Dipilih Kaio Jorge, Ini Riwayat Nomor 21 di Juventus

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kaio Jorge, pemain muda asal Brasil, telah resmi menjadi bagian skuat Juventus. Musim ini, dia akan memakai jersi nomor 21 di Juventus. Dia mengaku salah satu faktor yang melatarbelakangi pemilihan nomor itu karena pernah dipakai Andrea Pirlo, Gonzalo Higuain, dan Zinedine Zidane.

Selain pernah dipakai para bintang itu, ada banyak kisah yang mewarnai riwayat nomor 21 di Juventus. Nomor ini untuk kali pertama dipakai oleh striker Michele Padovano pada musim 1995-96. Namun, itu bukan satu-satunya nomor yang dipakai Padovano. Dia juga sempat memakai nomor 9, 11, 15, dan 16.

Zinedine Zidane jadi pemain bintang pertama yang memakai nomor 21 di Juventus.
Getty Images

Musim berikutnya, nomor itu dipilih Zinedine Zidane yang direkrut dari Girondins Bordeaux. Itu jadi nomor baru bagi Zizou yang sebelumnya memakai nomor 7 di Bordeaux, nomor 10 di timnas Prancis, dan nomor 11 di AS Cannes. Di Juventus, nomor 7 sudah dimiliki Angelo Di Livio, sedangkan nomor 10 adalah milik sang ikon, Alessandro Del Piero.

Hal yang menarik, sepeninggal Zidane pada 2001, nomor 21 tetap dikuasai pemain asal Prancis. Hal itu berlaku hingga musim 2006-07. Pada kurun 2001 hingga 2006, nomor tersebut dipakai bek tangguh Lilian Thuram. Adapun pada 2006-07 jadi milik Olivier Kapo yang pulang setelah dipinjamkan semusim ke AS Monaco.

Nomor 21 di Juventus Jarang Dipakai Pemain Italia

Fakta menarik lain, nomor 21 di Juventus lebih sering dipakai stranieri ‘pemain asing’. Kaio Jorge jadi stranieri ke-8 yang memakai nomor tersebut. Selain Zidane, Thuram, dan Kapo, stranieri lain yang pernah memakai nomor ini adalah Zdenek Grygera, Paulo Dybala, Benedikt Hoewedes, dan Higuain.

Adapun pemain lokal Italia hanya ada tiga orang yang memilih nomor ini saat membela Juventus. Di samping Padovano pada 1995-96, dua pemain lain adalah Andrea Pirlo dan Carlo Pinsoglio. Dari ketiga pemain itu, hanya Pirlo yang memakainya lebih dari semusim, yakni dari 2011-12 hingga 2014-15.

Carlo Pinsoglio adalah satu dari hanya tiga pemain Italia yang memakai nomor 21 di Juventus.
Getty Images

Pinsoglio memang hanya semusim memakai nomor itu, yakni pada 2018-19. Musim sebelumnya, dia memakai nomor 16, adapun dua musim setelahnya mengenakan nomor 31. Lalu, pada musim 2021-22, dia berpindah ke nomor 23. Namun, putusan Pinsoglio membuat nomor 21 dipakai oleh pemain dari semua posisi, dari kiper hingga striker.

Fakta terakhir yang tak kalah menarik, di Juventus, nomor 21 hanya semusim tanpa pemilik. Itu terjadi pada musim 2020-21. Sepeninggal Higuain yang hengkang ke Inter Miami milik David Beckham, nomor itu tak ada yang memakai hingga datang Kaio Jorge pada 2021-22.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Bintang Besar yang Kehilangan Nomor Ikonik Saat Pindah Klub

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Nomor punggung adalah identitas tersendiri bagi pesepak bola. Apalagi pada masa kini ketika sepak bola sudah jadi sebuah bisnis besar. Nomor punggung jadi sebuah trade mark. Makanya, banyak pemain yang mati-matian mempertahankan nomor punggungnya karena sudah jadi nomor ikonik.

Sebut saja Thomas Mueller. Sejak awal memakai nomor punggung 25 di Bayern Munich, dia tak pernah berpaling ke nomor lain hingga saat ini. Nomor itu pula yang dia pilih pada gelaran EURO 2020 bersama timnas Jerman ketika setiap tim diperbolehkan membawa 26 pemain.

Akan tetapi, seorang pemain bisa kehilangan nomor ikonik ketika pindah klub. Sejak 1990-an, hal ini sudah sering terjadi. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 pemain bintang yang harus menanggalkan nomor ikonik saat tiba di klub baru.

1. Lionel Messi

Lionel Messi harus melupakan nomor ikonik 10 saat bergabung dengan PSG.
Getty Images

Selama ini, Lionel Messi sebagai megabintang yang disebut-sebut sebagai pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola sangat identik dengan nomor 10. Nomor punggung itu telah dipakainya sejak 2008-09, baik di Barcelona maupun timnas Argentina.

Akan tetapi, saat bergabung dengan Paris Saint-Germain, Messi memutuskan untuk menanggalkan nomor ikonik tersebut. Dia memilih nomor 30 yang dipakai saat musim debutnya bersama Barcelona. Alasannya, dia tak mau merebut nomor 10 yang sudah dipakai sejak 2017-18 oleh sahabatnya, Neymar.

2. Zinedine Zidane

Zinedine Zidane dengan kostum nomor 5 saat diperkenalkan sebagai pemain baru Real Madrid.
eurosport.com

Seperti Lionel Messi, Zinedine Zidane juga identik dengan nomor 10. Namun, itu hanya di timnas Prancis. Di klub, dia lebih identik dengan nomor 21 yang dipakainya selama 5 musim di Juventus. Sebelumnya, di Girondins Bordeaux, dia mengenakan nomor punggung 7.

Ketika pindah ke Real Madrid pada 2001-02, masalah pelik harus dihadapi Zidane. Dia harus memilih nomor baru karena tiga nomor yang biasa dipakainya sudah punya pemilik tetap. Nomor 7 dimiliki Raul Gonzalez, nomor 10 dikenakan Luis Figo, sedangkan nomor 21 dipakai Santiago Solari. Pada akhirnya, dia memilih nomor punggung 5.

3. David Beckham

David Beckham tak memakai nomor ikonik 7 di Real Madrid.
Getty Images

Sosok David Beckham sangat identik dengan nomor punggung 7. Dengan memakai nomor itulah, dia menjulang sebagai pemain Manchester United dan timnas Inggris. Namun, pada akhirnya, dia harus melupakan nomor ikonik itu saat bergabung dengan Real Madrid pada 2003-04. Sebabnya jelas, nomor 7 adalah milik Raul Gonzalez.

Manajemen Los Blancos memberikan dua pilihan, yakni nomor 4 dan 23. Awalnya, dia berminat mengambil nomor 4 yang terakhir dipakai Fernando Hierro. Namun, setelah berdiskusi dengan Victoria, istrinya, nomor 23 jadi pilihannya. Salah satu alasannya, nomor itu dipakai Michael Jordan. Hingga pensiun, Beckham lantas memakai nomor 23 atau 32.

4. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo memakai nomor 9 pada musim pertamanya di Real Madrid.
thesun.co.uk

Harus menanggalkan nomor ikonik karena Raul Gonzalez juga dialami Cristiano Ronaldo saat pindah dari Manchester United ke Real Madrid pada 2009-10. Dia pun akhirnya memakai nomor punggung 9 yang kosong sepeninggal Javier Saviola. Beruntung bagi Ronaldo, dia hanya hanya semusim mengenakan nomor tersebut.

Pada 2010-11, Ronaldo mendapatkan kembali nomor ikoniknya setelah Raul Gonzalez dilepas ke FC Schalke 04. Hingga kemudian pindah ke Juventus pada 2018-19, Ronaldo terus mengenakan nomor itu. Maklum saja, CR7 sudah jadi merek dagang bagi dirinya.

5. Luis Figo

Luis Figo hanya memakai nomor selain 7 saat membela Real Madrid.
marca.com

Pemain bintang pertama yang jadi korban Raul Gonzalez adalah Luis Figo. Sepanjang kiprahnya, dia sangat identik dengan nomor 7. Nomor itulah yang dipakainya saat menjulang di timnas Portugal dan barcelona. Namun, begitu pindah ke Real Madrid, dia harus melupakan nomor ikonik tersebut.

Pada akhirnya, Figo memakai nomor 10. Nomor itu dipakainya selama 5 musim membela Madrid. Begitu pindah ke Inter Milan pada 2005-06, bintang Portugal itu kembali memilih nomor 7 hingga pensiun pada akhir musim 2008-09. Sepanjang karier profesionalnya, dia tak mengenakan nomor 7 hanya saat membela Los Blancos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Zinedine Zidane Makin Santer Dirumorkan Gantikan Deschamps

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Zinedine Zidane, eks pelatih Real Madrid makin santer dirumorkan akan menjadi pengganti Didier Deschamps sebagai pelatih timnas Prancis. Kabarnya, Zinedine Zidane bahkan sudah menolak sejumlah tawaran melatih klub.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Senin (12/7/2021), Zinedine Zidane menjadi kandidat utama untuk gantikan peran Deschamps untuk melatih tim Ayam Jantan, Prancis. Namun kabarnya Deschamps masih dipercaya untuk melatih Prancis di babak kualifikasi Piala Dunia 2022.

Eks Parma: Didier Deschamps Memang Layak Disalahkan

Kontrak Didier Deschamps sebagai pelatih timnas Prancis sendiri akan berakhir pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Soal perpanjangan kontrak, federasi sepak bola Prancis, FFF tergantung hasil di Qatar.

Jika FFF memilih untuk mencopot Deschamps dari posisinyada pada 2022, laporan L’Equipe mengklaim Zidane akan dilacak dengan cepat sebagai penggantinya.

Akan tetapi jika Deschamsp bertahan hingga EURO 2024, Zidane akan kemungkinan mengakhiri cuti panjanga dan kembali melatih di sebuah klub paling lamat pada 2023.

Setelah tersingkir di EURO 2020, posisi Deschamps makin tak aman. Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Noël Le Graët kabarnya akan melakukan pembicaraan terkait masa depan Didier Deschamps sebagai pelatih Prancis.

Noël Le Graët sendiri di sela-sela sidang umum Komite Olahraga Prancis, pada Selasa (29/6) waktu setempat dengan tegas mengatakan bahwa ia sangat kecewa dengan kegagalan Prancis. Le Graet menyebut bahwa ia tak habis pikir mengapa Prancis yang sempat unggul 3-1 justru terkejar dengan kalah di adu penalti.

“Ketika Anda memimpin 3-1 sepuluh menit sebelum akhir, Anda harus menang,” kata Le Great dengan nada kesal. “Tentu saja ini jadi keanehan dalam sepak bola. Semua orang pasti membicarakan hal ini,” tambah Le Great.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Zidane Dinobatkan Sebagai Pemain Termahal Dunia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Zinedine Zidane sosok sukses di sepak bola. Baik sebagai pemain maupun pelatih dia selalu bergelimang gelar.

Saat masih menjadi pemain, bakat Zinedine Zidane sudah tercium sejak Girondins Bordeaux. Ia kemudian didatangkan Juventus 1996 silam.

Dan di sana lah kariernya mendunia. Trofi pertama diraih kala memperkuat Juventus. Hebatnya ia langsung scudetto pada musim perdana.

Juventus v Real Madrid
Getty Images

Cukup lama dia bertahan di Turin. Dengan permainan yang terus matang dan makin padunya duet dengan Alessandro Del Piero membuat sang gelandang kian dicintai Juventini.

Akan tetapi, masa bulan madu pemain yang akrab disapa Zizou berakhir musim panas 2001. Kendati masih terikat kontrak dua tahun lagi, dia tidak kuasa menolak tim metropolitan Spanyol, Real Madrid.

Begitu pula dengan Juventus. Disodorkan dana fantastis sebesar 77 juta euro oleh Real Madrid, Juve tak bisa berkata apa-apa selain “oke”. Lagi pula mereka mendapatkan Zidane seharga 3,5 juta euro saja 1996 silam.

Lalu ditawarkan 77 juta euro oleh Real Madrid. Siapa yang tidak mau mendapat keuntungan puluhan kali lipat.

Kunci Kesuksesan Real Madrid

Setelah terlibat negosiasi alot, Real Madrid akhirnya meresmikan Zinedine Zidane sebagai pemain baru. Sang bintang menandatangani kontrak fantastis pada hari ini 20 tahun silam.

Dengan angka 77 juta euro, legenda Prancis resmi menyabet predikat sebagai pemain termahal dunia. Ia memecahkan rekor yang juga dibuat Los Blancos kala mendatangkan Luis Figo sebesar 45 juta euro.

Harga fantastis tersebut tidak membuat Zizou jemawa. Ia justru merasa tak pantas dihargai setinggi itu.

“Beberapa waktu lalu saya mengatakan jumlah uang itu sangat besar dan saya tidak bernilai setinggi itu. Saya sadar sepenuhnya akan hal itu dan pemikiran saya tentang masalah ini teidak berubah,” ujarnya kepada Mundo Deportivo beberapa tahun lalu.

zinedine zidane-real madrid-Oddschanger
@Oddschanger

Keberanian Los Blancos berbuah manis. Zidane bukan hanya jadi motor serangan permainan. Tapi juga simbol keperkasaan klub dan meraih berbagai trofi.

Musim pertama, pemain yang membawa Prancis juara Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 langsung mempersembahkan tiga trofi. Yakni Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan tentu saja Liga Champions.

Di final Liga Champions melawan Bayer Leverkusen Zizou juga menghentak dunia. Ia cetak gol dengan cara spektakuler untuk menentukan juara Real Madrid.

Menerima umpan Roberto Carlos, Zidane melepaskan tendangan first time dengan kaki kiri dari luar kotak penalti. Gol tersebut sekaligus jadi salah satu gol terbaik sepanjang masa final Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Zidane Peringatkan Mbappe: Egomu akan Tenggelamkan Kariermu

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Zidane Zidane angkat bicara soal performa Kylian Mbappe bersama timnas Prancis di Euro 2020. Sang legenda menilai bintang Paris Saint-Germain terlalu egois.

Zinedine Zidane pun memberi peringatan keras untuk Kylian Mbappe. Ia mengatakan masalah ego akan sangat berbahaya untuk masa depannya.

Bahkan bukan tidak mungkin itu akan membuat karier pemain 21 tahun akan tenggelam. “Saya tidak suka berbicara secara terbuka tentang pemain,” kata mantan pelatih Real Madrid seperti dikutip Football5star dari Opera News, Senin (5/7/2021).

Toni Kroos - Zinedine Zidane - Real Madrid - Sportstar
Sportstar

“Tapi Kylian harus segera memperbaiki sesuatu yang berbahaya untuk kariernya. Hal itu adalah ego. Prancis punya banyak legenda besar yang tidak pernah menunjukkan ego seperti itu. Saya takut jika dia terus seperti itu dia akan tenggelam,” ia menambahkan.

Nama Kylian Mbappe jadi buah bibir usai Prancis tersingkir dari Euro 2020. Ini tak lepas dari kegagalannya mengeksekusi penalti melawan Swiss di babak 16 besar. Pada babak adu penalti itu hanya dirinya yang gagal mencetak gol.

Tidak hanya soal kegagalan penalti, performa bintang Paris Saint-Germain selama Euro 2020 juga mengecewakan. Digadang-gadang akan bersinar, ia justru gagal mencetak gol maupun assist.

Padahal dalam empat pertandingan tersebut Mbappe selalu dimainkan sebagai starter oleh Didier Deschamps. Torehannya bahkan kalah jauh dari striker yang baru comeback, Karim Benzema, yang mampu mencetak empat gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Florentino Perez Akhirnya Buka Suara Terkait Surat Terbuka Zidane

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Florentino Perez, presiden Real Madrid akhirnya buka suara terkait surat terbuka yang ditulis mantan pelatih El Real, Zinedine Zidane. Namun, Florentino Perez mengaku tak mempercayai bahwa surat terbuka itu benar ditulis oleh Zidane.

Florentino Perez juga mengaku bahwa sampai saat ini, ia belum pernah membaca surat terbuka itu secara langsung. “Saya mengenalnya (Zidane) dan ini merupakan tahun yang sulit. Saya berjuang agar dia bertahan,” ucap Florentino Perez seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (25/6/2021).

Surat Terbuka Zinedine Zidane, Ada Rasa Sakit yang Begitu Dalam

“Saya belum membaca surat perpisahan, saya bersumpah demi cucu saya. Yang menulis surat itu bukan Zidane,” tambah Florentino Perez.

“Saya berharap dia baik-baik saja, dia telah menjadi legenda untuk Real Madrid dan dia memiliki semua pengakuan dari kami. Dia memiliki impian menjadi pelatih Prancis dan saya yakin dia akan mencapainya,” ungkap Perez.

Surat terbuka Zidane sendiri sudah dipublikasikan cukup lama, akhir Mei 2021. Dalam suratnya tersebut, Zinedine Zidane menuliskan soal penyebab dirinya tak lagi melatih Real Madrid untuk musim depan.

“Selama dua puluh tahun, sejak hari pertama saya menginjakkan kaki di kota Madrid dan mengenakkan kemeja putih, Anda telah memberi saya cinta Anda. Saya selalu merasa ada sesuatu yang sangat istimewa di antara kami” tulis Zidane.

“Ketika pada Maret 2019 saya setuju untuk kembali melatih Madrid setelah istirahat sekitar delapan bulan, itu karena Presiden Florentino Perez bertanya kepada saya, tetapi juga karena Anda memberi tahu saya setiap hari. Ketika saya bertemu salah satu penggemar di jalan, saya merasakan dukungan dan keinginan untuk melihat diri saya bersama tim,”

“Sekarang saya telah memutuskan untuk pergi dan saya ingin menjelaskan alasannya dengan baik. Saya akan pergi. Saya pergi karena saya merasa klub tidak lagi memberi saya kepercayaan diri yang saya butuhkan, itu tidak memberi saya dukungan untuk membangun sesuatu dalam jangka menengah dan panjang,” urai Zidane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Lothar Matthaeus: Kai Havertz Bisa Seperti Zinedine Zidane

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Performa impresif Kai Havertz saat timnas Jerman menang 4-2 atas Portugal dipuji habis-habisan oleh Lothar Matthaeus. Pemain Chelsea itu bahkan dinilai salah satu kapten kehormatan Die Mannschaft tersebut bisa menjelma seperti Zinedine Zidane pada masa jayanya.

Saat masih aktif bermain, Zinedine Zidane diakui banyak pihak sebagai salah satu pesepak bola terbaik dan tercerdas di lapangan. Dia selalu jadi sosok vital bagi tim yang dibelanya, baik Girondins Bordeaux, Juventus, Real Madrid, maupun timnas Prancis. Kini, Lothar Matthaeus melihat sosok tersebut pada diri Havertz.

https://www.youtube.com/watch?v=ApqkXn3qyhc

“Saya membandingkan dia dengan Zinedine Zidane dalam hal skill, teknik, visi, dan antisipasi terhadap situasi. Zidane tak terlihat cepat, tapi begitu cepat saat menembak bola. Havertz juga dapat melakukan hal yang sama,” urai Lothar Matthaeus seperti dikutip Football5Star.com dari Kicker.

Tentu saja, perlu kerja keras dan kesungguhan untuk dapat mencapai level permainan Zidane tersebut. “Dia dapat mencetak lebih banyak gol dan meningkatkan diri dalam pergerakan-pergerakan pendek dengan latihan khusus. Dia punya pandangan, kontrol bola, penempatan posisi, dan teknik yang bagus. Havertz dalam proses ke sana. Namun, hal-hal kecil akan menentukan dia akan jadi pemain hebat atau hanya sangat bagus,” ujar dia.

Kai Havertz Terhambat Thomas Mueller

Di timnas Jerman, Kai Havertz juga diyakini Lothar Matthaeus akan jadi sosok penting pada masa mendatang. Bahkan, saat ini, dia menilai eks pemain Bayer Leverkusen itu sudah jadi salah satu pilar di lini serang Die Mannschaft. Hal itu sudah terlihat pada dua laga di EURO 2020.

“Havertz akan jadi salah satu pemain utama di timnas daam enam atau delapan tahun ke depan ketika karier (Toni) Kroos, (Thomas) Mueller, dan (Ilkay) Guendogan sudah berakhir di sana,” ujar Matthaeus lagi. “Berdasarkan talentanya, saya yakin dia akan jadi pilar. Tinggal pelatih harus mengatakan, ‘Havertz akan selalu bermain meskipun tampil buruk.’ Kai punya segalanya, tapi butuh kepercayaan pelatih.”

Kai Havertz menurut Lothar Matthaeus seharusnya bermain di posisi yang ditempati Thomas Mueller.
besoccer.com

Akan tetapi, Matthaeus merasa Kai Havertz saat ini belum bermain pada posisi yang tepat. Dalam dua laga timnas Jerman di EURO 2020, dia beroperasi sebagai penyerang sayap. Berdasarkan pengamatannya, Havertz seharusnya bermain di posisi yang ditempati Thomas Mueller.

Untuk saat ini, seiring putusan Joachim Loew memanggil kembali Thomas Mueller, ada kendala yang dihadapi Kai Havertz. “Satu tempat di lini depan sudah dikuasai Thomas Mueller. Sayangnya, di posisi itulah saya melihat Havertz seharusnya berada,” kata eks bintang Bayern Munich tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Zinedine Zidane Terlibat Cekcok dengan Wartawan di Pusat Keramaian

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Zinedine Zidane, mantan pelatih Real Madrid terlibat cekcok dengan seorang wartawan di pusat keramaian. Zidane kesal karena merasa dibuntuti dan ditodong sejumlah pertanyaan terkait masa lalunya di Real Madrid.

“Tuan, bagaimana kabarmu? Bagaimana kabar semuanya? Apakah ada kesalahan di musim terakhir Anda di Real Madrid dengan surat terbuka itu,” tanya si wartawan seperti diikutip dari Direcot Gol TV, Rabu (16/6/2021).

Mendapat pertanyaan tersebut, Zidane naik pitam dan menjawab bahwa pertanyaan si wartawan ialah pertanyaan bodoh. “Apakah kamu masih menanyakan pertanyaan bodoh yang sama seperti sebelumnya,”

“Tidak, hanya soal surat terbuka itu,” timpal si wartawan. “Anda menanyakan pertanyaan yang sama. Pekerjaan Anda memalukan,” hardik Zidane.

Namun Zidane kemudian meminta si wartawan mendekatinya. “Saya mengenal Anda dan Anda mengenal saya. Hal yang sama selalu terjadi pada kita. Kemari, kemari bicara padaku. Kamu pergi,” jawab Zidane sambil meminta juru kamera menjauhinya.

Pelatih 48 tahun itu beberapa waktu lalu setelah tak lagi melatih Real Madrid mempublikasikan surat terbuka. Di isi surat terbuka itu, Zinedine Zidane menyebut bahwa ia tak lagi mendapat kepercayaan dari manajemen Real Madrid.

“Itulah mengapa sangat menyakitkan ketika saya membaca di media setelah kalah. Mereka akan memecat saya jika saya tidak memenangkan pertandingan berikutnya,” tulis Zinedine Zidane dalam surat terbukanya.

“Itu menyakiti saya dan seluruh tim karena pesan-pesan ini dengan sengaja bocor ke media sehingga menciptakan gangguan negatif pada staf, menimbulkan keraguan dan kesalahpahaman. Untungnya saya memiliki beberapa pemain yang siap mati untuk saya,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Ancelotti Gantikan Zidane, Ini Komentar Benzema

gamespool
Ancelotti Gantikan Zidane, Ini Komentar Benzema 33

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Real Madrid, Karim Benzema, memberi pendapatnya soal kembalinya Carlo Ancelotti sebagai pelatih di Real Madrid. Benzema senang Ancelotti kembali dan dia percaya Madrid bisa kembali meraih gelar bersamanya.

Carlo Ancelotti resmi kembali ke Madrid dari Everton untuk menggantikan Zinedine Zidane. Benzema sendiri awalnya merasa sedih karena Zidane mengundurkan diri, tapi kini dia senang karena Ancelotti yang menggantikannya.

“Ini adalah kabar baik, kami mengenalnya dengan baik, para pemain dan fans. Dia adalah pelatih yang hebat. Saya suka filosofinya, bagaimana dia melihat sepak bola, bagaimana dia mengelola skuat dan bagaimana dia memimpin tim. Dan dia ingin memenangkan semua gelar,” ucap Benzema seperti dilansir Football5Star.com dari Marca.

Carlo Ancelotti Gantikan Zidane, Ini Kata Karim Benzema
CGTN

Benzema melanjutkan, “Tentu saja sangat mengejutkan (Zidane mengundurkan diri) untuk semuanya, bukan hanya saya. Tapi yang pasti, dia selalu seperti kakak bagi saya. Karena saya sudah mengenalnya sejak lama dan dia telah membantu saya baik di dalam maupun di luar lapangan. Itu adalah keputusan yang sulit bagi semua orang. Sekarang kami memiliki pelatih lain dan kami akan mencoba untuk sukses lagi.”

Musim lalu Real Madrid gagal meraih satu pun gelar. Tapi Karim Benzema tetap optimistis menatap musim depan karena musim lalu cedera yang menjadi faktor utama Los Blancos gagal meraih gelar.

“Jika kita melihat musim lalu, kami berjuang untuk gelar La Liga hingga pekan terakhir dan kami sangat dekat untuk memenangkannya. Kami mencapai semifinal Liga Champions dan Chelsea mengalahkan kami sebelum memenangkan kompetisi, kami memiliki 60 pemain cedera dan kami tidak pernah memiliki tim dengan kekuatan penuh, jadi itu rumit,” kata Benzema.

Karim Benzema melanjutkan, “Karena itu, jika klub percaya bahwa kami harus memperkuat, mereka harus melakukannya, tetapi tujuannya adalah untuk meningkat setiap tahun untuk memenangkan gelar dan kami dapat melakukannya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Real Madrid Resmi Umumkan Suksesor Zinedine Zidane

gamespool
Real Madrid Resmi Umumkan Suksesor Zinedine Zidane 36

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid resmi mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai suskesor Zinedine Zidane pada Rabu (2/6) dinihari WIB. Ancelotti kembali ke ibu kota Spanyol setelah melatih Everton selama satu setengah tahun.

Los Blancos memang belum mengumumkan durasi kontrak yang ditandatangani Ancelotti. akan tetapi, media-media Spanyol melaporkan Ancelotti sepakat dengan kontrak tiga tahun yang diajukan Los Blancos.

Bersama Real Madrid, Ancelotti akan menggantikan posisi Zinedine Zidane. Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu Zidane sudah resmi mengundurkan diri karena tak merasa dihargai manajemen Los Blancos.

Ancelotti merasa sangat bersyukur karena mendapat kesempatan kedua bersama Real Madrid. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada manajemen Everton yang sudah mengizinkannya kembali ke Spanyol.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para petinggi klub, pemain serta seluruh suporter yang sudah mendukung saya selama 18 bulan terakhir,” tutur Carlo Ancelotti dikutip football5star dari laman resmi Everton.

“Saya sebenarnya sangat menikmati masa-masa melatih Everton. Tapi, saya tiba-tiba mendapat tawaran yang cukup mengagetkan. Saya merasa itu merupakan langkah yang tepat bagi saya dan keluarga saat ini,” sambung Ancelotti.

Ancelotti bukanlah sosok asing untuk Real Madrid, Ia sempat menangani Los Blancos pada periode 2013 hingga 2015. Musim pertama Ancelotti di Spanyol berjalan manis. Ia berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions dan Copa del Rey.

Akan tetapi, Ancelotti tidak melanjutkan kesuksesannya. Ia hanya mampu membawa Los Blancos finis di peringkat kedua klasemen Liga Spanyol. Hal tersebut membuat Los Blancos memecat Ancelotti selepas musim 2014-15.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Surat Terbuka Zinedine Zidane Dianggap Berlebihan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jurnalis Spanyol, José Ramón de la Morena mengkritisi soal isi surat terbuka Zinedine Zidane setelah mengundurkan diri sebagai pelatih Real Madrid. Morena menyebut sejumlah poin isi surat terbuka dari Zidane terkesan tak adil.

Morena misalnya mengatakan penilaian Zidane soal media yang memojokannya dianggap terlalu berlebihan. Menurut Moreno, sangat jarang media Spanyol memberikan penilaian negatif saat Zidane melakukan kesalahan saat di Madrid.

Toni Kroos - Zinedine Zidane - Real Madrid - Sportstar

“Dia adalah salah satu pelatih yang diperlakukan dengan baik dan tidak banyak dituduh melakukan kesalahan. Meskipun dia pernah melakukannya dan beberapa dilakukan kepada pemain muda,” ungkap Moreno seperti dikutip Football5star.com dari Diario AS, Selasa (1/6/2021).

Moreno sekali lagi menegaskan bahwah media di Spanyol tidak pernah menyerang Zidane atau memberikan pertanyaan kepadanya soal bagaimana ia melatih di Real Madrid.

“Dia tahu alasan sebenarnya mengapa dia pergi, tetapi dia telah merobek halaman-halaman dari hari itu dari buku hariannya sehingga dia tidak harus mengakuinya sekarang,” tutup Zidane.

Di surat terbuka yang ia publikasikan, Zidane mengatakan bahwa dirinya sakit hati dengan pemberitaan di saat penurunan permainan Real Madrid. Pelatih Prancis itu menuding media mendapat bocoran dari manajemen Madrid sehingga memunculkan rumor bahwa ia akan dipecat pada akhir musim ini.

“Itulah mengapa sangat menyakitkan ketika saya membaca di media setelah kalah. Mereka akan memecat saya jika saya tidak memenangkan pertandingan berikutnya,”

“Itu menyakiti saya dan seluruh tim karena pesan-pesan ini dengan sengaja bocor ke media sehingga menciptakan gangguan negatif pada staf. Menimbulkan keraguan dan kesalahpahaman. Untungnya saya memiliki beberapa pemain yang siap mati untuk saya,” tulis Zidane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Surat Terbuka Zinedine Zidane, Ada Rasa Sakit yang Begitu Dalam

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Zinedine Zidane pada Kamis (27/5/2021) lalu resmi memutuskan untuk mundur sebagai pelatih Real Madrid. Mundurnya pelatih asal Prancis itu menyisakan tanda tanya soal alasan Zidane putuskan tak lagi bersama El Real di musim depan.

Setelah bungkam beberapa hari, Zidane akhrinya menuliskan surat terbuka soal alasannya mengundurkan diri sebagai pelatih Real Madrid. Dalam surat terbukanya seperti yang dikutip Football5star.com dari Diario AS, Senin (31/5), ada rasa sakit hati yang begitu dalam dari pelatih 48 tahun tersebut.

Toni Kroos - Zinedine Zidane - Real Madrid - Sportstar

“Selama dua puluh tahun, sejak hari pertama saya menginjakkan kaki di kota Madrid dan mengenakkan kemeja putih, Anda telah memberi saya cinta Anda. Saya selalu merasa ada sesuatu yang sangat istimewa di antara kami” tulis Zidane.

“Ketika pada Maret 2019 saya setuju untuk kembali melatih Madrid setelah istirahat sekitar delapan bulan, itu karena Presiden Florentino Perez bertanya kepada saya, tetapi juga karena Anda memberi tahu saya setiap hari. Ketika saya bertemu salah satu penggemar di jalan, saya merasakan dukungan dan keinginan untuk melihat diri saya bersama tim,”

“Sekarang saya telah memutuskan untuk pergi dan saya ingin menjelaskan alasannya dengan baik. Saya akan pergi. Saya pergi karena saya merasa klub tidak lagi memberi saya kepercayaan diri yang saya butuhkan, itu tidak memberi saya dukungan untuk membangun sesuatu dalam jangka menengah dan panjang,” urai Zidane.

Sakit Hati yang Begitu Dalam

Zidane pun menyinggung soal rumor pemecatan dirinya saat Real Madrid alami kekalahan. Zidane menyebut bahwa tidak seharusnya para pemain dan fan mendapat informasi seperti itu yang berujung pada keraguan dan kesalahapahaman di dalam tim.

“Itulah mengapa sangat menyakitkan ketika saya membaca di media setelah kalah. Mereka akan memecat saya jika saya tidak memenangkan pertandingan berikutnya,”

“Itu menyakiti saya dan seluruh tim karena pesan-pesan ini dengan sengaja bocor ke media sehingga menciptakan gangguan negatif pada staf, menimbulkan keraguan dan kesalahpahaman. Untungnya saya memiliki beberapa pemain yang siap mati untuk saya,”

“Ketika keadaan memburuk, mereka menyelamatkan saya dengan kemenangan besar. Karena mereka percaya pada saya dan mereka tahu saya percaya pada mereka,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Karim Benzema Kecewa Zidane Tinggalkan Real Madrid

gamespool
Karim Benzema Kecewa Zidane Tinggalkan Real Madrid 46

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Real Madrid, Karim Benzema, kecewa pelatihnya Zinedine Zidane memutuskan untuk meninggalkan Madrid. Benzema menyebut bahwa Zidane adalah orang dan pelatih yang sempurna.

Benzema awalnya yakin Zidane tak akan meninggalkan Madrid akhir musim ini. Namun pada 28 Mei, Madrid mengkonfirmasi bahwa Zidane mengundurkan diri dari jabatannya walaupun masih memiliki kontrak 12 bulan lagi.

Ini kedua kalinya Zidane mengundurkan diri setelah sebelumnya pada 2018. Periode keduanya di Madrid kurang sukses dibanding periode pertamanya. Namun Zizou masih bisa membawa Madrid juara La Liga dan Piala Super Spanyol pada musim lalu.

Zinedine Zidane - Real Madrid - Karim Benzema - France24
France24

Benzema kecewa hal ini terjadi. Menurut Benzema, Zidane merupakan orang yang sempurna dan dia berterima kasih kepadanya.

“Zidane selalu berada di belakang saya, mendukung saya, dan membantu mencapai level ini. Saya akan berterima kasih padanya setiap hari. Tentu saja saya kecewa dia meninggalkan Real, karena dia adalah manajer yang hebat dan telah memenangkan banyak trofi,” ucap Benzema seperti dilansir Football5Star.com dari Goal.

Benzema melanjutkan “Dia adalah pria yang sempurna. Saya akan mengatakan kata luar biasa bahkan untuk menggambarkannya. Tapi begitulah adanya, dan hidup terus berjalan.”

Masih belum diketahui siapa pengganti Zinedine Zidane di Real Madrid. Ada tiga nama saat ini yang dirumorkan. Mantan pelatih Inter, Antonio Conte, pelatih Paris Saint-Germain Mauricio Pochettino, dan pelatih Real Madrid Castilla, Raul Gonzalez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Cuma Isco yang Tak Ucapkan Salam Perpisahan untuk Zidane

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Zinedine Zidane telah meninggalkan Real Madrid. Keputusan ini membuat banyak pemain mengucapkan salam perpisahan di media sosial.

Kepergian Zidane memang sangat disesalkan para pemain. Mereka merasa sudah sangat cocok dengan sang nakhoda karena telah bekerja sama cukup lama.

Selain kedekatan personal, pelatih asal Prancis juga terbukti memberikan kesuksesan pada klub. Terbukti musim lalu mereka memenangkan LaLiga.

Spanyol - Isco - Real Madrid - SB Nation
SB Nation

Tak heran jika banyak pemain merasa kehilangan. Di media sosial mereka secara bergantian mengucapkan terima kasih dan mendoakan yang terbaik untuk sang legenda.

Mulai dari Toni Kroos, Sergio Ramos, Karim Benzema, Luka Modric, hingga pemain yang jarang mendapat kesempatan tampil seperti Mariano Diaz dan Andriy Lunin

Kendati begitu, ternyata masih ada pemain Real Madrid yang tidak memberi salam perpisahan untuk Zinedine Zidane. Dia adalah Isco.

Sampai hari ini tidak ada kata-kata perpisahan yang disampaikan Isco, baik di Twitter maupun Instagram. Hal ini kian mempertegas hubungan tak harmonis dirinya dengan sang pelatih. Pemain 29 tahun disinyalir tidak senang dengan keputusan pelatih yang kerap mencadangkannya.

Sejak Zidane kembali, Isco kembali jadi pesakitan di bangku cadangan. Selain itu, cedera juga menghalangi permainannya dua musim terakhir.

Musim ini saja pemain kelahiran Andalusia hanya 10 kali dimainkan sebagai starter. Catatan itu membuatnya mempertimbangkan untuk hengkang dari Real Madrid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

BREAKING! Zinedine Zidane Resmi Tinggalkan Real Madrid

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid benar-benar ditinggal Zinedine Zidane. Setelah melangsungkan negosiasi panjang, sang nakhoda mengakhiri masa baktinya untuk kedua kali.

Isu kepergian Zinedine Zidane sudah terlihat sebelum LaLiga musim 2020-2021 berakhir. Tapi saat itu pihak klub masih berupaya untuk mempertahankannya.

Setelah berunding dengan manajemen, kata sepakat pun gagal dicapai. Dan akhirnya Zinedine Zidane resmi meninggalkan ibu kota Spanyol.

“Real Madrid mengumumkan bahwa Zidane telah memutuskan untuk mengakhiri karier sebagai pelatih klub kami. Sekarang saatnya untuk menghormati keputusannya dan menunjukkan pengharagaan kami atas profesionalisme, dedikasi, dan semangatnya selama ini,” tulis El Real di laman resminya.

“Zidane adalah salah satu mitos besar Madrid dan legendanya melampaui apa yang pernah ia lakukan sebagai pelatih dan pemain, Dia tahu bahwa dia adalah jantung Madrid dan Madrid akan selalu menjadi rumahnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Pada era keduanya menukangi Los Blancos, nakhoda asal Prancis kurang sukses. Usai memenangkan LaLiga musim lalu, ia mengakhiri musim ini tanpa satu pun gelar.

Mundurnya sang legenda membuat kursi penggantinya memanas. Massimiliano Allegri yang sempat disebut sebagai suksesor justru mulai merapat ke Juventus.

Nama beken yang tersisa hanyalah Antonio Conte. Bukan tidak mungkin mereka akan menunjuk pelatih yang baru meninggalkan Inter Milan sebagai pelatih baru untuk mengarungi musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Zinedine Zidane Putuskan Cabut dari Real Madrid

gamespool
Zinedine Zidane Putuskan Cabut dari Real Madrid 54

Football5star.com, Indonesia – Zinedine Zidane dilaporkan sudah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari Real Madrid. Kabar mengejutkan ini diumumkan oleh wartawan kenamaan, Fabrizio Romano.

Romano melaporkan bahwa Zinedine Zidane bakal mengumumkan pengunduran dirinya dalam waktu dekat. Namun, Romano tidak membeberkan alasan di balik pengunduran diri Zidane.

Rumor kepergian Zidane memang sudah mencuat semenjak beberapa pekan terakhir. Kabarnya, pelatih asal Prancis itu akan pindah ke Juventus untuk menggantikan posisi Andrea Pirlo.

Nah, Real Madrid sudah menyiapkan beberapa nama sebagai calon suksesor Zidane. Dua nama yang dilaporkan masuk radar Los Blancos adalah Massimiliano Allegri dan Antonio Conte.

Ini adalah kali kedua Zidane memutuskan hengkang dari Real Madrid. Ia juga sempat mengundurkan diri selepas mempersembahkan gelar Liga Champions musim 2017-18.

Ketika itu, Los Blancos menunjuk Julen Lopetegui sebagai suksesor Zidane. Akan tetapi, petualangan Lopetegui di Madrid tak bertahan lama. Ia hanya bertahan selama tiga bulan. Ia dipecat setelah Los Blancos menelan kekalahan memalukan di markas Barcelona.

Setelah memecat Lopetegui, Real Madrid menunjuk Santiago Solari hingga akhir musim 2018-19. Akan tetapi, Solari juga gagal menunjukkan performa terbaiknya dan akhirnya Los Blancos kembali menunjuk Zidane pada musim panas 2019.

Pada periode keduanya bersama Real Madrid, Zidane berhasil mempersembahkan 69 kemenangan dari 114 partai. Ia pun sukses membawa Los Blancos menyabet gelar LaLiga musim 2019-20.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Karim Benzema Dibuat Kesal dengan Rumor Masa Depan Zinedine Zidane

gamespool
Karim Benzema Dibuat Kesal dengan Rumor Masa Depan Zinedine Zidane 58

Football5star.com, Indonesia – Berbagai rumor mengenai masa depan Zinedine Zidane bersama Real Madrid membuat Karim Benzema merasa sangat gusar. Benzema mengaku sama sekali tak mempercayai rumor kepergian Zidane dalam waktu dekat.

Zidane memang santer diberitakan bakal meninggalkan Real Madrid pada akhir musim 2020-21. Pelatih asal Prancis itu menjadi kandidat kuat pengganti Andrea Pirlo di Juventus musim depan.

“Hingga saat ini, Zinedine Zidane masih menjadi pelatih Real Madrid, kan? Saya tak yakin ia benar-benar ingin hengkang. Saya yakin Zidane tak akan pergi,” ujar Karim Benzema kepada L’Equipe.

Zinedine Zidane - Real Madrid - Karim Benzema - France24
France24

“Jika dia pergi, maka saya akan senang hati melepasnya. Tapi, untuk saat ini saya tak bisa membayangkan Real Madrid tanpa Zidane musim depan,” kata Benzema menambahkan.

Lebih lanjut, Benzema juga membeberkan kedekatan hubungannya dengan Zidane. Di mata Benzema, Zidane adalah pelatih yang tak segan-segan melemparkan kritik pedas kepada para pemainnya.

“Zidane selalu berbicara jujur dengan saya. Hal itu membuat kami memiliki hubungan yang sangat dekat dan spesial. Dia sering memberi tahu saya ketika situasinya sedang baik. Tapi, dia juga sering mengingatkan saya ketika sedang berada dalam konsisi yang kurang baik.”

“Kejujuran Zidane membuat saya sangat menghargai posisinya sebagai pelatih kepala. Berbagai kata-kata Zidane membuat saya merasa sangat percaya diri di atas lapangan,” tutup Benzema.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Real Madrid Gagal Juara, Zinedine Zidane Stres

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid gagal meraih gelar juara Liga Spanyol musim 2020-21. Di pekan terakhir, meski meraih kemenangan 2-1 atas Villarreal, anak asuh Zinedine Zidane tak juara karena Atletico Madrid juga meraih kemengan atas Real Valladolid.

Usai pertandingan, Zinedine Zidane mengaku pikiran dirinya saat ini sedang kacau dan tak ingin diganggu dengan pertanyaan mengenai masa depannya di Real Madrid.

Hasil Real Madrid vs Villarreal: Harus Beri Selamat kepada Tetangga

“Keadaan pikiranku kacau. Saya akan berbicara dengan klub dengan kondisi hati dan pikiran yang tenang dan itu bukan sekarang,” kata Zidane seperti dikutip Football5star.com dari Diario AS, Minggu (23/5/2021).

“Kami harus tenang, dalam beberapa hari ke depan kami akan membicarakannya dengan manajemen klub, itu saja. Maka segara kita akan melihat apa yang akan terjadi,” tambahya.

Menurut Zidane, pembicaraan dengan manajemen Real Madrid tidak hanya terfokus soal masa depannya namun juga apa yang akan dijalani El Real musim depan.

“Tidak hanya membicarakan saya, tapi dengan segala sesuatu yang akan dicapai Madrid pada musim depan,” tegas Zidane.

Meski gagal membawa Madrid mempertahankan gelar juara, Zidane menyampaikan ucapan selamat kepada Atletico Madrid yang menjadi kampium.

“Anda harus memberi selamat kepada Atletico Madrid karena memang mereka pantas mendapatkannya. Yang paling penting bukanlah saya, itu perjuangan para pemain. Sekali lagi, saya akan berbicara dengan klub dengan kondisi tenang,”

“Saya hanya bisa memberitahu kepada para pemain dan pendukung. Saat ini yang mereka pikirkan ialah mereka harus bangga dengan perjuangan kami,” tutup Zidane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Zinedine Zidane: Selamat, Atletico Madrid!

gamespool
Zinedine Zidane: Selamat, Atletico Madrid! 65

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, tak sungkan-sungkan memberikan ucapakan selamat kepada Atletico yang menjadi juara Liga Spanyol musim 2020-21. Di mata Zidane, Los Rojiblancos memang pantas menyabet gelar juara.

Atletico berhasil menyabet gelar juara Liga Spanyol setelah memetik kemenangan di markas Real Valladolid pada Minggu (23/5) dinihari WIB. Gol kemenangan Los Rojiblancos diciptakan oleh Angel Correa (57′) dan Suarez (67′).

“Kami harus mengucapkan selamat kepada Atletico Madrid. Mereka pantas menjadi juara Liga Spanyol musim ini. Siapa pun yang ada di atas kami, pantas keluar sebagai juara,” ujar Zinedine Zidane dikutip football5star dari Marca.

Atletico - real Madrid - Zinedine Zidane - Juara Liga Spanyol - CGTN
CGTN

Lebih lanjut, Zidane juga menyinggung masa depannya bersama Real Madrid. Pelatih asal Prancis itu mengaku bakal membahas nasibnya dengan para petinggi Los Blancos dalam waktu dekat.

“Tapi, hal terpenting buat saya saat ini adalah, menghargai perjuangan pada pemain Real Madrid sepanjang musim ini. Dalam beberapa pekan ke depan, saya akan membahas mengenai masa depan bersama para petinggi Real Madrid,” sambung Zidane.

Masa depan Zidane saat ini memang masih menjadi tanda tanya besar. Meski masih terikat kontrak hingga 2022, Zidane santer dirumorkan bakal meninggalkan Real Madrid di akhir musim 2020-21.

Salah satu klub yang dirumorkan siap menampung Zidane musim depan adalah Juventus. Mereka hampir dipastikan bakal menunjuk Zidane andai memberhentikan Andrea Pirlo yang gagal menunjukkan kinerja terbaiknya musim ini.

Zidane bukanlah satu-satunya sosok yang bakal meninggalkan Madrid dalam waktu dekat. Kapten tim, Sergio Ramos, juga disebut bakal hengkang karena tak kunjung memperpanjang kontraknya bersama Los Blancos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Real Madrid akan Manfaatkan Fokus Villarreal yang Terbelah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid akan menjamu Villarreal pada laga pamungkas LaLiga, Sabtu (22/5/2021). El Real harus menang untuk membuka kans mempertahankan gelar.

Saat ini Real Madrid berada di posisi kedua dengan 81 poin. Mereka hanya berjarak dua poin saja dari Atletico Madrid di puncak klasemen.

Maka dari itu Zinedine Zidane ingin Madrid meraih kemenangan. Ia cukup yakin dengan kans tersebut. Terlebih konsentrasi Villarreal akan terpecah dengan final Liga Europa di tengah pekan.

Zinedine Zidane mengingatkan para pemain Real Madrid bahwa empat laga sisa adalah final.
sportsport.ba

“Mereka memiliki poin yang sama dengan Real Betis di urutan keenam dan satu di belakang Real Sociedad di urutan kelima. Jangan lupa juga Villarreal akan terganggu dengan final Liga Europa hari Rabu,” ujar Zidane kepada Marca, Jumat (21/5/2021).

“Kami akan meninggalkan segalanya di lapangan dan kami akan mencoba sekuat tenaga. Bagi kami satu-satunya hal yang penting saat ini adalah pertandingan besok. Dengan semua yang terjadi, kami akan melakoni laga tingkat tinggi,” ia menambahkan.

Jelang menghadapi Villarreal di stadion Alfredo Di Stefano, Real Madrid mendapat dukungan penuh dari fan. Pada latihan terakhir di Valdebebas, Jumat (21/5/2021) ratusan datang untuk menyemangati Sergio Ramos dkk.

“Saya mengapresiasi dukungan fan. Ini sangat penting untuk seluruh pemain. mereka tahu ada suporter yang selalu mendukung dan kami ingin membalas dukungan mreeka dengan kemenangan,” tutup Zinedine Zidane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Zidane Akui Real Madrid akan Lebih Baik Tanpa Dirinya

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Rumor kepergian Zinedine Zidane dari Real Madrid kian mengemuka. Kali ini sang pelatih sendiri yang mengisyaratkan hal tersebut.

Kontrak Zinedine Zidane sejatinya masih menyisakan satu tahun lagi. Tapi berbagai media di Spanyol menyebut dia ingin mengundurkan diri akhir musim ini.

Pelatih asal Prancis tidak mengakui hal tersebut secara gamblang. Tapi ia menegaskan bahwa kebutuhan tim lebih penting daripada masa depannya.

Zinedine Zidane Saya Bertanggung Jawab Atas Kekalahan Real Madrid
Managing Madrid

“Ini sangat sulit, tapi kami tiba di pertandingan terakhir dan siap untuk memberikan segalanya. Kami ada pertandingan penting besok. Kemudian kita lihat apa yang terjadi karena kami punya waktu untuk mmebicarakannya,” ujar sang nakhoda kepada Marca, Jumat (21/5/2021).

“Sekarang bukan saatnya. Setelah 37 pertandingan, menurut Anda, apakah kami akan membuang-buang waktu tentang apa yang terjadi tahun depan sekarang? Saya atau orang lain bukanlah yang penting di sini. Ini semua soal tim,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, ketika ditanya apakah Real Madrid akan lebih baik tanpa kehadirannya, Zidane turut mengamini. “Apakah mereka akan lebih baik tanpa saya? Tentu saja,” tegasnya.

Terlepas dari peluang El Real memenangkan LaLiga musim ini, Zinedine Zidane sepertinya tidak mau bertahan lebih lama. Apalagi ada peluang lain yang sudah menunggu.

Yakni kursi pelatih Juventus. Seperti diketahui posisi Andrea Pirlo tidak aman karena gagal di Serie A. Ia bisa saja dipecat andai Juve gagal menembus empat besar.

Peluang inilah yang membuat isu merapatnya Zidane ke Turin berhembus. Apalagi dia pernah berseragam Si Nyonya Tua ketika masih bermain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jika Real Madrid Gagal Juara, Casillas Minta Zidane Jangan Dikritik

gamespool
Jika Real Madrid Gagal Juara, Casillas Minta Zidane Jangan Dikritik 75

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Real Madrid, Iker Casillas, meminta orang-orang tidak mengkritik pelatih Zinedine Zidane jika gagal membawa timnya juara La Liga. Casillas menyebut bahwa Zidane sudah dapatkan prestasi yang luar biasa.

Perebutan gelar La Liga akan ditentukan pada pekan terakhir. Real Madrid harus menang melawan Villarreal dan berharap Atletico Madrid gagal menang melawan Real Valladolid. Zidane kerap dikritisi karena sering membuang poin saat melawan tim-tim kecil, tapi Casillas membelanya.

zidane casillas
Getty Images

“Zidane tidak bisa dikritik untuk apa pun. Apa yang dia capai luar biasa, dan hanya dalam jangkauan sedikit atau bahkan satu orang,” ucap Casillas seperti dilansir Football5Star.com dari Radio Marca.

Casillas melanjutkan, “Saya lebih suka Real Madrid duduk di urutan pertama. Tapi saya berharap Real Valladolid dapat membantu kami menang akhir pekan ini. Saya berharap semua orang beruntung, tapi mari kita lihat apakah kami memiliki lebih banyak diri kami sendiri dan kami bisa memenangkan La Liga.”

Zidane sendiri dirumorkan akan pergi pada akhir musim dan Madrid sudah menyiapkan Massimiliano Allegri untuk menggantikannya. Namun Zidane membantah hal itu pasca laga melawan Athletic Bilbao pekan lalu.

“Bagaimana bisa saya memberitahu para pemain bahwa saya pergi sekarang? Kami sedang mengerahkan segalanya untuk gelar. Orang-orang di luar klub bisa mengatakan apa pun yang mereka suka, tapi saya tidak akan pernah mengatakan itu kepada para pemain saya,” kata Zinedine Zidane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Zinedine Zidane Tepis Rumor Tinggalkan Real Madrid

gamespool
Zinedine Zidane Tepis Rumor Tinggalkan Real Madrid 79

Football5star.com, Indonesia – Zinedine Zidane menepis rumor mengenai kepergiannya dari Real Madrid pada akhir musim 2020-21. Zidane mengaku berang dengan merebaknya rumor tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, Zidane santer diberitakan siap meninggalkan Real Madrid. Pelatih asal Prancis itu bahkan disebut sudah mengucapkan salam perpisahan kepada para penggawa Los Blancos.

“Bagaimana bisa saya mengucapkan salam perpisahan kepada para pemain ketika kami sedang berada di saat-saat yang sangat genting seperti ini?” ucap Zinedine Zidane dikutip football5star dari Marca.

Zinedine Zidane - real Madrid - beIN Sports
beIN Sports

“Orang-orang di luar bisa mengatakan apa pun sesuka hatinya. Tapi, saya tak akan mengucapkan salam perpisahan di tengah situasi genting,” kata Zidane menambahkan.

Lebih lanjut, Zidane juga tak menutup peluang pergi dari Real Madrid ketika musim 2020-21 sudah berakhir. Akan tetapi, fokus utama Zidane saat ini adalah mengakhiri musim dengan kemenangan di markas Villarreal akhir pekan nanti.

“Setelah musim 2020-21, kami akan sama-sama menentukan nasib saya. Tapi, hal terpenting saat ini adalah satu pertandingan terakhir yang akan kami lakoni musim ini.”

“Kami tak bisa terus membicarakan mengenai masa depan saya di sini. Hal terpenting adalah kami harus tetap fokus menghadapi pertandingan terakhir musim ini,” tandas Zidane.

Madrid masih memiliki peluang untuk menyabet gelar Liga Spanyol musim ini. Untuk bisa mencapai target tersebut, mereka harus bisa mengalahkan Villarreal sembari berharap Atletico Madrid gagal memetik poin penuh dari markas Real Valladolid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pamit dari Real Madrid, Zidane Merapat ke Juventus?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sebelum pertandingan Real Madrid vs Sevilla yang berakhir imbang 2-2, awal pekan lalu, Senin (10/5/2021), pelatih Zinedine Zidane dikabarkan telah mengucapkan salam perpisahan dengan skuat El Real.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Minggu (16/5), pihak klub belum memberikan pernyataan resmi mengenai hal ini. Namun ucapan perpisahan dari Zidane memang benar sudah dilakukan pelatih asal Prancis tersebut kepada anak asuhnya.

Zinedine Zidane - Real Madrid - London Evening Standard

Ini akan menjadi kedua kalinya ia meletakkan jabatan pelatih Madrid, setelah pernah hengkang dari Madrid usai memenangkan Liga Champions tiga kali beruntun di 2018.

Real Madrid sendiri memiliki dua pertandingan sisa di Liga Spanyol musim 2020-21. Los Blancos akan menghadapi Athletic Bilbao Minggu (16/5) dan pada pekan terakhir, Karim Benzema dkk akan menghadapi Villarreal.

Teka teki masa depan Zidane di Madrid sendiri sebenarnya sudah mulai jadi rumor setelah mereka tersingkir dari Liga Champions setelah dikalahkan Chelsea. Sejumlah pemain Madrid sudah yakin Zidane tidak akan menetap setelah tersingkir dari Liga Champions.

Rumor salam perpisahan dari Zidane juga memunculkan spekulasi baru bahwa dirinya akan melanjutkan karier di Juventus. Zidane akan menjadi kandidat impian jika Juventus memutuskan untuk pisah dengan Andrea Pirlo.

Meski begitu, Zidane diragukan akan langsung kembali ke kursi kepelatihan setelah hengkang dari Madrid. Los Blancos saat ini berada di tempat kedua, terpuat dua poin dari Atletico Madrid di posisi pertama klasemen Liga Spanyol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Zinedine Zidane Beberkan Kondisi Fisik Marcelo

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengungkapkan kondisi fisik dari pemainnya, Marcelo. Dalam beberapa pekan terakhir, pemain asal Brasil itu tak dimainkan oleh pelatih asal Prancis tersebut. Termasuk di laga melawan Granada, Jumat (14/5/2021).

“Dia (Marcelo) mengalami masalah dan kami tidak ingin mengambil resiko karena hal tersebut,” kata Zidane usai pertandingan yang berakhir kemenangan 4-1 Real Madrid.

marcelo- real madrid vs chelsea-realmadriden

Dalam laga melawan Granada, Zidane terpaksa menurunkan pemain mudanya, Migue Gutierrez untuk mengganti Marcelo. Zidane juga tak bisa menempatkan Ferland Mendy yang juga alami cedera.

Sebelumnya, muncul rumor bahwa dicopotnya Marcelo dari tim utama Madrid disebabkan pertengkaran dirinya dengan Zidane. Namun pernyataan Zidane ini membantah rumor tersebut. “Tidak ada alasan lain. Hanya itu,” tegas Zidane.

Pada pertandingan melawan Granada, Zidane juga menempatkan bek sayap muda lainnya, Marvin Park. Yang menarik, Park mampu memberikan satu assist untuk gol Madrid di babak pertama.

“Miguel, Marvin dan seluruh tim melakukannya dengan sangat baik. Kami pantas menang,” ungkap Zidane.

Ditambahkan Zidane, dirinya cukup puas dengan penampilan yang ditunjukkan Miguel Gutierrez. “Saya senang untuknya. Dia pemain Real Madrid,”

Kemenangan 4-1 Real Madrid atas Granda, membuat El Real kini hanya terpaut dua poin dari Atletico Madrid di puncak klesemen Liga Spanyol yang hanya tersisa dua pekan lagi.

“Kami akan memberikan segalanya sampai menit akhir pertandingan,” tutup Zinedine Zidane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Real Madrid Tertahan, Zinedine Zidane Salahkan Wasit

gamespool
Real Madrid Tertahan, Zinedine Zidane Salahkan Wasit 89

Football5star.com, Indonesia – Zinedine Zidane mengatakan buruknya performa wasit Juan Martinez Munuera merupakan faktor utama kegagalan Real Madrid mengalahkan Sevilla. Zidane mengaku sangat kesal dengan berbagai keputusan yang dibuat Munuera.

Salah satu keputusan kontroversial yang diberi Munuera di laga dinihari tadi adalah penalti kepada Sevilla pada menit ke-77. Di mata Zidane, Munuera tak seharusnya memberi hadiah penalti kepada Los Rojiblancos.

“Saya sama sekali tak memahami penyebab wasit memberikan penalti kepada Sevilla. Jika Eder Militao melakukan handball, maka ada pemain Sevilla yang juga handball,” ujar Zinedine Zidane dalam sesi wawancara pasca pertandingan.

Zinedine Zidane - Real Madrid - Wasit - Sevilla - Marca - Juan Martinez Munuera
Marca

“Apa yang dikatakan oleh wasit tak membuat saya terkesan. Sebenarnya, saya tak pernah mengatakan apa pun kepada wasit. Tapi, keputusan Juan Martinez Munuera membuat saya benar-benar marah,” sambung Zidane.

Hasil imbang melawan Sevilla membuat Real Madrid gagal menggusur Atletico dari puncak klasemen Liga Spanyol. Namun, hal itu tidak membuat Zidane patah arang. Ia tetap memastikan Los Blancos akan berjuang hingga titik darah penghabisan.

“Kami akan berjuang habis-habisan hingga pertandingan terakhir musim ini. Kami tak boleh memikirkan mengenai hasil yang didapatkan tim lain. Kami harus fokus menjalani tiga laga tersisa,” tandas Zidane.

Pekan ini, Real Madrid akan melanjutkan upayanya menggusur Atletico dari posisi puncak. Rencananya, mereka akan melawat ke markas tim papan tengah, Granada, pada Jumat (14/5) dinihari WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Tatap Empat Laga Sisa, Zinedine Zidane Rapal Mantra Lama

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Real Madrid terus bersaing ketat dengan Barcelona dan Atletico Madrid dalam perburuan gelar juara Liga Spanyol 2020-21. Menatap empat laga sisa, Zinedine Zidane merapalkan mantra lama. Dia menyebut empat laga itu adalah final bagi Los Blancos.

“Kami tahu apa yang dipertaruhkan. Ada empat lagas sisa, empat final untuk menyudahi LaLiga,” ucap Zinedine Zidane jelang lawan Sevilla seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Real Madrid. “Kami ingin melupakan Liga Champions dan fokus hanya pada laga besok.”

Lebih lanjut, Zidane mengungkapkan, “Satu-satunya yang dapat saya janjikan adalah kami akan berjuang dari menit pertama hingga ke-90. Fokus kami adalah empat pertandingan ini dan menyudahi musim dengan bagus.”

Real Madrid diminta Zinedine Zidane melupakan kegagalan di Liga Champions dan fokus sepenuhnya ke empat laga sisa LaLiga.
managingmadrid.com

Kata-kata soal laga sisa adalah final persis sama dengan yang diucapkan Zidane pada musim lalu. Bedanya, kala itu, dia mengatakan hal tersebut saat masih tersisa 11 pertandingan. Hasilnya, mereka meraup 10 kemenangan dan 1 hasil imbang. Satu-satunya hasil imbang pun diraih pada jornada terakhir saat mereka sudah dipastikan juara LaLiga.

Melihat pengalaman musim lalu, Zidane tentu berharap mantra itu akan kembali ampuh membangkitkan para pemain Real Madrid untuk mempertahankan gelar pada musim ini. Bagaimanapun, kesempatan masih terbuka cukup lebar walaupun persaingan sangat ketat.

Armada Zidane Bisa Lompati Atletico

Di samping itu, ucapan empat laga sisa adalah final juga peringatan tersendiri bagi Real Madrid. Tim asuhan Zinedine Zidane tak boleh lengah sedikit pun. Apalagi, lawan-lawan sisa yang harus dihadapi terbilang berat. Selain Sevilla, ada Granada, Athletic Bilbao, dan Villarreal.

Keempat lawan sisa Madrid itu saat ini berada di 10-besar klasemen sementara Liga Spanyol. Sevilla bercokol di posisi ke-4, Villarreal ada di tangga ke-6, sementara Bilbao dan Granada menampati posisi ke-8 dan 9. Tantangan terbesar tentu saja Sevilla yang akan dihadapi pada pekan ini.

Hasil imbang Atletico Madrid dengan Barcelona membuka kans Real Madrid untuk memuncaki klasemen Liga Spanyol.
elespanol.com

Laga lawan Sevilla juga bisa jadi momentum bagi Real Madrid. Sergio Ramos bisa melompati Atletico Madrid yang masih menguasai puncak klasemen. Pasalnya, Los Colchoneros hanya imbang tanpa gol di kandang Barcelona pada Sabtu (8/5/2021).

Dalam perburuan gelar juara LaLiga musim ini, berada di puncak klasemen akan jadi modal tersendiri bagi Real Madrid. Patut diingat, dengan semangat dan mantra yang sama pada musim lalu, tim asuhan Zinedine Zidane tak lagi terbendung setelah memuncaki klasemen pada jornada ke-30.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Zidane Yakin Eden Hazard Bisa Jadi Penentu Lawan Chelsea

gamespool
Zidane Yakin Eden Hazard Bisa Jadi Penentu Lawan Chelsea 97

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane percaya bahwa Eden Hazard bisa menjadi kunci timnya menang melawan Chelsea di semifinal leg kedua Liga Champions, Kamis (5/5/21). Zidane juga berbicara soal peluang Ramos bermain lawan Chelsea.

Madrid akan bertandang ke Stamford Bridge setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 di kandang sendiri. Madrid harus menang atau menahan imbang minimal 2-2 untuk bisa lolos ke partai final.

“Anda harus angkat topi untuk tim ini. Setiap kali ada kesulitan, mereka merespons. Mereka adalah yang terbaik. Kami berada di tempat yang kami inginkan dan itu pantas didapatkan. Semua orang di sini sudah siap,” ucap Zidane seperti dilansir Football5Star.com dari Marca.

Imbang di Kandang, Zinedine Zidane Senang dengan Performa Timnya
Goal

Zidane melanjutkan, “Kami akan memberikan segalanya di semifinal Liga Champions, pertandingan yang tidak terjadi setiap hari. Susunan pemain tidak mengubah apa pun. Kami yakin kami harus menderita. Yang penting bagi saya adalah apa yang kami lakukan dengan bola.”

Raphael Varane menderita cedera, namun Sergio Ramos dikabarkan cukup fit untuk bermain kembali. Tapi Zidane tak mau mengkonfirmasi apakah kaptennya itu bermain atau tidak.

“Besok Anda akan melihat apakah (Ramos) bermain. Saya tidak akan mengatakannya. Jika dia ada di sini, itu karena dia baik-baik saja, dan itu yang paling penting bagi kami, memiliki pemimpin dan kapten kami. Kami tidak akan mengambil risiko apa pun, jika dia ada di sini, itu karena dia bisa bermain,” kata Zidane.

Eden Hazard belum menampilkan penampilan terbaiknya sejak pulih dari cedera dua pekan lalu. Tapi Zidane yakin Hazard mampu menjadi pembeda lawan Chelsea.

“Ini momen yang bagus untuk (Eden) Hazard. Saya yakin dia akan membantu kami. Dia akan memberikan kualitasnya untuk kami,” ujar Zinedine Zidane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Kekalahan Barcelona Tak Bikin Zinedine Zidane Terlena

gamespool
Kekalahan Barcelona Tak Bikin Zinedine Zidane Terlena 101

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, mengaku tak mau terlalu memikirkan kekalahan Barcelona atas Granada pada Jumat (30/4) lalu. Zidane mengaku lebih ingin fokus dengan hasil yang diraih Los Blancos ketimbang kemenangan atau kekalahan tim lain.

Kekalahan Barcelona atas Granada membuat mereka gagal naik ke posisi puncak klasemen Liga Spanyol. Lionel Messi cs harus puas menduduki peringkat ketiga dengan perolehan 71 poin. Kalah head to head dari Real Madrid dan tertinggal dua angka dari Atletico.

“Liga Spanyol selalu berjalan dengan rumit. Saya yakin kompetisi musim ini akan berjalan hingga pekan terakhir. Tapi, saya tentu tak mau merayakan kekalahan rival kami,” ujar Zinedine Zidane dikutip football5star dari Diario AS.

Barcelona - Zinedine Zidane - Real Madrid - Burgos Conecta
Burgos Conecta

“Kami hanya akan fokus terhadap diri sendiri. Tentu saja kami ingin mempertahankan gelar Liga Spanyol. Untuk bisa mencapai hal tersebut, kami akan berjuang hingga pekan terakhir,” sambung Zidane.

Lebih lanjut, Zidane juga mengatakan kekalahan Barcelona tak terlalu banyak mengubah peta persaingan. Zidane menekankan bahwa hasil tim lain adalah sesuatu yang tidak bisa dikontrol Real Madrid.

“Kekalahan Barcelona tak banyak mengubah posisi kami maupun peta persaingan juara. Kami tak bisa mengontrol hasil pertandingan tim lain. Kami hanya bisa mengontrol diri sendiri,” tandas Zidane.

Akhir pekan ini, Real Madrid akan melanjutkan upayanya mempertahankan gelar Liga Spanyol sekaligus membawa misi menggusur Atletico dari puncak klasemen. Rencananya, Karim Benzema cs akan menghadapi tim papan tengah, Osasuna, di Stadio Alfredo Di Stefano.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Luca Zidane Berharap Bisa Ikuti Jejak Sang Ayah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Anak pelatih Real Madrid, Zinédine Zidane, Luca Zidane mengaku ingin bisa ikuti jejak sang ayah dengan bermain di kompetisi Serie A Italia.

Diakui oleh Luca bahwa ia cukup iri dengan mantan rekannya di akademi Real Madrid seperti Achraf Hakimi yang bermain di Serie A. Luca pun menyebut bahwa dirinya masih berkomunikasi dengan baik dengan rekannya tersebut.

Luca Zidane Merasa Tak Terbebani dengan Nama Besar Sang Ayah

Luca pun mendokan agar Hakimi bisa membawa Inter meraih gelar scudetto musim ini.

“Kami dalam kondisi yang baik, kami tiba di Real Madrid bersama-sama dan kami sering berkomunikasi. Kami bukan hanya mantan rekan satu tim, kami adalah teman baik dan saya berharap dia memenangkan gelar,” kata Luca seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport Italia, Rabu (28/4/2021).

“Maxime Lopez adalah teman baik lainnya. Dia bermain untuk Sassuolo sekarang dan kami bermain bersama ketika saya masih Marseille,” ucapnya.

“Saya selalu menyukai Italia dan saya juga menyukai Serie A. Saya ingin bermain di sana suatu hari nanti,” ungkap Luca Zidane.

Luca saat ini bermain untuk Rayo Vallecano setelah direkrut dengan status bebas transfer pada Oktober tahun lalu. Sebelumnya, Luca menjalani karier dari akademi Madrid. Pada 2014, ia sempat dipanggil Carlo Ancelotti untuk berlatih bersama tim senior Madrid.

Sang ayah, Zinédine Zidane menjadi bintang di Serie A saat membela Juventus pada periode 1996 hingga 2001. Zidane mengenyam banyak prestasi, di antaranya dua gelar Serie-A bersama Juventus.

Pada 2001 Zizou ditransfer dari Juventus ke Real Madrid dengan kontrak selama 4 tahun. Biaya transfer sebesar 66 juta euro, membuat ia menjadi pemain sepak bola dengan transfer termahal di dunia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]