Pelatih Kroasia Enggan Keluhkan Kekalahan dari Spanyol

gamespool
Pelatih Kroasia Enggan Keluhkan Kekalahan dari Spanyol 4

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, tak bisa menyalahkan anak asuhnya atas kegagalan melaju ke babak perempat final Euro 2020. Di mata Dalic, Luka Modric dkk sudah menunjukkan performa terbaiknya selama 120 menit.

Kroasia menelan kekalahan 3-5 atas Spanyol melalui babak tambahan. Sebelum dilanjutkan ke babak tambahan, skuat besutan Dalic sempat mencetak dua gol dan menyamakan kedudukan di 10 menit terakhir waktu normal.

“Kami bermain baik dan sudah menunjukkan performa terbaik sehingga bisa menyamakan kedudukan di 10 menit terakhir. Sayangnya, kami gagal mencuri kemenangan meski mendapatkan beberapa peluang di babak tambahan,” ujar Zlatko Dalic dikutip football5star dari laman resmi UEFA.

Kroasia - Spanyol - uefa. com 2
uefa.com

“Tujuan utama kami adalah melaju hingga ke babak gugur. Kami berhasil mencapai tujuan tersebut. Tapi, sayangnya, kami ditaklukkan oleh tim sekaliber Spanyol,” sambung Dalic.

Lebih lanjut, Dalic juga mengatakan kekalahan timnya juga disebabkan oleh absennya dua pemain kunci, Dejan Lovren dan Ivan Perisic. Di mata Dalic, timnya sudah tak bisa tampil gemilang jika kehilangan satu pemain inti.

“Kehilangan satu pemain kunci sudah menjadi pukulan yang telak buat kami. Di laga ini, kami kehilangan dua pemain kunci, Lovren dan Perisic.”

“Tapi, kami sudah melakukan usaha terbaik di pertandingan ini. Sayangnya, kami gagal meraih hasil terbaik,” tutup pelatih berusia 54 tahun itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kroasia Lolos Grup, Modric Beri Peringatan ke Lawan-lawannya

gamespool
Kroasia Lolos Grup, Modric Beri Peringatan ke Lawan-lawannya 8

Football5Star.com, Indonesia – Kapten timnas Kroasia, Luka Modric, memberi peringatan ke seluruh tim di Euro 2020 setelah timnya lolos ke babak 16 besar. Modric menyebut Kroasia akan berbahaya jika menampilkan performa seperti lawan Skotlandia.

Kroasia berhasil lolos sebagai runner-up Grup D setelah mengalahkan Skotlandia 3-1, (23/4/21). Mereka mendominasi pertandingan dan Modric berhasil mencatatkan satu gol dan satu assist. Pemain Real Madrid itu menyebut bahwa timnya bermain jauh lebih bagus dari dua laga sebelumnya.

Kroasia vs Skotlandia Luka Modric Bawa Timnya ke 16 Besar 2
@Euro2020

“Kami senang karena kami bermain bagus dan lolos ke babak berikutnya. Kami tidak senang dengan penampilan di dua pertandingan pertama kami dan kami tahu kami bisa lebih baik. Ketika kami bermain seperti ini, kami berbahaya bagi semuanya,” ucap Luka Modric seperti dikutip Football5Star.com, dari laman resmi UEFA.

Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, turut bahagia atas pencapaian timnya setelah di dua laga pertama melawan Inggris dan Rep. Cheska hanya bisa meraih satu poin saja.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung kami. Kalian adalah kekuatan kami dan kami akan membuat kalian bangga. Sepuluh hari terakhir telah menjadi ujian besar bagi kami. Kami telah menunjukkan apa yang bisa kami lakukan, dan semuanya akan lebih mudah mulai sekarang,” kata Zlatko Dalic.

Timnas Kroasia akan berhadapan dengan runner-up Grup E, antara Swedia, Spanyol, Slovakia, atau Polandia, di Kopenhagen, (28/6/21).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Zlatko Dalic Didesak Panggil Marko Simic ke Timnas Kroasia

Zlatko Dalic Didesak Panggil Marko Simic ke Timnas Kroasia 12

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, didesak untuk menjajal kemampuan Marko Simic ke dalam skuatnya. Desakan itu diklaim Simic berasal dari para pendukungnya.

Marko Simic memang menjelma menjadi mesin gol Macan Kemayoran semenjak tiba 2018. Pemain setinggi 187 centimeter itu dikutip dari Transfermarkt, sudah mencetak total 57 gol dan empat assist hanya dalam 77 pertandingan bersama Persija.

Akan tetapi, nyatanya penampilan apik Simic itu tak bikin Zlatko Dalic terkesima. Karena sejauh ini Dalic tak juga menjajal Simic di Timnas Kroasia. Padahal, banyak pendukungnya yang ingin melihat Simic main di Timnas Kroasia.

Zlatko Dalic Didesak Panggil Marko Simic ke Timnas Kroasia Marko Simic Takut Melihat Jakarta Sepi Belakangan Ini
Persija.id

“Timnas kami merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Saya berbicara dengan pelatih Dalic tahun lalu. Dia orang yang jujur, dan mengatakan fans saya sering menekan dirinya dengan cara mengirimkan pesan,” ungkap Marko Simic dikutip dari Novi List.

“Saya sadar itu adalah perbuatan sia-sia. Banyak penyerang muda yang bermain di liga lebih kuat dibandingkan saya. Tapi waktu terus berlalu, dan peluang makin mengecil. Jika ada tur ke Asia, mungkin saya mendapatkan kesempatan,” tambah Simic.

Sejatinya, Simic pernah beberapa kali dipanggil ke dalam Timnas Kroasia berbagai kelompok usia. Dia dua kali membela Timnas U-19, empat kali di Timnas U-20, dan tujuh kali memperkua Timnas U-21 Kroasia. Bahkan saat main di Timnas U-21, Simic mampu melesakkan tiga gol.

“Tapi kita tidak pernah tahu. Dalam hidup saya, saya sudah banyak melalui berbagai hal, dan banyak hal yang mungkin saya tidak impikan justru menghampiri saya. Bermain untuk timnas Kroasia tentu saja selalu menjadi impian yang diharapkan dapat terwujud,” tutup Marko Simic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Peluang Bela Timnas Kroasia Tipis, Marko Simic Berminat Dinaturalisasi Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic, membuka peluang untuk dinaturalisasi Indonesia karena kemungkinan membela Timnas Kroasia tipis. Dia mengaku akan sangat senang bila bisa membela Indonesia di ajang internasional.

Sebelumnya, SImic mengaku sempat bicara dengan pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, soal kemungkinan membela timnas. Namun, Dalic diceritakan Simic belum bisa percaya betul kualitasnya.

Kondisi itu membuat Simic mulai berpikir menyingkirkan peluang untuk bermain bersama Timnas Kroasia. Tapi, Marko Simic mengaku berminat dinaturalisasi Indonesia.

“Nesok saya bisa mendapatkan paspor Indonesia dan bermain di sana untuk tim nasional mereka, yang akan melegakan bagi saya,” ungkap Simic dikutip dari Media Kroasia, Jutarnji.

Peluang Bela Timnas Kroasia Tipis, Marko Simic Berminat Dinaturalisasi Indonesia

Meski sudah berkepala tiga, eks penyerang Becamex Binh Duong itu yakin masih tajam. Tenaganya akan sangat membantu bila Indonesia juga percaya kepada Simic.

“Karena sebagai orang Asia saya bisa pergi ke klub mereka dan saya bisa melakukan hal-hal besar untuk keluarga saya secara finansial,” tutup Simic.

Semenjak datang ke Persija, penampilan Simic memang menggila. Dia telah mencetak 47 gol dalam 64 pertandingan untuk tim di kompetisi resmi. Tak cuma itu, dia jua beberapa kali menjadi pencetak gol terbanyak pada beberapa ajang.

Marko Simic sempat jadi top skorer Piala Presiden, Liga 1 2019, dan teranyar Piala Gubernur Jatim 2020. Di Liga 1 2020 ini dia jua sudah menceta satu gol yakni pada pekan pembuka kala Persija menang 3-2 atas Borneo FC.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Kroasia Bicara dengan Marko Simic Soal Kesempatan Bela Timnas

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic, mengaku sempat bicara dengan pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, soal kemungkinan membela timnas. Namun, Dalic diceritakan Simic belum bisa percaya betul kualitasnya.

Semenjak datang ke Persija, penampilan Simic memang menggila. Dia telah mencetak 47 gol dalam 64 pertandingan untuk tim di kompetisi resmi. Tak cuma itu, dia jua beberapa kali menjadi pencetak gol terbanyak pada beberapa ajang.

Marko Simic sempat jadi top skorer Piala Presiden, Liga 1 2019, dan teranyar Piala Gubernur Jatim 2020. Kondisi tersebut jelas membuat Zlatko Dalic sempat menghubunginya.

“Anda tahu, Zlatko Dalic adalah pelatih saya di Timnas U-21 Kroasia bersama dengan Drazen Ladic. Mereka mengingat saya dengan sangat baik. Dalic membuat saya bahagia dengan mengucapkan saya selamat saat Persija juara dan gol-gol saya,” cerita Marko Simic dikutip Jutarnji.

Pelatih Kroasia Bicara dengan Marko Simic Soal Kesempatan Bela Timnas
Media Persija

Penyerang yang baru memperpanjang kontrak tiga musim di Persija itu menyebut kalau Dalic selalu menghubunginya setiap kali jadi top skorer. Bahkan, ada bahasan soal peluang Simic membela Timnas Kroasia.

“Dia mengatakan bahwa dia tahu segalanya tentang saya, dia mengikuti semuanya. Tapi, dia mengatakan kepada saya, dia menyesal bahwa saya tak berada dalam liga yang lebih baik (untuk memperkuat Timnas Kroasia). Saya mengerti itu,” tutup Simic.

Marko Simic sendiri sempat menjadi bahan rebutan dua klub Eropa, Fenerbahce dan Az Alkmaar. Namun, dia lebih memilih bertahan dan menandatangani kontrak tiga tahun plus opsi dua tahun bersama Macan Kemayoran.

Ivan Rakitic Dicoret dari Skuat Timnas Kroasia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic, memutuskan untuk tak membawa Ivan Rakitic ke dalam skuatnya yang akan berlaga pekan ini. Menurut Dalic, saat ini Rakitic masih belum bisa menyelesaikan masalahnya dengan manajemen Barcelona.

Sepanjang bursa transfer musim panas tahun ini, Rakitic memang digadang-gadang akan segera pergi meninggalkan Camp Nou. Hal itu juga diduga menjadi salah satu penyebab dari absennya Rakitic di tiga partai Barcelona musim ini.

“Kemarin, saya sudah bicara dengan Ivan Rakitic yang masih belum bisa menyelesaikan masalahnya dengan pihak klub. Kami pun mengambil kesimpulan jika ia masih belum siap untuk bermain bersama timnas,” ungkap Zlatko Dalic di sesi jumpa pers pada Senin (2/9).

Ivan Rakitic - Zlatko Dalic - Timnas Kroasia - RTL
RTL

“Kami merasa kalau Rakitic belum bisa memberikan penampilan terbaiknya untuk timnas Kroasia. Hal itu membuatnya tak akan masuk ke dalam skuat yang akan berlaga pekan ini. Posisinya akan digantikan oleh Marko Rog,” sambung Dalic menambahkan.

Rakitic bukanlah satu-satunya pemain kunci yang tak masuk ke dalam skuat timnas Kroasia kali ini. Gelandang Chelsea, Mateo Kovacic juga tak disertakan untuk laga melawan Slovakia dan Azerbaijan karena sedang menderita cedera.

DAFTAR PEMAIN TIMNAS KROASIA:

Penjaga Gawang: Lovre Kalinic (Aston Villa), Dominik Livakovic (Dinamo Zagreb), Simon Sluga (Luton Town)

Bek: Domagoj Vida (Besiktas), Dejan Lovren (Liverpool), Tin Jedvaj (Augsburg), Matej Mitrovic (Club Brugge), Borna Barisic (Rangers), Karlo Bartolec (FC Copenhagen), Mile Skrotic (Osijek), Dario Melnjak (Caykur Rizespor)

Gelandang: Luka Modric (Real Madrid), Marcelo Brozovic (Inter Milan), Milan Badelj (Fiorentina), Marko Rog (Cagliari), Mario Pasalic (Atalanta), Nikola Vlasic (CSKA Moskow), Mijo Caktas (Hajduk Split)

Penyerang: Ivan Perisic (Bayern Munich), Ante Rebic (AC Milan), Josip Brekalo (Wolfsburg), Bruno Petkovic, Mislav Orsic (Dinamo Zagreb)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Kroasia Senang Perisic Ditaksir Arsenal

Football5star.com, Indonesia – Ketertarikan Arsenal terhadap Ivan Perisic membuat pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, senang. Ia mengatakan bahwa ketertarikan tim asal Inggris terhadap pemain Inter Milan itu menjadi buktinya dirinya pemain yang sangat berharga.

Seperti yang diketahui, Arsenal sangat menginginkan jasa winger asal Kroasia tersebut. Tapi upaya mereka untuk emndatangkannya menemui jalan terjal karena Inter enggan melepas sang pemain dengan status pinjaman.

Mendengar ketertarikan The Gunners ini, Dalic mengaku senang. Tapi ia enggan mencampuri urusan masa depan Perisic. Ia percaya jika sang pemain akan membuat keputusan terbaik.

ivan perisic
@Inter_br

“Saya mendengar kabar Ivan ditaksir Arsenal. Saya tahu apa yang terjadi tapi saya tidak mau berkomentar lebih jauh soal keputusannya nanti. Sangat menyenangkan tahu ada tim Inggris yang menginginkannya karena itu sebagai bukti dirinya sangat berkualitas,” kata Dalic seperti dilansir Rai Sport, Rabu (30/1/2019).

“Apa pun yang ia putuskan nanti, dia tahu jika dirinya akan selalu mendapat dukungan penuh dari saya. Itu tidak diragukan lagi,” tambah sang pelatih.

Lebih lanjut, pelatih yang berjasa membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018 ini mengaku akan terbang ke Italia untuk menyaksikan beberapa pertandingan. Perhatiannya pun teruju pada Inter Milan dan AC Milan karena terdapat beberpa penggawanya di sana.

“Akhir pekan ini saya akan terbang ke Italia untuk menyaksikan beberapa pertandingan. Saya ingin menemui Vrsaljko, Brozovic, dan Strinic. Setelah itu saya akan menanyakan kondisi mereka. Dan tentu saja saya akan menanyakan lebih lanjut soal karier Perisic,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dalic: Sepakbola Akan Segera Kembali ke Inggris

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih tim nasional Kroasia, Zlatko Dalic, mengklaim bahwa Inggris memiliki potensi besar untuk menjuarai UEFA Nations League. Hal ini disampaikan setelah Kroasia kalah 1-2 dari Inggris pada Minggu (18/11).

Dalam laga penentuan Grup 4 yang digelar di Stadion Wembley tersebut, Kroasia sebenarnya unggul terlebih dahulu melalui Andrej Kramaric pada menit ke-57. Namun, tuan rumah berhasil membalikkan situasi berkat Jesse Lingard (78′) dan Harry Kane (85′).

dalic-kroasia-getty-football5star
Getty Images

Finalis Piala Dunia 2018 itu pun dipastikan tersingkir. Mereka hanya mampu meraih empat poin dari empat pertandingan. Adapun Inggris, yang mengoleksi tujuh poin, berhak melangkah ke semifinal.

“Saya ucapkan selamat kepada Inggris karena mereka pantas memenangi laga ini. Selamat juga karena mereka lolos ke empat besar UEFA Nations League,” tutur Dalic seperti yang dikutip Sky Sports.

“Mereka memiliki sebuah tim muda dan gesit. (Gelar juara) akan segera ‘pulang’ dalam waktu dekat. Saya pikir Inggris telah menunjukkan hal itu sejak di Piala Dunia. Mereka melampaui ekspektasi. Permainan mereka sangat cocok dengan sepakbola modern,” ujar dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, sang pelatih juga mengungkapkan bahwa timnya merasa kelelahan. Untuk diketahui, mereka baru menghadapi Spanyol pada Kamis (15/11).

“Sangat sulit bagi kami untuk memulihkan diri setelah laga melawan Spanyol. Kami tidak punya skuat yang besar. Kami kehilangan konsentrasi dalam 15 menit terakhir, yang sangat mungkin karena kondisi fisik kami,” ucap dirinya.

“Kami harus tetap bangga atas pencapaian kami musim ini. Kami adalah sebuah negara kecil dan tidak memiliki infrastruktur hebat, tetapi kami tetap mampu meraih hasil hebat. Kami menjadi tim terbaik kedua di dunia dan para pemain kami harus berbangga,” kata Dalic.[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dalic Tegaskan Cedera Vrsaljko Tidak Parah

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Sime Vrsaljko terpaksa ditarik keluar akibat cedera pada menit ke-26 saat membela Kroasia melawan Inggris. Walau begitu, Zlatko Dalic menegaskan cedera anak asuhnya itu tidak parah.

Pada laga yang berlangsung di Wembley tersebut Vrsaljko harus menyelesaikan laga lebih cepat. Ia tidak mampu melanjutkan pertandingan usai mengalami kram di kakinya. Cedera ini sempat membuat kubu Inter Milan, klub yang dibela saat ini, khawatir. Tapi Dalic menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari masalah tersebut.

Sime Vrsaljko, Inter Milan, Torino, Debut
zimbio.com

“Vrsaljko? Dia merasakan sakit di kakinya, tapi tidak ada hal serius yang terjadi. Saya berharap nyeri yang ia rasakan tadi hanya bersifat sementara saja dan akan hilang dalam beberapa saat,” kata Dalic seperti dilansir Sky Sports, Minggu (18/11/2018).

“Tidak ada yang serius dengannya. Ini hanya masalah kecil dan seharusnya ini tidak mengganggu performanya di klub. Vrsaljko hanya butuh istirahat,” ia menambahkan.

Kecemasan yang terjadi di kubu Inter terbilang wajar mengingat pada jeda internasional sebelumnya, bek yang didatangkan dari Atletico Madrid itu juga cedera dan terpaksa absen selama dua pekan. Selain itu, kondisi bek kiri ini juga belum sepenuhnya pulih usai Piala Dunia 2018 lalu.

Pemain 26 tahun ini tiba di Inter musim panas lalu dengan cedera lutut yang diderita. Ia pun terpaksa menghabiskan waktu selama satu bulan untuk mengembalikan kondisinya. Usai pulih, Vrsajlko langsung menjadi andalan Luciano Spalletti di posisi bek kiri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dalic Gerah dengan Permusuhan Lovren dan Ramos

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, gerah dengan tensi permusuhan antara anak asuhnya, Dejan Lovren, dengan kapten Spanyol, Sergio Ramos. Ia berencana akan berbicara empat mata dengan pemainnya tersebut untuk memastikan persiapan tim tidak terganggu jelang laga melawan Inggris.

Seperti yang diketahui, hubungan Lovren dan Ramos memanas setelah bek Liverpool itu menyindir kapten Real Madrid tersebut di Instagram usai Kroasia menaklukkan Spanyol 3-2 di UEFA Nations League.

Tidak ingin masalah semakin melebar, Dalic akan berbicara serius dengan Lovren. Ia khawatir jika masalah ini tidak diselesaikan akan berdampak buruk pada keharmonisan timnya. Apalagi kapten Kroasia, Luka Modric, adalah rekan setim Ramos di Madrid.

lovren-ramos
joe.co.uk

“Saya akan berbicara secara pribadi dengan Dejan, tapi itu akan tetap diantara kami dan skuat. Saya tidak akan berbicara hasil pertemuan kami di depan umum. Kami ingin semua menjadi jelas dan tidak ada masalah apa pun di dalam atau luar lapangan,” ujar Dalic seperti dilansir Daily Mail, Minggu (18/11/2018).

Dalam unggahan Instagram Story-nya, Lovren menertawakan kekalahan yang diderita Spanyol. “Haha. 3-2. Silakan bicara sekarang sobat. Sobat! Mereka adalah kelompok pecundang,” ujarnya.

Bukan kali ini saja Lovren menumpahkan amarahnya pada Ramos. Usai final Liga Champions lalu. Ia mengatakan kapten Madrid itu sebagai pemain yang “kotor” karena mencederai Mohamed Salah di babak pertama. Cedera Salah ini pun dianggap sebagai faktor utama kekalahan 1-3 Liverpool dari El Real.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tinggalkan Timnas Kroasia, Rakitic Pulang Lebih Awal ke Barcelona

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Ivan Rakitic memutuskan pulang lebih awal ke Barcelona. Dia tak akan membela timnas Kroasia dalam laga menentukan melawan timnas Inggris di London. Hal itu dilakukan karena dia megalami cedera otot paha saat vatreni menang dramatis 3-2 atas Spanyol, Kamis (16/11/2018) dini hari WIB.

Dalam laga melawan timnas Spanyol, Rakitic meninggalkan lapangan pada menit ke-67. Dia digantikan Nikola Vlasic. Pelatih Zlatko Dalic mengakui sang gelandang meminta diganti karena merasakan masalah di pahanya. Karena kondisi itu, Dalic pun merestui Rakitic pulang lebih awal ke Barcelona.

Cedera otot paha membuat Ivan rakitic absen membela timnas Kroasia lawan timnas Inggris dan kembali ke Barcelona.
tellerreport.com

“Rakitic mendapatkan cedera ringan. Memang tidak serius, tapi saya tak mau menempatkan pemain dalam risiko. Dia akan kembali ke Barcelona,” terang Dalic sebelum bertolak ke London seperti dikutip Football5Star.com dari Diario Sport.

Putusan yang diambil Dalic tersebut tentu menguntungkan bagi La Blaugrana. Pasalnya, itu membuat Rakitic bisa mendapatkan penanganan lebih awal sehingga kemungkinan absen bisa diperkecil. Bagaimanapun, tenaga eks gelandang FC Schalke 04 itu sangat dibutuhkan oleh entrenador Ernesto Valverde. Itu karena mereka harus menghadapi Atletico Madrid pada jornada berikut di LaLiga.

Adapun bagi timnas Kroasia, hal itu jadi kerugian tersendiri. Mereka kini pincang saat menghadapi Inggris di Stadion Wembley, Minggu (18/11/2018). Padahal, mereka butuh kemenangan. Hanya hasil itu yang akan membuat mereka terhindar dari degradasi ke UEFA Nations League B.

[better-ads type=”banner” banner=”156437″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Dalic: Luis Enrique Ubah Gaya Permainan Spanyol

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic menilai bahwa Timnas Spanyol kini memiliki karakteristik yang berbeda. Ia beranggapan bahwa La Furia Roja mempunyai gaya permainan yang lebih lugas ketimbang sebelumnya.

Zlatko Dalic: Luis Enrique Ubah Gaya Permainan Timnas Spanyol
zimbio.com

Di era sebelumnya, Timnas Spanyol dikenal dengan gaya penguasaan bola yang lebih dominan. Kehadiran Luis Enrique sebagai juru taktik anyar La Furia Roja dinilai Zlatko Dalic memberi dimensi baru.

“Spanyol telah menunjukkan dua gaya permainan, kami tidak mengambil keuntungan dari pilihan kami. Luis Enrique membuat Timnas Spanyol mengurangi gaya penguasaan bola dan lebih bermain vertical. Tetapi setiap pertandingan adalah dunia yang berbeda,” kata Zlatko Dalic seperti dikutip Football5star dari Marca, Kamis (15/11/2018).

Timnas Kroasia dan Spanyol kali ini akan kembali bertemu di ajang UEFA Nations League. Pertemuan tersebut bakal berlangsung di Stadion Maksimir Zagreb dini hari nanti (16/11/2018).

Pada pertemuan pertama di Stadion Stadion Martinez Valero, Pasukan Luis Enrique berhasil menggulung Kroasia dengan skor telak 6-0. Laga tersebut menjadi yang ketiga bagi Luis Enrique selama menangani LaFuria Roja.

Zlatko Dalic menyebutkan bahwa anak-asuhnya gagal mengembangkan permainan di laga tersebut. Sejumlah hal juga telah ia siapkan untuk mengantisipasi permainan Sergio Ramos di laga nanti.

“Kami akan bermain dengan tekanan tinggi. Kami akan mencoba memanfaatkan peluang kami karena jika kami tidak melakukannya, kami sudah tahu apa yang bisa terjadi pada kami,” tukasnya.

 

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Skuat Kroasia di Piala Dunia 2018 Dapatkan Medali Kehormatan

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Skuat timnas Kroasia yang berhasil menjadi runner-up di Piala Dunia 2018 mendapatkan medali kehormatan dari pemerintah Kroasia. Medali kehormatan itu diberikan oleh Presiden Kolinda Grabar-Kitarovic, Selasa (13/11/2018). Selain anak-anak asuh Zlatko Dalic, para petinggi asosiasi sepak bola negeri itu pun mendapatkan medali serupa.

Medali yang diberikan kepada mereka adalah Red Kneza Branimira. Medali itu hanya diberikan kepada orang-orang yang dinilai mampu mempromosikan citra positif Kroasia di kancah internasional. Keberhasilan Luka Modric dkk. menembus final Piala Dunia untuk kali pertama dinilai termasuk dalam kategori tersebut.

Pelatih timnas Kroasia bersama Kolinda Grabar-Kitarovic.
tportal.hr

“Kami semua adalah fans kalian yang telah merebut hati dunia. Terima kasih telah mencapai prestasi bersejarah dan terutama kalian memberi kami senyum dan kesatuan,” ujar Kolinda Grabar-Kitarovic seperti dikutip Football5Star.com dari Tportal. “Terima kasih telah tetap berlari walau tubuh sudah letih.”

Dia menambahkan, “Terima kasih telah menyampaikan kepada dunia betapa indahnya menjadi orang Kroasia. Tak ada yang lebih baik dari perasaan itu. Terima kasih kalian sudah bermain untuk seluruh orang Kroasia, baik yang ada di Kroasia maupun di luar negeri. Terima kasih telah membuat kami bangga.”

Di mata sang presiden, timnas Kroasia telah menunjukkan kepada dunia tentang kekuatan negeri itu. Lebih dari itu, mereka juga menunjukkan bahwa kolektivitas lebih penting dari perseorangan. Modric cs. pun telah menjadi teladan bagus bagi anak-anak dan semua orang Kroasia.

Mario Mandzukic menerima medali kehormatan dari Presiden Kolinda Grabar-Kitarovic.
tportal.hr

Anugerah medali kehormatan yang diserahkan Presiden Kolinda Grabar-Kitarovic itu tentu saja membuat para pemain bangga. Striker Mario Mandzukic menyampaikan itu lewat akun Twitter-nya.

“Aku sungguh terhormat menerima medali kehormatan Red Kneza Branimira dan aku berterima kasih kepada Presiden Kolinda Grabar-Kitarovic atas pengakuan istimewa ini. Aku bangga menjadi bagian dari sebuah tim hebat,” kata dia.

[better-ads type=”banner” banner=”156437″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Real Madrid Dituding Lakukan Diskriminasi

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, membela penampilan Luka Modric bersama Real Madrid musim ini. Menurut Dalic, Modric dan penggawa asing lainnya selalu disalahkan ketika Real Madrid menelan kekalahan.

Musim ini, penampilan Modric bersama Real Madrid memang kerap kali mendapatkan kritik keras. Sentuhan magis milik pemain 33 tahun itu seolah menghilang setelah berhasil membawa Kroasia melaju hingga ke babak final Piala Dunia 2018 lalu.

“Ketika Real Madrid menelan kekalahan, mereka selalu menyalahkan para pemain asing. Luka, (Toni) Kroos dan siapapun yang bukan merupakan warga negara Spanyol.,” ungkap Dalic dikutip dari Gianluca di Marzio.

Zlatko Dalic - Luka Modric - Real Madrid - Timnas Kroasia - Zimbio
Zimbio

“Saya telah bicara dengan Luka beberapa hari yang lalu. Ia mengatakan bahwa dirinya tak bisa selalu menjadi yang terbaik di dunia sepak bola. Namun, dia masih merupakan pemain terbaik di dunia menurut pandangan saya,” imbuh pria 52 tahun tersebut.

Pekan ini, Dalic akan memimpin Modric dkk di partai Nations League melawan Timnas Spanyol. Ia pun menargetkan tiga angka demi membalaskan dendam karena harus menelan kekalahan telak di pertemuan pertama.

“Bagi saya, partai melawan Timnas Spanyol nanti akan menjadi ajang balas dendam. Kami mengincar tiga angka demi membalaskan dendam karena mereka berhasil mengalahkan kami di pertemuan pertama. Partai nanti akan menjadi pertandingan yang sulit untuk kami semua. Tapi, saya yakin kami bisa mengalahkan mereka.”

Kroasia Harus Lupakan Mandzukic

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, meminta timnya untuk melupakan Mario Mandzukic yang telah pensiun usai Piala Dunia 2018. Hal ini ia katakan usai hasil imbang melawan Inggris.

Kroasia bermain imbang 0-0 dengan tamunya Inggris pada lanjutan pertandingan Grup 4 UEFA Nations League, di Stadion HNK Rijeka, Sabtu (13/10/2018). Mengacu pada statistik, Inggris unggul penguasaan bola dengan perbandingan 54-46.

Inggris juga melahirkan lima ancaman, yang dua di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Kroasia melepaskan sembilan tembakan yang tiga di antaranya mengarah ke gawang

Total, dalam tiga laga terakhir usai Piala Dunia, Kroasia hanya mampu mencetak satu gol. Pada laga sebelumnya, mereka bahkan sempat dibantai 0-6 oleh Spanyol.

Mengenai lini depannya yang mandul, Dalid mengatakan: “Ini tidak seperti kami tidak dapat mencetak dua pertandingan berturut-turut. Tapi kami harus melupakan Mandzukic, masanya sudah berakhir, dia tidak bersama kita lagi.”

Ikhlaskan Mandzukic

“Dia membuat keputusannya dan kami harus menghormati itu dan mencari solusi lain,” Dalic menambahkan.

Mandzukic sendiri membela Kroasia pada 2007-2018. Ia mengoleksi 89 caps dengan torehan 33 gol.

Dengan hasil ini, Inggris menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan satu poin dari dua pertandingan. Kroasia di urutan ketiga usai mengoleksi angka serupa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tahan Inggris, Kroasia Dinaungi Keberuntungan

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, menilai timnya beruntung bisa menahan Inggris. Sebab, The Three Lions mendapat banyak peluang di laga itu.

Kroasia bermain imbang 0-0 dengan tamunya Inggris pada lanjutan pertandingan Grup 4 UEFA Nations League, di Stadion HNK Rijeka, Sabtu (13/10/2018). Mengacu pada statistik, Inggris unggul penguasaan bola dengan perbandingan 54-46.

DpVNogLW4AAfsgK
Getty Images

Ada dua peluang Inggris yang membentur tiang melalui Harry Kane dan Eric Dier. Sementara Marcus Rashford juga membuang dua peluang emas.

“Ini adalah pertandingan yang sulit, seperti yang kami prediksi. Kami kompak dan agresif, lebih baik daripada di pertandingan terakhir. Tidak mudah untuk bangkit setelah kekalahan besar (0-6 dari Spanyol). Kami harus lebih berani dalam menyerang, lebih menentukan dan menjaga bola lebih baik,” kata Dalic seperti dilansir Soccerway.

“Kami menciptakan beberapa peluang bagus, tetapi juga beruntung dengan peluang mereka membentur tiang dua kali. Saya puas dengan organisasi permainan Kroasia dan blok pertahanan, yang sangat buruk saat melawan Spanyol.”

“Tidak mudah memainkan pertandingan di stadion kosong, itu menyedihkan dan saya berharap ini adalah yang terakhir kalinya. Saya harap kami akan menjamu Spanyol di depan 30.000 orang di Stadion Maksimir. Saya puas dengan kinerja tim Kroasia, meskipun saya berharap kami akan menjadi lebih baik,” Dalic menambahkan.

Kroasia Posisi 3

Dengan hasil ini, Inggris menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan satu poin dari dua pertandingan. Kroasia di urutan ketiga usai mengoleksi angka serupa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dalic: Brozovic Punya Peran yang Sama dengan Modric

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, menyanjung permainan Marcelo Brozovic sejauh ini. Bahkan ia tanpa ragu mengatakan gelandang Inter Milan mempunyai peran yang sama dengan Luka Modric.

Senin lalu Dalic menyambangi markas Inter Milan di Appiano Gentile. Di sana ia sempat bertemu dengan Luciano Spalletti dan beberapa pemain asal Kroasia seperti Ivan Perisic, Sime Vrsjalko, dan Brozovic.

Akan tetapi, perhatian pria asal Bosnia itu tertuju pada Brozovic. Apalagi performa sang gelandang musim ini cukup stabil bersama Inter.

Zlatko Dalic mengaku terharu oleh kegigihan para penggawa timnas Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018 melawan timnas Inggris. (www.old.football5star.com / lagacetasalta.com.ar)
lagacetasalta.com.ar

“Marcelo bermain luar biasa di PIala Dunia, begitu juga dengan Perisic dan Vrsjalko. Dia pemain yang kami butuhkan. Posisi terbaik Marcelo adalah gelandang tengah, dia punya peran yang sama dengan Modric dan mereka bisa bermain bersama-sama,” ujar Dalic kepada Sky Sports, Selasa (2/10/2018).

Pada kesempatan yang sama, sang pelatih juga menyempatkan diri melihat kondisi Vrsjalko yang masih dibekap cedera. Ia pun berharap bek kanan tersebut bisa kembali bermain lagi dalam waktu dekat.

“Saya berbicara dengan Spalletti dan Ausilio mengenai banyak hal, terutama pemain kami yang ada di sini. Saya juga bertanya keadaan mereka di klub karena penting untuk semua klub menjaga pemain kami,” ia menambahkan.

“Kami harus menjaga kondisi mereka, terutama Vrsjalko. Dia belum bisa diturunkan di banyak pertandingan, jadi Inter terus bekerja untuk melakukan yang terbaik untuk kesembuhannya,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

 

Dalic: 2018 Tahunnya Luka Modric

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, mengakui Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah pemain hebat. Tapi, ia percaya 2018 adalah tahunnya Luka Modric.

Modric memainkan peranan kunci dalam kesuksesan Los Blancos menjadi juara Liga Champions ketiga kalinya secara beruntun. Ia juga mengantar Kroasia ke final Piala Dunia 2018 di Rusia, plus memenangkan penghargaan Bola Emas dalam turnamen tersebut.

luka modric fifa the best 2018 football5star gulfnews com
Getty Images

Berkat prestasinya itu, Modric terpilih jadi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA. Ia juga menjadi unggulan untuk memenangkan Ballon d’Or 2018.

“Modric benar-benar layak mendapatkan penghargaan Pemain Terbaik FIFA. Dia adalah pemain terbaik di Piala Dunia Antarklub di Abu Dhabi, dan kemudian dia memenangkan Liga Champions dan membawa Kroasia ke tempat kedua Piala Dunia, di mana dia adalah pemain terbaik di turnamen itu,” kata Dalic kepada FIFA.

“Apa lagi yang bisa Anda minta dari Modric? Saya tahu bahwa Messi dan Ronaldo adalah pemain terbaik di dunia, tetapi ini adalah tahunnya Modric. Dia kapten kami, pemain paling penting dalam tim kami, dan dia memenangkan setiap trofi yang ada bersama Madrid. Apa yang dia butuhkan adalah hasil besar dengan tim nasional dan dia mendapatkannya tahun ini dengan tempat kedua di Piala Dunia.”

“Dia adalah pemimpin tim, kapten sejati. Dia layak mendapatkan semua pujian dan penghargaan yang datang kepadanya. Dia juga orang hebat, profesional hebat dan dia dalam bentuk permainan terbaiknya,” Dalic menambahkan.

Modric sendiri sudah membela Madrid sejak 2012. Ia tampil dalam 216 pertandingan di semua kompetisi dan melesakkan 13 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

 

Spanyol Beri Tamparan Keras untuk Kroasia

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Kroasia mendapat tamparan keras di kandang timnas Spanyol. dalam laga Nations League, tim asuhan Zlatko Dalic dihajar enam gol tanpa balas oleh anak-anak asuh Luis Enrique.

Kekalahan di kandang timnas Spanyol sebenarnya bukan hal mengejutkan. Baru satu kali Vatreni sanggup menang di sana. Itu pun sudah lama berlalu, pada 1994. Namun, skor 6-0 untuk sang tuan rumah sungguh di luar dugaan mengingat Vatreni baru saja menembus final Piala Dunia 2018.

Tiga gol masing-masing dicetak La Furia Roja di setiap babak. Saul Niguez, marco Asensio, dan bunuh diri Lovre Kalinic membawa Spanyol unggul 3-0 saat babak pertama usai. Pada babak kedua, giliran Rodrigo Moreno, Sergio Ramos, dan Isco yag membobobol gawang Kalinic.

Saul Niguez membuka skor bagi timnas Spanyol.
elpais.com

Mengenai catatan sejarah buruk yang dibuat anak-anak asuhnya itu, Dalic mengaku terpukul. “hal terbaik yang bisa kami lakukan adalah mengucapkan selamat kepada Spanyol,” ucap dia selepas laga seperti dikutip Football5star.com dari Football Espana. “Mereka mengalahkan kami dengan sangat meyakinkan.”

Dia melanjutkan, “Tidak mudah bagi kami menerima kebobolan begitu banyak gol. Namun, kami harus membuat beberapa simpulan. Kami tak bisa menangisi kekalahan ini. Kami harus terus bekerja.”

Secara khusus, Dalic menunjuk cedera Sime Vrsaljko sebagai titik keruntuhan timnya. “Kami bermain bagus dalam 20 menit. Setelah, itu kami kehilangan Vrsajko karena cedera. Tak ada duel, tak ada agresivitas. Sistem permainan benar-benar macet,” terang dia lagi.

Pelatih yang mengklaim sebagai pelatih terbaik kedua di dunia itu pun tak lupa memuji sang lawan. Dia menilai timnas Spanyol tampil berbeda di bawah asuhan Luis Enrique.

Timnas Spanyol masih mengusung penguasaan bola. Namun, mereka kini lebih vertikal dan berbahaya. Itulah yang terihat malam ini,” puji dia.

Berkat kemenangan besar atas timnas Kroasia, timnas Spanyol kini memimpin klasemen Grup 4 Nations League A dengan nilai sempurn dari dua laga. Sebelumnya, mereka menang 2-1 atas timnas Inggris di kandang lawan.


Susunan Pemain:

Spanyol (4-3-3): 1-David De Gea, 2-Dani Carvajal (14-Cesar Azpilicueta 75), 4-Nacho Fernandez, 15-Sergio Ramos, 18-Luis Gaya, 8-Saul Niguez (10-Thiago Alcantara 65), 5-Sergio Busquets (16-Rodri Hernandez 59), 21-Dani Ceballos, 20-Marco Asensio, 9-Rodrigo Moreno, 22-Isco Alarcon
Pelatih: Luis Enrique

Kroasia (4-2-3-1): 12-Lovre Kalinic, 2-Sime Vrsaljko (18-Marko Rog 20), 5-Matej Mitrovic, 21-Domagoj Vida, Josip Pivaric, 7-Ivan rakitic, 11-Marcelo Brozovic (20-Marko Pjaca 62), 8-Mateo Kovacic, 10-Luka Modric, 4-Ivan Perisic, 17-Ivan Santini (13-Marko Livaja 71)
Pelatih: Zlatko Dalic

K. Kuning: Santini 12, Brozovic 39
K. Merah:

Pelatih Kroasia Menyesal Pernah Katakan Ronaldo Egois

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengaku menyesal pernah mengatakan Cristiano Ronaldo sebagai pemain yang egois. Ia kemudian menarik ucapannya tersebut dan mengatakan pemain Juventus itu sebagai salah satu pemain terbaik dunia.

Dalic sempat dibuat kesal dengan sikap Ronaldo yang absen pada malam penghargaan pemain terbaik Eropa yang dimenangi Luka Modric. Selain itu, reaksi orang-orang sekitar Ronaldo, seperti agennya, Jorge Mendes, juga turut menambah kesal Dalic ketika itu.

Akan tetapi, pelatih berdarah Bosnia Herzegovina itu akhirnya meminta maaf. Ia mengaku telah salah paham menanggapi absennya Ronaldo di Monaco.

Kedatangan Cristiano Ronaldo dongkrak popularitas Juventus di YouTube. (www.old.football5star.com / marca.com)
marca.com

“Ini adalah sebuah penyesalan. Cristiano Ronaldo adalah salah satu pemain terbaik dunia menurut saya. Ini bagian dari jawaban saya atas pertanyaan beberapa waktu lalu karena Ronaldo tidak ada di acara penghargaan dan itu terkait dengan Modric,” kata Dalic seperti dilansir Goal, Jumat (7/9/2018).

“saya bilang itu sedikit egois, tapi kenyataannya saya tak mau berkomentar yang negatif. Saya sudah salah paham,” sambung pelatih yang membawa Kroasia menembus final Piala Dunia 2018 itu.

Setelah absen pada acara penghargaan pemain terbaik dan lama bungkam, mega bintang yang baru saja bergabung ke Juventus itu akhirnya memberikan selamat kepada mantan rekan setimnya, Modric.

Dalam sebuah kesempatan, kapten Kroasia itu mengungkapkan bahwa CR7 sudah menghubunginya dan memberi ucapan selamat.

FIFA Rilis 3 Nama Calon Pelatih Terbaik 2017-18

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – FIFA baru saja merilis tiga nama yang menjadi nominasi pelatih terbaik di dunia sepak bola pada musim 2017-18. Ketiga nama tersebut adalah Zlatko Dalic (Timnas Kroasia), Didier Deschamps (Timnas Prancis) dan Zinedine Zidane (Real Madrid).

Dalic dinobatkan sebagai pelatih terbaik setelah membawa Kroasia tampil mengejutkan di Piala Dunia 2018 lalu. Bermain sebagai tim kuda hitam, Kroasia dibawah asuhan Dalic secara mengejutkan mampu melaju hingga ke babak final Piala Dunia 2018.

Luka Modric dkk berhasil mengalahkan tim-tim tangguh seperti Argentina, Denmark dan Inggris dalam perjalannya menuju babak final Piala Dunia 2018. Di babak final, Dalic harus mengakui keunggulan pelatih lain yang juga masuk ke dalam nominasi pelatih terbaik FIFA tahun ini, Didier Deschamps.

Deschamps berhasil membawa Prancis keluar sebagai juara di Rusia. Keberhasilannya ini membuatnya menjadi orang ke-3 yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebagai pelatih dan pemain.

Keberhasilan Deschamps ini seakan mengobati kegagalan Prancis di ajang Piala Eropa 2016 lalu. Tampil sebagai tuan rumah dan tim unggulan, Paul Pogba dkk harus mengakui keunggulan Portugal di babak final.

Pelatih ketiga yang masuk menjadi kandidat kuat peraih gelar juara adalah Zinedine Zidane. Tahun ini, ia akan berusaha mempertahankan gelarnya sebagai pelatih terbaik di jagad sepak bola.

Pria asal Prancis itu berhasil memabwa Real Madrid kembali menjadi juara Liga Champions. Ia menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil membawa timnya menjuarai 3 Liga Champions secara beruntun. Musim panas lalu, ia memutuskan untuk hengkang dari Santiago Bernabeu dan belum memiliki pekerjaan lain hingga kini.

FIFA akan mengumumkan siapa yang menjadi pelatih terbaik di musim 2017-18 pada 24 September mendatang. Selain memberikan gelar pelatih terbaik, FIFA juga akan menganugerahi gelar Pemain Pria Terbaik, Pelatih Sepak Bola Wanita Terbaik, Pemain Wanita Terbaik serta ajang Pencetak Gol Terbaik atau yang lebih dikenal dengan nama Puskas Award.

Dalic: Saya Pelatih Kedua Terbaik Dunia

Banner Football Live Star Baru-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, merasa dirinya adalah pelatih kedua terbaik di dunia. Ia pun merasa pantas mendapat gaji lebih tinggi.

Dalic sukses membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018. Namun, Luka Modric dan kawan-kawan hanya jadi runner up setelah tumbang 2-4 di tangan Prancis.

Zlatko Dalic Squawka
Getty Images

Meski demikian, kinerja Dalic mendapat apresiasi. Sang pelatih bahkan dibidik Jepang dan Mesir yang bisa memberikannya gaji lebih tinggi.

“Suka atau tidak, saya pelatih terbaik kedua di dunia. Dan angka ini US$ 5 juta per tahun untuk pelatih kedua dunia terlalu kecil!” Uang itu penting bagi semua orang, tetapi bagi saya, itu bukan motif saya nomor satu,” kata Dalic seperti dilansir Soccerway.

“Saya masih punya waktu dua tahun di kontrak dan saya bisa tetap bersama tim selama itu, tetapi saya mengatakan bahwa setelah tur Amerika Serikat di bulan Maret nanti, saya membuat keputusan untuk pergi.”

“Saya tidak tahan orang-orang yang menendang bola dua kali dalam hidup mereka, memutuskan tentang takdir saya di bangku Kroasia! Saya mandiri dan tidak terbebani, tetapi saya tidak bisa membiarkan siapa pun bermain dengan saya dan meminta seseorang mencoba memecat saya dalam dua bulan,” Dalic menambahkan.

Jadi runner up adalah prestasi terbaik Kroasia di Piala Dunia. Sebelumnya, prestasi terbaik negara itu adalah peringkat tiga di Piala Dunia 1998.

Melatih Kroasia Menjadi Pekerjaan Favorit Dalic

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Zlatko Dalic mengaku bahwa pekerjaan melatih timnas Kroasia akan selalu menjadi pekerjaan favoritnya. Menurutnya, pekerjaan melatih Barcelona atau timnas Brasil tak akan sebaik melatih timnas Kroasia.

Dibawah asuhan Dalic, Kroasia secara mengejutkan mampu melaju ke babak final Piala Dunia 2018. Sayangnya, perjalanan gemilang Luka Modric dkk di Rusia harus terhenti di tangan Prancis yang berhasil menjadi juara dunia.

Kroasia rayakan kemenangan atas Nigeria.
twitter.com/FIFAWorldCup

“Saya bisa saja melatih Brasil atau Barcelona di masa depan. Namun, pekerjaan ini (melatih Kroasia) akan selalu menjadi favorit saya. Saya ingin menjadi pemimpin di negara saya sendiri,” ungkap Dalic dilansir Goal.

“Saya masih merasa sedikti sedih karena gagal membawa pulang trofi Piala Dunia. Pengalaman memimpin anak asuh saya di babak final Piala Dunia menjadi kenangan terbaik di sepanjang hidup saya,” lanjut pria 51 tahun itu.

Ia pertama kali mencuri perhatian di tahun 2016 silam. Kala itu, ia berhasil membawa klub Uni Emirat Arab, Al-Ain melaju ke babak final Liga Champions Asia. Pada bulan Oktober 2017, ia ditunjuk oleh federasi sepak bola Kroasia untuk menjadi pelatih menggantikan Ante Cacic yang dipecat.

Di bawah asuhannya, Ivan Rakitic dkk berhasil lolos ke Piala Dunia 2018 melalui jalur playoff. Di Rusia, ia mampu menyingkirkan tim-tim kuat seperti Argentina, Rusia, Denmark dan Inggris untuk melaju ke babak final.

 

Dalic: Kami Tak Seharusnya Mendapat Hukuman Penalti

Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalic, mengatakan bahwa timnya tak seharusnya mendapatkan hukuman penalti di laga final Piala Dunia melawan Prancis, (15/7). Menurutnya, hukuman penalti seperti itu tidak diberikan di babak final Piala Dunia.

Menjelang akhir babak pertama, Prancis mendapatkan hadiah penalti setelah wasit menilai Ivan Perisic melakukan handsball di dalam kotak terlarang. Wasit Nestor Pitana awalnya tak memberikan penalti kepada Les Bleus. Ia baru memberikan penalti setelah melihat kembali kejadian melalui VAR.

griezmann penalty football5star elpais com
elpais.com

“Kami bermain baik di babak pertama. Penalti Prancis membuat kami kehilangan harapan. Situsai menjadi sangat sulit untuk kami setelahnya. Menurut saya, penalti seperti itu tak seharusnya diberikan di babak final Piala Dunia,” tegas Dalic dilansir dari ESPN.

“Kami sangat ingin memenangkan pertandingan ini. Tapi, Prancis bermain baik. Permainan mereka sebenarnya tak membuat kami terkejut. Mereka mampu mencetak 2 gol mudah dan dilengkapi dengan gol bunuh diri serta penalti,” lanjut pria 51 tahun itu.

Walaupun gagal membawa pulang trofi Piala Dunia, Kroasia tak perlu berkecil hati. Pasalnya, kapten mereka, Luka Modric, didapuk sebagai pemain terbaik di Piala Dunia 2018. Modric berhasil mengalahkan pemain-pemain lain seperti Eden Hazard dan Antoine Griezmann untuk meraih gelar Golden Ball.

Dalic Anggap Prancis Dinaungi Keberuntungan

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan memang menyakitkan. Apalagi jika dialami di partai final saat tim tidaklah tampil buruk. Hal itu juga yang dirasakan Zlatko Dalic, pelatih timnas Kroasia. Dia menilai timnya kalah di final Piala Dunia 2018, Minggu (15/7/2018), hanya karena timnas Prancis lebih dinaungi keberuntungan.

“Saya ucapkan selamat kepada Prancis atas gelar yang diraih. Kami bermain bagus pada 20 menit awal. Kami mengontrol permainan. Lalu, terjadi gol bunuh diri dari situasi bola mati. Kami bangkit, mendominasi, lalu penalti diberikan wasit,” ungkap Dalic seperti dikutip Football5Star.com dari situs resmi FIFA.

Para pemain Kroasia kecewa berat setelah kalah dari Prancis di final Piala Dunia 2018.
elpais.com

Atas penampilan yang tak buruk itu, Dalic tetap angkat topi kepada para pemainnya. Dia tak ragu menyebut penampilan Luka Modric cs. di final adalah yang terbaik sepanjang partisipasi di Piala Dunia 2018.

“Saya harus mengucapkan selamat kepada para pemain saya. Ini mungkin pertandingan terbaik yang kami mainkan di turnamen ini. Kami mengontrol permainan, tapi kami kebobolan,” terang dia. “Melawan tim kuat seperti Prancis, Anda tak boleh membuat kesalahan. Kami agak sedih, tapi bangga atas apa yang telah kami lakukan.”

Dalam pertandingan final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki itu, timnas Kroasia kalah 2-4 dari timnas Prancis. Empat gol Les Bleus berasal dari bunuh diri Mario Mandzukic, penalti Antoine Griezmann, dan dua tembakan jarak jauh dari Paul Pogba dan Kylian Mbappe. Sementara itu, dua gol balasan Vatreni dibuat Ivan Perisic dan Mandzukic.


Tahukah Anda?

Kekalahan yang dialami dari Prancis membuat Kroasia gagal meneruskan jejak dua debutan terakhir di final Piala Dunia. Sebelumnya, Prancis pada 1998 dan Spanyol pada 2010 berhasil juara pada final pertama mereka.

Zlatko Dalic Enggan Jadikan Kelelahan sebagai Alasan

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Kroasia akan menjalani partai final Piala Dunia 2018 menghadapi Prancis, Minggu (14/7/2018). Jelang laga tersebut, pelatih Kroasia Zlatko Dalic meminta para pemainnya tampil sepenuh hati dan tak menggunakan faktor kelelahan sebagai alasan.

Timnas Kroasia lolos ke final Piala Dunia 2018 dengan susah payah. Kroasia harus melalui dua adu penalti untuk mencapai babak semifinal. Di partai semifinal pun pasukan Zlatko Dalic harus melalui 120 menit pertandingan untuk memastikan kemenangan 2-1 atas Inggris.

Sementara Prancis melalui tiga laga fase gugur Piala Dunia dengan hanya dua babak. Pertama mereka mengalahkan Argentina dengan skor 4-3 di 16 Besar, lalu menekuk Uruguay 2-0 di perempat final, dan yang terbaru mengandaskan Belgia dengan skor 1-0 di semifinal.

Kroasia mengalahkan Rusia di semifinal Piala Dunia 2018 zimbio
zimbio

Kendati mendapat menit bermain yang lebih banyak daripada Prancis, Dalic enggan menjadikan kelelahan sebagai alasan timnya bermalas-malasan di partai final. Menurut Dalic, para pemain yang tampil di laga tersebut harus memberikan 100 persen kemampuan yang mereka miliki.

“Besok adalah pertandingan final Piala Dunia. Para pemain tahu apa artinya itu. Satu hal yang membuat saya bahagia adalah para pemain akan menyampaikan pada saya jika mereka sedang tidak fit,” ujar Dalic sebagaimana dilansir Football5Star.com dari Daily Mail.

“Kami memiliki hubungan yang baik. Saat mereka mengatakan mereka tidak fit mereka tak akan saya mainkan di final. Mereka tahu seberapa penting laga itu bagi kami, jika mereka tak bisa memberi yang terbaik, mereka akan mengatakannya,” kata Dalic lagi.

Ini merupakan final Piala Dunia pertama bagi Kroasia. Sebelumnya, prestasti terbaik tim beralias Vatreni ini adalah meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 1998.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Kroasia Pede Hentikan Mbappe dan Griezmann

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, mengaku yakin timnya bisa menghentikan dua mesin gol Timnas Prancis, Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann. Dalic berkaca pada keberhasilan timnya yang sukses mematikan pemain sekelas Lionel Messi (Argentina) dan Harry Kane (Inggris).

Timnas Kroasia menang 2-1 atas Timnas Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzniki, Moskow, Kamis (12/7) dinihari WIB. Gol Kroasia dilesakkan Ivan Perisic dan Mario Mandzukic, sementara gol Inggris dicetak Kieran Trippier.

Zlatko Dalic mengaku terharu oleh kegigihan para penggawa timnas Kroasia di semifinal Piala Dunia 2018 melawan timnas Inggris. (www.old.football5star.com / lagacetasalta.com.ar)
Getty Images

Dengan hasil itu, Kroasia lolos ke final Piala Dunia 2018. Di partai puncak, Luka Modric dan kawan-kawan bakal menghadapi Prancis.

Kekuatan utama Prancis berada di lini depan. Les Bleus memiliki dua penyerang maut, Mbappe dan Griezmann, yang sama-sama sudah mengoleksi tiga gol. Meski demikian, Dalic pede timnya bisa menghentikan keduanya.

“Kroasia masih bisa bermain lebih baik. Prancis adalah tim yang sangat berbahaya, tetapi jika kami menghentikan Lionel Messi, Christian Eriksen dan Harry Kane, maka kami juga dapat menghentikan Mbappe dan Griezmann,” kata Dalic seperti dilansir Soccerway.

Dalam kesempatan itu, Dalic juga berbicara soal laga melawan Inggris di semifinal. Ia bersyukur Manajer Inggris, Gareth Southgate menarik Raheem Sterling di babak kedua.

“Saya merasa lega setelah Southgate menggantikan Sterling karena dia sangat sulit untuk dihentikan. Dan saya mengagumi Southgate, dia menunjukkan dia seorang pria, seorang olahragawan, dia mengucapkan selamat kepada kami semua secara pribadi di lapangan,” Dalic menambahkan.

Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Dalic: Tak Ada Misi Balas Dendam di Final

Football5star.com, Indonesia – Timnas Kroasia memastikan diri sebagai lawan timnas Prancis di final Piala Dunia 2018. Kemenangan 2-1 atas timnas Inggris di semifinal, Kamis (12/7/2018) dinihari WIB, membuat anak-anak asuh Zlatko Dalic berpeluang melakukan balas dendam atas kekalahan dua puluh tahun silam.

Di semifinal Piala Dunia 1998, timnas Kroasia dipaksa takluk 1-2 oleh timnas Prancis lewat brace dari sosok yang tak terduga, bek Lilian Thuram. Tak heran, sebagian orang melihat laga final Piala Dunia 2018 tak ubahnya sebuah ajang balas dendam.

Didier Deschamps dan Slaven Bilic saat Prancis vs Kroasia di Piala Dunia 1998.
Twitter @FIFAWorldCup

Akan tetapi, Dalic menampik hal itu. Dia menegaskan, tak ada misi balas dendam dalam laga final di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7/2018).

“Kedua tim telah menunjukkan kualitas masing-masing. Kami tak mencanangkan balas dendam. Ini sepak bola. Ini olahraga. Hal yang harus kami lakukan adalah fokus mempersiapkan permainan terbaik kami di final nanti,” tutur Dalic seperti dikutip Football5Star.com dari situs resmi FIFA.

Dalic mengakui, dirinya tak lupa kejadian di semifinal Piala Dunia 1998. Dia termasuk salah satu suporter Vatreni yang datang ke Prancis. Namun, dia tak mau terlarut dalam kesumat karena kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa dalam olahraga.

“Pada 1998, saya di Prancis dalam tiga laga awal sebagai suporter. Semua orang di Kroasia mengingat laga ketika (Lilian) Thuram mencetak gol dan kami kalah 2-1. Ini telah menjadi topik diskusi selama 20 tahun. Saya ingat, kami merayakan gol (Davor) Suker, tapi kedudukan imbang ketika kami kembali duduk,” kenang dia.

Menjejak final Piala Dunia 2018 adalah sejarah tersendiri bagi timnas Kroasia. Itulah final pertama mereka di ajang akbar empat tahunan ini. Bahkan, final adalah hal yang tak tergapai saat negeri itu masih bersatu sebagai Yugoslavia hingga Piala Dunia 1990.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Dalic Terharu Oleh Kegigihan Para Pemain Kroasia

Football5star.com, Indonesia – Zlatko Dalic, pelatih timnas Kroasia, mengaku takjub dan terharu melihat kegigihan para pemainnya saat menghadapi timnas Inggris di semifinal Piala Dunia 2018, Kamis (12/7/2018) dinihari WIB.

Menurut Dalic, tekad kuat untuk memenangani pertandingan dan lolos ke final Piala Dunia 2018 begitu membara. Sampai-sampai, tak ada penggawa timnas Kroasia yang mau untuk diganti walaupun kaki sudah berat dan napas tersengal karena keletihan.

Cedera ringan tak membuat pemain timnas Kroasia mau ditarik dari lapangan.
independent.co.uk

“Para pemain kami hari ini menunjukkan kekuatan, stamina, dan energi yang mereka miliki. Saya ingin melakukan pergantian, tapi tak satu pun yang mau diganti. Semuanya berkata, ‘Aku siap, aku bisa terus berlari’,” terang Dalic seperti dikutip Football5Star.com dari situas resmi FIFA.

Lebih lanjut, dia menambahkan, “Beberapa pemain tampil dengan cedera ringan yang mungkin membuat mereka tak bisa bermain di laga lain. Dua pemain tampil dengan satu kaki, tapi itu sama sekali tak terlihat di lapangan!”

Kegigihan dan tekad baja itu sudah terlihat sejak awal. “Tak ada yang menyerah saaat saya menyiapkan starting XI. Tak ada yang berkata tidak siap menjalani perpanjangan waktu. Tak ada yang mau diganti. Ini menunjukkan karakter yang membuat saya sangat bangga. Tak ada yang mau menyerah!” beber dia lagi.

Dalic menghargai hal itu. Dia baru melakukan pergantian pada perpanjangan waktu. Itu pun dua di antaranya dilakukan setelah pemain yang bersangkutan memang terkapar dan tak bisa melanjutkan laga.

Keberhasilan menang 2-1 atas timnas Inggris membuat timnas Kroasia lolos ke final Piala Dunia 2018. Ini adalah kali pertama mereka lolos ke partai puncak turnamen akbar empat tahunan tersebut. Pada 1998, timnas Kroasia terhenti di semifinal oleh timnas Prancis yang lantas juara.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Dalic Puji Penampilan Modric di Timnas Kroasia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, memberikan pujian kepada salah satu pemainnya, Luca Modric. Apresiasi ini diberikan berkat kontribusi dan penampilan apik yang ditunjukkan oleh gelandang Real Madrid tersebut selama Piala Dunia 2018.

Kroasia berhasil melangkah hingga babak semifinal dan akan menghadapi Timnas Inggris di Luzhniki Stadium pada, Kamis (12/7/2018) dini hari WIB. Modric sendiri memang telah menunjukkan betapa vitalnya kehadiran pemain berusia 32 tahun itu di kubu Kroasia.

Modric tercatat tiga kali terpilih menjadi Man of The Match dari lima kemenangan yang sudah diraih Kroasia. Berangkat dari hal ini, Dalic yakin bahwa Modric tengah berada di performa terbaiknya jelang laga kontra Inggris nanti.

Zlatko Dalic didukung Luka Modric untuk tetap tangani Kroasia di Piala Dunia 2018.

“Ini adalah kualitas yang sudah ditunjukkan oleh Modric selama bertahun-tahun. Ketika Anda melihat dia masih berlari ketika menit 115 untuk mengalirkan bola, itu menunjukkan kemauan kerasnya yang membuat rekan-rekannya berusaha melakukan hal yang sama,” kata Dalic dilansir Daily Mail.

“Modric sudah meraih semua hal yang memungkinkan di level klub, tapi dia belum meraih banyak hal bersama tim nasional.”

“Dengan kemungkinan ini menjadi Piala Dunia terakhir dengan usianya saat ini, saya senang dia berada di empat besar. Tapi, ada peran dan usaha semua pemain di balik hasil ini,” ujar Dalic menambahkan.

“Kami meraih prestasi ini sebagai satu kesatuan tim yang tidak pernah menyerah, yang saling bekerja satu sama lain dan mungkin ini adalah periode terbaik bagi Modric. Dia memainkan sepak bola terbaik dalam hidupnya,” pungkas Dalic.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com