Eks Timnas Prancis: Tahun Depan, Kylian Mbappe Cabut dari PSG

gamespool
Eks Timnas Prancis: Tahun Depan, Kylian Mbappe Cabut dari PSG 4

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang timnas Prancis, Youri Djorkaeff, mengatakan bahwa Kylian Mbappe akan meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG) dalam waktu dekat. Menrut Djorkaeff, takdir Mbappe bukanlah berada di PSG hingga satu dekade ke depan.

Mbappe masih terikat kontrak hingga 2022. Apabila Mbappe tak kunjung menandatangani perpanjangan kontrak, maka ia diprediksi bakal hengkang dari Parc des Princes pada musim panas 2021. Pasalnya, Les Parisiens tak ingin kehilangan Mbappe secara cuma-cuma ketika kontraknya usai.

“Saya rasa, tahun depan Kylian Mbappe akan mendapat momen yang tepat untuk pindah ke klub lain. Saat ini, dia sudah bermain di PSG selama empat tahun. Saya tak yakin dia akan bertahan di sana hingga 10 tahun ke depan,” ujar Youri Djorkaeff dikutip dari Metro.

Kylian Mbappe - PSG - Prancis - Youri Djorkaeff - @psg
instagram.com/psg

“Masa depannya adalah bermain di klub-klub besar Eropa dan meraih banyak gelar bergengsi. Sama seperti banyak legenda timnas Prancis lainnya,” kata Djorkaeff menambahkan.

Lebih lanjut, Djorkaeff merasa yakin Mbappe akan bisa membawa PSG meraih gelar Liga Champions musim ini. Kegagalan musim lalu akan menjadi motivasi terbesar Mbappe untuk mempersembahkan gelar Eropa pertama untuk Les Parisiens.

“Musim lalu, Mbappe memiliki kesempatan besar untuk meraih gelar Liga Champions. Saya rasa, musim ini ia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mencapai target tersebut.”

“Skenario idealnya adalah, Mbappe akan mempersembahkan gelar Liga Champions untuk PSG sebelum hengkang. Hal itu tentu akan membuat semua orang senang,” tutup Djorkaeff.

Henrikh Mkhitaryan: Youri Djorkaeff Mendorong Saya untuk Jadi Pesepak Bola

dinasti
Henrikh Mkhitaryan: Youri Djorkaeff Mendorong Saya untuk Jadi Pesepak Bola 8

Football5Star.com, Indonesia – Pemain AS Roma, Henrikh Mkhitaryan, mengatakan bahwa alasan dia menjadi pesepak bola karena dia menonton Youri Djorkaeff di Piala Dunia 1998. Alasan kenapa dia menyukai Djorkaeff karena dia orang Armenia.

Djorkaeff lahir dari ibu yang merupakan orang Armenia, negara asal Mkhitaryan. Apalagi saat itu dia bisa membawa Prancis menjadi juara dunia.

“Dia adalah salah satu idola saya di timnas Prancis saat mereka bermain di Piala Dunia 1998. Dan saya mendukung dia karena dia adalah orang Armenia dan bermain di salah satu klub terbaik, Inter,” ucap Mkhitaryan seperti dikutip Football5Star.com dari akun Youtube Serie A.

Youri Djorkaeff Sky Sports
Sky Sports

Pemain timnas Armenia itu melanjutkan, “saya mencoba meniru cara dia berlari, cara dia menendang bola, cara dia bergerak, dan saya berterima kasih padanya karena dia yang mendorong saya untuk menjadi pemain sepak bola.”

AS Roma akan menjalani pertandingan pertama mereka setelah jeda dengan melawan Sampdoria, Kamis (25/6/20). Mkhitaryan mengatakan bahwa timnya harus memenangkan pertandingan untuk bisa menempel ketat Atalanta yang berada di 4 besar.

“Kami membuang point penting saat melawan tim kecil. Tapi semuanya bisa bermain sepak bola dan itu bukan berarti Anda bisa menang melawan tim kecil. Kami punya banyak pemain baru, yang mana ini tidak mudah karena membangun tim butuh waktu,” kata Henrikh Mkhitaryan.

Pemain pinjaman dari Arsenal itu melanjutkan, “ini tak akan menjadi laga yang mudah untuk kami dan mereka. Semuanya ada ditangan kami dan kami harus mencoba membuat momen untuk memenangkan pertandingan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mengaku Interisti, Ferdinand Sinaga Juga Idolai Legenda AC Milan

Mengaku Interisti, Ferdinand Sinaga Juga Idolai Legenda AC Milan 12

Football5Star.com – Indonesia, Striker PSM Makassar, Ferdinand Sinaga, ternyata seorang Interisti yang menggemari Inter Milan. Dia sudah jatuh cinta kepada rival sekota AC Milan itu sejak era Youri Djorkaeff.

Djorkaeff sendiri memperkuat AC Milan pada 1996 sampai 1999. Dilansir dari Transfermarkt, legenda kelahiran Lyon, Prancis itu memainkan total memainkan 127 pertandingan dengan mengemas 39 gol dan delapan assist untuk Inter Milan.

Nah, penampilan apik eks pemain AS Monaco itu membuat Ferdinand Sinaga jatuh cinta kepada Inter Milan. Dia bahkan sudah menetapkan diri sebagai Interisti.

“Tim favorit saya Inter Milan. Saat itu, Inter masih diperkuat Youri Djorkaeff. Saya langsung senang sekali dengan Inter,” ungkap Ferdinand dikutip dari kanal YouTube pribadinya.

Ferdinand Sinaga: Maki Saya Tak Apa, Asal Jangan Keluarga!

Sedangkan, untuk pemain favorit Ferdinand memilih legenda Inter Milan lainnya, Alvaro Recoba. Tapi yang menarik selain Recoba, dia jua mengidolai salah satu eks pemain AC Milan, Rivaldo.

“Peman idola saya di Indonesia itu, Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa. Kalau di luar Recoba sama Rivaldo, karena mereka sama-sama punya kaki kiri yang kuat,” sambung dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ferdinand Sinaga jua mengaku rindu bermain di hadapan suporter PSM Makassar di Stadion Mattoangin. Dia berharap pandemi virus corona segera berakhir.

“Yang jelas saya rindu di Mattoangin rindu atmosfer, rindu bermain dan bertanding bersama teman-teman. Semoga COVID cepat selesai, liga bisa dimulai dan kita bersama-sama lagi,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Legenda Prancis Merasa Perlu Adanya Perubahan di Kubu PSG

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Prancis, Youri Djorkaeff, merasa perlu adanya perubahan di dalam klub Paris Saint-Germain. Hal ini diutarakan Djorkaeff pada kesempatan tur trofi Liga Europa menyusul hasil buruk yang didapat PSG menjelang akhir musim.

Paris Saint-Germain tertatih-tatih meskipun akhirnya mampu menjuarai Liga Prancis, kalah di final Piala Prancis melalui adu penalti melawan Rennes, dan tersingkir pada babak 16 Liga Champions dari Manchester United.

Setelah rentetan hasil mengecewakan, Djorkaeff yang sempat memperkuat PSG pada musim 1995-96, menilai masa libur kompetisi sangat penting bagi klub untuk melakukan perubahan.

“Beberapa perubahan harus terjadi. Menurut saya, hal utama yang perlu dipertanyakan, mengetahui siapa yang berada di PSG dan apa yang mereka kerjakan.”

Youri Djorkaeff Sky Sports
skysports.com

“Saya berbicara tentang para pemain dan staf. Pada tahap tertentu, Anda perlu menempatkan orang-orang yang benar-benar ingin berada di sana serta membantu meningkatkan klub. Setelah pertanyaan ini terjawab, masalah akan terselesaikan.” jelas Djorkaeff.

Djorkaeff menyoroti kinerja Tuchel terutama di Liga Champions. Sebab, pencapaian di kompetisi Eropa tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

“Ambisi Paris Saint-Germain adalah mencapai semifinal Liga Champions. Itu sebabnya kami peduli, tentang apa yang kurang dari apa yang mereka capai.”

“Liga Champions setiap tahunnya masa pembelajaran. Masalah yang dihadapi setiap tahunnya selalu sama, melakukan kesalahan yang sama. Kemudian kami bertanya pada diri sendiri, kenapa PSG tak dapat melewatinya.” lanjut Djorkaeff.

Youri Djorkaeff yang sempat mempersembahkan gelar juara Piala Winner bagi Paris Saint-Germain pada musim 1995-96, merasa perlu orang-orang di klub harus mengubah filosofi dan identitas klub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nainggolan Jadi Pembelian Terbaik Inter Versi Djorkaeff

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Legenda Inter Milan, Youri Djorkaeff, menyambut baik kedatangan Radja Nainggolan. Ia bahkan menyebut pemain yang didatagkan dari AS Roma itu sebagai pembelian terbaik I Nerazzuri musim ini.

Nainggolan sejatinya baru diturunkan pelatih Luciano Spalletti pada giornata ketiga melawan Bologna. Walau begitu, ia langsung menunjukkan performa cemerlang dengan mencetak gol pada kemenangan 3-0 Inter tersebut.

Kontribusi maksimal ini pula yang membuat Djorkaeff langsung kepincut dengan pemain berdarah Indonesia itu. Dirinya pun yakin Nainggolan akan menjadi idola baru para Interisti.

Youri Djorkaeff - Inter Milan - Football5star - interit
inter.it

“Nainggolan jadi pembelian terbaik tim musim ini. Dia pemain yang dibutuhkan Inter. Dia menjadi jaminan tim, terutama dalam hal mencetak gol. Saya yakin ia mampu memberikan yang terbaik dan menjadi idola baru fans,” kata Djorkaeff kepada Corriere dello Sport, Rabu (12/9/2018).

Dalam kesempatan yang sama, pria asal Prancis itu juga mengomentari performa mengecewakan Inter pada tiga laga awal Serie A musim ini. Kendati demikian, dirinya yakin La Beneamata akan bermain sesuai ekspektasi, termasuk di Liga Champions.

“Saat sebuah tim mendatangkan tujuh sampai delapan pemain baru, pasti ada kesulitan untuk mereka menyatu dengan cara bermain tim. Butuh waktu untuk mereka menemukan formasi yang tepat,” ia menambahkan.

“Sedangkan di Liga Champions Inter tergabung di grup yang berat. Tapi saya suka Inter yang sekarang dan yakin mereka mampu memberikan yang terbaik,” tutupnya.

Bagi Djorkaeff, Tiket Pertandingan Lebih Sakti Daripada Passpor

Football5star.com, Indonesia – Youri Djorkaeff pernah menikmati masa keemasan bersama Inter Milan dalam rentang waktu 1996 hingga 1999. Salah satu momen ikoniknya adalah saat mencetak gol ke gawang AS Roma.

Pada laga tersebut, Djorkaeff melepaskan tendangan gunting ke gawang AS Roma pada 1997. Dalam laga tersebut, Nerrazzuri berhasil menang dengan skor 3-1 dan pria asal Prancis tersebut sukses menjadi top skorer klub di akhir musim.

Berkat golnya tersebut, namanya semakin dikenal publik dunia. Terutama setelah Inter mencetak tiket kandang dengan gambar dirinya ketika melakukan tendangan akrobatik tersebut. Usut punya usut, gambar tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi Djorkaeff.

“Gol tersebut sesuai dengan ciri khas Inter dan dibicarakan oleh seluruh dunia. Aku ingat seluruh Curva Nord berdiri dan kami pun merasa bahagia sebagai tim,” kata Djorkaeff.

Dalam wawancara yang dilakukan bersama Inter, Djorkaeff mengaku tiket tersebut lebih sakti daripada passpor. Bahkan, dengan tiket tersebut, dirinya bisa dengan mudah mendapat tempat duduk di beberapa restoran.

“Aku selalu menyimpannya di kantongku ketika melakukan perjalanan. Ketika aku masuk Italia, aku tidak menggunakan passpor, tapi tiket ini. Mereka langsung memberiku jalan,” lanjutnya.

Selama tiga musim berseragam Inter, ia mencetak 39 gol dari 137 pertandingan di semua ajang. Torehan kolektifnya untuk publik Giuseppe Meazza adalah satu kali juara Liga Europa pada musim 1996/97 di Parkstadion, Jerman.

Mbappe Harus Fokus Bela Timnas Terlebih Dahulu

Football5star.com, Indonesia – Striker masa depan Timnas Prancis, Kylian Mbapee, dianjurkan agar fokus bela Timnas Prancis pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018, ketimbang rumor transfernya. Hal itu diutarakan oleh salah satu skuat pemenang Piala Dunia 1998, Youri Djorkaeff. Ia mengatakan bahwa Mbappe akan punya karier yang bagus jika sukses bersama timnas.

“Dia akan memiliki karir yang hebat dan harus mengerti bahwa tim Prancis berada di atas segalanya. Jika dia memberikan segalanya untuk dipilih, The Blues akan memberinya seratus kali lipat. Dia tidak boleh melupakannya,” ujar Djorkaeff dikutip dari media Prancis, Le Figaro, Rabu (30/8/2017).

Mantan pemain Paris Saint-Germain itu menyatakan bagus apabila Mbappe bergabung dengan PSG. Namun, ia juga menyarankan pemain asal AS Monaco itu bertahan di klubnya saat ini atau pindah ke Real Madrid.

“Bahwa dia bergabung dengan PSG, kita akan melihat ke depan jika itu adalah pilihan yang tepat. Bagi saya, itu akan sama bagusnya di Monaco atau Madrid. Jelas, anak ini bisa bermain di semua klub terbaik di dunia,” tutur pria berusia 49 tahun itu.

Sejauh ini, Mbapee baru empat kali bermain untuk timnas senior Prancis. Ia belum pernah sekalipun mencetak gol, hanya satu assist yang ia berikan kala mengalahkan Inggris 3-2 dalam pertandingan persahabatan, Juni lalu. Debutnya berseragam timnas pada Maret lalu kala mengalahkan Luxemburg 3-1 pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018.

Djorkaeff: Seluruh Negara Iri Pada Timnas Prancis

Football5star.com, Indonesia – Legenda Timnas Prancis, Youri Djorkaeff, memuji lini serang tim nasional negaranya. Menurutnya, seluruh negara akan iri melihat stok penyerang mereka dan memimpikan hal tersebut.

Timnas Prancis kini dihuni oleh berbagai penyerang berbakat. Diantaranya adalah, Antoine Griezmann, Alexandre Lacazette, Olivier Giroud, Kevin Gameiro, hingga yang paling fenomenal, Kylian Mbappe. Total dalam enam laga di babak Kualifikasi Piala Dunia 2018, mereka telah mencetak enam gol.

“Seluruh dunia iri pada kita. Deschamps memiliki pilihan serangan yang luar biasa. Serangannya serbaguna, sulit diredam, bisa bermain melawan, terus bertarung. Sejujurnya, sangat mengesankan di semua level meski, di awal musim, semua pemain belum tampil dalam kondisi prima,” ujar Djorkaeff saat diwawancarai oleh Le Figaro, Kamis (31/8/2017).

Meski demikian, Prancis belum bisa untuk berbangga diri. Pasalnya, mereka belum memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2018. Sejauh ini, belum ada tim Eropa yang berhasil lolos. Namun, dirinya yakin pelatih Les Blues, Didier Deschamps, bisa menangani tekanan tersebut.

“Bisakah kesempatan Les Blues gagal masuk Piala Dunia 2018 lewat begitu Saja?” tanya Djorkaeff.

“Didier tahu bagaimana menangani hal-hal ini. Pada tingkat tertinggi, anda harus sadar bahwa kekalahan dalam pertandingan dapat memiliki konsekuensi yang sangat besar dan  kita harus memulainya kembali. Inilah yang terjadi di Swedia. The Blues harus memperbaiki kejadian kamis malam itu. Karena, tidak berpartisipasi di Piala Dunia akan menjadi sebuah  kegagalan besar. Tapi kita tidak mau seperti itu,” tutupnya.

Jelang Lawan Belanda, Djorkaeff Remehkan Tim Oranye

Football5star.com, Indonesia – Jelang pertemuan Timnas Prancis melawan timnas Belanda di ajang kualifikasi Piala Dunia 2018, Kamis (31/8/2017), Legenda Les Blues, Youri Djorkaeff angkat bicara. Ia meremehkan Tim Oranye karena mereka sebelumnya absen pada Piala Eropa 2016 lalu. Pertemuan tersebut akan berlangsung di Stadion Stade de France, Prancis.

“Belanda telah melewatkan Euro. Tidak menguntungkan untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia di Rusia dalam keadaan itu. Bagi bangsa seperti Belanda, melewatkan dua kompetisi internasional yang hebat, itu akan menjadi noda,” ungkap Djorkaeff saat diwawancarai Le Figaro, Rabu (30/8/2017).

“Apa yang terjadi di tim Prancis saat ini menjadi motivasi berlipat-lipat bagi Belanda. Ketika kita melihat beberapa transfer, klub mengumumkan pemain hebat yang datang (ke Liga Prancis), mereka memimpikannya,” lanjut pria yang pernah mengantarkan Prancis juara Piala Dunia 1998 itu.

“Mereka akan berusaha membuat kita berusaha keras. Secara teknis, kita lebih baik dari mereka, hanya dengan pertarungan fisik sehingga mereka bisa menghalangi kita.”

Di sisi lain, kedua negara tersebut sudah bertemu sebanyak 25 kali di seluruh ajang internasional. Prancis lebih unggul dari Belanda dengan menang 12 kali, imbang 2 kali, dan sisanya kalah 10 kali.

Pertemuan pertama terjadi pada 1908, kala itu Belanda mengalahkan Prancis dengan skor 4-1, dalam sebuah pertandingan persahabatan.

Sedangkan terakhir kali mereka bertemu adalah pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018, Mei 2016 lalu. Saat itu pertandingan dilaksanakan di Stadion Amsterdam Arena. Prancis berhasil menang 1-0 melalui gol dari Paul Pogba.

Liga Spanyol: Daripada ke Manchester United, Griezmann Mending di Atletico

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Tim Nasional Prancis Youri Djorkaeff meminta bomber Atletico Madrid Antoine Griezmann untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan soal masa depannya.

Griezmann kembali tampil gemilang musim ini. Ia sudah mencetak 22 gol di semua kompetisi. Pemain asal Prancis itu pun terus dihubungkan dengan Manchester United.

Menurut Djorkaeff, Griezmann harus mempertimbangkan untuk bertahan di Atletico. Sebab, klub yang bermarkas di Vicente Calderon itu tampil gemilang dalam beberapa musim terakhir dan lebih baik dari MU saat ini.

“Anda tahu, keputusan ini milik Griezmann, tapi ini semua tentang apa yang Anda tawarkan,” kata Djorkaeff kepada Omnisport.

“Orang-orang berpikir bahwa Atletico lebih rendah daripada semua klub besar lainnya. Namun Atletico tampil dalam dua dari tiga final Liga Champions terakhir, mereka juga memenangkan La Liga dan Copa del Rey.”

“Mereka telah memenangkan banyak trofi, mereka telah memainkan banyak final juga. Mereka mungkin kalah di final di Liga Champions. Namun, hanya ada beberapa klub dalam beberapa tahun terakhir yang telah mencapai final,” Djorkaeff menambahkan.

Griezmann sendiri telah membela Atletico sejak 2014. Total, mantan pemain Real Sociedad itu tampil dalam 149 pertandingan dan mencetak 79 gol di semua kompetisi.

Berita Bola: Legenda Prancis: Pogba Harus Tinggalkan Juventus

Legenda sepak bola Prancis, Youri Djorkaeff, menyarankan agar Paul Pogba meninggalkan Juventus pada bursa transfer musim panas ini.

Pogba menjadi salah satu nama terhangat di rumor transfer kali ini. Kendati Juventus dikabarkan siap berjuang mati-matian sang bintang, namanya tetap terus dikaitkan dengan klub-klub ternama Eropa lainnya, seperti Real Madrid dan Manchester United. Klub yang terakhir disebut bahkan diklaim telah siap menggelontorkan dana hingga 80 juta Poundsterling.

Djorkaeff menilai bahwa sudah saatnya pemain berusia 23 tahun tersebut untuk meninggalkan Bianconeri. Ia berharap agar pihak klub tidak menghalangi Pogba jika sang gelandang memang ingin pindah.

“Pogba harus meninggalkan Juventus, dan Juventus harus mengizinkannya pergi,” ucap Djorkaeff kepada Gazzetta dello Sport.

“Tidak ada gunanya menahan seorang pemain yang ingin bermain bagi klub terbesar. Selain itu, Juventus juga akan mendapatkan banyak uang,” tambah dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, Djorkaeff, yang pernah menjuarai Piala Dunia 1998 bersama Prancis, juga mengutarakan pendapatnya mengenai performa Pogba di Piala Eropa 2016.

“Terlalu banyak mata yang tertuju kepada dirinya. Ia memiliki kualitas hebat, tetapi ia tidak bisa menanggung seluruh beban tim nasional. Ia juga belum menemukan peran yang sebenarnya di atas lapangan,” terang mantan penggawa Inter Milan tersebut.

“Ia bisa menjadi pemain sehebat (Michel) Platini atau (Zinedine) Zidane, tetapi ia harus berjalan selangkah demi selangkah,” lanjutnya.