Raul, Conte hingga Xabi Alonso Dirumorkan Jadi Pengganti Zidane

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid dikabarkan masih memburu nama pengganti Zinedine Zidane. Sejumlah nama dirumorkan bakal menjadi pelatih Madrid di musim depan.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (28/5/2021) setidaknya ada empat nama yang muncul jadi pengganti Zidane untuk musim depan. Ada nama Antonio Conte yang baru menganggur, lalu ada pelatih PSG, Mauricio Pochettino.

Antonio Conte Peluang Inter Milan Raih Scudetto 95 Persen

Selain dua nama itu, dua nama eks pemain Madrid pun masuk jadi kandidat. Mereka adalah Raul Gonzalez dan Xabi Alonso. Dari empat nama ini, kesemuanya memiliki keunggulan masing-masing.

Raul misalnya dianggap sebagai penerus alami di Real Madrid. Raul saat ini menjadi pelatih Real Madrid Castilla. Raul dianggap sukses melatih Castilla.

Sejumlah pemain muda didikan Raul bahkan sudah mulai masuk ke dalam tim inti Zidane pada musim ini seperti, Sergio Arribas Calvo dan Marvin Park. Selain itu, Dua anak Raul juga sempat masuk ke 60 daftar Next Generation 2020 versi The Guardian, yakni Bruno Iglesias dan Israel Salazar.

Xabi Alonso pun memiliki rekam jejak cukup bagus sebagai pelatih muda. Ia saat ini melatih tim Real Sociedad B. Xabi mampu membawa Sociedad B untuk tampil di babak play off Liga Spanyol.

Namun pertanyaannya, apakah manajemen Real Madrid mau bertaruh dengan memilih eks pemain mereka atau menunjuk pelatih seperti Conte yang memiliki titel scudetto musim ini atau Pochettino, pelatih ‘langka’ di PSG.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kalah 0-5 dari Barcelona Jadi Kenangan Terburuk Xabi Alonso

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Xabi Alonso bercerita soal pengalamannya sebagai pesepak bola. Pelatih Real Sociedad B ini pun menceritakan momen terburuk dalam kariernya.

Dari ratusan pertandingan yang dilakoni, ada satu kenangan yang menyakiti hatinya. Itu terjadi saat dirinya masih berseragam Real Madrid.

Tepatnya kala laga El Clasico berlangsung di Camp Nou musim 2010-2011. Di sana Real Madrid dibuat babak belur oleh Barcelona dengan skor 5-0.

xabi alonso-DeadlineDayLine
@DeadlineDayLive

“Pertandingan di Camp Nou saat kami kalah 0-5 adalah malam terburuk yang pernah saya jalani di lapangan sepak bola. Setelah 20 menit saya berpikir untuk pergi dan pulang. Mandi dan pulang ke rumah, hanya itu yang saya pikirkan,” kata Alonso kepada Marca, Jumat (30/4/2021).

“Itu benar-benar menyakitkan, itu memberi kami determinasi yang tinggi. Pada saat itu kami tahu jika kami terlalu baik mereka akan membunuh kami,” ia menambahkan.

Musim 2010-2011 El Clasico sedang panas-panasnya. Barcelona yang memulai era baru bersama Pep Guardiola tampil luar biasa. Adapun Real Madrid baru saja dilatih Jose Mourinho, yang sebelumnya meraih treble winner bersama Inter Milan.

Akan tetapi, pertandingan justru berjalan timpang. El Barca tanpa ampun memberondong lima gol ke gawang Iker Casillas. Lima gol dicetak oleh Xavi Hernandez, Pedro Rodriguez, Jeffren, serta Davic Villa yang membukukan brace.

Pada akhir musim tersebut Azulgrana keluar sebagai juara LaLiga. Sementara Los Blancos berada tepat di bawahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Setelah Bali United, Erik Alonso Klaim Bersaudara dengan Xabi Alonso

gamespool
Setelah Bali United, Erik Alonso Klaim Bersaudara dengan Xabi Alonso 10

Football5star.com, Indonesia – Calon pemilik baru Derby County, Erik Alonso beberapa waktu lalu mengklaim memiliki kontrak pribadi dengan klub Liga Indonesia, Bali United. Terbaru, Erik juga mengatakan memiliki hubungan dengan mantan pemain Real Madrid dan Bayern Munich, Xabi Alonso.

Erik mengklaim bahwa ia dan Xabi ialah saudara sepuru. Meski dirinya mengatakan bahwa hubungannya dengan Xabi Alonso tidak terlalu dekat.

Pemilik Baru Derby County Punya Hubungan dengan Bali United

“Ayahnya adalah keluarga ayah saya,” kata Erik Alonso seperti dikutip Football5star.com dari talkSPORT, Sabtu (10/4/2021).

“Saya tidak begitu yakin dengan hubungannya karena kami tidak memiliki hubungan yang kuat tetapi yah kami tetap keluarga,” ungkap pengusaha asal Spanyol tersebut.

Beberapa waktu lalu saat diwawancara media Spanyol, elconfidencial, Erik mengatakan bahwa namanya memang tidak ada di laman resmi Bali United. Namun ia memiliki kontrak pribadi dengan klub berjuluk Serdadu Tridatu tersebut.

“Tentu saja tidak ada di web (Bali United). Di sana saya bersama mitra Indonesia saya, hukum negara sangat ketat di sana, orang asing tidak boleh memiliki properti, tapi saya memilikinya melalui kontrak pribadi,” ucap Alonso.

Dikatakan oleh Alonso, bahwa dirinya bukan orang baru di dunia olahraga Indonesia. Ia menyebut sebagai orang yang mendatankan Gareth Bale dan Xabi Alonso ke Indonesia beberapa tahun lalu.

“Kami memulai sebagai agensi acara untuk atlet bintang lima seperti Xabi Alonso ke Indonesia atau Gareth Bale, karena saya memang tinggal di sana. Kami melanjutkan usaha itu dengan menjadi representasi dan memberi nasihat di klub lalu menguasai Bali United,” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Batal ke Gladbach, Xabi Alonso Punya Target Besar di Real Sociedad

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Xabi Alonso akhirnya memperpanjang kontrak di Real Sociedad. Kepastian ini sekaligus menyudahi isu kepindahannya ke Borussia Moenchengladbach.

Padahal Xabi Alonso ditawarkan sebagai pelatih kepala oleh Borussia Moenchengladbach. Namun, ia menolaknya karena punya target besar bersama Real Sociedad B.

Target yang dimaksud adalah membawa para pemain di Tim B menembus tim utama La Real. Sebagai pelatih tim akademi, melihat para pemain binaan menembus skuat utama menjadi kepuasan yang tak ternilai harganya.

xabi alonso mundo deportivo
mundodeportivo.com

“Saya sangat senang dan puas dengan keadaan dan fakta bahwa klub dan saya sangat memahami satu sama lain. Kami ingin terus membantu proyek ini dan memastikan ada lebih banyak pemain yang menembus tim utama,” ungkap Alonso kepada Marca, Sabtu (28/3/2021).

“Semua pengalaman berkontribusi dan ini telah menjadi dua tahun yang sangat berharga bagi saya, klub, dan proyek yang ada di sini. Membantu para pemain untuk promosi ke tim utama adalah kepuasan terbesar yang membuat saya bangga bekerja di sini,” ia menambahkan.

Xabi Alonso baru saja memperpanjang kontrak berdurasi satu tahun di klub asal San Sebastian. Ini akan jadi musim ketiganya menukangi Sociedad B.

Selain karena ingin membantu perkembangan talenta muda klub, ia juga ingin mengabdi untuk klub masa kecilnya itu. Ya, Xabi Alonso merupakan jebolan akademi Real Sociedad.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

RESMI! Xabi Alonso Tolak Tawaran Latih Gladbach

gamespool
RESMI! Xabi Alonso Tolak Tawaran Latih Gladbach 16

Football5star.com, Indonesia – Legenda timnas Spanyol, Xabi Alonso, resmi menolak tawaran menggantikan posisi Marco Rose di Gladbach pada musim 2021-22. Pria berumur 39 tahun itu resmi memperpanjang kontraknya bersama Real Sociedad.

Sebelum meneken perpanjangan kontrak, Alonso memang disebut-sebut sebagai kandidat utama pengganti Rose di Gladbach musim depan. Bahkan, media-media Jerman menyebut Alonso sudah mencapai kesepakatan dengan manajemen Die Fohlen.

Alonso akan menangani tim cadangan Real Sociedad setidaknya hingga akhir musim 2021-22. Ia memutuskan bertahan bersama La Real karena merasa pekerjaannya belum tuntas.

“Saya masih memiliki kepercayaan penuh atas proyek jangka panjang di sini. Selain itu, saya juga masih ingin membantu para pemain untuk bisa menembus tim utama,” ujar Xabi Alonso dikutip football5star dari Marca.

“Kami masih memiliki beberapa hal yang harus dicapai musim ini. Selain itu, kami juga masih ingin menantang diri sendiri,” kata Alonso menambahkan.

Alonso berhasil menunjukkan kinerja yang cukup baik bersama tim cadangan Real Sociedad. Ia berhasil mempersembahkan 23 kemenangan dari 47 pertandingan di semua kompetisi.

Setelah ditolak Alonso, Gladbach kini harus mencari kandidat lain untuk menggantikan posisi Marco Rose. Media-media Jerman menyebut Die Fohlen sudah menyiapkan beberapa kandidat untuk mengisi pos yang ditinggalkan Rose.

Salah satu nama yang bisa dipertimbangkan Gladbach adalah Peter Bosz. Pelatih asal Belanda itu sedang menganggur setelah resmi dipecat Bayer Leverkusen pada Selasa (23/3) lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Xabi Alonso Dilaporkan Bakal Gantikan Posisi Marco Rose

gamespool
Xabi Alonso Dilaporkan Bakal Gantikan Posisi Marco Rose 20

Football5star.com, Indonesia – Gladbach dilaporkan sudah mendapat sosok yang bakal menggantikan peran Marco Rose pada musim 2021-22 mendatang. Menurut Fabrizio Romano, Die Fohlen menjatuhkan pilihannya kepada legenda timnas Spanyol, Xabi Alonso.

Seperti yang diketahui, pelatih Gladbach saat ini, Marco Rose akan menangani Borussia Dortmund pada musim 2021-22 mendatang. Pria berpaspor Jerman itu akan menggantikan posisi Edin Terzic yang saat ini menjabat pelatih interim.

Xabi Alonso bukanlah sosok yang asing bagi sepak bola Jerman. Mantan gelandang timnas Spanyol itu sempat memperkuat Bayern Munich selama tiga tahun sebelum gantung sepatu pada 2017 lalu.

Xabi ALonso - Gladbach - Spanyol - tz. de - Marco Rose
tz.de

Setelah gantung sepatu, Alonso langsung terjun ke dunia kepelatihan. Pada musim 2018-19, ia sempat menangani tim muda Real Madrid. Kini, Alonso kembali ke kampung halamannya dan ditunjuk menjadi pelatih tim cadangan Real Sociedad.

Selama satu setengah tahun menangani tim cadangan Real Sociedad, Alonso berhasil menunjukkan kinerja yang cukup memuaskan. Pria berumur 39 tahun itu sukses mempersembahkan 23 kemenangan dan 12 kali imbang dari 47 pertandingan.

Alonso memang sudah diramal bakal menjadi pelatih hebat. Pada 2019 lalu, CEO Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, sudah mengutarkan keinginannya untuk membawa Alonso kembali ke Allianz Arena suatu hari nanti.

“Xabi Alonso bukanlah sosok tercepat. Tapi, merupakan sosok dengan visi bermain yang sangat bagus dan pengatur serangan terbaik dari lini tengah. Dia adalah sosok yang saya harapkan akan kembali ke Bayern Munich suatu hari nanti,” kata Karl-Heinz Rummenige kepada majalah kenamaan, Kicker.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Mengerikan, Kaki Pemain Turki Ini Hantam Wajah Lawannya

gamespool
Mengerikan, Kaki Pemain Turki Ini Hantam Wajah Lawannya 23

Football5star.com, Indonesia- Ingat dengan pelanggaran mengerikan yang dilakukkan Nigel de Jong kepada Xabi Alonso di Piala Dunai 2010? Kaki de Jong mendarat mulus ke bagian dada pemain Spanyol itu. Mungkin bisa dibilang aksi de Jong itu paling mengerikan di dunia sepak bola.

Namun itu boleh dibilang belum seberapa jika membandingkan dengan aksi pemain Turki bernama Özer Özdemir. Bek yang membela klub Denizlispor ini lakukan pelanggaran lebih berbahaya dan mengerika kepada lawannya.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Rabu (17/3/2021), kaki Ozdemir mendarat telak ke wajah pemain asal Brasil, Junior Morais. Aksi mengerikan Ozdemir itu terjadi saat laga Denizlispor vs Gaziantep.

Aksi mengerikan dari Ozdemir itu langsung membuat wasit memberikannya kartu merah. Ozdemir memang layak untuk mendapat kartu merah dari wasit, hal ini lantaran aksinya memang sangat disengaja.

Ozdemir dari tayangan ulang tampak sangat memaksakan diri untuk merebut bola. Padahal posisi Junior Morais lebih dekat dengan posisi bola. Alhasil, kaki pemain Turki itu mendarat telak ke wajah Morais.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Junior Morais harus menjalani tujuh jahitan di wajahnya akibat pelanggaran tersebut. Aksi Ozdemir menurut Sport Bible bisa disamkakan dengan aksi brutal eks pemain Wycombe Wanderers, Jason Cousins.

“Ia memiliki reputasi sepak bola yang tidak masuk akal. Ia melakukan segala cara untuk menang dalam perebutan bola. Ia dijuluki ‘psycho’ oleh rekan satu timnya saat membela Wycomne.”

Pada 1993, Cousins lakukan pelanggaran sangat mengerikan saat melawan Doncaster Rovers. Aksi Cousins bahkan membuat pelatih Wycombe saat itu, Martin O’Neil sangat kesal dan mencabut ban kapten darinya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sisi Lain Carlo Ancelotti Diungkap Xabi Alonso

gamespool
Sisi Lain Carlo Ancelotti Diungkap Xabi Alonso 27

Football5star.com, Indonesia – Mantan anak asuh Carlo Ancelotti, Xabi Alonso mengaku memiliki kenangan tersendiri dilatih oleh pelatih asal Italia tersebut. Pemain asal Spanyol itu juga melihat sosok Carlo Ancelotti sebagai pelatih yang paham bagaimana bekerja dengan pemain hebat.

“Dia tidak mengatakan sesuatu dengan cara yang berarti. Tapi yang paling penting, dia tahu bagaiaman bekerja dengan pemain hebat,” kata Xabi seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Jumat (12/3/2021).

Carlo Ancelotti meminta para pemain Everton tampil lebih baik saat melakoni laga kandang.

“Dia memiliki karier yang luar biasa dan dia tahu bagaiamana mendekati pemain. Terkadang dia lebih menuntut, terkadang dia memberik kami para pemain tanggung jawab lebih,” ungkap Xabi.

Xabi Alonso dilatih oleh Carlo Ancelotti di dua klub berbeda, Real Madrid dan Bayern Munich. Wajar jika ia sangat paham dengan karakter Don Carlo saat melatih.

Yang menarik, menurut Xabi, pria yang saat ini melatih Everton ini ialah tipikal pelatih yang tidak bisa bercanda. Menurut Xabi, Ancelotti selalu melihat sesuatu dengan pemikiran serius.

“Dia menanggapi segala sesuatunya dengan sangat serius, tapi pada saat yang sama dia cukup pintar untuk tidak bercanda,” kata Xabi.

“Dia mudah diajak bekerja sama karena dia seorang pesepak bola juga. Dia suka dengan para pemain, tetapi kadang selalu memberi kami tanggung jawab,”

“Dia tahu banyak tentang sepak bola. Ia tidak memiliki rahasia tentang sepak bola. Dia memiliki banyak pengetahuan, tetapi pada saat yang sama dia juga terus belajar dan menganalisis lawan,”

Karenanya Xabi tak heran jika Carlo Ancelotti sampai saat ini tidak memiliki musuh.

“Aku belum pernah mendengar ada orang yang menjelek-jelekannya dia. Dia pelatih hebat, dan dia juga pemain hebat. Tapi di atas semua itu, dia adalah pria hebat,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Eks Real Madrid Jadi Salah Satu Kandidat Suksesor Hansi Flick

gamespool
Eks Real Madrid Jadi Salah Satu Kandidat Suksesor Hansi Flick 31

Football5star.com, Indonesia – Bos Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge, merasa yakin Xabi Alonso akan bisa menjadi suksesor Hansi Flick suatu hari nanti. Menurut Rummenigge, Alonso merupakan pelatih modern dan akan cocok dengan para pemain muda FC Hollywood.

Sebelum pensiun pada 2017 lalu, Alonso sempat membela Bayern selama tiga musim. Selepas mengakhiri kariernya, Alonso memutuskan langsung menjadi pelatih dan saat ini ditunjuk untuk menangani tim muda Real Sociedad.

“Xabi Alonso akan menjadi salah satu pelatih yang akan dipertimbangkan Bayern suatu hari nanti. Saya bisa membayangkan Alonso memimpin latihan kami,” ujar Karl-Heinz Rummenigge dikutip dari Diario AS.

Xabi Alonso - Karl-Heinz Rummenigge - Bayern Munich - Hansi Flick - Bavarian Football Works
Bavarian Football Works

“Hingga saat ini, kami masih menjalin hubungan yang sangat baik. Alonso memiliki karakteristik khusus yang membuatnya akan bisa menjalin hubungan baik dengan para pesepak bola modern,” sambung Rummenigge.

Lebih lanjut, Rummenigge juga mengaku tak mau kehilangan Hansi Flick dalam waktu dekat. Menurut Rummenigge, Flick akan bisa melatih FC Hollywood hingga tiga sampai lima tahun ke depan.

“Saya tentu saja berharap Flick akan bertahan lama bersama kami. Dia adalah salah satu pelatih yang mendapat kepercayaan penuh dari saya hingga beberapa tahun ke depan.”

“Saya membayangkan Flick akan bersama kami hingga tiga atau lima tahun ke depan. Hal itu tentu akan menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan untuk semua pihak,” tutup Rummenigge.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Xabi Alonso Terkesima Lihat Peran Henderson di Liverpool

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Kendati sudah lama meninggalkan Liverpool, Xabi Alonso ternyata masih perhatian pada mantan klubnya itu. Satu pemain yang menjadi perhatiannya saat ini adalah kapten tim, Jordan Henderson.

Jordan Henderson adalah roh permainan Liverpool. Anggapan tersebut setidaknya terlihat saat dia harus absen karena cedera dan The Reds kalah tiga kali dari Atletico Madrid (2 kali) dan Watford.

Bagi Xabi Alonso, sang gelandang adalah sosok pemimpin, tidak hanya di lapangan tapi juga di ruang ganti. Ia juga menyebutkan jika pemain yang akrab disapa Hendo itu sangat dihormati pemain lain.

xabi alonso, liverpool (zimbio.com)
zimbio

“Jordan telah menjadi sosok penting di ruang ganti dan lapangan. Saya pikir dia sangat dihormati, sangat penting bagi rekan setim yang lain. Itulah perasaan yang saya dapatkan dari menontonnya di tribun,” kata Xabi seperti dilansir Tribal Football, Senin (23/3/2020).

“Untuk cara mereka bermain sangat penting dan dia punya energi mewakili permainan tim. Dia bisa bermain lebih maju, dan tidak mundur untuk membuat tekanan yang sedikit tinggi,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, pria yang kini melatih tim junior Real Sociedad menegaskan bahwa Jordan Henderson adalah otak dari skema permainan Juergen Klopp.

“Cara dia terhubung dengan tiga pemain di depan, mereka bermain secara langsung dan cara Liverpool bermain adalah cara Juergen Klopp dan Jordan adalah otak permainannya,” imbuhnya.

“Cara Liverpool bermain selama ini sama seperti yang dilakukan Dortmund saat masih dilatih Juergen. Keduanya punya banyak kesamaan,” tutup Xabi Alonso.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Minim Pengalaman, Xabi Alonso Tak Berani Latih Bayern

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Xabi Alonso mengaku belum siap melatih Bayern Munich. Sebab, pengalamannya di kursi pelatih masih belum mumpuni.

Saat ini Bayern masih ditangani oleh Hans Dieter Flick setelah Niko Kovac dipejat 1,5 bulan lalu. Performa Flick di Bayern terbilang tak buruk. Dari delapan laga, Bayern menang enam kali dan kalah dua kali. Tapi yang jadi masalah, mantan klub Alonso itu kini berada di urutan kelima klasemen dengan 27 poin. Mereka tertinggal tujuh poin dari RB Leipzig di puncak klasemen.

Maka dari itu, Bayern tak mau lama-lama tertinggal dalam persaingan juara dan secepat mungkin harus bisa kembali ke posisi teratas. FC Hollywood pun membidik Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Nama terakhir merupakan alumnus Bayern yang kini melatih Real Sociedad B.

Meski demikian, Xabi Alonso ternyata merasa belum siap untuk melatih tim sebesar Bayern. Ia merasa kemampuannya belum teruji sebagai pelatih.

Xabi Alonso - Karl-Heinz Rummenige - Bayern Munich - Diario AS
Getty Images

“Saya berada di tempat yang saya inginkan dan saat ini saya ingin berada di San Sebastian bersama Real Sociedad. Saya seorang pemula sebagai seorang pelatih dan saya tidak memiliki tujuan selain berada di sini,” kata Xabi Alonso di Soccerway.

“Saya harap saya bisa menjadi pelatih yang lebih baik, di sini di Real Sociedad, membuat karier setiap tahun yang saya inginkan dan saya merasa nyaman. Apa pun yang harus terjadi, akan terjadi. Klub-klub yang pernah saya bela mendatangkan pelatih-pelatih terbaik di dunia dan saya masih memulai,” Alonso menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Xabi Alonso Masih Terancam Masuk Bui karena Kasus Pajak

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Liverpool dan Bayern Munich Xabi Alonso masih belum bisa hidup tenang. Pasalnya kasus pajak yang menjeratnya bisa membuatnya masuk ke penjara.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Rabu (4/12/2019) pihak Jaksa Penuntut mengajukan banding dan meminta persidangan ulang untuk kasus Xabi Alonso.

Xabi Alonson Pep Guardiola
getty images

Sebelumnya pihak pengadilan di Madrid membebaskan Xabi Alonso dan akuntannya dari tiga tuduhan terkait penipuan pajak. Kasus ini mulai diajukan ke meja hijau sejak November lalu.

Menurut dakwaan awal pihak kejaksaan, Xabi Alonso bersama akuntannya dituduh tidak membayar pajak sebesar 5 juta euro dalam bentuk pajak pada periode 2010 hingga 2012.

Keputusan pengadilan di Madrid yang menyebut Alonso tak bersalah menurut pihak kejaksaan karena kesalahan mengevaluasi barang bukti. Oleh karenanya pihak kejaksaan meminta pengadilan ulang demi hukum.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Xabi Alonso: Saya Tinggalkan Real Madrid Demi Pep Guardiola

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pada akhir musim 2014, Xabi Alonso memutuskan untuk angkat koper dari Real Madrid dan memilih untuk bermain di Bundesliga Jerman bersama Bayern Munich.

Padahal Alonso baru saja mengantarkan Real Madrid meraih La Decima di Liga Champions. Ternyata di balik keputusannya tersebut, ada alasan kuat dari Xabi meninggalkan Santiagi Bernabeu.

Xabi Alonso - Karl-Heinz Rummenige - Bayern Munich - Marca
Marca

Dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Minggu (17/11/2019) Xabi menyebut bahwa faktor Pep Guardiola yang membuatnya meninggalkan Real Madrid dan bermain untuk Bayern Munich.

“Aku sangat ingin tahu rahasia dia melatih. Musim sepak bola sangat panjang dan sepertinya Pep tak pernah kehabisan tenaga,” kata Xabi.

“Dia selalu waspada, selalu siap. Untuk para pemain, mungkin ini memberi kami kesigapan agar selau tampil baik di tiap laga,” ucapnya.

Dikatakan oleh Xabi, bahwa saat bermain di Bundesliga dirinya selalu merasakan tekanan. Utamanya jika Bayern bertemu Dortmund yang saat itu masih dilatih oleh Jurgen Klopp.

“Seperti Klopp selalu ingin membuat Anda tak bebas bergerak. Dia akan selalu menjebak kita pada tekanan yang terorganisir,” kata Xabi Alonso.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Xabi Alonso Belajar Melatih dari Jose Mourinho dan Pep Guardiola

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan bintang Liverpool, Xabi Alonso sudah dua tahun terakhir menekuni karier sebagai pelatih. Kendati masih terbilang baru, mantan gelandang ini mengaku sudah memahami cara melatih yang baik dan benar sejak lama.

Pengetahuan Xabi Alonso soal melatih tentu ia dapat ketika dirinya masih berkarier sebagai pemain. Apalagi selama ini ia selalu diasuh oleh para pelatih jempolan seperti Rafael Benitez, Vicente Del Bosque, Carlo Ancelotti, Jose Mourinho, sampai Pep Guardiola.

Akan tetapi, dari sekian banyak pelatih top di atas, kebersamaannya dengan Jose Mourinho dan Pep Guardiola paling membekas. Maka tak ayal dia kerap mengadaptasi gaya melatih dua mentornya itu.

xabi alonso-DeadlineDayLine
@DeadlineDayLive

“Tentu saja saya sudah mempelajari banyak dari mereka semua. Saya sangat beruntung pernah bermain di klub-klub hebat dan dilatih pelatih lur biasa. Saya selalu mencoba untuk mendekati kapabilitas mereka untuk bagaimana memahami dan kenapa harus mengambil sebuah keputusan,” kata Alonso kepada BBC, Jumat (23/8/2019).

“Sampai sekarang saya masih menghubungi semua pelatih saya. Sangat bagus rasanya Anda berkiprah di sepak bola selama 18 tahun, dan saya benar-benar beruntung bisa belajar langsung dari Mourinho, Guardiola, maupun Del Bosque,” ia menambahkan.

Sebagai informasi, pria yang kini menjabat sebagai pelatih Real Sociedad B merasakan tangan dingin Jose Mourinho saat berada di Real Madrid. Sedangkan bersama Pep Guardiola ia rasakan dengan seragam Bayern Munich.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Xabi Alonso Tangani Tim Muda Real Sociedad

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Xabi Alonso baru saja mengundurkan diri dari jabatan pelatih tim akademi Real Madrid. Selanjutnya, pria asal San Sebastian tersebut kini mengabdi ke tim tanah kelahirannya, Real Sociedad.

Keputusan ini kebetulan sejalan dengan langkah Real Madrid melakukan rotasi kepelatihan tim akademi muda mereka. Raul Gonzales akan ditunjuk memimpin tim Castilla yang sebelumnya ditangani Alvaro Benito. Sementara Alonso tidak kuasa menolak tawaran dari Sociedad yang merupakan klub profesional pertamanya.

AS merilis, Presiden Real Sociedad, Jokin Aperribay yang langsung meminta mantan gelandang Liverpool tersebut untuk kembali. “Kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Xabi Alonso akan kembali ke klub ini,” tuturnya pekan lalu.

Xabi Alonso - Karl-Heinz Rummenige - Bayern Munich - Marca
Marca

Xabi meninggalkan ibu kota dengan prestasi cemerlang. Ia berhasil membawa tim U-14 menjadi juara di Grup 1 Divisi. Los Blancos finis di posisi teratas dengan jarak poin cukup jauh yakni 14 poin dari pesaing terdekat, Atletico Madrid.

“Aku merasa sangat bangga bisa mendapatkan kesempatan melatih para juara ini. Terima kasih untuk semua pelajaran yang sudah aku dapat selama di sini,” kata Xabi Alonso. Dalam waktu dekat, ia juga akan menerima lisensi UEFA Pro License.

Artinya, Xabi sudah memiliki izin untuk menangani semua tim di Spanyol dari mulai divisi ketiga, hingga LaLiga. Real Sociedad akan menjadi tempat pertamanya untuk memulai pengalaman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Xabi Alonso Cocok Jadi Pelatih Bayern Munich

Football5star.com, Indonesia – Karl-Heinz Rummenige mengatakan bahwa Xabi Alonso merupakan sosok yang tepat untuk menjadi pelatih di Bayern Munich suatu hari nanti. Ia pun mengaku sangat mengagumi sosok Xabi Alonso ketika masih bermain di Bayern.

Die Roten klub terakhir yang dibela Alonso sebelum gantung sepatu. Selepas pensiun, pria 37 tahun itu memutuskan untuk menjadi pelatih di tim muda Real Madrid semenjak awal 2019 lalu.

“Menurut saya, Xabi adalah gelandang terbaik yang dimiliki oleh Bayern dalam beberapa tahun ke belakang. Dia bukanlah sosok tercepat. Tapi, merupakan sosok dengan visi bermain yang sangat bagus dan pengatur serangan terbaik dari lini tengah.”

Xabi Alonso - Karl-Heinz Rummenige - Bayern Munich - Marca
Marca

“Selain itu, ia juga bisa berbicara dengan menggunakan empat bahasa serta fasih menggunakan bahasa Jerman. Dia adalah sosok yang saya harapkan akan kembali ke Bayern Munich suatu hari nanti,” kata Karl-Heinz Rummenige dikutip dari laman SportBild.

“Saat ini, dia merupakan pelatih di Spanyol. Saya rasa, musim depan ia akan mendapatkan kepercayaan untuk menangani Real Madrid U-19. Menurut saya, kami harus berusaha keras untuk mendatangkannya kembali suatu hari nanti,” tandasnya.

Kegemilangan Xabi Alonso sebagai pelatih sudah mulai terlihat. Pada bulan Maret 2019 lalu, ia berhasil membawa tim Real Madrid U-13 menggondol gelar gelar juara Division de Honor Juvenil. Sebuah kompetisi liga untuk para pemain-pemain muda di Spanyol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156435′ ]

Xabi Alonso Raih Gelar Pertama Sebagai Pelatih

Football5star.com, Indoensia – Tahun pertamanya sebagai pelatih, Xabi Alonso langsung mencatatkan torehan impresif. Ia berhasil meraih gelar perdana saat memimpin Real Madrid U-13.

Ya, Xabi Alonso baru saja ditunjuk sebagai pelatih Madrid U-13 beberapa bulan lalu. Tapi tidak butuh waktu lama baginya untuk memenangkan trofi.

Dalam sebuah kompetisi resmi kelompok umur 13 tahun yang bernama Division de Honor Juvenil, ia berhasil membawa anak asuhnya meraih juara. Kepastian tersebut didapat setelah timnya menang atas Adarve di laga final yang berlangsung Rabu kemarin.

Keberhasilan ini lantas membuat pria yang mengakhiri karier bermainnya di Bayern Munich bangga. “Ini adalah tahun pertama saya sebagai pelatih. Hasil ini tentu sangat positif,” ujar Xabi Alonso seperti dilansir BBC, Kamis (28/3/2019).

“Bintang-bintangnya adalah mereka semua. Mereka pantas mendapat trofi ini. Para pemain masih berusia 13 tahun tapi sudah melakukan hal-hal yang biasa dilakukan pemain yang lebih tua,” sambungnya.

“Mereka adalah anak-anak yang terus bertarung di lapangan, bermain, dan tahu bagaimana menderita. Tapi itu semua membuahkan hasil dan membuat kami bangga,” tambah pria yang sukses membawa Madrid juara Liga Champions itu.

Trofi ini sekaligus menjadi awal gemilang bagi pria 37 tahun dalam meniti karier sebagai pelatih. Bukan tidak mungkin pula jika pada musim depan ia dipercaya melatih tim kelompok usia yang lebih matang di Madrid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Rummenige Yakin Alonso Bisa Jadi Pelatih Hebat

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – CEO Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenige, meyakini bahwa Xabi Alonso memiliki kemampuan mumpuni untuk menjadi pelatih hebat. Ia pun berharap Alonso akan kembali ke Bayern suatu hari nanti.

Alonso memutuskan untuk pensiun di tahun 2017 lalu. FC Hollywood  merupakan klub terakhir pria 37 tahun itu sebagai pesepak bola profesional.

“Saya harap suatu hari nanti kembali ke Bayern. Dia merupakan sosok yang sangat hebat. Dia sempat bermain di bawah pelatih-pelatih yang sangat hebat dan mampu bicara beberapa bahasa yang berbeda,” ujar Rummenige dikutip dari Kicker.

Karl-Heinz Rummenige - Xabi Alonso - Bayern Munich - Squawka
Squawka

“Saya yakin ia akan menjadi pelatih sepak bola yang sangat hebat. Ketika masih bermain, dia memiliki aura pemimpin yang sangat besar. Ia berhasil membuat seluruh pemain di atas lapangan selalu mengikuti arahannya,” sambung Rummenige.

Selama tiga musim membela FC Hollywood, ia berhasil mempersembahkan tiga gelar Bundesliga serta satu DFB Pokal. Saat ini, ia sedang mengikuti kursus UEFA untuk mendapatkan lisensi pelatih profesional. Kabarnya, ia berada di kursus tersebut bersama mantan rekannya seperti Raul Gonzalez, Victor Valdes dan Xavi Hernandez. Selain itu, ia kini juga menjabat pelatih tim junior Real Madrid.

Alonso merupakan salah satu pemain dengan gelar juara terbanyak di dunia. Ia berhasil menjadi juara Liga Champions bersama Liverpool, dua kali Piala Eropa serta satu piala Dunia bersama Timnas Spanyol dan berbagai gelar individu lainnya.

Xabi Alonso Jadi Pelatih Tim Junior Real Madrid

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pemain Real Madrid, Xabi Alonso, kembali ke klub lamanya sebagai pelatih tim U-14 Los Blancos mulai musim ini.

Xabi Alonso bermain di Real Madrid pada 2009-2014. Dia turut mempersembahkan gelar Liga Champions 2013-2014 untuk Real Madrid sebelum hengkang ke Bayern Muenchen pada akhir musim tersebut.

Setelah pensiun sebagai pemain di Bayern Muenchen pada 2017, Xabi Alonso mengambil kurus kepelatihan untuk mendapatkan lisensi. Kini, Xabi selangkah lagi mendapatkan lisensi UEFA Pro dan bisa menjadi pelatih profesional. Namun sebelum itu dia harus menjajal kemampuannya di tim junior untuk melengkapi lisensi itu.

Alonso pun kini kembali ke Real Madrid untuk menjadi pelatih U-14 di sana, dilansir Football5Star.com dari Football Espana. Alonso bergabung dengan mantan-mantan pemain Real Madrid yang kemudian menjadi pelatih di tim junior Los Blancos. Sebelum Alonso, Guti Hernandez, Santiago Solari, dan Zinedine Zidane pernah merasakan posisi tersebut.

xabi alonso lionel messi zimbio com
zimbio

Pria 36 tahun itu berpeluang mengikuti jejak Zidane yang kemudian sukses melatih tim utama Real Madrid pada 2016-2018. Zidane yang bermain di Madrid sejak 2001-2006 berhasil menyabet tiga gelar Liga Champions secara beruntun sebelum memutuskan hengkang akhir musim lalu.

Semasa menjadi pemain Real Madrid, Alonso tampil 236 kali dan berandil dalam membawa timnya meraih gelar Liga Spanyol 2011-2012, Copa del Rey 2010-2011 dan 2013-2014, Piala Super Spanyol 2012, dan Liga Champions 2013-2014 yang kemudian dikenal dengan nama La Decima (gelar kesepuluh).

Xabi Alonso Percayakan Spanyol di Tangah Lopetegui

Football5star.com. Indonesia – Xabi Alonso percaya Julen Lopetegui bisa mengembalikan kejayaan La Furia Roja pada Piala Dunia 2018 nanti. Menurutnya, pelatih 51 tahun tersebut sosok tepat untuk tangani Isco dkk di Rusia.

Alonso merupakan salah satu pemain yang sukses mempersembahkan gelar dunia pada edisi 2010 silam. Kala itu, Spanyol berhasil mengungguli Belanda pada partai final dengan skor 1-0 lewat gol tungga Andres Iniesta.

Diego Costa dan Iago Aspas Timnas Spanyol-Football5star
twitter.com/SeFutbol

“Menurutku, Spanyol tetap menjadi favorit untuk Piala Dunia kali ini. Meski banyak yang menyebut tim lain lebih berpeluang, tapi aku pikir tidak ada tim yang lebih baik dibanding kami sekarang,” katanya dikutip dari Bild.

Alonso menyebut, lawan terberat yang harus dihadapi Lopetegui dan anak asuhnya adalah Jerman. Selain karena statusnya sebagai juara bertahan, Die Manschaft dikenal sebagai tim paling konsisten sejauh ini.

“Jangan lupakan Jerman yang bisa menjadi ancaman tahun ini. Kita semua tahu mereka selalu tampil bagus di setiap kompetisi. Agak mengherankan jika mereka gagal melangkah ke semifinal,” lanjut Alonso.

Spanyol tergabung ke dalam Grup B bersama Portugal, Maroko dan Iran. Mereka akah menghapus memori kelam empat tahun lalu di Brasil ketika tersingkir di babak penyisihan dengan status sebagai juara bertahan.

Iniesta Adalah Legenda Semua Orang

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Mantan penggawa timnas Spanyol, Xabi Alonso, mengatakan bahwa Andres Iniesta adalah idola bagi seluruh penggemar sepak bola di dunia. Ia pun mendukung keputusan Iniesta yang akan merumput di Jepang bersama Vissel Kobe musim depan.

Iniesta memutuskan untuk hengkang dari Camp Nou pada akhir musim lalu. Beberapa klub sempat diisukan akan menjadi pelabuhan selanjutnya bagi Iniesta. Namun, ia memilih Vissel Kobe dan akan merumput bersama Lukas Podolski di J-League musim depan.

Andres Iniesta - Football5star.com
Citizen Digital

“Andres adalah idola bagi semua penggemar sepak bola. Ia bebas melakukan apapun yang ia kehendaki,” uajr Alonso dikutip www.old.football5star.com dari Omnisport.

“Saya merasa beruntung karena mampu bermain dengannya. Dia telah melakukan banyak hal yang luar biasa untuk saya dan timnas Spanyol. Tentu saja saya juga bersyukur terhadap gol tunggalnya di final Piala Dunia. Dia akan selalu menjadi idola semua orang. Dia bebas melakukan apapun,” lanjut mantan penggawa Bayern Munich itu.

Walaupun memutuskan untuk hengkang dari Barcelona, Iniesta masih akan membela Spanyol di Piala Dunia 2018 mendatang. Ia pastinya berharap akan mampu kembali membawa La Furia Roja kembali menjadi juara dunia setelah tampil buruk di edisi 2014.

Empat tahun yang lalu, Spanyol yang berstatus sebagai juara dunia harus tersingkir di babak grup. Salah satu pertandingan Spanyol yang dikenang kala itu adalah kekalahan mereka melawan Belanda di partai pembuka. Robin van Persie dkk berhasil menang telak dengan skor 5-1.

De Jong Kenang Insiden Dengan Alonso

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Mantan gelandang bertahan timnas Belanda, Nigel De Jong, mengaku bahwa dirinya dan Xabi Alonso mungkin akan sama-sama tertawa mengenang insiden di final Piala Dunia 2010. Ketika itu, De Jong melancarkan sebuah tendangan kung fu ke arah Alonso.

Walaupun tendangannya membahayakan, De Jong tak mendapat kertu merah dari Howard Webb kala itu. Ia pun mengaku bahwa sebenarnya ia hanya  mengincar bola dan tidak melihat kedatangan Alonso.

Nigel De Jong - www.old.football5star.com
Zimbio

“Saya ingin mengambil bola ketika itu. Saya tidak melihatnya datang menerjang. Ia datang dari sudut yang tak terlihat oleh saya. Saya pun berpikir bahwa wasit akan memberikan kartu merah. Namun, ketika itu laga dipimpin oleh wasit Inggris yang mungkin cukup sering melihat insiden seperti ini,” kenang De Jong dilansir FourFourTwo.

“Saya pernah bertemu dengannya beberapa kali. Namun, kami tak pernah membicarakan insiden itu. Mungkin suatu hari nanti kami berdua akan saling mengenang insiden itu sambil tertawa. Pada akhirnya, ia memenangkan pertandingan tersebut. Jadi, mungkin suara tawa terakhir akan menjadi miliknya,” lanjut pria 33 tahun itu.

Dalam laga yang berlangsung di Afrika Selatan itu, Alonso dan rekan-rekannya sukses keluar sebagai pemenang. Gol tunggal Andres Iniesta di babak perpanjangan waktu tak mampu dibalas oleh Tim Oranye.

Kata Xabi Alonso dan Raul Soal Mundurnya Zidane

Football5star.com, Indonesia – Secara mengejutkan, Zinedine Zidane mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Real Madrid. Cukup mengherankan karena dia baru saja mempersembahkan gelar Liga Champions ke-13 untuk Los Blancos.

Keputusan ini turut mengundang komentar dari dua mantan penggawa Madrid yakni Xabi Alonso dan Raul Gonzales. Keduanya mengatakan jika tidak ada yang bisa mengatur kemana Zidane akan melangkah selanjutnya.

alonso bundesliga com
bundesliga.com

“Anda harus menghormati setiap keputusan yang sudah ia ambil. Jika ada seseorang yang pantas mendapatkan hormat dari semua orang, maka Zidane adalah sosok yang tepat,” kata mereka seperti dikutip dari Marca.

Kesuksesan Zidane di tim ibu kota Spanyol tersebut tidak diraih dalam waktu singkat. Kariernya berawal ketika menangani tim muda Madrid. Sepak terjangnya berlanjut ketika menangani Real Madrid Castilla pada 2014 lalu.

Pada saat itu pula, dirinya juga terlibat di tim utama dengan menjabat sebagai asisten pelatih bagi Carlo Ancelotti. Hingga pada 2016, secara resmi ia menjadi pelatih kepala tim utama Madrid hingga mengundurkan diri kemarin.

Meski terbilang pendatang baru di dunia kepelatihan, torehan Zidane tidak main-main. Ia merupakan pelatih pertama yang tidak dipecat selama Florentino Perez memimpin. Sesuatu yang langka jika melihat riwayat pelatih di sana.

Zidane juga merupakan orang pertama yang mampu mengantarkan Madrid menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun sejak menggunakan format baru. Ia juga memenangi seluruh trofi yang sama ketika masih aktif bermain.

Xabi Alonso Akan Jadi Pelatih Tim Junior Di Real Madrid

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Xabi Alonso kembali ke Real Madrid. Mantan pemain Bayern Munich ini datang ke Santiago Bernabeu bukan sebagai pemain tetapi dia akan memulai langkah baru dalam kariernya sebagai pelatih.

Seperti dikutip Football5star.com dari Tribalfootball, Marca melaporkan bahwa Xabi bakal mengikuti jejak Guti Hernandez dan Santiago Solari. Dua nama yang disebut terakhir ini sudah lebih dulu bergabung dengan mantan klubnya dalam kapasitas sebagi pelatih tim muda.

Saat ini Xabi dan pangeran Bernabeu, Raul Gonzalez, sedang mengikuti kursus pelatih yang diadakan UEFA di Ciudad de Futbol de Las Rozas. Kursus itu akan berakhir pada Jumat (1/6/2018) dan setelah itu, Xabi serta Raul akan mendapat sertifikat pelatih sehingga mereka sudah boleh menangani tim junior.

Xabi Alonso yakin Real Madrid dapat sapu bersih gelar musim ini

Xabi pensiun pada akhir musim lalu setelah membela Bayern Munich sejak Agustus 2014. Setelah gantung sepatu, pria yang memulai karier profesional sebagai pesepak bola di klub Real Sociedad ini menyiapkan langkah untuk menjadi pelatih dan impiannya tersebut sebentar lagi menjadi kenyataan.

Sebelum bergabung dengan Bayern, Xabi sempat berkostum Madrid, yang membelinya dari Liverpool pada Agustus 2009. Di Bernabeu, Xabi merengkuh gelar Liga Spanyol (2011-12), Liga Champions (2014), Piala Super Spanyol (2012-13) dan 2 trofi Copa del Rey (2011 dan 2014).

Selama menjadi andalan di Madrid, Xabi terlibat dalam 236 pertandingan kompetitif dengan kontribusi enam gol dan 32 assist. Produktivitasnya ini masih kalah dibandingkan dengan saat masih membela Liverpool di mana dari 210 pertandingan, Xabi menghasilkan 18 gol dan membuat sembilan assist.

Liverpool Harus Bisa Mengatasi Tekanan di Final

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Liverpool akan menghadapi Real Madrid di final Liga Champions, Minggu (27/5/2018) dinihari WIB. Bagi Xabi Alonso, penggawa The Reds harus bisa mengatasi tekanan pada laga nanti, terlebih lawan yang dihadapi adalah El Real.

Final yang akan berlangsung di Kiev, Ukraina, nanti menjadi yang pertama kali dirasakan seluruh pemain Liverpool. Untuk itu, Alonso menegaskan Jordan Henderson dkk harus bisa mengendalikan sisi emosional mereka di lapangan.

“Untuk semua pemain Liverpool ini akan menjadi final Liga Champions pertama bagi mereka. Yang harus mereka hadapi nanti adalah sisi emosional dan mengendalikan tekanan yang ada,” kata Alonso seperti dikutip Football5star.com dari Firstpost, Senin (21/5/2018).

“Jika mereka bisa mendapatkan keseimbangan yang tepat antara kesenangan dan motivasi, itu akan menjadi cara yang pas karena hal tersebut sangat dibutuhkan di final ini,” ia menuturkan.

Xabi Alonso - Liverpool
talksport.com

Pria yang pernah membela Liverpool dan Madrid ini menambahkan bahwa Los Blancos punya segalanya untuk memenangkan pertandingan. Selain skuat mumpuni, pengalaman segudang anak asuh Zinedine Zidane juga sudah teruji di tingkat Eropa.

Ini pula yang akan menjadi tantangan tambahan skuat Juergen Klopp. Baginya, Liverpool tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun demi menjaga peluang juara.

“Liverpool harus mempersiapkan diri dan tidak boleh melakukan kesalahan karena Madrid mempunyai segalanya untuk memenangkan pertandingan,” tutup pria yang memutuskan pensiun musim lalu itu.

Kunci Kemenangan Di Laga Bayern Vs Madrid Menurut Alonso

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Bayern Munich akan menghadapi Real Madrid di Stadion Allianz Arena pada leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (26/4/2018). Xabi Alonso menyatakan bahwa ketajaman striker akan menjadi kunci kemenangan di pertandingan tersebut.

xabi alonso, bayern munich (zimbio.com)
zimbio.com

Mantan pemain Bayern dan Madrid tersebut menilai kedua tim itu nyaris tak memiliki kelemahan. Namun, barisan penyerang dari masing-masing klub akan menentukan hasil dari laga itu.

“Untuk kedua klub, semifinal ini adalah peluang besar. Pada tahap ini, mereka nyaris tidak dapat memiliki kelemahan. Anda harus bermain solid, dan pemain kunci, terutama para striker, mereka perlu membuat perbedaan,” kata Alonso seperti dikutip Football5star dari Football Espana, Rabu (25/4/2018).

“Striker mana saja yang memiliki dampak terbesar akan mendapatkan keuntungan besar. Saya pikir itu kedua klub tersebut cukup seimbang saat ini,” sambungnya.

“Madrid akan harus bertahan dalam beberapa saat. Tetapi Bayern harus berhati-hati dengan serangan Madrid,” tutupnya.

Alonso juga menilai Bayern wajib mewaspadai Penyerang andalan Los Merengues, Cristiano Ronaldo. Musim ini saja di Liga Champions, bintang sepak bola Portugal tersebut mencatatkan 15 gol.

Sedangkan Striker Die Roten, Robert Lewandowski hanya menciptakan lima gol di Liga Champions musim ini. Di sisi lain, leg kedua nanti akan berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (2/5/2018).

Barcelona Tersingkir, Madrid Kehilangan Lawan Sebanding

Football5star.com, Indonesia – Tersingkirnya Barcelona dari Liga Champions membuka jalan Real Madrid untuk mencatatkan hat-trick terbuka lebar. Setidaknya itulah yang dipikirkan mantan pemain Los Blancos, Xabi Alonso.

“Real tampil sangat nyaman dalam beberapa pertandingan terakhir. Sepak terjang mereka seperti perahu yang melaju kencang. Sulit untuk dihentikan. Sepertinya mereka bisa menjadi juara lagi musim ini,” ujar Alonso dari Marca. 

Roma Vs Barcelona (zimbio.com)
zimbio.com

Lionel Messi dkk kalah agresivitas gol tandang dari AS Roma di Stadio Olimpico, Rabu (11/4) dini hari. Bermain di hadapan pendukung lawan, Barca tampil melempem dari takluk tiga gol tanpa balas.

Dengan hasil ini, Blaugrana selalu gagal melewati delapan besar selama tiga musim terakhir. Sementara bagi Giallorossi, ini merupakan pertama kalinya mereka lolos ke semifinal sejak berganti formasi menjadi Liga Champions.

Langkan Madrid untuk melaju ke empat besar cukup terbuka lebar kali ini. Pasalnya, pada pertemuan pertama di Juventus Stadium pekan lalu, Cristiano Ronaldo dkk berhasil menang tiga gol tanpa balas.

Pasukan Zinedine Zidane cukup bermain imbang untuk kembali mengubur mimpi Gianluigi Buffon mengangkat trofi Si Kuping Besar. Terlebih, mereka akan bermain di kandang sendiri yang sudah pasti akan mendapat dukungan penuh dari penonton.

Alonso Sudah Kantongi Modal Untuk Jadi Pelatih

Football5star.com, Indonesia – Xabi Alonso, Legenda Liverpool mengaku cocok menjadi seorang pelatih. Dia yakin, pengalamannya dibesut oleh beberapa juru taktik hebat di berbagai klub dapat membantu calon kesibukan barunya tersebut.

Tercatat, ada empat nama besar yang pernah berkesempatan melatih Alonso. Mereka adalah Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, Jose Mourinho dan Rafael Benitez.

alonso as com
as.com

“Saya memiliki pengalaman dan saya telah bekerja dengan banyak manajer yang baik dalam dekade terakhir. Tetapi bekerja dengan dan menjadi manajer hebat adalah situasi yang berbeda,” kata Alonso dikutip dari liverpoolfc.com, Sabtu (24/3/2018).

“Anda perlu membangun kepribadian Anda sendiri, gaya Anda sendiri, karakter Anda sendiri – bagaimana Anda mendekati para pemain? Itu cerita yang berbeda, tetapi kita akan lihat nanti,” sambungnya.

Sebelumnya, Alonso pernah dikait-kaitkan untuk melatih mantan klubnya asal Spanyol, Real Sociedad. Namun, pria yang gantung sepatu pada 2017 tersebut menolak dengan halus karena tak enak dengan juru taktik La Real, Eusebio Sacristán.

Alonso kemudian juga pernah santer dikabarkan bakal menjadi suksesor dari taktiksi Bayern Munich, Jupp Heynckes. Namun, lagi-lagi dirinya menolak isu tersebut.

Di sisi lain, Alonso mencetak satu gol dalam laga charity match antara Legenda Liverpool menghadapi Bayern Munich tersebut. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Anfield, Sabtu (24/3/2018) itu berakhir dengan skor 5-5.

 

Ini Dia Dua Klub Spesial Dalam Karier Xabi Alonso

Football5star.com, Indonesia – Xabi Alonso mengatakan bahwa ada dua klub yang menjadi tempat spesial dalam kariernya. Pertama, klub asal Inggris, Liverpool dan yang kedua raksasa dari Bundesliga, Bayern Munich.

Xabi Alonso - Liverpool
talksport.com

“Untuk mengenal Bayern sangat istimewa. Untuk mengetahui Liverpool adalah spesial. Mereka berdua memiliki identitas mereka sendiri, filosofi besar, dukungan besar dari para penggemar. Mereka adalah klub besar. ” ucap pria asal Spanyol tersebut dikutip dari liverpoolfc.com, Sabtu (24/3/2018).

Alonso kembali pulang ke Stadion Anfield untuk melakoni sebuah laga amal, Sabtu (24/3/2018). Pertandingan tersebut mempertemukan dua klub yang spesial baginya, Liverpool dan Bayern Munich.

Di babak pertama, Alonso bermain berseragam The Reds bersama Steven Gerrard dkk. Sedangkan di babak kedua, dia berganti tim dan memperkuat Bayern Munich. “Saya bingung pada saat itu! Saya belum berganti baju, jadi saya jadi bingung!” ucapnya sebelum pertandingan.

Alonso menyumbangkan satu tim di laga yang berksudahan dengan skor 5-5 tersebut. Gol yang dia ciptakan tersebut bermula dari tendangan bebas.

Di sisi lain, Alonso pernah berseragam Liverpool pada 2004 hingga 2009 lalu. Selama lima musim tersebut dia menyumbangkan enam trofi bagi The Reds salah satunya, Liga Champions musim 2004/05. Sedangkan tiga tahun bersama Bayern Munich, Alonso memberikan lima trofi bagi Die Roten.

Mantan Pemain Sebut Bayern Munich Butuh Saingan di Bundesliga

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang Bayern Munich, Xabi Alonso, menyebut saat ini Die Roten seperti bermain sendirian di Bundesliga. Dirinya menekankan agar tim lain berusaha lebih keras untuk memberikan perlawanan.

Sejauh ini, anak asuh Jupp Heynckes memiliki peluang terbesar untuk menjadi juara. Mereka kokoh di puncak dengan mengoleksi 66 poin. Unggul 17 angka dari Schalke 04 satu strip di bawah. Sementara Borussia Dortmund, mengikuti dengan 48 angka.

alonso si com
si.com

Thomas Mueller dkk hanya butuh empat poin tambahan untuk mengunci gelar musim ini. Batas aman poin mereka adalah 71 poin. Jumlah tersebut tak mungkin lagi terkejar oleh Schalke yang hanya bakal maksimal meraup 70 angka.

“Sebenarnya ada Borussia Dortmund yang bisa melakukannya. Tapi, bukannya semaki sengit, justru grafik permainan mereka mengendur. Justru gap dengan Bayern jadi semakin lebar,” ujar Xabi dikutip Marca. 

“Situasi ini tidak bagus untuk atmosfer liga. Bayern jelas butuh rival untuk menggangu mereka. Siapapun harus bisa melakukannya tak peduli itu Dortmund, Scalke, atau Leipzig,” lanjutnya.

Alonso menghabiskan masa senja kariernya di klub asal Bavaria tersebut. Selepas kontrak di Madrid berakhir, ia selama tiga musim  mempersembahkan beberapa gelar seperti tiga juara liga, satu Piala dfb-Pokal dan satu Piala Super Jerman.