datang, namun mereka selalu rapuh. Saya tidak pernah merasakan supremasi yang mereka tunjukkan tahun ini. Sangat sulit untuk memiliki pemain yang memiliki dampak besar di klub besar,” kata Kompany di Goal.

“Dia membawa kembali gaya bertahan klasik dengan sentuhan modern dan saya menghormatinya. Apa yang dia lakukan itu sederhana, tetapi sangat efektif dan ini saya hormati,” ia menambahkan.

Dalam dua musim penuh sejak kedatangannya, pertahanan Liverpool meningkat pesat. Musim lalu mereka cuma kemasukan 22 gol sepanjang musim dan tahun ini baru kebobolan 21 kali dari 29 laga. Sebagai perbandingan, Liverpool kemasukan 42 gol pada musim 2016/2017, sebelum bek tengah asal Belanda tersebut gabung.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Yang Memiliki Gelar Akademik Tinggi

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tidak bisa dimungkiri jika menjadi pesepak bola akan menyita banyak waktu. Latihan setiap hari dan pertandingan ditiap pekannya sudah menjadi bukti sahih bahwa rutinitas pesepak bola bisa mengorbankan banyak hal.

Selain harus mengorbankan waktu bersama keluarga tercinta, para gladiator lapangan hijau ini juga hampir tidak mungkin untuk memikirkan pendidikannya. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor banyaknya pemain yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Kendati demikian, ternyata masih ada pemain yang tetap mementingkan pendidikan. Bahkan pengorbanan mereka dalam berlatih dan belajar di ruang kelas membuahkan hasil yang membanggakan. Yakni gelar akademik.

Football5star telah merangkum lima pemain yang tidak melupakan pendidikannya dan memiliki gelar akademik tinggi:

  • Vincent Kompany
vincent kompany-voetbalkrant
voetbalkrant

Mantan kapten Manchester City dan timnas Belgia ini mungkin bisa menjadi contoh bahwa pekerjaan sebagai pemain sepak bola bisa berjalan beriringan dengan pendidikan. Bagaimana tidak, dia ada pemilik gelar MBA dalam bidang manajemen bisnis.

Gelar Master itu didapat Vincent Kompany dari Alliance Manchester Business School pada 2017 lalu. Hebatnya lagi, gelar tersebut ia raih bukan semata-mata untuk mencari status saja. Tapi, dirinya juga ingin mengaplikasikan pendidikannya ke dunia nyata.

“Saya sekarang sudah bergelar MBA dan itu sangat penting untuk mulai berbisnis. Saya ingin menjadi pengusaha dan itu pasti akan sangat menarik,” kata pemain yang kini memperkuat klub masa kecilnya, Anderlecht.

  • Giorgio Chiellini
Giorgio Chiellini
Getty Images

Jalan serupa juga dilakukan kapten Juventus, Giorgio Chiellini. Ia adalah salah satu bintang lapangan hijau yang punya prestasi gemilang di bidang pendidikan. Tahun 2018 lalu ia merampungkan program masternya dalam bidang Administrasi Bisnis di Universitas Turin.

Kesuksesannya ini membuat pemain yang pernah berseragam Fiorentina mendorong pemain lain untuk tetap mementingkan pendidikan. Menurutnya, pendidikan akan sangat berguna untuk masa depan seorang pemain.

“Kita harus mendorong lebih banyak pemain sepak bola untuk belajar dan meningkatkan jumlah dengan gelar di universitas. Karena umurnya sangat panjang. Hidup akan menjadi indah setelah karier seorang pemain berakhir,” kata Chiellini kepada FIFPro.

Kendati demikian, Giorgio Chiellini sepertinya belum berpikir untuk menekuni dunia bisnis. Saat ini ia masih menjadi andalan di lini belakang Juventus dan belum berpikir untuk gantung sepatu. Apalagi selepas pensiun nanti dirinya berhasrat ingin menjadi pelatih.

  • Andrey Arshavin
andrey arshavin-islington now
islington now

Nama Andrey Arshavin pertama dikenal saat perhelatan Euro 2008 lalu. Performanya bersama timnas Rusia saat itu menuai decak kagum. Dan akhirnya Arsenal berhasil menggaetnya.

Performa Arshavin bersama Arsenal pun cukup menjanjikan. Walau begitu, ia hanya bertahan selama tiga musim di London Utara. Setelah itu sang gelandang kembali ke Rusia untuk memperkuat Zenit St Petersburg.

Di balik kecepatannya di lapangan, Andrey Arshavin ternyata sangat memikirkan pendidikannya. Ia adalah lulusan Universitas St Petersburg, Rusia, di bidang teknologi pakaian. Ilmu yang didapat dari kampusnya tersebut pun ia aplikasikan dengan membangun rumah mode di Rusia.

  • Simon Mignolet
loris karius,simon mignolet,liverpool,juergen klopp
Reuters

Karier Simon Mignolet dalam beberapa tahun terakhir memang tidak gemilang. Sempat menjadi idola publik Liverpool pada awal kedatangannya, ia secara perlahan menunjukkan performa mengecewakan hingga kerap melakukan blunder fatal.

Pada akhirnya kiper asal Belgia dilepas Liverpool ke Club Brugge musim panas lalu. Tapi untuk urusan pendidikan, jangan pernah ragukan kiper bertinggi 193 cm tersebut. Bayangkan saja, ia sudah menyabet gelar sarjana saat dirinya masih berseragam Sunderland.

Simon Mignolet adalah sarjana hukum dan politik di Universitas Katolik Leuven, Belgia. Walau tak pernah menunjukkan kelebihannya tersebut, ia adalah salah satu lulusan terbaik dengan status Cumlaude.

  • Robert Lewandowski
Lewandowski
instagram.com/squawkafootball

Penyerang Bayern Munich, Robert Lewandowski, dikenal akan kepiawaiannya menjebol jala lawan. Sejak namanya mencuat bersama Borussia Dortmund beberapa musim lalu, dirinya kini masuk ke dalam jajaran elit striker top dunia.

Dan dalam beberapa musim terakhir, Lewandowksi keluar sebagai top skorer Bundesliga. Musim ini striker asal Polandia juga masih memimpin perolehan gol terbanyak di Liga Jerman.

Terlepas dari itu semua, Lewandowski tetap mementingkan pendidikan. Dan penantian panjangnya menggapai gelar sarjana akhirnya terwujud 2017 lalu. Bayangkan saja, ia butuh waktu 10 tahun untuk lulus dari Warsaw School of Education of Sport. Walau telat, sang bomber berhasil lulus dengan status cum-laude di bidang Pendidikan Olahraga.

Vincent Kompany Selamatkan Simon Mignolet dari Ancaman Fan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tensi tinggi pertandingan tidak membuat Vincent Kompany lupa untuk menjunjung tinggi sportivitas. Hal ini diperlihatkan ketika dirinya membantu Simon Mignolet dari amukan fan klubnya.

Momen ini terjadi saat dihelatnya laga penuh gengsi antara dua tim raksasa Belgia, Anderlecht dan Club Brugge. Vincent Kompany yang merupakan kapten sekaligus pelatih Anderlect tidak terima dengan perlakukan fansnya dari tribun. Mereka tampak melempar flare ke arah Simon Mignolet yang merupakan kiper Brugge.

Mantan kiper Liverpool sebelumnya biasa saja dengan teror dari para pendukung tuan rumah. Namun, kelamaan ia akhirnya meninggalkan posnya karena lemparan flare semakin dekat padanya. Ia pun lari ke tengah lapangan untuk menyelamatkan diri.

Melihat kejadian itu, Kompany pun bereaksi. Ia berteriak ke arah tribun, meminta agar aksi tersebut tidak dilanjutkan. Permintaan ini akhirnya didengarkan para fan.

Tidak sampai di situ, mantan kapten Manchester City kemudian menghampiri Mignolet dan mendampinginya untuk kembali ke gawang. Dan sekali lagi, dia meminta para pendukung agar bisa menahan emosi dan tidak melakukan hal serupa.

Amukan fan Anderlect tak lepas dari rivalitas mereka dengan Club Brugge. Kedua klub selama ini dikenal punya rivalitas tinggi di Belgia. Bahkan tak jarang mereka kerap terlibat persaingan untuk memperebutkan gelar juara.

Sementara dari sisi suporter, kedua kubu juga bukan baru sekali dua kali terlibat kericuhan. Bahkan pada 2010 lalu, pertemuan kedua tim harus tertunda karena aksi para suporter yang membuat seisi stadion ditutupi asap flare dari tribun.

Adapun laga pekan ke-22 Jupiler League Belgia dimenangkan Club Brugge dengan skor 2-1. Kemenangan ini membuat mereka kokoh di puncak klasemen dengan 52 angka. Sedangkan Anderlect tercecer ke posisi kesembilan dengan baru meraih 27 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Vincent Kompany Larang Manchester City Pecat Pep Guardiola

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Berbeda dari musim-musim sebelumnya, Manchester City musim ini tertahan di peringkat ketiga klasemen. Walau begitu, bukan berarti manajemen bisa memecat Pep Guardiola di akhir musim nanti.

Hal ini diungkapkan langsung oleh mantan kapten tim, Vincent Kompany. Ia mengatakan apa pun hasil Manchester City musim ini, mereka harus terus mempertahankan Pep Guardiola.

Menurut Kompany, tidak ada pelatih lain yang sehebat Guardiola saat ini. Maka dari itu, ia meminta manajemen klub untuk terus mempercayakan kursi pelatih pada pria Spanyol tersebut.

Pep Guardiola - Liverpool vs Manchester City - @OptaJoe
@OptaJoe

“Apa pun hasilnya akhir musim nanti, City tidak bisa mendepak Pep. Jika saya ada di posisi sebagai pembuat keputusan di City maka saya akan melakukan semua cara untuk mempertahankannya,” ujar pria asal Belgia seperti dikutip Football5star dari Daily Mail, Selasa (24/12/2019).

“Dia benar-benar yang terbaik. Untuk mengatakan siapa pun yang akan datang mendekat, itu hanya spekulasi yang menggelikan,” sambung pria yang saat ini berstatus sebagai pemain dan pelatih Anderlecht.

Sementara itu, ketika ditanya soal kemungkinannya melatih The Cityzens di masa depan, Kompany tidak memberi jawaban pasti. Saat ini ia hanya ingin fokus pada Anderlecht.

“Saya tidak memikirkan soal itu. Ambisi saya sekarang adalah meraih sukses dengan proyek yang sedang saya bangun bersama Anderlecht. Setelah itu, untuk sesuatu yang lain, kita akan lihat nanti,” tutup Vincent Kompany.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Vincent Kompany: Man City Tidak Butuh Bek Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan kapten Manchester City, Vincent Kompany, berusaha mengingatkan Pep Guardiola. Khususnya agar tidak panic pada bursa transfer Januari 2019 dengan mendatangkan bek baru.

Manchester City tidak merekrut pemain baru saat Vincent Kompany pergi dari Stadion Etihad musim lalu. Kini, Aymeric Laporte setidaknya belum bisa bermain dalam dua bulan ke depan. Ya, Laporte harus absen panjang karena mengalami cedera lutut pada September lalu.

Guardiola saat ini hanya memiliki dua bek tengah senior dalam timnya. Yakni, John Stones dan Nicolas Otamendi. Fernandinho bahkan kerap dibuat bermain sebagai bek tengah musim ini.

Liverpool vs Manchester City - Premier League - Squawka
Squawka.com

Beberapa pekan terakhir, lini pertahanan Man City pun mulai mendapat sorotan. Tim berjulukan The Cityzens hanya sekali tidak kebobolan dalam enam laga terakhir di semua kompetisi.

Puncaknya, anak asuh Pep Guardiola mengalami kekalahan 1-3 melawan Liverpool di Stadion Anfield akhir pekan lalu. Kendati demikian, Vincent Kompany tidak yakin mendatangkan bek baru akan jadi solusi buat masalah di pertahanan Man City.

“Menurut saya mereka tidak membutuhkan bek lain. Kami selalu kesulitan di Anfield. Selama 25 tahun kami tidak pernah menang di sana dan itu sulit,” ujar Kompany dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Cara terbaik untuk Man City dalam bertahan adalah menyerang. Mereka tidak punya alasan mengubahnya,” katanya.

Kompany juga yakin anak asuh Pep Guardiola akan segera mendapatkan kembali performa terbaik. Saat itu terjadi, ia percaya The Cityzens mendapat lagi rentetan kemenangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gara-Gara Vincent Kompany, Anderlecht Dijatuhi Sanksi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Anderlecht harus membayar mahal putusan menunjuk Vincent Kompany sebagai pemain merangkap pelatih pada musim ini. Asosiasi Sepak Bola Belgia menilai telah terjadi pelanggaran karena sang bek tengah belum mengantongi lisensi yang disyaratkan.

Atas pelanggaran yang dilakukan tersebut, Anderlecht dijatuhi denda 5.000 euro (sekitar Rp78 juta). Sanksi ini terbilang ringan karena pelanggaran serupa sebenarnya bisa dijatuhi sanksi sangat berat, yakni pencabutan lisensi klub profesional.

Vincent Kompany jadi pemain merangkap pelatih di Anderlecht meskipun tak berlisensi.
lesoir.be

Mengenai kontroversi ini, kubu Anderlecht sempat memberikan penjelasan. Menurut mereka, sosok yang sebenarnya menjadi pelatih adalah Simon Davies yang didatangkan dari Manchester City bersama Vincent Kompany. Mereka menegaskan, Davies bukanlah boneka atau tameng bagi sang bek andalan.

“Sejak awal sudah jelas bahwa peran Simon Davies adalah memimpin latihan, menentukan taktik, dan membuat pergantian,” ujar pengacara Anderlecht, Bert van der Auwera, pada pekan silam. “Peran Kompany ada tiga. Dia menjadi pemimpin di lapangan karena pengalamnnya, penerap visi kami, dan pemandu bagi para pemain muda.”

Pada akhirnya, guna menghindari masalah lebih lanjut, Anderlecht mengambil langkah lain. Selasa (15/10/2019), mereka menunjuk Franky Vercauteren sebagai pelatih baru. Kedatangan pria yang sudah memegang lisensi Pro UEFA itu membuat Simon Davies tergeser ke posisi asisten pelatih.

Sementara itu, Vincent Kompany saat ini masih belum dapat kembali membela Anderlecht. Meskipun cedera otot lengan yang dialaminya sudah pulih, dia tak mau mengambil risiko. Selama dia bertugas sebagai pemain dan pelatih, Anderlecht memetik dua kemenangan dan tiga kekalahan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kompany: Jangan Ragukan John Stones

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester City, Vincent Kompany, tak pernah meragukan John Stones. Ia juga yakin pemain 25 tahun itu akan bangkit di Etihad Stadium.

Musim lalu, John Stones lebih sering dicadangkan Pep Guardiola. Performanya tidak cukup memuaskan Pep, khususnya pada laga-laga penting.

Biar begitu, Stones pernah memberikan permainan impresif di musim sebelumnya. Kompany yakin talenta itu masih ada dan Stones akan bangkit musim ini.

John Stones - Man City
Getty Images

“Saya selalu mengatakan John Stones adalah salah satu bek yang paling berbakat, dia memiliki masa depan yang cerah. Dia sudah mencapai banyak hal, jangan lupa itu. Dia bukan bek muda lagi yang tidak punya pengalaman,” kata Kompany di Soccerway.

“Dia adalah beberapa bek tengah pemenang Liga Inggris yang sedang tumbuh dan satu hal yang saya harapkan darinya adalah konsistensi dan konsistensi kebugaran. Kemudian dia akan menunjukkan kepada dunia betapa bagusnya dia.”

“Pada akhirnya, jika City dapat memenangkan Liga Champions atau sesuatu, tiba-tiba orang-orang akan menilai Stones kategori yang sama sekali berbeda.”

“Dia hanya harus mendapatkan dirinya di atas lapangan, menjadi dirinya sendiri dan dia akan baik-baik saja. Saya belum melihat tanda-tanda kelemahan yang perlu saya khawatirkan. Dia pemain bertahan kelas atas. Jika sekarang dia bisa bermain, segalanya akan beres, tidak diragukan lagi,” Kompany menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Manchester City akan Buat Patung Vincent Kompany di Stadion Etihad

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City tak tanggung-tanggung dalam menghormati legenda barunya, Vincent Kompany. Setelah menggelar laga testimonial pada Rabu (11/9/2019), The Cityzens berencana membuat patung sang mantan kapten di Stadion Etihad.

Rencana pembuatan patung sang pemain diungkapkan langsung oleh Chairman Khaldoon Al Mubarak saat peresmian Vincent Kompany Crescent di kompleks akademi klub itu. Dia menilai pemain asal Belgia itu sebagai sosok luar biasa yang telah sangat berkontribusi bagi Manchester City.

“Vincent adalah figur istimewa dalam sejarah Manchester City. Dia bukan hanya pemimpin yang tegas dan penuh inspirasi di dalam lapangan, melainkan juga duta yang luar bisa di luar lapangan,” Kata Khaldoon Al Mubarak seperti dikutip Football5Star.com dari Manchester Evening News.

Vincent Kompany sebelum pertandingan testimonialnya yang diadakan manajemen Manchester City.
nu.nl

Pengusaha kaya asal Uni Emirat Arab itu mengungkapkan, pemain berumur 33 tahun tersebut adalah figur ikonik Premier League pada masanya. Kontribusinya akan terus dikenang oleh generasi-generasi mendatang.

Menanggapi penghormatan luar biasa itu, Vincent Kompany merasa sangat tersanjung. “Sungguh kehormatan luar biasa bagi saya mendapatkan pengakuan dari klub seperti ini,” kata pria yang kini menjadi pemain sekaligus pelatih Anderlecht tersebut.

Bek tangguh itu menambahkan, “Perjalanan kami bersama-sama selama 11 tahun di Manchester telah mengubah hidup saya. Sungguh, saya bahagia dapat memainkan sedikit peran dalam mengubah sejarah klub ini.”

Mengenai rencana pembangunan patung, Vincent Kompany mengatakan, “Membangun hubungan fisik secara permanen dengan tempat yang akan selamanya sangat bermakna tentu luar biasa. Saya akan selalu berutang budi kepada Sheik Mansour, Khaldoon Al Mubarak, dan semua yang terkait dengan Manchester City atas kebaikan dan dukungan tak terhingga.”

Sebelum Vincent Kompany, sosok yang dibuatkan patung oleh Manchester City adalah Bert Trautmann. Patung kiper legendaris kelahiran Jerman itu kini ditempatkan di pintu masuk utama Stadion Etihad.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kevin De Bruyne Janji Pindah ke Anderlecht

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kevin De Bruyne tidak ragu mengumbar janji untuk bergabung dengan Anderlecht setelah kariernya berakhir bersama Manchester City. Ia mengungkapkan keinginannya bergabung dengan mantan kapten tim berjulukan The Cityzens, Vincent Kompany.

Vincent Kompany telah memutuskan untuk kembali memperkuat klub masa kecilnya, Anderlecht. Ia bergabung dengan klub asal Belgia itu awal musim panas ini dengan ikatan kontrak selama tiga musim.

Bek tangguh berusia 33 tahun itu hengkang dari Stadion Etihad setelah tampil 360 kali dalam 11 tahun di Man City.

Kevin De Bruyne siap menjalani peran kapten yang ditinggalkan Vincent Kompany di Manchester City.
stadiumastro.com

Kevin De Bruyne dan Kompany telah memenangi dua gelar Premier League, satu gelar Piala FA, dan tiga Piala Liga Indonesia di Man City. Terutama dalam empat musim perjalanan karier kedua pemain asal Belgia itu di bawah pelatih Manuel Pellegrini dan Pep Guardiola.

“Saya berharap karier Kompany di Anderlecht akan sama menakjubkannya seperti di Man City. Saya berkata kepada untuk menyediakan satu tempat untuk saya, terutama ketika saya sudah selesai di sini,” ujar De Bruyne seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Jika ia bersedia melakukannya, saya siap menjadikan Anderlecht sebagai tujuan berikutnya dalam karier,” katanya.

De Bruyne merupakan pemain yang didatangkan Man City dari Wolfsburg pada 2015. Ia mengaku Kompany sudah memberikan pengaruh besar terkait keputusannya untuk berkarier di Premier League empat tahun silam.

“Vinny berusaha keras untuk meyakinkan saya pindah ke Manchester dan bermain bersamanya,” ucapnya.

https://www.instagram.com/p/B2QvNQVgbPO/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Banyak Orang yang Ingin Lihat Vincent Kompany Merana

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bintang Manchester City, Kevin de Bruyne, merasa kesal dengan banyaknya kritik yang ditujukan kepada Vincent Kompany dalam beberapa pekan terakhir. Ia pun mengatakan bahwa ada banyak pihak yang tak ingin melihat Kompany meraih kesuksesan.

Karier Vincent Kompany sebagai pelatih dan pemain Anderlecht musim ini memang tak berjalan dengan lancar. Pasalnya, Anderlecht hanya mampu meraih dua poin dari lima partai Liga Pro Belgia. Prestasi buruk ini pun membuat Kompany harus kehilangan posisinya sebagai pelatih.

“Saya rasa, ada banyak orang yang menginginkannya untuk gagal. Karena, ada banyak orang yang tak suka dengan pilihan kariernya sebagai pemain sekaligus pelatih,” kata Kevin de Bruyne dikutip dari Goal.

Vincent Kompany - Anderlecht - Kevin de Bruyne - @rscanderlecht
instagram.com/rscanderlecht

“Saya sudah beberapa kali bicara dengannya. Sejauh pengetahuan saya, Vinny sangat menikmati perannya di Anderlecht saat ini. Tapi, mereka memang membutuhkan seorang striker. Tapi, saya rasa Vinny sudah melakukan pekerjaannya dengan baik,” sambung De Bruyne.

Lebih lanjut, De Bruyne juga yakin Kompany akan bisa meraih kesuksesan bersama Anderlecht apabila diberikan waktu tambahan. Selain itu, ia pun yakin Kompany akan bisa membawa Les Mauves et Blancs terhindar dari jeratan degradasi.

“Saya yakin dia akan bisa mendapatkan banyak poin apabila diberikan waktu. Saya yakin Anderlecht tak akan terdegradasi. Karena, hanya ada satu tim yang turun kasta dari Liga Pro Belgia.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kompany Dianggap Besar Kepala di Anderlecht

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kembalinya Vincent Kompany ke Anderlecht tidak terlalu berakhir indah. Nyatanya, kini klub yang berbasis di Brussel tersebut tercecer di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Pro Belgia, dari 16 tim.

Padahal, torehan mentereng selama 11 musim di Manchester City jadi alasan para fans Anderlecht berharap klub mereka bisa berprestasi. Namun, yang didapat Kompany saat ini adalah hujatan dari sejumlah pihak.

Salah satunya adalah mantan penyerang Anderlecht, Marc Degryse. Menurutnya, Kompany bersikap bagaikan dewa selama menangani tim sejak awal musim. Tugas sebagai pemain-pelatih yang ia pegang menjadikannya besar kepala dan semena-mena.

kompany-lampard
mirror.co.uk

“Kompany hanyalah manusia biasa. Selain memang dia adalah seorang pemain dengan rekam jejak bagus, aku pikir dia terlalu bertingkah seperti Tuhan. Selama jeda internasional, normalnya pelatih punya waktu dua pekan untuk memperbaiki kebugaran pemainnya,” katanya seperti dikutip dari TalkSport.

“Dia akan pergi ke tim nasional untuk melawan San Marino dan Skotlandia. Setelah itu ada laga testimonial di Manchester. Pemain-pemain terlalu sibuk untuk mempersiapkan diri dan mereka terlalu merasa terkekang dengan kehadirannya,” katanya melanjutkan.

Kompany kembali ke Anderlecht setelah memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan Manchester City. Selama membela The Cityzens, ia meraih sejumlah trofi seperti empat gelar Liga Inggris, dua Piala FA, dan empat Piala Liga Inggris.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Legenda Anderlecht Muak Kompany Tiru Gaya Melatih Guardiola

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan kapten Manchester City, Vincent Kompany, kini punya status baru. Selain masih menjadi pemain untuk klub Belgia, Anderlecht, ia juga menjabat sebagai asisten pelatih. Dalam tugas pertamanya ini, ia dipercaya kerap meniru gaya melatih Pep Guardiola.

Vincent Kompany dan Pep Guardiola memang punya hubungan yang cukup erat. Keduanya menjadi sosok penting di Manchester City selama empat musim terakhir. Pep yang merupakan seorang pelatih selalu mengandalkan pemainnya itu yang menjabat sebagai kapten tim.

Kini kendati keduanya sudah dipisahkan jarak, Kompany sepertinya masih sangat dipengaruhi dengan gaya permainan yang diterapkan Guardiola selama ini. Hal ini diungkapkan langsung oleh legenda Anderlecht, Aad de Mos.

vincent kompany-anderlecht
Mirror

“Di sepak bola, Anda tidak bisa meniru pelatih lain. Kompany ingin melakukan hal yang sama seperti dilakukan Guardiola di City dan itu membuat saya muak. City punya pemain seperti Sergio Aguero dan Kevin De Bruyne. Anderlecht  butuh pemain seperti itu lebih banyak,” ujar Aad de Mos seperti dilansir Mirror, Selasa (20/8/2019).

“Guardiola punya Aymeric Laporte, Ilkay Guendogan, atau Raheem Sterling. Sedangkan Kompany tidak mememiliki pemain sekelas mereka di Anderlecht,” sambung legenda Belgia itu.

Adapun performa pemain berusia 35 tahun bersama raksasa Belgia terbilang masih mengecewakan. Bagaimana tidak, mereka belum juga meraih kemenangan dari empat pertandingan Liga Belgia. Hasil ini membuat anak asuh Simon Davies berada di peringkat ke-13 dengan torehan dua poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Debut Buruk Vincent Kompany sebagai Pelatih

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan bek Manchester City yang sekarang alih profesi sebagai pelatih-pemain, Vincent Kompany harus menelan pil pahit di laga debutnya, Senin (29/7/2019).

Vincent Kompany yang sekarang berstatus sebagai pelatih klub Liga Belgia, Anderlecht harus melihat anak asuhnya menyerah dengan skor 1-2 dari Ostend. Lebih tak mengenakkannya lagi laga berlangsung di markas sendiri, Constant Vanden Stock Stadium.

Bermain di pekan pertama Belgian Pro League musim 2019/20, Anderlecht sebenarnya unggul terlebih dahulu pada menit ke-13. Sayangnya gol dari Michel Vlap langsung dibalas pada menit ke-19 oleh Ronald Vargas.

Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-75, Fashion Sakata membuat tim tuan rumah menyerah dengan skor 1-2. Kekalahan ini juga menjadi debut tak mengenakkan bagi Samir Nasri.

Nasri yang masuk di babak kedua tak banyak membantu Anderlecht untuk bisa menyamakan kedudukan. Kompany sendiri pada laga ini berperan juga sebagai bek tengah.

Akibat dari kekalahan ini, Anderlecht tertahan di posisi ke-11. Pada musim lalu, klub ini hanya mampu finish di urutan ke-6.

https://www.instagram.com/p/B0FRE8Egq7A/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kevin De Bruyne Berhasrat Jadi Vincent Kompany Baru di Man. City

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Kevin De Bruyne punya satu hasrat khusus memasuki musim 2019-20. Dia ingin mendapatkan tanggung jawab dan kepercayaan lebih besar di Manchester City. Secara khusus, dia berhasrat mengambil alih ban kapten yang ditinggalkan Vincent Kompany.

Setelah Vincent Kompany menyudahi kontraknya dan kembali ke Anderlecht pada akhir musim lalu, jabatan kapten Manchester City memang masih kosong. Manajer Pep Guardiola masih belum menentukan pengganti pemain asal Belgia tersebut.

Saat The Cityzens menang 4-1 atas West Ham United pada ajang Premier League Asia Trophy, Rabu (17/7/2019), ban kapten disandang gelandang David Silva. Namun, itu bukan berarti pemain asal Spanyol itu yang pasti menjadi kapten definitif pada musim 2019-20. Apalagi, Kevin De Bruyne jelas-jelas menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran Vincent Kompany.

Kevin De Bruyne siap menjalani peran kapten yang ditinggalkan Vincent Kompany di Manchester City.
stadiumastro.com

“Jika tim menginginkanku sebagai kapten, aku akan dengan senang hati menerimanya,” tutur Kevin De Bruyne selepas pertandingan lawan West Ham United seperti dikutip Football5Star.com dari Manchester Evening News.

Meskipun demikian, gelandang yang pernah memperkuat VfL Wolfsburg itu menegaskan, putusan mengenai hal tersebut harus dicapai dalam kesepakatan bersama. “Kukira semua orang perlu membicarakan itu sebagai tim dan klub. Hal itu akan didiskusikan ketika semua pemain sudah kembali,” urai dia.

Hal yang sama juga ditegaskan Pep Guardiola. “Mereka akan memilih kapten ketika kami semua sudah berkumpul. Setelah semuanya kembali, akan ada pertemuan dan di sanalah akan diputuskan siapa yang akan menjadi kapten,” kata pelatih asal Katalonia itu.

Saat ini, skuat Manchester City memang belum semuanya berkumpul. Berbeda dengan Kevin De Bruyne dan beberapa pemain lain, Ederson Moraes, Gabriel Jesus, Fernandinho, dan Sergio Aguero masih menjalani liburan selepas Copa America 2019. Sementara itu, Riyad Mahrez masih membela timnas Aljazair di Piala Afrika 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tanpa Kompany, City Lebih Lemah Musim Depan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Bryan Robson, mengaku yakin Manchester City akan lebih lemah musim depan seiring kepergian Kapten Vincent Kompany.

City berhasil menyapu bersih semua gelar lokal musim lalu. The Citizens memenangi Liga Inggris, Piala Liga dan Piala FA.

Di Liga Inggris, Sergio Aguero dan kawan-kawan menjuarai Liga Inggris dengan keunggulan 32 poin atas United yang finis di posisi enam. Menurut Robson, The Citizens takkan bisa dominan seperti itu musim depan, apalagi setelah kehilangan sosok Kompany.

Nama terakhir merupakan legenda City. Ia membela The Citizens sejak 2008 dengan torehan 360 penampilan dan 20 gol.

manchester city fox sports asia 1
Getty Images

“Selalu ada peluang untuk menangkap tim yang baru saja memenangkan liga. Itu tergantung pada City dengan bagaimana mereka menggantikan Kompany karena dia akan menjadi kehilangan besar bagi mereka, dia adalah pemimpin sejati di ruang ganti,” kata Robson di Soccerway.

“Itu juga tergantung pada bagaimana Anda memulai musim, jika Anda memulai dengan sangat baik Anda bisa percaya diri. City sudah pasti memiliki kemampuan untuk memenangkan liga lagi, tetapi mereka juga dapat ditangkap,” Robson menambahkan.

Kompany sendiri kini kembali ke mantan klubya, Anderlecht. Di sana ia jadi pelatih sekaligus merangkap pemain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Samir Nasri Susul Vincent Kompany ke Anderlecht

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester City, Samir Nasri, akhirnya menyusul mantan kaptennya di City, Vincent Kompany, yang hengkang ke Anderlecht. Bedanya, sang gelandang berstatus sebagai pemain, sementara mantan kaptennya tersebut menjadi pelatih sekaligus pemain di sana.

Anderlecht adalah klub kesekian yang dibela Samir Nasri. Musim lalu ia masih bermain untuk West Ham United, tapi kontraknya di sana tidak diperpanjang manajemen karena ia gagal memenuhi ekspektasi.

Bersama klub raksasa Belgia itu, pemain asal Prancis tersebut dikontrak selama satu tahun. Tapi jika ia mampu menampilkan performa terbaik di sana, manajemen siap memperpanjang kontraknya.

nasri-kompany-daily
dailymail.co.uk

Keputusan pemain 32 tahun itu merapat ke Anderlecht berdasarkan bujukan Vincent Kompany. Ia mengaku ingin belajar banyak dari mantan kapten timnas Belgia tersebut.

“Vincent membantu saya dan kita semua tahu Anderlecht adalah klub tersukses di Belgia. Saya menerima sejumlah tawaran hebat, tapi saya memilih klub ini dengan penuh keyakinan,” kata sang gelandang seperti dikutip Football5star.com dari BBC, Sabtu (6/7/2019).

Ini akan menjadi kebersamaan kedua antara Samir Nasri dengan Vincent Kompany. Sebelumnya mereka bermain bersama untuk Manchester City di tahun 2011 hingga 2017 lalu. Tapi di akhir musim tersebut mantan pemain Arsenal tersebut memutuskan hengkang ke klub Turki, Antalyaspor.

Karier mantan pemain timnas Prancis itu sempat tersendat akibat masalah doping. Ya, pada 2018 lalu ia gagal lolos dari tes doping hingga akhirnya memaksa dirinya menepi selama 18 bulan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Vincent Kompany Siap Buktikan Kualitasnya di Anderlecht

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester City, Vincent Kompany, mengatakan bahwa dirinya sudah tak sabar ingin memulai petualangan beru bersama Anderlecht. Ia pun yakin akan bisa menunjukkan penampilan terbaiknya bersama Anderlecht.

Pada musim 2019-20 mendatang, Vincent Kompany akan memulai petualangan baru di dalam kariernya. Ia akan pulang ke kampung halamannya di Belgia dan menjadi pelatih sekaligus pelatih untuk Anderlecht.

“Ide untuk menjadi pemain sekaligus pelatih sudah ada di benak saya selama beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, saya tak bisa melewatkan kesempatan yang ditawarkan oleh Anderlecht. Saya juga merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat,” kata Kompany dikutip dari Goal.

Vincent Kompany - Anderlecht - @rscanderlecht 2
twitter.com/rscanderlecht

“Saya ingin membuktikan segalanya. Sebagai pelatih, kualitas saya memang belum teruji. Tapi, saya yakin akan bisa meraih kesuksesan di sini. Saya tak datang ke sini untuk menjadi runner up. Saya ingin menjadi juara di Belgia,” paparnya menambahkan.

Pada musim 2018-19 lalu, Anderlecht harus puas finis di peringkat ke-6 Liga Belgia. Hal itu pun membuat Kompany semakin yakin akan bisa membuktikan kualitasnya dan kembali membawa Les Mauves et Blancs kembali menjadi raja di Belgia dengan pasukan mudanya.

“Anderlecht saat ini memiliki cukup banyak pemain muda berbakat. Musim lalu, kami hanya finis di urutan ke-6. Oleh karena itu, kami harus bisa tampil lebih baik lagi agar bisa kembali ke puncak. Saya siap melakukan sedikit perubahan untuk memastikan hal itu,” tandasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Vincent Kompany: Lampard Sempurna untuk Chelsea

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Frank Lampard terus mendapat dukungan untuk melatih Chelsea musim depan. Kali ini mantan rekan setimnya di Manchester City, Vincent Kompany, yang angkat suara soal kemungkinan kembalinya pelatih Derby County itu ke Stamford Bridge.

Kendati baru semusim memerankan diri sebagai pelatih, Lampard dinilai Kompany sudah cukup mampu menangani klub sebesar Chelsea. Selain punya kenangan luar biasa sebagai pemain, ia juga dianggap punya visi dan misi yang jelas.

Bahkan mantan kapten Manchester City itu dengan yakin mengatakan jika pelatih Derby County itu merupakan sosok sempurna untuk menggantikan Maurizio Sarri.

kompany-lampard
mirror.co.uk

“Datangkan dia. Frank adalah orangnya. Bukan hanya karena dia seseorang yang luar biasa, tapi dia juga orang yang terus belajar sepanjang kariernya. Dia benar-benar seorang profesional dan saya yakin dia sangat sempurna untuk Chelsea,” ujar Kompany kepada Mirror, Selasa (25/6/2019).

“Ketika masih bermain dia berhasil membuat rekan setimnya berada di level yang berbeda. Semua orang tahu kehadirannya berdampak besar untuk semua orang. Saya juga mencoba memberikan dampak itu dan saya juga belajar darinya saat menjadi pemain dan pelatih di Anderlecht nanti,” tambahnya.

Penandatangan kontrak Frank Lampard di Stamford Bridge sepertinya tinggal menunggu waktu saja. Hal ini tak lepas dari keputusan Derby County yang memberinya izin untuk melakukan pembicaraan dengan The Blues terkait masa depannya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kompany Masih Bagian Keluarga City

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, IndonesiaKhaldoon Al Mubarak menganggap Vincent Kompany masih menjadi bagian keluarga The Citizens. Menurut Presiden Manchester City, Kompany akan kembali ke Etihad Stadium suat saat nanti.

Setelah menjalani karier selama 11 tahun bersama Manchester City, Vincent Kompany memutuskan hengkang ke klub lamanya, Anderlecht sebagai pemain sekaligus manajer.

Namun, Al Mubarak yakin sang kapten yang membantu Man City memenangkan empat gelar Liga Inggris akan kembali suatu hari nanti.

khaldoon al mubarak vincent kompany manchester city
independent.co.uk

“Ini tentunya bukan tentang selamat tinggal. Vincent bagian dari keluarga, akan selalu menjadi bagian dari keluarga dan perjalanan ini harus terus berlanjut,” ucap Al Mubarak kepada City TV dilansir Goal dikutip Football5star.com.

Al Mubarak juga menyatakan keyakinannya bahwa Kompany akan kembali dengan kapasitas lainnya di masa akan datang. “Aku punya firasat bagus bahwa kita akan melihat Vincent kembali ke sini dalam kapasitas yang akan dia miliki di masa depan,” ujarnya.

Meski memutuskan tidak lagi bersama, Khaldoon Al Mubarak mendukung penuh keputusan yang diambil Kompany dan dinilai sebagai sebuah keputusan tepat.

“Dari sudut pandang sepakbola, saya pikir dia benar-benar membuat keputusan yang tepat dan saya mengatakan kepada Vincent, ‘Apa pun yang Anda putuskan, saya di belakang Anda 100 persen’ dan dia akhirnya mengambil keputusan itu,” jelas Khaldoon Al Mubarak.

Kembali ke Anderlecht, Vincent Kompany telah ditunggu tugas berat. Kompany diharapkan mampu membawa Anderlecht ke level elite sepak bola Belgia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Hanya Matthijs de Ligt yang Pantas Jadi Penerus Kompany di City

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kapten muda Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt saat ini menjadi incaran banyak klub top Eropa. Di Inggris saja setidaknya ada tiga klub yang menginginkan jasanya. Ketiga klub tersebut adalah Liverpool, Manchester United, dan Manchester City.

Walau begitu Matthijs De Ligt sepertinya lebih pantas untuk menjadi penerus Vincent Kompany di Manchester City. Anggapan tersebut datang dari mantan pemain Liverpool dan City, Dietmar Hamann.

Menurutnya tidak ada satu pun bek City sekarang yang bisa menyamai level sang kapten. Untuk itu ia menginginkan klub asal Manchester mendatangkan kapten Ajax tersebut sebagai penerus sepadan.

dietmar hamann-vincent kompany
dailymail.co.uk

“Yang luar biasa terjadi di City sekarang adalah mereka menghabiskan 150 juta pounds untuk mendatangkan Nicolas Otamendi, Aymeric Laporte, dan John Stones, tapi tidak ada dari mereka yang bisa menyamai level Vincent yang hanya berharap delapan juta pounds ketika itu,” kata Hamann kepada Racing Post, Minggu (26/5/2019).

“City harus membuat langkah besar setelah Vincent keluar dan yang ada di pikiran saya hanya ada satu kandidat yang pantas. Dia adalah Matthijs de Ligt. Banyak yang bilang dia teralu muda, tapi dia pemain yang gila karena bisa mencapai level tertinggi di usianya sekarang,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui, Kompany baru saja mengakhiri 11 musim kebersamaannya bersama Manchester City. Ia memutuskan pulang ke Belgia untuk memperkuat Anderlecht. Adapun De Ligt sampai saat ini belum menentukan pilihan klub mana yang akan dibela musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]