Reaksi PSSI Lihat Tendangan Kung Fu Syaiful Indra Cahya ke Wajah Nadhiif

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI akhirnya bereaksi soal tendangan kung fu Syaiful Indra Cahya ke arah wajah pemain Persiraja Banda Aceh, Muhammad Nadhiif. Mereka menyebut harusnya semua klub menghubungi PSSI saat melakoni pertandingan persahabatan.

Seperti diketahui, nama Syaiful Indra Cahya dua hari terakhir jadi sorotan usai uji coba antara Persiraja vs AHHA PS Pati FC, Senin (6/9/2021). Hal itu selepas dia melancarkan tendangan kung fu ke arah wajah Muhammad Nadhiif. Bahkan, kondisi itu sempat membuat Nadhiif terkapar.

Tendang Wajah Pemain Persiraja, Syaiful Indra Cahya Minta Maaf

PSSI pun angkat suara. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyayangkan kepada kedua kesebelasan yang menggelar laga uji coba tak resmi. Sebab, nantinya yang terjadi jelas di luar kendali PSSI.

“PSSI akan menegaskan kembali bagi klub anggota (PSSI) yang mengadakan uji coba atau dengan tajuk latihan bersama diwajibkan menyampaikan surat pemberitahuan atau izin ke PSSI, Asprov, atau Askot (Asosiasi Kota kabupaten),” kata Yunus Nusi saat dihubungi awak media.

Kasih Keras! Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

“Hal ini agar pertandingan tersebut dapat rekomendasi, dan kami bisa memberikan wasit yang memimpin pertandingan tersebut,” sambung dia.

Syaiful Indra Cahya Sudah Dipulangkan

Manajemen AHHA PS Pati FC akhirnya bersikap keras dengan memulangkan Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun. Mereka pun meminta maaf kepada pihak Persiraja Banda Aceh karena kejadian tak mengenakkan sebelumnya.

Kasih Keras! Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

“Untuk nama-nama pemain tersebut (Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun) kami pulangkan dari pemusatan latihan di Jakarta, karena melakukan hal yang tak pantas dicontoh pada pertandingan persahabatan melawan Persiraja,” kata COO AHHA PS Pati, Divo Sashendra, Selasa (7/9/2021).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Akhirnya Turuti Permintaan Shin Tae-yong

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI akhirnya menurut permintaan Shin Tae-yong soal timnas Indonesia. Hal itu setelah mereka merestui tiga nama yang disodorkan oleh Shin untk jadi asisten pelatih.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga asisten Shin Tae-yong, yakni Kim Hae-woon, Lee Jae-hong, dan Kim Woo-jae resmi mengundurkan diri dari timnas Indonesia. PSSI mengabarkan kalau mundurnya ketiga sosok itu karena alasan personal.

Shin Tae-yong Akhirnya Ungkap 3 Asisten Barunya di Timnas Indonesia

Belakangan ada tiga nama yang disebut akan dibawa oleh Shin ke Indonesia. Mereka ialah Kim Bong-soo dan Dzenan Radonvic, dan Shin Sang-gyu. Nah, ketiga nama itu itu sudah diresmikan PSSI. Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan proses persetujuan ini sesuai hasil rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang dipimpin Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pada Senin (6/9) melalui sarana virtual.

PSSI Akhirnya Turuti Permintaan Shin Tae-yong

“Melalui rapat Komite Eksekutif, PSSI menyetujui permintaan Shin Tae-yong terkait asisten pelatih. Mereka punya kualitas yang bagus dan berharap dapat membantu Shin Tae-yong dengan baik,” kata Yunus Nusi.

Tiga Asisten Shin Tae-yong Punya Tugas Khusus

Yunus menyebut, tiga asisten Shin itu nantinya punya tugas khusus di timnas Indonesia. Salah satu yang disoroti ialah ketiganya harus memberi transfer ilmu kepada pelatih lokal.

PSSI Akhirnya Turuti Permintaan Shin Tae-yong
Goal

“Lalu pemain jua harus dapat demi raihan prestasi timnas Indonesia nantinya. PSSI akan bergerak cepat untuk mendatangkan tiga asisten pelatih ini ke Indonesia agar segera bisa melatih dan melakukan proses tanda tangan kontrak,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Masih Maklumi Kesalahan Keputusan Wasit Liga 1

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengaku masih memaklumi kesalahan keputusan dari wasit di Liga 1 2021-22 karena sudah lama tak memimpin pertandingan. Mereka jua mendorong agar para wasit bisa membubarkan kerumunan yang terjadi saat pemain selebrasi gol hingga penerapan protokol kesehatan.

Faktor wasit memang menjadi salah satu kunci penting dalam berjalannya kompetisi strata satu sepak bola Indonesia itu. Selain bertugas mengawasi pertandingan, mereka jua dituntut untuk reaktif soal penerapan protokol kesehatan.

Catat! Jadwal Lengkap Liga 1 2021-22 hingga Pekan Keenam PSSI Masih Maklumi Kesalahan Keputusan Wasit Liga 1

“Kita titipkan marwah pertandingan di pundak-pundak rekan-rekan wasit yang menjadi peserta. Saya juga berharap wasit meminimalisasi kerumunan (saat selebrasi gol, dan saat berbicara dengan wasit),” ujar Waketum PSSI, Iwan Budianto.

PSSI Masih Maklumi Kesalahan Keputusan Wasit Liga 1

“Tolong juga kepada wasit cadangan, waspada terhadap bangku cadangan, diingatkan untuk tetap terus memakai masker selama pertandingan. PSSI titip kesuksesan liga bersama-sama,” sambung dia.

PSSI Maklumi Kesalahan Wasit Liga 1

PSSI sendiri masih memaklumi beberapa kesalahan yang dilakukan wasit saat memimpin Liga 1 2021-22. Bukan tanpa sebab, mereka sudah cukup lama tak memimpin pertandingan.

PSSI Masih Maklumi Kesalahan Keputusan Wasit Liga 1

“Banyak hal yang mungkin tidak sama bisa dilakukan dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya. Selama 1,5 tahun teman-teman tidak memimpin pertandingan, tentu ada kekakuan disana serta ada juga aturan-aturan baru dalam memimpin pertandingan. Kami memaklumi itu,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Kendati begitu, tentu kalau kesalahannya berulang wasit Liga 1 pasti akan mendapat peringatan tegas. “Tetapi apa bila sudah dilakukan dan melakukan kesalahan berkali-kali, kami juga tidak akan memaklumi hal itu lagi,” tutup Yunus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Akhirnya Beri Ancaman bagi Klub Penunggak Gaji di Liga 1

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI akhirnya bersikap tegas bagi klub yang masih menunggak gaji jelang digulirkannya Liga 1 2021-22 dan Liga 2. Mereka menyebut kalau klub-klub sudah diberi ketegasan dan berjanji akan segera melunasi utang kepada pemain.

Seperti diberitakan sebelumnya, nyatanya masih banyak klub yang belum membayarkan hak-haknya kepada pemain. Dalam rilis APPI, ada setidaknya tujuh tim yang punya sangkutan, yakni satu klub Liga 1 dan enam klub Liga 2.

Mereka ialah PSM Makassar, PSPS Riau, Kalteng Putra, Persijap Jepara, PSKC Cimahi, PSMS Medan, dan Sriwijaya FC. Keenam klub tersebut sudah diputus oleh National Dispute Resolution Chamber (NDRC) untuk segera melunasi utang kepada pemain agar bisa berkompetisi.

PSM Makassar tak akan dapat diperkuat Wiljan Pluim karena tak didaftarkan untuk Piala Menpora 2021. PSSI Akhirnya Beri Ancaman bagi Klub Penunggak Gaji di Liga 1

Sebab, jika utang gaji kepada pemain tak dilunasi, maka para klub Liga 1 dan Liga 2 itu dilarang mendaftarkan pemain tiga periode transfer. Kini, dengan sisa sepekan lagi kompetisi digulirkan, nyatanya belum ada tanda-tanda itikad baik klub melunasi tanggungannya.

PSSI pun akhirnya bersikap tegas. Mereka menyebut sudah berkomunikasi dengan para klub untuk segera melunasi tunggakan gaji.

PSSI Akhirnya Beri Ancaman bagi Klub Penunggak Gaji di Liga 1

“Kami sudah menyampaikan ketegasan ke klub. Klub sudah berjanji sebelum kick off akan sudah diselesaikan,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat dihubungi awak media.

APPI Sebut Klub Liga 1, PSM Makassar Sudah Ada Pembicaraan

yata, Banyak Klub Liga 1 yang Tunggak Gaji Pemainnya

PSM Makassar yang menjadi satu-satunya klub dari Liga 1 disebut sudah mulai ada itikad baik. Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mengaku sudah dapat informasi dari pemain kalau PSM mulai membicarakan hal itu.

“Perkembangan pelunasan gaji (PSM) belum ada. Cuma, infonya yang masuk ke APPI, sudah ada pembicaraan dari manajemen,” kata Plt GM APPI, M Hardika Aji.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI: Timnas Indonesia Butuh Fasilitas JIS

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menilai timnas Indonesia sangat membutuhkan fasilitas Jakarta International Stadium (JIS). Apalagi, sepanjang tahun ini berbagai level timnas akan segera melakoni pemusatan latihan (TC).

Hal itu disampaikan oleh Yunus Nusi saat PSSI menandatangani kerja sama dengan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro. Kerja sama itu merupakan upaya untuk optimalisasi pemanfaatan JIS.

Tentu, hal ini disambut positif oleh PSSI. Yunus menilai timnas akan sangat terbantu dengan keberadaan JIS beserta fasilitas apiknya. Sebab, timnas juga dalam waktu dekat akan melakoni TC.

Shin Tae-yong Pasti Senang Timnas Indonesia Latihan di JIS

“Bagi PSSI, ini salah satu bagian kerja sama yang terpenting dan membanggakan. Tahun ini hampir seluruh strata timnas akan TC khususnya di Jakarta,” ungkap Yunus Nusi.

Shin Tae-yong Pasti Senang Timnas Indonesia Latihan di JIS

“Ada 7 strata timnas Indonesia mulai dari senior, U-23, U-16, timnas senior putri, U-20 putri, yang sangat membutuhkan fasilitas seperti ini,” sambung dia.

Timnas Indonesia akan TC di JIS

PSSI: Timnas Indonesia Butuh Fasilitas JIS

Yunus menyebut timnas sepertinya dalam waktu dekat akan memanfaatkan fasilitas di JIS. Menurutnya, skuat Garuda memang butuh lapangan yang rumputnya sangat baik guna membantu rencana pelatih Shin Tae-yong.

“Insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama, mudah-mudahan kita sudah bisa memanfaatkan ini. Anak-anak timnas pelan-pelan memanfaatkan lahan ini untuk TC. Timnas Indonesia butuh lapangan representatif seperti ini untuk latihannya,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Shin Tae-yong Takkan Datang dengan Asisten Barunya

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Shin Tae-yong dipasikan tak akan datang dengan para asisten barunya ke Indonesia. Dia disebut cuma membawa dua orang dari Korea Selatan ke Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga asisten Shin Tae-yong, yakni Kim Hae-woon, Lee Jae-hong, dan Kim Woo-jae resmi mengundurkan diri dari timnas Indonesia. PSSI mengabarkan kalau mundurnya ketiga sosok itu karena alasan personal.

Nah, Shin belakangan disebut akan membawa dua nama yang akan segera dibawa ke tim pelatih timnas . Mereka ialah Kim Bong-soo dan Dzenan Radonvic. Keduanya disebut akan turut bersama Shin saat tiba di Indonesia pada Rabu (18/8/2021) malam.

Shin Tae-yong Disebut Kembali ke Indonesia Pekan Depan

“Ya, Shin sepertinya belum membawa asisten barunya untuk di timnas. Dia cuma membawa dua nama, yakni Choi In-cheol dan Analis Kim Jong-jin,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi, singkat saat dihubungi Football5Star.com.

Profil Singkat Calon Asisten Shin Tae-yong

Eks Pelatih Suwon Samsung Ini Jadi Asisten Shin Tae-yong di Timnas Indonesia?

Bong-soo pernah bekerja untuk timnas U-23 Korsel dari 2010 hingga 2012, dan timnas senior 2013 hingga 2015. Dia pun terakhir kali tercatat sebagai pelatih kiper di Suwon Samsung Bluewings.

Soal Eks Pelatih Suwon Samsung ke Timnas Indonesia, Begini Kata PSSI Shin Tae-yong akan Bawa Legenda K-League Ini ke Timnas Indonesia?

Sedangkan, Dzenan Radoncic memiliki kedekatan dengan Shin saat sama-sama membela Seongnam pada 2009 sampai 2011. Keduanya pun sukses mengantarkan Seongnam menjuarai Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea 2011.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Reaksi PSSI Soal Kabar 3 Asisten Shin Tae-yong Mundur karena Bertengkar

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI akhirnya bersuara soal kabar tiga asisten Shin Tae-yong mundur karena berselisih paham. Mereka menyebut akan mengonfirmasi langsung kepada Shin saat tiba di Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga asisten Shin Tae-yong, yakni Kim Hae-woon, Lee Jae-hong, dan Kim Woo-jae resmi mengundurkan diri dari timnas Indonesia. PSSI mengabarkan kalau mundurnya ketiga sosok itu karena alasan personal.

Nova Arianto Soal 3 Asisten Shin Tae-yong: Mereka Orang jujur Reaksi PSSI Soal Kabar 3 Asisten Shin Tae-yong Mundur karena Bertengkar

Tak cuma itu, PSSI dalam laman resminya mengabarkan kalau keputusan mundur tiga asisten pelatih itu karena tak akur dengan Shin. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, akhirnya berbicara soal dugaan tersebut.

“Nanti, saat Shin Tae-yong datang, baru akan diminta penjelasannya. Dia akan langsung menghadap kepada Exco,” ungkap Yunus Nusi singkat saat dihubungi Football5Star.com.

Nova Arianto Soal 3 Asisten Shin Tae-yong: Mereka Orang jujur

Begitu pula dengan pengganti Shin. “Ya, nanti sekalian Shin akan memberikan nama-nama pengganti saat tiba,” sambung Yunus.

Shin Tae-yong Mengakui

Shin Tae-yong Terancam Dilarang ke Indonesia, Begini Kata PSSI

Shin sendiri sebelumnya tak menampik kabar tersebut. Kepada media Korea Selatan, pelatih berusia 51 tahun itu membeberkan kalau klaim PSSI tak salah.

“Memang benar ketiga asisten pelatih itu telah menyampaikan keinginan merekka untuk mengundurkan diri. (Soal yang dikabarkan oleh PSSI) Ada benarnya. Ada beberapa perbedaan di antara pelatih,” kata Shin dikutip dari Star News.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Kecewa Shin Tae-yong Tunda Lagi Kedatangannya ke Indonesia

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – PSSI kecewa betul karena Shin Tae-yong kembali menunda kedatangannya ke Indonesia karena pembicaraan soal roadmap timnas tertunda lagi. Mereka berharap Shin bisa benar-benar datang dalam waktu dekat.

Shin disebut menunda kedatangannya ke Indonesia karena terkena tracking dan harus menjalani karantina setelah temannya positif covid-19. Padahal, Shin dijadwalkan ke Indonesia pada 9 Agustus mendatang.

Hal itu lantaran pelatih asal Korea Selatan tersebut baru saja melakukan kontak dengan temannya yang positif Covid-19. Sesuai aturan di Korea Selatan, dia harus tetap isolasi mandiri meski negatif Covid-19.

Shin Tae-yong masuk tim analis JoongAng Ilbo untuk Olimpiade Tokyo.

“Pelatih Shin Tae-yong menyampaikan permohonan maaf kepada PSSI terkait kejadian ini. Dirinya terkena tracking pemerintah Korea Selatan pada awal pekan ini,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

“Jadi ceritanya dia makan di sebuah tempat bersama teman-temannya. Beberapa hari kemudian temannya positif covid-19. Aturan ketat tentang protokol kesehatan dan tracking covid-19 dari pemerintah Korea Selatan membuat dirinya harus menjalani karantina di sana,” sambung dia.

Shin Tae-yong Ternyata Cuma Analis Bukan Komentator, Begini Reaksi PSSI

PSSI jelas menyayangkan dan kecewa berat Shin batal datang lagi. Sebab, ada banyak hal yang sebenarnya ingin dibicarakan oleh PSSI kepada Shin. Terlebih, timnas Indonesia akan menghadapi sejumlah agenda hingga akhir tahun.

“Tentu dengan kejadian ini PSSI sangat menyayangkan sekali. Padahal Shin Tae-yong sudah ditunggu dengan tugas-tugas yang banyak untuk persiapan timnas senior, timnas U-23 dan timnas U-19,” papar dia.

Road map pelaksanaan pemusatan latihan timnas Indonesia juga, kata Yunus, mengalami perubahan. “Shin Tae-yong akan merevisi road map terbaru dan segera dikirimkan ke PSSI. Kami juga berharap tidak ada masalah terkait kesehatan dan kondisi Shin,” tuup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PPKM Belum Jelas, Nasib Timnas Indonesia Jadi Misteri

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Kejelasan rencana PSSI menggelar pemusatan latihan timnas Indonesia masih menjadi misteri. Pasalnya, sampai saat ini PPKM belum berakhir dan masih tanda tanya apakah diperpanjang atau tidak.

PPKM, alias Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 akan berakhir pada Senin (2/8). Meski begitu, kebijakan dari pemerintah terkait kondisi pandemi Covid-19 itu belum bisa dipastikan benar-benar rampung pada lusa.

Shin Tae-yong diminta PSSI segera menyiapkan program untuk timnas U-23 Indonesia.

Jika situasi penyebaran Covid-19 di Indonesia masih tinggi, bisa saja PPKM akan diperpanjang lagi. Jika demikian, kejelasan rencana pemusatan latihan timnas masih akan misterius.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, mengatakan awalnya TC direncanakan pada Minggu (1/8). Namun, setelah melihat situasi dan kondisi perkembangan Covid-19 dan PPKM akhirnya dimundurkan.

“Lokasi TC juga ditentukan setelah adanya pengumuman terkait PPKM Level 4 yang diperpanjang atau tidak. Yang jelas PSSI menyiapkan sejumlah kota untuk menggelar TC Timnas seperti Jakarta, Palembang dan Samarinda,” kata Yunus, dikutip Football5star.com dari laman PSSI.

Pemusatan Latihan Timnas Indonesia Harus Segera Digelar

Sekjen PSSI Yunus Nusi - pssiorg
PSSI

Pemusatan latihan sejatinya sangat diperlukan timnas dalam waktu dekat. Pasalnya, mereka akan menjalani playoff kualifikasi Piala Asia 2023 melawan Taiwan pada 7 September dan 12 Oktober 2021.

“PSSI terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar timnas dapat menggelar TC di awal Agustus. Yang jelas kami mendukung penuh program pelatih Shin Tae-yong demi raihan prestasi Timnas Indonesia,” tambah dia.

“Pertandingan melawan Taiwan kami akan mempersiapkan timnas secara maksimal karena PSSI ingin meraih kemenangan dan tentunya dapat lolos ke Piala Asia 2023 mendatang,” sebut Yunus memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Shin Tae-yong Ternyata Cuma Analis Bukan Komentator, Begini Reaksi PSSI

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI buka suara soal fakta pelatih Shin Tae-yong ternyata hanya menjadi analis, bukan komentator untuk Olimpiade 2020. Mereka menyebut kalau hal itu tak menjadi masalah dan Shin pun sudah menjelaskan sebelumnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Shin disebut-sebut akan menjadi komentator Olimpiade untuk salah satu media di Korea Selatan. Dia disebut akan mengomentari timnas Korea Selatan pada cabor sepak bola selama mentas dalam ajang tersebut.

Kabar itu sempat dikait-kaitkan soal Shin yang akhirnya terlambat datang ke Indonesia dari jadwal semestinya. Padahal, sedari awal memang faktanya Shin Tae-yong cuma menjadi analis saja di salah satu media Korsel.

Shin Tae-yong masuk tim analis JoongAng Ilbo untuk Olimpiade Tokyo. Shin Tae-yong Ternyata Cuma Analis Bukan Komentator, Begini Reaksi PSSI

Hal itu pun terbukti ketika pelatih berusia 51 tahun itu menulis beberapa analisis pertandingan buat timnas Korsel saat akan mentas di Olimpiade. Dia memberikan pandangan taktisnya untuk timnas Korsel. Kondisi itu tak dipermasalahkan oleh PSSI.

“Kalau cuma sebagai analisis ya enggak apa-apa. Shin pun juga sudah menjelaskan kalau posisinya bukan komentator. Dia sudah jelaskan kepada dirtek (Indra Sjafri) karena dia komunikasi dengan dirtek,” ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, singkat saat dihubungi Football5Star.com.

Shin Tae-yong sebelumnya juga sudah membantah kabar menjadi komentator Olimpiade 2020. Dia menyebut dirinya cuma sebagai kolumnis saja, bukan komentator.

“Saya menulis ulasan sebagai penonton, bukan mengomentari permainan. Jadi saya menjelaskannya kepada PSSI dan meminta pengertian mereka,” ujar Shin Tae-yong.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI: Kualifikasi Piala Asia U-23 Drawing Ulang? Tak masalah!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengaku tak masalah kualifikasi Piala Asia U-23 2022 dilakukan drawing ulang karena Timnas U-23 Indonesia siap melawan siapapun. Mereka juga berjanji ingin jadi tuan rumah yang baik pada fase kualifikasi.

Seperti diketahui, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dibuat pusing oleh Korea Utara yang tiba-tiba mundur dalam keikutsertaannya di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Kondisi itu bikin AFC kini harus mengubah daftar grup yang ada.

Hal itu lantaran Grup K yang tadinya ada Korut terpaksa tinggal menyisakan dua tim, yakni Jepang dan Kamboja. Mereka terpaksa akan kembali membagi grup pada 11 Agustus mendatang. Susunan Grup G yang diisi Timnas U-23 Indonesia berpotensi berubah.

Selebritis FC Ditantang Pelatih dan Pemain Timnas Indonesia Daftar 36 Pemain Timnas U-23 Indonesia, Banyak Senior yang Dipanggil PSSI: Kualifkasi Piala Asia U-23 Drawing Ulang? Tak masalah!

Beberapa negara yang mungkin akan pindah grup ialah China dan Brunei (Grup G), Timor Leste dan Filipina (Grup H), Myanmar dan Hong Kong (Grup I), Malaysia dan Laos (Grup I). Menanggapi hal itu, PSSI sama sekali tak masalah.

“Kami tidak ada masalah meski harus dilakukan drawing ulang yang bisa saja melawan tim yang berbeda di grup G. Kami siap melawan siapapun dan PSSI bertekad menjadi tuan rumah yang baik pada ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 ini,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Perubahan babak grup di Kualifikasi sama sekali tak mengubah target skuat Garuda Muda. PSSI tetap membebani mereka target lolos ke putaran final.

“PSSI menargetkan Indonesia dapat lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2022. PSSI ingin pelatih Shin Tae-yong dapat mempersiapkan tim dengan maksimal untuk mengikuti event tersebut,” tutup Yunus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Malam Ini, Indra Sjafri akan Bicara dengan Shin Tae-yong

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Indra Sjafri, disebut akan berbicara dengan pelatih Shin Tae-yong, Jumat (30/7/2021) malam. Keduanya akan berbincang soal rencana pemusatan latihan Timnas Indonesia.

Seperti diketahui, skuat Garuda akan menggelar pemusatan latihan pada awal Agustus mendatang. Rencananya, TC tersebut dalam rangka mempersiapkan tim untuk menatap playoff Piala Asia 2023 melawan Taiwan yang akan dihelat mulai 7 September mendatang.

Akan tetapi, rencana itu masih menggantung karena berbagai situasi. Mulai dari wilayah Jakarta masih ada kebijakan PPKM Level 4, hingga Shin Tae-yong yang belum tiba ke tanah air.

Shin Tae-yong Terancam Dilarang ke Indonesia, Begini Kata PSSI Malam Ini, Indra Sjafri akan Bicara dengan Shin Tae-yong

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyebut semua pemain yang dipanggil perkuat timnas Indonesia dalam TC itu sudah ada. Namun, sampai saat ini masih menunggu pengumuman resmi dahulu.

“Sudah ada pemain-pemain yang akan dipanggil. Namun, nanti akan diumumkan setelah kepastian tempat dan waktunya,” ungkap Yunus Nusi saat dihubungi Football5Star.com.

Untuk itu, malam ini Indra Sjafi disebutnya akan berbincang dengan Shin Tae-yong soal kepastian TC. “Iya nanti dirtek akan rapat virtual dengan coach Shin untuk memastikan TC mundur atau tidaknya,” tutup Yunus.

Rencananya, playoff kualfikasi Piala Asia 2023 akan digelar dengan sistem kandang dan tandang. Leg pertama akan digelar pada 7 September, leg kedua pada 12 Oktober 2021. Pasukan Shin Tae-yong akan lebih dahulu menjamu Taiwan di kandang, baru gantian leg kedua main tandang.

Andai menang, Timnas Indonesia akan lolos ke babak grup kualifikasi Piala Asia 2023. Nantinya, dari 24 tim yang bertarung pada fase grup kualifikasi, hanya ada 11 slot yang bisa main di putaran final Piala Asia 2023. Rencananya, Piala Asia 2023 akan dihelat di China pada 16 Juni sampai 16 Juli 2023.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Sudah Klarifikasi Soal Komentator kepada Shin Tae-yong, Ini Hasilnya

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengaku sudah melakukan klarifikasi kepada pelatih Shin Tae-yong soal isu menjadi komentator di Olimpiade 2020. Mereka menyebut Shin sudah membantah soal berita tersebut dan menyatakan fokusnya untuk timnas Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Shin disebut-sebut akan menjadi komentator Olimpiade untuk salah satu media di Korea Selatan. Dia disebut akan mengomentari timnas Korea Selatan saat berlaga dalam cabor sepak bola dalam ajang multievent tersebut.

Kabar itu sempat dikait-kaitkan soal Shin yang akhirnya terlambat datang ke Indonesia dari jadwal semestinya. Sebab, Shin seharusnya tiba di Indonesia akhir Juli. Tapi baru bisa datang awal Agustus. Nah, PSSI sendiri langsung melakukan klarifikasi kepada Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong masuk tim analis JoongAng Ilbo untuk Olimpiade Tokyo. PSSI Sudah Klarifikasi Soal Komentator kepada Shin Tae-yong, Ini Hasilnya

“Penjelasan dari Shin Tae-yong kepada PSSI, dia tidak bertindak sebagai komentator di Olimpiade,” kata Sekjen PSSI Yunus Nusi saat dihubungi oleh awak media.

Soal media Korsel, JoongAng Ilbo yang memasukkan nama Shin sebagai komentator juga disebut sudah diklarifikasi. “Itu salah satu media di Korea saja yang yang memasukan namanya menjadi komentator,” papar dia.

Shin sebelumnya juga sudah membantah kabar menjadi komentator Olimpiade 2020. Dia menyebut dirinya cuma sebagai kolomnis saja, bukan komentator. Dia pun meminta kepada PSSI untuk mengerti karena hal itu cuma salah paham di media saja.

“Saya menulis ulasan sebagai penonton, bukan mengomentari permainan. Jadi saya menjelaskannya kepada PSSI dan meminta pengertian mereka,” ujar Shin Tae-yong.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Soal Elkan Baggott Gabung Timnas Indonesia, Begini Kata PSSI

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI akhirnya bersuara soal peluang Elkan Baggott bergabung dengan timnas Indonesia yang akan menggelar pemusatan latihan (TC). Mereka menyebut sampai saat ini masih menunggu keputusan dari Shin Tae-yong.

Seperti diketahui, timnas memang bakalan menggelar TC dalam waktu dekat untuk menghadapi playoff Piala Asia 2023. Tak cuma itu, ada agenda pula buat timnas U-23 Indonesia yang akan mempersiapkan diri menatap kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

Tentu, nama Elkan Baggott jelas diharapkan bisa turut andil dalam kegiatan skuat Garuda dalam waktu dekat. Namun, PSSI belum tahu apakah Baggott dipanggil atau tidak. Sebab, Shin Tae-yong belum menyerahkan nama-nama pemain yang akan dipanggil ke timnas.

Soal Elkan Baggott Gabung Timnas Indonesia, Begini Kata PSSI Elkan Baggott Timnas U-19 Indonesia - pssi

“Kami belum tahu. Sebab, saat ini PSSI masih menunggu daftar nama pemain yang akan dipanggil Shin Tae-yong,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi, singkat saat dihubungi oleh awak media.

Baggott sendiri sepertinya akan sulit bergabung dengan timnas Indonesia karena beberapa hal. Selain mungkin sulit dapatkan izin dari klubnya, Baggott bisa terkendala larangan pemerintah Inggris yang menutup penerbangan dari dan ke Indonesia akibat pandemi Covid-19.

Elkan Baggott sendiri sebelumnya pernah batal membela skuat Garuda ang berjuang di kualifikasi Piala Dunia 2022. Dia sebenarnya masuk dalam daftar pemain yang dipanggil Shin Tae-yong. Tapi belakangan Ipswich disebut melarang Baggott berangkat ke Dubai dengan berbagai alasan, salah satunya terkait pandemi Covid-19.

Shin Tae-yong Jadi Komentator, PSSI Telusuri Kebenarannya

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI akhirnya bersuara soal Shin Tae-yong yang disebut-sebut jadi komentator di Olimpiade 2020, Tokyo. Mereka meminta Shin untuk fokus bersama timnas Indonesia yang memang akan segera menggelar pemusatan latihan (TC).

Seperti diberitakan sebelumnya, Shin disebut-sebut akan menjadi komentator Olimpiade untuk salah satu media di Korea Selatan. Kabar tersebut langsung ditanggapi oleh PSSI. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, mengaku saat ini ingin menelusuri terlebih dahulu kebenaran berita tersebut.

Yunus mengaku pihaknya akan menanyakan langsung kepada mantan nakhoda Seongnam FC itu. Andai benar, Shin disebut Yunus Nusi, jangan sampai mengabaikan tugasnya bersama timnas Indonesia.

PSSI Siap Bantu Proses Naturalisasi Pemain untuk Bela Timnas Indonesia PSSI: Shin Tae-yong Rindu dengan Keluarganya di Korsel PSSI Mungkin Tutupi Kasus Covid-19 di Piala Menpora 2021 Soal Klaim Bolivia Diundang Timnas Indonesia, PSSI Sebut Hoaks PSSI Masih Berharap Persipura Jayapura Berubah Pikiran Kritikan IDI Soal Piala Menpora 2021 Bikin PSSI Bereaksi Soal Kualifikasi Piala Dunia 2022, PSSI Setuju dengan Malaysia Tak Cuma Liga 1 dan Liga 2021, PSSI Minta Polri Izinkan Kompetisi Ini Musim 2020 Dibubarkan, Liga 1 2021 Masih Mengambang Pemain Keturunan Indonesia yang Baru Susul Timnas U-19 ke Spanyol? Ramai Kabar Mahar 100 Ribu Dolar buat Jadi Manajer Timnas U-19 Indonesia sandy walsh Lamaran PSSI Ditolak Pemain Keturunan Indonesia, Lebih Pilih Belanda Dua Klub Liga 1 Ini Bakal Wakili Indonesia Kompetisi Asia? Football5Star.com, Indonesia - PSSI buka suara soal wakil Indonesia pada kompetisi Asia musim depan. Ada kemungkinan besar dua klub, yakni PSM Makassar dan Bali United akan ditunjuk mewakili Liga 1. Seperti diketahui, memang PSSI harus segera menyetor klub-klub yang akan maju bertarung pada kompetisi Benua Kuning. Harusnya, wakil yang akan ke sana adalah yang tampil istimewa pada Liga 1 2020. Akan tetapi, diketahui kalau Liga 1 2020 juga nasibnya masih belum jelas. Kompetisi sepak bola Indonesia itu direncanakan baru akan berlanjut pada Februari 2021. Hal itu jelas bikin PSSI harus berkoordinasi dahulu untuk menentukan dua slot yang akan mewakili Indonesia di pentas Asia. "AFC meminta batas waktu penyampaian tentang itu (perwakilan klub) tanggal 22 Desember 2020. Nanti akan diputuskan lagi dalam rapat Exco," kata Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat dihubungi awak media. Bali United yang berstatus juara Liga 1 2019 dan PSM Makassar sebagai kampiun Piala Indonesia besar kemungkinan akan ditunjuk. Karena, bukan kali ini saja Indonesia menunjuk wakil dari juara musim lalu. Saat kompetisi Indonesia vakum 2016 lalu, PSSI sempat menunjuk Persib Bandung dan Persipura Jayapura di AFC Cup 2017. Namun, karena keteledoran PSSI yang terlambat mendaftarkan keduanya kala itu, alhasil Indonesia tanpa wakil pada kompetisi Asia. Hal ini jelas harus menjadi pelajaran PSSI. Berhubung kompetisi juga belum bisa lanjut, besar kemungkinan Bali United dan PSM yang akan kembali mentas di Asia. Apalagi, keduanya gagal menyelesaikan kompetisi musim 2020 karena dihentikan AFC akibat pandemi COVID-19. Liga 1 2020 Dilanjutkan Februari, Pakai Format Baru?

“Kami sedang menelusuri dan menanyakan kepada Shin Tae-yong tentang kebenaran berita itu. PSSI sudah menyampaikan ke Shin Tae-yong agar segera kembali ke Indonesia dan memprioritaskan untuk menangani TC timnas Indonesia pada 6 Agustus,” ungkap Yunus Nusi singkat saat dihubungi awak media.

Kini, Shin Tae-yong memang masih di Korea Selatan untuk menjalani pengobatan dan check-up kondisi kesehatannya. Tadinya, Shin sudah sepakat dengan PSSI kembali ke Indonesia pada 23 Juli. Namun, PSSI memaklumi kondisi Shin yang masih dalam tahap pengobatan di Korsel.

Dia dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada awal Agustus untuk pimpin TC skuat Garuda. TC tersebut dimaksudkan dalam rangka persiapan timnas Indonesia menatap laga playoff melawan Taiwan pada 7 September dan 12 Oktober mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Shin Tae-yong Tak Bisa Kembali Sesuai Izin yang Diberikan, Begini Respons PSSI

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI merespons soal Shin Tae-yong yang tak bisa memenuhi janji datang ke Indonesia pada akhir Juli ini. Mereka memaklumi karena Shin memang masih menjalani pengobatan di Korea Selatan.

Seperti diketahui, Shin memang memutuskan mudik ke negaranya pada akhir Juni lalu karena alasan kesehatan. Dia meminta izin kepada PSSI untuk untuk menjalani pengobatan dan check-up kondisi kesehatannya.

Tadinya, Shin sudah sepakat dengan PSSI kembali ke Indonesia pada 23 Juli. Namun, PSSI memaklumi kondisi Shin yang masih dalam tahap pengobatan di Korsel.

Shin Tae-yong mengakui fokus yang buyar setelah gol pertama Vietnam jadi PR baru bagi timnas Indonesia. Shin Tae-yong Tak Bisa Datang Sesuai Waktu Izinnya, Begini Respons PSSI

“PSSI awalnya berharap Shin Tae-yong kembali ke Indonesia pada 23 Juli sesuai izin yang diberikan kepadanya selama 28 hari yang dibagi yakni 14 hari karantina dan 14 hari check up di Korea Selatan,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

“Namun karena Shin masih membutuhkan waktu untuk medical check-up, PSSI memaklumi. Shin Tae-yong akan datang ke Jakarta pada 5 Agustus mendatang,” tambah dia.

Shin sendiri nantinya diberi tugas untuk memimpin TC Timnas Indonesia yang akan dihelat awal Agustus. TC tersebut dimaksudkan dalam rangka persiapan Timnas Indonesia menatap laga playoff melawan Taiwan pada 7 September dan 12 Oktober mendatang.

“Nantinya Shin akan memantau TC secara virtual terlebih dahulu karena yang bersangkutan masih di Korea Selatan,” tutup Yunus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PPKM Darurat akan Diperpanjang, Nasib Timnas U-23 Indonesia Tanda Tanya

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang kabarnya akan diperpanjang 6 pekan jelas bakalan memengaruhi program timnas U-23 Indonesia. Sebab, mereka seharusnya bakal segera mempersiapkan tim menjelang babak kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

Seperti diketahui, skuat Garuda Muda akan mulai bertarung dalam fase kualifikasi mulai 27 Oktober. Praktis, kalau PPKM darurat benar-benar diperpanjang enam pekan, maka persiapan mereka bakalan mepet. Praktis, hanya ada waktu tak lebih dari dua bulan bagi Shin Tae-yong untuk mempersiapkan pasukannya.

Apalagi, saat ini pelatih berusia 51 tahun itu sedang pulang kampung ke negaranya, Korea Selatan. Lantas, bagaimana nasib timnas U-23 Indonesia? PSSI pun mengaku akan segera membahasnya dengan Shin.

PKM Darurat akan Diperpanjang, Nasib Timnas U-23 Indonesia Tanda Tanya Afghanistan Klaim Bakalan Tantang Timnas Indonesia Bulan Depan Osvaldo Haay Ikuti Jejak Evan Dimas Tinggalkan Persija? Shin Tae-yong: Mental dan Fisik Timnas U-23 Tak Bikin Saya Puas! Timnas U-23 Indonesia vs Bali United: Juara Liga 1 Dibantai

“Kami dalam waktu dekat akan membicarakan hal ini melalui rapat virtual dengan Shin dan stafnya. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya nanti,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi, singkat saat dihubungi Football5Star.com.

Seperti dketahui, timnas U-23 Indonesia masuk ke dalam Grup G yang diisi beberapa raksasa. Mereka akan bertarung melawan Australia, China, dan Brunei Darussalam pada babak kualifikasi. Rencananya, babak kualifikasi ini akan mulai dihelat 23 hingga 31 Oktober mendatang.

Langkah timnas U-23 bakalan sukar untuk mengincar salah satu slot dari 15 negara yang akan main di putaran final Piala Asia U-23 2022. Hal itu lantaran hanya ada 11 juara grup dan empat runner-up terbaik yang bisa mentas pada putaran final yang dihelat di Uzbekistan 1-19 Juni 2022. Terlebih, PPKM darurat bisa memengaruhi Shin dalam mempersiapkan pasukannya di tengah belum jelasnya Liga 1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Shin Tae-yong Harus Bisa Bawa Timnas U-23 Indonesia Main di Piala Asia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Shin Tae-yong diwajibkan oleh PSSI membawa timnas U-23 Indonesia main di Piala Asia U-23 2022. PSSI sendiri akan sangat mendukung penuh program latihan Shin untuk menunjang target tersebut.

Seperti dketahui, timnas U-23 akan bertarung terlebih dahulu pada babak kualifikasi untuk mentas di Piala Asia. Namun, perjuangan pasukan Shin Tae-yong itu tak mudah.

Hal itu karena mereka masuk ke dalam Grup G yang diisi beberapa raksasa. Timnas U-23 akan bertarung melawan Australia, China, dan Brunei Darussalam pada babak kualifikasi. Rencananya, babak kualifikasi ini akan mulai dihelat 23 hingga 31 Oktober mendatang.

Timnas Indonesia yang berlaga di UEA didominasi pemain-pemain U-23.Shin Tae-yong Harus Bisa Bawa Timnas U-23 Indonesia Main di Piala Asia

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyebut Shin harus bisa membawa timnas U-23 lolos dari Grup G. Apalagi, Indonesia, kata dia akan menjadi tuan rumah babak kualifikasi.

“Kami menargetkan Indonesia dapat lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2022. Apalagi di babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 kami menjadi tuan rumah Grup G,” kata Yunus Nusi dalam laman resmi PSSI.

Langkah timnas U-23 Indonesia jelas bakalan sukar untuk mengincar salah satu slot dari 15 negara yang akan main di putaran final Piala Asia U-23 2022. Namun, PSSI janji akan mendukung apapun program dari Shin.

“Untuk itu, PSSI ingin pelatih Shin dapat mempersiapkan tim dengan maksimal untuk mengikuti event tersebut. PSSI tentu mendukung penuh program latihan dari pelatih Shin Tae-yong demi torehan terbaik timnas Indonesia,” tutup Yunus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Minta Lahan di Kaltim Demi Bangun Fasilitas Latihan Timnas Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengakui meminta hibah lahan di Kalimantan Timur demi fasilitas latihan timnas Indonesia. Mereka dalam waktu dekat akan bertemu dengan Gubernur Kaltim, Isran Noor, terkait permintaan tersebut.

Seperti diketahui, dalam waktu dekat ada rencana pemindahan ibu kota di wilayah Kaltim, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. PSSI pun berharap nantinya bisa mendapat lahan sendiri sebagai latihan timnas.

Untuk itu, mereka rencananya akan bertemu dengan Isran Noor terkait permintaan tersebut. Nantinya, akan ada dua agenda yang akan dibahas bersama PSSI dan Isran Noor. Selain pusat latihan, ada pula rencana TC timnas Indonesia di Kaltim.

PSSI Minta Lahan di Kaltim Demi Bangun Fasilitas Latihan Timnas Indonesia PSSI Ogah Campuri Urusan Kesepakatan Kontrak Klub Liga 1 dengan Pemain PSSI Sahkan Nama AHHA PS Pati FC Tanpa Melalui Kongres? egini Reaksi Yunus Nusi Soal Orang yang Viral Mengaku dari PSSI

“Permohonan lahan ini atas saran ketua umum PSSI karena kita tahu bersama, ke depan akan dibangun ibu kota negara di Kaltim. Lalu, secara statuta, PSSI juga akan berdomisili di ibu kota,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi, dikutip dari Antara.

“PSSI sangat berharap bisa memiliki fasilitas latihan timnas yang representatif seperti di Vietnam dan Thailand,” sambung dia.

Tentu selain pemerintahan Kaltim, PSSI juga harus menjalin komunikasi dengan Kemenpora dan KemePUPR. Nantinya pun, mereka tak masalah kalau mendapat lahan buat timnas Indonesia di luar Penajam Paser Utara atau Kutai Kartanegara.

“Tak mesti harus berada di lahan ibu kota negara, seperti Penajam, Semboja, atau Kukar. Kalau diberikan lahan di Samarinda atau Balikpapan juga tidak masalah. Meski, harapa kami bisa mendapatkan lahan setidaknya tak jauh dari akses jalan tol,” pungkas Yunus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Harap-Harap Cemas Soal Nasib Bali United dan Persipura di AFC Cup

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengakui saat ini masih menunggu kabar dari AFC terkait nasib Bali United dan Persipura Jayapura pada AFC Cup 2021. Mereka masih berharap bisa menjadi tuan rumah kompetisi antarklub Asia tersebut.

Seperti diketahui, AFC sudah mengumumkan nasib dua kompetisinya untuk 2021. Tapi, memang keputusan Komite Eksekutif AFC masih menggantung terkait AFC Cup 2021. Mereka menetapkan status force majeure untuk grup-grup yang wilayahnya masih tinggi angka kasus Covid-19.

Andai tak ada kejelasan soal tuan rumah, grup-grup yang masih masuk zona merah Covid-19 mungkin akan dibatalkan. Hal itu memungkinkan Bali United dan Persipura bisa batal mentas di Asia.

PSSI sendiri sebelumnya sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah AFC Cup 2021. Mereka mengajukan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai tuan rumah meski masih dalam proses renovasi.

Hasil Bali United vs Than Quang Ninh: Empat Gol Bantai Wakil Vietnam PSSI Harap-Harap Cemas Soal Nasib Bali United dan Persipura di AFC Cup

“AFC masih menunggu kesediaan dari asosiasi club peserta. PSSI sendiri masih tetap berharap jadi tuan rumah. Tapi tentu, kami pun masih menunggu perkembangan Covid-19,” ungkap Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, saat dihubungi Football5Star.com.

Bali United sendiri masuk Grup G pada AFC Cup 2021. Mereka segrup dengan Hanoi FC, Boeung Ket, dan satu pemenang play-off. Sedang, Persipura Jayapura di Grup H bersama Kedah Darul Aman, Lion City Sailors, dan Saigon FC.

Kedua grup itu tadinya akan dihekat di Sngapura. Namun, mundurnya Singapura sebagai tuan rumah membuat kedua grup tersebut bisa saja batal dimainkan. “Kami masih menunggu nih deadline dari AFC,” tutup Yunus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sandy Walsh Masuk Radar Naturalisasi, PSSI Tunggu Shin Tae-yong

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengakui kalau Sandy Walsh masuk dalam nominasi pemain yang bisa dinaturalisasi untuk membela timnas Indonesia. Namun, PSSI baru bisa bergerak andai ada usulan dari Shin Tae-yong terkait nama Sandy.

Seperti diketahui, beberapa nama memang sempat muncul untuk dijadikan pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Sandy Walsh dan Kevin Diks merupakan dua nama yang beberapa tahun terakhir acap dikait-kaitkan membela Timnas Indonesia.

PSSI pun tak menampik Sandy bisa saja membela timnas Indonesia sebagai pemain naturalisasi. Hanya saja, mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Shin. Sebab, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, memberikan wewenang kepada nakhoda asa Korea Selatan itu soal pemain naturalisasi.

Sekjen PSSI Yunus Nusi - pssiorg Sandy Walsh Masuk Radar Naturalisasi, PSSI Tunggu Shin Tae-yong

“PSSI melalui ketum mempertimbangkan naturalisasi pemain tahun-tahun muda. Memang sudah ada beberapa nama, termasuk Sandy Walsh yang jadi nominasi,” ungkap Yunus Nusi dalam YouTube resmi PSSI.

“Tapi nominasi yang kami kerjakan ketika Shin mengatakan ini mau si ini, mohon PSSI cepat prosesnya. Akan segera kami proses. Hanya kalau main di Indonesia tanpa ada keinginan Shin, mereka ingin dinaturalisasi, kami bisa bantu,” sambung dia.

Yunus menyebut PSSI tak mau sembarangan dalam mengusulkan naturalisasi pemain. Semua yang akan dinaturalisasi harus sesuai dengan kebutuhan Shin Tae-yong demi rencananya bersama timnas Indonesia.

“Naturalisasi itu untuk kebutuhan tim yang direkomendasi oleh pelatih dan dirtek. Bukan keputusan PSSI, pengamat, dan netizen. Kebutuhan tim yang direkomendasi pelatih. Selama belum ada rekomendasi, apa yang harus dinaturalisasi?” tutup Yunus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Shin Tae-yong Harus Kuatkan Pundaknya Pikul 2 Beban di Timnas Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Shin Tae-yong harus menguatkan pundaknya karena harus memikul dua beban sekaligus bersama timnas Indonesia. Sebab, PSSI ingin Shin bisa fokus menangani dua timnas sekaligus dengan target yang sama-sama berat.

Seperti diketahui, saat ini nakhoda berusia 51 tahun tersebut sudah kembali ke negaranya, Korea Selatan. Namun, sepulangnya dari Korsel nanti, Shin sudah ditunggu serangkaian pekerjaan rumah.

PSSI menginginkan Shin mempersiapkan dua timnas sekaligus dalam beberapa bulan ke depan. Mantan pelatih Seongnam FC itu harus mempersiapkan skuat untuk Piala Dunia U-20 2023 dan SEA Games 2021 di Vietnam. Belum lagi, timnas Indonesia akan menjalani babak play-off melawan Taiwan mulai 7 September mendatang.

Cuaca Panas Jadi Perhatian Shin Tae-yong Jelang Vietnam vs Indonesia Shin Tae-yong Harus Kuatkan Pundaknya Pikul 2 Beban di Timnas Indonesia

“Setelah ini Shin Tae-yong akan juga kembali mempersiapkan tim U-18 di tahun ini dalam rangka persiapan Piala Dunia U-20 2023. Akan ada seleksi lagi, akan ada TC di Jakarta dan sekitarnya,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi,

“Tentu kita harapkan akan berbarengan pula dengan TC timnas yang akan dipersiapkan SEA Games 2021 di Vietnam,” sambung Yunus.

Yunus berharap situasi Covid-19 di Indonesia bisa segera mereda dan menurun. Sebab, saat ini Shin tak bisa menggelar TC Timnas U-18 Indonesia karena pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan dua strata timnas ini akan secepatnya TC lagi di Jakarta dalam rangka persiapan event-event selanjutnya,” tutup Yunus Nusi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Shin Tae-yong Diberi Wewenang Cari Pemain Naturalisasi

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI tak menampik incar pemain naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia tetapi menunggu arahan Shin Tae-yong dahulu. Mereka mengakui membuka diri untuk kemungkinan membantu proses naturalisasi pemain.

Seperti diketahui, beberapa nama memang sempat muncul untuk dijadikan pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Sandy Walsh dan Kevin Diks merupakan dua nama yang beberapa tahun terakhir acap dikait-kaitkan membela Timnas Indonesia. Kini, keduanya mendapat angin segar setelah PSSI mulai membuka diri terkait pemain naturalisasi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, sendiri terbuka untuk melakukan naturalisasi. Namun, semuanya diserahkan kepada Shin yang punya rencana buat Timnas Indonesia. Dia tak mau melakukan intervensi pemilihan pemain.

Sekjen PSSI Yunus Nusi - pssiorg Shin Tae-yong Diberi Wewenang Cari Pemain Naturalisasi
Shin Tae-yong Diberi Wewenang Cari Pemain Naturalisasi 86

“Kami akan membuka diri selama rekomendasi untuk menaturalisasi pemain datang dari Shin Tae-yong. Kami menunggu rekomendasi dan tak akan mengintervensi,” ungkap Yunus Nusi, dikutip dari YouTube resmi PSSI.

Yunus Nusi mengaku PSSI tak bisa sembarangan membantu pemain untuk melakukan naturalisasi demi membela Timnas Indonesia. Sebab, PSSI tak mau kejadian Ezra Walian terulang. Ezra sempat tak bisa membela Indonesia pada ajang resmi karena terganjal perpindahan status keanggotaan dari KNVB ke PSSI. Kasus Ezra sendiri saat ini sudah rampung setelah tiga tahun.

“Kami mengevaluasi kasus Ezra yang beberapa tahun baru selesai. Itu menjadi pelajaran bahwa kalau mengurus naturalisasi harus serius dan menyiapkan semuanya,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Ogah Campuri Urusan Kesepakatan Kontrak Klub Liga 1 dengan Pemain

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI tak mau mencampuri urusan kesepakatan kontrak antara klub dengan pemain di Liga 1 untuk musim 2021-22. Mereka menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada klub yang langsung bernegosiasi dengan pemainnya.

Seperti diketahui, PSSI memang sempat menerapkan kebijakan menanggapi kompetisi musim 2020 yang berhenti di tengah jalan. Mereka memberikan ketetapan melalui Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/69/XI/2020. Isinya, klub diperbolehkan membayar gaji pemain dan pelatih 25 persen saja dari kontrak awal.

Lalu, mereka membuat surat keputusan lagi yang menyebut klub Liga 1 boleh menggaji pemain 50 persen saat kompetisi berjalan. Namun, semua itu diatur untuk Liga 1 musim 2020. Nah untuk Liga 1 2021-22, mereka menyerahkan sepenuhnya kepada para klub.

PSSI Ogah Campuri Urusan Kesepakatan Kontrak Klub Liga 1 dengan Pemain PSSI Sahkan Nama AHHA PS Pati FC Tanpa Melalui Kongres? egini Reaksi Yunus Nusi Soal Orang yang Viral Mengaku dari PSSI

“Tentang kontrak, khususnya pemain dan pelatih, semuanya kami serahkan kepada klub. Seperti yang 25 persen (SK gaji) itu kan berlaku pada 2020,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi, kepada awak media via virtual.

“Pada musim ini, kami menyerahkan sepenuhnya kepada klub Liga 1 untuk komunikasi dengan pemain dan pelatihnya,” sambung Yunus.

Persoalan gaji memang sempat jadi perbincangan hangat ketika Marc Klok cabut dari Persija Jakarta. Kabarnya, Klok tak setuju dengan adendum kontrak yang diberikan Persija menyikapi kompetisi 2021-22. Hingga akhirnya, pemain naturalisasi itu memilih mundur meski kontraknya di Persija sampai 2024.

Kini, Klok sudah dipastikan menyeberang ke klub rival Persija, Persib Bandung. Bersama Persib pun, Klok diganjar kontrak jangka panjang, yakni 4,5 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

BREAKING! Liga 1 2021-22 Resmi Ditunda Hingga Akhir Juli

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya sepakat menunda Liga 1 2021-22 hingga akhir Juli mendatang. Hal itu diputuskan menanggapi situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang kasusnya naik drastis belakangan ini.

Memang, sedari awal kompetisi strata satu di Indonesia itu dikhawatirkan akan ditunda dari jadwal semula. Sebab, Piala Wali Kota Solo yang sedianya dihelat mulai 29 Juni jua dipastikan batal terlaksana sehari sebelum laga pertama dihelat.

Liga 1 pun akhirnya terpaksa ditunda karena pandemi Covid-19. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, memastikan Liga 1 2021-2022 akan ditunda hingga akhir Juli mendatang.

Sekjen PSSI Yunus Nusi - pssiorg BREAKING! Liga 1 2021-22 Resmi Ditunda Hingga Akhir Juli
BREAKING! Liga 1 2021-22 Resmi Ditunda Hingga Akhir Juli 93

“Kompetisi ditunda hingga akhir Juli. PSSI memahami dan memaklumi pandemi ini. Atas asas kemanusiaan, PSSI memutuskan untuk mengikuti arahan dari pemerintah melalui Satgas Cvid-19,” ungkap Yunus Nusi kepada awak media via daring.

Sejatinya, kompetisi memang akan mulai dihelat pada 10 Juli mendatang. PT LIB bahkan sempat menyebut jadwal kick-off dimajukan sehari menjadi 9 Juli yang mempertandingkan Persija Jakarta vs PSS Sleman di Stadion Pakansari, Bogor.

Akan tetapi memang, data dari Satgas Covid-19 kasus aktif di Indonesia naik drastis. Dalam 24 jam terakhir per 29 Juni pukul 12:00 WIB, ada penambahan 10.359 kasus. Penambahan itu membuat kasus aktif Covid-19 di Indonesia berjumlah 228.835 orang. Hal itulah yang bikin Liga 1 2021-22 akhirnya diputuskan ditunda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Shin Tae-yong Bantah Klaim PSSI: Saya Putuskan Liburan ke Korea

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Shin Tae-yong membantah klaim PSSI yang menyebut dirinya mudik ke Korea Selatan karena harus menjalani pengobatan. Dia bilang saat ini pulang ke Korea untuk liburan karena di Indonesia pun sulit kumpulkan pemain di tengah pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, sebeumnya Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyebut Shin diizinkan pulang ke negaranya demi alasan kemanusiaan. Sebab, PSSI tahunya Shin diharuskan menjalani pengobatan secara rutin setelah sempat dirawat beberapa waktu lalu.

Kepulangan Shin ke Korsel sendiri membuat PSSI menunda pemusatan latihan (TC) Timnas U-18 Indonesia yang rencananya dimulai Senin (28/6). TC tersebut merupakan bagian dari persiapan menatap Piala Dunia U-20 2023.

Shin Tae-yong mengakui fokus yang buyar setelah gol pertama Vietnam jadi PR baru bagi timnas Indonesia. Shin Tae-yong Bantah Klaim PSSI: Saya Putuskan Liburan di Korea

Akan tetapi sesampainya di Korea, Shin Tae-yong justru mengungkapkan hal yang berbanding terbalik. Mantan nakhoda Seongnam FC itu menyebut pulang ke Korea karena TC Timnas U-18 memang batal karena pandemi Covid-19.

“Kami memutuskan bahwa akan berbahaya untuk mengumpulkan dan memilih 144 pemain selama situasi virus corona yang cepat. Jadi kami memutuskan untuk menundanya dengan berkonsultasi dengan PSSI,” ungkap Shin Tae-yong dikutip dari Yonhap.

Bahkan, Shin mengaku pulang ke Korea hanya ingin berlibur saja. Dia juga membantah klaim PSSI yang menyebut dirinya harus menjalani pengobatan lanjutan akibat penyakitnya sebelumnya.

“Saya memutuskan menghabiskan liburan di Korea. Saat ini, tak ada yang salah dengan kesehatan saya. Saya berencana kembali (ke Indonesia) sekitar awal Agustus dan fokus lagi, tergantung situasi Covid-19 di Indonesia,” tutup Shin Tae-yong.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI Izinkan Shin Tae-yong Mudik Demi Alasan Kemanusiaan

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI mengizinkan pelatih Shin Tae-yong untuk mudik ke Korea Selatan (Korsel) demi alasan kemanusiaan. Sebab, Shin diharuskan menjalani pengobatan secara rutin setelah sempat dirawat beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, sebelumnya pelatih Shin pernah menjalani perawatan intensif pada akhir Maret lalu. Dia bahkan harus dievakuasi dengan menyewa pesawat khusus demi menjalani perawatan intensif di Korea Selatan.

Kepulangan Shin ke Korsel sendiri membuat PSSI menunda pemusatan latihan (TC) Timnas U-18 Indonesia yang rencananya dimulai Senin (28/6). Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan Shin Tae-yong saat ini sudah terbang ke Korea Selatan.

Sekjen PSSI Yunus Nusi - pssiorg PSSI Izinkan Shin Tae-yong Mudik Demi Alasan Kemanusiaan

“Melihat kondisi dan rekam jejak kesehatan Shin Tae-yong maka dengan alasan kemanusiaan, Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) memahami dan menyetujui kepulangannya. Kita ketahui, selain TC Timnas U-18, juga ada banyak agenda Timnas lainnya yang sudah menanti ke depannya dan butuh kehadiran Shin Tae-yong,” kata Yunus Nusi.

“Dengan ini kami menunggu update road map terbaru lagi dari Shin sembari menjalani pengobatan di Korea Selatan. Kami berharap pelatih Shin Tae-yong cepat sembuh dan segera kembali melatih Timnas Indonesia,” kata Yunus Nusi.

Selain Shin, empat asisten pelatih yakni Choi In-cheul, Kim Woo-jae, Kim Hae-won, Lee Jae-hong juga ikut pulang ke Korea Selatan. Belum ada penjelasan soal rencana lanjutan TC Timnas U-18 yang akan disiapkan untuk Piala Dunia U-20 2023.

Shin Tae-yong Diminta Bawa Timnas Indonesia ke Piala Asia 2023

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com IndonesiaTimnas Indonesia akan menghadapi Taiwan pada play-off kualifikasi Piala Asia 2023. PSSI, melalui Sekretaris Jenderal Yunus Nusi, menuntut pelatih Shin Tae-yong bisa meloloskan timnas ke Piala Asia.

Kepastian Indonesia akan menghadapi Taiwan didapat selepas undian oleh AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (24/6). Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengatakan bahwa timnas Indonesia akan berjuang maksimal melawan Taiwan demi mengamankan tiket lolos Piala Asia 2023.

Timnas Indonesia yang berlaga di UEA didominasi pemain-pemain U-23.
PSSI.org

“Hasil pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 menjadikan Indonesia harus mengikuti play-off dan akan melawan Taiwan. PSSI akan mempersiapkan tim dengan baik untuk menghadapi laga tersebut, apalagi Taiwan tim yang harus diwaspadai,” kata Sekejn PSSI, Yunus Nusi, dikutip Football5star.com dari laman PSSI.

Pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 babak kedua zona Asia, timnas Indonesia dan Kamboja hanya mendapatkan satu angka. Sementara, Guam dan Taiwan sama sekali gagal mendapatkan poin. Dari hasil tersebut Indonesia ditempatkan di pot 1 bersama Kamboja, lalu Guam dan Taiwan ditempatkan di pot 2. Tim yang menang play-off akan lolos ke babak kualifikasi Piala Asia 2023.

Shin Tae-yong Ajari Timnas Indonesia Cara Bertahan yang Baik
PSSI.org

“Terkait pemilihan pemain tentu menjadi kewenangan pelatih Shin Tae-yong. PSSI mendukung penuh program latihan dari pelatih Shin Tae-yong demi hasil maksimal di playoff untuk lolos ke babak kualifikasi dan nantinya dapat meraih tiket ke putaran final Piala Asia 2023,” bilang Yunus Nusi.

Babak kualifikasi Piala Asia 2023 akan diikuti 24 negara. Nantinya, 24 tim itu dibagi ke dalam enam grup, masing-masing berisikan empat tim. Juara grup otomatis lolos ke Piala Asia 2023 bersama lima runner-up terbaik.

Jadwal Timnas Indonesia vs Taiwan pada playoff Kualifikasi Piala Asia 2023:

Leg I, 7 September 2021, Indonesia vs Taiwan
Leg II, 12 Oktober 2021, Taiwan vs Indonesia

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Shin Tae-yong Langsung Bergerak Cari Talenta buat Piala Dunia U-20 2023

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Shin Tae-yong langsung bergerak mencari talenta Indonesia yang akan dipersiapkan buat Piala Dunia U-20 2023. Dia nantinya akan menyeleksi sebanyak 144 pemain yang bakal dimulai akhir Juni.

Seperti diketahui, Shin memang harus kerja keras lagi untuk menyaring para bibit-bibit muda Indonesia. Sebab, timnas U-19 Indonesia yang sudah dipersiapkannya beberapa waktu lalu tak bisa lagi diandalkan menyusul pembatalan Piala Dunia U-20 2021.

Kini, pelatih asal Korea Selatan itu sudah menyerahkan rencananya membentum timnas U-19 Indonesia lagi kepada PSSI. PSSI pun lantas menyiapkan segalanya yang dibutuhkan Shin Tae-yong untuk menyeleksi pemain.

Shin Tae-yong Langsung Bergerak Cari Talenta buat Piala Dunia U-20 2023 PSSI Sahkan Nama AHHA PS Pati FC Tanpa Melalui Kongres? egini Reaksi Yunus Nusi Soal Orang yang Viral Mengaku dari PSSI

“Setelah menerima update road map dari pelatih Shin Tae-yong yang menginginkan TC Timnas U-18 dimulai akhir bulan ini. Untuk itu, PSSI akan menyiapkan teknis pelaksanaan TC seperti hotel, tempat latihan dan pemanggilan pemain,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi.

Rencananya, nantinya akan ada 144 pemain yang akan diseleksi oleh mantan pelatih Seongnam FC tersebut. Yunus melanjutkan Shin Tae-yong nanti akan melakukan seleksi dengan sistem promosi dan degradasi untuk skuatnya.

“TC Timnas U-18 direncanakan hingga 15 Juli mendatang dan diikuti sebanyak 144 pemain. TC ini juga ada sistem promosi dan degradasi untuk pemain. Kami ingin membentuk tim yang solid agar bisa bersaing di Piala Dunia U-20 2023 mendatang, oleh karena itu persiapan dimulai dari bulan ini,” tutup Yunus Nusi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Stadion Ini Jadi Opsi PSSI untuk Menggelar AFC Cup 2021

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSSI saat ini tengah menggodok kemungkinan untuk menjadi tuan rumah AFC Cup 2021 setelah ditawari oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Mereka saat ini berencana untuk mengajukan Stadion Kapten I Wayan Dipta, sebagai venue pertandingan turnamen itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua wakil Indonesia berpotensi gagal mentas pada AFC Cup 2021 karena AFC sulit cari tempat netral. Hal itu setelah Singapura mundur sebagai tuan rumah karena kasus Covid-19 di negaranya tengah naik drastis.

Hingga saat ini, AFC belum bisa mencari pengganti Singapura sebagai tuan rumah. Padahal, AFC Cup edisi tahun ini rencananya akan mulai dihelat pada 29 Juni mendatang. PSSI pun akhirnya mencoba melihat opsi mengajukan diri jadi tuan rumah turnamen antarklub Asia itu.

“Masih kami usahakan. Kemungkinan kami akan mengajukan Stadion Kapten I Wayan Dipta sebagai tuan rumah AFC Cup 2021,” ungkap Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat dihubungi oleh Football5Star.com.

Stadion Ini Jadi Opsi PSSI untuk Menggelar AFC Cup 2021 Tak Mau Kasus All England Timpa Timnas Indonesia, PSSI Lakukan Ini Selain Argentina, Timnas U-23 Indonesia Akan Hadapi Brasil Persija Jakarta Hadapi Selebrtis FC dan Timnas U-23? Begini Kata PSSI jadwal liga 1 2021 Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi - Indra Eka
Stadion Ini Jadi Opsi PSSI untuk Menggelar AFC Cup 2021 110

Akan tetapi, tentu pemilihan Stadion Kapten I Wayan Dipta bakal memiliki konsekuensi. Sebab, saat ini stadion tersebut sedang dalam tahap renovasi untuk menyambut Piala Dunia U-20 2023.

“Iya konsekuensinya ada pengunduran jadwal untuk menyelesaikan renovasi stadion tersebut. Makanya, kami sedang koordinasi dengan klub juga. Kami juga sedang menjalin komunikasi dengan pemerintah setempat,” tutup Yunus NUsi.

Bali United sendiri masuk Grup G pada AFC Cup 2021. Mereka segrup dengan Hanoi FC, Boeung Ket, dan satu pemenang play-off. Pasukan Stefano Cugurra Teco itu akan menghadapi Boueung Ket pada partai pembuka, 30 Juni.

Sedang, Persipura Jayapura di Grup H bersama Kedah Darul Aman, Lion City Sailors, dan Saigon FC. Mereka dijadwalkan melawan Kedah Darul Aman pada laga perdana, 29 Juni 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]