Petkovic Akui Berat Swiss Hadapi Spanyol Tanpa Granit Xhaka

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Swiss tak bisa menurunkan skuat terbaik saat menghadapi Spanyol di perempat final Euro 2020, Jumat (2/7/2021). Mereka dipastikan kehilangan kapten tim, Granit Xhaka.

Granit Xhaka absen lantaran terkena akumulasi kartu kuning. Tanpanya, lini tengah Swiss menyisakan lubang cukup besar.

Pelatih Vladimir Petkovic mengakui tak ada Xhaka jadi kehilangan besar timnya. Tapi dia percaya ada pemain lain yang akan mengambil alih perannya di lapangan.

Swiss - Euro 2020 - watson. ch
watson.ch

“Kami sangat kehilangan pemain seperti Xhaka. Tapi apa yang ingin saya lihat melawan Spanyol adalah bahwa semua orang member lebih banyak dari biasanya,” ujar Petkovic seperti dikutip Football5star dari laman resmi UEFA, Jumat (2/7/2021).

“Pemain tidak hanya harus menggantikan perannya di lapangan. Tapi juga harus mengalahkan Spanyol. Kami ingin maju dengan menghormati lawan kami,” ia menambahkan.

Kendati bintang Arsenal tak bisa tampil, perannya di luar lapangan masih akan krusial. Mantan pelatih Lazio mengklaim pemainnya itu tidak akan tinggal diam.

Ada peran yang akan diemban Granit Xhaka pada laga Swiss vs Spanyol. “Dia akan mengambil pean yang berbeda. Tapi semua orang di skuat akan mendukung dan membantu tim untuk mencapai tujuannya,” sambungnya.

“Kami harus menunjukkan rasa lapar kami di lapangan dan saya yakin semua pemain akan melakukan semua yang mereka bisa,” tutup Vladimir Petkovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Swiss Tetap Lapar Meski Berhasil Tembus Delapan Besar

gamespool
Swiss Tetap Lapar Meski Berhasil Tembus Delapan Besar 7

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, tidak merasa puas meski skuat asuhannya berhasil menembus delapan besar Euro 2020. Petkovic kini menargetkan A-Team Nati meraih satu tiket berlaga di babak semifinal.

Swiss melaju ke babak perempat final setelah menyingkirkan Prancis melalui babak adu penalti. Ini merupakan kali pertama A-Team Nati melaju ke babak delapan besar sepanjang keikutsertaannya di ajang Piala Eropa.

“Kami harus tetap lapar apabila ingin melaju ke babak selanjutnya. Mulai titik ini, saya bisa mengatakan kurang puas dengan pencapaian kami selama Piala Eropa 2020,” ujar Vladimir Petkovic dikutip football5star dari laman France24.

Swiss - Euro 2020 - Eurosport
Eurosport

“Menurut saya, langkah yang akan kami ambil selalu menjadi hal terpenting. Tentu saja kami ingin melaju ke perempat final, meski harus menghadapi salah satu tim unggulan, Spanyol,” sambung Petkovic.

Swiss dipastikan bakal kesulitan menunjukkan performa terbaiknya di laga nanti. Pasalnya, mereka tak bisa menurunkan Granit Xhaka karena sang pemain terkena skorsing akibat akumulasi kartu kuning.

Sebagai pengganti Xhaka, Petkovic bakal mempercayakan ban kapten kepada Xherdan Shaqiri. Shaqiri mengaku siap menggantikan peran Xhaka dan berjanji bakal menunjukkan performa terbaiknya.

“Tentu saja saya sangat bangga karena dipercaya menjadi kapten di pertandingan sepenting ini. Saya tentu ingin bisa menunjukkan performa terbaik dan membantu tim memetik kemenangan,” tutur Shaqiri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Swiss Dibantai Italia, Ini Alasannya Menurut Vladimir Petkovic

gamespool
Swiss Dibantai Italia, Ini Alasannya Menurut Vladimir Petkovic 11

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, sangat kecewa dengan performa timnya yang dibantai Italia 3-0 di matchday kedua Grup A Euro 2020, Kamis (17/6/21). Petkovic menyebut bahwa Italia terlihat berlari 6 km lebih banyak dari Swiss.

Azzurri kembali bisa menang 3-0, kali ini lewat dua gol Manuel Locatelli, dan gol tendangan jarak jauh Ciro Immobile. Pasukan Roberto Mancini itu dipastikan lolos ke babak 16 besar dan Swiss masih terdampar di posisi ketiga dengan raihan satu poin. Petkovic menyebut bahwa Italia bisa melaju sampai semifinal.

Italia vs Swiss - Euro 2020 - Manuel Locatelli - uefa. com
uefa.com

“Kami bermain melawan Italia yang sangat kuat. Mereka menciptakan masalah bagi kami, kami tidak dalam kondisi 100 persen. Kami kebobolan gol, kami tidak yakin dan itu tidak normal bagi kami,” ucap Petkovic seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Dia melanjutkan, “Saya sudah mengatakan kemarin bahwa Italia tidak datang dari pertandingan lawan Turki, mereka datang dari jalur 29 pertandingan berturut-turut tak terkalahkan, dengan pemain yang memiliki kualitas hebat. Jika mereka terus seperti ini, mereka memiliki peluang untuk finis di empat besar. Ada beberapa tim lain yang bersaing, maka itu tergantung pada pertandingan individu.”

Mantan pelatih Lazio itu menyebut bahwa semua pemainnya membuat kesalahan, dan yang membuat mereka kalah telak adalah daya jelajah pemain Italia yang jauh lebih tinggi dari pemain Swiss.

“Tampaknya jelas bagi saya. Cukup dengan bertanya pada komentator. Semua orang membuat kesalahan, itu bukan pertandingan yang 100 persen. Jika iya, pasti berbeda. Italia berlari enam kilometer lebih jauh dari kami, itu adalah fakta fisik dan mental. Mereka berlari dengan kecepatan tinggi, di situlah mereka membuat perbedaan.” ujar Vladimir Petkovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lawan Italia, Swiss akan Memberikan 120 Persen

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Swiss akan menghadapi Italia pada laga kedua Euro 2020 Grup A, Kamis (17/6/2021) dinihari WIB. Pertandingan kembali digelar di stadion Olimpico, Roma.

Butuh kemenangan untuk memperbaiki posisi, Swiss akan tampil habis-habisan. Pelatih Valdimir Petkovic bahkan meminta para pemain untuk memberikan 120 persen di lapangan.

“Kami akan memainkan sepak bola kami. Setiap lawan harus diperlakukan dengan hormat. Kami harus menghormati Italia karena mereka adalah salah satu favorit juara. Kami akan menunjukkan kualitas kami demi mengejutkan mereka,” ujar Petkovic seperti dilansir Football Italia, Rabu (16/6/2021).

Vladimir Petkovic Vs Timnas Irlandia Utara (zimbio.com)
zimbio.com

“Saya bisa menempatkan semua starting 11 dari pertandingan pertama ke bangku cadangan atauu tidak saya hanya akan mengumumkan pilihan saya nanti. Ini bukan tentang satu pemain, ini adalah tim yang harus memberikan 120 persen di lapangan,” ia menambahkan.

Lebih lanjut mantan nakhoda Lazio sudah menyiapkan strategi khusus untuk menjinakkan perlawanan tuan rumah.

“Kami harus menggerakkan bola lebih cepat dan lebih klinis di depan gawang lalu lebih kuat dalam melakukan tekel. Ini satu-satunya cara yang akan kami lakukan,” sambungnya.

“Italia akan merasa antusias dan kami harus menutupnya, bertindak preventif pada beberapa gerakan, bermain tanpa rasa takut dan tetap menghormati lawan. Kami harus mengambil langkah demi langkah karena penting bagi kami untuk memberika yang terbaik,” tutup Vladimir Petkovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Swiss Tergila-gila dengan 2 Penggawa Italia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Swiss berada satu grup dengan Italia di Euro 2020 kali ini. Kedua negara akan bersua pada matchday kedua Grup A 17 Juni mendatang.

Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, sudah tidak asing dengan sepak bola Italia. Beberapa tahun lalu dia pernah melatih Lazio dan tahu karakter permainan Gli Azzurri.

Ketika melihat skuat Gli Azzurri sekarang Vladimir Petkovic menegaskan kekuatan utama tim ada di lini tengah. Di sana ada dua pemain yang membuatnya tergila-gila. Yakni Marco Verratti dan Nicolo Barella.

Vladimir Petkovic Vs Timnas Irlandia Utara (zimbio.com)
zimbio.com

“Mereka menjaga tempo dengan baik dan menjaga serangan serta pertahanan. Mancini melakukan tugas yang hebat dan dia memiliki tim yang kuat dengan beberapa individu luar biasa,” kata Petkovic kepada Corriere dello Sport, Selasa (8/6/2021).

“Verratti telah banyak berkembang dan bermain di level tertinggi. Barella juga melakukan hal-hal hebat dan merupakan gelandang yang sangat modern. Saya benar-benar menyukai mereka,” ia menambahkan.

Lebih lanjut pelatih yang membawa Lazio juara Coppa Italia 2013 silam menegaskan persaingan di Grup A akan sulit ditebak. Apalagi ada Turki dan Wales yang sedang menanjak.

“Ini adalah grup dengan banyak bahaya tersembunyi karena semua orang di sana berpikir mereka bisa lolos. Italia jelas diunggulkan, apalagi hasil terbaru mereka sempurna. Tapi kami bisa menargetkan tempat kedua dan tidak ada yang bisa diterima begitu saja,” tutup Vladimir Petkovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Vladimir Petkovic: Skuat Roberto Mancini Favorit Juara

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Swiss Vladimir Petkovic mengatakan bahwa skuat Roberto Mancini, Italia merupakan salah satu kandidat juara Euro 2020. Menurut mantan pelatih Lazio itu, Italia saat ini memiliki kedalaman skuat sangat bagus.

“Italia adalah kandidat juara Euro. Mereka akan memainkan tiga laga di kandang sendiri tetapi di fase gugur apapun bisa terjadi.” kata Petkovic seperti dikutip Football5star.com dari Goal, Minggu (1/12/2019).

Timnas Italia menunjukkan keperkasaannya bersama Roberto Mancini pada gelaran Kualifikasi Piala Eropa 2020.
tuttomercatoweb.com

“Saya sangat senang bisa kembali ke Italia, utamanya ke Roma. Tentunya kami sudah tidak sabar bermain melawan Italia,” tambahnya.

Secara khusus, Petkovic pun menyebut bahwa Roberto Mancini sebagai pelatih mampu membuat skuat Italia tampil percaya diri di babak kualifikasi Euro 2020.

“Saya sangat terkesan dengan mentalitas yang yang diberikan Mancini pada timnya. Meraih kemenangan membantu tim merebut lagi kepercayaan diri hingga sederet hasil positif bisa diraih.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kalah dari Belgia, Petkovic Bela Pemainnya

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Laga Belgia vs Swiss berakhir dengan kemenangan untuk Belgia dengan skor 2-1. Sempat menyamakan kedudukan lewat gol yang dicetak oleh Mario Gavranovic di menit ke-76. Sayang, gol Romelu Lukaku di menit ke-84 membuat mereka gagal mencuri poin. Vladimir Petkovic, pelatih Swiss tetap membela penampilan anak asuhnya.

“Kami merespons dengan baik setelah tertinggal Tapi kami tak seharusnya membiarkan mereka kembali unggul. Kami harus lebih kuat,” ujarnya dikutip Football5star dari laman resmi UEFA.

Petkovic menyoroti kurang tajamnya lini depan mereka. Ia merasa anak asuhnya terlalu sering membuang peluang. Ketika melawan tim sekuat Belgia, ia merasa pemainnya harus bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun.

“Kami bisa sedikit lebih baik di babak kedua. Seluruh dunia tahu kualitas Belgia. Kami melakukannya dengan baik dan menciptakan peluang, tetapi kami tak cukup berbahaya di depan gawang,” sesalnya.

Belgia vs Swiss
uefa.com

Petkovic juga memuji proses terciptanya gol kedua Lukaku. Gol yang lahir dengan sangat indah yang memupus keinginan Timnas Swiss mencuri poin di Stadion King Baudouin, markas Belgia.

“Tak banyak tim yang bisa mencetak gol seperti gol kedua Lukaku. Mereka adalah sekumpulan pemain yang berkualitas. Kami masih memiliki peluang untuk menjadi juara grup. Kami harus berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan Islandia,” harapnya.

Kekalahan dari Belgia membuat posisi Timnas Swiss merosot ke peringkat kedua. Beruntung mereka sempat menang dengan skor telak saat melawan Islandia. Alhasil, selisih gol mereka masih surplus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Swiss Lolos ke Piala Dunia 2018, Lichtsteiner Sanjung Petkovic

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Swiss, Stephan Lichtsteiner, menyanjung pelatih Vladimir Petkovic sebagai faktor utama keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2018. Dia menyebut mantan pelatih Lazio itu sebagai sosok yang mampu memberikat stabilitas performa, baik secara teknis maupun nonteknis.

“Kohesi yang terbangun di bawah Petkovic dalam beberapa tahun terakhir ini sungguh luar biasa,” ungkap Lichtsteiner usai Swiss menahan imbang Irlandia Utara, Senin (13/11/2017) dinihari WIB, seperti dikutip Watson. “Petkovic telah membuat kami menjalani kompetisi dengan baik. Dia selalu mampu menemukan kata-kata yang tepat dan membawa optimisme kepada tim.”

Ricardo Rodriguez menyapu bola dari garis gawang Swiss.
blick.ch

Menurut bek senior Juventus tersebut, berkat sentuhan pelatih berumur 54 tahun itu, Swiss jadi lebih matang. Hal itu pula yang menjadi faktor penentu dalam laga di St. Jakob-Park. “Pertandingan ini sangatlah melelahkan secara mental bagiku. Tidaklah mudah menerima kenyataan harus menjalani play-off setelah memenangi 9 dari 10 pertandingan,” kata dia. “Kami telah tampil dengan sangat dewasa.”

Der Nati memastikan lolos ke Piala Dunia 2018 berkat hasil imbang 0-0 pada leg II play-off melawan Irlandia Utara di kandang sendiri. Itu karena mereka menang 1-0 di kandang lawan tiga hari sebelumnya.

Pertandingan di St. Jakob-Park nyaris berakhir drama tak mengenakkan bagi tuan rumah. Pada menit terakhir injury time, sebuah serangan lawan nyaris berbuah gol. Untung saja, Ricardo Rodriguez mampu menyapu bola hasil sundulan Jonny Evans tepat di atas garis gawang. Pada leg I, Rodriguez pula yang menjadi pahlawan Der Nati lewat gol tunggalnya dari titik penalti.

Gelandang Swiss Utamakan Keluarga Ketimbang Timnas

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Swiss dipastikan tak diperkuat oleh gelandang Fabian Frei saat menjalani laga leg II play-off Piala Dunia 2018 melawan Irlandia Utara. Frei dipastikan absen dalam laga di St. Jakob-Park, Basel, itu karena ada anggota keluarganya yang meninggal dunia.

Frei meninggalkan skuat Swiss pada Jumat malam. Awalnya, dia direncanakan kembali bergabung jelang pertandingan. Namun, itu tak dilakukan karena pelatih Vladimir Petkovic menilai lebih penting bagi penggawa 1.FSV Mainz 05 itu untuk tetap bersama keluarganya.

“Dia ditawari untuk bergabung kembali pada hari pertandingan. Namun, dalam pembicaraan bersama, kami memutuskan bahwa Fabian harus tetap bersama keluarganya pada masa sulit ini. Dia harus tetap menemani kerabatnya,” terang Petkovic seperi dikutip Blick, Sabtu (11/11/2017).

Fabian Frei saat leg I laga play-off melawan Irlandia Utara.
blick.ch

Saat melawat ke Belfast pada laga leg I, Frei hanya menjadi pemain cadangan. Dia baru dimasukkan pada menit ke-83. Namun, untuk laga leg II, dia diproyeksi menjadi starter. Kini, dengan kepastian pemain berumur 28 tahun itu absen, Petkovic sepertinya akan kembali berpaling kepada Valon Behrami untuk menjadi andalan di lini tengah.

Swiss saat ini berada di atas angin karena berhasil memenangi leg I di kandang lawan. Mereka hanya butuh hasil imbang untuk memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Meskipun demikian, kemenangan mereka di Belfast diwarnai hal kurang sedap. Pasalnya, gol tunggal mereka berasal dari hadiah penalti kontroversial yang lantas dikonversi dengan baik oleh Ricardo Rodriguez.

Petkovic Harap Swiss Lebih Efisien Di Pertemuan Kedua

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Swiss, Vladimir Petkovic, berharap anak asuhnya mempertahankan performa dan tampil lebih efisien menghadapi Timnas Irlandia Utara pada pertemuan kedua di babak play-off Piala Dunia 2018. Leg kedua nanti akan berlangsung di Stadion St. Jakob Park Basel, Senin (13/11/2017).

Pada pertemuan pertama yang baru saja berakhir dini hari tadi waktu setempat, Jumat (10/11/2017), Swiss menang tipis dengan skor 1-0. Bermain dengan menguasai jalannya pertandingan, satu-satunya gol diciptakan oleh gelandang mereka, Ricardo Rodriguez melalui titik putih.

Vladimir Petkovic Vs Timnas Irlandia Utara (zimbio.com)
zimbio.com

Petkovic mengaku agak ragu terhadap hadiah penalti yang diberikan kepada Swiss. Pasalnya, jika dilihat dalam tayangan ulang, bola seperti mengenai bahu bukan tangan pemain lawan, Corry Evans.

Kendati demikian, ia menilai timnya pantas menang karena bermain lebih menyerang dalam laga tersebut. Petkovic juga mengharapkan permainan serupa akan tersaji di pertemuan kedua nanti.

“Sekarang butuh pemulihan cepat, dalam tiga hari kami akan kembali ke lapangan. Hukuman penalti memang agak kasar, tapi kami pantas menang,” ujar Petkovic seusai pertandingan, Jumat (10/11/2017).

“Kami bertahan dengan baik dan kami menekan dengan sangat tinggi. Hal itu membuat Irlandia Utara tidak bisa keluar dari pertahanan. Kami bermain kira-kira seperti orang Jerman saat itu, Saya mengharapkan permainan serupa di Basel dan kami harus efisien lagi. Seperti kami bermain menyerang hari ini,” harapnya.

 

UEFA Euro 2016: Swiss Tersingkir, Petkovic Enggan Salahkan Xhaka

Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, enggan menyalahkan Granit Xhaka atas kegagalan mereka lolos ke perempat final Piala Eropa 2016.

Dalam laga babak 16-besar melawan Polandia di Stade de Geoffory Guichard, Sabtu (25/6), Swiss tertinggal terlebih dahulu akibat gol Jakub Blaszczykowski. Beruntung, Xherdan Shaqiri mampu mencetak gol penyeimbang delapan menit menjelang waktu normal berakhir.

Laga akhirnya harus diselesaikan dengan babak adu penalti, dan Swiss dipastikan tersingkir karena Granit Xhaka gagal menjalankan tugasnya. Mereka kalah dengan skor 5-4.

Petkovic menyesalkan kegagalan Xhaka, tetapi ia tidak ingin menjadikan pemain Arsenal tersebut sebagai kambing hitam. Bagaimana pun, menurut pria berumur 52 tahun tersebut, para penggawa Swiss telah memberikan kemampuan terbaik mereka di atas lapangan.

“Saya merasa sangat sedih untuk Granit, tetapi ini bukan hanya tentang dirinya. Swiss kalah dan saya sedih karena itu. Para pemain telah memberikan segalanya dan menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan di atas lapangan, tetapi sayangnya kami melakukan kesalahan dan harus membayarnya,” ujar Petkovic seperti yang dikutip oleh situs resmi UEFA.

“Kami bermain terlalu gugup pada awalnya, tetapi kemudian mampu mendominasi laga. Di babak kedua, kami adalah kubu yang pantas mencetak lebih banyak gol.”

“Saya ingin tetap bersikap filosofis. Kami telah memberikan segalanya, tetapi tersingkir dari turnamen selalu terasa menyedihkan, terlebih karena adu penalti,” tambah dirinya.

Berita Euro 2016: “Swiss Layak Dapat Hasil Lebih Baik”

Swiss cuma memetik hasil imbang saat berhadapan dengan Prancis di laga terakhir Grup A Piala Eropa 2016. Pelatih Swiss, Vladimir Petkovic, bilang bahwa mereka layak mendapatkan hasil pertandingan yang lebih baik.

Saat melakoni pertandingan di Stade Pierre Mauroy, Lille, Senin (20/6) dini hari WIB, Swiss bermain imbang saat berhadapan dengan Les Bleus. Skornya akhirnya tanpa gol atau 0-0.

Dalam pertandingan ini, Swiss dicatat oleh situs resmi turnamen bisa membukukan sebanyak 58 persen pengusaan bola. Mereka juga melepaskan sebanyak enam kali percobaan, tiga melenceng dan tiga diblok.

Sementara itu, Prancis bisa menggempur pertahanan Swiss dengan catatan sebanyak 13 kali attempt. Dua tendangan mereka membentur mistar, salah satunya dicetak Paul Pogba di menit 75.

Dengan penampilan prima lini belakang Swiss itu, Petkovic mengaku sangat senang. Dia pun juga bilang bahwa tim besutannya layak mendapatkan hasil akhir yang lebih baik.

“Saya puas dengan keseluruhan tim. Ketika tim ini kompak, kami tampil lebih baik. Kita melihat itu sejak laga kedua, dan kalau kita singkirkan kesalahan-kesalahan individu, kami bisa lebih baik lagi,” ujar Petkovic dikutip dari situs resmi UEFA.

“Banyak tim berlandaskan pada kerja pertahanan yang bagus dan bermain dengan sangat padu. Itu kuncinya untuk hari ini,” tegasnya.

Dengan tambahan satu poin ini, Swiss sudah mencatatkan sejarah. Mereka melaju ke fase knock-out untuk pertama kalinya di sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang Piala Eropa.

Berita Euro 2016: Swiss Tenang Tunggu Lawan Babak 16-Besar

Swiss sudah memastikan diri lolos dengan status runner-up Grup C Piala Eropa 2016. Mereka kini tetap kalem menunggu lawan di babak 16-besar.

Saat melakoni laga terakhir Grup A, Swiss bermain seri saat berhadapan dengan Prancis. Pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre Mauroy, Lille, Senin (20/6) dini hari WIB, selesai dengan skor akhir 0-0.

Dengan tambahan satu poin itu, Swiss lolos dengan status runner-up Grup A dengan raihan sebanyak lima poin. Mereka tertinggal dua angka dari Prancis yang menjadi juara grup.

Penampilan Swiss saat melawan Prancis itu sudah membuat sang pelatih, Vladimir Petkovic, puas. Dia kini bilang bahwa tim besutannya tak pilih-pilih lawan di 16-besar.

Swiss akan berhadapan dengan runner up Grup C. Tempat itu saat ini masih berpeluang ditempati oleh tiga tim. Jerman dan Polandia ada di dua posisi teratas dengan raihan empat poin. Sementara Irlandia Utara ada di posisi tiga dengan raihan tiga poin.

Jerman akan berhadapan dengan IRlandia Utara di pertandingan terakhir Grup C. Sementara Polandia akan berduel melawan Ukraina.

“Kami bermain baik dan bertahan dengan kuat (melawan Prancis). Kami lolos, kami bisa beristirahat dan kini jadi kesempatan untuk tim lain berusaha menghadapi kami,” ujarnya di situs resmi UEFA.

“Semua tiga tim yang berpotensi jadi lawan kami sangat bagus. Kami menghadapi Polandia di persahabatan dan mereka adalah tim bagus, tidak ada yang perlu dikatakan soal Jerman, dan Irlandia Utara adalah sebuah kejutan. Kami rileks, ini adalah laga fase gugur,” tandasnya

UEFA Euro 2016: Ogah Meratapi Hasil Seri, Petkovic Langsung Menatap Prancis

Pelatih tim nasional Swiss, Vladimir Petkovic menyayangkan satu angka yang diraih tim asuhannya saat melawan Rumania di Stadion Parc Des Princes, Rabu (15/6). Namun, dia tak mau lama meratap dan siap menatap laga kontra Prancis.

Setelah menang atas Albania pada laga pertama Grup A, Swiss memang mengalami penurunan kala cuma bisa memetik satu poin dari Rumania. Padahal, jika saja kemenangan bisa diraih, tiket ke babak 16-besar Piala Eropa 2016 sudah pasti menjadi milik mereka.

“Kami membuat begitu banyak peluang, tapi hanya mampu mencetak satu gol, dan itu sangat disayangkan,” ujar Petkovic kepada situs resmi UEFA.

“Saya tidak cemas soal kekurangan kami dalam memanfaatkan peluang. Anda harus terlebih dulu berada dalam posisi tersebut,” sambungnya.

Dari segi statistik, Swiss memiliki total 19 peluang yang enam diantaranya mengarah ke gawang Romania dan juga enam tendangan berhasil dihalau. Tak hanya dari segi tembakan ke arah gawang, Swiss juga unggul dari segi penguasaan bola. Granit Xhaka dkk berhasil menguasi 62 persen penguasaan bola.

Petkovic enggan larut dalam hasil yang mengecewakan tersebut. Dirinya meminta anak asuhnya agar bisa langsung mengalihkan fokus ke laga kontra tuan rumah Prancis yang sekaligus menjadi penentu langkah ke babak 16-besar.

“Kami akan melihat laga lawan Prancis dan kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin jelang laga tersebut,” pungkasnya.