Gelandang Korsel Ini Akhirnya Resmi Jadi Pemain Naturalisasi Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Penantian panjang gelandang Korea Selatan, Yu Hyun-koo menjadi pemain naturalisasi Indonesia berakhir juga. Hal itu setelah proses dirinya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) akhirnya selesai.

Memang, mantan pemain Sriwijaya FC itu sudah beberapa tahun terakhir mengajukan permohonan naturalisasi menjadi WNI. Dia berjuang mengurus administrasi sendiri hingga sempat tertipu uang puluhan juta.

Kini, penantian Yu berakhir. Dia resmi menjadi pemain naturalisasi Indonesia setelah dibantu oleh Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex. Sosok yang pernah main untuk Kalteng Putra itu lega.

Pemain Korsel Ini Batal Dinaturalisasi Indonesia? Yu Hyun-koo, Semen Padang, Korea Selatan Gelandang Korsel Ini Akhirnya Resmi Jadi Pemain Naturalisasi Indonesia

“Saya sangat senang karena saya memang sudah mengurusnya cukup lama dan semua persyaratan sudah terpenuhi. Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Dodi Reza Alex, bapak Beni Hernedi selaku bupati/wakil bupati Muba yang telah membantu proses naturalisasi saya selama ini,” ungkap Yu Hyun-koo dikutip dari Sriwijaya Post.

“Saya memang menjaga kondisi di Sekayu karena manajemen Muba United sangat membantu dalam proses naturalisasi saya, sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” sambung dia.

Setelah resmi jadi pemain naturalisasi Indonesia, Yu praktis dibolehkan memperkuat klub Liga 2. Manajer Muba United, Achmad Harris pun menyambut baik kabar tersebut.

“Dulu bapak Dodi Reza membantu proses naturalisasi Alberto Goncalves dan Esteban Viscarra, kini hal yang sama juga beliau lakukan terhadap Yu. Kami doakan semoga kedepan Yu bisa membantu meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia,” ujar Achmad Harris memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Korsel Ini Batal Dinaturalisasi Indonesia?

Pemain Korsel Ini Batal Dinaturalisasi Indonesia? 7

Football5Star.com, Indonesia – Mimpi pemain asal Korea Selatan, Yu Hyun-koo untuk menjadi warga negara Indonesia tampaknya bakal pupus. Sebab, manajemen Semen Padang mengaku mungkin tak akan melanjutkan proses naturalisasi sang pemain karena memang beberapa hal, salah satunya soal prioritas.

Seperti diketahui, sebenarnya Yu Hyun-koo memang sempat menjadi salah satu nama yang bakal diajukan untuk menjadi WNI. Semen Padang menjadi sponsor naturalisasinya. Dia diharapkan bisa membela tim untuk Liga 2 2020.

Akan tetapi tampaknya proses naturalisasi eks pemain Sriwijaya FC itu masih menjadi mimpin. Manajer Semen Padang, Effendi Syahputra, menyebut kalau sampai saat ini naturalisasi itu tak menjadi prioritas skuat.

Pemain Korsel Ini Batal Dinaturalisasi Indonesia? Yu Hyun-koo, Semen Padang, Korea Selatan

“Saya anggap tidak menjadi prioritas utama saat ini buat klub karena kebutuhan lain yang perlu dibenahi untuk klub,” ungkap Effendi Syaputra, dikutip dari Antara.

“Saya pikir sulit untuk naturalisasi (Yu Hyun-koo) saat ini. Saya sudah dapat info valid soal itu. Kalau klub lain mau mencoba ya silakan,” sambung dia.

Effendi jua mengklarifikasi kalau Semen Padang lah yang ogah melanjutkan proses naturalisasi itu. Dia menyebut kalau memang saat ini memang sulit mengurus naturalisasi.

“Bolanya bukan di kita karena kita bantu untuk rekomendasikan tapi yang mengurus kan bukan kita. Ada agen khusus yang mengurus itu,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Semen Padang Tak Mau Lagi Bantu Proses Naturalisasi Yu Hyun-koo

Semen Padang Tak Mau Lagi Bantu Proses Naturalisasi Yu Hyun-koo 11

Football5star.com Indonesia – Klub Liga 2, Semen Padang, akhirnya mengurungkan niat membantu proses naturalisasi gelandang asal Korea Selatan, Yu Hyun-koo. Namun, tim beralias Kabau Sirah itu punya alasan kuat untuk membuat putusan tersebut.

Yu Hyun-koo, yang sempat bergabung dengan Semen Padang pada paruh musim Liga 1 2019, memang tengah menjajaki peluang menjadi WNI (Warga Negara Indonesia). Semula, klub siap membantu sekaligus memberi rekomendasi. Namun, niat itu akhirnya diurungkan.

Yoo Hyun-koo - Kalteng Putra - PSM Makassar - Piala Presiden
pssi.org

Manajer Semen Padang, Effendi Syahputra, mengaku pihaknya bukan tidak mau membantu proses naturalisasi Yu Hyun-koo. Akan tetapi, peluang pemain berpaspor Korea Selatan itu menjadi WNI dirasa cukup kecil.

“Saya anggap tidak menjadi prioritas utama saat ini buat klub karena kebutuhan lain yang perlu dibenahi untuk klub,” kata Effendi Syahputra seperti dikutip Football5star.com dari Antaranews.

Effendi Syahputra mengatakan, pihak klub posisinya hanya membantu proses naturalisasi. “Saya pikir sulit untuk naturalisasi saat ini. Saya udah dapat info valid soal itu. Kalau klub lain mau mencoba, ya silakan,” katanya.

Kabar soal mundurnya Semen Padang dari rencana membantu Yu Hyun-koo sempat melebar. Alhasil, tak sedikit yang lantas mencibir pihak klub. Effendi Syahputra bilang, klub sudah berusaha maksimal tapi proses yang dihadapi memang rumit.

“Kami bantu untuk rekomendasikan. Tapi yang mengurus kan bukan kami. Ada agen khusus yang mengurus itu,” kata dia melanjutkan.

Saat menjabat sebagai manajer tim, Effendi Syahputra mengaku tidak ada juga kesepakatan tentang proses naturalisasi Yu Hyun-koo. Dia juga meminta agar suporter memahami kondisi tersebut.

“Semen Padang tim besar dan terus berjalan tidak hanya karena satu pemain saja. Klub ini harus terus berjalan secara kolektif karena tidak ada satu orang yang lebih besar daripada klub ini,” kata Effendi memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Korea Selatan Terbaik di Liga Indonesia

terassd
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Korea Selatan Terbaik di Liga Indonesia 19

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Korea Selatan menjadi salah satu pilihan favorit klub Indonesia untuk mengisi kuota pemain asing Asia. Musim lalu saja ada 4 pemain asal negeri ginseng tersebut yang berlaga di Liga 1.

Bahkan beberapa pemain Korea Selatan yang klub Indonesia datangkan sudah pernah bermain untuk timnas senior Korea Selatan dan pastinya juga beberapa pernah memperkuat tim raksasa K-League.

Berikut daftar pemain Korea Selatan terbaik yang pernah bermain di Indonesia versi Football5Star.com.

Yoo Jae-hoon

Yoo Jae Hoon Okezone
Okezone

Sudah pasti mantan kiper Persipura, Yoo Jae-hoon menjadi pilihan pertama. Dia sudah bermain di Liga Indonesia sejak 2010 sampai musim lalu bersama Barito Putera. Yoo Jae-hoon mungkin bukan hanya menjadi salah satu pemain terbaik Korea yang pernah bermain di Indonesia, dia juga bisa dibilang kiper asing terbaik dalam kancah sepak bola Indonesia.

Yoo Jae-hoon memenangkan dua gelar ISL dan satu gelar Inter Island Cup. Dia juga menjadi kiper terbaik ISL musim 2013. Selain Persipura, dia juga pernah memperkuat Mitra Kukar, Bali United, dan Barito Putera.

Yoo Hyun-koo

Yoo Hyun-koo - Kalteng Putra - PSM Makassar - Piala Presiden
PSSI

Yoo Hyun-koo merupakan salah satu gelandang bertahan asing terbaik Liga Indonesia, sama seperti Yoo Jae-hoon, dia datang ke Indonesia pada tahun 2010. Bedanya adalah Yoo Hyun-koo pernah bermain di klub elit K-League, Pohang Steelers dan Jeju United. Dia saat ini bermain untuk klub lamanya Semen Padang di Liga 2.

Dia datang ke Semen Padang disaat sepak bola Indonesia sedang diwarnai kisruh dualisme. Dia merupakan bagian dari skuat Kabau Sirah yang menjuarai Liga Primer Indonesia 2012. Yoo Hyun Koo pindah ke Sriwijaya pada 2015 dan Kalteng Putra 2019 sebelum akhirnya kembali ke Semen Padang musim ini.

Hook Soon-hak

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Korea Selatan Terbaik di Liga Indonesia
Goal

Berbeda dengan karier kedua pemain sebelumnya, Hook Soon-hak hanya bermain di Indonesia selama dua tahun (2016-17). Tapi karier dia sebelum di Indonesia bisa dibilang salah satu yang terbaik dari karier pemain Korsel yang pernah bermain di Indonesia lainnya. Dia mendapatkan 5 caps dan 1 gol bersama timnas Korea Selatan.

Dia juga menjadi bagian penting Suwon Bluewings saat menjadi juara K-League dan Piala Liga Korea di tahun 2008, dan FA Cup Korean di 2009. Dia bergabung bersama Persija pada saat Indonesia sedang disangsi FIFA dan mendapatkan 27 penampilan di Indonesia Soccer Championship A pada 2016. Pada saat Liga 1 mulai bergulir tahun depannya, dia bermain 20 kali untuk PS TNI dan mencetak 3 gol.

Park Jung-hwan

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Korea Selatan Terbaik di Liga Indonesia
Antara

Penyerang kelahiran Seoul ini pertama kali menapakan kaki di Indonesia pada 2009 di Persiba Balikpapan. Dia membawa Persiba secara luar biasa finis di peringkat ketiga ISL 2009-10. Dia kemudian dipinjamkan 6 bulan ke PSM Makasar pada musim berikutnya sebelum pindah ke Sriwijaya.

Dia menjadi starter ketika Sriwijaya menjadi juara Community Shield Indonesia pada September 2010 dengan mengalahkan Arema dengan skor 3-1.

Lim Jun-sik

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Korea Selatan Terbaik di Liga Indonesia
plg-ekspres

Gelandang bertahan, Lim Jun-sik datang ke Indonesia pada tahun 2010 dan bermain di Indonesia sampai 2016. Dia berhasil menjadi juara ISL dua musim beruntun dengan dua klub yang berbeda. Sriwijaya pada musim 2011-12 dan Persipura pada musim 2013.

Dia memutuskan pensiun pada 2017. Barito Putera menjadi klub terakhir yang dia bela pada 2016.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kalteng Putra Punya Waktu 45 Hari untuk Bayar Gaji atau Kena Hukuman Berat

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Badan penyelesaian sengketa nasional atau National Dispute Resolution Chamber (NDRC) akhirnya mengancam Kalteng Putra. Mereka memberikan tenggat waktu 45 hari buat Kalteng Putra untuk segera melunasi gajinya.

Instagram tim berjuluk Laskar Isen Mulang itu memang sempat diserang oleh mantan pemainnya yang membela di Liga 1 2019 lalu. Mereka menagih janji manajemen untuk segera melunasi tunggakan gaji yang belum diselesaikan.

Mereka menjadi salah satu dari lima klub yang dianggap belum bisa menyelesaikan tunggakan ke pemain musim lalu. Nah, NDRC sudah memutuskan 25 perkara sengketa tunggakan gaji pemain klub Kalteng Putra di musim 2019.

Gaji Ditunggak, Pemain Kalteng Putra Justru Tak Dapat Respons Manajemen

“Apabila klub tidak membayar dalam waktu 45 hari sejak putusan ini diberitahukan, maka akan diberlakukan ketentuan pasal 24 Bis of Regulations on The Status and Transfer of Playes,” ungkap Chairman First Stage NDRC Indonesia, Amir Burhanuddin dalam laman resmi PSSI.

“Itu berarti Kalteng Putra bisa dihukum berupa larangan pendaftaran pemain baru selama tiga periode transfer baik domestik maupun Internasional,” sambung dia.

Bagi NDRC Indonesia, ini merupakan perkara ketiga yang diselesaikan. Sebelumnya NDRC Indonesia juga sudah menyelesaikan sengketa pemain dengan klub PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan

NDRC Indonesia merupakan salah satu dari empat negara dalam pilot project FIFA dalam pengembangan NDRC karena kemampuan Indonesia untuk bangkit setelah sempat aktivitasnya terhenti akibat pembekuan. Tiga negara pilot project lainnya adalah Kosta Rika, Slovakia, dan Malaysia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Malangnya Nasib Yu Hyun-koo, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Eks pemain Sriwijaya FC, Yu Hyun-koo bisa dibilang bak sudah jatuh tertimpa tangga. Dia yang belum mendapatkan gaji dari Kalteng Putra jua baru saja kena tipu oleh Anthony Jomah Ballah.

Seperti diketahui, sampai saat ini bersama rekan-rekannya di Kalteng Putra masih menunggu kejelasan dari manajemen. Mereka sempat ramai-ramai menanyakan gaji yang belum dibayarkan oleh Kalteng Putra pada Liga 1 2019.

Masalah satu belum jua rampung, Yu Hyun-koo malah kembali kena apes. Dia mengaku ditipu oleh eks pemain Persebaya Surabaya era 2009 soal pengurusan Warga Negara Indonesia (WNI).

“Ada satu lagi masalah bro. Aku masalah sama orang ini (sambil menunjukkan foto Anthony Jomah Ballah). Saya terkena masalah sama orang ini, saya ditipu,” ungkap Yu Hyun-koo saat dihubungi Football5Star.com.

Malangnya Nasib Yu Hyun-koo, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Yu menyebutkan kronologis kejadian. Jadi pada 2019 lalu, dia dihubungi oleh Jomah Ballah terkait kepengurusan menjadi pemain naturalisasi. Saat itu, Yu memang sedang berusaha mengubah status kewarganegaraannya.

Akan tetapi, setelah dimintai bayaran Jomah Ballah malah menghilang. “Saya transfer Rp 100 juta ke dia. Lalu, saya tagih, baru balik Rp 30 juta,” sambung dia.

Pemain yang pernah memperkuat Semen Padang itu menyebut kalau sudah meminta beberapa pihak membantu masalahnya. Dia jua sudah melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Dia awalnya janji mau bayar sisanya. Tapi setelah itu nomor saya diblok sama dia. Saya sudah melaporkan ini kepada polisi. Tapi sudah lama, polisi belum cari-cari. Saya bingung,” pungkas Yu Hyun-koo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tagih Gaji, Telepon Yu Hyun-koo Tak Pernah Diangkat Manajemen Kalteng Putra

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Permasalahan gaji yang menimpa mantan pemain Kalteng Putra ternyata masih belum juga tuntas. Eks pemainnya, Yu Hyun-koo mengaku sudah beberapa kali mempertanyakan haknya tapi tak pernah dapat respons.

Seperti diketahi, Hyun-koo dan beberapa eks pemain Kalteng Putra sudah sempat menanyakan kabar gaji yang belum dibayarkan sejak lama. Bahkan, Instagram klub asal Palangkaraya itu sempat diramaikan oleh para mantan pemainnya di Liga 1 2019.

Akan tetapi, sampai saat ini mereka mengaku belum jua dibayar oleh tim berjuluk Laskar Isen Mulang tersebut. Hal itu dibeberkan oleh Yu Hyun-koo yang bingung harus mencari keadilan ke mana.

“Masih belum dibayarkan. Kalau bisa bantu untuk kembali memberitakan ini, tolong,” ungkap Hyun-koo kepada Football5Star.com.

Yoo Hyun-koo - Kalteng Putra - PSM Makassar - Piala Presiden

Eks pemain Semen Padang FC itu bukannya diam saja agar hak-haknya bisa didapatkan. Dia sudah mencoba menghubungi manajemen Kalteng Putra tapi sampai saat ini tak ada respons sama sekali.

“Saya sudah coba untuk mencari kabar dari manajemen. Tapi sampai sekarang mereka tak pernah mengangkat telepon dari saya,” tutup dia.

Sebelumnya, Hyun-koo memang sempat mengunggah foto kontrak dengan Kalteng Putra di Liga 1 2019. Dia menyebut kalau percuma ada kontrak kalau tak mau bayar gaji ke pemain.

“Kontrak sama pemain buat apa tidak mau dibayar. 2018 Sriwijaya sebelum mulai Liga 1 2019 bayar semua karena tak bisa biayar tak bisa ikut liga,” keluh gelandang asal Korsel itu di Instagram pribadinya.

https://www.instagram.com/p/B91S5nil2-M/?utm_source=ig_web_copy_link

“Tapi sekarang, belum bayar saja bisa jalan Liga 2. Beda ya apa sekarang. Gaji itu penting untuk keluarga buat beli makan. Tolong dibayar,” sambung dia.

Tagih Gaji kepada Kalteng Putra, Yu Hyun-koo Berdalih Buat Beli Makan

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Yu Hyun-koo tampaknya jua kesal karena gajinya belum juga dibayarkan oleh Kalteng Putra. Bahkan, dia mengunggah berkas kontraknya bersama Kalteng Putra pada Liga 1 2019.

Instagram Kalteng Putra baru-baru ini diserang oleh mantan pemainnya yang membela di Liga 1 2019 lalu. Mereka menagih janji manajemen Kalteng Putra untuk segera melunasi tunggakan gaji yang belum diselesaikan.

Kalteng Putra menjadi salah satu dari lima klub yang dianggap belum bisa menyelesaikan tunggakan ke pemain musim lalu. Kali ini, Yu Hyun-koo jua menagih janji ke tim yang musim lalu terdegradasi itu.

https://www.instagram.com/p/B91S5nil2-M/

“Kontrak sama pemain buat apa tidak mau dibayar. 2018 Sriwijaya sebelum mulai Liga 1 2019 bayar semua karena tak bisa biayar tak bisa ikut liga,” keluh gelandang asal Korsel itu di Instagram pribadinya.

“Tapi sekarang, belum bayar saja bisa jalan Liga 2. Beda ya apa sekarang. Gaji itu penting untuk keluarga buat beli makan. Tolong dibayar,” sambung dia.

Sebelumnya, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), juga melancarkan protes ke PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka kecewa PSSI terkesan memaksakan Liga 2 2020 lantaran belum mendapat izin dari BOPI.

Perjuangan Semen Padang Masih Jauh dari Kata Usai

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Semen Padang, Yu Hyun-koo, mengaku sangat senang karena berhasil membawa pulang satu poin dari markas Tira Persikabo pada Jumat (27/9) petang WIB. Namun, ia tak ingin terlalu terlena dengan capaian tersebut.

Tambahan satu poin dari Stadion Pakansari memang menjadi sesuatu yang amat berharga untuk Semen Padang. Pasalnya, mereka kini berhasil naik ke posisi 17 klasemen sementara Liga 1. Mengungguli Barito Putera yang baru akan bermain pada Sabtu (28/9) nanti.

“Kita gak boleh happy-happy dulu. Kita hanya boleh happy-happy hari ini. Karena perjuangan kami masih panjang untuk keluar dari zona degeadasi,” ujar Yu Hyun-koo di sesi jumpa pers pasca pertandingan.

Yu HyunYu Hyun-koo - Semen Padang - Liga 1 - @semenpadangfcid-goo - Semen Padang - Liga 1 - @semenpadangfcid
instagram.com/semenpadangfcid

Yu sendiri sempat terlihat sangat emosional ketika bermain melawan Tira Persikabo. Namun, ia tak ingin hal tersebut disalah artikan oleh banyak pihak. Menurutnya, aksinya yang terlihat emosional merupakan salah satu bentuk motivasi yang diberikan kepada rekan-rekannya di atas lapangan.

“Saya sempat terlihat emosi di lapangan. Saya tak ada masalah sama wasit. Hal tersebut merupakan reaksi normal saya sebagai pemain. Karena, hal tersebut bisa memotivasi pemain lain untuk tetap fight di atas lapangan,” kata pria berumur 36 tahun tersebut.

Hasil imbang yang diraih dari Stadion Pakansari membuat Semen Padang saat ini tak sekalipun menelan kekalahan dari tiga laga terakhirnya. Pasukan Eduardo Almeida akan melanjutkan misinya untuk keluar dari zona degradasi pada partai melawan Badak Lampung pekan depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sriwijaya FC Tepis Tudingan Suap

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Menjelang laga pamungkas Liga 1 Sriwijaya FC diterpa isu miring yang menyebutkan Yu Hyun-Koo menerima suap untuk mengalah dari oknum yang mengatasnamakan Arema FC. Kabar miring tersebut pun langsung dibantah oleh pemain yang bersangkutan dan pihak manajemen Sriwijaya.

Dalam beberapa pekan terakhir, isu pengaturan skor dan suap memang menjadi bahan pembicaraan di dunia sepak bola Indonesia. Bahkan, pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, sempat menuduh anak asuhnya menerima suap untuk mengalah di partai melawan PSMS Medan bulan lalu.

“Saya juga bingung kenapa jadi begini yang tersebar. Sampai dari pihak manajemen Arema marah. Tidak benar itu, tidak ada yang menghubungi saya mengatasnamakan Arema,” tegas Yu Hyun-Koo dikutip dari Goal.

Sriwijaya FC - Arema - Liga 1 - @KitoSriwijayaFC
@KitoSriwijayaFC

Hal senada juga diungkapkan oleh manajer Laskar Wong Kito, Ahmad Haris. Ia mengatakan bahwa Yu Hyun-Koo sama sekali tidak menerima suap dari pihak manapun.

“Saya rasa ini hanya upaya oknum tertentu yang tidak ingin laga Sriwijaya FC melawan Arema berlangsung fair play. Intinya ada pihak yang mau mengambil kesempatan. Mudah saja, tidak usah dipedulikan, diabaikan saja, dan kedua tim fokus pada persiapan,” kata Haris.

Di partai pamungkas Liga 1 nanti, Sriwijaya tentunya berharap untuk meraih tiga poin. Saat ini, skuat asuhan Angel Alfredo Vera masih ada di peringkat ke-14 dan belum aman dari jeratan degradasi.