Cabut dari PSIS Semarang, Dragan Djukanovic Segera Diumumkan Klub Yunani

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Dragan Djukanovic tampaknya tak akan menganggur lama-lama usai resmi mengundurkan diri dari PSIS Semarang. Dia dikabarkan segera diumumkan oleh klub Yunani, AE Karaiskakis.

Seperti diberitakan sebelumnya, PSIS baru saja secara resmi mengumumkan tak akan lagi diasuh oleh Djukanovic. Sang nakhoda mundur karena ketidakjelasan nasib Liga 1 2021-22. Manajemen tim berjuluk Mahesa Jenar itu pun menghormati keputusan Djukanovic.

Nah, belakangan beredar salah satu yang membuat Djukanovic mundur dari PSIS Semarang ialah AE Karaiskakis. Sebab, sudah beberapa hari terakhir klub Yunani itu disebut-sebut akan segera ditangani oleh eks pelatih Borneo FC itu.

Gara-Gara Liga 1 Tak Jelas, Dragan Djukanovic Resmi Tinggalkan PSIS Semarang

Media Yunani, Prismanews bahkan menyebut sudah ada kesepakatan yang terjadi antara Dragan Djukanovic dengan AE Karaiskakis. Dalam waktu dekat, pelatih berusia 50 tahun itu dilaporkan akan segera diumumkan oleh klub yang berbasis di Arta, Yunani itu.

“Kedua pihak sudah hampir mencapai kesepakatan. Jika kesepakatan akhirnya ditemukan, sosok asal Montenegro akan kembali ke negara kita yang dicintainya, tetapi akan melakukannya dalam posisi berbeda (sebagai seorang pelatih),” tulis Prismanews.

Dragan Djukanovic - PSIS Semarang - Yoyok Sukawi - @psisfcofficial 2
instagram.com/psisfcofficial

Seperti diketahui, Djukanovic sebenarnya sudah bergabung dengan Mahesa Jenar sejak 2019. Dia sempat menduduki posisi sebagai direktur teknik, lalu ditunjuk menjadi pelatih awal 2020.

Kubu PSIS lantas menyiapkan Imran Nahumarury sebagai pelatih interim. Imran diketahui merupakan asisten pelatih Djukanovic sebelumnya. Namun, ke depan manajemen akan segera mencari pengganti sepadan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Momen Bersejarah EURO: Prajurit Yunani Berpesta di Ibu Kota Portugal

gamespool
Momen Bersejarah EURO: Prajurit Yunani Berpesta di Ibu Kota Portugal 9

Football5star.com, Indonesia – Yunani berhasil mengejutkan para pecinta sepak bola ketika mengalahkan Portugal di Estadio Da Luz, Lisbon, pada partai final Euro 2004. Keberhasilan Yunani merupakan salah satu kisah underdog terhebat dalam sejarah sepak bola modern.

Yunani mengalahkan Portugal di final Euro 2004 dengan skor tipis, 1-0. Gol tunggal Yunani diciptakan oleh Angelos Charisteas di pertengahan babak kedua. Gol Charisteas membuat skuat besutan Otto Rehhagel berhasil mematahkan hati para penduduk Portugal.

Berkali-kali Patahkan Prediksi

Yunani tergabung di grup A Euro 2020 bersama Portugal, Spanyol dan Rusia. Galanolefki mengawali Euro 2004 dengan laga melawan tuan rumah. Mereka pun berhasil menciptakan kejutan.

Tampil sebagai tim underdog, Yunani secara mengejutkan berhasil memetik kemenangan atas Portugal dengan skor 2-1. Sepasang gol kemenangan Galanolefki diciptakan oleh Giorgios Karagounis (7′) dan Angelos Basinas (51′, pen). Sementara, gol hiburan tuan rumah diciptakan oleh eksekusi penalti Cristiano Ronaldo di penghujung pertandingan.

Di pertandingan kedua, Galanolefki kembali membuat kejutan. Mereka mampu menahan tim unggulan, Spanyol, dengan skor 1-1. Petualangan Yunani di babak grup diakhiri dengan kekalahan atas Rusia.

Yunani - Portugal - Euro 2004 - Novasports
Novasports

Meski cuma mampu memetik empat poin, Galanolefki berhak melaju ke babak perempat final. Mereka finis di posisi runner up grup A. Mereka menyingkirkan Spanyol karena memiliki keunggulan gol.

Di perempat final, dongeng skuat Otto Rehhagel kembali berlanjut. Mereka berhasil mengalahkan tim tangguh, Prancis, melalui gol tunggal Angelos Charisteas.

Setelah mengalahkan Prancis, giliran timnas Republik Cheska yang menjadi korban Yunani. Mereka berhasil melaju ke final berkat gol semata wayang Traianos Dellas di babak tambahan.

Kembali Hancurkan Hati Portugal

Keberhasilan menyingkirkan Republik Cheska membuat Yunani berhak menantang Portugal di final Euro 2024. Selecao melaju ke partai final setelah menyingkirkan Inggris dan Belanda.

Status tim ruan rumah plus pemain-pemain beken seperti Luis Figo, Cristiano Ronaldo, Deco serta Ricardo Carvalho membuat banyak pihak mengunggulan Selecao. Akan tetapi, peman-pemain bintang Portugal malah kesulitan membongkar pertahanan rapat Yunani.

Sepanjang babak pertama, Portugal benar-benar mengurung lini pertahanan Yunani. Akan tetapi, kegigihan Galanolefki membuat Cristiano Ronaldo cs gigit jari dan skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Yunani - Portugal - Euro 2004 - Novasports
Seen Sports Images

Di babak kedua, Portugal kembali mengurung lini belakang Galanolefki. Namun, kali ini Yunani mulai bisa keluar dari tekanan Portugal. Pada menit ke-57, Galanolefki berhasil mencuri keunggulan.

Berawal dari sepak pojok Angelos Basinas, Angelos Charisteas berhasil lolos dari pengawalan pemain belakang Portugal. Ia kemudian menanduk umpan Basinas dan sundulan Charisteas gagal dijangkau Ricardo.

Selepas gol Charisteas, Portugal kembali mengunrung lini belakang Yunani. Akan tetapi, usaha Selecao tidak membuahkan hasil dan skor 0-1 bertahan hingga wasit Markus Merk membubarkan pertandingan.

Ronaldo Tak Bisa Tahan Air Mata

Hasil ini menyisakan luka mendalam di kubu Portugal. Maklum saja, mereka kalah di negaranya sendiri. Dari 23 pemain yang kecewa, Cristiano Ronaldo yang paling terpukul.

Bagaimana tidak, pada turnamen besar pertamanya bersama timnas, pemain yang saat itu baru berusia 18 tahun menangis histeris sesaat setelah wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Mulai dari Pedro Pauleta, Rui Costa, hingga Luis Figo, sampai turun tangan untuk menenangkan Ronaldo muda.

Kegagalan di Euro 2004 menjadi pelecut semangat Ronaldo. Ia selalu tampil dengan motivasi berlipat ketika memperkuat timnas Portugal. Kegigihan dan kesabaran Ronaldo akhirnya membuahkan hasil 12 tahun setelah kekalahan di final Euro 2004.

Ronaldo menjadi motor utama Selecao di ajang Euro 2016. Status Ronaldo sebagai kapten serta pemain andalan Fernando Santos menjadi faktor utama di balik keberhasilan Selecao menyabet gelar juara Euro 2016.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Belgia vs Yunani: Setan Merah Gagal Petik Kemenangan

gamespool
Belgia vs Yunani: Setan Merah Gagal Petik Kemenangan 13

Football5star.com, Indonesia – Belgia gagal memetik kemenangan ketika menghadapi Yunani pada partai pemanasan jelang Euro 2020. Partai persahabatan antara Belgia vs Yunani pada Jumat (4/6) dinihari WIB berakhir dengan skor sama kuat, 1-1.

Belgia gagal mengawali pertandingan dengan baik. Mereka dibuat kerepotan oleh intensitas permainan Yunani. Pada menit ke-10, Yunani hampir membuka keunggulan lewat Anastasios Bakasetas. Namun, upaya Bakasetas masih bisa digagalkan Simon Mignolet.

Sepuluh menit berselang, Belgia berhasil keluar dari tekanan Yunani dan mampu membuka keunggulan melalui sepakan Thorgan Hazard yang memaksimalkan umpan Yannick Carrasco. Gol Hazard membuat The Red Devils semakin semangat menekan lini belakang Yunani.

Pada menit ke-36, Hazard mendapatkan peluang untuk mencetak gol keduanya. Akan tetapi, kali ini tembakan Hazard berhasil digagalkan Odysseas Vlachodimos. Skor 1-0 tak berubah hingga babak pertama berakhir.

Belgia vs yunani - uefa. com 2
uefa.com

Selepas turun minum, Belgia memutuskan untuk mengubah komposisi pemainnya. Roberto Martinez memberi kesempatan bermain kepada Dries Mertens dan Michy Batshuayi. Masuknya kedua pemain itu tak banyak mengbah jalannya pertandingan.

Belgia terus menekan lini belakang Yunani. Namun, Yunani perlahan mulai bisa mengimbangi permainan Belgia dan mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-66. Giorgios Tzavellas berhasil menjebol gawang kawalan Mignolet setelah memanfaatkan bola liar hasil sundulan Kyriakos Papadopoulos yang membentur tiang.

Selepas gol Tzavellas, Belgia kembali mengurung lini belakang Yunani. Meski sempat mendapat sejumlah peluang, The Red Devils gagal mencetak gol tambahan dan skor 1-1 bertahan hingga wasit membubarkan pertandingan.

SUSUNAN PEMAIN BELGIA VS YUNANI:

Belgia: 12-Simon Mignolet (13-Matz Sels 90′); 2-Toby Alderweireld (8-Youri Tielemans 82′), 4-Dedryck Boyata, 18-Jason Denayer; 15-Thomas Meunier, 26-Dennis Praet, 19-Leander Dendoncker, 16-Thorgan Hazard (22-Nacer Chadli 74′); 25-Jeremy Doku (14-Dries Mertens 46′), 9-Romelu Lukaku (23-Michy Batshuayi 46′), 11-Yannick Carrasco (24-Leandro Trossard 74′)

Pelatih: Roberto Martinez

Yunani: 1-Odysseas Vlachodimos; 21-Kostas Tsimikas (14-Dimitris Pelkas 60′), 3-Georgios Tzavellas, 4-Kyriakos Papadopoulos, 15-Thanasis Androutsos (25-Manolis Saliakas 80′); 5-Andreas Bouchalakis (23-Emmanouil Siopis 69′), 6-Konstantinos Galanopoulos (8-Zeca 69′); 18-Dimitris Giannoulis, 11-Anastasios Bakasetas (20-Patros Mantalos 80′), 7-Giorgos Masouras; 16-Vangelis Pavlidis (19-Leonardo Koutris 60′)

Pelatih: John van ‘t Schip

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Spanyol vs Yunani: La Furia Roja Tertahan di Kandang

gamespool
Spanyol vs Yunani: La Furia Roja Tertahan di Kandang 16

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada pekan ke-1 Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa Grup B yang mempertemukan Spanyol vs Yunani. La Furia Roja tertahan imbang 1-1.

Yunani bertahan sangat baik dalam 30 menit pertama. Spanyol lebih sering mengumpan di tengah lapangan dan Alvaro Morata jarang sekali menyentuh bola.

Pada menit ke-31, La Furia Roja mendapat peluang emas. Dani Olmo melakukan cut inside dan melepaskan tembakan, namun membentur tiang gawang.

Satu menit kemudian, Spanyol akhirnya berhasil mencetak gol. Koke memberi umpan lambung cantik kepada Alvaro Morata yang lolos dari jebakan offside dan berhasil mencetak gol.

Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Babak kedua Morata langsung kembali mendapat kesempatan pada menit ke-49. Tapi tendangannya tipis melebar.

Yunani dapat penalti! Pada menit ke-54. Inigo Martinez yang masuk menggantikan Sergio Ramos malah merugikan timnya setelah melakukan tekel kepada Giorgios Masouras. Sang kapten, Anastasios Bakasetas berhasil mengeksekusi tendangan.

Spanyol terus menggempur pertahanan Konstantinos Tsimikas cs setelah kebobolan, tapi lagi-lagi Yunani bertahan dengan sangat rapi.

Tak ada tambahan gol di sisa babak. Laga Spanyol vs Yunani berakhir dengan skor 1-1. Ini adalah hasil yang positif bagi tim tamu.

Susunan Pemain Spanyol vs Yunani

Spanyol (4-3-3): 23-Unai Simon; 23-Marcos Llorente, 12-Eric Garcia, 15-Sergio Ramos (4-Inigo Martinez), 14-Jose Gaya; 8-Koke (10-Thiago Alcantara), 16-Rodri, 6-Sergio Canales (9-Bryan Gil); 11-Ferran Torres (21-Mikel Oyarzabal), 7-Alvaro Morata, 19-Dani Olmo (20-Pedri).

Pelatih: Luis Enrique.

Yunani (4-1-4-1): 1-Odisseas Vlachodimos; 2-Michalis Bakakis, 4-Kyriakos Papadopoulos, 3-Giorgos Tzabellas, 21-Konstantinos Tsimikas (6-Giorgos Kyriakopoulos); 8-Zeca; 18-Dimitrios Limnios (23-Manolis Siopis), 5-Andreas Bouchalakis, 20-Petros Manalos (17-Christos Tzolis), 7-Giorgos Masouras (10-Konstantinos Fortounis); 11-Anastasios Bakasetas (9-Georgios Giakoumakis).

Pelatih: John van’t Schip.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Spanyol vs Yunani

cover Spanyol vs Yunani
Prediksi: Spanyol vs Yunani 24
ezgif.com crop
Prediksi: Spanyol vs Yunani 25
PREDIKSI HASIL
Whoscored
Spanyol 3-0 Yunani
Predictz
Spanyol 2-0 Yunani
FootballPredictions
Spanyol 2-0 Yunani
FOOTBALL5STAR
Spanyol 3-0 Yunani
Estadio Nuevo Los Carmenes, Jumat (26/3/2021) 02:45 WIB (BEINSPORTS)

Football5Star.com, Indonesia Partai seru akan langsung tersaji pada pekan pembuka Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Timnas Spanyol vs Yunani. Jelas, di atas kertas Spanyol diprediksi akan menang dalam partai di Estadio Nuevo Los Carmenes, Jumat (26/3/2021) dini hari WIB.

Menjelang partai nanti, Timnas Spanyol di bawah komando Luis Enrique tak menyertakan sejumlah pemain, seperti Mikel Merino, Adama Traore, hingga Kepa Arrizabalaga. Namun, mereka tetap diunggulkan, terlebih melawan Yunani.

Sebab nyatanya, Spanyol tak pernah kalah dari Yunani sejak 2004. Mereka pun baru sekali menelan kekalahan dari Yunani dalam sepanjang sejarah pertemuan, yakni pada 8 Juni 2003. Meski, Yunani yang diasuh Johannes van’t Schip tetap harus diwaspadai karena tak terkalahkan dalam lima partai terakhrnya di semua kompetisi.

REKOR PERTEMUAN
head to head Spanyol vs Yunani
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Spanyol vs Yunani
Prediksi: Spanyol vs Yunani 26
ezgif.com crop
Prediksi: Spanyol vs Yunani 27
STATISTIK MENARIK
  • Prediksi Spanyol vs Yunani mengunggulkan La Furia Roja karena rekor impresifnya. Mereka cuma menelan satu kekalahan dari 10 pertemuan lawan Yunani (7 menang, 2 imbang).
  • Kali terakhir kedua tim ketemu ialah pada ajang EUORO 2008. Saat itu, Spanyol menang 2-1 atas Yunani.
  • Yunani cuma dua kali gagal mencetak gol ke gawang Spanyol sejak 1970.
  • Spanyol punya rataan skuat berusia 25,8 tahun. Pedri (18) jadi pemain termuda, sedang Sergio Ramos paling tua.
  • Cuma Sergio Ramos, pemain tersisa di skuat Spanyol saat terakhir bertemu Yunani 2008 silam.
 PELATIH
  • Pelatih Spanyol, Luis Enrique belum pernah sekalipun bertemu dengan Yunani sebelumnya.
  • Laga nanti akan jadi pertemuan perdana Enrique dengan John Van’t Schip.
  • Scip belum pernah sekalipun melawan Timnas Spanyol sebelumnya.
  • Spanyol jadi negara kesebelas yang akan dihadapi oleh Schip dalam karier kepelatihannya.

Wasit
  • Partai nanti akan diwasiti oleh Marco Guida didamping Ciro Carbone dan Giorgio Peretti. Semuanya berasal dari Italia.
  • Prediksi Spanyol vs Yunani akan seru karena Guida nyatanya belum pernah mewasiti kedua negara itu sebelumnya di level senior.
  • Guida pernah jadi wasit Spanyol U-19 yang menang 3-0 atas Belanda, 2015 lalu.
  • Sang pengadil pernah menjadi wasit dalam laga Yunani U-19 yang kalah 0-2 dari Francis, 2015.
PEMAIN KUNCI

Spanyol

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

Yunani

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

*Statistik berdasar dari situs Whoscored.com di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa.

BERITA KEDUA TIM
  • Spanyol: Sergio Ramos (diragukan)
  • Yunani: Tidak ada pemain yang absen.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Spanyol vs Yunani

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kostas Tsimikas Jadi Pemain Kedua Yunani dalam Sejarah Liverpool

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Liverpool mendapatkakan pemain pertama pada bursa transfer musim panas ini. Dan pemain itu adalah bek asal Yunani, Kostas Tsimikas.

Liverpool mendatangkan Kostas Tsimikas dari raksasa Yunani, Olympiakos. Ia digaet dengan banderol mencapai 13 juta pounds. Bek kiri ini menandatangani kontrak jangka panjang.

Juara Premier League tidak butuh waktu lama untuk meresmikan Tsimikas. Negosiasi baru dimulai pada Sabtu lalu. Mereka bersedia membayar 13 juta pounds seperti yang diminta Olympiakos.

https://twitter.com/LFC/status/1292883027421519873

Nantinya pemilik tiga caps bersama timnas Yunani akan diplot sebagai pelapis Andy Robertson di posisi bek kiri. Maklum saja The Reds sejauh ini belum punya pelapis Robertson.

Pemain 24 tahun sejatinya opsi kedua The Reds pada bursa transfer musim ini. Mereka lebih dulu mengejar Jamal Lewis dari Norwich City.

Akan tetapi negosiasi dengan Jamal Lewis berakhir antiklimaks. Norwich City meminta harga dua kali lipat dari yang ditawarkan klub milik John W Henry tersebut.

Terpilihnya Kostas Tsimikas tak lepas dari performa menawannya bersama Olympiakos musim ini. Dia berhasil membawa klubnya juara Liga Yunani dengan unggul 18 poin dari klub peringkat kedua.

Bagi Tsimikas, ini adalah pengalaman ketiganya bermain di luar negeri. Sebelumnya ia pernah berseragam Esberjg asal Denmark dan Willem II dari Belanda.

Sementara itu, bergabungnya Kostas Tsimikas menjadikannya pemain kedua Yunani yang pernah memperkuat Liverpool. Pemain asal Negeri Para Dewa pertama yang berseragam Si Merah adalah Sotiris Kyrgisakos pada 2009-2011.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nostalgia Hari Ini: Para Dewa Yunani Bikin Ronaldo Muda Menangis di Portugal

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Di dunia sepak bola kejutan dan sejarah selalu tercipta setiap tahunnya. Seperti yang dilakukan Yunani pada Euro 2004 silam di Portugal.

Kita semua tahu Yunani bukanlah negara kuat di sepak bola. Di turnamen Euro saja mereka baru empat kali lolos ke putaran final, yaitu pada 1980, 2004, 2008, dan 2012.

Di sisi lain, kita semua dibuat terpesona oleh capaian negeri para dewa ini di Euro 2004. Tidak diunggulkan sama sekali, mereka sukses meraih prestasi tertinggi, yakni juara.

yunani agonasport
Agona Sport

Dalam perjalanannya, Yunani langsung membuat kejutan. Berada satu grup dengan tuan rumah, Portugal, mereka sukses mengalahkan Cristiano Ronaldo dkk dengan skor 2-1.

Setelah itu laju Angelos Charisteas dkk tak terbendung. Sempat ditahan imbang tim kuat Spanyol, mereka berhasil mengalahkan Rusia di laga terakhir grup untuk lolos ke perempat final.

Selanjutnya Prancis dan Republik Ceko yang menjadi korban kekuatan negeri para dewa. Sampai pada akhirnya mereka menembus final pertama dalam sejarah negara.

Menariknya, lawan yang dihadapi di partai final adalah Portugal, sang tuan rumah yang sudah dikalahkan pada laga pembuka turnamen. Dan hari ini 16 tahun silam, sejarah baru kembali tercipta di sepak bola.

Tangis Ronaldo Pecah di Akhir Laga

Menang pada laga pertama, pelatih Otto Rehhagel sudah tahu apa yang dilakukan pada partai final. Di hadapan 60 ribu suporter tuan rumah yang memadati stadion Da Luz, Lisbon, Yunani tampil luar biasa.

Mereka tidak membuang banyak peluang dan mampu mempertahankan gawang tidak kebobolan. Puncaknya pun terjadi pada menit ke-57 ketika sundulan Angelos Charisteas menghujam jala Portugal.

ronaldo portugal getty
Getty Images

Tidak ada gol lain yang tercipta di Da Luz. Yunani keluar sebagai juara Euro 2004. Hingga sekarang itu adalah satu-satunya gelar yang mereka dapatkan.

Di sisi lain, hasil ini menyisakan luka mendalam di kubu Portugal. Maklum saja, mereka kalah di negaranya sendiri. Dari 23 pemain yang kecewa, Cristiano Ronaldo yang paling terpukul.

Bagaimana tidak, pada turnamen besar pertamanya bersama timnas, pemain yang saat itu baru berusia 18 tahun menangis histeris sesaat setelah wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Mulai dari Pedro Pauleta, Rui Costa, hingga Luis Figo, sampai turun tangan untuk menenangkan Ronaldo muda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lolos Euro 2020, Jorginho Singgung Masa Kelam Italia Tahun Lalu

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Italia sukses memastikan satu tempat ke Euro 2020 mendatang. Keberhasilan Jorginho dkk ini didapat setelah menang 2-0 atas Yunani di Stadion Olimpico, Minggu (13/10/2019).

Kemenangan Italia kali ini dipersembahkan oleh gol penalti Jorginho dan Federico Bernardeschi. Kedua gol tersebut lahir di babak kedua.

Usai pertandingan, gelandang Chelsea itu mengungkapkan bahwa hasil ini sangat fantastis untuk timnya. Apalagi Gli Azzurri baru saja melalui masa kelam dua tahun lalu yang gagal menembus putaran final Piala Dunia 2018.

Jorginho Vs Timnas Swedia (zimbio.com)
Zimbio

“Hasil ini sangat fantastis untuk kami, terlebih ketika mengingat semua hal mengerikan yang kami lalui dua tahun lalu. Momen itu jadi dorongan kami untuk terus membaik dan inilah hasil yang kami capai,” kata Jorginho kepada Rai Sport, Minggu (13/10/2019).

“Kami pantas mendapatkan prestasi ini dan saya benar-benar bahagia karena kami berjuang keras untuk meraihnya. Kami membuktikan diri sebagai skuat yang sangat bagus,” sambung gelandang berdarah Brasil itu.

Tidak ketinggalan, Jorginho juga memuji dukungan 60 ribu suporter yang memadati stadion Olimpico. Baginya, atmosfer stadion turut membantu kesuksesan Italia kali ini.

“Dukungan fan di Olimpico sangat luar biasa dan saya yakin itu akan membuat kami lebih bersemangat Juni nanti. Kami akan melakukan segalanya untuk menghibur mereka. Sangat menyenangkan bermain di atmosfer seperti ini,” tutup pemain 27 tahun itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Francesco Acerbi Emosional Bisa Bawa Italia ke Euro 2020

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Francesco Acerbi jadi salah satu pemain yang paling bahagia atas kepastian Italia melaju ke Euro 2020 mendatang. Ya, Gli Azzurri memastikan lolos setelah menang 2-0 atas Yunani.

Kemenangan 2-0 ini tidak diraih dengan mudah. Italia harus menunggu hingga babak kedua untuk memastikan tiga poin melalui dua gol yang dicetak Jorginho dan Federico Bernardeschi.

Kesukesan ini sekaligus membuat Francesco Acerbi merasa emosional. Bagaimana tidak, ini adalah keberhasilan pertamanya setelah gagal membawa negaranya mentas di Piala Dunia 2018 lalu.

italia vs yunani francesco acerbi
@azzurri

“Kami lolos dengan menyisakan tiga pertandingan dan setelah kegagalan di Piala Dunia lalu, capaian ini jadi sangat luar biasa. Saya merasa sangat emosional dengan keberhasilan tim ini yang ingin Italia bangkit secepat mungkin,” kata Acerbi kepada Rai Sport, Minggu (13/10/2019).

“Bermain di Kualifikasi Euro 2020 di kandang sendiri membuat Anda berada di level yang luar biasa. Begitu banyak rasa emosional yang meluap pada pertandingan ini. Kita harus selalu bermimpi dan menikmatinya,” ia menambahkan.

Ada pemandangan menarik dari laga yang berlangsung di Stadion Olimpico dinihari tadi. Para pemain menggunakan bola yang sudah dibubuhi tanda tangan anak-anak dari rumah sakit di kota Roma.

Momen ini pun membuat Francesco Acerbi merasa terhormat. “Saya melihat itu saat pemanasan, mereka sangat luar biasa. Itu jadi penyemangat tambahan untuk kami dan saya sangat terhormat kami bisa melakukannya,” tutup bek Lazio itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Italia vs Yunani: Gli Azzurri Masih Sempurna

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Tim nasional Italia menang 2-0 atas tamunya Yunani pada lanjutan pertandingan Grup J Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Stadion Olimpico, Minggu (13/10/2019) dini hari WIB.

Dengan hasil ini, Italia tetap sempurna, meraih tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan. Gli Azzurri lolos kualifikasi dengan tiga laga tersisa, untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Italia membuka keunggulan di menit 62. Berawal dari permainan kombinasi dengan Marco Verratti di dalam kotak penalti Yunani, Lorenzi Insigne melepas tembakan yang mengenai tangan Andreas Bouchalakis.

Wasit mengganjarnya kartu kuning dan memberi Italia hadiah penalti. Jorginho maju sebagai algojo dan dengan tenang mengkonversinya menjadi gol.

italia vs yunani (getty images)
Getty Images

Menit 78, tuan rumah menambah keunggulan. Adalah Federico Bernardeschi yang mencatatkan namanya di papan skor. Ia menembak menyilang dari luar area di sisi kanan. Bola sempat membentur lawan, sebelum bersarang di sudut bawah.

Skor jadi 2-0 dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Italia: Gianluigi Donnarumma; Danilo D’Ambrosio, Leonardo Bonucci, Francesco Acerbi, Leonardo Spinazzola; Nicolo Barella, Jorginho, Marco Verratti; Federico Chiesa, Ciro Immobile, Lorenzo Insigne

Yunani: Alexandros Paschalakis; Michalis Bakakis, Pantelis Hatzidiakos, Dimitrios Siovas, Konstantinos Stafylidis; Zeca, Dimitrios Kourbelis, Andreas Bouchalakis; Anastasios Bakasetas; Dimitris Limnios, Efthymios Koulouris

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bonucci: Italia Ingin Bikin Sejarah Saat Melawan Yunani

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Leonardo Bonucci sudah tidak sabar menantikan pertandingan Italia vs Yunani di Stadion Olimpico, Minggu (13/10/2019) dinihari WIB. Ia mengaku ingin negaranya membuat sejarah.

Pertandingan ketujuh kualifikasi Euro 2020 Grup J ini memang sangat menenukan untuk Italia. Kemenangan akan membawa mereka lolos otomatis ke ajang empat tahunan itu.

Maka dari itu, Leonardo Bonucci ingin timnya tampil bagus dan mengamankan tiga poin. Ia yakin dengan skuat yang dimilik Gli Azzurri sekarang, hal tersebut jadi sesuatu yang sangat mungkin terjadi.

italia leonardo bonucci
@azzurri

“Saya sudah tidak sabar memainkan pertandingan nanti. Kami sangat objektif dan yakin dengan kekuatan tim. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya dan kami sejauh ini sudah melakukan tugas yang luar biasa,” kata Bonucci seperti dilansir Football Italia, Sabtu (12/10/2019).

“Akan sangat bagus merayakan keberhasilan kami finish di urutan teratas, apalagi jika kami melakukan di hadapan suporter. Kami punya tugas membuat sejarah baru untuk Italia dan rasanya akan sangat spesial melakukannya di stadion yang sangat hebat,” katanya lagi.

Saat ini Gli Azzurri memimpin klasemen Grup J dengan torehan 18 poin. Anak asuh Roberto Mancini unggul enam angka dari Finlandia yang berada di peringkat kedua.

Dengan catatan ini, maka tak ayal jika satu kemenangan lagi sudah cukup untuk Italia melenggang mulus ke Euro 2020 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

John van Schip Yakin Yunani akan Kejutkan Italia di Olimpico

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Misi nyaris mustahil diusung Yunani saat menghadapi Italia di Stadion Olimpico dalam lanjutan kualifikasi Euro 2020, Minggu (13/10/2019) dinihari WIB. Walau sulit meraih kemenangan, pelatih John van Schip yakin timnya bisa hadirkan kejutan untuk tuan rumah.

Pada pertemuan pertama kedua tim di Athena Juni lalu, Yunani takluk 0-3. Tapi saat ini mereka datang ke Italia dengan pelatih yang berbeda.

Maka dari itu John van Schip ingin memanfaatkan momentum ini untuk mencuri poin di Olimpico. Untuk mencapai hasil tersebut, ia menuntut anak asuhnya bekerja keras dan saling membantu di lapangan.

john van schip yunani agona sport
Agona Sport

“Saya ingin melihat kami menghadapi tim besar dengan semangat yang bagus, dan menerapkan permainan berbeda seperti laga pertama. Saya juga ingin pemain saya saling membantu satu sama lain,” kata Van Schap seperti dilansir Football Italia, Sabtu (12/10/2019).

“Dengan cara itu kami bisa menjalankan permainan yang sudah direncanakan dalam latihan. Laga ini sangatlah penting untuk kami, jadi kami harus melakukan segalanya dan mengejutkan mereka,” sambung pelatih asal Belanda.

Adapun Yunani sudah dipastikan gagal lolos ke Euro 2020. Kepastian ini tak lepas dari hasil buruk yang mereka raih selama kualifikasi.

Bayangkan saja, dari enam pertandingan, juara Euro 2004 silam itu hanya meraih satu kemenangan, dua kali imbang, serta tiga kekalahan. Torehan lima poin pun membuat mereka kini duduk di peringkat kelima Grup J.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ambisiusnya Roberto Mancini Jelang Italia Hadapi Yunani

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Italia akan menjamu Yunani dalam lanjutan kualifikasi Euro 2020 Grp J di Stadion Olimpico, Minggu (13/10/2019). Pelatih Roberto Mancini sudah tidak sabar menantikan pertandingan ini.

Laju Italia di kualifikasi Euro 2020 ini berjalan sempurna. Mereka mampu menyapu bersih enam pertandingan dengan kemenangan.

Catatan ini pun membuat Roberto Mancini ingin laga melawan Yunani jadi penentu lolosnya Gli Azzurri ke Euro 2020 mendatang. Ya, Ciro Immobile dkk hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan lolos.

Francesco Acerbi - Timnas Italia - Olimpico - @Azzurri
instagram.com/azzurri

“Kami ingin memastikan lolos sesegera mungkin, tapi tentu itu tidak mudah. Keetika saya mengambil alih tim ini saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam 15 bulan. Tapu penting untuk terburu-buru demi memenangkan pertandingan,” kata Mancini seperti dilansir Football Italia, Sabtu (12/10/2019).

“Kami tidak pernah berada dalam masalah, bahkan dalam kekalahan dan melawan tim juaran dunia dan Eropa. Di Portugal kami mengganti 11 pemain dan kami terus berkembang. Para pemain langsung menemukan jati dirinya,” ia menambahkan.

Walau ambisinya untuk segera lolos cukup besar, mantan pelatih Inter Milan tidak ingin meremehkan Yunani. Menurutnya, juara Euro 2004 itu sudah banyak berkembang.

“Tidak akan mudah melawan Yunani. Mereka sudah banyak berubah, mulai dari pelatih baru, formasi, hingga munculnya banyak pemain hebat. Kami akan melihat bagaimana mereka bermain dan sistem apa yang digunakan,” tutup Roberto Mancini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Cetak Gol Lagi untuk Italia, Barella Justru Puji Belotti

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Nicolo Barella jadi bintang kemenangan 3-0 Italia atas Yunani di kualifikasi Euro 2020, Minggu (9/6/2019) dinihari WIB. Kendati berhasil mencetak gol pembuka pada laga di Stadion Olympic Athena ini ia justru merendah.

Barella mencetak gol pembuka pada menit ke-23. Gol tersebut dibuat setelah dirinya mendapat umpan matang dari Andrea Belotti dari sisi kiri. Posisinya yang bebas tanpa kawalan pun membuat gelandang milik Cagliari ini tanpa kesulitan membobol gawang Yunani.

Bagi sang gelandang, gol tersebut tidak akan tercipta jika Belotti tidak memberikan umpan matang tersebut. Ia pun mengucapkan terima kasih pada striker Torino itu yang jeli melihat posisinya yang berdiri bebas di tiang jauh.

yunani vs italia
@azzurri

“Saya harus berterima kasih pada Belotti karena telah mengirim umpan yang sangat indah. Gol ini berkat dirinya. Saya ingin mencetak lebih banyak gol untuk Cagliari musim ini tapi saya senang bisa menyelamatkan mereka untuk tim nasional,” ujar Barella kepada Rai Sport, Minggu (9/6/2019).

“Pertandingan hari ini kami harus menjaga bola untuk waktu yang lama agar lawan sulit mencetak gol. Kami punya pemain bertahan yang sudah mengenal sejak lama dan itu membuat permainan kami semakin kompak tiap harinya,” imbuhnya.

Bagi gelandang berusia 22 tahun tersebut gol yang ia cetak melalui tendangan kaki kanan ini jadi gol keduanya untuk timnas Italia. Sebelumnya ia mencetak gol debut saat menghadapi Finlandia Maret lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Italia Main Sempurna di Semua Lini saat Kalahkan Yunani

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Italia sukses mengalahkan Yunani dalam lanjutan kualifikasi Euro 2020 di Grup J. Mereka tanpa kesulitan meraih kemenangan 3-0 di Stadion Olympic Athena, Minggu (9/6/2019) dinihari WIB.

Tiga gol Italia kali ini semua tercipta pada babak pertama. Nicolo Barella, Lorenzo Insigne, dan Leonardo Bonucci sukses mencetak ketiga gol tersebut. Hasil ini sekaligus membuat gelandang andalan mereka, Jorginho merasa senang.

Menurut pemain Chelsea itu kemenangan ketiga di kualifikasi Euro 2020 ini didapat berkat permainan sempurna sepanjang 90 menit. Bahkan ia berujuar kesempurnaan timnya ini terdapat di semua lini permainan.

belotti-italia-yunani
@azzurri

“Mancini mengatakan pada kami untuk bermain sepak bola dan dan kami mencoba untuk bermain senyaman mungkin. Saya pikir kami melakukan itu. Setiap individu melakukan apa yang harus mereka lakukan di lapangan,” ujar Jorginho kepada Rai Sport, Minggu (9/6/2019).

“Dalam serangan, mengatur tempo permainan di tengah maupun saat bertahan kami tampil sangat sempurna. Ini berkat kerja keras pemain selama pemusatan latihan. Yang paling membanggakan adalah kami mampu bertahan dengan baik dan membuat gawang kami tidak kebobolan,” ia menambahkan.

Tidak ketinggalan, pemain berdarah Brasil ini meminta Gli Azzurri mempertahankan momen seperti ini. “Kami harus menjaga keseimbangan seperti ini dan mempertahankan kerja sama tim yang sudah terbangun,” katanya lagi.

“Ini perlu dilakukan karena ketika bertahan dan menyerang Anda harus melakukannya bersama-sama sebagai tim,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kualifikasi Euro 2020: Italia Masih Terlalu Kuat untuk Yunani

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Italia tampil menawan saat menghadapi Yunani di Stadion Olympic Athena, Minggu (9/6/2019) dinihari WIB dalam lanjutan kualifikasi Euro 2020 Grup J. Anak asuh Roberto Mancini bahkan mampu menyudahi perlawanan tuan rumah di babak pertama dengan kemenangan 3-0.

Gli Azzurri mampu tampil dominan, terutama di babak pertama. Terus menerus menekan pertahanan Yunani, mereka akhirnya berhasil unggul ketika laga memasuki menit ke-23. Akselerasi Andrea Bellotti dari sisi kiri berhasil dituntaskan Nicolo Barella lewat tendangan terukurnya dari dalam kotak penalti.

Gol ini membuat tim besutan Roberto Mancini berada di atas angin. Sedangkan Yunani justru semakin terpuruk karena mereka selalu gagal memberikan tekanan.

belotti-italia-yunani
@azzurri

Hasilnya pun terlihat pada menit ke-30 lewat gol yang dicetak Lorenzo Insigne. Pemain Napoli itu dengan cerdik membobol gawang tuan rumah lewat tendangan melengkungnya.

Pesta Italia kembali berlanjut tiga menit kemudian. Kali ini giliran Leonardo Bonucci yang mencatatkan namanya di papan skor. Bek Juventus itu dengan cerdik menyundul bola setelah mendapat umpan matang dari Emerson Palmieri.

Skor 3-0 ini pun menutup babak pertama. Di paruh kedua tim tamu mengendurkan serangan. Situasi ini coba dimanfaatkan oleh Yunani dengan melakukan tekanan. Beberapa peluang pun berhasil diraih anak asuh Angelos Anastasiadis.

Salah satu peluang emas Yunani tercipta pada menit ke-69. Tapi upaya Konstantinos Fortounis masih bisa digagalkan Salvatore Sirigu yang tampil apik di bawah mistar.

Kendati terus mencoba mencetak gol, Yunani selalu gagal. Begitu pula dengan Italia yang pada babak kedua tampil lebih aman demi mengamankan kemenangan 3-0. Alhasil sampai laga berakhir skor ini tidak berubah.

Tambahan tiga poin tersebut sekaligus membuat Gli Azzurri memimpin puncak klasemen Grup J dengan raihan poin sembilan dari tiga pertandingan. Sedangkan Yunani masih terpaku di peringkat ketiga dengan empat poin.

Susunan Pemain:

Yunani (4-1-4-1): 13-Vasilios Barkas; 3-Konstantinos Stafylidis, 19-Sokratis, 4-Kostas Manolas, 8-Zaca; 5-Dimitris Siovas; 17-Dimitris Kolovos (Charalampos Mavrias 46’), 21-Dimitrios Kourbelis (Manolis Siopis 46’), 22-Andreas Samaris (Anastasios Bakasetas 77’), 16-Giorgios Masouras; 10-Konstantinos Fortounis

Pelatih: Angelos Anastasiadis

Italia (4-3-3): 1-Salvatore Sirigu; 16-Alessandro Florenzi, 19-Leonardo Bonucci, 3-Giorgio Chiellini, 4-Emerson (Mattia De Sciglio 68’); 6-Marco Verratti (Lorenzo Pellegrini 81’), 8-Jorginho, 18-Nicolo Barella; 14-Federico Chiesa, 9-Andrea Belotti (Federico Bernardeschi 84’), 10-Lorenzo Insigne

Pelatih: Roberto Mancini

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Yunani vs Italia

YUNANI vs ITALIA main

Stadion Olimpiade Athena, Minggu (9/6/2019) Pukul 01.45 WIB 

Football5star.com, Indonesia – Yunani akan memulai perjuangan mereka untuk menembus fase grup Euro 2020 dengan menjamu Italia. Pertandingan akan berlangsung di Stadion Olimpiade Athena, Minggu (9/6) pagi.

Pertandingan ini merupakan yang pertama kalinya sejak 1987 di laga resmi. Secara keseluruhan, pertemuan terakhir mereka terjadi pada pertandingan persahabatan pada 2008 silam.

Italia mencatatkan empat kemenangan clean sheet atas Yunani sepanjang sejarah pertemuan keduanya. Yunani belum pernah menang dengan defisit dua gol atas Italia.

REKOR PERTEMUAN

Yunani vs Italia head to head

TREN PERFORMA
Yunani vs italia Lima laga trakhirSTATISTIK MENARIK 
  • Italia mengantongi dua kemenangan dan satu imbang di laga resmi. 
  • Yunani belum pernah mengantongi kemenangan atas Italia.
  • Italia catatkan tiga kemenangan clean sheet atas Yunani.
  • Pertemuan terakhir keduanya berakhir imbang yakni pada 2008 silam.
PELATIH
  • Laga nanti akan menjadi pertemuan pertama bagi pelatih dari kedua tim.
  • Angelos Anastasiadis  belum pernah bertemu Roberto Mancini sebelumnya.
  • Anastasiadis menelan dua kekalahan dari dua pertandingan melawan Italia.
  • Roberto Mancini belum pernah bertemu Yunani sepanjang karier melatihnya.
WASIT
  • Pertandingan nanti akan dipimpin oleh Anthony Taylor.
  • Italia pernah menelan satu kekalahan ketika diwasiti Taylor.
  • Pertandingan ini merupakan pertama kalinya dipimpin oleh Taylor.
PEMAIN KUNCI
Yunani

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

Italia
Top Scorer:

Top Assist:
Top Rating:

BERITA KEDUA TIM
  • Yunani: Kostas Mitroglou diproyeksikan tampil di laga ini
  • Yunani: Sebagian besar pemain utama juga siap dimainkan.
  • Italia: Sejumlah pemain bintang seperti Marco Verratti, Jorginho, dan Moise Kean akan disiapkan untuk tampil.
  • Italia: Tidak ada gangguan cedera dari tim nasional Italia.
PRAKIRAAN FORMASI

Yunani vs Italia line up

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Yunani 0-1 Italia
ScorePredictor
Yunani 0-1 Italia
Predictz
Yunani 0-1 Italia
FOOTBALL5STAR
Yunani 0-1 Italia

Pelatih Kroasia Tak Ingin Terlena Kemenangan Telak Atas Yunani

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, tidak ingin terlena dengan kemenangan telak timnya atas Yunani. Ia mengakui skor 4-1 tidak berarti apa-apa di leg kedua nanti. Pelatih yang baru menjabat Okotber lalu ini meminta pemainnya memandang leg kedua sama seperti pertandingan pertama.

Kendati sudah unggul agregat 4-1, Dalic meminta pemainnya untuk tetap berpikir bahwa laga di Yunani nanti agregat kedua tim masih 0-0. Ia tidak ingin para pemain besar kepala sehingga bisa membawa dampak buruk di laga yang akan berlangsung di stadion Giorgios Karaiskakis, Senin (13/11/2017).

“Kita tidak boleh bersantai dengan hasil ini. Masih ada pertandingan di Yunani yang akan mengerikan dengan dukungan fans mereka. Semua belum berakhir dan kami ke sana seolah-olah laga tadi berakhir 0-0,” ujar Dalic seperti dilansir Vecernji, Jumat (10/11/2017).

kroasia vecernji
vecernji.hr

Walaupun belum merasa tenang, Dalic tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Menurutnya, hasil ini didapat karena pemain sudah menunjukkan performa yang brilian. Selain itu, dukungan suporter juga sangat membantu tim meraih kemenangan.

“Para pemain benar-benar hebat dan saya sangat berterima kasih. Mereka pantas mendapat kemenangan ini dan kami banyak mendapat pesan positif. Yang tak kalah pentingnya adalah fans yang selalu menjadi pemain kedua belas. Mereka sangat hebat,” tegasnya.

Ketika ditanya alasannya tidak menurunkan Mario Mandzukic, Dalic beralasan bahwa sang pemain tidak dalam kondisi bugar. Ia tidak ingin mengambil resiko sehingga bisa kehilangan bintang Juventus itu lebih lama

Suker: Pelatih Baru Buat Kroasia Lebih Berkualitas

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Kroasia, Davor Suker, terkejut dengan penampilan negaranya saat mengalahkan Yunani 4-1, Jumat (10/11/2017). Menurutnya, kemenangan tersebut tak lepas dari andil pelatih Zlatko Dalic. Juru taktik yang baru menjabat Oktober lalu ini dianggap membuat permainan lebih berkualias.

Mantan pemain Juventus itu sebelumnya sempat tidak percaya Kroasia bisa melaju sejauh ini. Terlebih pergantian pelatih yang dilakukan di akhir-akhir babak kualifikasi cukup beresiko. Namun, Dalic berhasil membuat perbedaan dan membuktikan diri.

“Kroasia telah berjalan lebih jauh sekarang. Kami beruntung memiliki Dalic di masa-masa krusial. Ia mampu membuat kualitas permainan meningkat dengan startegi baru yang langsung dipahami pemain,” kata Suker kepada Goal, Jumat (10/11/2017).

zlatko dalic vecernji
vecernji.hr

Kendati menang dengan skor besar, pria 49 tahun tersebut menolak anggapan Kroasia sudah lolos ke Rusia. Ia menilai, laga kedua di Yunani akan jauh lebih berat, mengingat fans tuan rumah bisa mempengaruhi permainan dan mengintimidasi tim lawan.

“Dari awal saya katakan bahwa Yunani sangat merepotkan. Di laga kedua nanti, kita semua tahu fanatisme fans saat mereka bermain di kandang. Stadion selalu penuh dan suasananya sangat hebat. Jadi hasil ini bukan menjadi jaminan Kroasia lolos,” tambahnya.

Pada laga kedua nanti, Kroasia akan bertandang ke stadion Giorgios Karaiskakis, Senin (13/11/2017) dinihari WIB. Mereka hanya butuh hasil seri untuk memastikan diri melaju ke Piala Dunia tahun depan

Kroasia Tunjukkan Diri Pantas Bermain di Piala Dunia

Football5Star.com, Indonesia – Kroasia secara meyakinkan melumat Yunani dengan skor 4-1 di leg pertama play off Piala Dunia 2018. Bermain di Stadion Maksimir, Zagreb, Jumat (10/11/2017) dinihari WIB, negara Balkan menunjukkan bahwa mereka memang pantas berangkat ke Rusia.

Hasil ini pun disambut baik oleh kapten tim, Luka Modric. Baginya, kemenangan telak ini sangat penting bagi Kroasia. Dengan permainan yang memukau sepanjang laga, akan menjadi tragedi bila Kroasia tidak lolos Piala Dunia.

“Kami tidak boleh melewatkan Piala Dunia karena itu bisa menjadi tragedi. Dan itu terlihat ketika Kroasia bermain di level teratasnya tadi dan tinggal selangkah lagi kami bisa ke Rusia. Saya senang dengan hasilnya,” tandas Modric seperti dilansir Vecernji, Jumat (10/11/2017).

IvanPerisicCroatiavGreeceFIFA2018WorlddM uSqkiNlFl
zimbio.com

Pemain Real Madrid ini juga mengapresiasi dukungan fans yang memenuhi stadion. Namun, ia tidak ingin bereuforia terlalu lama karena masih ada satu pertandingan penentu yang harus dilakoni di Yunani.

“Fans membuat pertandingan menjadi lebih mudah kami menangkan. Mereka puas dan siap mendukung ketika bertandang ke Yunani. Kami tidak ingin larut dalam kemenangan karena pertandingan yang sangat berat sudah menanti di depan,” tambahnya.

Kendati demikian, ia menolak bermain bertahan di leg kedua nanti. Menurutnya, bermain seperti itu di kandang lawan akan menjadi bom waktu bagi timnya. Seperti halnya laga di Zagreb, pada pertandingan di Athena nanti, Modric juga menargetkan kemenangan.

Menang 4-1 Atas Yunani, Satu Kaki Kroasia Sudah di Rusia

Football5Star.com, Indonesia – Kroasia berhasil mengawali putaran play off Piala Dunia 2018 dengan sempurna. Menghadapi Yunani di Stadion Maksimir, Jumat (10/11/2017) dinihari WIB, mereka menang besar dengan skor 4-1. Hasil ini membuat satu kaki Luka Modric dan kolega sudah berada di Rusia tahun depan.

Kedua tim mempertontonkan permainan menyerang sejak awal laga. Namun tuan rumah lebih dominan dibanding tim tamu. Hal itu ditunjukkan ketika Kroasia berhasil unggul cepat di menit 13 saat Luka Modric membuka skor lewat tendangan penalti.

Hanya berselang enam menit, tim besutan Zlatko Dalic berhasil menggandakan keunggulan melalui sontekan Nikola Kalinic setelah menerima umpan Ivan Strinic. Yunani hanya mampu mencuri satu gol di menit 30 lewat tandukan Sokratis Papastathopoulos yang memanfaatkan tendangan sudut.

IvanPerisicCroatiavGreeceFIFA2018WorldY4jwS6Te Vol
zimbio.com

Namun, Kroasia akhirnya menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1 setelah Ivan Perisic kembali memperlebar jarak tiga menit berselang. Umpan Sime Vrsaljko dari sisi kiri tak disia-siakan bintang Inter Milan itu untuk mencetak gol.

Memasuki babak kedua, Kroasia langsung menggempur pertahanan Yunani. Stadion Maksimir benar-benar menjadi kuburan bagi Yunani. Bagaimana tidak, gawang Oreztis Karnezis kembali dibobol pada menit 49. Kali ini Andrei Kramaric berhasil mencatatkan namanya di papan skor.

Kemenangan 4-1 membuat Kroasia hanya membutuhkan hasil imbang atau kalah dengan silisih dua gol di Athena, Senin (13/11/2017) dinihari WIB, untuk melenggang ke Piala Dunia. Sementara Yunani mau tidak mau harus menang minimal tiga gol.

https://www.youtube.com/watch?v=wz3o42f7EX4

Susunan Pemain:

Kroasia (4-2-3-1): 23-Subasic; 3-Strinic, 21-Vida, 6-Lovren, 2-Vrsaljko; 7-Rakitic, 11-Brozovic, 4-Perisic, 10-Modric, 9-Kramaric (8-Kramaric 83’), 16-Kalinic (14-Rebic 76’)
Pelatih: Zlako Dalic

Yunani (3-5-1-1): 1-Karnezis; 5-Papadopoulos, 19-Papastathopoulos, 3-Tzavellas; 21-Stafylidis (14-Bakasetas 72’), 22-Samaris (17-Tachtsidis 62’), 6-Tziolis, 8-Zeca, 2-Maniatis (4-Retsos 46’); 10-Futounis, 11-Mitroglu
Pelatih: Michael Skibbe

Kartu Kuning: Karnezis (11), Zeca (21), Bakasetas (79)

Romelu Lukaku Hindarkan Belgia dari Kekalahan Saat Jamu Yunani

Belgia gagal mengamankan tiga poin saat menjamu Yunani dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup H Zona Eropa di Koning Boudewijnstadion, Sabtu (25/3/2017).

Belgia terpaksa bermain tanpa dua gelandang andalannya, Eden Hazard dan Kevin De Bruyne, yang mengalami cedera pada sesi latihan awal pekan. Romelu Lukaku tampil sebagai pahlawan The Red Devils dalam laga ini.

Setelah skor kacamata bertahan hingga turun minum, gawang Belgia yang dikawal Thibaut Courtois kebobolan saat babak kedua baru berjalan 20 detik. Gol Yunani diciptakan oleh Kostas Mitroglou.

Belgia mendapat keuntungan setelah Yunani harus tampil dengan 10 pemain menyusul kartu merah Panagiotis Tachtsidis yang melakukan tekel keras kepada Toby Alderweireld pada menit ke-65.

Lukaku mencetak gol indah setelah memaksimalkan umpan silang Dries Mertens satu menit sebelum waktu normal usai. Tak lama berselang, dia nyaris membawa Belgia berbalik unggul atas Yunani apabila tembakannya gagal dihentikan Stefanos Kapino.

Yunani kembali kehilangan pemain jelang bubaran setelah Giorgos Tzavelas dikartu merah oleh wasit. Skor 1-1 bertahan sampai wasit meniup peluit panjang.

Dengan hasil ini, Belgia masih menempati posisi puncak klasemen dengan 13 poin atau tepat di atas Yunani dengan keunggulan dua angka.

Berita Terkini: Dzeko Pertanyakan Kartu Merah “Aneh” Saat Lawan Yunani

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Bosnia-Herzegovina, Edin Dzeko diganjar kartu merah setelah mempeloroti celana pemain Yunani pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2018, Senin (14/11) dini hari WIB. Dia mengaku kaget dan mempertanyakan keputusan wasit.

Sebelumnya Dzeko dan Sokratis Papastathopoulos terlibat perseteruan di lapangan. Berawal dari pelanggaran Sokratis, Dzeko memegang bola. Namun, bola tersebut direbut secara paksa oleh Sokratis. Dzeko yang geram entah sengaja atau tidak mempelorot celana Sokratis.

Atas perilakunya itu, Dzeko diberi kartu kuning kedua dan diusir wasit. Eks striker Manchester City ini pun heran dengan keputusan wasit.

“Saya diusir tanpa alasan. Saya tak tahu mengapa. Wasit mengatakan saya memulai semuanya. Tapi, saya adalah pemain yang jatuh dan dilanggar, jadi bagaimana saya mengawalinya?,” tanya Dzeko dikutip dari Four Four Two.

Striker AS Roma ini sendiri kecewa atas hasil imbang 1-1. Menurutnya hasil itu seperti merasakan kekalahan.

“Saya seperti merasa kalah 0-3. Yunani tak pantas mendapatkan hasil ini. Mereka bahkan tak layak hanya kebobolan satu gol. Mereka pantasnya kalah 0-4,” geram dia.

Hal senada juga dituangkan Pelatih Bosnia, Mehmed Bazdarevic. Dia kesal dengan kepemimpinan Wasit Jonas Eriksson.

“Kami pantas menang, tetapi kalah karena provokasi Yunani. Wasit harusnya malu dengan diri sendiri. Dia tak bisa jeli melihat pertandingan,” tandas dia.

Berita Bola: Yunani Permalukan Belanda

Yunani secara mengejutkan menang 2-1 atas tuan rumah Belanda pada laga persahabatan di Philips Stadion, Eindhoven, Jumat (2/9/2016) dinihari WIB.

The Flying Dutchmen unggul lebih dulu pada menit 14. Umpan silang mendatar Vincent Janssen diteruskan tembakan Georginio Wijnaldum.

Tim tamu kedian membalas pada menit 29. Umpan silang terukur Vasilis Torosidis disambar sundulan Kostas Mitroglu untuk menaklukkan kiper Jeroen Zoet. Babak pertama berakhir 1-1.

Pada menit ke-74, Yunani berbalik unggul. Gianniotas mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Mitroglu.

Skor jado 2-1 untuk Yunani dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai. Itu menjadi kemenangan pertama Yunani atas Belanda dari delapan pertemuan terakhir sejak 1972.

Susunan Pemain

Belanda: 1-Jeroen Zoet; 2-Joel Veltman, 3-Jeffrey Bruma, 4-Daley Blind, 5-Jetro Willems (22-Bas Dost 80); 8-Georginio Wijnaldum (20-Davy Klaassen 72), 6-Kevin Strootman (16-Jorrit Hendrix 65), 10-Wesley Sneijder (18-Davy Propper 65); 7-Steven Berghuis, 9-Vincent Janssen, 11-Quincy Promes (21-Luciano Narsingh 72)

Yunani: 1-Orestis Karnezis (12-Stefanos Kapino 46); 15-Vasilis Torosidis (21-Kostas Stafylidis 46), 4-Kostas Manolas (5-Kyriakos Papadopoulos 46), 19-Sokratis Papastathopoulos, 3-Georgios Tzavellas; 18-Petros Mandalos (7-Nikolaos Karelis 83), 2-Giannis Maniatis, 22-Andreas Samaris, 20-Jose Holebas (14-Anastasios Bakasetas 46); 11-Kostas Mitroglu, 10-Konstantinos Fortounis (17-Giannis Gianniotas 56)

UEFA Euro 2016: Legenda Yunani: Ada Kemiripan Antara Kami Dengan Wales

Mantan gelandang tim nasional Yunani, Giorgos Karagounis, melihat ada similiaritas antara Wales dengan tim mereka ketika menjuarai Piala Eropa 2004.

12 tahun lalu, Yunani mengejutkan semua orang dengan menjadi juara Piala Eropa. Di partai final yang digelar di Estadio da Luz di Lisbon, mereka mengalahkan tuan rumah Portugal dengan skor 1-0.

Dalam Piala Eropa 2016, Wales berhasil menciptakan kejutan dengan melangkah hingga ke babak semifinal. Padahal, sama seperti Yunani pada 2004, mereka datang bukan sebagai tim unggulan.

Menurut Karagounis, Wales bermain dengan semangat yang sama seperti yang ia dan rekan-rekannya tampilkan.

“Mereka tidak bermain di turnamen besar selama bertahun-tahun, mereka berjuang dalam setiap perebutan bola, mereka memiliki rasa percaya seperti kami,” ujar Karagounis seperti yang dikutip oleh Guardian.

“Mereka memainkan sepak bola yang indah, mencetak gol, dan mereka adalah tim kejutan di turnamen kali ini. Mereka pantas atas semua yang telah terjadi.”

“Ada perbedaan dari cara bermain, karena mereka tidak terus-menerus menggunakan formasi 3-5-2 seperti kami. Bagaimana pun, Wales memiliki penyerangan yang lebih baik dari kami. Gareth Bale memberikan tambahan kekuatan, begitu juga dengan beberapa pemain Premeir League yang lain,” tambah dirinya.

Skuat asuhan pelatih Chris Coleman akan menghadapi Portugal dalam laga semifinal pada Kamis (7/7). Tetapi, Karagounis mengaku tidak menjagokan siapa pun.

“Wales berjuang dengan hebat, tetapi Portugal memiliki (pelatih) Fernando Santos. Aku tidak mendukung siapa pun. Aku berharap tim terbaik yang menang,” jelasnya.

Terim Marah Fans Turki Mencemooh Lagu Kebangsaan Yunani

Tindakan kurang terpuji dilakukan suporter Turki ketika sesi mengheningkan cipta saat melawan Yunani, Rabu 18 November. Sejumlah suporter Turki mengeluarkan suara gaduh dan bersiul saat mengheningkan cipta untuk mengenang 129 korban aksi teroris di Kota Paris, Prancis, Jumat 13 November.

Pelatih Turki, Fatih Terim mengkritik tindakan para suporter. Ia menilai suporter yang melakukan hal itu tidak menunjukkan respek.

“Kenapa kalian melakukannya? Kenapa Anda tak bisa menunjukkan rasa respek walau hanya semenit,” ujar Terim.

Situasi makin tidak kondusif karena suporter Turki juga membuat kegaduhan ketika lagu kebangsaan Yunani dinyanyikan. Terim mengaku malu dengan tindakan suporter Turki. Menurut Terim, suporter harusnya malu karena pertandingan tersebut disaksikan oleh Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu dan Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras.

Bagi Terim, kehadiran kedua sosok penting itu menjadi pertanda bagus dalam usaha rekonsiliasi Turki dengan Yunani. Namun hubungan kedua negara bukan tidak mungkin malah memburuk gara-gara tindakan kurang sportif yang dilakukan suporter.

“Mencemooh lagu kebangsaan negara lain bukanlah perbuatan yang patut dibenarkan. Rakyat Turki harusnya lebih baik dari ini. Kami juga pasti bakal marah andai negara lain berbuat yang sama saat lagu kebangsaan Turki dinyanyikan,” tegas Terim.

Turki dan Yunani sudah tidak bertemu dalam pertandingan sepak bola dalam delapan tahun terakhir. Keduanya terakhir bersua pada 17 Oktober 2007. Ketika itu, Yunani menang dengan skor 1-0.