dinatale getty

“Tangisan Bayi” Di Natale di Laga Terakhirnya Bareng Udinese

Laga Udinese kontra Carpi jadi pertandingan terakhir Antonio Di Natale bersama Il Zebrette. Di Natale pun tak kuasa menahan air mata yang deras mengucur.

Laga pekan ke-38 di Friuli, Minggu (15/5) malam WIB kemarin, jadi laga spesial untuk Udinese. Sebab kapten sekaligus striker andalannya Di Natale memutuskan untuk meninggalkan klub tersebut.

Sayangya perpisahan Di Natale ternodai kekalahan 1-2 dari Carpi. Namun, satu gol bisa dibuat olehnya dari titik penalti.

Segalanya berjalan biasa-biasa saja untuk Di Natale sampai dia memasuki ruang ganti tim. Diakui oleh Di Natale, dia tak bisa menahan air mata yang mengucur deras. Haru biru mewarnai kepergian Di Natale yang menghabiskan 12 tahun kariernya bersama Udinese.

Meski tawaran kerap datang dari tim-tim besar Italia dan juga Eropa, Di Natale tetap setiap berseragam hitam-putih. Dia tak pernah sekali pun berpikir untuk pergi.

Dia membuat hampir 450 penampilan di seluruh kompetisi sejak gabung 2004 dari Empoli. Ada total 227 gol dibuatnya sebelum memutuskan pergi akhir musim ini ketika kontraknya habis.

“Saya rasa pada akhirnya perjalanan bersama selama 12 tahun ini begitu hebat. Saya ingin berterima kasih kepada klub, semua orang yang bersama saya selama ini,” ujar Di Natale di Sky Sports.

“Saya membuat diri sendiri cedera saat latihan, tapi saya ingin bermain di 20 menit terakhir dan dokter tim mengizinkannya,” sambungnya.

“Saya tenang-tenang saja sampai kemarin, tapi ketika saya duduk di ruang ganti malam ini, saya menangis seperti bayi. Bayangan selama 12 tahun itu terlintas.”

“Saya menciptakan 227 gol. Saya memberikan banyak hal untuk klub ini, mencetak banyak gol, jadi saya berharap tetap jadi bagian sejarah klub ini,” tutupnya.

Published by

Football5star

Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com