Main di Eropa Musim Depan, Inter Milan Butuh Tambahan Pemain Baru

gamespool
Main di Eropa Musim Depan, Inter Milan Butuh Tambahan Pemain Baru 4

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Inter Milan, Walter Zenga menilai bahwa Antonio Conte untuk mengarungi musim depan membutuhkan tambahan satu pemain di sektor depan dan tengah.

“Mereka membutuhkan pemain lain di lini dan dan seseorang di lini tengah untuk bisa bersaing di kompetisi Eropa musim depan,” kata Zenga seperti dikutip Football5star.com dari Sempre Inter, Selasa (13/4/2021).

Walter Zenga - www.old.football5star.com

Menurut Zenga, perjalanan Inter pada musim ini terbilang cukup baik. Anak asuh Antonin Conte itu bisa bermain dengan mengontrol bola dari lini tengah dan mencetak gol. Zenga pun keberatan jika banyak kritik yang menyebut Inter memainkan permainan negatif.

“Inter menerima kritik di beberapa bagian media karena gaya permainan mereka yang seharusnya hati-hati, yang membuat tim asuhan Conte ini sering kesulitan dalam penguasaan bola,”

“Orang menjadi bingung antara mengontrol permainan dan estetika, demikian sebutannya saat itu bukan? Inter telah memenangkan 11 pertandingan berturut-turut dan mereka semakin dekat dengan scudetto,”

Zenga pun menyebut hal sama pernah dirasakan Inter pada musim 1988-89. Saat itu ia dan dan rekan-rekannya dianggap bermain secara catenaccio.

“Orang-orang biasa mengatakan tim pemecah rekor kami pada musim 1988-89 terlalu bermain catenaccio. Tetapi kami memiliki Aldo Serena dan Ramon Diaz di depan dan pertahanan kami terbaik,”

“Kami mampu mengontrol pertandingan seperti yang dilakukan Inter pada akhir pekan lalu, tanpa mengambil resiko berlebih,” tutup Zenga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tak Kunjung Menang, Inter Milan Sebenarnya Tak Bermain Buruk

gamespool
Tak Kunjung Menang, Inter Milan Sebenarnya Tak Bermain Buruk 8

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Inter Milan, Walter Zenga, merasa mantan timnya hanya butuh “titik balik” untuk bisa kembali ke performa terbaiknya. Zenga merasa Inter tak bermain buruk walaupun sering mendapat hasil imbang.

Inter tak pernah menang dalam 4 laga terakhir, dan hanya menang 1 kali dari 8 laga terakhir. Total Nerazzurri hanya menang 3 kali dari 10 laga, walaupun mereka juga hanya kalah 2 kali musim ini. Zenga merasa tekanan di Inter sangat besar dan orang-orang hanya melihat hasil akhir, bukan permainan.

“Saya sudah mengatakan tahun lalu dan berbicara dengan Antonio (Conte) bahwa dia harus terus berjalan tanpa kontroversi. Semua orang ingin menang, tapi tekanan yang dimiliki tim seperti Inter berbeda dari tim lain,” ucap Zenga seperti dilansir Football5Star.com dari

Marco Rose - Lautaro Martinez - Romelu Lukaku - Inter - Gladbach - inter. it
inter.it

Mantan pelatih Sampdoria itu melanjutkan, “Hasilnya bisa dilihat pada akhirnya, imbang melawan Atalanta tidaklah buruk. Ada saat-saat ketika Anda menghasilkan banyak dan mengumpulkan sedikit.”

Zenga merasa Inter hanya butuh satu kemenangan untuk bisa kembali dan merasa Inter tidak bermain buruk walaupun hasil akhir tak sesuai seperti yang diharapkan

“Tim memuaskan Anda, tetapi detail kecil menghalangi Anda untuk menang. Anda hanya butuh titik balik, seperti yang terjadi tahun lalu di Atalanta di fase grup Liga Champions. Terkadang mereka melaju ke semifinal setelah melewati menit-menit terakhir kualifikasi. Wajar jika setiap pertandingan harus dinilai. Tetapi jika Anda tidak menang, itu tidak selalu berarti tim Anda tidak bermain bagus” ujar Zenga.

Inter Milan akan kembali bermain setelah jeda internasional dengan melawan Torino (22/11/20) sebelum berhadapan kembali dengan Real Madrid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Sudah Ada Radja Nainggolan, Inter Milan Tak Butuh Arturo Vidal?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan kembali kedatangan Radja Nainggolan. Ia kembali usai menjalani masa peminjaman selama semusim di Cagliari musim lalu.

Kendati sudah memiliki Radja Nainggolan, Inter Milan masih menginginkan Arturo Vidal dari Barcelona. Menurut legenda I Nerazzurri, Walter Zenga, tidak ada yang salah dengan rencana tersebut.

Akan tetapi menurutnya, akan ada dua pemain yang punya karakter sama. Zenga menganggap bahwa Vidal dan Nainggolan memiliki tipe permainan yang sama.

Walter Zenga - www.old.football5star.com
Eurosport

“Inter kejar Arturo? Menggaetnya di saat dalam tim sudah punya Radja sedikit aneh. Saya menilai mereka pemain yang sangat mirip satu selama lain,” kata Walter Zenga seperti dikutip Football5star dari Sky Sport Italia, Kamis (10/9/2020).

“Artinya akan ada dua pemain yang sama berada di Inter,” ia menambahkan. Salah satu kiper legendaris Italia ini punya pengalaman pribadi bersama gelandang berdarah Indonesia.

Pertengahan musim lalu ia melatih Cagliari, yang mana ada Nainggolan di sana. Kini sang gelandang sudah kembali ke Giuseppe Meazza.

Walter Zenga berharap pemain 33 tahun bisa berguna untuk I Nerazzurri musim depan. “Nainggolan jelas akan menjadi yang sangat penting bagi Cagliari. Tapi dirinya itu akan menjadi kehilangan yang besar walau di sana ada pemain seperti Marin, Nahitan Nandez, dan Rog,” imbuhnya.

“Saya pernah melatihnya dan saya bisa bilang bahwa dia pemain yang hebat dan akan sangat berguna untuk Inter Milan,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pesan Legenda Italia Sebelum Serie A Kembali Bergulir

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Legenda Italia yang juga pelatih Cagliari, Walter Zenga meminta anak asuhnya untuk bisa berpikir positif sebelum Serie A kembali bergulir pada 20 Juni mendatang.

“Jelas untuk berpikir positif sangat penting karena memungkinkan kita untuk menetapkan tujuan dan tidak terlalu membayangkan perbedaan yang nanti dijalani,” kata Zenga seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport, Jumat (29/5/2020).

“Pasti akan berbeda. Kita harus berpikir positif, tidak terlalu khawatir dengan kondisi diri sendiri, itu cara kita untuk sampai ke stadion. Saya adalah orang yang positif dan selalu ingin berpikir positif,” tambahnya.

Radja Nainggolan - Cagliari - @radja_nainggolan_l4

Kembali bergulirnya Serie A disambut baik oleh banyak pihak. Salah satunya Presiden Lazio, Claudio Lotito. Menurut Lotito, keputusan kembali bergulirnya Serie A adalah kemenangan sepak bola.

“Ini bukan kemenangan bagi Lotito, tetapi ini adalah kemenangan untuk sepak bola Italia. Saya yakin bahwa restart ini, sepak bola kami akan mempertahankan kualitas tinggi dan diakui di seluruh dunia,” ucapnya

Sebelumnya, pengumuman resmi Liga Italia dimulai lagi pada 20 Juni dilakukan menyusul pertemuan antara Menteri Olahraga Italia Vincenzo Spadafora, Liga Italia Serie A, AIC (Asosiasi Pemain Italia), FIGC (PSSI-nya Italia), dan Asosiasi Dokter Olahraga Italia

Menurut Spadafora, CTS (Komite Sains Teknikal) sudah menyetujui protokol kesehatan untuk pertandingan yang diajukan oleh FIGC.

“Ada jaminan dan kesepakatan bersama soal apa yang harus dilakukan jika ada pemain yang dites positif di tengah kompetisi,” lanjut Spadafora.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bisakah Anak Dejan Stankovic Jadi Kiper Utama Inter Milan?

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kiper utama Inter Milan, Samir Handanovic, Juli nanti akan berusia 36 tahun. Walaupun secara performa Handanovic masih stabil, tetapi tetap saja dengan usia seperti itu Inter harus segera mencari penggantinya. Rumor terakhir, Inter nampaknya mengincar kiper Argentina, Juan Musso yang saat ini bermain di Udinese. Tapi seharusnya Inter tidak harus membeli kiper lagi, mengingat Inter punya beberapa kiper muda potensial. Salah satunya kiper utama Inter Primavera (U-19), Filip Stankovic.

Filip merupakan anak dari legenda Inter, Dejan Stankovic. Tetapi berbeda dengan ayahnya yang merupakan seorang gelandang, Filip lebih memilih untuk menjadi seorang kiper.

Bagaimana performa Stankovic bersama Inter Primavera? Berdasarkan statistik musim ini, dia sudah bermain sebanyak 18 laga di semua kompetisi dengan mencatatkan 8 cleansheet dan 20 kali kebobolan. Saat ini Inter Primavera berada pada posisi ketiga di Liga Primavera 1 dan berhasil mencapai babak perempat final UEFA Youth League. Sebuah statistik yang cukup impresif. Tapi apakah cukup untuk bisa menjadikan dia kiper utama Inter?

Bagaimana jika kita bandingkan dengan kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma. Kiper timnas Italia itu menjadi kiper utama AC Milan pada usia 16 tahun di musim 2015-16. Pada musim sebelumnya dia bermain bersama AC Milan Primavera dan U-17 dengan statistik 10 pertandingan, 3 cleansheet dan 14 kali kebobolan. Dengan statistik ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Stankovic mengingat total bermain Filip jauh lebih banyak.

Jadi sebenarnya kunci dari keberhasilan Filip Stankovic adalah kepercayaan dari pelatih dan staff tim utama Inter sendiri. Apakah mereka berani memainkan kiper muda seperti AC Milan lima tahun silam?

Kapan Terakhir Kali Inter Memakai Kiper Jebolan Akademi?

Terakhir kali Inter memakai kiper jebolan akademi untuk menjadi kiper utama adalah pada musim 1983-84. Kiper itu adalah Walter Zenga yang nantinya akan menjadi Legenda Inter dan timnas Italia. Tapi setelah dari akademi, Zenga dipinjamkan dulu selama empat musim di 3 klub Serie C yang berbeda.

Barulah Pada musim 1982-83, Zenga kembali ke Inter menjadi kiper pelapis. Tetapi dia dimainkan pada laga Coppa Italia. Karena hal itulah pada saat kiper utama Ivano Bordon pindah ke Sampdorna pada musim depannya, Inter memutuskan untuk tidak mencari kiper baru dan menjadikan Zenga sebagai kiper utama. Kepercayaan itu menuai hasil karena pada musim itu Inter menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di Serie A.

Dengan begitu, Inter bisa saja memakai strategi yang sama, dengan berani memainkan Filip Stankovic di laga-laga mudah. Apalagi Stankovic masih bisa bermain di Primavera (U-19) musim depan mengingat usianya tahun ini masih 18 tahun. Jadi Stankovic bisa dimainkan bersama tim utama, tapi jika tidak dimainkan, dia bisa kembali bermain bersama rekan-rekan mudanya alih-alih hanya duduk di bangku cadangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Eriksen Bisa Bikin Stefano Sensi Kehilangan Tempat di Inter

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Christian Eriksen langsung menjadi pusat perhatian sejak datang ke Inter Milan. Di sisi lain, kehadirannya ternyata bisa berdampak buruk pada masa depan Stefano Sensi di sana.

Sudah melakoni dua pertandingan, Christian Eriksen diturunkan sebagai pemain pengganti pada laga perdananya. Baru di pertandingan kedua ia diandalkan sebagai starter oleh Antonio Conte.

Menurut legenda Inter Milan, Walter Zenga, ini jadi pertanda buruk untuk Stefano Sensi. Ia yakin jika gelandang asal Denmark terus tampil memukau, posisi mantan pemain Sassuolo akan terancam.

stefano sensi inter milan
@inter_en

“Saya senang melihat permainan Eriksen bersama Inter sejauh ini. Ia sosok yang dibutuhkan Conte selama ini. Tapi sayangnya keberadaan dia bisa berdampak buruk untuk Sensi,” ujar Zenga seperti dikutip Football5star dari Gazzetta dello Sport, Jumat (7/2/2020).

“Ia bisa menggusur posisi yang sebelumnya ditempati Sensi yang kita kenal sebagai gelandang muda yang sedang berkembang. Tapi masih ada banyak laga untuk mereka mainkan hingga akhir musim,” ia menambahkan.

Apa yang ditakuti mantan kiper timnas Italia memang ada benarnya. Saat I Nerazzurrri mengalahkan Udinese di Serie A, Eriksen tampil selama 90 menit.

Permainannya pun langsung nyetel dengan Nicolo Barella di lini tengah. Disaat yang bersamaan, Sensi justru dicadangkan Antonio Conte. Padahal di awal kedatangannya ia selalu diandalkan sebagai gelandang tengah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Zenga Ingin Icardi Buktikan Cintanya untuk Inter

Football5star.com, Indonesia – Walter Zenga ingin Mauro Icardi membuktikan cintanya untuk Inter Milan. Sesaat setelah Inter Milan mengalahkan AC Milan dalam pertandingan bertajuk Derby della Madonnina, Icardi mengunggah foto dengan bertuliskan, “Selamat Pagi Milan.”

Icardi beberapa kali membuat pernyataan lewat media sosial pribadi miliknya bahwa ia mencintai Inter lebih dari apa pun. Sebagai seseorang yang 22 tahun bermain untuk La Beneamata, julukan Inter Milan, Zenga meminta Icardi membuktikannya.

“Saya terpana dengan pernyataan Instagram Icardi,” ujar Walter Zenga dilansir Football5star dari Radio Kiss Kiss.

Wanda Nara menyatakan perdamaian Mauro Icardi dengan Inter Milan sudah kian dekat.
tuttomercatoweb.com

Jika memang Icardi mencintai Inter Milan, Zenga ingin Icardi legowo ketika ban kapten yang ia kenakan tak lagi menjadi miliknya. Pihak Inter Milan memang mencopot ban kapten yang dikenakan oleh Icardi dan diberikan kepada sang penjaga gawang, Samir Handanovic.

“Saya lahir dan besar di Inter, saya bermain selama 22 tahun di Inter. Inter ada di dalam diri saya, dan saya percaya bahwa jika Anda menyukai klub, Anda tetap menyukainya, terlepas dari itu, bahkan jika mereka mengambil ban kapten Anda,” ujar Walter Zenga.

Zenga mengkritik keputusan Icardi yang menunjuk Wanda Nara, sebagai agen. Terlebih lagi, saat ini Wanda Nara sering muncul di televisi. Wanda Nara menjadi salah satu pakar dalam acara televisi, Tiki Taka.

“Saat ini, Anda tidak dapat membiarkan agen berbicara setiap Minggu malam, karena ada tumpang tindih peran dan tugas. Saya yakin Beppe Marotta benar untuk memilih tindakan ini dan saya senang dia melakukannya,” beber Walter Zenga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Legenda Senang Inter Berada di Grup Neraka

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan berada di Grup B Liga Champions musim ini. Grup ini disebut sebagai grup neraka karena dihuni oleh raksasa Eropa lainnya seperti Barcelona, Tottenham Hotspur, dan PSV Eindhoven.

Kendati demikian, legenda Inter, Walter Zenga, justru senang dengan hasil drawing yang dilakukan di Monaco tersebut. Menurutnya, tergabungnya anak asuh Luciano Spalletti ke grup sulit akan menambah kekuatan tim.

Walter Zenga - www.old.football5star.com
eurosport.com

“Liga Champions? Inter berada di pot empat dan sudah pasti tidak bisa menghindar lagi untuk berhadapan dengan lawan-lawan berat,” kata Zenga seperti dikutip Football5star.com dari RMC Sport, Rabu (5/9/2018).

“Walau begitu saya senang dengan hasil tersebut. Saya akan lebih memilih bertemu dengan lawan berat sejak awal karena itu akan memberi kekuatan tambahan kepada tim. Performa mereka di lapangan pun akan semakin teruji,” tambah salah satu mantan kiper terbaik Italia itu.

Di sisi lain, performa I Nerazzuri musim ini masih mengecewakan. Dari tiga pertandingan, mereka hanya mampu mendulang empat poin. Namun, Zenga masih percaya mantan klubnya tersebut masih menjadi pesaing Juventus dan Napoli dalam merebut scudetto musim ini.

“Siapa tim yang akan menjadi penantang serius Juventus dalam perebutan scudetto musim ini? Selain Napoli, tentu saja ada Inter. Mereka memiliki kekuatan yang mampu bersaing dengan keduanya. Apalagi pergerakan mereka di bursa transfer cukup memuaskan,” tutupnya.

Zenga Ingin Napoli Datangkan Kiper Udinese

Football5star.com, Indonesia – Legenda sepak bola Italia, Walter Zenga, memberikan saran kepada Napoli yang kini tidak emmiliki penjaga gawang utama. Zenga menyarankan Napioli untuk merekrut kiper Udinese dan timnas Italia U-21, Alex Meret.

Selepas Pepe Reina memutuskan untuk hijrah ke AC Milan, Napoli kini sedang mencari sosok pengganti penjaga gawang veteran tersebut. Nama-nama seperti Alisson Becker dan Bernd Leno kerap dikaitkan akan merapat ke Stadio San Paolo pada bursa transfer kali ini.

Alex Meret - www.old.football5star.com
Squawka

“Saya telah melihatnya bermain dan saya dibuat terkesima oleh penampilannya. Ia memiliki fisik yang kuat, mampu memberikan arahan kepada para bek, serta memiliki teknik yang baik. Saya pribadi menyarankan Napoli untuk merekrutnya. Tentu dengan pemain berpengalaman seperti Petr Cech untuk membantunya berkembang,” ujar Zenga kepada Gazzetta Dello Sport.

Dalam kesempatan yang sama, Zenga juga membicarkaan negara-negara yang sudah membuat perkembangan di sektor penjaga gawang. Menurutnya, timnas Brasil kini memiliki 2 kiper yang sangat baik. Namun, Italia tetap menjadi tim dengan kiper terbaik menurutnya.

“Brasil telah banyak berkembang di sektor penjaga gawang. Alisson dan Ederson adalah 2 kiper yang sangat baik. Bagi saya pribadi, Italia masih merupakan negara dengan kiper terbaik saat ini. Buffon dan Donnatumma telah membuktikan kualitasnya kepada khalayak luas. Selain itu, Italia juga masih memiliki sosok seperti Mattia Perin, Alessio Cragno dan Alex Meret,” tutup pria 58 tahun itu.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Berita Terkini: Legenda Inter Didepak dari Kursi Manajer Wolverhampton

Football5star.com, Indonesia – Nasib Walter Zenga di kursi manajer Wolverhampton hanya bertahan selama 14 laga. Legenda timnas Italia itu baru saja dicopot dari jabatannya di The Wolves akibat performa minor di pentas Divisi Championship 2016-2017.

Saat ini The Wolves terdampar di posisi ke-18 dari 24 kontestan Divisi Championship. Dari 14 laga yang sudah dilakoni, The Wolves hanya menang 4 kali, seri 4 kali, dan menelan 6 kekalahan. Bahkan, dalam 5 laga terakhir tak pernah menang dengan perincian 1 seri dan 4 kali kalah.

“Manajemen klub Wolverhampton mengumumkan telah memutus kontrak Zenga. Asisten manajer Stefano Cusin juga meninggalkan klub. Untuk sementara kursi manajer dijabat oleh Rob Edwards yang sebelumnya menduduki asisten manajer kedua,” sebut pernyataan pihak The Wolves.

“Klub mengucapkan terima kasih atas pengorbanan dan kinerja Zenga serta Cusin selama ini. Semoga keduanya mendapat tempat yang lebih baik,” imbuh pernyataan pihak klub.

Zenga sendiri mulai menukangi Wolverhampton pada 30 Juli 2016. Dia gagal mempertahankan jabatannya setelah baru melewati 14 laga. Ini seolah menjadi deja vu bagi Zenga.

Sebelumnya dia dipecat Palermo setelah hanya memimpin 13 laga, dilengserkan Al-Nassr dalam 16 laga, Al-Shaab dalam 10 laga, dan dipecat Sampdoria setelah melakoni 14 laga.